Anda di halaman 1dari 3

A.

Definisi
Berdasarkan PPDGJ III, skizofrenia adalah suatu deskripsi sindrom dengan variasi
penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau
“deteriorating”) yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan
pengaruh genetik, fisik, dan sosial budaya. Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan
yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta oleh afek yang tidak
wajar (inappropriate) atau tumpul (blunted), kesadaran yang jernih (clear consciousness)
dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif
tertentu dapat berkembang kemudian.
B. Epidemiologi
Skizofrenia terjadi dengan frekuensi yang sangat mirip di seluruh dunia. Skizofrenia
terjadi pada pria dan wanita dengan frekuensi yang sama. Gejala-gejala awal biasanya
terjadi pada masa remaja atau awal dua puluhan. Pria sering mengalami awitan yang lebih
awal dari pada wanita (Kaplan, Saddock. 2010).
Prevalensi antara laki-laki dan perempuan sama, namun terdapat perbedaan dalam
onset dan perjalanan penyakit. Laki-laki mempunyai onset yang lebih awal dari
pada perempuan. Usia puncak onset untuk laki-laki adalah 15 sampai 25 tahun,
sedangkan perempuan 25 sampai 35 tahun. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa
laki-laki lebih mungkin untuk terganggu oleh gejala negatif dan wanita lebih mungkin
memiliki fungsi sosial yang lebih baik dari pada laki-laki. Pada umumnya, hasil akhir
untuk pasien skizofrenik wanita adalah lebih baik daripada hasil akhir untuk pasien
skizofrenia laki-laki. Skizofrenia tidak terdistribusi rata secara geografis di seluruh dunia.
Secara historis, prevalensi skizofrenia di Timur Laut dan Barat Amerika Serikat adalah
lebih tinggi dari daerah lainnya (Hawari, Dadang, 2006).
C. Etiologi
1. Genetik
Terdapat bukti yang kuat adanya komponen genetic dengan meningkatnya
jumlah penderita skizofrenia pada keluarga skizofrenia. Risiko berkembang menjadi
skizofrenia mencapai 50% pada seseorang yang memiliki saudara kembar monozigot
yang menderita skizofrenia dan 15 % pada kembar dizigot.
2. Perkembangan Saraf
Faktor yang mengganggu perkembangan awal otak mengakibatkan gangguan
yang terlihat pada otak saat dewasa. Perkembangan yang terhambat, prestasi
akademik rendah dan epilepsi lobus temporal dihubungkan dengan skizofrenia.
Orang yang mengisap ganja pada usia remaja besar kemungkinan menderita
skizofrenia, karena ganja mengganggu perkembangan saraf.
3. Faktor Sosial
Skizofrenia juga berhubungan dengan penurunan sosio-ekonomi dan kejadian
hidup yang berlebihan pada tiga minggu sebelum onset gejala akut. Penderita
skizofrenia pada keluarga dengan ekspresi emosi tinggi memiliki peluang lebih besar
untuk kambuh.
4. Neurokimia
Bagaimana interaksi gen, perkembangan saraf dan faktor sosial menyebabkan
skizofrenia pada individu belum sepenuhnya diketahui, tetapi alur umum
memperlihatkan adanya keterlibatan kelebihan dopamin atau aktivitas berlebihan
pada alur mesolimbik. Penurunan aktivitas glutamat juga ikut terlibat.
D. Faktor Risiko
1. Lingkungan
Musim kelahiran telah dikaitkan dengan kejadian skizofrenia, termasuk
akhir musim dingin / awal musim semi di beberapa lokasi.
Kejadian skizofrenia lebih tinggi pada anak-anak yang tumbuh di lingkungan
perkotaan dan kelompok etnis minoritas.
2. Genetik.
Terdapat kontribusi yang kuat untuk faktor genetik dalam menentukan risiko
skizofrenia, meskipun kebanyakan individu yang telah didiagnosis menderita
skizofrenia tidak memiliki riwayat psikosis keluarga.
3. Komplikasi Kehamilan
Kelahiran yang disertai penyulit akan meningkatkan risiko menderita
skizofrenia bagi bayi yang dilahirkan. Selain itu, penyulit kehamilan lainnya termasuk
stres, infeksi, malnutrisi, diabetes dan kondisi medis lainnya, juga dikaitkan dengan
skizofrenia (DSM V).

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, 5th ed. DSM-V Washington DC:
American Psychiatry Association, 2013.

Hawari, Dadang: Pendekatan Holistik pada Gangguan Jiwa Skizofrenia. Balai Penerbit FKUI.
Jakarta, 2006.
Kaplan and Saddock.Comprehensive Textbook Of Psychiatry.7th Ed.Lippincott Wiliams And
Wilkins. Philadelphia, 2010.