Anda di halaman 1dari 27

Singgih Hariman - PLN APJ Malang

Manajemen Trafo Distribusi


PT PLN (persero) Jilid 1

STRATEGI
& REVIEW MANAJEMEN

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


Penyusun:
Buku Manajemen Trafo Distribusi PT PLN (persero) ini disusun oleh
Kelompok kerja Transformator distribusi 2008
dan konsultan PT Unggul Pawenang Santosa.

Tim Pengarah:
Direktur Operasi Jawa Bali
Deputi Direktur Distribusi Jawa Bali
Deputi Direktur Distribusi Indonesia Timur
Deputi Direktur Distribusi Indonesia Barat.

Tim Implementasi:
Ratno Wibowo, Winayu Siswanto, Heidy Nugroho, P Samosir

ii Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


KATA PENGANTAR

S
ebagai aset utama dalam sistem distribusi tenaga listrik, trafo distribusi sangatlah
dominan; selain mahal tiap kegagalan pengoperasianya tidak hanya menimbulkan
biaya tambahan penggantian trafo saja, tetapi juga berakibat hilangnya
kesempatan penjualan energi tenaga listrik. Lebih dari itu kerusakan trafo beresiko pada
kegagalan sistem distribusi yang lebih luas hingga bahkan sistem tenaga listrik di sisi
tegangan tinggi.
Statistik kerusakan trafo distribusi masih jauh dari yang diharapkan. Rata-rata
kerusakan yang mencapai 3,5 % per total aset per tahun dan waktu recovery yang lama
harus di tekan. Keandalan sistem distribusi mutlak dijaga dengan pengelolaan trafo
distribusi yang benar.
Dituntut secara terus menerus upaya peningkatan manajemen pengelolaan
trafo distribusi secara lengkap dimulai dari perencanaan yang baik, penerapan metode
inspeksi yang tepat, operasi yang benar dan pemeliharaan yang efektif.
Dengan terbitnya Buku Manajemen Trafo Distribusi PT PLN (persero) yang terdiri
dari 2 jilid yang tidak terpisahkan yaitu :
1. Strategi dan manajemen review
2. Perencanaan dan penerapan pengelolaan
Diharapkan baik manajemen di tingkat penetapan strategi operasional dan petugas
lapangan operasi pemeliharaan, dapat mempelajari dan membandingkan dengan
penerapan saat di unitnya dan mengimplementasikannya sesuai kendala korporat dan
cakupan wilayah kerjannya sebagai tahapan target menuju ke zerro breakdown.
Kepada para penyusun dan Kelompok kerja trafo distribusi di sampaikan
terimakasih yang besar atas keberhasilan penyusunan buku ini dan di ingatkan untuk
memantau pemanfaatan/ penyempurnaannya hingga terciptanya sharing knowledge
terus menerus di lingkungan PT PLN Persero.

Jakarta, 31 Mei 2010

Ratno wibowo

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 iii

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


iv Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................ iii


DAFTAR ISI .......................................................................................................... v
BAB 1 PENDAHULUAN........................................................................................ 1
1.1 Sasaran Pembaca................................................................................ 1
1.2 Latar belakang...................................................................................... 1
1.3 Maksud dan tujuan............................................................................... 3
1.4 Referensi.............................................................................................. 4
BAB 2 STRATEGI PENGELOLAAN...................................................................... 5
2.1 Penetapan indikator keberhasilan........................................................ 6
2.2 Penilaian resiko – risk assessment 7
2.3 Sistem informasi.................................................................................... 8
2.4 Life cycle individual (siklus individu) dalam kesatuan sistem............... 8
2.5 Penetapan standar peralatan............................................................... 9
2.6 Jaminan - quality assurance peralatan pada sistem............................ 10
2.7 Penetapan target kinerja manajemen trafo menuju ke kondisi zero
breakdown............................................................................................. 10
2.8 Analisa evaluasi /review management.................................................. 11
BAB 3 CHECKING & REVIEW MANAJEMEN...................................................... 13
3.1 Evaluasi program.................................................................................. 13
3.1.1 Evaluasi laporan internal.................................................................... 13
3.1.2 Checking akurasi data................................................................. 13
3.1.3 Checking kualitas penyelenggaraan pemeliharaan..................... 13
3.1.4 Evaluasi Makro............................................................................ 14
3.2 Pelaksana checking,penilai dan konseling pembinaan......................... 14
3.3 Pertanggung jawaban enjinering atas kegagalan trafo distribusi......... 14
3.4 Improvement strategi............................................................................ 15
3.5 Review manajemen............................................................................... 15
DAFTAR TABEL..................................................................................................... 19
DAFTAR GAMBAR................................................................................................. 19

