Anda di halaman 1dari 5

Materi Ners Keperawatan Gawat Darurat Dan Bedah

1. BHD
-Primary survey : C-A-B
1. Danger :
- keamanan lingkungan, penolong, korban
- periksa kesadaran pasien
Sadar : amankan korban, aktifkan EMS
Tidak ada respon :
- Periksa nadi : ada nadi beri nafas spontan 10x/mnt
- Tidak ada nadi berikan compress dada 30:5 dengan kecepatan 100x/mnt
- Bebaskan jalan nafas dengan head tilt-chin lift (untuk korban tanpa cedera leher/servikal),
jika ada cedera leher/servikal lakukan jaw trust
- Cek nadi dan nafas setelah 5 siklus
- Setelah ada nadi dan nafas lakukan recovery position (posisi miring mantap)

2. Penggunaan alat untuk BHD


- Gudel/mayo/orofaringeal airway untuk membebaskan jalan nafas pada pasien yang tidak
sadar karena lidah dapat jatuh ke belakang menutup area jalan nafas.
- Laryngeal mask airway untuk membebaskan jalan nafas masuk sampai faring saja dengan
cuff diisi udara sehingga terjadi seal
- Aesofegal/double lumen airways dengan 2 pipa satu untuk esophagus, satu untuk
trakea..dengan balon udara dikembangkan setelah pipanya masuk melalui esophagus.
- ET : jika tidak ada nafas spontan dan koreksi hipokesia dengan SPO2 <85%

3. Luka Bakar
Derajat Luka Bakar
- Derajat 1 : terbatas epidermis
- Derajat 2 superfisial : epidermis dan dermis, sangat nyeri dan melepuh
- Derajat 2 dalam : masuk meluas ke lapisan dermis, mengenai syaraf dan folikel rambut
- Derajat 3 : mengenai dermis, epidermis dan jaringan subkutis.kapiler dan vena hangus
sehingga tidak nyeri,

Rule of nine

9
9
%
- Formula baxter untuk menghitung kebutuhan cairan untuk luka bakar
Dalam 24 jam pertama
4 x BB x % LB = …………….cc /24 jam
Untuk 8 jam pertama diberikan ½ dari perhitungan tersebut
Untuk menghitung kecepatan infusnya
(Fx tetesan x ∑ cairan (cc) ) : waktu (menit)
Contoh soal :
Pasien 50 th dengan BB 50 kg pasien nyeri mengalami luka bakar derajat 2 karena
ketumpahan kuah bakso. Seluruh luka di tangan ka/ki, sluruh badan, paha kaki ka/ki dan
kemaluan.
Jumlah % LB = 9+9+18+18+1 = 55%
Jumlah cairan dibutuhkan per 24% = 4 x 50 x 55 = 5500 cc
Kebutuhan 8 jam pertama = ½ x 5500 = 2750 cc
Jadi tetesan infus dg fx tetesan 20 adalah = (20 x 2750) : (8x 60) = 11.000 : 480=115 tts/mnt

4. Penilaian GCS (E-M-V)


Eye : spontan -> 4
Rangsang Suara -> 3
Rangsang Nyeri -> 2
Tidak ada -> 1

Verbal : spontan -> 5


Bingung ->4
Bicara tidak dimengerti/kata-kata masih jelas->3
Suara tanpa arti (mengerang, kata2 tidak jelas) ->2
Tidak ada suara -> 1

Motorik : Mengikuti perintah -> 6


Melokalisir nyeri -> 5 (menjangkau dan menjauhkan stimulus nyeri)
Menjauhi nyeri -> 4 (withdraws)
Fleksi normal -> 3 (fleksi abduksi)
Ekstensi abnormal -> 2
Taka da respon -> 1

5. Jenis2 Suara Nafas


- Wheezing = mengi, sesak nafas karena penyempitan saluran nafas
- Stridor = mengorok
- Gurgling = sperti berkumur
- Kussmaau = nafas pendek2 biasanya pada kasus2 gangguan asam basa, nafas bau aseton
- Vesikuler = suara nafas bersih, pada pernafasan normal
- Krekels = penundaan pembukaan jalan nafas, sperti rambut bgesekan/parau
- Ronkhi = karena sumbatan jalan nafas seperti mengorok,

6. Macam2 bunyi perkusi pada pemeriksaan fisik


- Pekak = bunyi palpasa mengenai organ/jaringan
- Sonor = bunyi perkusi karena udara (paru2)
- Redup = Cairan (jantung)
- Tympany = abdomen

