Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL

KERJA PRAKTEK (KP)

TEKNIK PENGOPRASIAN INSTALASI TURBIN GAS DAN


SISTEM PEMELIHARAAN INSTALASI TURBIN GAS
DI PT. PERTAMINA EP ASSET 1 LIRIK
INHU-RIAU

OLEH :
MUKHAMAD SUPRIYADI
11 331 0508

WALIAWAN SAFII
11 331 597

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN


UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2014
Hal : Permohonan Kerja Praktek Pekanbaru, 9 Mei 2014
Kepada
Yth, Bapak Ketua Jurusan
Teknik Mesin UIR
Di-
Pekanbaru
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan dibawah ini menerangkan dengan sesungguhnya :
1. Nama : MUKHAMAD SUPRIYADI
NIM : 11 331 0508
2. Nama : WALIAWAN SAFII
NIM : 11 331 0597

Dengan ini mengajukan permohonan untuk melaksanakan Kerja Praktek dengan


judul “Teknik Pengoprasian Instalasi Turbin Gas (oleh Mukhamad Supriyadi) dan
Sistem Pemeliharaan Inslatasi Turbin Gas (oleh Waliawan Safii) di PT.
PERTAMINA EP ASSET 1 LIRIK INHU-RIAU.
Untuk dapat mengmbil tugas ini, penulis telah berusaha menyelesaikan syarat-
syarat yang berupa :
1. Telah menyelesaikan tugas Praktiukum Fisika.
2. Telah menyelesaikan tugas Praktikkum Proses Produksi.
3. Telah menyelesaikan tugas Elemen Mesin I.
4. Telah melunasi uang SKS – Kerja Praktek.
5. Telah mengikuti Seminar Kerja Praktek sebanyak 3 kali.

Disetujui
Ketua Jurusan Teknik Mesin Hormat pemohon,

Sehat Abdi Saragih, ST, MT Waliawan. S M. Supriyadi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 PENDAHULUAN
Perusahaan adalah salah satu unit kegiatan yang mengolah sumber-sumber
ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan
untuk memperoleh pencapaian target yang maksimal. Begitu juga jika
dihubungkan dengan bidang akademis, maka perguruan tinggi merupakan
perusahaan edukatif yang menghasilkan produk-produk sumber daya manusia,
dimana produk tersebut dituntut mampu dalam penguasaan sains dan teknologi
maju (IPTEK) yang saat ini mendominasi peradaban dunia modern, merupakan
syarat untuk bisa berperan dalam era global ini. Peningkatan ketrampilan dan
keahlian para calon tenaga ahli seperti halnya Mahasiswa dapat diperoleh diluar
kampus (Ekstra Kurikuler) melalui pendidikan keterampilan non formal, salah
satunya yaitu Kerja Praktek (KP) ke salah satu perusahaan serta tempat-tempat
lain yang dapat memberikan informasi mengenai kemajuan sains dan teknlogi.
Oleh karena itu, untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang siap
pakai dan dapat bersaing di era global, maka sangat perlu sekali dilaksanakannya
Practical Training atau Kerja Praktek (KP) bagi Mahasiswa Teknik Mesin agar
diperoleh kesesuaian teori yang didapat dari bangku perkuliahan dengan
kenyataan dilapangan. Hal ini juga telah menjadi Program Pendidikan Perguruan
Tinggi yang tertuang dalam kurikulum pengajaran sebagai mata kuliah di jurusan
Teknik Mesin UIR.
Dengan adanya Kerja Praktek dapat memberikan suatu pengalaman baru
untuk menambah wawasan pengetahuan kepada Mahasiswa agar ilmu yang
diperoleh dapat diserap secara baik.

1.2 DASAR PELAKSANAAN


Kerja Pratek merupakan program pendidikan Perguruan Tinggi yang
tertuang dalam kurikulum pengajaran di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik
Universitas Islam Riau sebagai mata kuliah keahlian dengan bobot satu dalam
Sistim Kredit Semester (1 SKS).
1.3 BATASAN MASALAH
Penulis membatasi permasalahan yaitu hanya dalam masalah pengambilan
data pada teknik pengoprasian instalasi turbin gas dan sistem pemeliharaan
instalasi turbin gas yang di gunakan pada PT. PERTAMINA EP ASSET 1
LIRIK INHU-RIAU.

