Anda di halaman 1dari 26

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

A. IDENTITAS SEKOLAH
Sekolah : SMA Negeri 1 Palembang
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI / Genap
Materi Pokok : Larutan Penyangga
Alokasi Waktu : 10 JP x 45 menit (5 x pertemuan)

B. KOMPETENSI INTI
KI 1 dan KI 2 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya,
serta menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan
pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia
KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah
KI-4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif,
dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
C. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
KD 3 KD 4
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, 4.12 Membuat larutan
perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dengan pH
penyangga dalam tubuh makhluk tertentu
hidup
IPK IPK
3.12.1 Mengidentifikasi pH larutan 4.12.1 Melakukan percobaan
penyangga ketika diencerkan, untuk membuat larutan
ditambah sedikit asam atau penyangga dengan pH
ditambah sedikit basa tertentu dan
3.12.2 Memahami penjelasan tentang cara melaporkannya.
membuat larutan penyangga 4.12.2 Membuat larutan
dengan pH tertentu penyangga dengan pH
3.12.3 Memahami penjelasan bahwa pH tertentu
larutan penyangga tetap ketika
diencerkan, ditambah sedikit asam
atau ditambah sedikit basa
3.12.4 Membandingkan pH larutan
penyangga dan larutan bukan
penyangga dengan menambah
sedikit asam atau basa atau
diencerkan.
3.12.5 Menganalisis mekanisme larutan
penyangga dalam
mempertahankan pHnya terhadap
penambahan sedikit asam atau
sedikit basa atau pengenceran.
3.12.6 Merancang percobaan untuk
membuat larutan penyangga
dengan pH tertentu dan
melaporkannya.
3.12.7 Menentukan pH larutan penyangga
3.12.8 Membahas peranan larutan
penyangga dalam tubuh makhluk
hidup dan industri.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui model pembelajaran discovery learning dengan menggali
informasi dari berbagai sumber belajar, penyelidikan sederhana dan
mengolah informasi, diharapkan siswa terlibat aktif selama proses belajar
mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan
pengamatan dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat,
menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, dan menjelaskan prinsip
kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk
hidup serta membuat larutan penyangga dengan pH tertentu

E. MATERI PEMBELAJARAN
 Fakta
o Larutan penyangga berperan penting dalam kehidupan sehari-hari,
bahkan juga pada proses di dalam tubuh makhluk hidup.
 Konsep
o Larutan penyangga adalah larutan yang pH-nya praktis tidak berubah
meskipun ditambah sedikit asam, sedikit basa, atau jika diencerkan. -
Larutan penyangga asam tersusun atas asam lemah dan basa
konjugasinya. - Larutan penyangga basa tersusun atas basa lemah dan
asam konjugasinya
 Prinsip
o Prinsip kerja larutan penyangga asam pada upaya mengubah pH:
Penambahan sedikit asam: A-(aq) + H+(aq) HA(aq)
Penambahan sedikit basa: HA(aq) + OH-(aq) A-(aq) + H2O(l)
Pengenceran dapat diabaikan karena penambahan ion H+ dari air
terlalu kecil Prinsip kerja larutan penyangga basa pada upaya
mengubah pH: Penambahan sedikit asam: B-(aq) + H+(aq)
BH(aq) Penambahan sedikit basa: BH+(aq) + OH-(aq)
B(aq) + H2O(l) - Pengenceran dapat diabaikan karena penambahan
ion H+ dari air terlalu kecil - pH larutan penyangga dapat dihitung
dengan rumus:

 Prosedur
Larutan penyangga asam dapat dibuat dengan cara melarutkan ke dalam
air: Asam lemah dan garamnya Asam lemah berlebih dan suatu
basa kuat Garam asam lemah berlebih dan suatu asam atau basa kuat
Larutan penyangga basa dapat dibuat dengan cara melarutkan ke dalam
air: Basa lemah dan garamnya Basa lemah berlebih dan suatu asam
kuat Garam basa lemah berlebih dan suatu asam atau basa kuat

F. METODE PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Scientific Learning
2. Model : Discovery learning
3. Metode : Diskusi , tanya jawab, dan penugasan

