Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Pengertian Praktek Kerja Lapangan (PKL)

Praktek Kerja Lapangan adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan


keahlian profesional yang memadukan secara sistematik dan sinkron program
pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang di peroleh
melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja secara terarah untuk mencapai
suatu tingkat keahlian profesional tertentu.

1.2. Maksud dan Tujuan Pendidikan Sistem Ganda


Penyelenggaraan pendidikan sistem ganda mempunyai 2 tujuan :
1.2.1 Tujuan Umum
a. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional (dengan
tingkat pengetahuan, keterampilan dan etos kerja, yang sesuai dengan
tuntutan lapangan kerja)
b. Memperoleh Link and Match antara sekolah dengan dunia usaha /
Industri
c. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
yang berkualitas profesional.
d. Memberikan pengakuan dan penghargaan kerja sebagai bagian dari
proses pendidikan

1.2.2. Tujuan Khusus PKL

a. Mengaktualisasikan model penyelenggaraan pendidikan sistem ganda


(PSG) antara SMK dan Institusi Pasangan (DU / DI) yang memadukan
secara sistematis dan sistematik program pendidikan di sekolah (SMK)
dan program latihan penguasaan keahlian di dunia kerja (DU/DI).
b. Membagi topik topik pembelajaran dari kompetensi dasar yang dapat di
laksanakan di sekolah (SMK) dan yang dapat di laksanakan di Institusi
Pasangan (DU/DI) sesuai dengan sumber daya yang tersedia di masing
masing pihak.
c. Memberikan pengalaman kerja langsung (real) kepada peserta, dalam
rangka menanamkan (Internalize) iklim kerja positif yang berorientasi
pada peduli mutu, proses dan hasil kerja.
d. Memberikan bekal etos kerja yang tinggi bagi peserta didik untuk
memasuki dunia kerja dalam menghadapi tuntutan pasar kerja global

1
BAB II
SEKILAS TENTANG INDUSTRI / PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan / Instansi


Praktek yang dilakukan terhadap perusahaan ini, adalah sebuah perusahaan
dengan :

Nama : PT.INDO BHARAT RAYON


Alamat : Desa Cilangkap Kabupaten Purwakarta PO.BOX 9 Jawa Barat
PT. Indo Bharat Rayon ini memiliki Visi, Misi dan tujuan, yaitu :
Visi : Menjadi pemimpin dunia dalam pembuatan serat rayon.

Misi :  Untuk mematuhi semua hukum pemerintah dan regulasi serta


persyaratan lain yang relevan di bidang kesehatan, keselamatan
dan lingkungan
 Mengendalian sumber Polusi.
 Menyediakan kesehatan, keselamatan dan pelatihan lingkungan
kepada semua karyawan, dipekerjakan secara langsung atau
secara tidak langsung.
 Untuk secara terus menerus meningkatkan terhadap keselamatan
dalam operasional, kesehatan dari semua karyawan dan
lingkungan terhadap tempat pekerjaan serta di sekitarnya.
Tujuan : Memenuhi kebutuhan konsumen akan sandang yaitu serat. .

Industri tekstil mempunyai peranan yang sangat penting untuk memenuhi


kebutuhan manusia akan sandang, dimana bahan baku industri tekstil berupa serat
alami dan serat buatan. Dengan meningkatnya populasi manusia maka kebutuhan
tekstil semakin meningkat, sehingga secara langsung jumlah serat yang akan
dikonsumsi semakin besar.

Ketersediaan serat alami di Indonesia sangat terbatas karena produksinya


dipengaruhi oleh beberapa factor, misalnya iklim dan kesuburan tanah. Dengan
terbatasnya serat alami yang dapat diproduksi di Indonesia maka untuk memenuhi
kebutuhan akan sandang diproduksi serat sintesis seperti nilon, polyester dan rayon.
Serat rayon memiliki sifat yang baik jika dibandingkan dengan serat lainnya, yaitu
mampu menyerap air dengan baik dan tidak menyerap panas, dapat diatur panjangnya,
tebal seratnya dan kekuatan tariknya, sehingga serat tersebut bias digunakan untuk
menggantikan kapas.

2
3

Dibangunnya PT. Indo Bharat Rayon adalah untuk memenuhi kebutuhan akan
serat rayon. Dari segi sosial PT. Indo Bharat Rayon telah memberikan lapangan
pekerjaan bagi masyarakat luas, khususnya bagi masyarakat sekitarnya dan juga telah
menciptakan suatu lingkungan ekonomi baru bagi masyarakat.

Tujuan didirikannya perusahaan PMA antara India dan Indonesia ini yaitu untuk
membantu perkembangan perindustrian di Indonesia. Tujuan itu sejalan dengan tujuan
pembangunan industri yang tercakup dalam Undang-undang No.5 tahun 1984, yang
berbunyi “pembangunan industri bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan
kesejahteraan rakyat secara adil dan merata, meningkatkan penerimaan devisa melalui
peningkatan ekspor hasil produksi nasional.

