Anda di halaman 1dari 73

LAPORAN KEMAH KERJA 2015

Laporan Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Kemah Kerja

Redho Surya Perdana (S5112001)


Adam Irwansyah (S5112002)
Dzikri Agung Haryadi (S5112006)
Kevin Andreas Silitonga (S5112007)
Ragil Wahyu Tasyrifin Karim (S5112009)
Ridho Dinata (S5112011)
Yeni Primasari (S5112012)

TEKNIK GEOMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2015

i
DAFTAR
ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................... I
KATA PENGANTAR.........................................................................................III
BAB I PENDAHULUAN
……………………………………………………………………………………………………………………
…………….1
I.1 LATAR BELAKANG
…………………………………………………………………………………………………………………
…………………..1 I.2 MAKSUD DAN
TUJUAN……………………………………………………………………………………………………………
…………………..2 I.3 GAMBARAN UMUM
DAERAH…………………………………………………………………………………………………………
………………2 I.4 WAKTU DAN
TEMPAT……………………………………………………………………………………………………………
…………………….3 I.5 PESERTA
KEGIATAN…………………………………………………………………………………………………………
………………………….4
BAB II
PERSIAPAN…………………………………………………………………………………………………………
………………………………5
II.1 PERSIAPAN DAN BIMBINGAN SEBELUM KEBERANGKATAN.......................................................5
II.1.1 Persiapan Non-teknis........................................................................................ 5
II.1.2 Persiapan Teknis............................................................................................... 5
II.2 PERSIAPAN SAAT PENGAMBILAN DATA DI LAPANGAN...........................................................5
II.2.1 Persiapan Teknis............................................................................................... 5
II.2.2 Persiapan Non-Teknis........................................................................................5
BAB III PENGAMBILAN DATA
III.1. ORIENTASI MEDAN................................................................................................... 10
III.2. PEMATOKAN........................................................................................................... 12
III.3. PENGUKURAN KERANGKA DASAR HORIZONTAL...............................................................12
III.4 PENGUKURAN KERANGKA DASAR VERTIKAL...................................................................12
III.5 PENGUKURAN SITUASI..............................................................................................13
BAB IV PENGOLAHAN DATA........................................................................... 15

IV.1. PENGOLAHAN KOORDINAT KONTROL............................................................................. 16


IV.2. PENGOLAHAN DATA BACAAN KDH............................................................................... 19
IV.3 PENGOLAHAN DATA BACAAN KDV.............................................................................. 20
IV.3.1. Perhitungan Kesalahan Garis Bidik................................................................. 20
IV.4. METODE PENGOLAHAN KERANGKA DASAR.................................................................... 21
IV.4.1. Pengolahan Kerangka Dasar Horizontal.......................................................... 22
IV.4.2 Pengolahan KDV............................................................................................. 22
IV.5. METODE PENGOLAHAN DATA SITUASI.......................................................................... 23
IV.5.1. Penentuan Titik Detail..................................................................................... 23
IV.5.2. Pengukuran Titik Detail................................................................................... 24
IV.5.3. Koreksi kesalahan Alat.................................................................................... 26

i
IV.5.4. Perhitungan Titik
Detail.................................................................................................................
27
IV.6. METODE PEMBUATAN PETA........................................................................................ 28

i
BAB V PERMASALAHAN DAN SOLUSI............................................................. 29
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................. 31
VI.1 KESIMPULAN.......................................................................................................... 31
VI.2 SARAN.................................................................................................................. 31
LAMPIRAN................................................................................................... 32

i
i
KATA
PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan s y u k u r kepada Tuhan Yang Maha


Esa, k a r e n a atas segala rahmat dan karunia yang dicurahkan-Nya
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan seluruh rangkaian
kegiatan kemah kerja 2015 selama dua minggu yang dimulai dari
proses pengambilan data di lapangan dan penyusunan laporan.
Laporan ini merupakan sarana bagi kelompok kami untuk
menyampaikan hal yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan yang
diajarkan melalui perkuliahan; tentu semua dikerjakan dengan segenap
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari lingkungan
keluarga, civitas akademika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan
Institut Teknologi Bandung (ITB), teman dan sahabat, yang mungkin
jumlahnya terlalu banyak untuk disebutkan satu per satu. Untuk itu,
kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang
senantiasa membantu kami selama rangkaian kegiatan kemah kerja.
Pada proses penyusunan laporan ini, kami menyadari bahwa laporan
ini masih jauh dari sempurna. Hal ini dikarenakan keterbatasan sumber
daya kami. Namun demikian, kami telah berusaha sebaik mungkin
untuk menggunakan waktu, ilmu, serta tenaga yang kami miliki untuk
menyusunan laporan dengan harapan dapat berguna untuk sebanyak
mungkin kalangan.
Akhir kata, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam
penyusunan maupun kesalahan penggunaan kata pada laporan ini; hal
tersebut dikarenakan kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa. Tidak
lupa kami mengharapkan kritik dan saran demi kemajuan penyusunan
laporan kami berikutnya. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca, serta dapat menjadi referensi demi kemajuan bangsa
Indonesia.

Bandung, 3 Juni 2015

ii
i
Penyusun

ii
i
BAB I
PENDAHULUA
N

1.1 Latar Belakang

Untuk menggambarkan permukaan bumi yang mempunyai


berbagai jenis topografi seperti datar, berbukit- bukit sampai yang
esktrim dibutuhkan suatu kemampuan dalam merepresentasikan
sebuah objek planimetris dan objek ketinggian pada suatu tempat.
Oleh karena itu dibutuhkan suatu kegiataan survey dan pemetaan.
Kegiataan survey dan pemetaan bukanlah suatu hal yang mudah
karena adanya keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia.
Oleh karena itu munculnya keilmuan geomatika yang berupaya
melakukan pengukuran untuk mengestimasi bentuk dan ukuran
bumi.
Untuk dapat membuat peta topografi, dibutuhkan banyak
titik pengukuran yang mewakili bentukan alam yang akan
dipetakan. Titik-titik ini harus sudah diketahui koordinatnya
terhadap suatu sistem koordinat tertentu dan skala yang
seragam antar titiknya. Oleh karena itu, dibutuhkan beberapa
proses dalam pembuatan peta topografi. Objek yang diukur dalam
pengukuran kerangka dasar adalah sudut, jarak, serta beda tinggi
dari titik-titik kerangka dasar yang telah ditentukan sebelumnya di
lapangan; titik tersebut mempunyai fungsi sebagai titik pengontrol
untuk pengukuran situasi. Sedangkan dalam pengukuran situasi,
objek yang diukur adalah titik-titik detail yang merupakan posisi
pohon, pojok bangunan, bentuk jalan, titik ketinggian, dan titik-titik
lainnya yang letak dan kerapatannya tergantung kepada skala
penggambaran bentuk relief tanah.
Untuk dapat melakukan semua kegiatan tersebut,
diperlukan pemahaman teoritis mengenai Ilmu Ukur Tanah, Hitung
Perataan, Kerangka Dasar Geodetik, Survei Satelit (GPS), Sistem
Transformasi Koordinat, Kartografi, dan lain-lain. Berdasarkan latar
belakang inilah, Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika
1
mengadakan k e g i a t a n Kemah Kerja yang bertujuan untuk
mengaplikasikan ilmu-ilmu teoritis yang sudah didapat selama
kuliah dan menguji kemampuan koordinasi antar sesama
mahasiswa. Kemah Kerja 2015 kali ini berlokasi di kawasan Hutan
Buru Gunung Masigit Kareumbi, Cicalengka, Jawa Barat.

2
1.2 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan kemah kerja 2015 adalah :


1. Melaksanakan mata kuliah wajib Program Studi Teknik
Geomatika pada semester 6 di Institut Teknologi Sumatera.
2. Mengaplikasikan keilmuan geodesi dan geomatika dalam
membuat peta topografi pada kawasan Hutan Buru Gunung
Masigit Kareumbi, Cicalengka, Jawa Barat dengan skala 1:2000
dan 1:500.
3. Mengerti permasalahan dan solusi yang terjadi pada saat
pengukuran.

1.3 Gambaran Umum Daerah

Kondisi di lokasi yang akan dipetakan adalah daerah


dengan relief pegunungan yang relatif homogen, dimana
terdapat banyak komoditas pohon pinus dan berbagai
tumbuhan lainnya yang tumbuh dikawasan Hutan Buru Gunung
Masigit Kareumbi, Garut, Jawa Barat. Selain itu kondisi
pemetaan ini merupakan daerah hutan konservasi dengan
lahan tutupan hutan yang masih terjaga. Sepanjang jalan di
wilayah pemetaan juga terlihat lahan pertanian warga serta
wilayah penangkaran rusa.
Wilayah pengukuran dibagi dalam 2 bagian, yaitu
daerah pengukuran titik kerangka dasar dan pengukuran
detail situasi. Pada pengukuran titik kerangka dasar, kami
berlokasi di seksi E yang terletak dari lokasi Basecamp sampai
wilayah persemaian di Utara batas pemetaan, sedangkan
untuk pengukuran detail situasi kami berlokasi di seksi B yang
terletak mulai dari Basecamp sampai wilayah atas Rumah
Pohon.
Pada peta di atas dapat dilihat bahwa daerah pemetaan
dibagi dalam 8 kring dan setiap kring dibagi lagi dalam 13 seksi
dengan 1 kelompok memegang 1 seksi pengukuran. Setiap seksi
yang sudah diukur oleh masing-masing kelompok akan
digabungkan untuk kemudian melalui proses pengolahan lebih lanjut
dengan produk akhir berupa peta.

1.4 Waktu dan Tempat

Pelaksanaan kegiatan Kemah Kerja 2015 dilakukan dalam


dua tahap, yaitu tahap pengambilan data dan pengolahan data.
Tahap pengambilan data di lapangan dilaksanakan pada :

Tanggal : 17-31 Mei 2015


Tempat : Taman Buru , Gunung Masigit, Kareumbi, Garut
1.5 Peserta Kegiatan

Peserta Kemah Kerja 2015 merupakan 118 mahasiswa


Teknik Geomatika ITERA dan Teknik Geodesi dan Geomatika ITB.
Peserta dibagi dalam 13 kelompok. Penulis merupakan kelompok
13 dengan anggota sebagai berikut :

1. Redho Surya Perdana S51120


2. Adam Irwansyah Fauzi 01
S51120
3. Dzikri Agung Haryadi 02
S51120
4. Kevin Andreas Silitonga 06
S51120
5. Ragil Wahyu Tasyrifin 07
S51120
6. Karim
Ridho Dinata 09
S51120
7. Yeni Primasari 11
S51120
12
BAB II
PERSIAP
AN

Tujuan umum dari kegiatan kemah kerja 2015 ini adalah untuk
mendapatkan peta situasi berdasarkan pemetaan terestris daerah Taman
Buru Gunung Masigit Kareumbi dengan skala 1:500 dan 1:2000. Oleh
Karena itu tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan hasil tersebut
adalah sebagai berikut:

i. Persiapan Dan Bimbingan Sebelum Keberangkatan

1. Persiapan Non Teknis


a. Pembagian kelompok dan tugas kelompok dan individu
b. Perizinan pemakaian tempat kepada BKKSDA sebagai pihak terkait
c. Pemesanan transportasi, konsumsi, serta akomodasi
d. Persiapan logistik terpusat, kelompok, dan individu

2. Persiapan Teknis
a. Pelaksanaan kuliah kemah kerja (diisi oleh
Dosen, perwakilan Wanadri, dan panitia
kemah kerja 2015)
b. Kilas balik (review) materi pengetahuan
c. Latihan keterampilan penggunaan alat dan pengukuran melalui
praktikum
d. Pembuatan SOP dan spesifikasi teknis pengukuran
e. Survei Pendahuluan, terdiri dari 2 survei awal dan 1 survei besar
f. Pembuatan alur kerja dalam kemah kerja

ii. Persiapan Pengambilan data di lapangan

1. Persiapan Teknis
b. Persiapan teknis yang dilakukan di lapangan dilakukan
sebelum pengambilan data. Persiapan teknis tersebut meliputi
kegiatan antara lain:
a. Orientasi medan
b. Pembagian kring pengukuran setiap kelompok
c. Pemasangan titik patok pada kring pengukuran yang telah
ditentukan
d. Penentuan batas wilayah pengukuran situasi
2. Persiapan Non Teknis
c. Persiapan non-teknis di lapangan dilakukan untuk menunjang
proses pengukuran dan pengolahan data. Persiapan non-teknis
tersebut meliputi kegiatan antara lain :
a. Pembagian kamar tidur dan tugas piket
b. Pengenalan wilayah sekitar dan tim manajemen kareumbi
Secara garis besar tahapan yang dilakukan dalam proses
pembuatan peta mulai dari tahap awal sampai menghasilkan peta situasi
adalah sebagai berikut:
KETERANGAN:

1. Untuk melakukan pengukuran, langkah utama yang dilakukan


adalah melakukan survey medan lapangan, hal ini dilakukan supaya
peserta mampu mengenali medan, lokasi yang dipetakan,
karakteristiknya seperti apa dan luas area pemetaannya berapa.

2. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan patok-patok. Patok yang


dimaksud di sini adalah patok untuk keperluan pengukuran kerangka
dasar horizontal yang nantinya akan digunakan juga untuk pengukuran
KDH dan Detail. Selain itu dilakukan juga penentuan patok untuk
keperluan GCP yang nantinya diukur menggunakan GPS Tipe Geodetik.
Dengan melakukan langkah ini nantinya akan didapatkan beberapa
kring, dan setiap kring akan terbagi dalam seksi, nah seksi inilah yang
nantinya akan digunakan perkelompok (artinya setiap kelompok
masing-masing mendapatkan 1 seksi, yang digunakan untuk
pengukuran KDV, KDH, Detail)

3. Pada tahap ini akan dibagi menjadi dua opsi,yang pertama adalah
apakah GCP yang sudah ditentukan sudah diukur menggunakan GPS?
Jika ia maka pengukuran selanjutnya adalah pengukuran kerangka dasar
horizontal dan vertikal dan selanjutnya diukur situasinya (detail). Jika
tidak diukur titik GCP menggunakan GPS terlebih dahulu,maka akan
tetap dilanjutkan dengan pengukuran KDH, KDV, dan detail namun
koordinat yang dihasilkan adalah koordinat lokal, dimana nantinya
untuk penentuan posisi (0,0) koordinat lokalnya ditentukan dengan
kesepakatan.

4. Pada tahapan KDH merupakan metode yang digunakan dalam


memperbanyak titik kontrol yang tetap mengacu ke GCP namun
ketelitiannya tidak sebagus GCP. Metode dalam perbanyakan titik ini
dilakukan dengan menggunakan metode polygon pada umumnya.Alat
yang digunakan adalah Teodolit, ETS. Pada saat pengukuran, data
yang didapat adalah sudut vertikal, bacaan horizontal, jarak dan data
untuk kalibrasi alat (data kolimasi dan indeks), Selanjutnya pada saat
pengolahannya dilakukan dengan menggunakan metode dell untuk
koreksi kring dan metode bowditch untuk melakukan koreksi data ukuran
poligon.Output dari pengukuran KDH ini adalah koordinat X,Y.

5. Pada tahapan pengukuran KDV metode yang digunakan umumnya


adalah Sipat Datar Memanjang.Alat yang digunakan pada umumnya
adalah Waterpass dan rambu,strapod.Data yang diamati adalah
BA,BB,BB data kolimasi alat dan garis bidik,dan ada kontrol dalam
mengambil bacaan.Pada pengukuran KDV ini nantinya data diisi dalam
formulir untuk diolah. Output dari pengukuran ini adalah data koordinat
h(ketinggian).

6. Pada tahapan pengukuran detail, tujunanya adalah menentukan


koordinat detail, memetakan situasi pemetaan sesuai dengan skala.
Alat yang digunakan adalah ETS.Nantinya pada pengukuran ini akan
diperoeh banyak data koordinat,maka karena itu diperlukan kerapihan
dan manajamen pengumpulan data yang baik.
7. Jika pengukuran GCP dengan GPS sebelumnya sudah dilakukan
sebelum pengukuran KDV dan KDH ,maka Langkah selanjutnya adalah
digitasi peta. Namun jika pengukuran GCP dilakukan diakhir, maka
koordinat hasil KDV,KDH dan detail akan dilakukan transformasi
koordinat sehingga koordinat lokal akan mengikuti acuan GCP hasil
pengukuran GPS.

 Peralatan yang dipersiapkan Kelapangan

Peralatan yang digunakan dalam pengukuran kemah kerja kali ini adalah
sebagai berikut:

 Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal

 ETS (Electronic Total Station)


 2 buah reflektor
 3 buah statif
 Formulir Pengukuran KDH

 Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal

 Waterpass 1 buah
 Reflektor 2 buah
 Statif 3 buah
 Formulir Pengukuran KDH

 Pengukuran Detail Situasi

 ETS (Electronic Total Station) 1 buah


 Reflektor 1 buah
 Statif 2 buah
 Pole 1 buah
 Pita Ukur 1 buah
Gambaran umum jadwal kemah kerja ITB 2013 adalah sebagai berikut:

Minggu
Kegiatan Umum
1 2 3 4 5
Persiapan dan Bimbingan Teknis
UAS
Persiapan Akhir
Kemah Kerja Lapangan
Kemah Kerja Studio
Presentasi kemah Kerja
BAB III
PENGAMBILAN
DATA

Pelaksanaan Kemah Kerja 2015 dilaksanakan pada tanggal 17-31


Mei 2015 di Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Garut, Jawa Barat.

Proses pengambilan data dibagi menjadi beberapa tahapan


pengukuran yang dilakukan secara berurutan. Yaitu pengukuran kerangka
dasar horizontal, kerangka dasar vertical, pengukuran GPS dan
pemetaans situasi. Pengukuran kerangka dasar terdiri dari pengukuran
kerangka dasar horizontal dan kerangka dasar vertikal. Selain itu juga
dilakukan pengukuran kerapatan pohon.

Berikut jadwal kegiatan pengukuran kelompok 13 :

Kegiatan \ Hari Ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Orientasi medan V V
Pematokan V V
Pengukuran KDH V V
Pengukuran GPS V V V
Pengukuran KDV V V V
Pengukuran detail V V V V V V

Deskripsi kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :

Hari, tanggal Hari Deskripsi


Minggu, 17 Mei 1 Keberangkatan menuju kareumbi, pembuatan
Senin, 18 Mei 2015 2 1. Pematokan titik kerangka dasar
2. Pengukuran kerangka dasar horizontal
3. Pengukuran titik GPS
Selasa, 19 Mei 3 4.
1. Pengukuran kerangka dasar horizontal dan
2015 vertikal
2. Pengukuran titik GPS
Rabu, 20 Mei 2015 4 3.
1. Input data hasil
Pengukuran pengukuran
kerangka kedalam format
dasar vertikal
2. Input data hasil pengukuran kedalam format
Kamis, 21 Mei 2015 5 1. Pengukuran kerangka dasar vertikal
2. Pengolahan data hasil pengukuran
kerangka dasar horizontal dan vertikal
Jumat, 22 Mei 2015 6 1. Tes alat
2. Day Of
Sabtu, 23 Mei 2015 7 1. Pelatihan kepemimpinan dan
latihan menembak
2.Pengukuran detail situasi
Minggu, 24 Mei 8 1. Pengukuran detail situasi
2015 2. Memasukkan data hasil pengukuran
kedalam format digital
3. Perhitungan perataan KDH dan KDV
Senin, 25 Mei 2015 9 1. Pengukuran pemetaan detail situasi
2. Memasukkan data hasil pengukuran
kedalam format digital
3. Perhitungan perataan KDH dan KDV
Selasa, 26 Mei 1 1. Pengukuran pemetaan detail situasi
2015 0 2. Memasukkan data hasil pengukuran
kedalam format digital
3. Perhitungan perataan KDH dan KDV
Rabu, 27 Mei 2015 1 1. Pengukuran pemetaan detail situasi
1 2. Memasukkan data hasil pengukuran
kedalam format digital
3. Perhitungan perataan KDH dan KDV
Kamis, 28 Mei 2015 1 1. Pengukuran pemetaan detail situasi
2 2. Memasukkan data hasil pengukuran
kedalam format digital
3. Plotting point hasil pengukuran detail
Jumat, 29 Mei 2015 1 1. Plotting point hasil pengukuran detail
3 2. Pengolahan data dan pembuatan peta kontur
(digital dan manual)

Sabtu, 30 Mei 2015 1 1. Presentasi


4 2. Olahraga
3. Acara penutupan dan api unggun
Minggu, 31 Mei 1 Pulang
2015 5
Adapun langkah-langkah detail pengambilan data adalah sebagai berikut
:

III.1 Pematokan
Kelompok 13 melakukan pemasangan patok pada hari kedua.
Pada tahap ini, kelompok 13 mulai memasang patok di sepanjang
jalur seksi E. Adapun jumlah patok yang kami pasang adalah 17
patok. Untuk penamaan patok di tentukan berdasarkan seksi yang
diukur dan diikuti no urut pemasangan, pada seksi E patok yang
dipasang bernama E01-E19. Terdapat beberapa kriteria dalam
penentuan tempat berdirinya patok. Diantaranya antar patok
haruslah terlihat, dan juga jarak antar patok haruslah masuk dalam
selang ketelitian pada ETS serta tinggi maksimal diusahakan 15cm
diatas permukaan tanah.

III.2 Pengukuran Kerangka Dasar Horizontal


Untuk pengukuran kerangka dasar horizontal dilakukan selama 2
hari oleh kelompok 13. Dalam pengukuran KDH, ada beberapa
langkah pengukuran yang harus diperhatikan. Diantaranya
langkah untuk pengambilan data sudut dan jarak, langkah
pengambilan data salah indeks, dan juga pengisian formulir.
Adapun langkah-langkahnya bila diringkas adalah sebagai berikut :
 Pertama, lakukan centering alat.
 Pengambilan data salah indeks dengan cara bidik salah satu
titik dan ambil sudut vertikal dalam keadaan biasa dan
luar biasa. Data untuk salah indeks diambil satu kali saat
awal atau akhir pengukuran.
 Letakkan ETS di patok pertama, dan letakkan kedua reflector
dititik sebelum dan sesudah patok berdiri alat.
 Lakukan set nol pada titik sebelumnya, bidik target dengan
metoda satu seri tunggal (biasa 1- biasa 2- luarbiasa 2-
luarbiasa 1). Dengan data yang dicatat pada formulir
pengukuran adalah data sudut horizontal, sudut vertical, SD
(Slope Distance).
 Lakukan langkah-langkah diatas sampai semua titik patok
diukur.

III.3 Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal


Kelompok 13 melakukan pengukuran KDV selama 3 hari, yang
mana hari pertama pengukuran dilakukan setelah selesai
pengukuran KDH. Pada pengukuran hari kedua didapati beda
15
tinggi antar beberapa patok di antara patok E15 hingga E08 tidak
memenuhi toleransi salah penutup beda tinggi pergi dan pulang.
Sehingga pada hari ketiga kami harus melakukan pengukuran
ulang.
Langkah pengukuran KDV yang dilakukan adalah sebagai berikut:
 Lakukan pengukuran kesalah garis bidik dua kali dalam satu
hari pengukuran yang sama , sebelum berangkat melakukan
pengukuran dan setelah selesai melakukan pengkuran pada
hari itu.
 Pengkuran kesalahan garis bidik dimulai dengan sentring alat,
dan pembidikan ke belakang dan ke muka terhadap 2 rambu
ukur, di belakang dan di depan alat, dengan dua kali berdiri
alat. Pengukuran dilakukan dengan dua kondisi alat, pertama
lebih dekat ke salah satu rambu dan kedua lebih dekat ke salah
satu rambu lainnya, dengan perbandingan jarak antara alat
terhadap kedua rambu kira-kira 2:3. Data yang diambil
adalah bacaan benang atas, benang bawah dan benang
tengah.
 Pengukuran dilakukan pergi dan pulang sampai semua titik
kerangka diukur.
 Pengkuran dalam satu sesi pergi pulang dilakukan dengan
jumlah slag ganda, hingga pengukuran satu seksi pergi atau
pulang berjumlah slag genap.
 Pengukuran dilakukan dari bidikan alat ke belakang lalu ke
muka, dengan pembacaan secara berurutan benang atas,
benang tengah, dan benang bawah, dengan mata tetap
membidik melalui alat.
 Kedua rambu diukur secara konsisten dari atas stratpot,
kecuali pada patok, rambu diukur dari atas patok.
 Jarak dari alat ke salah satu rambu dengan jarak dari alat ke
rambu lainnya diupayakan sama.
 Jarak minimal dari alat ke rambu adalah 2.5 meter, dengan
jarak maksimalnya 100 meter.
 Beda tinggi antara stand 1 dengan stand 2 tidak boleh lebih
dari 2 milimeter.
 Salah penutup beda tinggi antara pengukuran pergi dan
pengukuran pulang tidak boleh lebih dari limabelas kali akar
jarak (jarak yang digunakan adalah jarak terpendek, pergi
atau pulang), dengan jarak dalam satuan kilometer dan
satuan toleransi adalah millimeter.

