Anda di halaman 1dari 12

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. Identitas Program Pendidikan :


Nama Sekolah : SMK Tamansiswa Banjarnegara
Mata Pelajaran : EKONOMI BISNIS
Komp. Keahlian : Bisnis dan Manajemen
Kelas/Semester : X/1 (Gasal)
Tahun Pelajaran : 2018-2019
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar:


1. Kompetensi Inti: *)
a. Pengetahuan:
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga
pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia
kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

b. Keterampilan:
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja
di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai
dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar,
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

2. Kompetensi Dasar: *)
a. KD pada KI pengetahuan:
3.1 Menerapkan ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha

b. KD pada KI keterampilan:
4.1.Menggunakan konsep ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha

C. Indikator Pencapaian Kompetensi:


1. Indikator KD pada KI pengetahuan

3.1.1 Menjelaskan ilmu ekonomi


3.1.2 Menentukan ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 1


2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.1.1 Melakukan identifikasi konsep ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha
4.1.2 Menggunakan konsep ilmu ekonomi dalam kegiatan usaha

D. Tujuan Pembelajaran:
3.1.1.1. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menerangkan
Ilmu Ekonomi
3.1.1.2. Melalui diskusi dan menggali informasi peserta didik dapat menyebutkan
Ilmu
Ekonomi secara kerja sama
4.1.1.1. Melalui presentasi dan menggali informasi peserta didik dapat menunjukkan
identifikasi Ilmu Ekonomi dalam dunia usaha secara tanggung jawab
4.1.1.2. Melalui game dan menggali informasi peserta didik dapat kembali membuat
(mengelompokan) Konsep Ilmu Ekonomi dlm kegiatan usaha secara
kerja sama

E. Materi Pembelajaran:
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
1. Pengertian ilmu Ekonomi
2. Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
3. Jenis Ilmu Ekonomi
4. Prinsip Ilmu Ekonomi
5. Sejarah Perkembangan Ekonomi

F. Pendekatan, Strategi dan Metode


1. Pendekatan : Scientifik/Pendekatan
2. Model Ilmiah
: Discovery Learning
3. Strategi dan Metode : Diskusi dan Presentasi

G. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan/Kegiatan Awal 10
menit): Dalam kegiatan
pendahuluan, guru:
1) Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
2) Melaksanakan GLS (gerakan Literasi Sekolah) jika pd pembelajaran jam
pertama
3) Mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan
dikembangkan;
4) Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari;
5) Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan;
6) Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

b. Kegiatan Inti (65 menit):


1. Pemberian stimulus terhadap peserta didik.
Pada awal pembelajaran, guru membagi peserta didik kedalam
kelompok.
Memberikan penjelasan Kompetendi yang akan dipelajari pada
semester gasal

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 2


Guru meminta siswa untuk mengamati kegiatan eknomi yang
ada dilingkungan sekolah.
Dari hasil pengamatan, peserta didik bersama kelompok untuk
mendiskusikan definisi tentang ilmu eknomi.
Bermain game (dadu), peserta didik maju secara bergantian untuk
mengambill untuk mengocok dadu, setelah angka keluar, dadu diarahkan
sejumlah angka yang keluar dari dadu, peserta didik mengambil soal yang
tertera sesuai berhentinya dadu.
2. Identifikasi masalah.
Peserta didik mulai berdiskusi dan mengidentifikasi pertanyaan yang
diberikan oleh guru.
3. Mengumpulkan Data.
Dengan membaca materi di buku/browsing internet dan berdasarkan
hasil diskusi, peserta didik mulai menyusun laporan hasil diskusi
sesuai dengan instruksi guru.
Setelah menjawab untuk menuliskan di papan tulis jawaban dari soal
kartu tersebut.
4. Pembuktian.
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian dari
masing- masing kelompok
Peserta didik menyerahkan hasil diskusi kepada guru.
5. Menarik kesimpulan.
Dua kelompok dengan hasil diskusi terbaik, memaparkan hasil diskusi
didepan kelompok lain, kemudian dilanjutkan dengan Tanya jawab dipandu
oleh guru.
Di akhir diskusi, Peserta didik dipandu oleh guru, menyimpulkan hasil diskusi.

c. Penutup (15 menit):


Kegiatan penutup terdiri atas:
1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
a) Membuat kesimpulan pelajaran;
b) Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan; dan c) Memberikan umpan balik terhadap proses
dan hasil pembelajaran;
2) Kegiatan guru yaitu:
a) Melakukan penilaian;
b) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi,
program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik
tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta
didik;
c) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