Berdirinya pabrik Indo Bharat Rayon dilatar belakangi dengan datangnya


seorang pengusaha India bernama Agrawal ke Indonesia dengan maksud untuk
menanamkan modal dari Birla Group yang bekerja sama dengan pengusaha Indonesia
Harlan Bekti.

Presentase saham PT.Indo Bharat Rayon terdiri dari 80% dari modal pengusaha
asing (India) dan sisanya 20% disetor oleh perusahaan dalam negeri. Perusahaan
dikelola oleh Dewan Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris yang diangkat
oleh pemegang saham setiap tahunnya dalam rapat umum pemegang saham tahunan.
Pada awalnya PT. Indo Bharat Rayon ini dibangun dengan modal sebesar US $
1
500.000.000 diatas tanah seluas 24 ha, dimana bagian dipergunakan untuk
3

perumahan staff dan karyawan.

PT. Indo Bharat Rayon memproduksi viscose rayon staple fibers, dengan kapasitas
awal sebesar 45 ton/hari.Dan saat ini telah diperbesar menjadi 240 ton/hari.Selain itu
PT. Indo Bharat Rayon memproduksi sodium sulfat sebagai produk samping. Nama
Indo Bharat Rayon memiliki pengertian yaitu Indo berarti Indonesia dan Bharat
merupakan sebutan lain untuk India. Sedangkan Rayon adalah sebutan lain untuk
selulosa

Sejarah Singkat Perusahaan

Industri Tekstil mempunyai peranan penting untuk memenuhi kebutuhan


manusia akan Sandang , bahan baku tekstil berupa serat alam dan serat buatan .

Dengan semakin meningkatnya populasi manusia , maka kebutuhan tekstil semakin


meningkat pula sehingga secara langsung jumlah serat yang dibutuhkan semakin
besar .
4

Persediaan serat alam di Indonesia sangat terbatas karena produksinya


dipengaruhi berbagai faktor , diantaranya kesuburan tanah dan iklim . Oleh karena itu
untuk memenuhi kebutuhan akan bahan baku sandang dibuatlah serat buatan seperti
: Nylon , Polyester , dan Serat Rayon .

Serat Rayon memiliki sifat lebih baik dibandingkan dengan serat buatan lainnya , maka
untuk memenuhi kebutuhan akan serat tersebut didirikanlah Perusahaan yang
membuat Serat Rayon , Perusahaan ini diberi nama

PT. INDO BHARAT RAYON .

Pabrik ini mulai dibangun pada tgl 15 September 1980 , berdasarkan keputusan
Presiden Republik Indonesia Tgl 3 Juni 1980 , No 13/22/Pres/6/ 80

Dan surat pemberitahuan persetujuan Presiden No 16/ 1 / PMA / 1980 yang tercantum
dalam Akta Notaris No 35b/ 1978, ditanda tangani oleh Notaris Frederick Alexander
Tambunan SH .

PT. Indo Bharat Rayon merupakan penanaman modal asing ( PMA ) antara India dan
Indonesia , yang bertujuan untuk membantu perkembangan perindustrian Tekstil di
Indonesia yang diatur dalam undang – undang No 1 tahun 1967 tentang Penanaman
Modal Asing ( PMA).

Sedangkan prosentase pemilikan saham pada P T Indo Bharat Rayon terdiri


atas: 80 % pengusaha asing yaitu India ( Aditya Birla Group ) dan 20 % pengusaha
Indonesia padaawalnya P T. Indo Bharat Rayon Dibangun dengan modal US $ 50 .
000 .000 diatas tanah seluas 24 ha dimana 1/3 bagiannya dipergunakan untuk
perumahan staff dan karyawan .

Alasan didirikannya Pabrik di Desa Cilangkap Kabupaten Purwakarta adalah:

1. Dekat dengan sumber air yaitu , sungai Citarum dimana kebutuhan Pabrik akan
air ± 6000 M³ /hari.

2. Tersedianya tenaga listrik yang cukup besar dari PLTA Jatiluhur .

3. Mudah terjangkau transportasi

4. Keburtuhan tenaga kerja mudah terpenuhi

5. Terletak antara dua kota besar ( Bandung dan Jakarta )


5

P. T. Indo Bharat Rayon mulai beroprasi pada tgl 27 Mei 1982 dengan produksi
perdana 10 ton /hari . dalam kurun waktu 26 tahun P T Indo Bharat Rayon telah
melakukan pengembangan Pabrik sebanyak 5 kali dengan penambahan Mesin dari satu
Mesin menjadi enam Mesin dengan produksi serat rayon diharapkan menjadi 600ton
/hari , dan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga listrik , P T. Indo Bharat Rayon
juga membangun pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ).