16
III.4 Pengukuran Detail Situasi
Kelompok 13 melakukan pengukuran detail situasi selama 5 hari.
Lokasi pengukuran detail situasi berbeda dengan lokasi
pengukuran kerangka. Pada pengukuran detail situasi bertujuan
untuk memetakan beberapa objek. Diantaranya objek air (sungai
dan sungai musiman), objek tanah (tanah kosong, tanah
perkemahan, pemukiman), objek tumbuhan (hutan, perkebunan)
dan juga kontur ketinggian. Posisi titik detail nantinya ditentukan
relatif terhadap titik kerangka atau titik bantu. Skala yang dipakai
oleh kelompok 13 adalah 1:2000. Adapun langkah-langkah
pengukuran pengukuran detail situasi adalah sebagai berikut:
 Lakukan centering alat dan salah indeks.
 Kemudian letakkan alat di titik kerangka atau titik bantu,
kemudian bidik ke titik kerangka/bantu sebelumnya
(backsight) dengan menggunakan mode nol set.
 Setelah itu, bidik tiitk-titik detail. Diusahakan ambil tiitk-titik
yang mewakili kontur yang berbeda. Seperti lembah, jurang,
dll.

17
 Kemudian, bila ada sungai bidik perbatasan sungainya (menempel
sampai jalon terkena air).
 Untuk jalan lurus, kelompok 13 membidik titik as jalan dan perbatasan
jalan.
 Data yang diambil untuk titik detail adalah sudut
horizontal, vertical, dan jarak miring(SD), jarak datar (HD)
dan vertical distance. Sedangkan untuk beda tinggi diambil
data tinggi alat, tinggi patok dan tinggi jalon.
 Lakukan pengukuran terhadap titik kerangka selanjutnya
sebelum alat dipindahkan.
Berikut adalah sketsa seksi – seksi pada kemah kerja 2015

18
BAB IV
PENGOLAHAN
DATA

Pengolahan data merupakan tahap yang dilakukan setelah


pengambilan data di lapangan, yang meliputi proses mengolah data
bacaan sampai menghasilkan peta. Peta yang dimaksud disini adalah
peta situasi detail yang dibuat per kelompok sesuai dengan pembagian
areanya masing-masing. Pada Bab I telah dijelaskan mengenai alur
pelaksanaan kemah kerja, di dalamnya terdapat banyak pengolahan
data yang dilakukan sampai pembuatan peta:

19
20
Dalam bab ini, akan dibahas mengenai metode, software dan
rumus yang kami gunakan untuk mengolah data bacaan KDH dan KDV,
metode pengolahan kerangka, metode pengolahan data situasi serta
metode dan software yang digunakan pembuatan peta.

4.1 Pengolahan Koordinat Kontrol(Ground Control Point)

Banyak Koordinat Kontrol yang digunakan dalam pemetaan Kemah


Kerja 2015 ini ada 8 titik koordinat, di antaranya persebaranya dapat
dilihat dalam peta dan sketsa berikut. Metode pengukuran yang
dilakukan dalam pengukuran titik kerangka GPS yaitu dengan metode
static radial. Berikut persebaran titik GPS pada Kemah Kerja 2015 :

Lama pengamatan yang dilakukan sekitar satu jam setiap dengan


titik Base terletak di titik GPS5 , dimana titik ini sudah diikatkan
sebelumnya dengan titik BPN yang terdapat di Cicalengka. Koordinat ini
sudah diukur pada saat kemah kerja 2014 tahun lalu, sehingga tidak
perlu lagi melakukan pengamatan koodinat yang ada di Cicalengka.

21
Pada dasarnya pengamatan GPS untuk penentuan koordinat
kerangka menggunakan metode statik ini baik dengan sistem polar
maupun dengan kerangka memiliki ketelitian yang hamper sama secara
teori,namun tergantung dari geometri(jaring yang dibentuk atau
digunakan pada saat pengukuran).Berikut adalah langkah pengolahan
data GPS :

Langkah-langkah Pengunduhan dan Pengolahan Data GPS.

1. Sambungkan receiver GPS dengan laptop/PC dengan kabel USB.

2. Buka aplikasi PCCDU.

3. Add data yang telah diambil.

4. Tempatkan pada file yang telah dipilih.

5. Klik finish.

6. Buka file hasil pengunduhan dari receiver dengan notepad++

7. Ubah ketinggian alat dengan konstanta-konstanta yang telah


ditentukan.

8. File yang diubah nilai tingginya selanjutnya akan diolah dengan


aplikasi Leica Ski Pro.

9. Buka aplikasi Leica Ski Pro.

10. Buat project baru di dalam aplikasi Leica Ski Pro dengan nama
‘Kemker 2015’.

11. Import raw data yang didapat dari GPS.

12. Ubah data pengamatan menjadi single precise point.

13. Mulai menganalisis data GPS dengan pertama-tama menentukan


titik mana yang menjadi base dan mana yang menjadi rover.
Data pengamatan base dan rover wajib bertampalan.

14. Buka satellite windows dengan mengklik kanan pada tiap data
pengamatan GPS dan buang data dari satelit yang buruk.

15. Setelah data filtering, klik kanan dan pilih process.

16. Akan muncul status ambiguitas fase dari data tersebut antara yes
dan no. Klik kanan pada data dan pilih analyse untuk melihat
ketelitian data tersebut dari setiap data satelit.

22
17. Data yang disimpan harus terpecahkan masalah ambiguitas
fasenya dan memiliki ketelitian ± 2,5 mm. Jika tak memenuhi
persyaratan tersebut, ulangi kembali langkah 14 (filter data
yang buruk) dan lakukan lagi pemecahan ambiguitas fasenya.

18. Simpan data yang telah memenuhi syarat tersebut dan dapat
diketahui koordinat titik yang dicari untuk tiap sistem
koordinat yang diinginkan.

19. Ulangi kembali dari langkah 14 (buang data yang buruk) untuk
tiap titik pengamatan.

Koordinat Titik Pengamatan dalam Sistem Koordinat Geodetik WGS84

Kedu
H Std. Std. Std. H
-
Titik Lintang Bujur Elipsoi Linta Buju Elipso
duka
d (m) ng r id
n
GPS5 Base 6° 57’ 107° 54’ 1176,1 0,000 0,00 0,0000
09,82769’’ 52,37456’’ 53 0 00
BM02 Rove 6° 56’ 107° 54’ 1222,3 0,003 0,00 0,0097
r 40,06291’’ 56,59772’’ 71 7 21
BM2 Rove 6° 56’ 107° 54’ 1224,9 0,002 0,00 0,0057
A r 40,71074’’ 53,91527’’ 43 4 15
CMUL Rove 6° 57’ 107° 55’ 1237,1 0,000 0,00 0,0015
r 36,46444’’ 43,09760’’ 20 5 05
GP5A Rove 6° 57’ 107° 54’ 1184,1 0,001 0,00 0,0037
r 07,01430’’ 52,62676’’ 06 4 20
GP7A Rove 6° 57’ 107° 55’ 1235,8 0,002 0,00 0,0078
r 05,99414’’ 15,22274’’ 27 0 18
GP9A Rove 6° 56’ 107° 55’ 1222,3 0,002 0,00 0,0033
r 51,53650’’ 23,87122’’ 21 5 39
GPS9 Rove 6° 56’ 107° 55’ 1221,7 0,000 0,00 0,0011
r 52,35436’ 24,51255’’ 45 5 08

Koordinat Titik Pengamatan dalam Sistem Koordinat UTM Zona 48S WGS84

Ked Std.
H Std. Std.
u- Easting Northing H
Titik Elipsoi Easti Northi
duka (m) (m) Elipso
d (m) ng ng
n id
GPS5 Base 822.082,9 9.230.484, 1.176,1 0,000 0,0000 0,000
29 391 53 0 0
BM0 Rove 822.218,3 9.231.398, 1.222,3 0,002 0,0037 0,009
2 r 16 745 71 1 7
BM2 Rove 822.135,7 9.231.379, 1.224,9 0,001 0,0024 0,005
A r 79 334 43 5 7
23
CMU Rove 823.636,2 9.229.655, 1.237,1 0,000 0,0005 0,001
L r 15 775 20 5 5
GP5A Rove 822.091,2 9.230.570, 1.184,1 0,002 0,0014 0,003
r 11 844 06 0 7
GP7A Rove 822.785,6 9.230.597, 1.235,8 0,001 0,0020 0,007
r 18 927 27 8 8
GP9A Rove 823.054,0 9.231.040, 1.222,3 0,003 0,0025 0,003
r 72 806 21 9 3
GPS9 Rove 823.073,6 9.231.015, 1.221,7 0,000 0,0005 0,001
r 11 538 45 8 1

Koordinat Titik Pengamatan dalam Sistem Koordinat Kartesian WGS84

Ked
u- Std. Std. Std.
Titik X Y Z
duka X Y Z
n
GPS5 Base - 6.025.679, - 0,000 0,000 0,000
1.947.931,2 374 767.087,66 0 0 0
00 5
BM02 Rove - 6.025.788, - 0,002 0,009 0,003
r 1.948.102,7 419 766.185,43 4 6 7
20 8
BM2 Rove - 6.025.813, - 0,001 0,005 0,002
A r 1.948.024,4 892 766.205,50 6 8 0
00 8
CMUL Rove - 6.025.163, - 0,000 0,001 0,000
r 1.949.401,0 441 767.907,45 6 5 4
45 0
GP5A Rove - 6.025.694, - 0,002 0,003 0,001
r 1.947.944,2 460 767.002,82 8 3 3
14 1
GP7A Rove - 6.025.533, - 0,002 0,007 0,002
r 1.948.621,2 483 766.977,96 1 7 2
73 6
GP9A Rove - 6.025.490, - 0,004 0,002 0,002
r 1.948.886,3 165 766.535,37 6 6 3
31 7
GPS9 Rove - 6.025.480, - 0,000 0,001 0,000
r 1.948.903,9 672 766.560,25 7 2 4
45 2

4.2 Pengolahan data bacaan KDH

Pada setiap pengukuran titik kerangka data yang didapat


adalah bacaan sudut horizontal, bacaan sudut vertical, jarak miring

24
dan data salah indeks perhari. Data tersebut kemudian akan diolah
menjadi sudut horizontal dan jarak datar.
Pengolahan data bacaan KDH dilakukan pada computer dengan
menggunakan Microsoft exel. Data bacaan kemudian diinput
berdasarkan format tabel yang telah ditentukan dan dengan rumus
yang sudah dibuat sehingga proses perhitungan akan berjalan
dengan automatis. Adapun tahapan pengolahan data KDH sebagai
berikut:

4.2.1 Perhitungan salah indeks untuk sebelum pengukuran. Dengan


rumus:

s.i=((Z(b)+Z(lb))-360)/2
4.2.2 Lakukan pengoreksian setiap bacaan sudut vertikal dengan salah
indeks.
Setiap bacaan vertical yang didapat mengandung kesalahan indeks,
maka bacaan vertical tersebut harus dihilangkan dengan rumus
sebagai berikut:
Vs=Vu - s.i
Vs = sudut vertical sebenarnya
Vu = sudut vertical ukuran
s.i = salah indeks
Z(b)= bacaan zenith biasa
Z(lb)=bacaan zenith luarbiasa

4.2.3 Lakukan perhitungan sudut horizontal dan vertikal rata-rata


dengan tahapan sebagai berikut:
4.2.3.1 Input data bacaan pada kolom yang telah disediakan.
4.2.3.2 Untuk mengitung sudut horizontal rerata. hitung sudut horizontal
dengan mengurangkan bacaan sudut kanan dengan bacaan sudut kiri
setelah itu rata-ratakan sudut horizontal biasa dan luar biasa.
4.2.3.3 Hitung jarak datar dengan menggunakan data bacaan sudut
vertical biasa maupun luar biasa. Lakukan dengan rumus berikut :
HD=SD sinZ atau SD cosM
HD = jarak datar
SD = jarak miring
Z = sudut zenith
M = sudut miring
4.2.3.4 Hitung jarak datar dengan merata-ratakan hasil perhitungan
diatas

25
Output akhir dari proses pengolahan data KDH adalah jarak
datar dengan besar sudut horizontal tiap titik kerangka, beserta
sketsa letak dari titik kerangka tersebut.

4.3 Pengolahan Data Bacaan KDV

Dalam pengukuran KDV, yang didapatkan adalah data


bacaan benang atas, benang tengah stand 1 dan stand 2 dan
benang bawah, serta data hitungan jarak optis ke belakang dan
jarak optis ke muka. Namun sudah disediakan pula ruang untuk
melakukan perhitungan beda tinggi rata-rata dalam formulir
hitungan sehingga langsung dapat didapatkan data hitungan beda
tinggi. Dalam pengolahan kerangka dasar, yang diperlukan adalah
hanya data beda tinggi.

