Anda di halaman 1dari 26
Standar Kompetensi : 1 . Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul , ikatan

Standar Kompetensi :

1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, struktur molekul, ikatan kimia dan sifat sifat senyawa.

Kompetensi Dasar :

1.1 Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, dan menjelaskan teori atom Bohr dan mekanika kuantum untuk menuliskan konfigurasi elektron dan diagram orbital serta menentukan letak unsur dalam tabel periodik.

A. Partikel partikel Penyusun Atom

Ringkasan Materi

Atom Terdiri dari tiga macam partikel yaitu proton, netron, dan elektron. Proton dan netron terdapat dalam inti atom, sedangkan elektron berada dalam ruang seputar inti atom. Ketiga macam partikel ini tergolong partikel dasar, sebab atom unsur-unsur dibentuk oleh partikel-partikel itu.

:

Bagian-bagian Atom

 

Proton

 

Inti

  Inti
 

Atom

  Atom Netron
  Atom Netron

Netron

 
  Kulit Elektron

Kulit

Elektron

 

Partikel dan

Massa

 

Muatan

Lambang

gram

sma

Coulomb

Satuan muatan

Proton ( p )

1,67 x 10 -24

1

+1

Netron ( n )

0

0

Elektron ( e )

1/1836

 

-1

B. Tanda Atom Lambang suatu unsur dapat dituliskan sebagai berikut

dimana :

A Z X

A

= nomor massa, menunjukkan jumlah proton + jumlah netron,

X

= tanda atom,

Z

= nomor atom, menunjukkan jumlah proton atau jumlah elektron dalam inti.

Misal 12 6 C, artinya nomor atom C = 6 , maka jumlah proton = jumlah elektron = 6 dan nomor massa C = 12, maka jumlah netron = 12 – 6 = 6

Isotop =.Atom- atom unsur yang sama tetapi mempunyai jumlah netron berbeda contoh : 12 6 C dan 13 6 C Isobar = atom unsur – unsur yang berbeda dengan nomor atom yang berbeda tetapi mempunyai massa atom yang sama . contoh : 14 6 C dan 14 7 N Isoton.= atom unsur – unsur yang berbeda dengan jumlah netron yang sama contoh : 31 15 P dan 32 16 S

C.

KONFIGURASI ELEKTRON

Nama Kulit

Nomor Kulit

Jumlah elektron maksimum

K

1

2

L

2

8

M

3

18

N

4

32

O

5

50

dst

Secara matematis daya tampung elektron pada tiap kulit adalah :

2n 2

Konfigurasi elektron unsur menggambarkan jumlah elektron yang mengisi tiap-tiap kulit. Contoh :

Konfigurasi elektron dari :

7 3

Li

23 11 Na

3 11 5P

=

=

=

2.1

2.8.1

2.8.5

79

55

35

25

Br

=

2.8.18.7

Mn

=

2.8.8.7

Jumlah elektron yang terletak pada kulit paling luar disebut dengan

Elektron valensi dari 7 3 Li (2. 1} adalah 1 , elektron valensi dari 31 15 P (2.8.5 ) adalah 5.

elektron Valensi .

D. Perkembangan Teori Atom Perkembangan model atom

1. Model atom Dalton (Inggris, 1808)

John dalton mengemukakan gagasan tentang atom sebagai partikel dasar sebagai berikut :

1. Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.

2. Atom suatu unsur sama segala sifatnya, sedangkan atom unsur yang berbeda berlainan dalam massa dan sifatnya.

3. Senyawa terbentuk bila atom bergabung Satu sama lain.

4. Reaksi kimia hanya mengakibatkan penataulangan atom-atom sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.

2. Model atom Thomson (1906) J.J. Thomson mengemukakan bahwa dalam atom terdapat elektron–elektron yang tersebar merata dalam bola bermuatan positif.

3. Model atom Rutherford (1913) Model atom rutherford menggambarkan atom terdiriatas inti atom yang bermuatan atom positif dan berbeda pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti.

4. Model atom BOHR (1913)

Niels Bohr mengemukakan model atom sebagai berikut :

1. Dalam atom, elek tron beredar mengelilingi inti atom pada lintasan berbentuk lingkaran. Tidak semua lintasan diperbolehkan. Lintasan yang diperbolehkan untuk elektron adalah

lintasan yang memberikan momentum sudut h 2 (h=tetapan Planck)

2. Energi elektron dalam lintasan berbanding lurus dengan jarak lintasan dari inti. Makin jauh dari inti, tingkat energi lintasan makin tinggi.

3. Dengan menyerap energi dari lingkungannya, energi dapat berpindah diri lintasan berenergi lebih rendah kelintasan berenergi lebih tinggi. Sebaliknya energi dillepaskan bila elektron berpindah dari lintasan yang lebih tinggi ke lintasan yang lebih rendah.

5. Model atom mutakhir (Perancis 1924)

Louis

gelombang .

de

Broglie

menyimpulkan

bahwa

atom

dapat

dipandang

Teori Atom menurut Mekanika Kuantum

e + Inti
e
+
Inti

Keboleh jadian menemukan elektron

paling besar

sebagai

partikel

dan

BILANGAN KUANTUM

1. Bilangan Kuantum Pertama (n)

Menyatakan nomor kulit (tingkat energi)

n

=

1

kulit

K

n

=

5

kulit

O

n

=

2

kulit

L

n

=

6

kulit

P

n

=

3

kulit

M

n

=

7

kulit

Q

n

=

4

kulit

N

2. Bil. Kuantum Azimuth (l)

Menyatakan sub kulit (sub tingkat energi)

l

=

0

sub kulit s

l

=

1

sub kulit p

l

=

2

sub kulit d

l

=

3

sub kulit f

l

=

4

sub kulit g

l

=

5

sub kulit ?