G. MEDIA/ALAT/BAHAN
1. White board dan spidol
2. Laptop
3. LCD

H. SUMBER BELAJAR
 Watoni, AH. 2014. KIMIA untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok
Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam. Bandung : Yrama Widya
 Internet

I. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
1 Pendahuluan  Guru mengucapkan salam, melihat 10’
kondisi ruang kelas
 Salah satu siswa memimpin doa
untuk menciptakan suasana religius
di dalam kelas (religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
 Guru menanya pelajaran
sebelumnya
 Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
 Guru menyampaikan cakupan
materi yang akan di sampaikan
2 Inti  Memberi stimulus 60’
Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi
seperti membaca buku yang
berhubungan dengan komponen
larutan penyangga (literasi), lalu
guru memberikan stimulus berupa
tayangan gambar (disiplin)
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu

 Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan
peserta didik untuk menanyakan
tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)
 Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yang
relevan dari membaca literatur
(literasi) tentang komponen larutan
penyangga dan pengertian larutan
penyangga
 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan
ajar (literasi), mengerjakan soal
tentang komponen larutan
penyangga dan pengertian larutan
penyangga (HOTS)
 Pembuktian
Peserta didik melakukan
pemeriksaan untuk membuktikan
benar atau tidaknya jawaban
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
mengenai komponen larutan
penyangga dan pengertian larutan
penyangga
 Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang komponen
larutan penyangga
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali 20’
kepada peserta didik tentang
kejelasan materi yang telah
dipelajari.
 Evaluasi
Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu prinsip kerja
sistem penyangga: pengaruh ion
senama
 Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Ke-dua

No Tahap Kegiatan Estimasi


Waktu
1 Pendahuluan  Guru mengucapkan salam, melihat 10’
kondisi ruang kelas
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
 Salah satu siswa memimpin doa
untuk menciptakan suasana religius
di dalam kelas (religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
 Guru menanya pelajaran
sebelumnya
 Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
 Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti  Memberi stimulus 60’
Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi
seperti membaca buku yang
berhubungan dengan prinsip kerja
sistem penyangga: pengaruh ion
senama (literasi), lalu guru
memberikan stimulus berupa
tayangan gambar (disiplin)

 Identifikasi masalah
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Guru memberikan kesempatan
peserta didik untuk menanyakan
tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)
 Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yang
relevan dari membaca literatur
(literasi) tentang prinsip kerja
sistem penyangga: pengaruh ion
senama.
 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan
ajar (literasi), mengerjakan soal
yang berkaitan dengan tentang
prinsip kerja sistem penyangga:
pengaruh ion senama.
 Pembuktian
Peserta didik melakukan
pemeriksaan untuk membuktikan
benar atau tidaknya jawaban
mengenai prinsip kerja sistem
penyangga: pengaruh ion senama.
 Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang prinsip kerja
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
sistem penyangga: pengaruh ion
senama.
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali 20’
kepada peserta didik tentang
kejelasan materi yang telah
dipelajari.
 Evaluasi
 Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu pembuatan larutan
penyangga
 Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Ke-tiga
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
1 Pendahulua  Guru mengucapkan salam, melihat 10’
n kondisi ruang kelas
 Salah satu siswa memimpin doa
untuk menciptakan suasana religius
di dalam kelas (religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
 Guru menanya pelajaran sebelumnya
 Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
 Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti  Memberi stimulus 60’
 Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi
seperti membaca buku yang
berhubungan dengan pembuatan
larutan penyangga (literasi), lalu
guru memberikan stimulus berupa
tayangan gambar (disiplin)

