Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS METODE PEMBIBITAN PUCUNG (Pangium edule)

Choirudin, S.Hut,
Choirudin_mh5472@yahoo.com

ABSTRACK

Manfaat Pohon Pucung adalah buahnya yang sering kali digunakan sebagai bumbu dapur masakan
Indonesia seperti rawon. Selain itu, kayu pohon Pucung juga cukup baik dan kuat sebagai bahan
pertukangan.Pohon ini memiliki perakaran yang kuat sehingga cocok digunakan sebagai pohon
pelindung dan penghijuan di daerah aliran sungai. Meskipun bukan termasuk pohon langka, namun
pada kenyataannya pohon pucung ini mulai jarang ditemukan. Untuk menjaga kelestariannya,
maka perlu digalakkan pembuatan bibitnya. Oleh sebab itu perlu adanya kajian terkait metode
pembibitan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji metode pembibitan
pohon pucung dengan cara dibakar, direndam dengan air aki dan ditanam langsung / derect seed.
Dari pengujian penyemaian benih Pucung yang telah dilakukan menunjukkan metode derect seed /
kontrol mempunyai tingkat perkecambahan yang lebih besar dibandingkan dengan metode dibakar
dan direndam air aki. Persen berkecambah Metode derect seed adalah 90 %, sedangkan metode
dibakar adalah 10 % dan metode direndam adalah 0 %.

Kata Kunci : Pucung, Metode Pembibitan

I. PENDAHULUAN jatuh dari pohon dikumpulkan dalam satu


karung dan dibiarkan basah oleh air hujan
A. Latar Belakang atau malah direndam dalam air dalam waktu
10-14 hari. Dengan begitu, selain kulit atau
Manfaat Pohon Pucung adalah sabutnya lebih mudah dikupas juga dapat
buahnya yang sering kali digunakan sebagai menghilangkan racun asam sianida yang
bumbu dapur masakan Indonesia seperti terdapat pada bijinya (Alamendah, 2016).
rawon. Bijinya pun dapat dimakan langsung Tanaman ini tumbuh di hutan hujan tropika
setelah menjalani proses pemeraman untuk basah dan merupakan tanaman asli yang
menghilangkan zat asam sianida yang tumbuh mulai dari Asia Tenggara hingga
dikandungnya. Meskipun demikian bila Pasifik Barat, termasuk di Indonesia.
dimakan dalam jumlah tertentu apalagi bagi Karena banyaknya manfaat pohon
yang kurang tahan dapat mengakibatkan efek Pucung dan untuk menjaga kelestariannya,
pusing (mabuk). Selain itu, kayu kepayang maka perlu digalakkan pembuatan bibitnya.
juga cukup baik dan kuat sebagai bahan Oleh sebab itu perlu adanya kajian terkait
pertukangan. Dan lagi, tumbuhan asli metode pembibitan yang efektif dan efisien.
Indonesia ini memiliki perakaran yang kuat
sehingga cocok digunakan sebagai pohon B. Rumusan Masalah
pelindung dan penghijuan di daerah aliran
sungai. Untuk menghilangkan kandungan Rumusan masalah dari penelitian ini
asam sianida, buah kepayang atau kluwek adalah bagaimana menguji metode
(Pangium edule) yang telah matang dan