2.2 Bidang Garapan dan Proses Produksi

PT. INDO BHARAT RAYON adalah pabrik pembuat barang dengan produksi
utamanya adalah serat Rayon yang diproduksi dalam bentuk kapas dengan bahan
baku utamanya adalah dari serat kayu keras dan serat kayu lunak ( Hard wood & Soft
wood ) yang dikenal dengan sebutan PULP dari kedua jenis bahan tersebut dilarutkan
sehingga berbentuk cairan kental ( Viscose ) dengan proses produksi sbb :

A. Departemen Viscose adalah tempat untuk melarutkan pulp sehingga menjadi


cairankental

B. Departemen Spinning adalah tempat untuk memproses cairan kental dari


Departemen Viscose untuk dibuat serat dengan proses sbb :

1. Cairan Viscose diproses pada mesin spinning sehingga berbentuk serat


2. Serat dari mesin spinning dipotong dimesin cuter sehingga menjadi
potongan halus dengan panjang serat sesuai permintaan pasar
3. setelah serat dipotong masuk ke mesin Recovery untuk membuka serat
dan mengambil gas CS2 yang masih ada dalam serat
4. Dari mesin Recovery serat dicuci di mesin After Treatment
5. Dari mesin After Treatment serat dikeringkan di mesin Dryer
6. Dari mesin Dryer serat lalu dibuat ball dengan menggunakan mesin Balling
Press
7. Setelah serat dikemas dalam bentuk Ball siap dikirim kepada setiap pelanggan

Produksi Sampingan
Selain produksi utama yaitu serat Rayon ampas kimia dari proses Departemen
Spinning dikirim ke Departemen Auxiliaries untuk diolah menjadi Sodium Sulfat
dengan kapasitas produksi 400 ton /.hari.
Pemasaran Produksi
Hasil Produksi dan Produksi Sampingan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan di
dalam Negeri dan di Export ke luar Negeri
6

Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja sudah menjadi komitmen perusahaan dalam melindungi
setiap pekerja yang bekerja didalam ruang lingkup perusahaan sehingga sebelum kami
melaksanakan Praktek Kerja Industri kami diberikan pengarahan dulu oleh
Departemen Safety dan kesehatan tentang Potensi bahaya yang ada disetiap
Departemen khususnya Departemen Workshop tempat kami melaksanakan praktek
Kerja industry

2.3 Struktur organisasi workshop Dept

TONY. R. NATANEGARA
HOD
IKA DJUARTIKA
SECRETARY
DANI. Z. MUTTAQIN
CONTROL JOB ORDER

SUBANDI WAWAN DARMAWAN


FABRICATION SECTION MAMAT RACHMAT
MACHINERY SECTION

OPERATOR OPERATOR

Sr. OPERATOR Sr. OPERATOR


Jr. OPERATOR Jr. OPERATOR

HELPER HELPER

2.3 Deskripsi Jabatan dan Tugas

Dalam rangka menjalankan aktivitas sehari-hari, dalam suatu organisasi


dibutuhkan tenaga yang memegang jabatan tertentu yang sudah mempunyai tugas,
wewenang dan tanggung jawab. Adapun uraian sebagian tugas dan tanggung jawab
7

pada jabatan dalam struktur organisasi PT. Indo Bharat Rayon adalah sebagai
berikut :

 Presiden Direktur
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :

a) Menetapkan kebijakan yang menyangkut seluruh operasi perusahaan baik


jangka panjang maupun jangka pendek untuk pengembangan perusahaan
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
b) Menetapkan tanggung jawab dan wewenang serta hubungan timbal balik
diantara personil dalam quality management.
c) Meninjau kesesuaian dan efektivitas dan quality management, serta
mengangkat perwakilan manajemen untuk menyusun, menerapkan,
menjaga serta melaporkan pelaksanaan dari quality system.
 Quality Assurance Manager
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :

a) Menyiapkan suatu dokumentasi mengenai sistem kualitas termasuk


prosedur-prosedur manual dan instruksi-instruksi serta pelaksanaanya.
b) Menyiapkan, menetapkan dokumen iencana kualitas, pemeriksaan serta
teknik pengujian dan klasifikasi dari standar yang dapat diterima sesuai
spesitikasi yang diharapkan.
c) Identifikasi dan melakukan perbaikan kontrol, proses dan peralatan,
prosedur-prosedur serta pemeriksaan kualitas sebaik mungkin sesuai
kualitas yang telah ditetapkan.
 Vice President Production
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :

a) Menjamin bahwa proses dan pelayanan yang tepat mempengaruhi kualitas


yang berjalan dibawah pengendalian dengan dilengkapi dokumen instruksi
kerja.
b) Memelihara suatu kondisi yang telah ditetapkan dengan jelas dan kondisi
aktual secara wajar serta melakukan peninjauan secara berkala.
c) Memberikan kesesuaian pemeliharaan peralatan dan pencatatan untuk
menjamin kelangsungan proses produksi.
d) Menetapkan pengawasan pengujian prosedur sesuai dengan spesifik yang
diharapkan.
 Production Manager
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :
8

a) Menentukan volume produksi masing-masing jenis produk.


b) Bertanggung jawab atas kelancaran seluruh proses produksi dan
penyelesaian produk tepat waktu serta mutu produksi.
c) Menyusun rencana dan anggaran produksi serta tugas-tugas untuk masing-
masing bagian yang ada di bawahnya.
d) Mengadakan pengawasan terhadap proses produksi.