Pembuatan penyangga asam

Pembuatan penyangga basa


 Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan
peserta didik untuk menanyakan
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)
 Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yang
relevan dari membaca literatur
(literasi) tentang pembuatan larutan
penyangga yaitu pembuatan larutan
penyangga asam, dan pembuatan
larutan penyangga basa.
 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan ajar
(literasi), mengerjakan soal yang
berkaitan dengan pembuatan larutan
penyangga yaitu pembuatan larutan
penyangga asam, dan pembuatan
larutan penyangga basa.
 Pembuktian
Peserta didik melakukan
pemeriksaan untuk membuktikan
benar atau tidaknya jawaban
mengenai pembuatan larutan
penyangga yaitu pembuatan larutan
penyangga asam, dan pembuatan
larutan penyangga basa.
 Menarik Kesimpulan
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang pembuatan
larutan penyangga
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali 20’
kepada peserta didik tentang
kejelasan materi yang telah
dipelajari.
 Evaluasi
 Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu penentuan pH
larutan penyangga
 Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Ke-empat
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
1 Pendahuluan  Guru mengucapkan salam, melihat 10’
kondisi ruang kelas
 Salah satu siswa memimpin doa
untuk menciptakan suasana religius
di dalam kelas (religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
 Guru menanya pelajaran
sebelumnya
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
 Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
 Guru menyampaikan cakupan materi
yang akan di sampaikan
2 Inti  Memberi stimulus 60’
 Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi
seperti membaca buku yang
berhubungan dengan penentuan pH
larutan penyangga (literasi), lalu
guru memberikan stimulus berupa
tayangan gambar (disiplin)

pH penyangga asam

pH penyangga basa
 Identifikasi masalah
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Guru memberikan kesempatan
peserta didik untuk menanyakan
tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)
 Pengumpulan data
Guru memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yang
relevan dari membaca literatur
(literasi) tentang penentuan pH
larutan penyangga yaitu pH
penyangga asam, pH penyangga
basa, sifat-sifat larutan penyangga,
dan kapasitas penyangga.
 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan
ajar (literasi), mengerjakan soal
yang berkaitan dengan penentuan pH
larutan penyangga yaitu pH
penyangga asam, pH penyangga
basa, sifat-sifat larutan penyangga,
dan kapasitas penyangga. (HOTS)
 Pembuktian
Peserta didik melakukan
pemeriksaan untuk penentuan pH
larutan penyangga yaitu pH
penyangga asam, pH penyangga
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
basa, sifat-sifat larutan penyangga,
dan kapasitas penyangga.
 Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang penentuan
pH larutan penyangga
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali 20’
kepada peserta didik tentang
kejelasan materi yang telah
dipelajari.
 Evaluasi
 Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu titrasi asam basa
menghasilkan larutan penyangga
 Berdoa dan memberi salam

Pertemuan Ke-Lima
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
1 Pendahuluan  Guru mengucapkan salam, melihat 10’
kondisi ruang kelas
 Salah satu siswa memimpin doa
untuk menciptakan suasana religius
di dalam kelas (religius)
 Menyanyikan lagu wajib nasional
 Guru mengabsen siswa
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
 Guru menanya pelajaran
sebelumnya
 Guru menyampaikan kompentesi
dasar dan tujuan materi yang akan di
pelajari
 Guru menyampaikan cakupan
materi yang akan di sampaikan
2 Inti  Memberi stimulus 60’
 Peserta didik diberikan rangsangan
untuk memusatkan pada materi
seperti membaca buku yang
berhubungan dengan titrasi asam
basa menghasilkan larutan
penyangga (literasi), lalu guru
memberikan stimulus berupa
tayangan gambar (disiplin)

 Identifikasi masalah
Guru memberikan kesempatan
peserta didik untuk menanyakan
tentang gambar yang ditayangkan
(rasa ingin tahu)
 Pengumpulan data
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
Guru memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk
mengumpulkan informasi yang
relevan dari membaca literatur
(literasi) tentang titrasi asam basa
menghasilkan larutan penyangga
 Pengolahan data
Dengan membaca literatur/bahan
ajar (literasi), mengerjakan soal
yang berkaitan dengan tentang titrasi
asam basa menghasilkan larutan
penyangga
 Pembuktian
Peserta didik melakukan
pemeriksaan untuk membuktikan
benar atau tidaknya jawaban
mengenai tentang titrasi asam basa
menghasilkan larutan penyangga
 Menarik Kesimpulan
Peserta didik bersama dengan guru
menyimpulkan tentang tentang
titrasi asam basa menghasilkan
larutan penyangga
3 Penutup  Pendidik menanyakan kembali 20’
kepada peserta didik tentang
kejelasan materi yang telah
dipelajari.
 Evaluasi
No Tahap Kegiatan Estimasi
Waktu
 Pendidik memberikan pesan untuk
mempelajari materi yang akan
dipelajari pada pertemuan
selanjutnya yaitu titrasi asam basa
 Berdoa dan memberi salam