Karena sudah memenuhi syarat, yang dilakukan hanyalah


tinggal memasukkan koreksi kesalahan alat kedalam data. Koreksi
yang digunakan adalah kesalahan garis bidik mengingat alat
yang digunakan berupa waterpass. Sebelum dilakukan koreksi,
sebelumnya perlu dihitung terlebih dahulu kesalahan garis bidik
dari data kesalahan garis bidik.
4.3.1 Perhitungan Kesalahan Garis Bidik
C = *(b1 – b2) – (m1 – m2)+

[ ]
*(db’ – db”) (dm’ – dm”)+
Di mana:

c : salah garis bidik


b1 : benang tengah rambu
belakang stand I m1 : benang
tengah rambu muka stand I
b2 : benang tengah rambu
belakang stand II m2 : benang
tengah rambu muka stand II
db’ : jarak ke rambu belakang
pada stand I dm’: jarak ke rambu
muka pada stand I
db” : jarak ke rambu belakang pada
stand II dm” : jarak ke rambu
muka pada stand II

26
Jarak dihitung dengan rumus = ( BA – BB ) x 100
(meter). BA dan BB sudah dalam satuan m.Kesalahan garis
bidik dihitung sebelum dan sesudah pengukuran sipat datar,
sehingga nilai salah garis bidik yang dikoreksikan adalah
rata-rata dari salah garis bidiik sebelum dan sesudah
pengukuran.

27
IV.2.1.1 Mengoreksi Kesalahan Garis Bidik kedalam beda tinggi
∆ H slag =( BT Ubelakang −BT umuka ) −( D b −Dm ) .C
u
∆ H❑
slag =∆ H slag− ( D b −D m ) . C

Dimana:
∆ H slag = beda tinggi slag setelah dikoreksi (mm)
∆ H uslag = beda tinggi slag ukuran (mm)
D b = jarak alat ke rambu belakang (m)
Dm = jarak alat ke rambu muka (m)
C = besar salah garis bidik (mm/m)

Setelah dilakukan koreksi kesalahan garis bidik, maka


didapatkan beda tinggi yang sudah bebas dari pengaruh
kesalahan alat. Data inilah yang kemudian digunakan dalam
pengolahan kerangka dasar.

4.4 Metode Pengolahan Kerangka Dasar

Pengolahan kerangka dasar adalah pengolahan yang


dimaksudkan untuk mendapatkan koordinat planimetris serta
ketinggian dari masing-masing titik kerangka dasar. Pengolahan ini
dilakukan secara simultan dengan menggunakan data dari seluruh
kelompok serta data koordinat GPS dari hasil pengolahan GPS.

Pengolahan ini dilakukan oleh divisi pengolahan kerangka


saat semua data KDH dan KDV didapatkan, yaitu sekitar pada hari
kedelapan. Dalam pengolahan kerangka dasar ini juga dilakukan
pembagian koreksi sudut, absis maupun koreksi lain yang
dianggap perlu untuk masing-masing kerangka dasar agar
memenuhi syrat geometris.
Pengolahan kerangka dasar ini dibagi menjadi 2 macam,
pengolahan kerangka dasar horizontal, untuk mendapatkan
koordinat planimetris (X, Y) dari titik kerangka dasar dan
pengolahan kerangka dasar vertikal, untuk mendapatkan
ketinggian (Z).
Hitung Perataan dilakukan untuk mendistribusikan koreksi
kesalahan secara merata ke setiap data ukuran sehingga
mendapatkan nilai koordinat 3 dimensi kerangka dasar yang telah
memenuhi syarat geometrik. Hitung perataan dilakukan dengan
metode Dell. Data masukan merupakan data sudut, jarak ukuran dan
beda tinggi serta koordinat geodetik salah satu titik hasil survey GPS.
Adapun langkah-langkah perataan menggunakan metode dell secara
garis besar terbagi menjadi dua, yaitu perataan dell kerangka dasar
2
8
horizontal dan perataan dell kerangka dasar vertikal yang dijelaskan
sebagai berikut :

A. Perataan Dell Kerangka Dasar Horizontal


1. Menghitung salah penutup sudut setiap kring
2. Melakukan perhitungan dell sehingga mendapatkan koreksi
sudut ukuran setiap kring dan setiap segmen garis antar
titik simpul
3. Pengecekan besar koreksi ukuran sudut untuk setiap kring
harus sama dengan salah penutup sudut setiap kring
4. Pemberian koreksi ukuran setiap sudut pada masing-masing
garis segmen antar titik simpul menggunakan metode
bowditch. Nilai koreksi untuk sudut simpul merupakan ½ dari
koreksi sudut pada segmen garis yang sama
5. Pengecekan salah penutup sudut yang telah dikoreksi setiap
kring sama dengal nol
6. Hitung jarak sebenarnya yaitu jarak ukuran dikalikan faktor
perbesaran
7. Hitung azimuth awal menggunakan data koordinat geodetik
dari survey GPS
8. Hitung azimuth pada semuat titik
9. Hitung beda absis dan beda ordinat serta salah penutup
beda absis dan beda ordinat pada setiap kring
10. Melakukan perhitungan dell sehingga mendapatkan
koreksi beda absis dan beda ordinat setiap kring dan setiap
segmen garis antar titik simpul
11. Pengecekan besar koreksi beda absis dan beda ordinat
setiap kring sama dengan salah penutup beda absis dan
beda ordinat setiap kring
12. Pemberian koreksi beda absis dan beda ordinat setiap
segmen garis antar titik simpul menggunakan metode
bowditch
13. Pengecekan besar beda absis dan beda ordinat yang telah
dikoreksi untuk setiap kring sama dengan nol
14. Hitung koordinat horizontal setiap titik menggunakan
metode bowditch

B.Perataan Dell Kerangka Dasar Vertikal


1. Menghitung salah penutup beda tinggi setiap kring

2
9
2. Hitung jarak sebenarnya yaitu jarak ukuran dikalikan faktor
perbesaran
3. Melakukan perhitungan dell sehingga mendapatkan koreksi
ukuran beda tinggi setiap kring dan setiap segmen garis
antar titik simpul
4. Pengecekan besar koreksi ukuran beda tinggi untuk setiap
kring harus sama dengan salah penutup beda tinggi setiap
kring
5. Pemberian koreksi ukuran beda tinggi pada masing-masing
garis segmen antar titik simpul
6. Pengecekan salah penutup ukuran beda tinggi yang telah
dikoreksi untuk setiap kring sama dengan nol
7. Hitung koordinat vertikal setiap titik

Setalah proses diatas selesai maka didapatlah output dari hitung


perataan yaitu koordinat geodetik (X,Y,Z) setiap titik kerangka dasar.

4.5 Metode Pengolahan Data Situasi

4.5.1 Penentuan Titik Detail


 Penggambaran sketsa kasar

Acuan dalam penentuan titik detail dimana setiap


pojok/pembentuk unsur alam/buatan pada dasarnya akan menjadi
titik detail. Dalam penggambaran sketsa kasar, sebaiknya
digambarkan juga :
1. Letak titik-titik kerangka
2. Perkiraan dari titik kerangka yang mana akan dilakukan
pengukuran titik detail.

 Penentuan titik detail

Unsur yang termasuk dalam titik detail bergantung pada


 Skala

Pengukuran di Kampus menggunakan skala 1:500. Dengan


ketelitian ±0,5 mm, maka ukuran terkecil yang digunakan
sebagai ukuran suatu benda yang masuk ke dalam detail adalah
25 cm.
3
0
 Kepentingan Unsur

Walaupun kecil dan tidak masuk ke dalam skala, apabila dia


penting, maka dia harus masuk ke dalam pengukuran titik
detail. Unsur-unsur yang setidaknya harus ada dalam
pengukuran adalah sungai, jalan setapak, pohon, ....

 Penentuan simbol yang digunakan

Sebaiknya dilakukan oleh satu orang sehingga tidak ada


kebingungan antara satu simbol dan simbol lainnya. Simbolisasi
dibuat supaya mudah dibaca oleh pengguna sehingga ia haruslah
mewakili objek aslinya namun tetap sederhana.

 Penomoran titik detail

Penomoran titik detail akan dilakukan bersamaan dengan


pengukuran titik detail.

 Titik Tinggi

Untuk titik tinggi, skala juga merupakan hal penentu daerah


manakah yang harus diukur ketinggiannya. Untuk skala 1 : a,
dengan ketentuan a/20000=b, maka kira-kira setiap interval b cm,
harus dilakukan pengukuran untuk mendapatkan hasil kontur yang
sesuai. Walaupun begitu, penentuan pengukuran ketinggian dapat
dilakukan secara kasat mata saja dengan memperhatikan daerah
yang cukup berubah ketinggiannya dan kepentingan dari unsur
tersebut. Apabila merupakan puncak suatu daerah, sebaiknya
diukur.

4.5.2 Pengukuran Titik Detail


 Data

Elemen yang diukur selama pengambilan data titik detail adalah :

3
1
1. Tinggi ETS
2. Tinggi Reflektor
3. Sudut Horizontal (H)
4. Sudut Vertikal (V)
5. Horizontal Distance (HD)
6. Slope Distance (SD)
7. Vertical Distance (VD)

Untuk metode penggunaan ETS, sama seperti saat dilakukan


pengukuran Kerangka Dasar Horizontal (KDH) dan Kerangka
Dasar Vertikal (KDV).

 Metode

Pengukuran Titik Detail dilakukan dengan Metode Backsight.


Hal ini dikarenakan dalam perhitungannya, diperlukan tidak
hanya sudut dan jarak namun azimuth dan jarak. Metode
Backsight bertujuan untuk memudahkan mendapatkan hasil
akhir berupa azimuth dari arah utara ke titik detail.
Metode Backsight merupakan metode dimana 0 alat di-
setting pada suatu titik kerangka lain dari titik kerangka tempat
melakukan pengukuran. Pengukuran kali ini dilakukan dengan
perputaran kerangka searah jarum jam dengan backsight pada
titik kerangka sebelum titik kerangka tempat melakukan
pengukuran.

tik

Gamba
Gambar 2.1. Metode Pengukuran Backsight

3
2
Pada Gambar 2.1., kotak oranye merupakan titik kerangka
dan titik hijau merupakan titik detail. Titik 2 merupakan tempat
mendidikan alat dan titik 1 merupakan tempat melakukan 0 set.
1. Dirikan ETS pada salah satu titik kerangka tempat melakukan
pengukuran

Pada ilustrasi 2.1., titik 2 adalah titik tempat pendirian alat


2. Lakukan centering dan leveling
3. Perhitungan salah indeks dan kolimasi
4. Dirikan reflektor pada titik kerangka sebelumnya setelah
dilakukan centering dan leveling

Pada ilustrasi 2.1., titik 1 adalah titik tempat reflektor


5. Bidik ETS ke reflektor dan lakukan 0 set, kunci horizontal
6. Buka kunci horizontal, bidik ETS ke prisma tempat titik detail
berada
7. Baca dan catat data-data yang perlu. Pengukuran hanya
dilakukan satu kali.
8. Lakukan untuk semua titik detail

Untuk titik detail yang tidak dapat diukur dari titik kerangka
dasar manapun, maka harus digunakan Metode Titik Bantu,
dimana pengukuran dilakukan ke suatu titik detail yang akan
dijadikan tempat berdiri alat untuk mengukur titik detail lainnya.

4.5.3 Koreksi Kesalahan Alat

Koreksi kesalahan alat yang kami gunakan untuk mengoreksi


bacaan adalah salah indeks (si) dan salah kolimasi (sc). Besarnya
koreksi dicari dengan menggunakan data pengukuran kesalahan
indeks yang dilakukan sebelum dan sesudah pengukuran setiap
harinya. Data pengukuran yang di dapat menggunakan metoda
pengukuran biasa dan luar biasa.
1.3.1 Salah Indeks

3
3
VB
(¿ ¿ U +VLB 2)−360
2
si=¿
VBS=VBU-si
Ket : si = Sala indeks
VBu = Bacaan sudut vertikal biasa ukuran
VBs = Bacaan sudut vertikal biasa setelah di koreksi
VLBu = Bacaan sudut vertikal luar biasa ukuran
1.3.2 Salah Kolimasi

HLB
{(¿¿ U ± 180)−HBU }sinVB S
2
sc=¿
HBS=HBU-sc
Ket : sc = Sala kolimasi
HBu = Bacaan sudut horizontal biasa ukuran
VBs = Bacaan sudut vertikal biasa setelah di koreksi
HLBu = Bacaan sudut horizontal luar biasa ukuran
HBS = Bacaan sudut horizontal biasa setelah di koreksi

4.5.4 Perhitungan Titik Detail

Sebelum melakukan perhitungan titik detail, setiap sudut


horizontal dan vertikal sudah harus dikoreksi dengan salah indeks dan
salah kolimasi. Perhitungan Titik Detail dilakukan menggunakan
Metode Polar. Pencarian Sudut Azimuth dilakukan dengan mencari
terlebih dahulu azimuth setiap dua titik kerangka. Titik-titik kerangka
yang fix sebelumnya harus sudah dihitung dengan metode perataan
dari hasil pengukuran KDH. Perhitungan Azimuth dilakukan dengan
rumus :

x i−x j
αji = arc tan ( y i− y j )

3
4
Setelah diketahui setiap azimuth untuk kerangka, dapat diketahui
azimuth untuk setiap daerah titik detail dengan melihat dari sketsa
kasar. Contohnya pada Gambar 2.3. untuk titik detail yang diambil dari
titik kerangka 5 dengan backsight titik kerangka 4 :

Gambar 2.3. Metode Perhitungan Azimuth

Dapat dilihat bahwa azimuth dari titik-titik detail k merupakan


penjumlahan hasil pengukuran sudut Bk (sudut horizontal tercatat)
ditambah dengan Azimuth titik 54. Sehingga perhitungan azimuth
untuk daerah ini adalah :

αk = α54 + βk

Perlu dicatat bahwa perhitungan Azimuth sangat mungkin


berbeda untuk perbedaan darah titik detail oleh karena itu penting
untuk menggambarkan sketsa kasar beserta azimuth untuk setiap
daerah.
Dengan Azimuth dan juga data hasil ukuran lainnya, maka ketiga
komponen koordinat (X, Y, Z) untuk setiap detail dapat dihitung
dengan menggunakan rumus :
∆Xi = dni x cos αi
∆Yi = dni x sin αi
∆Z = (SD x sin m) + tinggi alat – tinggi reflektor

Xi = Xn + ∆Xi
Yi = Yn + ∆Yi
3
5
Zi = Zn + ∆Zi

Dengan n merupakan nomor titik kerangka dan i merupakan


nomor titik detail. Sehingga setiap detail dapat diketahui koordinat 3D
nya. Perlu diingat untuk titik detail yang datanya diukur dari titik bantu,
perlu dilakukan perhitungan dua kali yaitu perhitungan untuk titik bantu
dan untuk titik detail sebenarnya.