Kulit ke n punya sub kulit sebanyak n dengan l berharga 0 hingga (n -1)

sub kulit sebanyak n dengan l berharga 0 hingga (n -1) 3. Bil. Kuantum Magnetik (m)

3. Bil. Kuantum Magnetik (m) Menyatakan orbital dari suatu sub kulit

Sub kulit dengan bk azimuth l punya (2l + 1) orbital dengan m = -l, …, 0, …, +l

“Sub kulit s, l = 0, punya 1 orbital dengan m = 0”

m=

00 0 s
00
0
s

“Sub kulit s, l = 0, punya 1 orbital dengan m = 0”

M = -1 0 +1 “Sub kulit d, l = 2, punya 5 orbital dengan
M =
-1
0
+1
“Sub kulit d, l = 2, punya 5 orbital dengan m = -2, -1, 0, +1, +2”
+
M =
-2
-1
0 +
1
2
-2 -1 0 +1 +2
-2
-1
0
+1
+2

“Sub kulit f, l = 3, punya 7 orbital dengan m = -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3”

4. Bil. Kuantum Spin (s) Menyatakan spin (arah putaran) elektron dalam suatu orbital

Menyatakan spin (arah putaran) elektron dalam suatu orbital KONFIGURASI ELEKTRON Prinsip Aufbau 1 s 2 s

KONFIGURASI ELEKTRON

Prinsip Aufbau

dalam suatu orbital KONFIGURASI ELEKTRON Prinsip Aufbau 1 s 2 s 2 p 3 s 3

1

s

2

s

2

p

3

s

3

p

4

f

4

s

5

d

3

d

6

p

4

p

7

s

5

5

f

s

4

6

d

d

PERTANYAAN DAN LATIHAN SOAL :

5

7

p

p

6

8

s

s

1. Jelaskan percobaaan yang membuktikan adanya :

a. Elektron

b. Proton .

c. Netron …………………………………………………………………………………………………………

3.

a. 14 7 N

b. 31 15 P

64

29 Cu

Lengkapi tabel berikut :

Lambang

Nomor

Nomor

Jumlah

atom

Atom (Z)

Massa (A)

Proton

Elektron

Netron

35 17 Cl

17

35

17

17

18

37 17 Cl

 

13 5 B

 

14 6 N

 

17

9 F

13

7 N

4.

Tulislah konfigurasi elektron dan tentukan elektron valensi dari :

Unsur

Konfigurasi elektron

elektron valensi

24

12 Mg

28

14 Si

64

29 Cu

75

33 As

5.

a.

b.

c.

6.

a.

b.

c.

Tentukan keempat bilangan kuantum untuk elektron terakhir dari :

13

26

15

Al

Fe

P

Tentukan Nomor atom dari X jika :

Elektron terakhir dengan n = 3, l = 1, m = +1 dan s = -½

Elektron terakhir dengan n = 4, l = 2, m = 0 dan s = +½

Elektron terakhir dengan n = 2, l = 1, m = 0 dan s = -½

+½ Elektron terakhir dengan n = 2, l = 1, m = 0 dan s =

A. PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK

1. Triade Dobereiner Bila 3 unsur yang memiliki sifat kimia yang sama diurutkan berdasarkan nomor massanya, maka nomor massa unsur yang tengah merupakan rata-rata dari 2 unsur lainnya.

Contoh

Cl

Ar

=

35,45

Rata-rata Cl dan I

Br

Ar

=

79,92

I

Ar

=

126,91

:

(35,45126,91) = 81,18

2

2. Oktaf Newland

Bila sederet atom disusun berdasarkan nomor massanya maka unsur yang ke-8 memiliki sifat

yang sama dengan yang ke-1, unsur ke-9 sama dengan unsur ke-2 dan seterusnya

massanya maka unsur yang ke-8 memiliki sifat yang sama dengan yang ke-1, unsur ke-9 sama dengan

A

B

C

D

E

F

G

H

I

1

2

3

4

5

6

7

8

9

G H I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 3. Sistem periodik Mendeleyev

3. Sistem periodik Mendeleyev dan Lotar Meyer Bila unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor massanya maka secara berkala (periodik) akan didapatkan sifat yang sama

secara berkala (periodik) akan didapatkan sifat yang sama 4. Sistem Periodik Modern Bila unsur disusun berdasarkan

4. Sistem Periodik Modern Bila unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atomnya maka secara berkala (periodik) akan didapatkan sifat yang sama.

secara berkala (periodik) akan didapatkan sifat yang sama. 5. Hubungan Konfigurasi elektron dengan Sistem Periodik

5. Hubungan Konfigurasi elektron dengan Sistem Periodik

Secara sederhana :

 

K

L

M

N

Letak dalam SPU

Periode

Golongan

23 11 Na

2

8

1

3

I A

40 20 Ca

2

8

8

2

4

II A

35 17 Cl

2

8

7

3

VII A

Atau :

Golongan A ( Utama )

Golongan

Elektron Valensi

I A

ns 1

 

II

A

ns 2

III

A

ns 2 np 1

IV

A

ns 2 np 2

V

A

ns 2 np 3

VI

A

ns 2 np 4

VII

A

ns 2 np 5

VII

A

ns 2 np 6

Golongan B ( Transisi )

 
 

Golongan

Elektron Valensi

III

B

ns 2 (n-1)d 1

IV

B

ns 2 (n-1)d 2

V

B

ns 2 (n-1)d 3

VI

B

ns 2 (n-1)d 4

VII

B

ns 2 (n-1)d 5

VIII

B

ns 2 (n-1)d 6

VIII

B

ns 2 (n-1)d 7

VIII

B

ns 2 (n-1)d 8

IB

ns 1 (n-1)d 10

IIB

ns 2 (n-1)d 10

S

s

 

Blok p

Blok d

Blok s

Blok f

6. Sifat-Sifat Periodik

Sifat- sifat unsur yang erat hubungannya dengan konfigurasi elektron unsur dan dapat menjelaskan kereaktifan suatu unsur adalah :

1. Jari- jari atom Jari- jari atom adalah jarak antara inti atom sampai kulit terluar atom.

adalah jarak antara inti atom sampai kulit terluar atom. Inti 2. Energi Ionisasi Kulit terluar Energi
adalah jarak antara inti atom sampai kulit terluar atom. Inti 2. Energi Ionisasi Kulit terluar Energi

Inti

2. Energi Ionisasi

Kulit terluar

Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam bentuk gas untuk melepaskan elektron membentuk ion bermuatan +1. Energi ionisasi dipengaruhi oleh besarnya muatan inti dan ukuran jari-jari atom. Energi

ionisasi #1

makin besar

+1. Energi ionisasi dipengaruhi oleh besarnya muatan inti dan ukuran jari-jari atom. Energi ionisasi #1 makin

Makin

kecil

3. Afinitas elektron Afinitas elektron adalah energi yang dibebaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas apabila menerima sebuah elektron dalam membentuk ion negatif. Makin negatif harga afinitas elektron, makin mudah atom tersebut menerima elektron dan makin relatif pula unsurnya.