 Vice President Engineering


Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :

a) Memelihara pengawasan, pengujian, pengukuran dan tes peralatan atau


mesin termasuk tes software untuk mengetahui kesesuaian dan ketepatan.
b) Memelihara dokumen prosedur pengujian dan usaha yang dilakukan untuk
memperbaiki perusahaan.
 Vice President dan Commercial
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :

a) Menjamin bahwa semua kegiatan yang berada dibawahnya telah tepat


berjalan dibawah pengendalian dengan dilengkapi dokumen instruksi
kerja.
b) Menetapkan kebijakan yang terkait dengan kegiatan-kegiatan yang ada
dibawahnya.
c) Melakukan peninjauan secara berkala dan melakukan tindakan korektif
yang dibutuhkan.
 Marketing Management
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :

a) Menyusun dan mempertahankan kontrak dengan pelanggan dan membuat


produk sesuai dengan permintaan.
b) Mengatur dan menetapkan strategi pemasaran yang baik untuk
memasarkan produknya baik untuk jangka panjang maupun jangka
pendek.
c) Mengusahakan pemenuhan order langganan agar dapat dilaksanakan
tepat waktu, baik kualitas, kuantitas maupun jenis barang.
d) Menentukan harga jual sesuai dengan kebijakan perusahaan yang telah
ditetapkan
 Purchasing Manager
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :
9

a) Mengevaluasi dan menyelesaikan pemasok yang kompetitif agar


persediaan sesuai dengan kualitas yang diharapkan dan tepat waktu
pengiriman.
b) Meyakinkan bahwa pembelian produk sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan dan yang tertera dalarl order pembelian.
c) Mengesahkan dokumen pembelian.
d) Menetapkan verifikasi rencana dan metode dari produk dalam dokumen
pembelian.
 Financial Manager
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :

a) Memeriksa, menilai dan menganalisa kelayakan sistem akutansi


perusahaan yang sedang berjalan.
b) Menyusun dan menyelesaikan transaksi hutang-piutang perusahaan.
c) Mengusulkan persetujuan anggaran kas dan pengeluaran kas yang akan
dianggarkan kepada direktur.
d) Menyiapkan alat-alat pembayaran.
 Accounting Manager
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :
a) Menyusun laporan keuangan sesuai dengan prinsip akutansi Indonesia dan
kebijakan pimpinan baik untuk kepentingan intern maupun ekstern.
b) Menyimpan dengan aman dan teratur semua data yang berkaitan dengan
akutansi.
c) Mencatat semua pengeluaran dan pemasukkan baik berupa barang ataupun
sejumlah uang yang berhubungan dengan transaksi yang dilakukan
perusahaan.
d) Membuat laporan dari pemasukkan dan pengeluaran tersebut yang
digunakan sebagai informasi untuk membuat rencana perusahaan
selanjutnya.
 Material Manager
Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :
a) Menetapkan metode untuk penanganan, keamanan penyimpanan dan untuk
mencegah kerusakan dan pengepakan yang baik untuk melindungi dalam
pengiriman barang ke tempat yang dituju tanpa kerusakan.
b) Menjamin kesesuaian mutu dan barang yang diterima dari pemasok.
c) Melakukan pengawasan terhadap kegiatan pengelolaan persediaan bahan.
10

 Human Resources Development Manager


Memiliki Tugas dan Tanggung Jawab :

a) Menyusun program pelatihan dan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan


untuk semua personil dengan penjadwalan yang tepat.
b) Menetapkan kualitas yang dibutuhkan dari personil untuk melakukan
pelatihan khusus.
c) Mengatur jaminan sosial bagi karyawan.

JOB DESCRIPTION WORKSHOP DEPARTMENT

TUGASKERJA /
NO JABATAN LAPOR KEPADA CATATAN
KEWENANGAN

1. SUPERVISOR 1. Menerima job Order dari Deputy Manager


semua Department
2. Menyeleksi job Ortder
3. mengatur material
4. Mendistribusikan
pekerjaan ke semua
operator
5. Memeriksa hasil akhir
pekerjaan
6. mengkonfirmasikan
pekerjaan ke Department
pemesan
7. Membuat issue pass
8. Mengatur Over Time bila
diperlukan
9. Kontrolpersediaan
material dan Alat – Alat
10. AktivitasWCM
2 ADMINISTRASI 1. Mencatat kehadiran Deputy Manager
karyawan
2. Mengatur / Kontrol alat –
alat kerja
3. Membuat indent untuk
persediaan Alat kerja
11

