Anda di halaman 1dari 4

Masa rekalsifikasi merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun fibrin dari

plasma rendah trombosit dan Ca2+ dengan adanya penambahan CaCl2. Sebenarnya
masa rekalsifikasi ini digunakan untuk mengetahui adanya kelainan defisiensi factor
intrinsic, yaitu factor pembekuan V, VIII, IX, X, XI, XII, dan fibrinogen serta protrombin.
Reagen yang diperlukan adalah larutan kalsium klorida 0.025M dan larutan natrium
klorida 0.9%.

Fungsi penambahan CaCl2 adalah untuk mengaktifkan ion Ca2+ yang berfungsi sebagai
katalisator terbentuknya fibrinogen karena Ca mengendap saat dilakukan pemusingan,
padahal Ca2+ ini diperlukan untuk mempercepat terbentuknya benang fibrin hingga
terjadi bekuan.

Pada pemeriksaan masa rekalsifikasi digunakan sampel plasma rendah trombosit,


karena semakin banyak jumlah trombosit maka akan semakin singkat masa
rekalsifikasinya sehingga akan diperoleh hasil masa rekalsifikasi yang dipercepat.

Untuk memperolehnya, dilakukan tahap-tahap sebagai berikut:


1. Lakukan pengambilan darah vena.
2.Campur 4,5 ml darah dengan 0,5 ml antikoagulan Na.Citrat (perbandingan darah:Na.
Citrat=1:9).
3. Centrifugasi pada kecepatan 3000 rpm selama 20 menit.
4. Ambil plasma.

Kecepatan dan lamanya pemusingan harus diperhatikan, karena kurangnya


kecxepatan atau waktu pemusingan akan mendapatkan plasma tinggi trombosit. Jika
plasma tinggi trombosit, maka akan cepat terbentuk fibrin sehingga mempercepat
masa rekalsifikasi.

Berikut sedikit penjelasan mengenai factor pembekuan darah jalur intrinsic:

Factor V : plasma aselerator globulin, yaitu suatu plasma yang


mempercepat perubahan protrombin menjadi thrombin.

Factor VIII : antihemofilik globulin (AHG), yaitu suatu factor plasma yang berkaitan
dengan factor III trombosit, dan factor Christmas; mengaktifkan protrombin.

Factor IX : factor Christmas, yaitu factor serum yang berkaitan dengan factor III
trombosit dan VIIAHG; mengaktifkan protrombin.

Factor X : factor stuart-power, yaitu suatu factor plasma dan serum; aselerator
konversi protrombin.

Factor XI :plasma tromboplastin antecedent (PTA), yaitu suatu factor plasma


yang diaktifkan oleh factor Hageman (F XII); aselerator pembentukan protrombin.
Factor XII : factor Hageman, yaitu suatu factor plasma; mengaktifkan PTA (F XI).

Contoh penyakit gangguan koagulasi yang berhubungan dengan masa rekalsifikasi


adalah hemophilia. Ada dua jenis hemophilia yang secara klinik identik, yaitu:
1. Hemophilia klasik atau hemophilia A, dimana aktivitas factor antihemofilia VIII kurang
atau tidak ada.
2. Penyakit Christmas atau hemophilia B, dimana aktivitas factor IX kurang atau tidak
ada.

Masa rekalsifikasi merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menyusun fibrin

dari plasma rendah trombosit dan Ca2+ dengan adanya CaCl2. Pemeriksaan ini

digunakan untuk mencari adanya kekurangan faktor-faktor pembekuan darah pada

jalur intrinsik yaitu faktor pembekuan V,VIII,IX,X,XI,XII,protrombin dan

fibrinogen.

Selain faktor tersebut ,masa rekalsifikasi juga dipengaruhi oleh jumlah

trombosit. Makin banyak trombosit, makin singkat masa rekalsifikasi. Untuk itu

dalam pemeriksaan ini dianjurkan memakai plasma rendah trombosit.

Faktor yang dapat mempengaruhi pemeriksaan:

 Pembekuan sampel darah

 Sampel darah hemolisis atau berbusa akibat dikocok

 Pengambilan sampel darah pada intravena lines

Reaksi-reaksi pada jalur intrinsik digerakkan oleh banyak stimuli yang belum

dimengerti dengan jelas. Dua peristiwa yang terjadi adalah perubahan trombosit

dan pengaktifan faktor VIII. Perubahan trombosit menghasilkan penggumpalan

trombosit yang menetap dan pelepasan secara selektif komponen-komponen

tertentu antara lain fosfolipid (platelet faktor III),setelah pengaktifan faktor


VIII bersama faktor IX membentuk produk aktivasi, kontak, faktor-faktor

pembekuan IX,VIII,fosfolipid dan ion calsium merubah protrombin menjadi

trombin.

Masa rekalsifikasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyusun fibrin dari plasma darah
rendah trombosit dan tidak mengandung ion ca 2+ dengan penambahan cacl2.

Fungsi Cacl2 mengaktifkan ion ca2+ yang mengendap akibat pemusingan. Apabila
pemusingan kurang dari 10 menit maka akan mempercepat masa rekalsifikasi dan hasil akan
memendek
Reagen yang digunakan natrium chlorida 0,85 %
Aquadest 500 mL
Cacl2
Larutan Calsiumciumolklorida 0,025 M

A.Cara

1. Cara membuat plasma


Cara membuat plasma sama seperti pada pemeriksaan masa protombin pemusingan selama 20
menit pada 3000 rpm menyebabkan plasma hanya mengandung sedikit trombosit (plasma rendah
trombosit)

2. Penetapan
a. a.Tabung tabung yang berisi larutan CaCl2. Larutan HaCl2 dan plasma pasien di inkubasi dalam
37 C supaya semua cairan mencapai suhu itu.

b. b. Keadaan serologi yang lebarnya 13mm yang juga terlebih dahulu ada dalam air 37 C itu
dimasukkan 0,1 mg. Larutan NaCl dan 0,1 mL plasma . campur dan dibiarkan dalam air
temperatur 37 C.

c. c. Tiuplah larutan Cacl2 kedalam campuran yang telah ada dalam tabung tadi.campuran dan
pada saat bersamaan jalankan stopwatch

d. d. Biarkan tabung itu dalam air 37 C selama 90 detik, kemudian angkat tabung dari air dan
periksalah terrhadap adanya bekuan.

e. e.Saat terjadinya bekuan hentikanlah stopwatch dan catatlah waktuy itu sebagai masa
rekalsifikasi.

B.Pemeriksaan fibrinogen.
Cara cara pemeriksaan fibrinogen adalah :
1. a.Cara kimia / salting out
2. b.Cara titer
3. c. Cara immunologis
Penyakit penyakit dengan gangguan fibrinogen
1. 1.DIC (dissseminated Intravasculer Coagulation)

2. 2.Obstruction accident ;
-Solutio plasentae
-Retention death foetus
-Emboli cairan ammion

3.Extracorporal circulation

sumber : PUSAT PENDIDIKAN TENAGA KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI


JAKARTA
Brahmana K. hematologi dan tata kerja laboratorium sekolah menengah analis
kesehatan. medan. 1982
Chairuddin lakare, Dr .Diktat Hematologi, Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin,
Makassar 1978