1
pembibitan pucung dengan cara dibakar dan 3. Penetapan Tujuan Penelitian
direndam dalam air aki Penetapan tujuan penelitian
untuk memberikan arah bagi peneliti
C. Tujuan sehingga penelitian dapat direncanakan
dan dilakukan dengan baik.
Tujuan dari penelitian ini adalah 4. Pengumpulan Data
menguji metode pembibitan pucung dengan a. Perlakuan Benih
cara dibakar dan direndam dalam air aki Perlakuan benih dengan metode
II. METODE PENELITIAN dibakar dilakukan dengan langkah -
langkah sebagai berikut :
A. Objek Penelitian - Siapkan benih pucung
- Lakukan pembakaran terlebih
Obyek penelitian ini adalah metode dahulu, yaitu dengan meletakkan
pembibitan pohon pucung di Kabupaten benih di tanah kemudian ditutupi
Kebumen. Lokasi pengujian dilaksanakan di dengan daun kering atau jerami
Desa Donorojo Kecamatan Sempor. Benih kering kemudian dibakar
didapat dari pohon induk Pucung yang ada di - Tujuan dari pembakan ini adalah
Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor. untuk mematahkan dormansi benih
Metode yang digunakan dalam penelitian ini - Tabur benih pada bedeng semai
adalah metode purposive sampling. Perlakuan benih dengan metode
Purposive karena obyek penelitian mudah direndam air aki dilakukan dengan
diamati, sehingga tujuan pengamatan dapat langkah-langkah sebagai berikut:
dilakukan setiap hari. - Siapkan benih
- Lakukan perendaman benih Pucung
Penyemaian benih dilakukan pada terlebih dahulu, yaitu dengan
tanggal 8 November 2015. Waktu merendam sampel benih Pucung di
pengamatan dilaksanakan selama satu bulan ember yang berisikan air dicampur
mulai tanggal 8 November 2015 sampai dengan air accu dengan
dengan tanggal 8 Desember 2015. Sampel perbandingan 2,5 liter air dan 250 ml
yang akan diuji sebanyak 10 sampel dengan air accu atau 10 air : 1 air accu
metode dibakar, 10 sampel dengan metode selama 5 menit
direndam air aki dan 10 sampel dengan cara - Tujuan dari perendaman ini adalah
disemai langsung / derect seed (kontrol). untuk mematahkan dormansi benih
Indikator pengamatannya adalah jumlah - Tiriskan benih dan tabur pada bedeng
benih yang tumbuh / berkecambah. semai
B. Tahapan Penelitian Perlakuan benih sebagai kontrol
Penelitian dilakukan melalui tahap- dilakukan dengan penanaman
tahap sebagai berikut: langsung / derect seed yaitu dengan
1. Studi Pustaka cara sebagai berikut:
Studi pustaka dilakukan untuk - Siapkan benih pucung
mencari dasar-dasar teori yang relevan - Langsung tabur pada bedeng semai
dengan permasalahan yang dihadapi b. Cara Pengumpulan Data
sehingga dengan studi pustaka ini Pengumpulan data dilakukan
diharapkan diperoleh dasar acuan yang dengan melakukan pengamatan secara
kuat bagi analisis dan pemecahan langsung di lapangan.
masalah yang dihadapi c. Data Yang Diperlukan
2. Perumusan Masalah Secara umum data yang
Perumusan masalah dilakukan diperlukan adalah sebagai berikut:
supaya penelitin tidak terlalu meluas dan 1) Data Primer
menghasilkan penelitian yang terfokus.