J. PENILAIAN
1. Teknik Penilaian:
a. Penilaian Sikap : Observasi/pengamatan/Jurnal
b. Penilaian Pengetahuan : Tes Tertulis/Lisan/Penugasan
c. Penilaian Keterampilan : Praktik/Produk/Portofolio/Projek
2. Bentuk Penilaian:
a. Observasi :Lembar pengamatan aktivitas peserta
didik
b. Tes tertulis : Uraian dan lembar kerja
c. Unjuk kerja : Lembar penilaian presentasi
d. Portofolio : Penilaian laporan
3. Instrumen Penilaian (terlampir)
4. Remedial
a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang capaian
KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial
teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri
dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 2 kali (sesuai peraturan
akademik sekolah) dan apabila setelah 2 kali tes remedial belum
mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas
tanpa tes tertulis kembali.
5. Pengayaan
Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan
pembelajaran pengayaan sebagai berikut:
 Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum)

diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman


sebagai pengetahuan tambahan
 Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi
melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan
tambahan.

Mengetahui, Palembang, November 2017


Guru Mata Pelajaran Mahasiswa P4,

Putri Nilam Sejati, S.Pd. Anggin Cipta Kusuma


NIP 197309042006202005 NIM 06101181419069
Lampiran 1
BAHAN AJAR
LARUTAN PENYANGGA

1. Pentingnya Fungsi Larutan Penyangga

Kebanyakan reaksi-reaksi biokimia dalam tubuh makhluk hidup hanya dapat


berlangsung pada pH tertentu. Oleh karena itu, cairan tubuh harus merupakan
larutan penyangga agar pH senantiasa konstan ketika metabolisme berlangsung.
Dalam keadaan normal, pH dari cairan tubuh termasuk darah kita adalah 7,35 – 7,5.
Walaupun sejumlah besar ion H+ selalu ada sebagai hasil metabolisme dari zat-zat,
tetapi keadaan setimbang harus selalu dipertahankan dengan jalan membuang
kelebihan asam tersebut. Hal ini disebabkan karena penurunan pH sedikit saja
menunjukkan keadaan sakit.

Larutan penyangga sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa fungsi


larutan penyangga dalam kehidupan dapat kalian pelajari pada uraian di bawah ini.

pH darah tubuh manusia berkisar antara 7,35-7,45. pH darah tidak boleh kurang
dari 7,0 dan tidak boleh melebihi 7,8 karena akan berakibat fatal bagi manusia.
Organ yang paling berperan untuk menjaga pH darah adalah paru-paru dan ginjal.
Kondisi di mana pH darah kurang dari 7,35 disebut asidosis. Faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya kondisi asidosis antara lain penyakit jantung, penyakit
ginjal, kencing manis, dan diare yang terus-menerus. Sedangkan kondisi di mana
pH darah lebih dari 7,45 disebut alkolosis. Kondisi ini disebabkan muntah yang
hebat, hiperventilasi (kondisi ketika bernafas terlalu cepat karena cemas atau
histeris pada ketinggian).
2. Sistem Penyangga Alami

Untuk menjaga pH darah agar stabil, di dalam darah terdapat beberapa larutan
penyangga alami, yaitu:

1. Penyangga Hemoglobin
2. Penyangga Karbonat
3. Penyangga Fosfat
4. Penyangga Air Ludah
5. Penyangga pH Tanaman
6. Dll

3. Cara Kerja Sistem Penyangga

1. Penyangga Asam & Basa Umum

Sebenarnya penambahan sedikit asam, basa, atau pengenceran pada larutan


penyangga menimbulkan sedikit perubahan pH (tetapi besar perubahan pH
sangatlah kecil) sehingga pH larutan dianggap tidak bertambah atau pH tetap pada
kisarannya. Namun, jika asam atau basa ditambahkan ke larutan bukan penyangga
maka perubahan pH larutan akan sangat mencolok.

Prinsip kerja dari larutan penyangga yang dapat mempertahankan harga pH pada
kisarannya adalah sebagai berikut.