Afinitas

Elektron

makin

kecil

makin besar

Afinitas Elektron makin kecil makin besar Keelektronegatifan Keelektronegatifan adalah ukuran
Afinitas Elektron makin kecil makin besar Keelektronegatifan Keelektronegatifan adalah ukuran

Keelektronegatifan Keelektronegatifan adalah ukuran kemampuan suatu atom untuk menarik elektron.

4.

Keelektro makin besar negatifan makin kecil
Keelektro
makin besar
negatifan
makin
kecil

Latihan:

1. Tulislah konfigurasi elektron unsur-unsur 11 Na, 12 Mg, 15 P, 17 Cl, 20 Ca, 19 K

3.

Bandingkan hasil yang kamu peroleh dengan tabel jari-jari atom dibawah ini!

Li 0,123 Be 0,089 B 0,088 C 0,077 N 0,70 O 0,066 F 0,064 Na
Li
0,123 Be 0,089
B
0,088
C
0,077
N
0,70
O 0,066
F
0,064
Na 0,157 Mg 0,136 Al
0,125 Si 0,117
P
0,110
S
0,104 Cl 0,099
K 0,203 Ca 0,174 Ga 0,125 Ge 0,121 As 0,121 Se 0,117
Br 0,114
Rb 0,216 Sr 0,192
Ca 0,235 Ba 0,198
In
I
0,133
TI
0,150 Sn 0,140 Sb 0,141 Te 0,137
0,155 Pb 0,154 Bi 0,152 Po 0,153
4. Berdasarkan grafik dibawah ini Nomor atom Jari-jari Atom
4. Berdasarkan grafik dibawah ini
Nomor atom
Jari-jari Atom

a. Unsur-unsur golongan manakah yang mempunyai jari-jari terbesar?

b. Unsur-unsur golongan manakah yang mempunyai jari-jari atom terkecil?

5. Berdasarkan grafik energi ionisasi

Energi Ionisasi
Energi Ionisasi

a. Unsur-unsur manakah yang mempunyai energi ionisasi terbesar?

Unsur-unsur manakah yang mempunyai energi ionisasi terbesar? A. Susunan Elektron Stabil Unsur – unsur golongan gas

A. Susunan Elektron Stabil Unsur – unsur golongan gas mulia ( VIII ) yaitu Helium, Neon, Argon, Kripton, Xenon, Radon

adalah merupakan unsur yang stabil karena unsur–unsur tersebut sukar bereaksi dengan unsur lain dan di alam berada dalam keadaan bebas. Kestabilan unsur–unsur gas mulia mempunyai konfigurasi elektron yang stabil yaitu 8 elekton valensi kecuali He yang mempunyai 2 elektron

valensi.

Untuk mencapai kestabilannya maka unsur–unsur cenderung mempunyai susunan elektron valensi

sepeti gas mulia.

B. SUSUNAN ELEKTRON VALENSI ( struktur Lewis )

Unsur–unsur gas mulia bersifat stabil berkaitan dengan elektron valensinya yang berjumlah 8 (kecuali He = 2) yang tergolong konfigurasi elektron penuh dan merupakan betntuk konfigurasi elektron yang paling stabil (oktet & duplet) unsur yang bukan gas mulia cendeung mempunyai konfigurasi elektron seperti gas mulia (aturan oktet & duplet).

adalah

digambarkan dengan titik (.) atau tanda silang (x) .

Struktur

Lewis

lambang

unsur

disertai

dengan

elektron

valensinya

elektron

Contoh : lambang Lewis

3 Li

5

B

10 Ne

:

Li .

: B : Ne
:
B
:
Ne

C. IKATAN ION Ikatan ion terjadi akibat gaya elektro statis antar ion yang berlawanan muatan sebagai akibat serah terima elektron dari atom yang satu ke atom yang lain . Atom yang melepas elektron menjadi ion positif , dan atom yang menerima elektron menjadi ion negatif .

Contoh :

Pembentukan NaCl

11

Na

17 Cl

: 2

:

, 8

2 ,

1

,

8 , 7

Atom Na akan melepas sebuah elektron

 

Na

Na +

+

e -

(2,8,1)

(2, 8)

Atom Cl akan mengikat sebuah elektron yang dilepas oleh atom Na

Sehingga menjadi

Cl +

e -

Cl -

(2, 8, 7)

(2, 8, 8)

maka akan terbentuk : Na + +

Cl -

NaCl

D. IKATAN KOVALEN Ikatan kovalen melibatkan penggunaan bersama pasangan elektron oleh dua unsur non logam Ikatan kovalen terjadi jika tidak mungkin atom – atom itu mengadakan serah terima elektron.

Kaidah oktet

:

Tiap atom dikelilingi 8 elektron, kecuali :

H

dikelilingi 2 elektron, seperti atom He

B

dikelilingi 6 elektron (3 pasang)

P

dapat dikelilingi hingga 10 elektron (5 pasang)

S

dapat dikelilingi hingga 12 elektron (6 pasang)

Kerja sama antar atom-atom yang kekurangan elektron sebanyak n akan menyumbangkan elektron sebanyak n pula

Contoh :

1. Pembentukan H 2 dari penggabungan atom H dengan H 1H : 1, untuk menjadi stabil kurang 1e 1H : 1, untuk menjadi stabil kurang 1e

Atom H masing–masing kurang 1elektron untuk menjadi stabil dan masing–masing atom menyumbangkan 1e untuk menjadi pasangan elektron yang stabil sehingga terbentuk ikatan yang disebut ikatan kovalen.

Rumus Lewis pembentuk molekul H 2 :

Ho + xH  Rumus struktur H xo H : Rumus molekul : H –
Ho + xH
Rumus struktur
H xo H
:
Rumus molekul
:
H – H
H 2
2. Contoh pembentukan CH 4
C
: 2, 4
IVA
punya 4 e - , kurang 4 e - , nyumbang 4e -
6
H
:
1
I A
punya 1 e - , kurang 1 e - , nyumbang 1e -
1

E. IKATAN KOVALEN RANGKAP

Ikatan kovalen ranggkap melibatkan penggunaan bersama pasangan elektron lebih dari satu pasang elektron oleh atom-atom yang berikatan dibedakan atas :

a. Ikatan kovalen rangkap 2

b. Ikatan kovalen ranggkap 3

contoh:

Ikatan ranggkap dalam molekul O 2 8 O : 2 6 untuk menjadi stabil masing-masing kurang 2 elektron sehingga masing-masing atom saling menyumbangkan 2 elektron untuk digunakan secara bersama-sama. Struktur Lewis

elektron untuk digunakan secara bersama-sama. Struktur Lewis F. IKATAN KOVALEN KOORDINASI Ikatan kovalen koordinasi :

F. IKATAN KOVALEN KOORDINASI Ikatan kovalen koordinasi : ikatan kovalen dimana elektron ikatan berasal dari salah satu atom saja.