1.4 MAKSUD DAN TUJUAN


Adapun maksud dan tujuan Kerja Praktek ini, antara lain :
1. Untuk memahami teknik pengoprasian instalasi turbin gas dan sistem
pemeliharaan instalasi turbin gas pada PT. PERTAMINA EP ASSET 1
LIRIK INHU-RIAU.
2. Sebagai bahan kerja dalam rangka menambah ilmu pengetahuan,
khususnya yang berhubungan dengan mesin pembangkit turbin gas pada
perusahaan pengelola minyak bumi.
3. Membina hubungan baik antara pihak perguruan tinggi, khususnya
Jurusan Teknik Mesin UIR dengan pihak perusahaan PT.
PERTAMINA EP ASSET 1 LIRIK INHU-RIAU.
4. Untuk memenuhi salah satu syarat lulus mata kuliah Kerja Praktek pada
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universiats Islam Riau.

1.5 PESERTA KERJA PRAKTEK


Peserta Kerja Praktek ditetapkan oleh PT. PERTAMINA EP ASSET 1
LIRIK INHU-RIAU, maka dengan ini kami mengajukan proposal untuk
mengikuti Kerja Praktek dengan identitas sebagai berikut :
1. Nama : MUKHAMAD SUPRIYADI
NIM : 11 331 0508
Jurusan : Teknik Mesin
2. Nama : WALIAWAN SAFII
NIM : 11 331 0597
Jurusan : Teknik Mesin
Merupakan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas
Islam Riau (UIR).
1.6 WAKTU PELAKSANAAN
Agar pelaksanaan Kerja Praktek (Practical Training) ini dapat berjalan
optimal dan berdaya guna, maka akan efisien dan efektif jika dilaksanakan selama
satu bulan yang jadwalnya diusulkan pada awal bulan Juli 2014 atau disesuaikan
dengan kondisi dilapangan dan jadwal yang telah diatur oleh koordinator Kerja
Praktek PT. PERTAMINA EP ASSET 1 LIRIK INHU-RIAU.

1.7 TEMPAT
Tempat pelaksanaan Kerja Praktek adalah di kawasan industry
PT.PERTAMINA EP ASSET 1 LIRIK INHU-RIAU.

1.8 METODE PENGUMPULAN DATA


Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam pelaksanaan
Kerja Praktek di PT. PERTAMINA EP ASSET 1 LIRIK INHU-RIAU adalah
sebagai berikut :
1. Mengadakan survey langsung kelapangan.
2. Meminta informasi dan melakukan konsultasi dengan pembimbing
lapangan, supervisor, manager.
3. Studi Literatur terutama mengenai teknik pengoprasian instalasi turbin
gas dan sistem pemeliharaan instalasi turbin gas pada perusahaan
pengolahan minyak bumi.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 LANDASAN TEORI


Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai
fluida kerja. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi energi
mekanik berupa putaran yang menggerakkan roda turbin sehingga menghasilkan
daya. Bagian turbin yang berputar disebut rotor atau roda turbin dan bagian turbin
yang diam disebut stator atau rumah turbin. Rotor memutar poros daya yang
menggerakkan beban (generator listrik, pompa, kompresor atau yang lainnya).
Turbin gas merupakan salah satu komponen dari suatu sistem turbin gas.
Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu
kompresor, ruang bakar dan turbin gas.

2.2 PRINSIP KERJA SISTEM TURBIN GAS


Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet).
Kompresor ini berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut,
akibatnya temperature udara juga meningkat. Kemudian udara yang telah
dikompresi ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang bakar disemprotkan
bahan bakar sehingga bercampur dengan udara tadi dan menyebabkan proses
pembakaran. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan
konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan
temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu
nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin.
Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar
kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll.
Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran
buang (exhaust).
Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistim turbine gas adalah
sebagai berikut:
1. Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan.
2. Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar
dengan udara kemudian di bakar.
3. Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar
melalui nozel (nozzle).
4. Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat
saluran pembuangan.

2.3 KLASIFIKASI TURBIN GAS


Turbin gas dapat dibedakan berdasarkan siklusnya, kontruksi poros dan
lainnya. Menurut siklusnya turbin gas terdiri dari:
Turbin gas siklus tertutup (Close cycle)
Turbin gas siklus terbuka (Open cycle)
Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus fluida kerja. Pada
turbin gas siklus terbuka, akhir ekspansi fluida kerjanya langsung dibuang ke
udara atmosfir, sedangkan untuk siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya
didinginkan untuk kembali ke dalam proses awal.

