Anda di halaman 1dari 2

1 Dari 3 Kunci Keberhasilan Dakwah

by Rohis Empat Delapan 12.59 0 komentar

Dalam perjuangan dakwah, Rasulullah berhasil menegakkan kalimat tauhid di masyarakat dalam tempo
23 tahun. Dimulai dari seorang diri, hingga berkembang pada kita saat ini. Namun jika kita menilik sirah
nabawiyyah, sebenarnya di manakah kemenangan dakwah Rasulullah saw.? Apakah kemenangan dalam
Perang Badar, Fathul Makkah, atau penaklukkan suku-suku besar Bani Tsaqif dan Hawazin di Thaif?

Sayyid Quthb menyatakan, bahwa titik-titik penting kemenangan Rasulullah saw. bukanlah pada
kejadian-kejadian tersebut. Kemenangan tatkala keimanan mulai bersemi di dada para dai dan
pengikutnya serta keimanan yang mendalam dan lurus, itulah hakikat kemenangan! Inilah gejala
dakwah; manisnya iman yang dirasakan Muhammad saw., keimanan Abu Bakar Ash-Shiddiq, teguhnya
keyakinan tatkala disiksa, serta luluhnya hati Umar tatkala mendengar ayat Al-Quran. Peristiwa-
peristiwa inilah kemenangan dakwah Rasulullah saw. yang sebenarnya!

Ada tiga hal pokok yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan dakwah, yakni jiwa yang bersih,
soliditas struktur gerakan dakwah yang bagus, serta dakwh yang terprogram rapi dan
berkesinambungan. Jiwa yang bersih merupakan modalitas utama bagi para pelaku dakwah. Tanpa ini,
tak akan mungkin tercapai kemenangan hakiki dalam dakwah.

Di dalam jiwa yang bersih itulah keimanan bisa ditumbuhkan dengan kukuh. Di dalam jiwa yang bersih
itu pula tertanam tekad yang kuat membaja untuk melakukan kebaikan, membela kebenaran, dan
menegakkan keadilan. Di dalam jiwa yang bersih itu pula muncul kecintaan untuk memperjuangkan
risalah Ilahiah serta menolak berbagai kemungkaran dan keburukan dalam kehidupan.

Jiwa yang bersih bisa dicapai dengan pembersihan diri secara total; bermula dari bagian yang pokok dan
vital dalam dirinya, yaitu hati. Sesungguhnya, inilah urgensi pembersihan diri (tazkiyah) bagi kehidupan
dai dan dakwah Islam. Pembersihan hati dari segala macam penyakit dan kekotoran. Pembersihan hati
dari racun-racun yang potensial merusak hati. Penyucian hari dari syubhat dan fitnah. Inilah tazkiyah,
yang merupakan hajat mendasar (asasiyah) dalam dakwah.
Inilah kunci sukses dai:

Ketika hari para pelaku dakwah tersucikan dari kekotoran…

Ketika hati para pelaku dakwah tebersihkan dari godaan syahwat dunia…

Ketika hati para pelaku dakwah terhindarkan dari keraguan dan kepengecutan…

Ketika keimanan tumbuh subur di hati manusia…

Hingga mereka menjadi Muslim yang teguh dalam keyakinan dan mulia dalam akhlak…

Untuk itulah, pembersihan hati atau jiwa (tazkiyah) merupakan fondasi untuk meraih sukses dalam
dakwah. Dakwah akan mencapai keberhasilan hanya dengan hati yang bersih. Kekotoran hati adalah
penghalang utama dakwah. Kekusutan jiwa dan kegersangan ruhaniah adalah penghambat kesuksesan
dakwah.

disadur dari “Kitab TAZKIYAH,

Metode Pembersihan Hati Aktivis Dakwah”

oleh Cahyadi Takariawan & Ghazali Mukri