Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Jalan merupakan peran yang sangat besar untuk pertumbuhan
ekonomi dan sosial bahkan turut pula mempengaruhi kondisi politik dan
keamanan. Selain itu jalan merupakan banguna supra – struktur dalam hal
pemerataan sosial. Peran yang penting ini menuntut bahwa juga harus
mendapat prioritas utama dalam pembangunan bangsa sehingga pemerintah
harus menempatkan pembangunan jalan sebagai objek penting dalam
program pembangunannya.
Proyek Insfrastruktur jalan tol JORR 2, yang akan menghubungkan
Bandara Soekarno Hatta hingga Cibitung. Tol sepanjang 11,2 KM ini
dikelola oleh PT. Marga Trasns Nusantara (MTN) mlik Jasamarga.
Tol Kunciran Serpon ini berfungsi mengurai lalu lintas yang saat ini
menumpuk di dalam kota Jakarta, maupun di JORR. Jalan tol ini nantinya
akan terhubung dengan jalan tol Jakarta – Tangerang, Jalan tol Cengkareng –
Batuceper, Jalan tol Jakarta – Serpong, serta jalan tol Serpong – Cinere.
Dalam proses pembangunannya jalan tol ini terdiri dari zona 1, zona 2, dan
zona 3.
Karena setiap pembangunan jalan akan bertemu hambatan seperti
pemukiman warga, jalan existing untuk warga, sungai dan bentang alam
lainnya, maka perlu dibuat jembatan untuk menghubungkan jalan tersebut.
Dalam proyek pembangunan jalan tol JORR2 ini dibuat sebanyak 6 jembatan
overpass dan underpass. Penyebutan overpass disini ditujukan untuk
jembatan yang dilalui oleh kendaraan warga atau jalan existing yang biasa
dilewati oleh warga. Sedangkan underpass adalah jembatan yang dilalui oleh
kendaran yang melintasi jalan tol tersebut.
Jenis jembatan yang digunakan adalah jembatan beton prategang
atau jembatan girder, dengan menggunakan balok I girder sebagai komponen

1
2

utamanya. Jembatan girder dianggap sangat cocok dengan situasi lokasi


dan bentang yang cukup panjang. Jembatan beton prategang ini diharapkan
terjamin keutuhan strukturnya selama umur rencana, dan mampu
menahan beban yang lebih besar dari kendaraan – kendaraan yang melintasi
jalur tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

untuk mempersingkat penelitian ini maka penulis merumsukan


peneliatan sebagai berikut “ bagaimana proses pengerjaan pekerjaan Girder
pada overpass Parigi – Serpong “

1.3 Batasan masalah


Dalam pekerjaan pembangunan overpass Parigi - Serpong ada beberapa
tahap pengerjaan yang dikerjakan, antara lain : pekerjaan pondasi tiang
pancang, pekerjaan abutment, pekerjaan pemasangan girder, pekerjaan plat
injak, pekerjaan wing wall, pekerjaan plat lantai, pekerjaan trotoar dan tiang
sandaran,dan pekerjaan finishing. karena pada saat pelaksanaan kerja praktek
selesai, pekerjaan overpass Parigi- Serpong hanya sampai tahap pekerjaan
Erection Girder maka “Batasan masalah yang diambil adalah hanya pada
proses pekerjaan pemasangan balok girder”,

1.4 Tujuan Dan Manfaat

Adapun tujuan dan manfaat dari penulis ini antara lain :

1. Untuk memenuhi mata kuliah Kerja Peraktek di Fakultas Teknik Program


Studi Teknik Sipil SI Universitas Muhammadiyah Tangerang.
2. Mahasiswa dapat mengetahui proses dan metode pelaksanaan pekerjaan
Balok Girder pada jembatan dan menambah pemahaman, wawasan,
pengetahuan, dalam menghadapi kendala yang terjadi di lapangan.
3. Menerapkan ilmu pengetahuan yang telah di peroleh selama perkuliahan
dan membandingkan ilmu di lapangan.
3

Manfaat Laporan Kerja Praktek ini diharapakan bermanfaat untuk :


1. Mahsiswa yang akan membahas tentang proses pelaksaaan pekerjaan
balok girder pada jembatan saat sidang Keja Praktek.
2. Pihak – pihak yang membutuhkan informasi dan mempelajari hal yang
dibahas dalam laporan kerja praktek.

1.5 Metologi Pengumpulan Data

Laporan Kerja Praktek ini disusun berdasarkan data, petunjuk, serta


pembahasan-pembahasan mengenai pelaksanaan berbagai pekerjaan yang
dilakukan, penulis menggunakan metode sebagai berikut :
1. Metode interview
Melakukan kegiatan wawancara dengan pihak terkait antara lain
pelaksana proyek dan pemilik proyek mengenai pekerjaan tersebut.
2. Cara Konsultasi
Dengan mengadakan konsultasi kepada dosen pembimbing yang telah di
tentukan yang berupa arahan, koreksi, beserta bimbingan dan masukan
guna mendapat hasil akhir yang baik penyusunan Kerja Praktek ini.
3. Studi Keputusan
Pengumpulan data beserta informasi melalui internet dan buku-buku yang
diharapkan dapat menunjang dalam peyusunan hasil laporang kerja
praktek.

1.6 Sistematika Penulisan

Laporan Kerja Praktek Overpass Pargi - Serpong Kota Tangerang


Selatan ini terdiri dari 5 bab yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
4

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, identifikasi masalah,


batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi
penelitian dan sistematika penulisan laporan.

BAB II LANDASAN TEORI


Bab ini berisi kerangka teori yang menjelaskan tentang teori-teori
pendukung penelitian sehingga pembaca dapat memahami lebih baik
tentang isi dari laporan Kerja Praktek ini.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini menjelaskan tentang struktur organisai perusahaan, data
umum proyek berupa lokasi, sejarah perusahaan, , bidang kerja
perusahaan, tugas dan tanggungjawab serta hal-hal yang menyangkut
kondisi perusahaan.
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan tentang kondisi proyek pada saat mahasiswa
melakukan kerja praktek. Gambaran isi antara lain pekerjaan
pemasangan balok girder dan struktur jembatan yang terdiri dari,
pekerjaan persiapan, pendahuluan (pengukuran dan penyesuaian
elevasi berdasarkan titik BM), pondasi, perancah, pembesian,
bekisting, pengecoran dan pembongkaran bekisting.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Menjelaskan tentang kesimpulan yang didapat setelah pelaksanaan
kerja praktik di proyek dan saran yang diberikan untuk kemajuan
pelaksanaan proyek serta proses perkuliahan dikemudian hari serta
untuk perbaikan pelaksanaan proyek.