Ikatan Kovalen Koordinasi
Ikatan Kovalen
Koordinasi
dari salah satu atom saja. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Ikatan Campuran Ion dan kovalen Di

Ikatan

Kovalen

satu atom saja. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan Kovalen Ikatan Campuran Ion dan kovalen Di dalam suatu

Ikatan Campuran Ion dan kovalen

Di dalam suatu molekul kadang-kadang terjadi ikatan ion dan ikatan kovalen sekaligus, bahkan ada yang berikatan kovalen koordinasi. Dalam hal ini harus jelas menggambarkan struktur Lewisnya yang bertindak sebagai ion positif maupun ion negatif. Contoh :

NaOH, pada senyawa ini terdapat ikatan Ion antara ion Na + dengan Ion OH - dan ikatan kovalen antara atom O dengan H.

Na +

[ : O

.

x H . ] -

G. Ikatan Kovalen Polar dan Non Polar /EKSPERIMEN

Untuk mempelajari Kepolaran molekul terlebih dahulu lakukanlah kegiatan di bawah ini.

Alat dan Bahan

Ukuran/satuan

Jumlah

Buret

50 cm 3

1 buah

Statif

1 buah

Penggaris baru

1 buah

Gelas Kimia

50 cm 3

4 buah

Corong

kecil

1 buah

Kain Wool/ Planel

1 potong

Air

50 cm 3

Aseton

50 cm 3

Etanol

50 cm 3

Tetra Kloro metana

50 cm 3

Cara Kerja :

1. Pasang Buret pada statif

2. Isilah Buret dengan air

3. Gosokkan penggaris pada kain wool / rambut

4. Alirkan air ke dalam gelas kimia dan dekatkan penggaris pada aliran itu amati apa yang terjadi dan catat !

5. Ulangi percobaan 4 , dengan larutan yang telah disiapkan

Hasil Pengamatan :

4 , dengan larutan yang telah disiapkan Hasil Pengamatan : Bahan Aliran Zat cair Dibelokkan Tidak

Bahan

Bahan Aliran Zat cair Dibelokkan Tidak dibelokkan

Aliran Zat cair

Dibelokkan

Bahan Aliran Zat cair Dibelokkan Tidak dibelokkan

Tidak dibelokkan

Air

Aseton

Etanol

Tetra Kloro metana

Pertanyaan

1. Cairan manakah yang dibelokkan oleh penggaris ?

2. mengapa cairan dapat dibelokkan ? Jelaskan

3. Sifat apakah yang ditunjukkan oleh jenis molekul yang dibelokkan batang penggaris yang bermuatan ?

4. Bagaimana molekul-molekul memperoleh sifat demikian ?

H. Ikatan Logam

Lebih dari separuh unsur-unsur yang ada berupa logam dan logam ini mempunyai sifat-sifat umum sebagai berikut :

a. penghantar listrik dan panas yang baik

b. keras, mudah ditempah dan ditarik

c. titik lebur dan titik didih tinggi

d. mengkilap bila digosok

Logam tersusun dari ion ion logam dalam bentuk kristal yang tersusun rapat dan elektron– elektronnya merupakan awan elektron yang dapat bergerak bebas dalam seluruh kristal bila dipengaruhi oleh suatu potensial.

          

          

          

              Awan Elektron

Awan Elektron

           Awan Elektron Ion-ion Positip BENTUK

Ion-ion Positip

BENTUK MOLEKUL

Menurut teori tolakan pasangan elektron valensi ( VSEPR = Valence Shell Electron Pair Repulsion ) bentuk moekul dan ion dapat diramalkan berdasarkan tolak-menolak pasangan elektron valensi dari atom- atom yang berikatan. Di mana pasangan elektron valensi ini akan menyusun diri di sekitar atom pusat sedemikian rupa sehingga gaya tolak menolaknya menjadi sekecil mungkin., yakni bila jaraknya sejauh

mungkin satu sama lain

Misalnya jika hanya ada dua pasangan elektron valensi disekitar atom pusat, maka

pasangan ini akan mengambil tempat sejauh mungkin satu sama lain agar gaya tolak menolaknya sekecil mungkin sehingga akan memberikan bentuk Linier. Pasangan elektron ini membentuk sudut 180 o terhadap atom pusat. Selanjunya jika jumlah pasangan elektron berturut-turut 3, 4, 5 dan 6 pasang .Bagaimana

bentuk molekulnya ?.

Berikut ini beberapa contoh bentuk molekul :

PEI

(X)

2

3

2

4

3

2

5

4

PEB

(E)

0

0

1

0

1

2

0

1

Tipe

AX 2

AX 3

AX 2 E

AX 4

AX 3 E

AX 2 E 2

AX 5

AX 4 E

Bentuk Geometri Molekul

Contoh

BeF 2

BF 3
BF 3

PE

2

3

3

4

4

4

5

5

2 BF 3 P E 2 3 3 4 4 4 5 5 Linier Trigonal Planar

Linier

Trigonal

Planar

Membentuk

suatu sudut

(huruf V)

Tetrahedral

Trigonal

Piramida

Membentuk

suatu sudut

(Huruf V)

Trigonal

Membentuk suatu sudut (Huruf V) Trigonal SO 2 CH 4 NH 3 H 2 O PCl
SO 2
SO 2
CH 4
CH 4
NH 3
NH 3
suatu sudut (Huruf V) Trigonal SO 2 CH 4 NH 3 H 2 O PCl 5
suatu sudut (Huruf V) Trigonal SO 2 CH 4 NH 3 H 2 O PCl 5
suatu sudut (Huruf V) Trigonal SO 2 CH 4 NH 3 H 2 O PCl 5
suatu sudut (Huruf V) Trigonal SO 2 CH 4 NH 3 H 2 O PCl 5
suatu sudut (Huruf V) Trigonal SO 2 CH 4 NH 3 H 2 O PCl 5
H 2 O
H 2 O
PCl 5
PCl 5
TeCl 4
TeCl 4

bipiramida

Tetrahedral

terdistoris

CIF 3 Membentuk 5 3 2 AX 3 E 2 huruf T X e F
CIF 3
Membentuk
5
3
2
AX 3 E 2
huruf T
X e F 2
5
2
3
AX 2 E 3
Linier
SF 6
6
6
0
AX 6
Oktahedral
IF 5
Tetrahedral
6
5
1
AX 5 E 1
Piramida
XeF 4
Segiempat
6
4
2
AX 4 E 2
datar

