Anda di halaman 1dari 1

Teman-teman Sejawat PERSI Yth,

Berikut hasil Pertemuan Kemenkes dan PERSI beserta Segenap Asosiasi RS tanggal 3 Januari 2017:

1. Kemenkes: Bp. Sekjen, Bp. Dirjen Yankes, Bp. SAM Ekonomi Kesehatan, Ibu Kepala P2JK,
Bp. Kepala Biro Hukum
2. PERSI: Kompartemen Jamkes, Kompartemen Hukum, Para Wakil Asosiasi
3. Rancangan Draft kesepakatan terkait Pasal 25 ayat 2 huruf b Permenkes 64/2016:
a. Akan diterbitkan dalam bentuk Permenkes
b. Untuk naik kelas sampai kelas 1, urun biaya adalah selisih tarif INA-CBGs kelas
yang ditempati dan hak kelas peserta.
c. Yang disebut kelas VIP adalah Kamar dengan TT Tunggal satu kelas di atas kelas 1.
d. Untuk naik kelas dari kelas 1 ke VIP, urun biaya adalah maksimal 75% terhadap tarif
INA-CBGs kelas 1.
e. Untuk naik kelas dari kelas 3 dan kelas 2 ke kelas VIP, urun biaya adalah selisih tarif
INA-CBGs antara hak kelas dengan tarif INA-CBGs kelas 1 ditambah maksimal
75% terhadap tarif INA-CBGs kelas 1.
f. Untuk naik kelas ke atas VIP, urun biaya adalah selisih antara biaya RS dengan tarif
INA-CBGs sesuai hak peserta..
g. Keputusan tersebut akan dievaluasi secara berkala untuk menguji besaran urun biaya
dan utilitas kelas VIP dan di atas kelas VIP untuk peserta JKN, untuk menuju ke
Standar Manfaat Medis Tunggal di semua kelas
4. Terkait pelaksanaan urun biaya naik kelas ke VIP bagi pasien yang mulai masuk episode
perawatan per tanggal 26 Oktober 2016 sampai mulai diberlakukannya Permenkes yang baru
tersebut, akan diterbitkan Surat dari Sekjen tentang alur penyelesaian bila terjadi dispute
dengan peserta yang mendapat pelayanan naik kelas VIP.
5. Bagi para anggota PERSI, dianjurkan untuk mulai hari ini melaksanakan urun biaya naik
kelas ke VIP dan di atas VIP sesuai dengan Draft Rancangan tersebut agar memudahkan
penyesuaian bila nanti Permenkes tersebut sudah ditetapkan.
6. Dengan hasil kesepakatan draft hari ini, diharapkan tidak ada pernyataan yang
memungkinkan terjadi diskusi kembali terhadap Permenkes yang rencana ditetapkan tersebut
agar tidak terjadi lagi ketidak jelasan. Untuk itu dimohon senantiasa berkoordinasi dengan
Asosiasi RS dan PERSI setempat.

Terima kasih
Ketua,
Dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes.