Anda di halaman 1dari 10

NEUROANATOMI

SIRKULUS WILLISI

Pembimbing :
dr. Muhammad Arief Rachman Sp,S.

Disusun Oleh :
Radia Putri Kurniawati
1361050049

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAF


PERIODE 11 JUNI – 21 JULI 2018
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
2018
PENDAHULUAN

Sirkulus willisi pada dasar otak merupakan pokok anastomosis pembuluh


darah arteri yang penting di dalam jaringan otak. Darah mencapai sirkulus willisi
melalui a. carotis interna dan a. vertebralis. Dua pertiga jatah darah serebral
dialirkan ke sebagian besar serebrum dan diensefalon melalui sistem karotis; dan
sepertiga sisanya dialirkan ke medula oblongata, pons, otak tengah, lobus
temporal bagian medial dan inferior, lobus parietal, lobus oksipital, dan serebelum
melalui sistem vertebralis. Sirkulus willisi dibentuk oleh hubungan antara a.
carotis interna, a. basilaris, a. serebri anterior, a. komunikans anterior, a. serebri
posterior, a. komunikans posterior, dan a. vertebralis.
Pada pembuluh darah otak juga sering terjadi aneurisma. Aneurisma
adalah kelainan pada pembuluh darah berupa dilatasi atau pelebaran setempat
yang tidak normal, dan berkaitan dengan adanya kelemahan pada dinding
pembuluh darah. Pecahnya aneurisma serebralis umumnya menyebabkan
terjadinya perdarahan subarachnoid (80%), namun dapat pula terjadi perdarahan
intraserebral, intraventrikular, atau subdural.
SISTEM ARTERI OTAK

Suplai darah serebral berasal dari arteri karotis interna dan arteri
vertebralis. Darah arteri yang ke otak berasal dari arkus aorta. Di sisi kiri, arteri
karotis komunis dan arteri subklavia berasal langsung dari arkus aorta. Di kanan,
arteri trunkus brakiosefalika (inominata) berasal dari arkus aorta dan bercabang
menjadi arteri subklavia dextra dan arteri karotis komunis dextra. Di kedua sisi,
sirkulasi darah arteri ke otak di sebelah anterior dipasok oleh dua arteri karotis
interna dan di posterior oleh dua arteri vertebralis.
Arteri karotis interna bercabang menjadi arteri serebri anterior dan serebri
media berjalan naik ke basis kranii melewati kanalis karotikus ossis petrosi,
kemudian memasuki sinus kavernosus kedua arteri tersebut memperdarahi lobus
frontali, parietal, dan sebagian temporal.
Arteri vertebralis berukuran lebih kecil dan berjalan melalui foramen
transversus vertebra servikalis setinggi cervical 6 kemudian masuk ke dalam
kranium melalui foramen magnum, arteri tersebut menyatu untuk membentuk
arteri basilaris (sistem vertebrobasiller) di pons dan medulla oblongata di batang
otak. Arteri basilaris bercabang menjadi arteri serebellum superior kemudian arteri
basilaris berjalan ke otak tengah dan bercabang menjadi sepasang arteri serebri
posterior.
Sirkulasi anterior bertemu dengan sirkulasi posterior membentuk suatu
arteri yang disebut sirkulus willisi. Sirkulus ini dibentuk oleh arteri cerebri
anterior, arteri komunikans anterior, arteri karotis interna, arteri komunikans
posterior, dan arteri serebri posterior.
ARTERI KAROTIS INTERNA
Arteri karotis interna berasal dari bifurcatio arteri carotis comunis berjalan
naik melalui leher dan menembus basis cranii melalui canalis caroticus ossis
temporalis, berjalan ke sinus kavernosus dan muncul di sisi medial prosesus
anterior dengan menembus durameter. Selanjutnya masuk ke ruang subarachnoid
dengan menembus arachnoid mater dan berputar ke belakang ke daerah substansia
perforata otak pada bagian ujung medial sulkus serebral lateralis. Kemudian arteri
karotis interna akan bercabang menjadi dua yaitu arteri cerebri anterior dan arteri
cerebri media.
Cabang-cabang arteri karotis interna:
 Arteri oftalmika berasal dari arteri karotis interna dari sinus kavernosus.
Arteri ini masuk ke orbita melalui kanalis optikus bersama dengan nervus
II (sebelah dorsomedialnya). Arteri ini tidak hanya menyuplai isi orbita,
tetapi juga daerah frontal kulit kepala, sinus ethmoidalis, sinus frontalis
dan dorsum nasi.
 Arteri komunikans posterior merupakan komponen sirkulus Willisi dan
hubungan anastomosis terpenting antara sirkulasi anterior dan posterior.
Arteri ini membentuk cabang perforantes yang halus ke tuber sinerum,
korpus mamilare, nukleus rostralis talami, subtalamus dan sebagian
kapsula interna.
 Arteri serebri anterior berjalan ke arah rostromedial sampai tepi medial
girus rektus dan kemudian berlanjut di pinggir korpus kalosum. Di tepi
medial girus rektus kedua, a. serebri media dihubungkan satu sama lain
oleh a. komunikans anterior. A. serebri anterior mengeluarkan cabang-
cabangnya ke lobus frontalis medius dan lobus parietalis serta ke korteks
yang berdekatan di sepanjang permukaan lateral medial dari lobus-lobus
ini.
 Arteri serebri media, suatu cabang terminalis dari a. karotis interna,
memasuki fissura lateralis serebri dan membagi diri menjadi cabang-
cabang kortikal yang memperdarahi lobus-lobus frontalis, temporalis,
parietalis, dan oksipitalis. Pembuluh-pembuluh nadi yang kecil, yaitu a.
lentikulostriata (a. striata lateralis), timbul dari bagian basal a. serebri
media untuk memperdarahi kapsula interna dan struktur-struktur yang
berdekatan. A. lentikulostriata sering pecah pada peristiwa stroke.

ARTERI VERTEBRALIS
Arteri vertebralis merupakan cabang pertama arteri subclavia, naik
kedalam leher melalui foramen processus tranversus vertebrae cervical enam.
Arteri ini masuk ke cranium melalui foramen magnum menembus duramater dan
araknoidea mater kemudian masuk ke dalam spatium subaraknoideum,
Selanjutnya arteri berjalan keatas, depan dan medial terhadap medulla oblongata.
Pada pinggir bawah pons arteri vertebralis kiri dan kanan akan bergabung
membentuk arteri basilaris.
Cabang-cabang pars cranialis
 Arteri meningens posterior, yang memperdarahi duramater fossa posterior
dan falks serebeli serta tulang-tulang daerah tersebut.
 Arteri spinalis posterior, yang dipercabangkan pada ketinggian medula
oblongata.
 Arteri spinalis anterior, merupakan arteri tunggal di garis tengah
permukaan ventral medula spinalis.
 Arteri serebeli inferior posterior, merupakan cabang terbesar a. vertebralis
yang berjalan antara medula dan serebelum. Arteri ini memperdarahi
permukaan bawah vermis, nukleus sentralis serebelum, permukaan bawah
hemisfer serebelum, medula oblongata dan pleksus koroideus ventrikulus
keempat
ARTERI BASILARIS
Arteri basillaris terbentuk dari gabungan dua arteri vertebralis, naik ke atas
dalam suatu celah pada permukaan anterior pons. Pada batas atas pons membagi
diri menjadi dua arteri serebri posterior.

Cabang-cabang arteri basilaris


o Arteri serebeli inferior anterior berjalan ke posterior dan lateral serta
memperdarahi bagian anterior dan inferior serebelum. Beberapa cabang
melintas ke pons dan bagian atas medulla oblongata.
o Arteri serebri posterior melengkung ke lateral balik ke belakang mengitari
otak tengah, dihubungkan oleh a. komunikans posterior dengan cabang-
cabang a. karotis interna. Cabang-cabang kortikal memperdarahi permukaan
inferolateral dan medial lobus oksipitalis. A. serebri posterior mendarahi
korteks visual. Arteri ini biasanya merupakan cabang akhir dari a. basilaris.
Kadang-kadang, arteri ini merupakan perpanjangan dari a. karotis interna.
Serat-serat saraf yang menyertai adalah bagian dari pleksus arteri-arteri
karotis. Cabang-cabang kecil dari a. basilaris dan dari tunggul proksimal a.
serebri posterior memberi darah otak tengah. Aa. serebri posterior juga
bertanggungjawab bagi talamus.
Sirkulus Arteri Wilisi
Setelah memasuki rongga subaraknoid, a. karotis interna berlanjut ke
posterior di bawah saraf optik dan kemudian dari sana ke lateral, ke tingkat
kiasma optikum, dan membuat sudut belokan ke kanan untuk memasuki fissura
sylvii. Pada putaran ini arteri memberikan cabang a. komunikans posterior, yang
bergabung dengan tunggul proksimal dari a. serebri posterior dan membentuk
bersama dengan arteri ini dan a. basilaris rostral, arkus posterior dari sirkulus
Willisi.
Karotis interna juga memberi cabang aa. khoroidalis anterior sebelum
karotis berakhir dengan terbagi menjadi aa. serebri anterior segera mencembung
ke garis tengah dan saling berhubungan melalui a. komunikans anterior. Jadi,
arkus anterior dari sirkulus Willisi tertutup.

Arteri-arteri ke Daerah-daerah Khusus Otak


 Korpus striatum dan kapsula interna diperdarahi terutama oleh cabang medial
dan lateral a. sriata cabang sentral dari a. serebri media, cabang-cabang sentral
a. serebri anterior memperdarahi bagian-bagian sisa susunan tersebut.
 Talamus diperdarahi terutama dari cabang-cabang a. komunikans posterior,
basilaris dan serebri posterior.
 Otak tengah diperdarahi oleh a. serebri posterior, a. serebeli superior dan a.
basilaris.
 Pons diperdarahi oleh a. basilaris dan a. serebeli anterior, a. serebeli inferior
dan a. serebeli superior.
 Medulla oblongata diperdarahi oleh a. vertebralis, a. spinalis anterior dan a.
spinalis posterior, a. serebeli posterior inferior dan a. basilaris.
 Serebelum diperdarahi oleh a. serebeli superior, a. serebeli anterior inferior
dan a. serebeli posterior inferio
DAFTAR PUSTAKA

1. Chusid, J.G. Neuroanatomi Korelatif & Neurologi Fungsi Bagian I, Gajah


Mada University Press. 1983
2. Duus P, Diagnosis Topik Neurologi Anatomi, Fisiologi, Tanda, Gejala; Ed ke 2;
EGC; Jakarta, 1994; 148-166, 309-38
3. http://angelfire.com/nc/neurosurgery/SAH.html
4. Snell R, Neuroanatomi Klinik; Ed ke 2; EGC; Jakarta, 1996; 539-44
5. Sobotta, Atlas Anatomi Manusia Bagian 1; Ed ke 20; EGC; Jakarta, 1997.