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 v

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


vi Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


BAB I
PENDAHULUAN

P
engoperasian sistem tenaga listrik yang andal dan efisien sangat penting
dalam rangka perolehan keuntungan korporat, Pengembalian modal investasi,
kepercayaan konsumen dan pemenuhan regulasi. Mempertahankan tingkat
keandalan maksimum sistem jaringan distribusi akan sangat berarti dalam mengurangi
biaya tenaga listrik yang disalurkan kepada konsumen.
Pada sistem distribusi tenaga listrik, peranan peralatan trafo distribusi, dominan.
Selain mahal, tiap kerusakannya tidak hanya menimbulkan biaya langsung penggantianya
di sistem, tetapi juga berakibat hilangnya kesempatan penjualan energi tenaga listrik,
resiko timbulnya kegagalan sistem dalam area yang lebih luas hingga resiko hilangnya
kepercayaan konsumen.
Dengan menyadari persoalan operasi trafo distribusi yang spesifik di tiap wilayah,
wajar kiranya unit pengelola senantiasa meningkatkan perhatian dalam pengelolaannya.
Manajemen pengelolaan trafo distribusi secara optimal perlu diberdayakan terus menerus
sehingga peralatan tersebut dipastikan tetap beroperasi pada kondisi maksimum
sesuai usia pakainya. Dimulai penetapan spesifikasi, perlakuan logistik, konstruksi,
pengoperasian dan pemeliharaan trafo distribusi, perlu dikendalikan serta dievaluasi
penyelenggaraanya secara cermat dan terus menerus.

1.1 Sasaran Pembaca


Buku ini disusun dalam rangka menjadi pedoman bagi pemegang otoritas pengelolaan
trafo distribusi di PLN unit pelaksana agar menjadi lebih baik dalam mengelola aset
terutama trafo dan setiap proses dapat diteliti akuntabilitas pengambilan keputusannya.
Dengan adanya pedoman ini diharapkan penanggung jawab pengelola aset –
pejabat setingkat manajer UPJ, Asisten Manajer APJ/Cabang/AJ beserta supervisor
Pemeliharaan, dapat memahami dan melakukan langkah-langkah strategis penyiapan
program aset manajemen trafo distribusi dan pengendaliannya.

1.2 Latar belakang


Pertumbuhan energi listrik seluruh Indonesia yang mencapai rata-rata lebih dari 6 % tiap
tahunnya, seharusnya diimbangi dengan penambahan aset yang memadai; akan tetapi
dengan berbagai sebab tampaknya hingga saat ini hal itu belum terlaksana dengan
baik.

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


Dari data perkembangan aset gardu/trafo distribusi PT. PLN (Persero),
pertumbuhan tingkat penggunaan aset jaringan distribusi sesuai tabel 1.1 mencerminkan
peningkatan efisiensi pemanfaatan aset trafo distribusi. Tetapi sesungguhnya disisi lain
dikhawatirkan bahwa telah mulai terjadi kerawanan yang dapat mengakibatkan resiko
kegagalan operasi.

Sumber : Subditdis PLN

Sebagai Pemegang Kuasa Usaha Kelistrikan Utama di Indonesia; PT PLN Persero


harus dapat mengelola kendali margin yang ditetapkan regulator yang berimplikasi
pada reinvestasi aset jaringan distribusi. Pengelolaan aset perlu dioptimalkan agar
tugas kesinambungan pendistribusian tenaga listrik terlaksana tanpa mengorbankan
kualitas tenaga listrik dan meningkatnya resiko kegagalan operasi aset itu sendiri.
Angka kerusakan rata-rata trafo tahun 2008 seIndonesia yang mencapai 3,5 %
per total aset, bila dibandingkan dengan kinerja tahun sebelumnya memang menunjukkan
indikator membaik; tetapi bila dibandingkan kinerja pengelola sistem distribusi di regional
ASEAN – misalnya EVN – Vietnam yang telah mencapai kurang dari 0,4 %/tahun, unjuk
kerja ini masih jauh dari yang diharapkan .
Tentu saja berbagai upaya penurunan angka ganguan telah dilakukan oleh
partial di seluruh unit pengelola distribusi PLN yang beberapa diantaranya telah
menunjukan keberhasilannya seperti yang telah dilaksanakan PLN APJ Situbondo;
namun secara keseluruhan belum menunjukan harapan penurunan angka kerusakan
secara konsepsional dan sistematis.
Dari sampling pengamatan pengelolaan trafo distribusi pada tahun 2009, pada
gambar 1.1 memudahkan kesimpulan kenapa angka kerusakan trafo tersebut tinggi

2 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


1a : Suhu bodi trafo sampai 100oC 1 b: Suhu bushing sekunder > 260oC 1.c Suhu paking atas trafo sampai 95oC

1 d. Rembes minyak trafo pada paking atas 1.e Sample minyak trafo - hitam

1.f Genangan air pada saluran kabel 1.g PHB TR tertutup sampah lingkungan 1.h Konserfator trafo berlubang

Sangat jelas kondisi aset trafo tersebut menghawatirkan bila tetap dioperasikan,
terlebih bila kemampuan jual listriknya ditingkatkan; keandalan operasi (reliability) trafo
pada sistem distribusi dengan sendirinya terancam.

1.3 Maksud dan tujuan


Dari kondisi unjuk kerja pengelolaan transformator distribusi tersebut pada butir 1.1,
perlu dievaluasi ulang manajemen asset trafo distribusi dari yang biasa dilaksanakan
di seluruh unit pelaksana distribusi PT PLN (Persero). Peningkatan manajemen
transformator Distribusi yang terpadu, konsisten, efisien dan berkesinambungan, dengan
sendirinya tidak lepas dari pemahaman/ sinergi pengelolaan mulai perencanaan,
handling, construction dan pengoperasiannya dan strategi manajemen aset.
Buku ini diharapkan dapat dijadikan refferensi utama pedoman manajemen
trafo distribusi secara lengkap dan menyeluruh yang meliputi elemen manajemen asset
dengan indikator keberhasilan pengelolaan.