4. Membuat laporan aktivitas


kerja
5. Membuat Issue pass
6. Kontrol Stok Alat kerja
7. AktivitasWCM
3. Sr Operator/ Sr 1. Menerima / Supervisor
Fabricator Melaksanakan tugas kerja
dari Supervisor
2. Kontrol Pekerjaan
3. Mengatur dan memotivasi
anggota kerja
4. Mengkonfirmasikan setiap
pekerjaan dengan
Supervisor
5. Melaksanakan
AktivitasWCM
4. Operator / 1. Melaksanakan tugas kerja SrOperator/
Fabricator / Welder dari Sr Operator/ Supervisor
/ Fitter/ Carpenter/ Supervisor
2. Mengatur Ruangan kerja /
Tin Smith
peralatan kerja
3. Melaksanakan
AktivitasWCM
BAB III

PELAKSANAAN KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

3.1 GARIS BESAR BIDANG / KEGIATAN

Ruang lingkup pelaksanaan PKL yang di rencanakan berdasarkan konsultasi


dengan pembimbing lapangan meliputi jenis jenis kegiatan sebagai berikut:

3.1.1 Mempelajari/Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Gergaji


3.1.2 Mempelajari/ Melakukan Pekerjaan dengan Mesin Bubut

3.2 KEGIATAN OPERASIONAL PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Berdasarkan standar penulisan laporan akhir kerja lapangan di Departemen


Workshop PT. Indho Barat Rayon siswa PKL wajib memilih minimal satu judul
berdasarkan benda kerja yang di buat di departemen workshop. Maka penulis memilih
judul Proses Pembuatan Nut For Body Cutter M/C7. Nut For Body Cutter M/C7
berfungsi untuk mengunci posisi cutter pada body cutter.

12
13

Material yang digunakan : SS Rod 316

1. Proses kerja mesin gergaji potong


A. Alat-alat :
Meteran
B. Cara Kerja :
1) Siapkan material yang dibutuhkan dengan Ø 25 panjang 1000 mm
2) Tandai material sesuai yang akan dipotong masing-masing panjangnya 13
mm
3) Posisikan secara tepat posisi material dengan gergaji, lalu material di mesin
gergaji
4) Operasikan mesin gergaji, dimulai dengan menjalankan gergaji kemudian
mengatur sistem hidrolik agar gergaji dapat memotong material secara
kontinyu
2. Proses kerja mesin bubut
A. Alat-alat :
- Jangka sorong
- Centre drill
- Mata bor Ø 14
- Pahat kanan, pahat dalam
- Dial indikator
B. Cara Kerja :
- Pasang benda kerja pada cak rahang 3
- Sebelum memulai pemakanan, benda kerja harus sejajar dan simetris
terhadap sumbu mesin, atur terlebih dahulu benda kerja menggunakan dial
indikator supaya benda kerja simetris terhadap sumbu mesin
- Atur putaran mesin bubut di angka 30 rpm sesuai yang telah ditentukan
- Lakukan proses pembubutan muka/facing dari 13 mm menjadi 12,5 mm
- Setelah pembubutan muka/facing, lalu pasang centre drill di kepala lepas
kemudian atur kecepatan spindle putar utama ke angka 20 rpm, dekatkan
kepala lepas dengan benda kerja lalu kencangkan kunci kepala lepas
terhadap meja mesin. Mulai untuk membuat lubang pusat pada benda kerja
dengan memutar secara perlahan eretan kepala lepas, lakukan secara
14

bertahap hingga centre drill melakukan pemakanan pada pusat benda kerja
sejauh setengah tirus centre drill
- Setelah proses pengeboran maka proses selanjutnya adalah proses
pembuatan ulir dengan ukuran 1,5 pitch, memakai mesin bubut diseting
untuk proses pembuatan ulir dengan sehingga sebagai berikut :
 Pahat yang digunakan adalah pahat ulir
 Sehingga mesin bubut menggunakan tabel KSE7
Pemakanan dilakukan dengan ketebalan 0,5 mm sampai dengan ukuran
yang diinginkan yaitu Ø 14 x 1,5 pitch. Sebelum benda kerja dilepas benda
kerja harus di cek terlebih dahulu dengan mal yang telah disediakan, apabila
belum selesai maka harus melakukan proses pembubutan lagi, apabila
sudah sesuai maka melakukan finishing yaitu penghalusan permukaan
ataupun proses champer .

3.2.1. MESIN BAND SAW


Gergaji merupakan alat perkakas yang memotong benda kerja, mesin ini
merupakan mesin pertama yang menentukan proses lebih lanjut. Gergaji adalah alat
yang menggunakan logam pemotong yang sangat keras atau kawat dengan tepi kasar
untuk memotong bahan yang lebih lunak. Gergaji dapat digunakan dengan tangan atau
didukung listrik. Band Saw merupakan tipe mesin gergaji yang paling modern, dapat
menggergaji dengan feed speed tinggi (35-40 m/menit), tidak boros terhadap benda
yang di potong karena daun gergaji nya yang tipis.
15

3.2.2. MESIN BUBUT


 Pengertian Mesin Bubut
Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakasyang digunakan untuk memotong
benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja
yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan
pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda
kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relative dan gerakkan
translasi dari pahat disebut gerak umpan. Dengan mengaturperbandingan kecepatan
rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam
ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar
roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindle dengan poros ulir.Roda gigi
penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah
gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15
sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127
mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrikke ulir inci.

