Anda di halaman 1dari 6

1.

Perencanaan Siklus 1
a. Skenario Perbaikan Siklus 1

Tujuan perbaikan : Meningkatkan kemampuan kognitif anak melaui kegiatan


menghitung dengan metode pemberian tugas di kelompok A
KB Harapan Bunda

Siklus ke :1

Hari/tanggal : 09-10-2017

Hal yang diperbaiki/ditingkatkan: Skenario perbaikan siklus 1

Setelah melakukan diskusi, akhirnya penulis, dan supervisor 2


menyepakati beberapa hal yang sebaiknya dilakukan dalam meningkatkan
kemampuan kognitif anak melalui kegiatan berhitung dengan pemberian tugas.
Hal-hal tersebut adalah :

1) Lebih berinteraksi dengan anak didik, memberikan motivasi dan memberi


penguatan berupa rewads seperti tanda bintang yang berarti hebat atau
pintar.
2) Menambah alat peraga yang digunakan agar lebih menarik.
3) Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, untuk menumbuhkan
rasa percaya diri anak.
4) Memberi tambahan alokasi waktu agar anak mempunyai banyak waktu
untuk bereksplorasi.

b. RKH Perbaikan Siklus 1

Secara umum prosedur pembelajaran pada siklus 1, setiap pertemuan pada


siklus ini juga diberi sedikit variasi agar anak tidak mengalami kebosanan dan
suasana lebih menyenangkan. Adapun variasi pertemuan yaitu :

a. Merubah tempat duduk anak.


b. Memberi motivasi / rewads pada anak.
c. Merangsang anak dengan pertanyan-pertanyaan materi pelajaran sehingga
anak dapat lebih termotivasi dan percaya diri.
RKH yang digunakan dalam perbaikan ini terbagi menjadi 3 langkah-
langkah pembelajaran yaitu :

a. Kegiatan pengembangan 1 (Pembukaan)


 Judul kegiatan menyanyi bersama “ Satu,Dua”
 Pengelolaan Kelas :
1. Penataan ruangan diubah sehingga terdapat area kosong untuk
membentuk lingkaran
2. Pengorganisasian anak, posisi anak diubah menjadi bentuk
lingkaran dengan posisi berdiri.
 Langkah-langkah perbaikan :
1. Guru menyanyi lagu secara utuh
2. Guru mengucap syair lagu baris demi baris
3. guru meminta anakmengikuti baris demi baris
4. guru mengajak anak bernyanyi bersama-sama
5. guru meminta anak bernyanyi perindividu
b. kegiatan pengembangan II (Inti)
 Judul kegiatan :mengelompokan gambar ayam,lalu menghitung
banyaknya masing-masing kelompok gambar sesuai gambar
 Pengelolaan Kelas :
1. Penataan ruangan diubah sehingga terdapat area kosong dengan
karpet/tiker
2. Pengeoganisasian anak, posisi anak duduk berkelompok
 Langkah-langkah :
1. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan
2. Guru memberi contoh menghitung banyaknya gambar ayam
3. Anak memperhatikan contoh yang ditunjukan oleh guru
4. Guru membagikan lembar tugas ke masing-masing kelompok
5. Anak-anak menerima pemberian tugas
6. Guru dan anak-anak bersama-sama menghitung jumlah ayam
7. Guru menyuruh anak menghitung jumlah hewan perkelompok
c. Kegiatan Pengembangan III (Penutup)
 Judul kegiatan: Tanya jawab tentang menghitung jumlah gambar ayam
 Pengelolaan Kelas:
1. Penataan ruangan masih membentuk lingkaran
2. Pengorganisasian anak, posisi anak duduk membentuk lingkaran
 Langkah-langkah Perbaikan
1. Guru mengajak anak berdiskudi tentang jumlah ayam, jumlah kaki
ayam suara ayam
2. Guru mengajukan pertanyaan
3. Anak menjawab pertanyaan
4. Guru menyimpulkan materi.
5. Guru memberikan penguatan dan nasihat kepada anak.
6. Anak diajak untuk membaca ayat untuk berdoa sebelum pulang.
7. Guru dan anak mengucap salam.
2. Perencanaan Siklus 2

a. Skenario Perbaikan Siklus 2


Tujuan Perbaikan : Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui
Kegiatan Menghitung Melalui Metode Pemberian Tugas

Siklus ke : II (dua)

Hari/tanggal : 17-10-2017

Hal-hal yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan adalah :

Skenario perbaikan siklus 2 ini pada prinsipnya sama dengan skenario


pada siklus 1, namun ada sedikit hal-hal yang perlu diperbaiki. Setelah melakukan
diskusi, akhirnya penulis, dan supervisor 2 menyepakati beberapa hal yang
sebaiknya dilakukan dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui
kegiatan berhitung dengan pemberian tugas. Hal-hal tersebut adalah :

5) Lebih berinteraksi dengan anak didik, memberikan motivasi dan memberi


penguatan berupa rewads seperti tanda bintang yang berarti hebat atau
pintar.
6) Menambah alat peraga yang digunakan agar lebih menarik.
7) Menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, untuk menumbuhkan
rasa percaya diri anak.
8) Memberi tambahan alokasi waktu agar anak mempunyai banyak waktu
untuk bereksplorasi.

b. RKH Perbaikan Siklus 2

Secara umum prosedur pembelajaran pada siklus 2 ini sama seperti proses
pembelajaran pada siklus 1, setiappertemuan pada siklus ini juga diberi sedikit
variasi agar anak tidak mengalami kebosanan dan suasana lebih menyenangkan.
Adapun variasi pertemuan yaitu :

d. Merubah tempat duduk anak.


e. Memberi motivasi / rewads pada anak.
f. Merangsang anak dengan pertanyan-pertanyaan materi pelajaran sehingga
anak dapat lebih termotivasi dan percaya diri.

RKH yang digunakan dalam perbaikan ini terbagi menjadi 3 langkah-


langkah pembelajaran yaitu :

a. Kegiatan Awal ( ± 20 menit)


1. Berbaris.
2. Mengatur tempat duduk
3. Membaca doa
4. Memberikan apersepsi

b. Kegiatan Inti ( ± 70 menit)


1. Guru menyiapkan alat peraga berupa gambar-gambar hewan.

2. Guru menjelaskan tentang kegiatan yang akan dikerjakan anak.


3. Guru menjelaskan aturan-aturan sebelum kegiatan berlangsung.
4. Guru menjelaskan cara mengelompokan gambar hewan kemudian
menghitung jumlah dengan benar.
5. Guru membimbing anak untuk tampil di depan kelas secara
individu.
6. Anak secara bergiliran diberi kesempatan untuk mengelompokan
gambar hewan kemudian menghitung jumlah hewan dengan benar
di depan kelas.
7. Guru membuat pertanyaan materi yang disajikan.
8. Secara individu anak dibimbing mengelompokan gambar hewan
kemudian menghitung jumlah hewan dengan benar.
9. Guru mengamati dan menilai proses kegiatan yang sedang
berlangsung.
c. Kegiatan Penutup ( ± 30 menit)

1. Guru mengajak anak mengingat kembali isi cerita yang didengar.


2. Guru kembali kembali melakukan tanya jawab tentang isi bacaan
untuk membuat kesimpulan.
3. Guru dan anak merangkum kegiatan pembelajaran.
4. Guru memberikan penguatan dan nasihat kepada anak.
5. Anak diajak untuk membaca ayat untuk berdoa sebelum pulang.
6. Guru dan anak mengucap salam.