H. Alat/Bahan dan Media


Pembelajaran:
1) Alat : Komputer, LCD/Proyektor
2) Bahan : Alat permainan dadu dan kartu
3) Media : Buku / Internet, Power Point

I. Sumber Belajar:

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 3


1) Buku Modul Ekonomi Bisnis SMK
2) Internet

J. Penilaian Pembelajaran:
1) Teknik Penilaian:
a. Test tertulis.
b. Praktikum (membuat kliping)

2) Instrumen Penilaian:
a. Instrumen Penilaian Pengetahuan
Soal :
1. Ilmu ekonomi yang mempelajari variable-variable ekonomi secara
menyeluruh
(aggregate)
adalah...
a. Ekonomi Makro
b. Ekonomi Mikro
c. Ekonomi Teori
d. Ekonomi Terapan
e. Ekonomi Deskriptif
2. Inti dalam ekonomi mikro adalah masalah penentuan harga, sehingga
ekonomi mikro sering dinamakan dengan
a. Teori Ilmu Ekonomi
b. Teori Produksi
c. Teori Harga
d. Teori Biaya
e. Teori Kebutuhan
3. Jelaskan apa yang dimaksud invisible hand dalam aliran ekonomi
klasik yang diplopori adam smith?

4. Jelaskan pengertian metode induktif dalam ilmu

ekonomi? Kunci Jawaban:


Pilihan Ganda
1. A. Ekonomi Makro
2. A. Teori Harga
Essay
3. - Untuk mengatur sumber daya dan mekanisme pasar melalui
harga
sebagai instrumen utamanya
4. - Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan
semua data informasi yang ada dalam realitas kehidupan

Pedomen Penskoran pilhan ganda

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 4


Nilai betul x 1.5 = 3/3x100 = 100

Ped oman enilaian:


P
= × 100

Pedomen Penskoran pilhan ganda


Nilai betul x 1.5 = 3/3x100 = 100

Ped oman enilaian:


P
=

Pedomen Penskoran soal essay


Jawaban Skor
Lengkap 4
Kurang lengkap 3
Tidak tepat 2
Salah 1

Ped oman enilaian:


P
=

Contoh Pengolahan Nilai


No Skor
IPK Nilai
Soal Penilaian
3.1.1 1 2
3.1.2 2 4
4.1.1 3 3
4.1.1 4 2
×
Jumlah 11

b. Instrumen Penilaian Keterampilan (Rubrik)


Bobot skor penilain praktek total = 95
- Instrument 1 = 2
- Instrument 2 = 2
- Instrument 3 = 2
- Instrument 4 = 2
- Instrument 5 = 1.5

Instrument Praktek

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 5


No Nama Kerjas Total
Kreativitas Kerapihan Waktu Ketepatan
ama
1
2

Ped oman enilaian:


P

Contoh : 8.5/9.5 x 100 = 8.9

3) Pembelajaran Remedial dan Pengayaan:


a. Guru mengulang materi pembelajaran sesuai dengan remidial peserta
didik dan diakhiri dengan pemberian soal kepada peserta didik
b. Pengayaan dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peserta didik
sudah mencapai KKB, tetapi peserta didik belum puas dengan hasil belajar
yang dicapai.

Guru memberikan soal sesuai dengan materi pengayaan.


Daftar Hadir Pengayaan (terlampir).

Mengetahui, Banjarnegara, Juli 2018


Kepala SMK Tamansiswa WKS Kurikulum Guru Mata Pelajaran
Banjarnegara

Dra. Emy Listiyati Legimin, S.Pd Suharni, SE

*) KI dan KD Sikap Spritual dan Sikap Sosial ditambahkan untuk mata


pelajaran
Pendididikan Agama dan PPKn.
**) Semua sintaksis/langkah model pembelajaran dapat lengkap pada setiap
pertemuan, atau dapat lengkap pada beberapa pertemuan.