 Prinsip kerja mesin bubut


Mesin bubut yang menggunakan sabuk di Hagley Museum
Poros spindelakan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga
memutar roda gigi pada poros spindel., Melalui roda penhubung putaran akan
disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut
diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada
benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.
 Bagian bagian mesin bubut
Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Di dalam kepala tetap terdapat
roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Poros
spindel akan menmutar benda kerja melalui cekal. Eretan utama akan bergerak
sepanjang meja sambil membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan
pahat. Sumber utama dari semua gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk
memutar pulley melalui sabuk.
16

 MACAM - MACAM MESIN BUBUT

1. Mesin Bubut Universal


2. Mesin Bubut Khusus
3. Mesin Bubut Konvensional
4. Mesin Bubut dengan Komputer Dimensi dan CNC (Computer Numerical
Control )

 Jenis-Jenis Mesin Bubut


Dimensi atau ukuran mesin bubut biasanya dinyatakan dalam diameter benda kerja
yang dapat dikerjakan pada mesin tersebut. misalnya sebuah mesin bubut ukuran
400 mm mempunyai arti mesin bisa mengerjakan benda kerja sampai diameter 400
mm. Ukuran kedua yang diperlukan dari sebuah mesin bubut adalah panjang benda
kerja. Beberapa pabrik menyatakan dalam panjang maksimum benda kerja
diantara kedua pusat mesin bubut, sedangkan sebagian pabrik lain menyatakan
dalam panjang bangku. Ada beberapa variasi dalam jenis mesin bubut dan variasi
dalam desainnya tersebut tergantung cara pengoparasiannya dan jenis produksi
atau jenis benda kerja.
Dilihat cara pengoperasian mesin bubut dibagi menjadi dua jenis yaitu mesin bubut
manual dan mesin bubut otomatis. Mesin bubut manual adalah mesin bubut yang
proses pengoperasiannya secara manual dilakukan oleh manusia secara langsung,
sedangkan mesin bubut atomatis adalah mesin bubut yang perkakasnya secara
otomatis memotong benda kerja dan mundur setelah proses diselesaikan, dimana
semua pegerakan sudah diatur atau diprogram secara otomatis dengan
mengunakan komputer. Mesin bubut yang otomatis sepenuhnya dilengkapi dengan
tool magazine sehingga sejumlah alat potong dapat diletakan dimesin secara
berurutan dengan hanya sedikit pengawasan dari operator. Mesin bubut otomatis
ini lebih dikenal dengan sebutan CNC (Computer Numerical Control) Lathe
Machine ( mesin bubut dengan sistem komputer kontrol numerik), seperti pada
gambar berikut:
17

 Komponen Utama Mesin Bubut

Mesin bubut pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen utama antara lain:
meja mesin, a headstock, a tailstock, a compound slide, across slide, a toolpost,
dan leadscrew dan lain-lain. Pada gambar 2.8 berikut ini diperlihatkan nama-nama
bagian atau komponenyang umum dari mesin bubut:

Tailstock untuk memegang atau menyangga benda kerja pada bagian ujung yang
berseberangan dengan Chuck (pencekam) pada proses pemesinan di mesin bubut.
 Lead crew adalah poros panjang berulir yang terletak agak dibawah dan sejajar
dengan bangku, memanjang dari kepala tetap sampai ekor tetap. Dihubungkan
dengan roda gigi pada kepala tetap dan putarannya bisa dibalik. Dipasang ke
pembawa (carriage) dan digunakan sebagai ulir pengarah untuk membuat ulir saja
dan bisa dilepas kalau tidak dipakai.
 Feedrod terletak dibawah ulir pengarah yang berfungsi untuk menyalurkan daya
dari kotak pengubah cepat (quick change box) untuk menggerakkan mekanisme
apron dalam arah melintang atau memanjang.
 Carriage terdiri dari tempat eretan, dudukan pahat danapron. Konstruksinya kuat
karena harus menyangga dan mengarahkan pahat pemotong. Dilengkapi dengan
dua cross slide untuk mengarahkan pahat dalam arah melintang. Spindle yang atas
mengendalikan gerakan dudukan pahat dan spindle atas untuk menggerakkan
pembawa sepanjang landasan.
 Toolpost digunakan sebagai tempat dudukan pahat bubut, dengan menggunakan
pemegang pahat.
 Headstock , yaitu tempat terletaknya transmisi gerak pada mesin bubut yang
mengatur putaran yang dibutuhkan pada proses pembubutan.
18