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 3

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


INDIKATOR KEBERHASILAN
•Angka gangguan..
•Rata-rata life time ..
nt Po •Rata-rata Load faktor ...
me Str licy
ge ew
•Ratio biaya operasi / kVA....
a ate &
n i gy
•Akurasi data & sistem pelaporan.
Ma rev •Kecelakaan kerja...
•Terselenggaranya sidang enjinering..

Continous
improvement
ASSET
MANAGEMENT
g& n A
risk M info;
ckin o SYSTEM
Che ve acti as
rrecti & pla sesmen
Co nnin t
g

Implementation
& operation

Gambar 1.2 Elemen dan indikator kinerja manajemen trafo distribusi

Disadari upaya penulisan pedoman pengelolaan aset jaringan distribusi secara


parsial, akan kurang efisien. Tetapi diawali fokus trafo distribusi dan secara bertahap
dilengkapi peralatan distribusi lainnya, diharapkan dikemudian hari secara keseluruhan
manajemen aset distribusi PT PLN (Persero) lebih sempurna dan akhirnya berujung
pada meningkatnya keuntungan korporat dan tercapainya tugas yang diberikan regulator
mendistribusikan tenaga listrik berkualitas keseluruh masyarakat Indonesia.
Dengan buku ini, diharapkan pemegang otoritas pengelolaan trafo distribusi
atau di PLN unit pelaksana - pejabat setingkat manajer UPJ, Asisten Manajer APJ/
Cabang/AJ beserta supervisor Operasi/Pemeliharaan dapat mengambil langkah-
langkah penyempurnaan pengelolaan dengan akuntabilitas jelas pada tiap pengambilan
keputusannya.

1.4 Referensi
Penyusunan pedoman manajemen aset trafo distribusi sepenuhnya merujuk pada:
1. UU Ketenaga listrikan No: 30 tahun 2009
2. Kep men ESDM No : 04 TAHUN 2009 tentang Aturan Distribusi Tenaga Listrik.
3. Kepmen ESDM No: 0046 TAHUN 2006 tentang Instalasi Ketenagalistrikan.
4. KepMen ESDM No: 2052 K/40/MEM/2001 dan PerMen ESDM No: 015 TAHUN 2007
tentang Standarisasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.
5. SNI No: 04-0225-2000 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000
6. KEP DIR No: 074.K/2008 tentang Pedoman Pengelolaan Aset Sistem Distribusi.
7. Edaran Direksi PT. PLN (Persero) No: 040.E/152/DIR/1999 tentang Manajemen
Pemeliharaan Distribusi.
8. Kep. DIR PT PLN (PERSERO) No :286.K/DIR/2008 tentang Sistem Pengawasan
Mutu Material Listrik untuk Sistem Jaringan Distribusi
9. Kep. DIR PTP LN (PERSERO) No: 147.K/DIR/2006 Tentang Pekerjaan Utama dan
Pekerjaan Penunjang di Lingkungan PT PLN (Persero)
10. PAS 55-1 Asset management, the institute of asset management,2004

4 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


BAB 2
STRATEGI PENGELOLAAN

Sebagai perusahaan kelas dunia, keberhasilan manajemen aset diindikasikan dengan


tercapainya unjuk kerja : tanpa kegagalan peralatan dalam sistem - zero breakdown
dan organisasi pembelajar - learning organization. Keadaan tersebut sesuai John D
Campbel, diperoleh melalui tahapan pengendalian kegagalan dan peningkatan akurasi
serta kualitas manajemen pengelolaan .Periksa gambar 2.1.

Gambar 2.1. Piramida tahapan pencapaian Perusahaan Kelas Dunia

Untuk pencapaian Visi Kelas Dunia, kegagalan peralatan dalam sistem yang
diakibatkan kesalahan/ketidaksempurnaan kerja Sumber Daya Manusia, bisnis proses

Pengendalian kualitas manajemen peralatan - program pemeliharaan proactive yang


meminimalkan setiap resiko, harus diprioritaskan. Konsep passive dalam pengelolaan
peralatan yang tampak dalam besarnya nilai biaya koreksi perbaikan kerusakan peralatan
harus ditinggalkan.

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 5

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


Strategi manajemen trafo distribusi harus berbasis serta konsisten dengan
kebijakan PT PLN (persero) tentang pengelolaan aset perusahaan dan meliputi:

Untuk mengukur keberhasilan manajemen trafo distribusi, ditetapkan :