Dalam industri turbin gas umumnya diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu :
1. Turbin Gas Poros Tunggal (Single Shaft)
Turbin jenis ini digunakan untuk menggerakkan generator listrik yang
menghasilkan energi listrik untuk keperluan proses di industri.

2. Turbin Gas Poros Ganda (Double Shaft)

Turbin jenis ini merupakan turbin gas yang terdiri dari turbin bertekanan
tinggi dan turbin bertekanan rendah, dimana turbin gas ini digunakan untuk
menggerakkan beban yang berubah seperti kompresor pada unit proses.

2.4 KOMPONEN TURBIN GAS


Komponen turbin gas terdiri dari :
1. Komponen Utama
Air Inlet Section
Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa dalam udara
sebelum masuk ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:
1. Air Inlet Housing, merupakan tempat udara masuk dimana didalamnya
terdapat peralatan pembersih udara.
2. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel
yang terbawa bersama udara masuk.
3. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet
house.
4. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam
inlet house, udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam
kompresor aksial.
5. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat
memasuki ruang kompresor.
6. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah
udara yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan.

Compressor Section
Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi
untuk mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga
bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas
panas berkecepatan tinggi yang dapat menimbulkan daya output turbin yang
besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian yaitu:
1. Compressor Rotor Assembly
Merupakan bagian dari kompresor aksial yang berputar pada porosnya.
Rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang mengompresikan aliran udara secara
aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan
tinggi. Bagian ini tersusun dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang
disusun kosentris di sekeliling sumbu rotor.
2. Compressor Stator
Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:
a. Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara masuk
ke inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane.
b. Forward Compressor Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat
empat stage kompresor blade.
c. Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade
tingkat 5-10.
d. Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai tempat
keluarnya udara yang telah dikompresi. Pada bagian ini terdapat compressor
blade tingkat 11 sampai 17.

Combustion Section
Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida
kerja yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil
pembakaran ini berupa energy panas yang diubah menjadi energi kinetik
dengan mengarahkan udara panas tersebut ke transition pieces yang juga
berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah untuk
mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari
komponen-komponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar
frame dan penggunaan turbin gas. Komponen-komponen itu adalah :
a. Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran
antaraudara yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.
b. Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi
sebagaitempat berlangsungnya pembakaran.
c. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam
combustionliner.
d. Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam
combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat
terbakar.
e. Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas
panas agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.
f. Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua
combustionchamber.
g. Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses
pembakaran terjadi.
Combustion chamber yang ada disusun kosentris mengelilingi aksial flow
compressor dan disambungkan dengan keluaran kompresor udara dari aksial
flow compressor yang dialirkan langsung ke masing-masing chambers. Zona
pembakaran pada combustion chamber ada tiga yaitu:
1. Primary Zone, merupakan tempat dimana bahan bakar berdifusi dengan
udara kompresor untuk membentuk campuran udara bahan bakar yang siap
dibakar.
2. Secondary Zone, adalah zona penyempurnaan pembakaran sebagai
kelanjutan pembakaran pada primary zone.
3. Dilution gvZone, merupakan zona vuntuk mereduksi temperaturv gas hasil
pembakaran pada keadaan yang diinginkan pada saat masuk ke first stage
nozzles.

Turbin Section
Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi
energy mekanik yang digunakan sebagai penggerak kompresor aksial dan
perlengkapan lainnya. Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 %
digunakan untuk memutar kompresornya sendiri, dan sisanya digunakan untuk
kerja yang dibutuhkan. Komponen-komponen pada turbin section adalah
sebagai berikut :
1. Turbin Rotor Case
2. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first
stageturbine wheel.
3. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik
dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa
putaran rotor.
4. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas
panas ke second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk
memisahkan kedua turbin wheel.
5. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang
masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan
putar rotor yang lebih besar.
Exhaust Section
Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai
saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section
terdiri dari beberapa bagian yaitu :
1. Exhaust Frame Assembly.
2. Exhaust Diffuser Assembly.
Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui exhaust diffuser pada exhaust
frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan dan
dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfir gas panas
sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran ini
digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur trip.
Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk temperatur
kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.

