Anda di halaman 1dari 4

Beda Belanja Pegawai, Belanja Barang/Jasa, dan Belanja Modal Dana BOS - Dana BOS

pada dasarnya digunakan sebagai pembiayaan operasional sekolah dalam rangka mensukseskan
progran sekolah gratis dan wajib belajar dari pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, penggunaan dana BOS harus berpedoman pada petunjuk teknis (juknis)
BOS yang setiap tahun diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya
tentu saja agar penggunaan bisa tepat sasaran sesuai aturan yang berlaku dan efektif dalam
menunjang operasional sekolah.

Secara umum, belanja dari penggunaan dana BOS dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu belanja
pegawai, belanja barang/jasa, dan belanja modal. Ketiganya memiliki perbedaan yang harus
diketahui oleh tim manajemen BOS sekolah, sehingga setiap pengeluaran yang terjadi bisa di
klasifikasikan sesuai jenisnya.

Lalu..

Apa saja perbedaan ketiganya? Simak penjelasannya di bawah ini.

Beda Belanja Pegawai, Belanja Barang/Jasa, dan Belanja


Modal
Belanja Pegawai

Kompensasi dalam bentuk uang maupun barang yang diberikan kepada pegawai negeri, pejabat
negara, dan pensiunan serta pegawai honorer yang akan diangkat sebagai pegawai lingkup
pemerintahan baik yang bertugas di dalam maupun di luar negeri sebagai imbalan atas pekerjaan
yang telah dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas dan fungsi unit organisasi pemerintah.

Pembiayaan jenis belanja ini biasanya seperti gaji guru honor, insentif tidak rutin seperti insentif
penerimaan siswa baru, pengelolaan dana BOS, dan sejenisnya seperti :

 Honorarium Panitia Pelaksana Kegiatan


 Honorarium Tim Pengadaan Barang dan Jasa
 Honorarium Operasional Kegiatan
 Honorarium Pegawai Honorer/ Tidak Tetap
 Honorarium Pelaksana Kegiatan

Belanja Barang/Jasa

Pengeluaran untuk pembelian barang dan/atau jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang
dan/atau jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan serta pengadaan barang yang
dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada masyarakat di luar kriteria belanja bantuan
sosial serta belanja perjalanan.

Jenis pengeluaran terdiri antara lain :

 Belanja keperluan perkantoran;


 Belanja pengadaan bahan makanan;
 Belanja penambah daya tahan tubuh;
 Belanja bahan;
 Belanja pengiriman surat dinas;
 Honor yang terkait dengan operasional Satker;
 Belanja langganan daya dan jasa (ditafsirkan sebagai Listrik, Telepon, dan Air) termasuk
atas rumah dinas yang tidak berpenghuni;
 Belanja biaya pemeliharaan gedung dan bangunan (ditafsirkan sebagai gedung
operasional sehari-hari berikut halaman gedung operasional);
 Belanja biaya pemeliharaan peralatan dan mesin (ditafsirkan sebagai pemeliharaan aset
yang terkait dengan pelaksanaan operasional Satker sehari-hari) tidak termasuk biaya
pemeliharaan yang dikapitalisasi;
 Belanja sewa gedung operasional sehari-hari satuan kerja; dan
 Belanja barang operasional lainnya yang diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
dasar lainnya.
Belanja Modal

Pengeluaran untuk pembayaran perolehan asset dan/atau menambah nilai asset tetap/asset
lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi dan melebihi batas minimal
kapitalisasi asset tetap/asset lainnya yang ditetapkan pemerintah.

Dalam pembukuan nilai perolehan aset dihitung semua pendanaan yang dibutuhkan hingga asset
tersebut tersedia dan siap untuk digunakan. Termasuk biaya operasional panitia pengadaan
barang/jasa yang terkait dengan pengadaan asset berkenaan.

Belanja modal dipergunakan untuk antara lain:

Belanja modal tanah


Seluruh pengeluaran untuk pengadaan/pembelian/pembebasan/ penyelesaian, balik nama,
pengosongan, penimbunan, perataan, pematangan tanah, pembuatan sertifikat tanah serta
pengeluaran-pengeluaran lain yang bersifat administratif sehubungan dengan perolehan hak dan
kewajiban atas tanah pada saat pembebasan/pembayaran ganti rugi sampai tanah tersebut siap
digunakan/dipakai.

Belanja modal peralatan dan mesin


Pengeluaran untuk pengadaan peralatan dan mesin yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan
antara lain biaya pembelian, biaya pengangkutan, biaya instalasi, serta biaya langsung lainnya
untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan.

Belanja modal gedung dan bangunan


Pengeluaran untuk memperoleh gedung dan bangunan secara kontraktual sampai dengan gedung
dan bangunan siap digunakan meliputi biaya pembelian atau biaya konstruksi, termasuk biaya
pengurusan IMB, notaris, dan pajak (kontraktual). Dalam belanja ini termasuk biaya untuk
perencanaan dan pengawasan yang terkait dengan perolehan gedung dan bangunan.

Belanja modal jalan, irigasi, dan jaringan


Pengeluaran untuk memperoleh jalan dan jembatan, irigasi dan jaringan sampai siap pakai
meliputi biaya perolehan atau biaya kontruksi dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan sampai
jalan dan jembatan, irigasi dan jaringan tersebut siap pakai. Dalam belanja ini termasuk biaya
untuk penambahan dan penggantian yang meningkatkan masa manfaat, menambah nilai aset, dan
di atas batas minimal nilai kapitalisasi jalan dan jembatan, irigasi dan jaringan.

Belanja modal lainnya


Pengeluaran yang diperlukan dalam kegiatan pembentukan modal untuk
pengadaan/pembangunan belanja modal lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan dalam
perkiraan kriteria belanja modal Tanah, Peralatan dan Mesin, Gedung dan Bangunan, Jaringan
(Jalan, Irigasi dan lain-lain). Termasuk dalam belanja modal ini: kontrak sewa beli (leasehold),
pengadaan/pembelian barang-barang kesenian (art pieces), barang-barang purbakala dan barang-
barang untuk museum, serta hewan ternak, buku-buku dan jurnal ilmiah sepanjang tidak
dimaksudkan untuk dijual dan diserahkan kepada masyarakat. Termasuk dalam belanja modal ini
adalah belanja modal non fisik yang besaran jumlah kuantitasnya dapat teridentifikasi dan
terukur

Demikian artikel mengenai Beda Belanja Pegawai, Belanja Barang/Jasa, dan Belanja Modal
Dana BOS. Semoga bermanfaat.