7. Macam2 posisi pasien


- Fowler = duduk
- Semi fowler = setengah duduk (untuk pasien gaguan pernafasan)
- Fleksi = menekuk
- Ektensi = lurus
- Pronasi = telungkup
- Supinasi = telentang
- Trendelenburg = kaki lebih tiinggi (untuk melancarkan peredaran darah ke otak)
- Posisi sim = miring
- Litotomi = kaki ditekuk dan paha terbuka, tangan memegangi kaki (melahirkan)
- Dorsal recumbent = kaki ditekuk dan paha terbuka, untuk pemeriksaan vaginal/rektal, kaki
menempel
- Posisi chest-knee/genu pectoral = menungging untuk pemeriksaan

8. Koreksi asam basa


a. Asidosis Respiratorik = PH turun, PCO2 naik, HCO3 normal dikarenakan karena paru2 tak
bias mengabsorbsi CO2 berlebihan dari dalam tubuh.
Pada kasus edema pulmonal akut, depresi SSP, penyakit pernafasan kronik, gangguan otot
pernafasan dada dan perut, ventilaki mekanik inadekuat, oversedasi, infeksi pulmoner parah
Metabolic = PH turun, PCO2 turun, HCO3 turun
b. Alkalosis Respiratori = PH naik, PCO2 turun, HCO3 normal dikarenakan paru2 terlalu banyak
mengeliminasi CO2 dari2 paru keluar tubuh,
Kasus : kecemasan, hiperventilasi, ketakutan, gagal jantung, hipoksemia, radang hati, nyeri.
c. Asidosis Metabolik = PH turun, HCO3 turun dikarenakan peningkatan asam h+ dan
penurunan bikarbonat (HCO3- )
Pada kasus2 metabolisme anaerop, hipereliminasi, ketoasidosis, gagal ginjal, sepsis parah,
kelaparan
d. Alkalosis metabolic = PH naik, HCO3 naik dikarenakan penurunan asam h+ dan peningkatan
HCO3-
Pada kasus penggunaan bikarbonat berlebihan, admistrasi laktat pada dyalisis
Nilai lab normal AGD
PCO2 = 35-45 mmhg
HCO3- = 22-26 mEq/L
PH = 7,35-7,45
9. DIARE & DEHIDRASI
Derajat dehidrasi
- Derajat 1 (ringan) kehilangan 5-8 % dari kgBB
- Derajat 2 (sedang) kehilangan 8-10% dari kgBB
- Derajat 3 (berat) kehilangan >10% dari kg BB
Kebutuhan cairan itu 5-10cc/kgBB

10. SYOK DAN PENANGANANNYA


a. Syok hipovolemik = ketidakcukupan cairan volum sirkulasi
b. Syok kardiogenik = ketidakcukupan fungsi pompa jantung
c. Syok distributive = maldistribusi aliran darah
d. Syok obstruktif = hambatan aliran darah eksta kardiak
e. Syok septik = keadaan hipoperfusi jaringan karena infeksi bakteri yang berat (sepsis)

Gejala syok

- Hipertermi/hipotermi
- Nadi meningkat
- TD meningkat di awal syok menurun saat kegagalan kompensasi
- Kesadaran menurun
- Akral dingin, sianosis, pucat,
- Takipnea
- Penurunan produksi urin

Penatalaksanaan

- Menjaga patensi jalan nafas dan mengontrol usaha nafas baik dengan tambahan konsumsi
oksigen baik hingga ventilasi mekanik untuk mempertahankan SPO2 >93% dan PCO2 35-40
mmhg
- Stabilisasi sirkulasi : dengan resusitasi cairan dimulai dengan cairan kristaloid dan isotonic
pada 1 jam pertama dengan 500-1000cc, untuk kasus syok hipovelimia ringan dengan
diberikan cairan 20cc/kgBB
- Pemberian obat2an vasopressor

11. Fisioterapi dada


- Clubbing,
- Vibrating
- Batuk efektif
- Minum air hangat

12. Keracunan (DOTUM & ANTIDOTUM)


a. Keracunan alcohol :
b.

10 BESAR KASUS PENYAKIT


1. HT
2. DM
3. PPOK
4. GAGAL GINJAL
5. DIARE
6. AMI
7. STROKE
8. EFUSI PLEURA
9. CC
10. ANEMIA
11. FRAKTUR
12. TB
13. LUKA BAKAR