2.5 SISTEM PEMELIHARAAN


Sistem Pemeliharaan yang dibahas terbagi menjadi dua, yaitu: pemeliharaan
pencegahan (preventive maintenance) dan pemeliharaan korektif (corrective
maintenance). Pcrneliharaan pencegahan bertujuan untuk menjaga kondisi
peralatan agar tetap stabil, sehingga mencegah terjadinya kerusakan
mesin/peralatan selama digunakan untuk berproduksi.
Pemeliharaan pencegahan diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu:
Inspection, Small Repair, Medium Repair dan Overhaul (ISMO). Pada
penerapannya di lapangan, pemeliharaan pencegahan ini dibuat menjadi jadwal
pemeliharaan pencegahan tahunan, dari jadwal perneliharaan pencegahan tahunan
diketnbangkan menjadi jadwal pemeliharaan pencegahan bulanan dan rningguan,
dengan disertai spesifikasi kerja untuk setiap jenis mesin/peralatan. Spesifikasi
kerja berisi prosedur pemeliharaan pencegahan, sesuai dengan klasifikasi
pemeliharaan ISMO.
Spesifikasi kerja ini dibuat berdasarkan pada buku perbaikan mesin
(maintenance manual books) dan buku pintar (industrial maintenance), yang
digunakan sebagai rujukan. Sehingga tehnisi pemeliharaan dapat melakukan
pemeliharaan pencegahan dengan cara mengikuti prosedur spesifikasi kerja
tersebut. Pemeliharaan korektif bertujuan untuk memperbaiki mesin/peralatan
(termasuk penyetelan), sehingga dapat memenuhi suatu kondisi yang bisa diterima
sesuai standar. Pemeliharaan korektif disebut juga pemeliharaan darurat
(emergency maintenance) atau pemeliharaan berhenti karena rusak (break down
maintenance).
Pemeliharaan darurat dilakukan pada saat ada tanda-tanda kerusakan.
Sedangkan pemeliharaan berhenti karena rusak dilakukan pada saat peralatan
sudah berhenti. Jadi tujuan dari pemeliharaan korektif adalah untuk
mengantisipasi jika ada kerusakan darurat atau mesin rusak pada waktu
digunakan. Dengan demikian akan dapat segera diperbaiki, sehingga tidak
menghambat jalannya produksi.
Pada dasarnya pemeliharaan darurat (emergency maintenance) atau
pemeliharaan berhenti karena rusak (break down maintenance) dapat ditekan
seminimal mungkin jika perneliharaan pencegahan (preventive maintenance)
dilaksanakan dengan benar. Prosedur pelaksanaan pemeliharaan korektif adalah
sebagai berikut: informasi kerusakan mesin/peralatan ditulis oleh operator mesin,
menggunakan formulir permintaan pemeliharaan (Lampiran A). Setelah diisi
lengkap dan disetujui oleh koordinator pemesinan, kemudian disampaikan ke
bagian pemeliharaan. Berdasarkan laporan tersebut, bagian pemeliharaan
melakukan tindakan perbaikan pada mesin/peralatan. Hasil dari pemeliharaan
penccgahan dan pemeliharaan korektif ditulis pada formulir laporan kerja dan
kartu perhitungan biaya pemeliharaan. Setelah laporan dibuat lengkap dan
disetujui oleh penyelia pemeliharaan, laporan tersebut ditulis kembali ke kartu
riwayat mesin untuk didokumentasikan.
Pemodelan yang digunakan untuk merencanakan dan membuat Sistem
Manajemen Pemeliharaan (SMP) adalah: pemodelan fungsi IDEFO (Integrated
Definition for Function Modelling) dan Pemodelan data IDEFIX (Integrated
Definition For Data Modelling)". Dengan demikian Sistem Manajemen
Pemeiiharaan (SMP) ini dapat digunakan secara manual atau terkomputerisasi.
BAB III
PENUTUP

Demikianlah Proposal ini kami buat dan kami ajukan untuk dilaksanakan
sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki.
Semoga ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan Kerja
Praktek (KP) yang akan kami laksanakan, terima kasih.

Hormat pemohon,

Waliawan. S M. Supriyadi
DAFTAR PUSTAKA

1. General Electric Company, Schenectady, NY. USA, Gas Turbine Manual


Book, 1987.
2. General Electric Company,m Schenectady,mm NY. USA, Gas Turbine
Maintenance Seminar, Jakarta Indonesia, 1997.
3. Maherwan P. Boyce, Gas Turbine Engineeringv Hand Book,b Gulf
Professional Publishing, 2002.
4. Robert F. Hoeft, Schenectady, NY. USA, Heavy Duty Gas Turbine Operating
and Maintenance Consideration.