.Lampiran Materi :

a. Pengertian Ilmu ekonomi

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 6


Kata ekonomi pada awalnya berasal dari bahasa Yunani, “oikos” berarti
rumah tangga dan “nomos” aturan. Pengertian ekonomi tidak jauh dari
bagaimana upaya seseorang dalam menjalani kegiatan yang bertujuan
terhadap kemakmuran. Berikut ini beberapa pendapat para ahli tentang
definisi-definisi ekonomi :
Menurut Abraham Maslow, “Ekonomi adalah salah satu bidang pengkajian
yang mencoba menyelesaikan masalah keperluan asas kehidupan manusia
melalui penggemblengan segala sumber ekonomi yang ada dengan berasaskan
prinsip serta teori tertentu dalam suatu sistem ekonomi yang dianggap efektif
dan efisien”
Menurut Paul A Samuelson, “Ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan
oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang
terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikan nya untuk
dikonsumsi oleh masyarakat.”
b. Ruang lingkup ilmu ekonomi
Ilmu ekonomi memiliki ruang lingkup mikro dan makro sehingga mudah
untuk dipelajari. Keduanya memberikan batasan dan asumsi yang jelas.
Ekonomi Mikro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus
mempelajari bagian-bagian kecil (aspek individual) dari keseluruhan kegiatan
perekonomian. Analisis dalam teori ekonomi mikro antara lain meliputi
perilaku pembeli (konsumen) dan produsen secara individua dalam pasar.
Sikap dan perilaku konsumen tercermin dalam menggunakan pendapatan yang
diperolehnya, sedangkan sikap dan perilaku produsen tercermin dalam
menawarkan barangnya. Jadi inti dalam ekonomi mikro adalah masalah
penentuan harga, sehingga ekonomi mikro sering dinamakan dengan teori
harga (price theory).
Ekonomi Makro merupakan cabang ilmu ekonomi yang khusus
mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian sebagai suatu keseluruhan
(agregate) berkaitan dengan penggunaan faktor produksi yang tersedia secara
efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan. Apabila yang
dibicarakan masalah produsen, maka yang dianalisis produsen secara
keseluruhan, demikian halnya jika konsumen maka yang diananlisis adalah
seluruh konsumen dalam mengalokasikan pendapatannya untuk membeli
barang/jasa yang dihasilkan oleh perekonomian.
c. Jenis ilmu ekonomi
Ekonomi Teori (economics analysis) yaitu ilmu yang menerangkan
hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudian merumuskan hubungan-
hubungan itu dalam suatu hubungan ekonomi.contoh: hukum permintaan,
hukum penawaran,teori produksi,dan lain-lain.
Ekonomi Deskriptif (deskriptive economics), yaitu ilmu yang
menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dari perekonomian
tsb.Contohnya: keadaan petani di Klaten,inflasi tahun 1997,dan seterusnya
Ekonomi Terapan (applied economics), yaitu ilmu ekonomi yang
menelaah kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam mengatasi
masalah-masalah ekonomi.
contoh: ekonomi moneter, ekonomi koperasi, ekonomi perusahaan,dan
lain lainnya
d. Prinsip ekonomi
Prinsip ekonomi adalah tindakan dengan pengorbanan tertentu untuk
mendapatkan hasil sebesar-besarnya, atau tindakan dengan pengorbanan
sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu.

Pengertian Ilmu
Ekonomi

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 7


Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan
menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidak-
seimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas
kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan
timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Ilmu ekonomi sebagai salah satu cabang Ilmu Pengetahuan diberi gelar sebagai the
oldest art, and the newest science yaitu seni yang tertua dan ilmu pengetahuan yang
termuda. Masalah-masalah ekonomi lahir serentak dengan terbitnya matahari
kemanusiaan puluhan ribu tahun silam. Tidak ada satu cabang ilmu pun yang lebih tua
ataui lebih dahulu lahir daripadanya. Kebutuhan-kebutuhan manusia akan makanan,
pakaian dan tempat tinggal telah memaksa manusia, penghuni-penghuni pertama
bumi ini, untuk bergumul dan bergaul dengan masalah-masalah ekonomi. Pada
saat-saat awal kehidupan manusia, istilah ekonomi sendiri belum ada.
Istilah ekonomi lahir di Yunani (Greek) dan dengan sendirinya istilah ekonomi
berasal dari kata-kata bahasa Yunani. Asal katanya Oikos Nomos yang artinya
management of household or estate (tata laksana rumah tangga dan kepemilikan).
Definisi paling terkenal ilmu ekonomi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan
yang berdaya upaya untuk memberikan pengetahuan dan pengertian tentang gejala-
gejala masyarakat yang timbul karena perbuatan manusia dalam usahanya untuk
memenuhi kebutuhan atau untuk mecapai kemakmuran. Definisi tersbut sebuah
definisi ringan dan sebuah definisi yang disediakan untuk orang-orang awam,
sedangkan yang kita perlukan adalah sebuah definisi yang memadai.
Dalam hal ini Paul Anthony Wamuelson, seorang ahli ekonomi dari Massachusetts
Institute of Technology, telah mengumpulkan enam buah definisi dari berbagai
ahli lain. Keenam definisi tersebut adalah :
1. Ilmu ekonomi atau ekonomi politik (political economy), adalah suatu studi tentang
kegiatan-kegiatan yang, dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau
melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antar manusia;
2. Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan
yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja,
barang-barang modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang langkah dan
terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan berbagai-bagai barang (misalnya daging,
mantel, perahu layar, konser musik, jalan raya, pesawat pembom) serta
mendistribusikan (membagikannya) kepada pelbagai anggota masyarakat untuk
mereka pakai/konsumsi;
3. Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka
sehari-hari, (untuk) mendapat dan menikmati kehidupan;
4. Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti
untuk mengorganisir kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya;
5. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan;
6. Ilmu ekonomi adalah studi tentang cara-cara memperbaiki masyarakat.