2.1.1. Angka Kerusakan.
Dihitung dari jumlah kerusakan permanen trafo distribusi dibandingkan
jumlah trafo distribusi yang dikelola setiap tahunnya. Dinyatakan dalam
persentase. Semakin kecil persentase perbandingan ini semakin baik
kinerja pengelolaan.
2.1.2. Nilai kerugian finansial.
Dihitung dari total biaya langsung kerusakan trafo/gardu distribusi dan
peluang penjualan energi listrik yang tidak tersalurkan.
2.1.3. Rata-rata pembebanan.
Dihitung dari rata-rata pembebanan tiap unit trafo distribusi, yang diukur
saat beban puncak pengoperasiannya pada tahun berjalan. Indikasi
ini penting untuk memperhatikan tingkat optimal penggunaan trafo
distribusi, dinyatakan dalam persentase
2.1.4. Rata-rata usia pakai.
Dihitung dari rata-rata tahun beroperasinya seluruh unit trafo distribusi.
Semakin tinggi rata-rata usia pakai semakin baik. Angka kinerja rata-
rata usia pakai ini dengan sendirinya tidak lepas dari unjuk kerja angka
gangguan dan rata rata pembebanan,dinyatakan dalam unit tahun.
2.1.5. Rasio biaya operasi.
Pemilahan khusus biaya pengoperasian trafo distribusi dari total
keseluruhan biaya operasi pengelolaan aset disadari sulit. Untuk ini
penghitungan rasio biaya operasi hanya dihitung dari biaya material
dan jasa pemborongan dari pos pemeliharaan gardu distribusi yang
terealisasi terhadap total nilai aset jaringan dari unit pelaksana,
dinyatakan dalam persentase.
2.1.6. Akurasi data sistem informasi.
Penghitungan akurasi data dinilai dari setidaknya random sampling
kesesuaian data terhadap kondisi sesungguhnya, dengan pengamatan
2 permil dari total aset baik data aset dan data operasi serta kesesuaian
jadwal pelaporan yang wajib dilaksanakan. Dinyatakan dalam skala
1 – hingga 10.
2.1.7. Kecelakaan kerja.
Ditargetkan tidak terjadi kecelakaan kerja pada pengelolaan trafo
distribusi. Kecelakaan yang terkait dengan pengoperasian disajikan
dengan jumlah kecelakaan ringan atau fatal per tahun berjalan.

6 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


2.1.8. Budaya pertanggungjawaban enjinering.
Terselenggarannya sidang enjinering untuk analisa atas tiap kegagalan
operasi trafo distribusi khususnya dengan daya lebih dari 400 kVA atau
pelanggan VIP,
Nilai kinerja pada indikator butir 2.1.1 s/d 2.1.8 disadari tidak lepas dari
keterbatasan otoritas manajemen unit pelaksana dalam mengelola aset.
Keberhasilan/kegagalan pengelolaan harus memperhatikan kondisi kesepakatan
program kerja dan kebutuhan anggaran investasi dan operasi. Tiap pengecualian
kondisi lapangan yang akan mempengaruhi kinerja, harus dicantumkan di awal
tahun berjalan manajemen aset unit pelaksana bersangkutan.
Penetapan kinerja keberhasilan dengan indikator tersebut dengan sendirinya
memperhatikan klasifikasi area pengelolaan jaringan distribusi : Metro, urban,
rural, atau remote .
KLASIFIK Jml trfo Kepadatan beban GGN TRAFO Rata - rata Rata - rata Rasio Biaya Operasi Growth Rasio Daya Tersambung Remote Rural Urban Metro Quality
NO UNIT CAB/APJ/AJ (unit) UNIT %
ASI UNIT (MVA/km2 ) usia (thn) Pembebanan (Rp / KVA) Ratio / KVA terpasang Klassifikasi (Sistem (Sistem (Sistem (sistem (industri)
a b c d e f g h i j k l sangat kecil) kecil) sedang) besar)

1 APJ SURABAYA SELATAN METRO 5.240 3,956 104 1,98 7,45 65,23% 3.831.275,21 2,50% 1,38
2 APJ SURABAYA UTARA METRO 4.988 3,302 94 1,88 16,88 45,38% 3.621.182,25 1,64% 1,40 Jumlah Titik <2 2 ≤ buah ≤ 5 5 ≤ buah ≤ 10 ≥ 10 2 ≤ buah ≤ 5
3 APJ MALANG URBAN Suplai TM
4
Panjang rata-rata kms > 100 50 ≤ kms ≤ 25 ≤ kms ≤ 50 kms < 25 25 ≤ kms ≤ 50
5 100
per penyulang
6
7 Pelanggan PQ Ada/Tidak Ada/Tidak ada Ada/Tidak Ada/Tidak ada Ada
ada ada
8 khusus
9
Jumlah < 100.000 100.000 ≤ Pel ≤ 250.000 ≤ Pel ≤ Pel ≥ 400.000 100.000 ≤ Pel ≤
10 250.000 400.000 250.000
Pelanggan
11
12 Rata-rata < 500 500 ≤ 3,000 ≤ ≥ 6,000 > 7,000
13 konsumsi energi kWh/customer kWh/customer kWh/customer kWh/customer kWh/customer
14 per year per year ≤ 3,000 per year ≤ per year per year
per konsumen 6,000
15
Kepadatan beban MVA/km2< 0.1 ≤ 0.5 ≤ MVA/km2 ≥ MVA/km2 ≥ 4
16 0.1 MVA/km2 ≤ 0.5 MVA/km2 ≤ 2.5 2.5

Tabel 2.1 Indikator aset manajemen Tabel 2.2 Klasifikasi Area Distribusi

2.2. Penilaian resiko – Risk Assessment


Manajemen trafo distribusi dalam kesatuan pengelolaan jaringan distribusi, wajib
menerapkan penilaian resiko -risk assesment untuk akuntabilitas perencanaan
program manajemen yang optimal dan mengutamakan program pemeliharaan
proactive dan preventive . Periksa gambar 2.2
Pola reactive terhadap kerusakan trafo harus didorong menjadi meminimalkan
tiap resiko baru kerusakan – proactive.