A. Larutan Penyangga Asam HA/A–

HA (aq) –> A– (aq) + H+ (aq)

– Jika ditambah sedikit asam kuat (H+)

Ion H+ dari asam kuat akan menaikkan konsentrasi H+ dalam larutan, sehingga
reaksi kesetimbangan larutan terganggu; reaksi akan bergeser ke kiri. Namun, basa
konjugasi (A – ) akan menetralisir H+ dan membentuk HA
A– (aq) + H+ (aq) → HA (aq)

Sehingga pada kesetimbangan yang baru tidak terdapat perubahan konsentrasi H+


yang berarti, besarnya pH dapat dipertahankan pada kisarannya.

– Jika ditambah sedikit basa kuat (OH–)

Ion OH– dari basa kuat akan bereaksi dengan H+ dalam larutan, sehingga
konsentrasi H+ menurun dan kesetimbangan larutan terganggu. Oleh karena itu, HA
dalam larutan akan terionisasi membentuk H+ dan A– , reaksi kesetimbangan
bergeser ke kanan.

OH–(aq) + H+(aq)→ H2O (l)

HA (aq) → A – (aq) + H+ (aq)

Sehingga, pada kesetimbangan yang baru tidak terdapat perubahan konsentrasi H+


yang nyata, pH larutan dapat dipertahankan pada kisarannya. Asam lemah dapat
menetralisir penambahan sedikit basa OH–.

HA (aq) + OH– (aq) → A– (aq) + H2O (l)

– Jika larutan penyangga diencerkan

Pengenceran larutan merupakan penambahan air (H2O) pada larutan. Air (H2O)
akan mengalami reaksi kesetimbangan menjadi H+ dan OH–, namun H2O yang
terurai sangat sedikit. Jadi, konsentrasi H+ dan OH– sangat kecil, sehingga dapat
diabaikan.

B. Larutan Penyangga Basa B/BH+

B (aq) + H2O (l) –> BH+ (aq) + OH– (aq)

– Penambahan sedikit asam kuat (H+)


H+ dari asam kuat dapat bereaksi dengan OH– pada larutan, sehingga konsentrasi
OH– menurun dan reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Basa lemah (B)
dalam larutan akan bereaksi dengan H2O membentuk asam konjugasinya dan ion
OH–.

H+ (aq) + OH– (aq) → H2O (l)

B (aq) + H2O (l) → BH + (aq) + OH– (aq)

Pada kesetimbangan yang baru tidak terdapat perubahan pH yang nyata, besarnya
pH dapat dipertahankan. Basa lemah dapat menetralkan penambahan sedikit asam
(H+).
Lampiran 2
Penilaian

INTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Nama Satuan pendidikan : SMA Negeri 1 Palembang


Tahun pelajaran : 2017/2018
Kelas/Semester : XI / Semester 2
Mata Pelajaran : Kimia

KEJADIAN/ BUTIR POS/ TINDAK


NO WAKTU NAMA
PERILAKU SIKAP NEG LANJUT
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
INSTRUMEN TES TERTULIS

1. 100 mL larutan CH3COOH 0,1 M (Ka = 10-5) dicampur dengan 200 mL larutan
CH3COONa 0,5 M. Hitunglah pH campuran tersebut
2. 100 mL larutan NH3 0,2 M dicampurkan dengan 100 mL larutan HCl 0,1 M.
tentukanlah pH larutan-larutan itu sebelum dan sesudah dicampur
3. Hitunglah pH dari 1 liter larutan yang mengandung 50 mmol CH3COOH dengan 5
mmol CH3COONa. Ka CH3COOH = 10-5. Apabila kedalam larutan tersebut
ditambah lagi 1 liter air, tentukanlah pH larutan itu sekarang!
4. 100 mL larutan NH3 0,1 M dicampurkan dengan 500 mL larutan NH4Cl 0,1 M (Kb
NH3 = 10-5). Berapakah pH larutan itu jika ditambah lagi 10 mL larutan NaOH 0,1
M!
5. Berapa gram ammonium sulfat (NH4)2SO4 yang harus ditambahkan ke dalam 500
mL larutan NH3 0,1 M untuk mendapatkan larutan penyangga dengan pH = 9. Kb
NH3 = 10-5,Ar H = 1; N = 14; O = 16; S = 32