Jenis pengerjaan pada mesin bubut antara lain:


1) Membubut lurus
Pada pembuatan memanjang gerak jalan pahat sejajar dengan poros benda
kerja, sedangkan untuk pembubutan yang datar ini pada benda kerja. Dalam
pembubutan yang otomatis pahat dapat digeserkan maju dan mundur kearah
melintang.
2) Membubut tirus
Dapat dilakukan dengan 3 cara :
1. Dengan menggeser posisi kepala lepas kearah melintang
2. Dengan menggeser sekian derajat eretan atas (penjepit pahat)
3. Dengan memasang perkakas pembentuk
3) Membubut eksentris
Bila garis hati dari dua / lebih silinder dari sebuah benda kerja sejajar maka
benda kerja itu di sebut eksentris, jarak antara garis-garis hati itu disebut
eksentrisitas.
4) Membubut alur
untuk pengerjaan membubut alur di pergunakan pahat bubut pengalur dan
jenisnya ada yang lurus, bengkok, berjenjang ke kanan / ke kiri.
5) Memotong benda kerja
Pemotongan benda kerja berbentuk batang pada mesin bubut digunakan sebuah
pahat pengalur dengan penyayat yang sangat ramping, sebuah benda kerja yang
di jepit diantara senter-senter tidak boleh putus karena dapat melentur dan
menghimpit pahat.
6) Mengebor pada mesin bubut
pembuatan lubang senter pada mesin bubut ada 2 cara, yakni benda kerja yang
berputar dan senter yang berputar
7) Membubut dalam
Untuk membesarkan lubang yang sudah ada dapat digunakan pahat dalam,
caranya tidak jauh berbeda dengan membubut lurus. Pahatnya punya bentuk
tersendiri
8) Membubut profil
Untuk membubut pembulatan pahatnya diasah menurut bentuk profilnya, pahat
profil terutama cocok untuk membubut profil pada produk-produk yang
pendek, pada umumnya pahat bubut tidak terlalu tebal sehingga umur
pemakaiannya pendek.
19

9) Mengkartel
Adalah membuat rigi-rigi pada benda kerja dengan gigi kartel yang tersedia.
Kartel dipasang pada rumah pahat dan kedudukannya harus setinggi senter.
Kerja kartel ini adalah menekan benda kerja bukan menyayat seperti pahat
bubut.
10) Membubut ulir sekrup
Untuk membuat ulir sekrap dengan mesin bubut digunakan pahat khusus yang
berbentuk seperti : pahat ulir, segitiga, segi empat, trapesium, bulat dan jenis
khusus lainnya. Untuk memeriksa pahat ulir,digunakan mal ulir.

Operasi pada mesin bubut ada beraneka ragam antara lain :


• Pembubutan
• Pengeboran
• Pengerjaan tepi
• Penguliran
• Pembubutan tirus
• Penggurdian
• Meluaskan lubang

Gambar 2.9 pemakanan

a. Pembubutan Silindris
Benda disangga diantara kedua pusatnya. Hal ini ditunjukkan pada gambar

Gambar 2.10 Operasi pembubutan :

A. Pahat mata tunggal dalam operasi pembubutan


20

B. Memotong tepi.

b. Pengerjaan Tepi (Facing)


Pengerjaan tepi adalah apabila permukaan harus dipotong pada pembubut.
Benda kerja biasanya dipegang pada plat muka atau dalam pencekam seperti
gambar 2B. Tetapi bisa juga pengerjaan tepi dilakukan dengan benda kerja
diantara kedua pusatnya. Karena pemotongan tegak lurus terhadap sumbu
putaran maka kereta luncur harus dikunci pada bangku pembubut untuk
mencegah gerakan aksial.
c. Pembubutan Tirus
Terdapat beberapa standar ketirusan1 dalam praktek komersial. Penggolongan
berikut yang umum digunakan antara lain:
1. Tirus Morse, banyak digunakan untuk tangkai gurdi, leher, dan pusat
pembubut. Ketirusannya adalah 0,0502 mm/mm (5,02%).
2. Tirus Brown dan Sharp, terutama digunakan dalam memfris spindel mesin
: 0,0417 mm/mm (4,166%).
3. Tirus Jarno dan Reed, digunakan oleh beberapa pabrik pembubut dan
perlengkapan penggurdi kecil. Semua sistem mempunyai ketirusan 0.05
mm/mm (5,000%),tetapi diameternya berbeda.
4. Pena tirus Digunakan sebagai pengunci. Ketirusannya 0,0208
mm/mm (2,083%).
d. Memotong Ulir
Biasanya pembuatan ulir dengan mesin bubut dilakukan apabila hanya sedikit
ulir yang harus dibuat atau dibuat bentuk khusus. Bentuk ulir didapatkan
dengan menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan
gage atau plat pola.