Gambar 2.2 Distribusi kebijakan program pemeliharaan aset distribusi

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 7

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


Penilaian resiko ini meliputi pengukuran kinerja trafo distribusi yang dioperasikan
dalam sistem, akan diuraikan pada Buku jilid 2 Manajemen Trafo Distribusi
PT PLN (persero) bab 4. Perencanaan – sistem informasi, penilaian resiko dan
penyiapan program.
Tujuan penerapan penilaian resiko trafo distribusi pada sistem jaringan distribusi
ini adalah sebagai bagian optimalisasi biaya pengusahaan dengan memperhatikan
kendala korporat dan target kinerja yang ditetapkan. Pengelolaan trafo distribusi
harus ditujukan kepada rasio pendapatan (revenue) per total aset yang semakin
membaik.
Total biaya pengelolan dengan tambahan biaya awal akibat penyelenggaraan
aktifitas penilaian resiko , diyakinkan masih atau bahkan bertambah kecil terhadap
total biaya bila dilaksanakan tanpa penilaian resiko sebelumnya.
Dengan memperhatikan sebaran wilayah operasi di Indonesia, optimalisasi
pengelolaan di tingkat pelaksana dengan sendirinya dapat saja berbeda antara
satu unit dengan lainnya, disesuaikan klasifikasi jaringan distribusi nya.

2.3. Sistem informasi


Manajemen trafo distribusi harus dilengkapi sistem informasi memadai, baik untuk
kepentingan penyelenggaraan di tingkat unit pelaksana maupun koordinasi di unit
kantor induk.
Pada era kemajuan teknologi informasi saat ini, sesuai kemampuan finansial
perusahaan, sistem informasi pengelolaan aset bertahap diharapkan disupport
dengan pemanfaatan teknologi informasi terakhir. Pengelolaan jaringan distribusi
di area yang termasuk dalam klasifikasi Metro, wajib menerapkan sistem informasi
manajemen aset dengan proses otomatisasi feature yang ditetapkan . Sedang
pada klasifikasi lainnya, dapat diterapkan manual atau kombinasi pemanfaatan
teknologi informasi.

2.4. Lifecycle individual (siklus individu) dalam kesatuan sistem.


Manajemen dan pelaksana harus menguasai ketentuan pengoperasian trafo distribusi
dengan kelengkapannya sesuai instruction manual pabrik, penyelenggaraan
serta SOP -Standard Operation Procedure trafo/gardu distribusi. Pengoperasian
transformator distribusi yang benar, sama dengan melaksanakan perawatan trafo
itu sendiri. Proses penuaan asset dan faktor eksternal yang dapat menimbulkan
potensi kerusakan, harus disikapi dengan pelaksanaan siklus manajemen Condition
Base Maintenance. Periksa Gambar 2.3.

8 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


Pengukuran
Electrical & thermography test,
DGA and furnural analysis

Data
Aset
Data
operasi
Operasi peralatan

Commisioning/SLO
Pemeliharaan
CBM
normal
Tambah /
Sisipan
Overload sehat Trending
? & analysis

Tidak sehat Transformator


wajar Analisa Transformator rusak
Eks gangguan
Rekondisi kelayakan Eks gangguan
Tidak wajar

Ganti baru

Gambar 2.3. Siklus manajemen trafo distribusi

Selain upaya maksimal pengendalian kualitas trafo distribusi di sistem operasi;


akibat kendala re investasi, pendayagunaan kembali trafo distribusi rusak eks
gangguan untuk di bangun kembali harus dipertimbangkan manajemen unit
pelaksana, dengan ketetapan biaya pembangunan kembali tersebut tidak lebih dari
nilai 60 % dari nilai harga baru.

2.5. Penetapan standar peralatan


Sebagai object utama, spesifikasi dan standar peralatan trafo distribusi yang
dimaksudkan pada pedoman aset ini adalah
1. Trafo distribusi 3 phasa

Gambar 2.4 trafo 3 phasa

Ada tiga standar tipe vektor grup yang digunakan oleh PLN, yaitu Yzn5, Dyn5 dan
Ynyn0. Dalam aplikasinya, sisi netral untuk tipe Dyn5 dan Ynyn0 bisa dilengkapi

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 9

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


tahanan untuk mengurangi arus yang mungkin terjadi ketika ada kegagalan fase ke
tanah. Ada juga yang pada prakteknya, sisi netral langsung dihubungkan dengan
tanah. Transformator distribusi sepenuhnya harus merujuk pada SPLN No 50
tahun 1997; sebelum SPLN D3.002-1: 2007 diterapkan.

2. Trafo Completely Self Protected (CSP)


Trafo CSP sudah dilengkapi fuse, load break switch pengaman beban lebih, arus hubung
singkat dan tegangan surja petir. Penempatan sistem pengaman tersebut adalah sebagai
berikut: pemutus tenaga pada sisi sekunder,
pelebur pada sisi primer dan penangkal petir
pada sisi primer serta indikator over load dalam
suatu kesatuan terpasang sepenuhnya di dalam
trafo.
Konstruksi dan sp eksifikasi trafo CSP
merujuk pada SPLN No 95: 1994 sebelum
SPLN D3.002-1: 2007 diterapkan.
Gambar 2.5 trafo 3 CSP