Profesor Paul Anthony Samuelson menyatakan bahwa setiap sarjana ekonomi bisa
saja memperluasnya menjadi berkali-kali lipat lebih banyak. Namun demikian, Profesor
Paul Anthony Samuelson akhirnya memberikan pernyataan sebagai kesimpulan.
Tulisnya: Para ahli ekonomi sekarang lebih sepakat untuk menerima kebenaran sebuah
definisi umum sebagai berikut :
Economic is the study of how man and society end up choosing, with or without
the use of money, to employ scare productive resources that could have
alternative uses, to produce various commodities and distributive them for
consumption, now or in the future, among various people and groups in society. It
analizes the cost and benefits of
improving pattern of resoursces allocation.

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 8


Ilmu ekonomi adalah studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat
menentukan/menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan uang untuk
menggunakan sumber-sumber produktif yang langkah yang dapat mempunyai
penggunaan-penggunaan alternatif, untuk memprodusir pelbagai barang serta
membagikannya untuk dikonsumsi, baik untuk waktu sekarang maupun yang akan
datang, kepada pelbagai golongan dan kelompok di dalam masyarakat. Ilmu ekonomi
itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta keuntungan-keuntungan yang terjadi
karena adanya perbaikan di dalam pola alokasi sumber-sumber.

Melihat definisi diatas terlihat beberapa hal yang menjadi pokok pikiran:

Pertama. bahwa masalah utama (main or central problem) setiap tingkah laku
ekonomis atau masalah utama di dalam ilmu ekonomi, adalah masalah
pemilihan (problem of choice). Yang dimkasud “pemilihan” disini adalah
pemilihan cara-cara penggunaan sumber-sumber produktif yang dapat
mempunyai penggunaan alternatif. Artinya bahwa setiap barang mempunyai
tidak hanya satu saja penggunaan. Misalnya, dari sebidang tanah harus
dilakukan pilihan, untuk ditanami, dijual atau untuk didirikan diatasnya
bangunan, tidak mungkin untuk menggunakan sebidang tanah bagi ketiga
kepentingan tadi sekaligus. Dalam hal pemecahan problem of choice,
ilmu ekonomi turun tangan sehingga pemilihan dapat dijatuhkan kepada
penggunaan yang paling menguntungkan.
Kedua, adalah kenyataan bahwa sumber-sumber produktif itu merupakan barang
yang langka atau jarang. Langkanya sumber-sumber produktif itu memberi
arti bahwa penggunaannya harus cermat dan tepat. Dan masalahpun
kembali kepada problem of choice.
Ketiga, tentang penggunaan uang. Dinyatakan dalam definisi diatas bahwa keharusan
penggunaan uang didalam proses perekonomian hanyalah merupakan soal
kedua saja. Soal utamanya adalah menentukanpilihan penggunaan seperti
yang sudah disebutkan diatas, untuk kemudian berdasarkan pilihan itu
dilakukan produksi. Bagaimanapun pentingnya uang dalam proses
perekonomian, tetapi tidak boleh dikatakan bahwa proses
perekonomian harus terhenti karena tiadanya uang.
Kempat, adalah mengenai produksi serta pembagian hasilnya kepada
anggota masyarakat untuk dikonsumsi. Didalam setiap masyarakat apakah
itu masyarakat komunis yang kolektif atau suatu kabilah penghuni South
Sea Island, atau suatu bangsa yang kapitalis, kedua hal ini, yaitu produksi
dan konsumsi sebenarnyalah harus selalu ada bersama-sama.
Harus selalu ada sekelompok dari anggota masyarakat yang membuat
barang- barang dan jasa-jasa guna dipakai atau dinikmati hasilnya oleh
sekelompok anggota masyarakat yang lain. Bahkan, apa yang disebut
sebagai The Three Fundamental and Interdependent Economic Problem
seperti di bawah ini, dengan jelas mencakup masalah ini
1. What commodities shall be produced and in what quantities ? Barang-
barang apa yang akan dibuat dan seberapa banyak ? artinya, berapa
banyak serta yang manakah diantara barang-barang dan jasa-jasa
yang sekian banyaknya itu yang dipilih untuk dibuat dan dihasilkan ?
2. How shall good be produced? – Dengan cara bagaimanakah
barang- barang itu akan dihasilkan? Artinya, siapa yang akan
mengerjakan dan dengan sumber-sumber apa serta dengan system
teknologi yang bagaimanakah barang-barang itu dihasilkan.
3. From whom shall goods be produced- Untuk siapakah barang-barang
yang dihasilakn itu nantinya? – artinya, siapakah yang harus menikmati
serta memperoleh manfaat daripada yang dihasilkannnya barag-barang