4.6 Metode Pembuatan Peta

Dalam pembuatan peta merupakan penyajian data hasil


pengukuran. Data tersebut ada hasil plotting seluruh seksi
pengukuran berupa kerangka dan ada hasil plotting data detail yang
berupa data kontur, jalan, sungai dan objek. Sebelum plotting data
detail, sebaiknya data detail dipisahkan sesuai data-data yang diambil
misalnya data sungai, data kontur, data jalan, dan data objek. Data-
data tersebut berupa koordinat titik-titik tersebut. Data tersebut
disimpan dan disajikan dalam format .txt dalam bentuk PENZD (space
delimited). PENZD tersebut memiliki arti point (nomor urut ke berapa),
Easting (arah timur yakni koordinat X), Northing (arah utara yakni
koordinat Y), Zenith (koordinat Z), Description (keterangan nama titik).

Semua pengolahan untuk digitasi dilakukan di AutoCad, baik


untuk pengolahan kontur maupun detail dari objek yang ada.
Sehingga diperoleh suatu peta detail situasi dan kontur untuk
keseluruhan daerah pemetaan sebagai berikut:

3
6
BAB V
PERMASALAHAN DAN
SOLUSI

Pada pelaksanaan kegiatan kemah kerja 2015 kali ini kelompok


kami menemukan beberapa masalah teknis dan non-teknis yang cukup
menghambat. Dan juga disertai dengan solusi dari permasalahan
tersebut sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi untuk pelaksanaan
kegiatan kemah kerja dan pekerjaan yang akan datang berikutnya(dibagi
permodul solusi an kendala)
Kendala pada kelompok
 Sangat minimumnya jumlah anggota kelompok 13 (7 orang) hal ini
membuat khususnya pada modul detail jumlah SDM sangat sedikit
karena pada hari pengukuran dua orang tidak bisa mengikuti
pengukuran karena piket dan untuk beberapa hari penanggung jawab
perataan dan penyajian melakukan pengolahan data sehingga tidak
bisa pergi ke lapangan untuk mengikuti pengukuran. Pada akhirnya
hanya 5 orang yang melakukan pengukuran di lapangan, sehingga
mengurangi produktivitas dari kelompok itu sendiri, tidak ada
pergantian orang, alat-alat yang dibawa cukup banyak ditambah
jarak yang jauh membuat stamina anggota kelompok cukup terkuras.
 Hilangnya 3 patok (B13,B14,B15) dan patok simpul yang digeser oleh
seseorang pada pengukuran detail, sehingga memperlambat jalannya
pengukuran.

Solusi
 Memaksimalkan kinerja personil, menjaga keharmonisan personil
sehingga dengan keterbatasan SDM tidak mengurangi prosuktivitas.
 Merekonstruksi patok yang hilang berdasarkan lubang bekas patok.

Kendala pada pengukuran Kerangka Dasar Horizontal (KHD)


 Patok baru dipasang ketika hari pengukuran, sehingga penguasaan
medan dapat dikatakan kurang, yang mana berpengaruh pada
efektifitas dan efisiensi pengukuran
 Banyak objek-objek vegetasi yang rimbun, sehingga untuk
mendapatkan bidikan terjauh perlu membongkar semak-semak atau
menyiangi objek-objek vegetasi yang menghalangi pandangan,
 Terlalu pagi, kurangnya cahaya matahari membuat benang silang
reflektor tidak terlihat dengan jelas dan lensa okuler ETS cepat
berembun
Solusi
 Dilakukan survey terkait pemasangan patok kerangka sebelum
pengukuran dilakukan
 Mengubah posisi patok atau menghiangkan semua yang
menghalangi pandangan.
 Reflektor diberikan cahaya tambahan dengan lampu senter dll
 Dilap ketika akan membidik

Kendala pada pengukuran Kerangka Dasar Vertikal (KDV)


• Medan yang cukup curam membuat jumlah slag menjadi lebih
banyak
• Nivo pada rambu ukur tidak terkalibrasi yang mengakibatkan rambu
ukur tidak tegak, meskipun nivo sudah sentring
• Cuaca sangat panas sehingga mengganggu bidikan

Solusi
• Memaksimalkan bacaan rambu
• Cek rambu sebelum melakukan pengukuran dan kalibrasi nivo kotak
• Payungi alat (sipat datar)

Kendala pada pengukuran titik detail


• Area sangat rimbun kesulitan untuk mengambil sample titik detail
• Area cukup curam sehingga membahayakan pemegang pole
• Banyak objek yang tidak terjangkau dari patok kerangka , sehingga
dipperlukan titik bantu
• Cuaca hujan tak menentu menggangu jalannya pengukuran

Solusi
• Menyiangi hal yang menggangu bidikan ke pole atau memindahkan
posisi pole yang lebih mudah terlihat
• Lebih berhati-hati saat pada area yang curam, karena area tersebut
tetap harus dipetakan
• Pada pembuatan kerangka seharusnya dipertimbangkan juga objek
yang terlihat pada titik kerangka tersebut
• Memanfaatkan waktu pengukuran seeefisien mungkin saat cuaca
sedang cerah atau tidak hujan
BAB VI
KESIMPULAN DAN
SARAN

VI.1 Kesimpulan

Hasil akhir dari kegiatan kemah kerja adalah sebuah peta.


peta tersebut adalah gabungan dari seksi-seksi yang dipetakan oleh
beberapa kelompok. Sehingga kualitas dari peta tersebut ditentukan
oleh peta yang dihasilkan oleh tiap kelompok. Keberhasilan setiap
kelompok sangat ditentukan dengan kerja sama yang baik antara
anggota kelompok.
Tetapi yang terpenting adalah sikap kejujuran pada setiap
individu

VI.2 Saran

Kami mengajukan beberapa saran yang yang dapat digunakan


untuk keberhasilan kegiatan kemah kerja kedepannya, antara lain:

1. Lebih ditekankan lagi nilai kejujuran pada kegiatan kemker yang


akan datang, setiap peserta harus memahami bahwa yang
terpenting bukan hasil akhir tetapi proses untuk mendapatkan
hasil akhir tersebut. Sehingga tidak melakukan tindakan yang
tidak seharunya dilakukan.
2. Sosialisasi kegiatan kemker kepada warga lokal lebih ditingkatkan
kembali untuk mengidari kejadian yang tidak diinginkan seperti
patok hilang, dll.
3. Untuk area yang dipetakan pada kemker kemarin terlalu luas
sehingga menyebabkan titik detail yang terambil tidak menyeluruh
sehingga kontur yang dihasilkan jelek/buruk. Untuk kemah kerja
tahun depan luas daerah yang dipetakan, luas/ panjang seksi
harus diperhitungkan terhadap lama waktu pengukuran sehingga
hasil yang dihasilkan baik, peta yang dihasilkan baik sehingga peta
bisa digunakan digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu.
LAMPIR
AN

PETA KRING DAN SEKSI KELOMPOK


PETA - PETA KELOMPOK 13
1. Peta Kontur Kelompok 13
2. Peta Kontur + Objek Kelompok 13
BERITA ACARA PELAKSANAAN KEMAH KERJA 2015

1. Minggu, 17 Mei 2015

Pada hari ini merupakan hari pertama tiba di lokasi kemah kerja 2015
dengan keberangkatan diawali dari Kampus ITB pada pukul 10.30 WIB
dan tiba pada pukul 13.00 WIB. Setelah sampai di lokasi yaitu Hutan Buru
Kareumbi, Gunung Masigit, Jawa Barat para peserta kemah kerja
bergotong royong untuk memindahkan barang-barang bawaan dari mobil
ke tempat penginapan. Setelah barang-barang selesai dipindahkan dan
sebelum survey lokasi pengukuran, para peserta mulai makan siang dan
ibadah.

Acara selanjutnya semua peserta kemah kerja melakukan briefing


(kumpul bersama) untuk mendiskusikan teknis survey dan persiapan
basecamp. Hasil briefing tersebut yaitu sebagian peserta kemah kerja
ada yang mempersiapkan tempat penginapan (basecamp), sebagian
melakukan survey lokasi pengukuran, dan membuat patok. Untuk yang
melakukan survey ialah sebagian dari PJ (Penanggung Jawab) KDH
(Kerangka Dasar Horizontal), sebagian dari PJ KDV (Kerangka Dasar
Vertikal), sebagian dari PJ Survey, dan sebagian dari PJ Detail. Survey
lokasi pengukuran dilakukan dengan teknis dibagi untuk dipencar ke
lokasi pengukuran yang berbeda-beda. Survey tersebut berlangsung dari
pukul 13.30 WIB – 17.30 WIB. Sedangkan untuk sebagian peserta kemah
kerja yang berada di sekitar basecamp melakukan persiapan basecamp
di aula (rumah kayu) dan tenda pleton, serta sebagian ada yang
membuat patok dari kayu dan di cat dengan warna merah.

Untuk acara malam harinya, mulai pukul 18.30 WIB para peserta kemah
kerja makan malam bersama dibawah aula dan selanjutnya diteruskan
untuk briefing agenda kegiatan esok hari yakni pengukuran Kerangka
Dasar Horizontal. Briefing berlangsung hingga pukul 20.30 WIB dan
dilanjutkan dengan semua peserta kemah kerja mulai beristirahat untuk
menyiapkan tenaga agar dapat melakukan pengukuran dengan tenaga
yang cukup.

2. Senin, 18 Mei 2015

Mulai pagi hari para peserta kemah kerja sudah bersiap-siap untuk
melakukan pengukuran. Pagi hari diawali dengan makan pagi dan
pengambilan alat masing-masing kelompok di ruangan alat. Selanjutnya
briefing dengan masing-masing kelompok untuk menyampaikan teknis
pengukuran. Untuk kelompok 13 ini pengukuran KDH berada di seksi E
43
dengan lokasi jalan sekitar kandang rusa ke atas. Anggota kelompok
yang mengikuti pengukuran hari ini ada 6 peserta dari 7 orang peserta,
yakni 1 orang bertugas piket (mengantar makan siang kepada anggota
kelompok, membersihkan basecamp dan sekitarnya). Sebelum
melakukan pengukuran, anggota kelompok mengecek alat pengukuran
dengan teliti yang bertujuan agar pada saat telah tiba di lokasi alat
pengukuran dapat langsung digunakan untuk mengukur.

Keberangkatan ke seksi pengukuran yaitu pada pukul 07.20 WIB dan tiba
di lokasi pengukuran pada pukul 08.00 WIB. Kami memutuskan untuk
memulai pengukuran pertama berada di titik pertemuan antara seksi E
dan seksi M. Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran Kerangka
Dasar Horizontal dan sekaligus pemasangan patok untuk titik-titik
pengukuran. Pengukuran dilakukan dengan 1 orang pembidik, 1 orang
pencatat data, 1 orang mengontrol dan menghitung data untuk kontrol
kualitas, 2 orang centring prisma dititik depan titik alat dan dititik
belakang titik alat, 1 orang menentukan dan memasang patok. Untuk
teknis pengukuran di lapangan berjalan sesuai rencana saat briefing.
Kendala yang dihadapi hanya orientasi pemasangan patok sempat terjadi
kebingungan pemasangannya dititik mana saja karena tanda yang telah
dibuat saat survey lokasi hilang tanpa berbekas. Solusinya ialah PJ KDH
di kelompok kami mendiskusikan kepada anggota kelompok untuk
menentukan pemasangan patok-patok tersebut, hingga ketemu titik-titik
untuk dipasang patok. Pengukuran berlangsung hingga pukul 12.00 WIB
dengan tiba saatnya untuk makan siang yang telah dibawakan oleh
anggota kelompok yang bertugas piket. Kami memutuskan untuk
beristirahat dengan durasi 1 jam untuk makan siang dan ibadah sholat
dzuhur. Pukul 13.00 WIB kami memulai untuk melanjutkan kembali
pengukuran KDH tersebut dengan tugas tiap anggota sama dengan
tugas sebelum istirahat. Saat proses pengukuran sedang berlangsung,
Pak Didik datang ke seksi kami yaitu seksi E untuk memberi tugas. Tugas
yang diberikan berupa tugas silogisme yang dikumpul pada malam hari
nanti sebelum pukul 21.00 WIB. Akhirnya pengukuran selesai pada pukul
16.30 WIB. Kami pulang ke basecamp dan mengembalikan alat ke ruang
alat.