2.6. Jaminan -Quality assurance peralatan


pada sistem
Seluruh trafo distribusi yang akan dipasang dan dioperasikan pada sistem distribusi
harus sudah memperoleh sertifikat type test dari PLN Jasa Litbang dan Sertifikat
pengawasan mutu PLN Jasa sertifikasi pada tahun berjalan. Periksa Kep. DIR PT
PLN (PERSERO) No :286.K/DIR/2008 tentang Sistem Pengawasan Mutu Material
Listrik untuk Sistem Jaringan Distribusi
Instalasi trafo pada gardu distribusi harus terpasang sesuai prosedur pemasangan
dan standar konstruksi PLN Distribusi setempat (sebelum standar PLN Pusat
ditetapkan) dengan Peralatan switching
enjinering peralatan dan sistem distribusi tentang persyaratan pengamananan
internal dan eksternal trafo distribusi terpasang

2.7. Penetapan strategi operasional menuju ke Kondisi Zero Breakdown


Tiap manajemen pengelola trafo wajib menetapkan target kinerja operasi dan
finansial dan strategi operasionalnya dengan memperhatikan kendala korporat
sesuai klasifikasi unit pelaksana. Sehingga dapat saja kondisi zero breakdown
tidak sepenuhnya tercapai , tetapi bertahap perlu dipastikan paling optimal bagi
perusahaan. Penetapan strategi operasional dan penyusunan program kerja
manajemen aset tahunan berbasis kepada kinerja tahun sebelumnya dan tujuan
yang ingin dicapai dengan memperhatikan gradasi kendala korporat.
Perlu diperhatikan pelaksanaan sinergi internal sebelum penyusunan strategi
operasional yang akan melibatkan pihak jasa outsourcing. Dari pengamatan, APJ/

10 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


AJ/Cabang; semakin besar organisasi , improvement kerjasama internal lebih cepat
dan murah akan membuahkan hasil kinerja manajemen aset membaik sebelum
eksplorasi strategi alternatif diterapkan.

2.8. Analisa evaluasi – review manajemen


Secara periodik manajemen wajib menyelenggarakan analisa evaluasi kinerja
pengelolaan. Peningkatan keandalan dengan mekanisme analisa evaluasi sidang
enjinering tiap kerusakan trafo saat dioperasikan , peningkatan bisnis proses
dan upaya terus menerus menjadikan budaya pemeliharaan proactive dalam
manajemen aset , perlu di kelola sistematik dan berkesinambungan.
Tiap program kerja pengelolaan yang berujung pada kinerja yang membaik
wajib dibakukan dan program kerja pengelolaan yang hasilnya kurang baik wajib di
sesuaikan agar tujuan strategi manajemen aset tercapai

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 11

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


12 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


BAB 3
CHECKING dan REVIEW MANAJEMEN

3.1 Evaluasi Program.


Secara periodik – minimal 3 bulan sekali, laksanakan re-cheking dan analisa
evaluasi mekanisme penyelenggaraan/ pengukuran, assesment, pembebanan
terhadap unjuk kerja pengoperasian trafo untuk optimasi manajemen aset trafo
distribusi yang meliputi :
3.1.1 Evaluasi laporan internal
Setiap akhir bulan berjalan PLN Unit Pelaksana wajib membuat laporan
manajemen trafo distribusi kepada General Manager PLN Unit Distribusi/
wilayah yang berisikan data jumlah trafo yang dikelola, jumlah gangguan
terjadi dan penyebabnya, penggunaan anggaran pemeliharaan serta
seluruh indikator kinerja manajemen trafo distribusi yang ditetapkan
pada bab 2.1. dengan dilampirkan Berita Acara Pertanggung jawaban
enjinering atas kerusakan trafo distribusi.
Periksa sebelumnya secara seksama sistem pelaporan aktifitas masing-
masing sub unit pelaksana/jasa pemeliharaan dengan membandingkan
terhadap kebenaran data operasi, konstruksi dan pemeliharaan.
Setiap triwulan PLN Unit Distribusi/Wilayah wajib membuat laporan
manajemen trafo distribusi kepada PLN Kantor Pusat up sub Direktorat
Distribusi, yang berisikan rekapitulasi jumlah trafo yang dikelola per unit
pelaksana APJ/AJ/Cabang .
3.1.2 Checking akurasi data
Periksa proses updating dan metode hitung sistem informasi kinerja
menajemen aset. Tidak terlaksannya checking akurasi data dapat
berakibat kepada tidak diperolehnya angka kejujuran proses bisnis aset
manajemen yang berakibat pada kekeliruan pengambilan strategi dan
akhirnya dapat membahayakan misi perusahaan.
3.1.3 Checking kualitas penyelenggaraan pemeliharaan
Secara berkala periksa pelaksanaan lapangan penyelenggaraan
pemeliharaan gardu berbasis hasil penilaian resiko yang dilaksanakan
swadaya atau outsourcing. Laksanakan teguran bila prosedur dan

perusahaan.

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 13

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


Uji Sampling unjuk kerja Skill-knowledge-Attitude - SKA resources
SDM PT PLN (persero) dan pelaksana perusahaan jasa pemeliharaan
saat pelaksanaan pemeliharaan dengan cara tepat untuk memastikan
seluruh kompetensi petugas yang terlibat dalam program pemeliharaan
berbasis kondisi – CBM . Sebagai pelaku utama proses bisnis, peran
SDM internal PT PLN dan outsourcing mutlak harus dikendalikan.
Kekeliruan pemilihan petugas/pejabat yang diharapkan berkompetensi
akan mengakibatkan overhead cost pengelolaan trafo bertambah.
3.1.4 Evaluasi makro
Yaitu evaluasi penyerapan anggaran, realisasi jadwal program
perencanaan manajemen aset serta seluruh indikator keberhasilan
manajemen trafo yang tercapai. Bandingkan dengan program awal
dan analisa kegagalan/ keberhasilan untuk penguatan strategi dan
program.