2
Data primer meliputi data Kerajaan: Plantae
tentang aspek fisiologis dari tanaman
pucung yang mengalami perlakuan. Divisi: Magnoliophyta
Data ini diperoleh dengan mengamati Kelas: Magnoliopsida
secara langsung dilapangan. Ordo: Malpighiales
2) Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari Famili: Achariaceae
data terkait hasil penelitian Genus: Pangium
sebelumnya, literatur dan sumber- Spesies: P. edule
sumber yang lain. Data ini berfungsi
sebagai pendukung data primer. (Anonim, 2016)
5. Analisis dan Pengolahan Data
Analisis dan pengolahan data Pohon kepayang atau kluwek
dilakukan dengan menganalisis hasil (Pangium edule) berbatang lurus yang
perhitungan persentare perkecambahan tingginya mampu mencapai 60 meter dengan
metode yang digunakan. Rumus diameter batang mencapai 120 cm.
perhitungan persen perkecambahan yang Percabangannya tidak terlalu rapat. Daunnya
digunakan : berbentuk jantung, dengan lebar 15 cm. dan
Persen berkecambah = ( sampel yg panjang 20 cm. berwarna hijau gelap dan
berkecambah / sampel yg disemai ) x 100% mengkilap di bagian atas, sementara bagian
bawahnya agak keputihan dan sedikit
berbulu. Bunga kepayang atau kluwek
(Pangium edule) tumbuh di pucuk ranting,
III. TINJAUAN PUSTAKA berwarna putih kehijauan, mirip dengan
bunga pepaya. Buah kepayang berbentuk
A. Pucung lonjong dengan bagian ujung dan pangkal
Kepayang, kluwek, keluwek, keluak, meruncing, berukuran panjang 30 cm dan
atau kluak (Pangium edule Reinw. ex Blume; lebar 20 cm. Bentuk buah kepayang mirip
suku Achariaceae, dulu dimasukkan dalam bola rugby atau American Football. Warna
Flacourtiaceae) adalah tumbuhan berbentuk kulit buah cokelat, dengan permukaan agak
pohon yang tumbuh liar atau setengah liar. berbulu. Daging buah putih dan lunak. Biji
Orang Sunda menyebutnya picung atau kepayang bertempurung, berbentuk asimetris,
pucung (begitu pula sebagian orang Jawa dengan ukuran 3 – 4 cm. Tempurung biji
Tengah) dan di Toraja disebut pamarrasan. bertekstur dengan warna cokelat kehitaman.
Biji keluwek dipakai sebagai bumbu dapur Ketebalan tempurung antara 3 sd. 4 mm. dan
masakan Indonesia yang memberi warna sangat keras. Daging biji berwarna sangat
hitam pada rawon, daging bumbu kluwek, putih. Tanaman ini tumbuh di hutan hujan
brongkos, serta sup konro. Bijinya, yang tropika basah dan merupakan tanaman asli
memiliki salut biji yang bisa dimakan, bila yang tumbuh mulai dari Asia Tenggara
mentah sangat beracun karena mengandung hingga Pasifik Barat, termasuk di Indonesia.
asam sianida dalam konsentrasi tinggi. Bila Kepayang yang merupakan anggota famili
dimakan dalam jumlah tertentu menyebabkan Flacourtiaceae mampu tumbuh di daerah
pusing (mabuk). Racun pada biji ini dapat dataran rendah hingga ketinggian 1.500 m
dipakai sebagai racun untuk mata panah. Biji dpl (Alamendah, 2016).
ini aman diolah untuk makanan bila telah B. Pemanfaatan
direbus dan direndam terlebih dahulu. Kayu Seperti namanya, tanaman ini
tanaman ini juga bernilai ekonomi, dengan mampu membuat orang menjadi kepayang
berat jenis 450-1000kg.m-3. (mabuk atau pusing). Hal ini dikarenakan,
terutama bijinya, mengandung asam sianida
dalam konsentrasi tinggi. Selain asam
sianida, beberapa kandungan kimia lainnya