GAYA ANTAR MOLEKUL

Gaya London ( by Fritz London From Jerman Tahun 1928)

Gaya London disebut juga gaya dispersi, adalah gaya yang timbul akibat dari pergeseran sementara ( dipol sesaat) awan elektron suatu molekul simetri. Dengan kata lain gaya London timbul akibat dari distorsi awan elektron dari suatu molekul.

Gaya Van der Waals ( by Johannes Diderik van der Waals from Belanda Tahun 1837-1923) Gaya van der waals adalah gaya tarik menarik yang lemah di antara dua dipol Gaya van der Waals yang bekerja antara atom-atomnya dapat mempengaruhi titik lebur dan titik didih.

δ + δ - δ + δ - Ikatan Hidrogen
δ +
δ -
δ +
δ -
Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen adalah ikatan antar molekul berupa gaya tarik menarik oleh atom yang mempunyai keelektronegatifan sangat besar ( N, O atau F ) terhadap atom H dalam molekul lain.

H – F

H – F

H – F

H – O – H

H – O – H

H – O – H

Senyawa yang dapat berikat hidrogen memiliki titik didih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa yang tidak mengandung Ikatan hidrogen untuk molekul dengan massa molekul serupa.

A. TATA NAMA DAN RUMUS KIMIA SENYAWA Nama kimia sistematik yang disusun oleh Komisi Tata

A. TATA NAMA DAN RUMUS KIMIA SENYAWA

Nama kimia sistematik yang disusun oleh Komisi Tata Nama IUPAC diatur sebagai berikut :

1. Senyawa biner yang tidak mengandung Oksigen di beri nama :

Nama unsur depan + nama unsur berikutnya + ida, misalnya

NaCl = Natrium klorida , FeCl 2 =Besi (II) klorida ,

Na 2 S = Natrium sulfida FeCl 3 =Besi (III) klorida dan sebagainya .

2. Senyawa biner yang mengandung Oksigen

a. Untuk senyawa yang mengandung logam diberi nama :

Nama logam + oksida,

misalnya

Na 2 O

= Natrium oksida ,

CaO

=

Kalsium Oksida ,

MgO Fe 2 O 3

= Magnesium oksida , = Besi (III) oksida .

FeO

=

Besi (II) oksida ,

b. Untuk senyawa yang mengandung non logam diberi nama :

Bilangan Yunani + nama unsur + bilangan Yunani + nama unsur + oksida,

misalnya

:

CO 2

=

karbon dioksida,

SO 2

= belerang dioksida ,

N 2 O 3

=

dinitrogen triok Oksida ,

Cl 2 O 5

= dikloro pentoksida dsb.

3. Senyawa poliatomik diberi nama : nama ion positif (ion logam) + nama ion negatif ,

misalnya :

=

Ba(NO 2 ) 2 = Barium Nitrit , Fe(SO 4 ) 3 = Ba(NO 3 ) 2 = Barium Nitrat , Mn(OH) 3 =

Na 2 CO 3 =Natrium Karbonat,

FeSO 4

Besi (II) Sulfat Besi (III) Sulfat Mangan (III) Hidroksida

4. Rumus kimia senyawa ion merupakan rumus perbandingan . Karena senyawa Ion bersifat netral maka jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan Negatif , misalnya garam dapur terbentuk dari ion Na + dan ion Cl - dengan perbandingan 1: 1

LATIHAN

1. Apakah nama senyawa – senyawa di bawah ini ?

 

Rumus

       

No

Senyaw

a

Nama

Senyawa

No

Rumus

Senyawa

Nama

Senyawa

1 ZnS

 

11

Cu(OH) 2

2 AgCl

 

12

MnSO 4

3 BaO

 

13

Mn 2 (SO 4 ) 3

4 Cu 2 O

 

14

Al 2 (SO 4 ) 3

2.

5 CuO

 

15

AlCl 3

6 TiO 4

 

16

KI

7 P 2 O 5

 

17

MnCl 2

8 CO

 

18

HgCl 2

9 Al 2 O 3

 

19

K 2 CrO 4

10 PCl 3

 

20

CuSO 4

Lengkapi Tabel Berikut !

 
 

Na +

Ba 2+

Al 3+

Cu +

Cu +2

Zn 2+

NO 3

-

SO 4 2-

Na 2 SO 4

PO 4 3-

 

Zn 3 (PO 4 ) 2

Cl -

 

CuCl

S

-2

B. Persamaan Reaksi

1. Perhatikan reaksi berikut ini: H 2 (g) + O 2 (g) → 2 H 2 O(g)

a. Sebutkan unsur-unsur yang terlibat sebagai reaktan/pereaksi

b. Sebutkan senyawa yang dihasilkan dari reaksi tersebut !

c. Tuliskan koefisien dari reaksi tersebut !

d. Bagaimana jumlah atom-atom di ruas kiri dengan di ruas kanan

Ruas kiri

Ruas kanan

Jumlah atom H =………………… Jumlah atom O =…………………

Jumlah atom H =………………… Jumlah atom O =…………………

e. Beri kesimpulan dari data tersebut

2. Tuliskan bersamaan reaksi berikut (dalam keadaan setara)

a. Logam natrium + air larutan natrium hidroksida dan gas hidrogen

………………… + ……………

→ ………………. + …………………….

b. Larutan hidrogen klorida + larutan natrium hidroksida → larutan natrium klorida + air

………………… + ……………

→ ………………. + …………………….

c. Logam Cu + larutan hidrogen nitrat → lar Tembaga (II) nitrat + gas nitrogen oksida + uap air

………… + ……………

→ ………………. + ………………. +…………….