3.2 Pelaksana checking, penilai dan konselling pembinaan


Penyelenggaraan pengukuran, dan penilai kinerja manajemen trafo distribusi
wajib dilaksanakan oleh petugas lapangan dan pejabat yang berdedikasi dan
jujur. Dalam hal pengukuran dan penilaian resiko dilaksanakan penyedia
jasa non PLN, petugas lapangan pengukuran PLN tetap wajib melaksanakan
tugas rutinnya untuk penerapan fungsi crosscheking khusus. Untuk terciptanya
organisasi pembelajar, di tingkat kantor induk harus ditunjuk pejabat yang
bertugas melaksanakan evaluasi terus menerus kinerja manajemen aset unit
pelaksana dan memliki kemampuan memberikan rekomendasi-rekomendasi
solusi teknik serta pembinaan kemampuan manajemen langsung ke petugas/
pejabat terkait sebagai pengendali lapangan manajemen perubahan, sampai
tercapainya kondisi perusahaan kelas dunia.

3.3 Pertanggung jawaban enjinering atas kegagalan trafo distribusi


Setiap kerusakan trafo yang terjadi harus dievaluasi dan diketahui oleh pejabat
unit pelaksana yang bertanggung jawab.
Untuk kerusakan/kegagalan operasi trafo distribusi dengan daya lebih
dari 630 kVA atau trafo konsumen khusus (walaupun kurang dari 630 kVA), wajib
dianalisa oleh supervisor pemeliharaan pada sidang enjinering unit pelaksana
distribusi
Pada Sidang enjinering minimal
mengikutsertakan penanggung jawab pengelola
aset unit pelaksana – Asisten manajer distribusi
PLN APJ/AJ/Cabang, seorang senior enjiner,
supervisor pemeliharaan jaringan distribusi
dan penanggung jawab ahli perusahaan jasa
instalasi terakhir yang melaksanakan jasa

14 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


pemeliharaan; dan menghasilkan produk analisa evaluasi yang memenuhi
kaidah enjinering.
Sebagai penanggung jawab manajemen aset, manajer AJ atau Asisten
manajer operasi pemeliharaan di APJ/Cabang ( periksa Bab 5.1 pada buku jilid
2 struktur, otoritas dan penanggung jawab) harus dapat mempresentasikan
penyebab utama kegagalan transformator dan menjelaskan improvement
program agar kasus serupa tidak terjadi dikemudian hari.
Secara periodik minimal 3 bulan sekali manajemen unit distribusi
wajib memantau pelaksanaan sidang enjinering kegagalan trafo distribusi unit
pelaksana.
Program pertanggungjawaban enjinering kerusakan trafo tidak semata
ditujukan untuk perolehan informasi bobot terbesar penyebab kerusakan
(manajemen atau teknik) yang berujung kepada sanksi, akan tetapi lebih ditujukan
kepada proses pembelajaran kepada seluruh enjinering dan manajemen yang
terlibat dalam pengelolaan trafo distribusi.

3.4 Improvement strategi


Tiap tidak tercapainya target kinerja operasi jaringan distribusi yang diindikasikan
disebabkan kegagalan pengelolaan aset; wajib di teliti ulang untuk langkah
perbaikan target kinerja, bisnis proses, koreksi atau penyempurnaan strategi
manajemen aset.
Termasuk dalam program improvement strategi adalah koreksi penyertaan
kontraktor jasa pemeliharaan yang terbukti gagal melaksanakan tugas jasa
pemeliharaan aset sesuai SLA yang dipersyaratkan serta evaluasi kemampuan
penanggung jawab manajemen aset dan petugas lapangan.

3.5 Review Manajemen


Sesuai tujuan, penerapan manajemen trafo distribusi adalah meningkatkan
efektifitas dan efisiensi pengelolaan sistem distribusi yang ditampilkan dalam
kinerja operasi, kinerja umum dan kinerja keuangan serta hingga pada akhirnya
tidak pernah terjadi kerusakan trafo distribusi dan terbentuknya organisasi
pembelajar (learning organization). Secara periodik pengelolaan aset sistem
distribusi khususnya trafo distribusi perlu disiapkan sistem pelaporan dan upaya
manajemen sebagai berikut:
3.5.1 Review program manajemen aset
Setiap triwulan PLN Distribusi/Wilayah perlu mengadakan diskusi
internal untuk mereview program manajemen aset trafo distribusi hasil
rekapitulasi laporan atas unjuk kerja keberhasilan pengelolaan dan
menetapkan perlu tidaknya action khusus yang harus diperhatikan
oleh unit pelaksana asuhannya atau upaya perbaikan bisnis proses
pemeliharaan. Review ini jika perlu dituangkan dalam tantangan-