Gambar 2.11 Proses Penguliran

e. Gambar 2.7. memperlihatkan sebuah pahat untuk memotong ulir -V 60 derjat


dan gage yang digunakan untuk memeriksa sudut pahat. Gage ini disebut gage
21

senter sebab juga bisa digunakan sebagai gage penyenter mesin bubut.
Pemotong berbentuk khusus bisa juga digunakan untuk memotong ulir.
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Dengan adanya program Pendidikan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di
industri tidak dipungkiri dapat memberikan kesempatan untuk melihat,
mempelajari bahkan mengoperasikan berbagai teknologi yang digunakan dalam
dunia industri, sehingga dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan
terutama dengan teknologi yang berkenaan dengan bidang studi yang didalami
masing-masing peserta didik. Pada dasarnya jenis pekerjaan yang ada di
perusahaan tidak jauh berbeda terutama yang berhubungan langsung dengan
proses pemesinan yaitu operasional mesin bubut, dan lain sebagainya. Namun
untuk mesin yang ada di perusahaan masih sedikit terasa asing, mungkin karena
baru mengenal mesin produksi juga materi pembelajaran di sekolah tidak secara
spesifik menjelaskan tentang mesin-mesin produksi yang ada di perusahaan/dunia
industri.
Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada dasarnya menunjang perkembangan
wawasan siswa/siswi sehingga akan menjadi bekal ketika terjun ke dunia usaha
kelak, dan dapat dijadikan modal pengalaman awal dalam memilih bidang
pendidikan kejuruan yang lebih baik lagi pada tingkat yang lebih tinggi
(Universitas) Praktek Kerja Lapangan (PKL) juga memberikan banyak manfaat
bagi siswa/siswi karena dapat dijadikan sebagai sarana menempa dan menimba
ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya untuk bekal di masa depan.
Dari hasil pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di WORKSHOP
DEPARTMENT PT. Indo Bharat Rayon Purwakarta, penyusunan dapat
menguraikan kesimpulan sebagai berikut:
1. WORKSHOP DEPARTMENT PT. Indo Bharat Rayon Purwakarta merupakan
tempat penyelesain masalah yang berkaitan dengan Fabrication dan Mechinery
dan hanya menerima job yang berkaitan dengan Perusahaan.
2. Proses Pengerjaan :Menerima job Order dari semua Department kemudian
menyeleksi job order dan mengatur material lalu Mendistribusikan pekerjaan ke
semua operator setelah selesai di priksa hasil akhir pekerjaan dan
mengkonfirmasikan pekerjaan ke Department pemesan.

22
23

4.2 SARAN UNTUK PERUSAHAAN DAN SEKOLAH


Setelah penyusun menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di
WORKSHOP DEPARTMENT PT. Indo Bharat Rayon Purwakarta, penyusun
memberanikan diri memberikan saran-saran untuk Sekolah dan Perusahaan.
a. Saran Untuk Perusahaan
1. Perusahaan harus memberi keleluasaan kepada peserta Prakerin
untukmelakukanpekerjaanyangsesuai dengan keterampilan/jurusan yang
dimiliki oleh peserta prakerin dengan arahan dan bimbingan instruktur.
2. Perusahaan harus memberikan peluang untuk bekerja sama dengan dunia
pendidikan, sehingga perusahaan berperan aktif dan ikut serta dalam
membangun dunia pendidikan ke arah yang lebih maju dan berkualitas.
3. Demi kemajuan dan perkembangan skill yang dimiliki peserta didik,
diharapkan pihak perusahaan dapat memberikan kepercayaan yang lebih
luas lagi di lapangan, sehingga peserta didik dapat mengeksplorasi berbagai
wawasan dan ilmu pengetahuan lebih banyak mengenai dunia
industri/usaha.
4. Dalam menempatkan atau memberi job, kepada siswa prakerin/PSG
hendaknya disesuaikan dengan jurusan peserta didik.
b. Saran Untuk Sekolah
1. Sekolah harus meningkatkan mutu dan kualitas siswa, serta harus
meningkatkan lagi kegiatannya terutama dalam hal keterampilan.
2. Sekolah harus melakukan sinkronisasi terhadap kurikulum yang diajarkan
di sekolah dengan kenyataan di lapangan/dunia industri.
3. Sekolah harus lebih peka terhadap kebutuhan di dunia industri saat ini,
sehingga kemampuan/skill siswa lebih terarah.
4. Sekolah dapat meningkatkan pengarahan teori praktek terhadap siswa
untuk bekal praktek di industrI Apalagi di sebuah perusahaan – perusahaan
besar.
5. Sekolah dapat memberikan waktu yang cukup untuk penyusunan laporan
Praktek Kerja Lapangan (PKL).
24

DAFTAR PUSTAKA

A. Pajri Maulana. 2015. Laporan Praktek Kerja Industri dalam rangka


Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada PT. Indho Barat Rayon. Purwakarta:
SMKN 1 Purwakarta.