3. Setarakanlah persamaan reaksi-reaksi berikut:

a. CH 4 (g) + O 2 (g) → CO 2 (g) + H 2 O(g)

b. Fe 2 O 3 (s) + CO (g) → Fe(s) + CO 2 (g)

d.

HCl(aq) + Na 2 S 2 O 3 → S(s) + SO 2 (g) + H 2 O(l) + NaCl(aq)

e. Pb(s) + PbO 2 (s) + H 2 SO 4 (aq) →PbSO 4 (aq) + H 2 O(l)

HUKUM DASAR KIMIA

Hukum dasar kimia meliputi:

1. Hukum Kekekalan Masa,

2. Hukum Perbandingan Tetap.

3. Hukum Kelipatan Perbandingan,dan

4. Hukum Perbandingan Volum

1. Hukum Kekekalan Massa(Hukum Lavoisier) Lavoisier(1771-1974) melakukan percobaan tentang perbandingan masa materi

sebelum dan

sesudah reaksi.Berdasarkan hasil percobaan tersebut disimpulkan bahwa masa materi sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

Pertanyaan Sebanyak 12 gram Mg dioksidasi ,diperoleh 20 gr magnesium dioksida. Berapa gram masa oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi magnesium?

2. Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust) Adalah Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap. Contoh :

Jika gas hidrogen direaksikan dengan gas oksigen menghasilkan air,

Gas hidrogen

+

gas oksigen

Air

1

g

8 g

9 g

2

g

16 g

18 g

5

g

40 g

45 g

Jadi perbandingan massa hidrogen, oksigen dan air selalu tetap, yaitu 1 : 8 : 9.

Latihan

1. Jika perbandingan massa karbon dan massa oksigen yang bereaksi adalah 3 : 8 dan massa karbon dioksida yang terbentuk sebanyak 55 gram, berapa massa karbon dan oksigen yang bereaksi ?

2. Magnesium bereaksi dengan oksigen dengan perbandingan massa 3 : 4. Jika magnesium yang tersedia 90 gram berapa massa oksigen yang harus disediakan?

Senyawa

 

Perbandingan massa persenyawa

Perbandingan massa dalam kedua senyawa untuk massa unsur lain yang tetap

 

dari

Rumus

H

dan O

H

2 O

H:O = 2:16

 
   

16:32 = 1:2

H

2 O 2

H:O = 2:32

S

dan O

SO

2

S:O =32:32

 

32:48 =2:3

SO

3

S:O =32:48

N

dan O

N

2 O

N:O =28:16 (14:8)

 

NO

N:O =14;16

8:16;32 = 1;2;4

NO 2

N;O = 14:32

N:O =14;16 8:16;32 = 1;2;4 NO 2 N;O = 14:32 Latihan 1. Pada suhu 25 o

Latihan

1. Pada suhu 25 o C dan tekanan 1 atm, 40 cm 3 gas nitrogen monoksida bereaksi dengan 40 cm 3 gas Oksigen menghasilkan 40 cm 3 gas Nitrogen dioksida. Berdasarkan data tersebut , maka :

a. Perbandingan volume NO : O 2 : NO 2

b. Perbandingan jumlah molekul NO : O 2 : NO 2

c. Pesamaan reaksinya adalah :

2. Sebanyak

5 Liter gas hidrogen direaksikan dengan gas O 2 membentuk

gas H 2 O menurut

persamaan reaksi

a. Volume gas Oksigen adalah

b. Volume gas H 2 O adalah

2H 2 (g) + O 2 (g)

2H 2 O (g). Berdasarkan data tersebut , maka :

3. Gas Nitrogen direaksikan dengan gas hidrogen menghasilkan 16 molekul gas Amoniak. Menurut persamaan reaksi N 2 (g) + 3H 2 (g) → 2NH 3 (g) Berapa jumlah molekul N 2 dan H 2 yang saling bereaksi

a. Jumlah molekul N 2 adalah

b. Jumlah molekul H 2 adalah

4. Sebanyak 4 liter gas C 5 H 12 dibakar sempurna menurut reaksi :

C 5 H 12 (g) + 8O 2 (g) → 6H 2 O(g) + 5CO 2 (g) Berapa volume gas H 2 O dan CO 2 yang terjadi ?

BAB 6

BAB 6 Konsep mol 1 mol adalah satuan bilangan kimia yang jumlah atom-atomnya atau molekul-molekulnya sebesar

Konsep mol

1 mol adalah satuan bilangan kimia yang jumlah atom-atomnya atau molekul-molekulnya sebesar bilangan Avogadro dan massanya = M r senyawa itu. Jika bilangan Avogadro = L maka :

L = 6.02 x 10 23

1 mol atom = L buah atom, massanya = A r atom tersebut.

1 mol molekul = L buah molekul massanya = M r molekul tersehut.

Massa molar Massa 1 mol zat disebut sebagai massa molar zat

Contoh:

Berapa molekul yang terdapat dalam 10 gram NaOH ? Jawab:

M r NaOH = 23 + 16 + 1 = 40 mol NaOH = massa / M r = 10 / 40 = 0.25 mol Banyaknya molekul NaOH = 0.25 x 6.02 x 10 23 = 1.505 x 10 23 molekul.

Volum molar gas Berdasarkan data percobaan di labolatorium diketahui bahwa massa 1 liter gas O 2 dalam keadaan standart (STP) yaitu diukur pada suhu O 0 C dan tekanan 76 cm Hg (1 atmosfer) sebesar 1,429 gram. Massa molar O 2 adalah 32 gram ,maka volume 1mol gas O 2 adalah :

32 gram

1 Liter

x 1,425gr

=

22.4 L

Jadi volume 1 mol gas pada keadaan standart adalah 22,4L.