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 15

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


tantangan (challenges) diluar KPI (key performance indicator) yang
sudah ditetapkan di awal tahun, yang harus dicapai pada periode waktu
berikutnya. Harus terjadi perubahan program untuk menjawab reliability
improvement yang dituangkan dalam bentuk asset deffense task
failure management dengan menyiapkan task assigment (gugus tugas)
dengan mempertimbangkan prioritas yang terjadi dan juga menjawab
process efficiency improvement dalam bentuk equipment performance
monitoring.
Pada akhir tahun berjalan I, PLN Unit distribusi/wilayah
menyiapkan improvement strategi dan program pelaksanaan
manajemen trafo distribusi yang dituangkan dalam program kerja dan
anggaran tahun mendatang dengan persetujuan PLN Kantor pusat.
Dalam penyiapan ini , perhatikan:
3.5.1.1 Faktor Sumber Daya Manusia yang meliputi analisa kebutuhan
training, pelaksanaan training,review organisasi dan peringkat
kepedulian SDM terhadap aset manajemen.
3.5.1.2 Business process improvement secara keseluruhan untuk
aktifitas siklus terkait dari proses pengadaan sampai dengan
proses penghapusan aset yang meliputi meliputi business
process realignment, perencanaan kerja/anggaran dan kontrol,
sistem manajemen informasi yang lebih baik dan pengelolaan
eksekusi gugus tugas manajemen aset
Sebagai contoh ilustrasi pelaksanaan bisnis proses
pengelolaan trafo distribusi yang saat ini belum menunjukan
sinergi seluruh pelaku manajemen trafo distribusi di PLN AJ
tangerang menjadi terkoordinasi melalui mekanisme bisnis
proses sesuai Gambar 3.1

Pengukuran
Electrical & thermography test,
DGA and furnural analysis

Jasa Data
preassesment
Aset
Data
operasi
Operasi peralatan

Commisioning/SLO
Pemeliharaan
CBM
normal
Jasa Tambah /
Jasa
rekondisi Sisipan
assesment
Overload sehat Trending
? & analysis

Tidak sehat Transformator


Jasa wajar Analisa Transformator rusak
Eks gangguan
rekonstruksi Rekondisi kelayakan Eks gangguan
Tidak wajar

Ganti baru

Gambar 3.1 bisnis proses CBM trafo distribusi PLN AJ tangerang


(rencana penerapan 2010).

3.5.2 Secara periodik manajemen unit pelaksana menetapkan pengukuran

16 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


kinerja manajemen aset yang meliputi : KPI reporting sistem, reguler
assesment, benchmarking dan knowledge management. Pembakuan
sistem kerja yang terbukti memberikan kinerja terbaik, harus dibakukan
dan dipastikan senantiasa terselenggara dengan penuh dedikasi oleh
setiap staf manajemen.

Kaji & pecahkan


masalah-2 Pengelolaan aset

Definisi & Tetapkan


level target kinerja
Pengelolaan

Perkirakan
Seluruh tantangan pengelolaan
masadepan

Siapkan rencana pengelolaan pada


Siklus individual asset
Evaluasi kinerja aset
Identifikasi strategi manajemen
Identifikasi, evaluasi dan tetapkan opsi
Kembangkan dan investigasi program kerja

Kelola resiko

Ramalkan kondisi finansial

Monitor unjuk kerja

Gambar 3.2 Siklus management review

Dari evaluasi dan review strategi manajemen aset, dikondisikan perubahan pola
pemeliharaan reaktif menjadi pemeliharaan preventif/proaktif, hingga tercapai
kondisi tidak terjadinya kerusakan trafo dan terbentuknya kondisi organisasi
pembelajar dalam pengelolaan trafo distribusi.
Bilamana tiap kegiatan program optimasi unjuk kerja aset trafo distribusi
dilaksanakan konsisten; yang mencakup strategi manajemen aset yang
komprehensip, diyakinkan tujuan efektifitas dan efisiensi pengelolaan aset sistem
distribusi akan tercapai dan pada akhirnya memberikan kontribusi tercapainya
cita-cita PT PLN Persero menjadi perusahaan kelas dunia.

DAFTAR TABEL BUKU JILID 1

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 17

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


18 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


BAB 1. PENDAHULUAN
Tabel 1.1. Perkembangan Kinerja dan Utilisasi Jaringan Distribusi 2004 – 2008...... 2
BAB 2. STRATEGI PENGELOLAAN
Tabel 2.1 Indikator aset manajemen.......................................................................... 7
Tabel 2.2 Klasifikasi Area Distribusi........................................................................... 7

DAFTAR GAMBAR BUKU JILID 1

BAB 1. PENDAHULUAN
Gambar 1.1 Beberapa contoh kondisi aset trafo PLN saat ini...................................... 3
Gambar 1.2 Elemen manajemen asset........................................................................ 4
BAB 2. STRATEGI PENGELOLAAN
Gambar 2.1 Piramida konsep tahapan pencapaian Perusahaan Kelas Dunia............. 5
Gambar 2.2 Distribusi kebijakan program pemeliharaan aset distribusi....................... 7
Gambar 2.3 Siklus manajemen maintenance aset trafo distribusi................................ 9
Gambar 2.4 Trafo 3 phasa............................................................................................ 9
Gambar 2.5 Trafo CSP.................................................................................................. 10
BAB 3. PENERAPAN PENGELOLAAN ASET
Gambar 3.1 Bisnis proses CBM trafo distribusi PLN AJ tangerang.............................. 16
Gambar 3.2 Siklus manajemen review......................................................................... 17

Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1 19

Singgih Hariman - PLN APJ Malang


20 Manajemen trafo distribusi PT PLN (persero) Jilid1

Singgih Hariman - PLN APJ Malang