Untuk selanjutnya pada pukul 18.30 WIB semua peserta kemah kerja
mulai makan malam dan pukul 19.30 WIB dilanjutkan dengan evaluasi
pengukuran hari ini dan briefing untuk kegiatan pengukuran esok hari.
Dalam briefing, Pak Didik menyampaikan atau memberi tugas kepada
semua kelompok kemah kerja, tugas yang diberikan berupa 5 lagu bebas
dengan lirik lagu yang mengandung silogisme (premis mayor, premis
minor, dan kesimpulan) untuk dikumpul esok hari sebelum pukul 21.00
WIB. Untuk jam malam berdiskusi dibatasi hingga jam 22.00 WIB.

44
3. Selasa, 19 Mei 2015

Hari ini adalah hari kedua pengukuran yaitu dengan melanjutkan di titik
patok yang belum terukur. Untuk kegiatan hari ini, paginya seperti biasa
untuk sarapan dan pengambilan alat dimulai pukul 06.30 WIB. Jumlah
anggota kelompok yang mengikuti pengukuran ke lapangan masih sama
yakni berjumlah 6 orang dengan 1 orang lainnya bertugas piket sesuai
jadwal piket yang telah dibuat. Mulai pukul 07.00 WIB kami sudah mulai
berangkat ke lokasi pengukuran.

Pengukuran hari kedua ini ialah melanjutkan pengukuran KDH yang


kemarin harinya dari patok terakhir dan melanjutkan pemasangan patok
untuk pengukuran. Pengukuran KDH hanya berjalan setengah hari karena
sudah selesai hingga patok ke-20 yang terletak didekat basecamp
sampai jam makan siang. Selanjutnya, kami beristirahat dan makan
siang di basecamp hingga pukul 13.00 WIB. Pada siang harinya, kami
melanjutkan untuk melakukan pengukuran KDV (Kerangka Dasar
Vertikal). Pengukuran dimulai pukul 13.30 WIB. Untuk pengukuran KDV
yang teknis pengukurannya pergi-pulang, kami memutuskan memulai
dari patok terakhir yaitu patok ke-20 yang terletak di dekat basecamp.
Pengukuran KDV pergi-pulang mendapat 6 patok yaitu titik GPS, patok
ke-20, GPS, patok ke-18, patok ke-17, dan patok ke-16 dengan jumlah
slag ----. Saat pengukuran berlangsung kelompok kami langsung
mengecek data ukuran disetiap pengukuran agar data ukuran masuk
kedalam toleransi pengukuran KDV. PJ KDV dari kelompok kami pun
menentukan jumlah slag dalam seksi pengukuran sambil berdiskusi
dengan anggota kelompok. Penentuan jumlah slag dalam seksi
pengukuran sempat mengalami kendala karena kurang orientasi di seksi
pengukuran KDV. Pengukuran selesai pukul 17.20 WIB dengan langsung
mengembalikan alat ke ruang alat.

Seperti biasa pada pukul 18.30 WIB semua peserta santap makan malam
dan pukul 19.40 WIB semua peserta kemah kerja melakukan evaluasi
kegiatan hari ini dan melakukan briefing untuk teknis dan non-teknis
kegiatan pengukuran esok hari agar pengukuran esok hari berjalan
lancar tanpa kendala. Setelah briefing, dilanjutkan dengan kelompok
kami briefing sebentar dan melakukan pengecekan serta perhitungan
data ukuran hari ini agar jika ada data yang tidak masuk toleransi dapat
langsung diulang pengukuran esok harinya. Dalam briefing diisi oleh
dosen-dosen yakni Pak Didik, Pak Agus S Soedomo, Pak Irwan Gumilar
dan Andika sebagai Ketua Kemah Kerja 2015. Pak Didik menyampaikan
tugas berikutnya berupa menulis 10 conclusion (kesimpulan) yang
dikumpul juga sebelum pukul 21.00 WIB esok harinya.

4. Rabu, 20 Mei 2015

4
5
Hari Rabu adalah hari ketiga kegiatan pengukuran kemah kerja di
Kareumbi. Hari ketiga ini masih melanjutkan pengukuran KDV. Seperti
biasa untuk pagi harinya semua peserta kemah kerja melakukan sarapan
dan mengambil alat pengukuran KDV. Pengukuran KDV masih
melanjutkan dari patok pengukuran terakhir yang kemarin yaitu mulai
dari patok E15 hingga patok E8. Pengukuran hari itu diawali pada pagi
hari, sekitar pukul 07.30 kami berangkat menuju lokasi awal pengukuran
yaitu patok E15. Pengukuran dilakukan hingga patok E8, saat itu sekitar
pukul 12.00, lalu kami memutuskan untuk istirahat makan siang sebelum
pengukuran pulang. Selepas dari istirahat makan siang, dan beberapa
dari kami melakukan ibadah shalat dzuhur, pengukuran dilanjutkan
pulang ke patok E15. Kami sampai di patok E15 sekitar pukul, 15.30 WIB.
Karena masih tersisa waktu pengukuran, kami memutuskan untuk
menyempatkan pengukuran antara patok S1 ke E19 dan E19 ke BM
GPS01 secara pergi pulang.
Pengukuran hari itu berakhir dengan disadari bahwa data ukuran yang
didapatkan pada hari itu banyak yang tidak memenuhi toleransi salah
penutup beda tinggi ukuran pergi dan pulang. Sehingga banyak ukuran
antar patok yang harus diulang pada hari pengukuran selanjutnya.

Untuk acara malam harinya kami setelah makan malam mulai berkumpul
untuk briefing kegiatan esok hari dan mengolah data bersama.
Penyusunan laporan kemah kerja pun dimulai hingga pukul 22.30 WIB.
Setelah itu semua anggota masuk ke dalam basecamp untuk beristirahat
menyiapkan energy agar saat melakukan pengukuran esok harinya
maksimal.

5. Kamis, 21 Mei 2015

Pada hari ini ialah hari untuk melanjutkan pengukuran terakhir dan
mengulang jika ada pengukuran yang datanya tidak masuk toleransi.
Evaluasi dari pengukuran kemarin, bahwa banyak data ukuran yang tidak
memenuhi toleransi diduga kuat karena niveau rambu ukur yang tidak
terkalibrasi, rambu miring meskipun nifo pada rambu ukur sudah
sentring. Hal ini sangat berpengaruh pada ketelitian data bacaan beda
tinggi. Sehingga pada hari ini kami meningkatkan pengawasan dan
perhatian terhadap hal-hal dilapangan yang dapat mempengaruhi
ketelitian data hasil pengukuran demi pemenuhan spesifikasi teknis yang
benar dan telah disepakati. Pada hari keempat ini kami memulai
pengukuran dari patok E08 hingga ke titik patok E01 pergi pulang. Kami
selesai melakukan pengukuran antara patok E08 hingga E01 sekitar
pukul 12.00 WIB. Sesi pengukuran selanjutnya dilaksanakan sekitar pukul
13.00 WIB, setelah istirahat makan siang dan shalat Dzuhur, kami
melakukan pengukuran ulang beda tinggi antar beberapa patok di antara
patok E15 hingga patok E08. Pengukuran hari itu berakhir dengan
seluruh data hasil pengukuran sepanjang seksi E diketahui telah
4
6
memenuhi toleransi pengukuran beda tinggi pergi dan pulang.
Pengukuran selesai pada pukul 17.20 WIB.

Seperti biasa acara malam harinya setelah makan malam, semua


peserta kemah kerja berkumpul untuk evaluasi dan briefing kegiatan
esok hari. Saat briefing, ada pengisisan evaluasi dan briefing juga dari
dosen-dosen kemah kerja. Briefing berlangsung hingga pukul 21.00 WIB.

6. Jumat, 22 Mei 2015

Kegiatan hari ini semua peserta kemah kerja 2015 day off (tidak ada
pengukuran), tetapi dalam day off tersebut ada 2 kegiatan yaitu test
levelling dengan pengawas asisten kemah kerja dan survey detail oleh PJ
detail semua kelompok mengelilingi seluruh lokasi pengukuran di
Kareumbi. Untuk test levelling diadakan di Lapangan A pada pukul 08.15
WIB, asisten yang sebagai pengawas bukan dari asisten kelompok
melainkan diundi. Penilaian test levelling berdasarkan beberapa aspek
yaitu dari mulai cara mengeluarkan alat dari tempatnya, memegang alat,
dan levelling alat. Durasi test levelling ditentukan dengan waktu
maksimal 15 menit dengan keadaan alat sudah di dalam tempatnya.
Dalam durasi tersebut selain levelling, juga termasuk pembidikan
terhadap kedua prisma dengan bacaan biasa kiri – biasa kanan –
luarbiasa kanan – luarbiasa kiri. Bacaan pembidikkan tersebut dihitung
memasuki toleransi berapa. Test levelling dilakukan secara bergantian
setiap orang dalam 1 kelompok. Pada pukul 11.00 WIB test levelling
selesai dan semua peserta kemah kerja 2015 kembali ke basecamp
untuk beristirahat dan bagiyang muslim menjalani ibadah sholat jumat.

Untuk kegiatan siang harinya setelah selesai ibadah sholat jumat dan
makan siang, tim Detail bersiap untuk survey daerah pengukuran detail.
Pukul 13.00 WIB tim detail mulai berangkat survey. Selain tim detail,
peserta kemah kerja tetap berada di basecamp dengan tugas sebagai
piket daerah camp. Tim detail selesai survey pada pukul 17.30 WIB.
Pada kegiatan malam harinya setelah makan malam, semua peserta
kemah kerja mengevaluasi kegiatan hari ini dan briefing untuk kegiatan
esok hari. Setelah briefing secara keseluruhan semua kelompok,
dilanjutkan dengan kelompok kami melakukan briefing untuk kegiatan
pengukuran esok hari.

7. Sabtu, 23 Mei 2015

4
7
Kegiatan hari ini pengukuran dilakukan mulai dari siang hari setelah jam
makan siang. Untuk kegiatan pagi harinya ada pengisian materi dari
Letnan Mayor Jendral Alfan yang berjudul “PEMIMPIN”. Dalam
penyampaian materi tersebut diselingi untuk berdiskusi juga antar Pak
Alfan dengan semua peserta kemah kerja. Penyampaian materi
berlangsung hingga pukul 09.30 WIB. Setelah itu, semua peserta kemah
kerja diajak oleh Pak Alfan untuk latihan menembak menggunakan pistol
dengan 3 kali penembakan. Latihan menembak dilakukan secara
bergiliran dan diutamakan yang putri terlebih dahulu. Bagi yang sudah
menembak diperbolehkan untuk pulang ke basecamp dan diberi tugas
untuk menuliskan kembali pada kertas yang isinya ialah “Mengapa
dibutuhkan seoang Pemimpin?”

Siang harinya setelah jam makan siang, semua peserta kemah kerja
selain yang bertugas piket mulai bersiap mengambil alat untuk
pengukuran Detail. Kelompok kami melakukan pengukuran detail
berlokasi di seksi B dengan medan pengukuran curam dan jalan yang
dilewati ialah jalan setapak serta disampingnya meliputi jurang yang
curam penuh dengan semak-semak tinggi sehingga saat melakukan
pengukuran banyak semak-semak yang harus dibabat agar tida
menutupi pengukuran berbagai detail. Awalnya kelompok kami
melakukan pengukuran dari patok pertama yaitu B01. Lokasi B01 berada
disekitar daerah rumah pohon ke atas. Saat keberangkatan menuju seksi
B, kelompok kami memutuskan untuk lewat dari patok terakhir seksi B
dengan maksud untuk sekalian survey terhadap seksi B agar dapat
mengira-ngira data detail yang akan diambil. Pengukuran detail hari
pertama, dilakukan sekitar daerah rumah pohon. Pengukuran
berlangsung hingga pukul 17.00 WIB dengan data yang diambil sekitar
57 titik detail meliputi kontur dan objek. 57 titik detail tersebut berasal
dari 1 titik patok dan 1 titik bantu yakni patok B01 dan titik bantu TB1.