Contoh:

Berapa volume 0,4 mol gas CO 2 ? pada keadaan standart ? Jawab :

0,4 mol CO 2 (STP)

=

0,4 X 22,4 Lt = 8.96 Lt

Volum gas pada keadaan tertentu :

a. Dengan menggunakan hukum gas ideal :

keadaan tertentu : a. Dengan menggunakan hukum gas ideal : Dengan : P = tekanan gas
Dengan : P = tekanan gas (atm) V = volume gas (liter) n = jumlah
Dengan
:
P
=
tekanan gas (atm)
V
=
volume gas (liter)
n
=
jumlah mol gas (mol)
R
=
tetapan gas = 0,082 L atm/mol K
T
=
suhu mutlak gas (K = 273 + suhu celcius)
b. Jika ada gas lain menggunakan rumus :
1.
Keadaan Standart, STP ( 0 o C, 1 atm ) = 22,4 Liter
( STP = standart temperatur and presure )

2. Keadaan suhu Kamar , RTP ( 25 o C, 1 atm ) = 24 Liter ( RTP = Room temperatur and presure )

Volume 1 mol gas

3. Keadaan tertentu ( misal 27 o C, 1 atm ) , PV = nRT n = mol gas

nRT

V = ---------

T = suhu Kelvin ( 0 o C = 273 K ) R = tetapan gas = 0,082

P P = tekanan gas ( atm )

4. Keadaan suhu dan tekanan sama ( T, P )

n1

n2

------ = ------

v1

v2

Contoh:

Berapa volume 16 gram gas SO 2

n = mol gas 1, 2 V = volume gas 1, 2

a.

pada keadaan standart ?

b.

pada suhu 27 o C dan tekanan 2 Atmosfir.

c.

Pada suhu dan tekanan tertentu, dimana 0,5 mol gas O 2 mempunyai volum 20 liter

Jawab :

16

gram SO 2

=

16/ Mr SO 2

 

=

16/64

=

0,25 mol (n)

a.

Volum SO 2 pada keadaan standart :

 

v

= mol x 22,4 liter

 
 

= 0,25 mol x 22,4 liter

= 5,6 liter

b.

Volum SO 2 pada suhu 27 o C dan tekanan 2 Atmosfir :

Volum SO 2 pada suhu 27 o C dan tekanan 2 Atmosfir :   V =
 

V

=

0,25 mol x 0,082 L atm/mol K x (273+27)K

 

2 atm

 

=

3,075 liter

c.

Volum SO 2 pada suhu dan tekanan tertentu, dimana 0,5 mol gas O 2 mempunyai volum 20 liter

dimana 0,5 mol gas O 2 mempunyai volum 20 liter   V SO 2 = n
 

V

SO 2

=

n SO 2

V

O 2

n O 2

V SO 2

 

=

0,25 mol

20

L

0,5 mol 20 L x 0,25 mol 0,5 mol

V SO 2

 

=

 

=

10 Liter

Molaritas larutan (M) adalah salah satu cara menyatakan konsentrasi atau kepekatan larutan. Molaritas menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan.

Contoh: Berapa molaritas larutan berikut : a. 0,2 mol larutan NaCl 250 ml. b. 5

Contoh:

Berapa molaritas larutan berikut :

a. 0,2 mol larutan NaCl 250 ml.

b. 5 gram NaOH dilarutkan dalam air sampai volume larutan menjadi 200 ml

Jawab :

a.

M

M

=

n

V

0,2 mol

0,25 L

= 0,8 mol/L

b.

Mr

NaOH = 40

M

= 5gram /40 0,2 liter

= 0,625 mol/L

Untuk memudahkan dalam belajar rumus-rumus tersebut dapat dirangkum sbb :

Partikel (atom, ion, molekul) = n x 6,02. 10 23

Kerjakan soal-soal berikut :

Massa(gram)

= n x Ar atau = n x Mr

mol (n)
mol
(n)

Molar (mol/l)

=

n

L

Volum(liter)

1. STP ( x 22,4L)

2. V

= nRT

P

3. V1

= n1

V2

n2

1. Berapa jumlah atom Na yang terkandung dalam 2 mol Na 2 SO 4 ? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

2. Berapa jumlah molekul CH 4 yang mempunyai massa 2 gram (Ar C=12; H=1) ? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

3. Berapa jumlah molekul yang terdapat dalam 1,12 liter gas SO 2 pada keadaan STP ? ……………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

5. Berapa gram massa 3,01x 10 23 molekul senyawa CaCO 3 (Ar Ca=40, C=12,O=16) ? ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

6. Hitung volum 7 gram gas C 2 H 4 pada suhu 127 o C ,tekanan 0,5 atm Jika R = 0,082, Ar H=1, C=12. ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

7. Pada suhu dan tekanan tertentu 4 L gas O 2 massanya 16 gram. Pada kondisi yang sama,berapa liter volum gas SO 2 yang massanya 32 gram (Ar O=16, S=32) ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

8. Dari data eksperimen pada suhu dan tekanan tertentu massa 2 liter gas X = 3 gram. Jika pada keadaan tersebut massa 1 liter gas NO = 1 gram, berapa massa molekul gas X .(Ar N=14, O=16) ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………………………

9. Sebanyak 30 gram urea (CO(NH 2 ) 2 ) dilarutkan dalam air hingga volume larutan mencapai 200 ml, jika (Ar C=12, O=16, H=1, N=14) Hitung Molaritas larutan.…

Rumus Molekul dan Kadar Unsur dalam Senyawa Perbandingan massa dan kadar unsur dalam suatu senyawa dapat ditentu- kan dari rumus molekulnya.

Rumus Empiris dan Rumus Molekul :

Rumus Molekul Mr Rumus Molekul

=

( Rumus Empiris )n

=

n x (Mr Rumus Empiris)

Rumus Kimia Hidrat (Air Kristal) :

Rumus kimia senyawa kristal padat = x . H 2 O

Contoh 1:

Tentukan prosen massa unsur N dalam senyawa urea ,CO(NH 2 ) 2 (Ar C =12, N = 14, dan H = 1) Jawab:

Massa molekul relatif urea CO(NH 2 ) 2 =

Kadar N dalam CO(NH 2 ) 2

60

=

2 x Ar N

x

100 %

Mr CO(NH 2 ) 2

= 46,47 %

Contoh 2:

Suatu hidrokarbon CxHy terdiri dari 80% karbon dan sisanya hidrogen.

a. Tentukan rumus empiris senyawa tersebut (Ar C=12, H=1)

b. Tentukan rumus molekul ( Mr senyawa tersebut = 30)

Jawab:

a.

C : H

=

80

: 20

 

=

80

: 20

 

12

1

 

=

6,67 : 20

= Rumus empiris = CH 3

1

:

3

b.