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 9


tersebut ? atau dengan perkata lain bagaimanakah seluruh produk
(hasil produksi) nasional dibagikan kepada anggota masyarakat? Ketiga
masalah di atas, yaitu What, How dan For whom, bersifat fundamental
sekali, serta dihadapi oleh setiap perekonomian-perekonomian yang
sedang berkembang maupun yang sudah maju, perekonomian
komunis ataupun kapitalis, perekonomia kuno maupun modern,
perekonomian desa maupun kota tetapi tidak semua perekonomian itu
memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama.
Ketiga masalah di atas, yaitu What, How dan For whom erat sekali
bersangkut paut dengan masalah keempat yang terdapat di dalam
definisi ilmu ekonomi yang telah tersebutkan diatas.

Kelima, adalah tentang bagian terakhir definisi diatas yaitu. Bunyinya adalah “Ilmu
ekonomi itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta keuntungan-
keuntungan yang terjadi karena adanya perbaikan di dalam pola alokasi
sumber-sumber”.

Sejarah Perkembangan Ilmu


Ekonomi

Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani, ο?κος (oikos) yang berarti “keluarga,
rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara
garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah
tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang
menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang
paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi
juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan
lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga,
bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang
selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah,
kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan
karena pada dasarnya ekonomi – seperti yang telah disebutkan di atas – adalah ilmu
yang mempelajari pilihan manusia.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam
konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah “pembuatan keputusan” dalam
berbagai bidang dimana orang dihadapkan pada pilihan-pilihan, misalnya bidang
pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama.
Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-
artikelnya, ia menerangkan bahwa, ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui
pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk
menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai
ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data
yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia.
Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya;
walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah
merusak konsep yang benar, sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal
ini menimbulkan pertanyaan “apa yang seharusnya dilakukan oleh para ahli ekonomi
?”.
Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi
pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya
besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan
negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 10


moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments.
Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan
tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel
bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh
apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam
Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber
daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan
mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan
sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.