Pada malam harinya kegiatan sama seperti hari-hari sebelumnya yaitu


evaluasi dan briefing dengan penyampaian oleh ketua kemah kerja 2015,
koordinator akademik, dan diskusi dengan dosen. Acara briefing bersama
selesai pukul 20.00 WIB. Selanjutnya masing-masing PJ detail dari semua
kelompok berkkumpul untuk melakukan briefing tentang teknis
pengukuran detail esok hari.

8. Minggu, 24 Mei 2015

Hari minggu ini merupakan hari kedua pengukuran detail yang dilakukan
pada pukul 07.30 WIB yang berlokasi di seksi B area rumah pohon. Titik
penempatan alat di area tersebut dengan menggunakan beberapa titik
bantu. Titik detail yang diambil datanya berupa jalan, rumah pohon,
toilet di area rumah pohon, sungai dan kontur. Saat pengambilan data
detail berupa sungai berikut harus turun ke jurang dan banyak menebas
pohon agar jalon atau rambu yang dipasang dipinggir sungai terlihat dari
tempat alat didirikan. Kendala yang dihadapi saat pengukuran detail
4
8
ialah banyak tertutupnya oleh vegetasi-vegetasi disekitar titik detail,
solusi yang dilakukan yaitu dengan cara menebas vegetasi-vegetasi
tersebut. Pengukuran detail hari ini berjalan hingga pukul 17.30 WIB.

Pada malam hari, makan malam dilakukan secara bersama pukul 18.30
WIB. Selanjutnya dilakukan seperti biasa yakni penyampaian arahan dari
dosen dan evaluasi serta briefing secara bersamaan. Selesai briefing
kami sebagian anggota kelompok 13 berkumpul secara bersama untuk
menginput data detail ke computer, dan sebagian anggota kelompok 13
lagi mengolah data KDH dan KDV dengan metoda Dell & metoda
Bowditch.

4
9
9. Senin, 25 Mei 2015

Hari Senin kami masih melakukan pengukuran titik detail. Pengukuran


hari senin kami mulai pukul 08.00 WIB, kami langsung menuju ke patok
B03 dan mengukur titik detail jalan dan kontur disekitar patok. Sesuai
dari perintah PJ Detail yang mengatakan bahwa data planimetris harus
selesai hari senin kami segera mempercepat pengukuran detail. Kami
memprioritaskan mengukur detail jalan dan objek lainnya seperti sungai,
lapangan dan camp A. Tetapi data berupa jalan yang paling diprioritaskan
sampai akhir seksi B dan hasilnya kami berhasil mengukur titik detail
objek – objek dari patok B03 – B23. Namun kami belum mengambil detail
planimetris kantin. Pengukuran detail hari ini berjalan hingga pukul 17.20
WIB.

Pengukuran detail hari ini dilakukan evaluasi dan briefing untuk


pengukuran detail hari berikutnya. Selanjutnya kami menginput hasil
data detail yang telah diambil hari ini sambil langsung masuk dalam
pengolahan data detail sehingga didapatkan data koordinat titik detail
dan dapat langsung plotting persebaran titik-titik detail tersebut.

10. Selasa, 26 Mei 2015

Pagi ini kami memulai pengukuran lebih cepat yaitu pukul 07.00 WIB dan
langsung melakukan pengukuran salah kolimasi dan langsung ke titik
bantu 4 yang sudah dibuat hari senin. Kami langsung mengukur titik
detail sungai dan kontur di sepanjang seksi B yang belum sempat diukur
hari – hari kemarin. Namun pada pukul 14.22 WIB cuaca mendung dan
turun hujan, kami pun langsung menghentikan pengukuran dengan
berteduh di rumah pohon. Pukul 15.50 WIB hujan pun berhenti dan kami
melanjutkan pengukuran langsung disekitar kantin ( berdiri alat B22 ).
Namun pada titik itu kami hanya mengukur sebagian wilayah di sekitar
kantin, ini dikarenakan jam sudah menunjukkan pukul 17.30 WIB.

11. Rabu, 27 Mei 2015

Pagi ini kami memulai pengukuran pukul 07.30 WIB dan memulai
pengukuran dari patok B06 untuk mengambil detail sungai dan kontur
disekitar patok tersebut dengan membuat titik bantu untuk mengambil
detail yang tertutup pepohonan. Setelah itu kami melanjutkan kepatok
berikutn kami melanjutkan kepatok berikutnya (B08-B14). Karena jam
sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB dan cuaca memburuk kami
langsung menuju daerah kantin saat cuaca kembali cerah untuk
mengambil detail sungai, kolam, kantin dan jembatan disekitar kantin.
Kami memulai pengukuran disekitar kantin dari patok B22 dan membuat
titik bantu (TB13). Kami menyelesaikan pengukuran pukul 17.00 WIB.
12. Kamis, 28 Mei 2015

Hari ini kami diberikan tambahan hari untuk meyelesaikan pengukuran


titik detail. Kami memfokuskan pengukuran ke detail planimetris daerah
kantin dan sekitarnya dan kontur – kontur yang belum diukur disekitar
B15-B21. Untuk memperoleh detail planimetris daerah kantin dan
sekitarnya kami membuat titik bantu (TB15) untuk mendapat detail WC
Kantin, Kantin, Jembatan, Kolam dan Sungai. Setelah makan siang kami
melanjutkan untuk mengambil kontur disekitar patok B15-B21 dengan
membuat 5 titik bantu, dan kami mengambil detail kontur serta sungai
yang belum terukur sebelumnya. Kami menyelesaikan pengukuran pada
pukul 15.00 WIB dikarenakan seluruh area yang ingin di ukur detailnya
sudah seluruhnya sudah terukur.

13. Jumat, 29 Mei 2015

Jumat ini merupakan hari ke-13 di Kareumbi. Hari ini termasuk hari day of
yang artinya tidak ada pengukuran dikarenakan pengukuran detail pun
sudah selesai. Hari ini dilakukan pengolahan data detail dan plotting
persebaran titik-titik detail. Pembuatan kontur secara digital dikerjakan
hari ini, sedangkan pembuatan kontur secara manual dikerjakan malam
kemarin dan hasil kontur manual dikumpulkan pagi hari ini.

Saat plotting persebaran titik-titik detail ternyata masih banyak yang


persebaran titiknya tidak sesuai dengan sketsa yang dibuat, ini dapat
dikarenakan masih terdapat kesalahan di pengolahan data detail missal
acuan azimuthnya yang masih salah menyebabkan persebaran titik tidak
sesuai sketsa. Untuk itu kami mengecek pengolahan data detail kembali
agar memastikan kesalahannya berada dimana. Setelah dicek, ternyata
kesalahannya benar ada di pengolahan data detail dan kami pun
mengolahnya kembali. Cara tersebut dilakukan berulang-ulang sampai
persebaran titik detailnya sesuai dengan kenyataannya dan sesuai sketsa
yang telah dibuat.

Sore harinya dilakukan pencabutan patok diseluruh lokasi pengukuran,


dan kami pun bertugas mencabut patok di seksi B yaitu lokasi pengukuran
detail pada waktu itu.

14. Sabtu, 30 Mei 2015

Sabtu ini ialah hari sebelum kegiatan kemah kerja selesai. Pada hari ini
semua peserta kemah kerja berkumpul di Aula basecamp untuk
presentasi hasil kemah kerja 2015 ini pukul 09.30 WIB. Dalam presentasi
tersebut juga dihadiri beberapa dosen diantaranya Pak Agus S Soedomo,
Pak Didik, Pak Teguh, Pak Irwan Gumilar, Pak Rizky Abdul Haris, dan
beberapa Asisten kemah kerja 2015 ini. Hal yang dipresentasikan berupa
cara, proses dan hasil dari semua pengukuran sampai penyajian data
kemah kerja. Presentasi di moderatori oleh ketua kemah kerja 2015
sendiri yakni Andika dan yang mempresentasikan ke depan semua
peserta kemah kerja ialah PJ dari masing-masing divisi pengukuran. Selain
itu, berikutnya ada dari perwakilan 1 kelompok peserta kemah kerja
mempresentasikan cara, proses, hasil, kendala dan solusi yang dialami
oleh kelompok tersebut saat pengukuran ataupun pengolahan data.

Setelah itu, ada sanggahan dan arahan dari beberapa dosen atas aspek-
aspek yang telah dipresentasikan. Sanggahan tersebut berupa
pertanyaan mengapa hasil petanya seperti itu, persebaran titik detail pun
dalam satu kring masih banyak terdapat kekosongan, jadi dapat
disimpulkan bahwa peta tersebut tidak seluruhnya daerah terpetakan.
Setelah acara ini selesai, semua peserta kemah kerja mulai berkemas
barang bawaan masing-masing dan membersihkan area sekitar
basecamp.

Malam harinya diadakan makan besar bersama dosen-dosen kemah kerja


dan Kaprodi Teknik Geodesi dan Geomatika ITB. Dilanjutkan untuk masuk
dalam acara penutupan kemah kerja 2015 ini dengan alunan music sunda
dari alat music yang terbuat dari bambu. Acara penutupan kemah kerja
selesai sampai acara api unggun berakhir.

15. Minggu, 31 Mei 2015

Hari ini ialah hari terakhir berada di Kareumbi. Untuk sarapan pagi juga
masih sama yaitu pada pukul 07.00 WIB. Setelah itu, semua peserta
kemah kerja mulai membawa barang bawaan masing-masing ke Aula
basecamp untuk segera dipindahkan ke mobil barang. Barang-barang
telah semua dimasukkan ke dalam mobil, kemudian semua peserta
kemah kerja berkumpul di depan basecamp dengan membuat lingkarang
besar. Dalam kumpul tersebut ketua kemah kerja 2015 memberikan
sambutan untuk penutupan kegiatan kemah kerja 2015 tersebut dan Pak
Irwan Gumilar pun memberi sambutannya. Acara kegiatan kemah kerja
2015 telah selesai, para peserta kemah kerja 2015 melakukan operasi
semut disekitar basecamp, mushola, dan tenda pleton. Dilanjutkan acara
foto bersama semua peserta kemah kerja 2015, dosen, dan asisten. Pukul
11.00 WIB semua peserta kemah kerja pulang ke Bandung.
DAFTAR KOORDINAT KEMAH KERJA 2015 UNTUK SEMUA TITIK
PENGUKURAN