(CH 3 )n

=

30

(12 + 3)n

=

30

= Rumus molekul : (CH 3 )2 = C 2 H 6

n

2

Contoh 3 :

Sebanyak 99,8 gram tembaga (II) sulfat berkristal dipanaskan sehingga semua air kristalnya menguap. Ternyata massa zat yang sisa 63,8 gram.

a. Tuliskan persamaan reaksinya !

b. Bagaimana rumus tembaga (II) sulfat berkristal itu ! ( Cu=63,5, S=32, O=16, H=1 )

Jawab :

a. CuSO 4 . x H 2 O (l) CuSO 4 (s) + x H 2 O (g)

b. Massa CuSO 4 : H 2 O = 63,8 : ( 99,8 - 63,8 ) = 63,8 : 36 mol CuSO 4 : H 2 O = 63,8/159,5 : 36/18 = 0,4 : 2 = 1 : 5 Jadi rumus tembaga (II) sulfat berkristal itu = CuSO 4. 5H 2 O

Kerjakan soal-soal berikut :

1. Hitunglah kadar Ca dalam CaCO 3 ( Ca=40, C=12, O=16 ) ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

2. Hitunglah massa N dalam 1 kg pupuk urea, CO(NH 2 ) 2 berkadar 90% ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

3. Hitunglah kadar TSP dalam pupuk TSP, Ca(H 2 PO 4 ) 2 , jika massa P dalam 1 kg pupuk adalah 200 gram. ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

4. Unsur X seberat 1,08 gram bersenyawa dengan oksigen membentuk 2,04 gram oksida X 2 O 3 , jika massa atom relatif oksigen 16, tentukan massa atom relatif X. ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

5. Nikotin yang terdapat dalam temabakau mengandung unsur nitrogen 17,5%. Jika massa rumus relatif nikotin adalah 160, berapa atom nitrogen yang terdapat dalam setiap molekul nikotin tersebut ? (A r N = 14) ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

6. Pada senyawa pemanasan 8,6 gram kristal CaSO 4 .xH 2 O didapatkan 6,8 gram CaSO 4 anhidrat. Tentukan harga x. ………………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………………………

7. Jika hidrat tembaga(II) sulfat dipanaskan terbentuk tembaga(II) sulfat anhidrat dan massanya berkurang 36 %. Reaksi : CuSO 4 xH 2 O(s) → CuSO 4 (s) + x H 2 O(g) Nilai x dalam tembaga (II) hidrat adalah…( Ar H=1 O=16, S=32, Cu=63,5)

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

Hitungan Kimia

Langkah-langkah :

1. Tuliskan persamaan reaksi dari soal yang ditanyakan dan setarakan.

persamaan reaksi dari soal yang ditanyakan dan setarakan. 2. Ubahlah semua satuan yang diketahui kedalam mol

2. Ubahlah semua satuan yang diketahui kedalam mol

2. Ubahlah semua satuan yang diketahui kedalam mol 3. Sesuaikan mol zat yang lain mengikuti perbandingan

3. Sesuaikan mol zat yang lain mengikuti perbandingan koefisien

Sesuaikan mol zat yang lain mengikuti perbandingan koefisien 4. Ubahlah satuan mol zat yang ditanyakan sesuai

4. Ubahlah satuan mol zat yang ditanyakan sesuai satuan yang ditanyakan

Contoh:

Sebanyak 2,4 gram logam magnesium (Mg) dilarutkan dalam larutan Hidrogen klorida menghasilkan larutan magnesium klorida (MgCl 2 )dan gas hidrogen (H 2 ) menurut reaksi:

Mg (s) + 2 HCl (aq) → MgCl 2 (aq) + H 2 (g)

Tentukan:

a. Berapa mol Magnesium yang bereaksi ?

b. Berapa gram massa MgCl 2 yang terbentuk ?

c. Berapa Volum gas H 2 yang dihasilkan pada STP ?

d. Berapa Molaritas HCl jika volume larutan 100 ml

(Ar Mg = 24, Cl = 35,5,

dan H = 1)

Jawab:

Reaksi

:

Mg (s)

+

2 HCl (aq)

→ MgCl 2 (aq)

+

H 2 (g)

( langkah 1 )

diketahui Mg

:

2,4/ 24

=

0,1 mol

( langkah 2 )

0,1 mol

0,2 mol

0,1 mol

0,1 mol

( langkah 3 )

a. Mg = 0,1 mol

b. Massa MgCl 2

=

0,1 mol x Mr MgCl 2

= 0,1 mol x 95

 

=

9,5 gram

c. Volum gas H 2

=

0,1 mol x 22,4 liter

=

2,24 liter

d. Molaritas HCl =

0,2mol

 

0,1 liter

 

=

2 mol/L

Kerjakan soal-soal berikut :

( langkah 4 )

1. Sebanyak x gram magnesium dilarutkan dalam larutan asam sulfat menghasilkan gas hidrogen sebanyak 4,48 L ( STP ) menurut reaksi : Mg(s) + H 2 SO 4 (aq) MgSO 4 (s) + H 2 (g) Hitunglah :

a. Massa Mg yang dilarutkan ! ( Mg=27, S=32, O=16 )

b. Massa MgSO 4 yang terjadi !

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

2. Sebanyak 3,25 gram seng direaksikan dal 500 mL asam klorida 0,1 M menurut reaksi :

Zn(s) + 2 HCl(aq) ZnCl 2 (aq) + H 2 (g) Tentukanlah :

a. Massa pereaksi yang sisa ! ( Zn 65, H=1, Cl=35,5 )

b. Volume gas hidrogen yang terjadi ( STP ) !

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

3. Sebanyak 2,4 gram magnesium direaksikan dal 500 mL asam sulfat 0,1 M menurut reaksi :

Mg(s) + H 2 SO 4 (aq) MgSO 4 (aq) + H 2 (g) Tentukanlah :

a. Massa pereaksi yang sisa ! ( Mg=24, H=1, S=32, O=16 )

b. Volume gas hidrogen yang terjadi ( STP ) !

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

4. Sebanyak 20 gam hidrat besi (II) sulfat dipanaskan ternyata pada akhirnya diperoleh zat padat yang massanya 10,94 gram.

a. Tuliskan persamaan reaksinya !

b. Bagaimana rumus besi (II) sulfat berkristal itu ! ( Fe=56, S=32, O=16, H=1 )

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

5. Jika 0,7 mol aluminium dilarutkan dalam larutan asam sulfat menurut reaksi :

2Al(s) + 3H 2 SO 4 (aq) Al 2 (SO 4 ) 3 (aq) + 3H 2 (g) Hitunglah :

a. Jumlah mol asam sulfat yang diperlukan !

b. Jumlah mol aluminium sulfat yang terjadi !

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………