3
yang terdapat pada buah kepayang (Pangium No Metode Sampel Jumlah Persen
Berkecambah Berkecambah
edule) antara lain vitamin C, ion besi, 1. Dibakar 10 1 sampel 10 %
betakaroten, asam hidnokarpat, asam sampel
khaulmograt, asam glorat, dan tanin. 2. Direnda 10 0 sampel 0%
m air Aki sampel
Berbagai kandungan zat tersebut menjadikan
3. Kontrol 10 9 sampel 90 %
tanaman kepayang, kluwek, picung atau sampel
Pangium edule memiliki berbagai macam Penghitungan persen berkecambah :
manfaat dan kegunaan, seperti; bahan batang Metode dibakar = ( sampel yang
korek api (batang), obat cacing (daun), berkecambah / sampel yang disemai ) x
antiseptik, penghilang kutu, bahan pengawet, 100% = ( 1 / 10 ) x 100 % = 10 %
dan bahan pembuat minyak (biji). Metode direndam = ( sampel yang
Manfaat yang tidak kalah pentingnya berkecambah / sampel yang disemai ) x
adalah buahnya yang sering kali digunakan 100% = ( 0 / 10 ) x 100 % = 0 %
sebagai bumbu dapur masakan Indonesia
Kontrol = ( sampel yang berkecambah /
seperti rawon. Bijinya pun dapat dimakan sampel yang disemai ) x 100% = ( 9 / 10 ) x
langsung setelah menjalani proses 100 % = 90 %
pemeraman untuk menghilangkan zat asam B. Hasil Analisis
sianida yang dikandungnya. Meskipun Dari tabel 4.1. dapat diamati bahwa
demikian bila dimakan dalam jumlah tertentu penyemaian dengan metode mekanik yaitu
apalagi bagi yang kurang tahan dapat dibakar menunjukkan hasil perkecambahan
mengakibatkan efek pusing (mabuk). Selain yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan
itu, kayu kepayang juga cukup baik dan kuat metode derect seed / kontrol yaitu disemai
sebagai bahan pertukangan. Dan lagi, langsung tanpa perlakuan. Dari hasil
tumbuhan asli Indonesia ini memiliki pengamatan dan perhitungan persen
perakaran yang kuat sehingga cocok berkecambah diperoleh data dengan metode
digunakan sebagai pohon pelindung dan dibakar dari 10 sampel yang disemai hanya
penghijuan di daerah aliran sungai. Untuk ada satu sampel yang berkecambah sehingga
menghilangkan kandungan asam sianida, persen berkecambah adalah 10 %, sedangkan
buah kepayang atau kluwek (Pangium untuk kontrol dari 10 sampel yang disemai
edule) yang telah matang dan jatuh dari ada 9 sampel yang berkecambah sehingga
pohon dikumpulkan dalam satu karung dan persen berkecambah adalah 90 %. Dari data
dibiarkan basah oleh air hujan atau malah ini jelas dapat disimpulkan bahwa metode
direndam dalam air dalam waktu 10-14 hari. derect seed / kontrol yaitu benih disemai
Dengan begitu, selain kulit atau sabutnya langsung lebih efektif daripada metode
lebih mudah dikupas juga dapat dibakar.
menghilangkan racun asam sianida yang Dari tabel 4.1. juga dapat diamati
terdapat pada bijinya (Alamendah, 2016). bahwa penyemaian dengan metode kimiawi
yaitu direndam air accu dengan perbandingan
IV. RUMUSAN DAN ANALISIS 1 air accu dan 10 air menunjukkan hasil
A. Data Pengamatan perkecambahan yang jauh lebih sedikit
Setelah benih disemai pada tanggal 8 dibandingkan dengan metode derect seed /
November 2015 selanjutnya dilakukan kontrol yaitu disemai langsung tanpa
pengamatan setiap hari untuk melihat perlakuan. Dari hasil pengamatan dan
pertumbuhan bibit. Waktu pengamatan perhitungan persen berkecambah diperoleh
dilaksanakan selama satu bulan mulai tanggal data dengan metode direndam dari 10 sampel
8 November 2015 sampai dengan tanggal 8 yang disemai tidak ada sampel yang
Desember 2015. berkecambah sehingga persen berkecambah
Tabel 1. Data Hasil Pengamatan Selama Satu adalah 0 %, sedangkan untuk kontrol dari 10
Bulan sampel yang disemai ada 9 sampel yang
berkecambah sehingga persen berkecambah

4
adalah 90 %. Dari data ini jelas dapat
disimpulkan bahwa metode derect seed /
kontrol yaitu benih disemai langsung lebih
efektif daripada metode direndam.

V. SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Dari pengujian penyemaian benih
Pucung yang telah dilakukan menunjukkan
metode derect seed / kontrol mempunyai
tingkat perkecambahan yang lebih besar
dibandingkan dengan metode dibakar dan
direndam air aki. Persen berkecambah
Metode derect seed / kontrol adalah 90 %,
sedangkan metode dibakar adalah 10 % dan
metode direndam adalah 0 %.

B. Saran
Pengujian ini hanya dilakukan di
Desa Donorejo Kecamatan Sempor. Ada
kemungkinan pengujian di lain tempat
menunjukkan hasil yang berbeda. Oleh
karena itu hasil penelitian ini tidak bisa
digeneralisasi. Untuk penelitian mendatang
sebaiknya mengambil sampel dari berbagai
tempat berlainan sehingga hasil penelitian
dapat digeneralisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia. Kepayang.
https://id.wikipedia.org/wiki/Kepayang.
Diakses pada tanggal 14 April 2016.

Alamendah. Pohon Kepayang, Kluwek atau


Picung Bikin Mabuk Kepayang.
http://alamendah.org/2011/11/05pohon-
kepayang-kluwek-atau-picung-bikin-mabuk-
kepayang/. Diakses tanggal 14 April 2016.