Ekonomi Menurut
Aliran Klasik
Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an
yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di
pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam
bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan
bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, oleh karenanya,
intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai
sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling “bertarung” dalam dunia ilmu ekonomi dan
menghasilkan banyak varian dari keduanya, seperti : new classical, neo klasik, new
keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti
teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional
yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen, dkk., dan kemudian oleh peraih
nobel Douglass C. North.
Beberapa tokoh ekonomi klasik seperti Adam Smith (1723-1790), Thomas Robert
Malthus (1766-1834), Jean Baptiste Say (1767-1832), David Ricardo (1772-1823),
Johan Heinrich von Thunen (1780-1850), Nassau William Senior (1790-1864), Friedrich
von Herman, John Stuart Mill (1806-1873) dan John Elliot Cairnes (1824-1875)
memperoleh kehormatan dari Karl Marx (1818-1883) atas keklasikan dalam
mengetengahkan persoalan ekonomi yang dinilai tidak kunjung lapuk. Berbeda
dengan kaum Merkantilis dan Physiokrat, kaum klasik memusatkan analisis
ekonominya pada teori harga. Kaum klasik mencoba menyelesaikan persoalan
ekonomi dengan jalan penelitian faktor permintaan dan penawaran yang
menentukanharga.
John Maynard Keynes (1883-1946) berpendapat bahwa pandangan klasik
yang memusatkan perhatian analisa ekonominya pada teori harga, maka perlu
dipahami arah penggunaan alat produksi dengan sempurna. Dalam hubungan ini maka
pengertian klasik diperluas kepada para ahli ekonomi yang tidak menganggap tidak
mungkin adanya suatu pengangguran yang tidak dikehendaki (involuntary
unemployment).
Salah satu hasil pemikiran kaum klasik yang sangat mempengaruhi dunia dalam era
globalisasi adalah pemikiran mengenai perdagangan internasional. Pemikiran kaum
klasik menentang pemikiran kaum merkantilis yang hanya mementingkan masuknya
logam mulia dan berorientasi ekspor dengan meminimumkan impor barang dari luar
negeri.
Kaum merkantilis meletakan tekanan pada perdagangan luar negeri. Kaum physiokrat
memandang pertanian sebagai sumber segala kemakmuran.
Adam Smith (1723-1790) sebagai tokoh aliran klasik menyatakan pendapatnya
dalam bukunya yang berjudul ”Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of
Nations” yaitu:
”Pekerjaan yang dilakukan suatu bangsa adalah modal yang membiayai keperluan
hidup rakyat itu pada asal mulanya, dan dengan hasil-hasil pekerjaan tersebut dapat
dibeli keperluan-keperluan hidupnya dari luar negeri.” Kapasitas produktif daripada

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 11


kerja selalu bertambah dikarenakan adanya pembagian kerja yang makin mendasar
dan rapi.
Dari keterbatasan sumber daya dan keinginan yang tidak terbatas muncullah
masalah pokok ekonomi.
Masalah pokok ekonomi telah ada sejak dulu dan tetap ada hingga sekarang. Berikut
ini kita akan membahas masalah pokok ekonomi yang telah muncul sejak manusia
hidup berkelompok atau bermasyarakat berdasarkan tinjauan ekonom klasik, ekonom
neoklasik, dan ekonom modern.
Ekonomi klasik diwakili oleh Adam Smith. Menurut Adam Smith kemakmuran tidak
terletak pada emas, melainkan pada barang-barang. Kemakmuran menunjukkan suatu
keadaan yang seimbang antara kebutuhan dengan benda pemuas kebutuhan. Proses
untuk mencapai kemakmuran suatu masyarakat tidaklah mudah. Hal inilah yang
menjadi masalah pokok ekonomi di masyarakat.
Menurut teori ilmu ekonomi klasik, masalah pokok ekonomi masyarakat dapat
digolongkan kepada tiga permasalahan penting, yaitu masalah produksi, masalah
distribusi, dan masalah konsumsi:
a. Masalah Produksi
Untuk mencapai kemakmuran, barang-barang kebutuhan harus tersedia di tengah
masyarakat. Karena masyarakat sangat heterogen, maka barang-barang yang
tersediapun beragam jenisnya sehingga muncul permasalahan bagi produsen,
yaitu barang apa saja yang harus diproduksi. Munculnya pertanyaan tersebut di
atas tidak lain karena heterogennya masyarakat. Dengan demikian, tentu
menimbulkan permasalahan bagi produsen dan menimbulkan kekhawatiran
apabila memproduksi suatu barang tertentu, tetapi tidak dikonsumsi masyarakat.
b. Masalah Distribusi
Agar barang/jasa yang telah dihasilkan dapat sampai kepada orang yang tepat,
dibutuhkan sarana dan prasarana distribusi yang baik. Contoh, dari kebun hasil
panen perlu alat angkut yang ditunjang prasarana jalan yang baik agar hasil
panen cepat sampai ke tangan konsumen dan tidak tertimbun di produsen.
c. Masalah Konsumsi
Hasil produksi yang telah didistribusikan kepada masyarakat idealnya dapat
dipakai atau dikonsumsi oleh masyarakat yang tepat dan digunakan untuk
memenuhi kebutuhan yang tepat pula. Persoalan yang muncul apakah barang
tersebut akan dikonsumsi dengan tepat oleh masyarakat yang benar-benar
membutuhkannya atau menjadi sia-sia karena tidak terjangkau oleh
masyarakat sehingga proses konsumsi tidak berjalan sebagaimana mestinya?

RPP Ekonomi Bisnis K-13 SMK Diponegoro Majenang Page 12

Anda mungkin juga menyukai