NO NAME X Y Z
82226 92302 1213.4
1 A01 0.4 85 67
82224 92302 1216.5
2 A02 1.6 85 07
82222 92302 1216.5
3 A03 2.8 93 47
82221 92302 1216.2
4 A04 0.8 91 7
82217 92302 1215.6
5 A05 7 89 78
82217 92302 1216.0
6 A06 0.3 87 88
82214 92302 1216.4
7 A07 1.6 89 86
82211 92302 1217.5
8 A08 0.5 93 11
82210 92302 1218.7
9 A09 1 91 92
82208 92302 1219.3
10 A10 2.9 90 84
82203 92302 1219.4
11 A11 9.7 69 82
82203 92302 1217.9
12 A12 6.6 65 12
82202 92302 1216.6
13 A13 9.4 55 58
82202 92302 1214.3
14 A14 6 49 47
82202 92302 1210.7
15 A15 4.2 44 08
82202 92302 1205.9
16 A16 0.4 38 63
82201 92302 1203.6
17 A17 7.9 36 57
82200 92302 1203.5
18 A18 3.9 28 88
82199 92302 1201.7
19 A19 7 27 7
82196 92302 1196.3
20 A20 3.4 44 27
82193 92302 1192.8
21 A21 5 47 31
82192 92302 1190.8
22 A22 5.8 46 93
82191 92302 1187.1
23 A23 4.5 42 25
82190 92302 1183.4
24 A24 2.9 46 52
82197 92303 1177.2
25 A26 2.7 96 73
82189 92302 1176.8
26 A26 7.1 58 59
82206 92304 1176.0
27 A27 6 40 61
82249 92303 1187.1
28 B01 5.9 08 22
82251 92302 1189.3
29 B02 2.1 84 12
82252 92302 1191.2
30 B03 4.2 55 06
82252 92302 1193.1
31 B04 6.8 16 94
82252 92301 1194.2
32 B05 3.6 83 17
82249 92301 1186.7
33 B06 9.1 76 57
82247 92301 1183.5
34 B07 6.9 79 88
82247 92301 1185.7
35 B08 0.4 80 05
82246 92301 1186.1
36 B09 2.8 80 27
82241 92301 1188.8
37 B10 1.1 88 24
82239 92302 1193.9
38 B11 1.7 00 87
82236 92302 1199.3
39 B12 4.9 15 26
82234 92302 1202.4
40 B13 1.8 29 32
82232 92302 1204.7
41 B14 5.9 48 19
82229 92302 1207.1
42 B15 9.4 58 6
82228 92302 1210.9
43 B16 0.8 98 48
82228 92303 1202.0
44 B18 1 09 09
82227 92303 1195.9
45 B19 7 45 93
82226 92303 1189.4
46 B20 9.4 55 20
82221 92304 1178.0
47 B21 4 20 82
82215 92304 1177.1
48 B22 1.7 13 83
82211 92304 1174.8
49 B23 7.2 37 58
82247 92303 1181.2
50 C01 1.7 31 08
82217 92304 1181.2
51 C01 0.7 85 08
82220 92304 1180.5
52 C02 1.7 72 18
82224 92305 1179.7
53 C03 8 07 91
82228 92304 1181.2
54 C04 5.2 94 48
82230 92304 1185.0
55 C05 4.8 64 47
82237 92304 1183.1
56 C06 6.7 29 92
82243 92304 1177.8
57 C07 4.9 36 68
82246 92304 1180.1
58 C08 3.1 23 17
82248 92304 1180.6
59 C09 6.9 33 23
82248 92303 1180.3
60 C10 8.7 96 61
82248 92303 1177.6
61 C11 6.3 88 21
82247 92303 1179.3
62 C12 7.8 68 69
82248 92303 1182.6
63 C13 3.7 43 97
82249 92303 1184.1
64 C14 2.1 35 22
82284 92302 1190.8
65 D01 0.1 59 01
82281 92302 1193.6
66 D02 7.3 74 89
82281 92303 1192.4
67 D03 3 10 95
82279 92303 1190.7
68 D04 8.7 90 54
82270 92303 1186.6
69 D06 0.7 97 98
82266 92303 1189.3
70 D07 2.3 81 88
82260 92303 1188.5
71 D08 3.6 74 34
82258 92303 1189.6
72 D09 6.5 60 89
82255 92303
1184.9
73 D10 9.4 66
82277 92303 1186.1
74 DO5 8.6 97 78
82252 92314 1221.9
75 E001 8.8 60 62
82233 92314 1224.9
76 E002 9.1 13 18
82226 92313 1216.6
77 E003 2.8 96 12
82215 92313 1219.1
78 E005 7.9 83 07
82213 92313 1218.1
79 E006 5.2 76 94
82208 92313 1215.9
80 E007 1.9 02 12
82204 92312 1215.0
81 E008 4.4 24 52
82195 92310 1204.7
82 E009 3.7 77 69
82252 92314 1221.9
83 E01 3.6 58 62
82195 92310 1201.7
84 E010 2.7 47 03
82198 92310 1198.1
85 E011 2.7 27 67
82196 92309 1192.0
86 E012 4.2 78 77
82197 92309 1189.2
87 E013 3.9 47 23
82203 92309 1184.9
88 E014 1.3 24 6
82207 92308 1177.5
89 E015 4.9 71 94
82208 92306 1178.8
90 E017 6 92 42
82208 92306 1176.8
91 E018 2.7 36 82
82196 92309 1175.8
92 E019 9.6 55 03
82206 92308 1177.5
93 E15 8.7 77 94
82274 92304 1186.0
94 F01 4.7 39 76
82275 92304 1185.9
95 F02 0.2 48 25
82274 92304 1189.8
96 F03 5.4 67 43
82275 92304 1191.3
97 F04 6.9 80 22
82275 92305 1199.3
98 F05 3.2 06 47
82277 92305 1205.2
99 F06 3.6 19 18
82279 92305 1211.5
100 F07 7 28 94
82280 92305 1220.4
101 F08 7.5 48 61
82281 92305 1230.6
102 F09 2.1 79 3
82259 92307 1224.1
103 G02 3.1 52 25
82260 92307 1224.7
104 G03 1.6 92 29
82258 92308 1226.7
105 G04 9.4 35 53
82258 92308 1225.3
106 G05 0.5 51 75
82258 92308 1224.8
107 G06 3.5 66 99
82256 92308 1222.8
108 G07 4.3 73 15
82251 92309 1219.2
109 G09 9.1 01 14
82250 92309 1218.1
110 G10 0.6 14 03
82245 92309 1217.4
111 G11 8.6 27 21
82244 92309 1217.0
112 G12 4.2 30 16
82239 92309 1218.9
113 G13 9 49 15
82236 92309
1217.9
114 G14 5.6 63
82232 92309 1217.7
115 G15 7.3 81 45
82229 92310 1217.7
116 G16 1.4 04 77
82225 92309 1213.5
117 G17 3.7 98 61
82220 92309 1203.9
118 G18 6.1 89 08
82217 92309 1196.7
119 G19 6.8 82 44
82214 92309 1187.9
120 G20 9.3 81 95
82212 92309 1179.8
121 G21 0.1 68 95
82210 92309 1176.3
122 G22 8.3 73 39
82210 92309 1176.2
123 G23 6.6 93 95
82209 92309 1177.6
124 G24 4.8 91 84
82209 92309 1176.6
125 G25 4.2 73 08
82209 92309 1175.8
126 G26 0.5 55 52
82208 92309 1185.5
127 G27 9.4 35 94
82209 92309 1183.9
128 G28 4 09 38
82209 92308 1181.9
129 G29 2.1 97 06
82292 92309 1186.1
130 H05 0.8 07 72
82299 92308 1188.6
131 H1 9.4 57 52
82283 92309 1182.5
132 H10 5.3 60 19
82280 92309 1182.3
133 H11 0.2 67 33
82278 92309 1184.0
134 H12 2 63 35
82277 92309 1182.1
135 H13 3.9 57 9
82276 92309 1182.4
136 H14 0.1 47 22
82275 92309 1181.9
137 H15 3.9 42 65
82274 92309 1182.1
138 H16 4.2 59 5
82272 92310 1181.5
139 H17 7.9 07 6
82272 92310 1181.2
140 H18 4.6 19 05
82270 92310 1181.1
141 H19 6.5 24 5
82297 92308 1190.3
142 H2 4.5 53 21
82269 92310 1184.9
143 H20 1.5 18 43
82268 92310 1184.4
144 H21 0.1 13 01
82266 92310 1180.9
145 H22 5.9 06 53
82265 92310 1181.0
146 H23 4.4 15 19
82265 92310 1183.7
147 H24 3.8 15 65
82265 92310 1183.1
148 H25 1.3 21 01
82264 92310 1182.3
149 H26 7.6 49 45
82262 92310 1183.0
150 H27 5.7 65 38
82261 92310 1182.0
151 H28 4.2 68 9
82260 92310 1180.7
152 H29 9.8 69 6
82294 92308 1186.4
153 H3 3.7 69 82
82259 92310 1180.5
154 H30 2.4 65 83
82257 92310 1183.0
155 H31 0.4 42 3
82252 92310 1181.5
156 H32 9.7 33 51
82251 92310 1183.4
157 H33 5.5 28 02
82249 92310 1191.9
158 H34 7.4 18 82
82251 92310 1194.9
159 H35 0.6 16 23
82251 92310 1198.6
160 H36 6.8 11 3
82250 92309 1204.3
161 H37 9.1 84 86
82251 92309 1206.9
162 H38 8.1 77 39
82251 92309 1211.2
163 H39 7.8 60 56
82293 92308 1186.0
164 H4 4.6 92 94
82252 92309 1215.9
165 H40 9.9 39 99
82254 92309 1219.6
166 H41 3.3 22 04
82289 92309 1186.6
167 H6 4.8 04 69
82287 92309 1184.7
168 H7 3.4 27 9
82285 92309 1184.3
169 H8 5.9 64 07
82284 92309 1184.4
170 H9 7.1 64 97
82241 92304 1181.1
171 I01 4.8 46 84
82244 92304 1189.0
172 I02 1.5 56 04
82247 92304 1191.5
173 I03 0.4 64 77
82248 92304 1193.7
174 I04 0.8 65 1
82250 92304 1198.1
175 I05 3.5 68 5
82251 92304 1200.8
176 I06 1.7 73 31
82253 92304 1206.0
177 I07 1.2 74 36
82255 92304 1209.1
178 I08 5.8 75 17
82257 92304 1213.0
179 I09 3.1 80 52
82259 92304 1213.1
180 I10 9.5 98 7
82261 92305 1212.6
181 I11 5.9 05 89
82261 92305 1212.4
182 I12 9.6 26 28
82262 92305 1213.2
183 I13 7.9 52 98
82263 92305 1217.5
184 I14 4.5 57 14
82265 92305 1218.4
185 I15 3.9 62 92
82267 92305 1221.7
186 I16 7.4 73 51
82268 92305 1224.6
187 I17 2.9 85 71
82268 92305 1226.7
188 I18 3.7 90 59
82268 92305 1228.2
189 I19 6.7 97 59
82269 92306 1229.3
190 I20 0.2 03 8
82270 92306 1228.9
191 I21 7.5 08 22
82274 92306 1228.0
192 J01 8.8 05 42
82264 92306 1226.4
193 J02 6 97 49
82258 92307 1225.2
194 J03 8.9 19 77
82249 92306 1221.8
195 J04 8.2 86 16
82244 92306 1217.6
196 J05 8.9 56 58
82238 92305 1206.7
197 J06 8.1 71 9
82231 92305 1200.0
198 J07 9.3 36 3
82222 92305 1190.8
199 J08 6.2 52 66
82219 92305 1187.5
200 J10 7.7 71 92
82288 92302 1194.0
201 K01 7.3 96 12
82288 92303 1196.9
202 K02 4.8 28 72
82289 92303 1198.1
203 K03 7.3 42 31
82292 92303 1204.3
204 K04 6 69 67
82293 92303 1207.6
205 K05 2.5 81 87
82294 92304 1215.3
206 K06 6.6 13 09
82296 92304 1220.1
207 K07 1.9 49 2
82297 92304 1222.6
208 K08 3 79 17
82298 92304 1222.4
209 K09 1.1 94 75
82301 92305 1228.0
210 K10 8.9 16 79
82298 92305 1231.6
211 K11 2.7 63 1
82291 92305 1232.5
212 K12 8.2 89 07
82289 92311 1223.8
213 L01 5.1 33 5
82291 92311 1222.0
214 L02 2.7 28 08
82292 92311 1215.2
215 L03 4.8 20 94
82299 92310 1216.1
216 L04 8.8 98 11
82300 92310 1216.9
217 L05 8.9 48 48
82303 92310 1217.3
218 L06 3.3 43 37
82305 92310 1215.9
219 L07 2.2 37 22
82307 92310 1215.3
220 L08 3.1 11 08
82307 92310 1215.1
221 L09 7.1 02 32
82311 92309 1213.4
222 L10 3.8 79 28
82311 92309 1211.2
223 L11 7.5 64 6
82314 92309 1206.2
224 L12 8.4 34 91
82313 92309 1202.1
225 L13 5.7 12 22
82307 92308 1194.3
226 L14 9.8 64 08
82301 92308 1191.6
227 L15 2.8 12 1
82298 92307 1200.6
228 L16 2 41 5
82294 92307 1206.2
229 L17 7.8 35 6
82292 92307 1212.6
230 L18 6 28 8
82293 92306 1219.2
231 L19 1 93 4
82292 92306 1219.2
232 L19 4 91 4
82287 92306 1225.4
233 L21 2.4 38 9
82255 92314 1219.8
234 M1 0.8 83 66
82266 92313 1204.1
235 M10 8.1 88 42
82268 92313 1207.3
236 M11 8.1 79 69
82268 92313 1212.7
237 M12 7 64 4
82267 92313 1216.5
238 M13 6.7 47 39
82267 92313 1217.7
239 M14 2.3 28 19
82268 92313 1219.3
240 M15 8.8 08 89
82270 92312 1223.9
241 M16 9.4 87 75
82273 92312 1229.6
242 M17 9.1 78 49
82279 92312 1228.7
243 M18 1 75 89
82284 92312 1226.7
244 M19 3.7 61 62
82257 92314
1217.4
245 M2 5.7 71
82286 92312 1224.4
246 M20 1.8 17 61
82287 92311 1223.6
247 M21 5.6 62 71
82258 92314 1222.2
248 M3 8.6 72 74
82260 92314 1213.9
249 M4 8 58 83
82261 92314 1211.9
250 M5 8 55 9
82261 92314 1210.0
251 M6 4.6 13 47
82263 92314 1206.7
252 M7 0.1 32 4
82263 92314 1199.6
253 M8 9 22 99
82266 92313 1200.8
254 M9 0.7 98 91
82208 92304 1176.1
255 S01 5.3 81 53
82224 92305 1180.5
256 S02 7.4 49 18
82241 92304 1177.8
257 S03 2.9 38 68
82227 92302 1210.9
258 S04 5.3 93 48
82249 92304 1180.3
259 S05 3.5 09 78
82273 92304 1186.3
260 S06 0 09 45
82257 92307 1222.9
261 S07 0.6 16 75
82254 92309 1228.0
262 S08 3.7 00 4
82280 92305 1229.3
263 S09 1.9 97 43
82254 92308 1221.1
264 S11 0.2 99 84
82305 92308 1188.1
265 S12 0.6 37 12
DOKUMENTASI KELOMPOK 13

6
5