Anda di halaman 1dari 3

1.

Analisis Kimia Farmasi digunakan untuk :


 Menentukan kemurnian bahan obat/ kosmetika
 Menentukan kandungan obat dalam suatu sediaan farmasi  QC dan
Pengawasan mutu
 Memeriksa adanya pencemaran kimia dalam bahan obat atau sediaan farmasi
 Pengawasan mutu, kehalalan
 Pemeriksaan kadar obat dalam cairan biologis/ darah.
 Penelitian

2. Penyiapan Sampel
 Pastikan berapa jumlah sampel dan ulangannya
 Berat/ volume sampel disesuaikan dengan alat tersedia/ yang digunakan dan
metode yang menjamin hasil akurat
 Sampel padat. Semi solid, suspensi;
 Penggerusan / blender sampel atau sampel dengan matriks  homogen.
 Pengeringan (oven) bila diperlukan
 Timbang secara kuantitatif dan bila dilarutkan pastikan kadarnya secara
kuantitatif, kecuali pelarut sekedar berfungsi melarutkan tidak terkait dengan
perhitungan kadar
 Unsur/ senyawa pengganggu harus dipastikan dipisah  pengendapan,
ekstrasi, kromatografi

3. Dua metode biosampling


a. Probability sampling adalah Metode pengambilan sampel secara random atau
acak. Seluruh anggota populasi diasumsikan memiliki kesempatan yang sama
untuk terpilih menjadi sampel penelitian. Metode ini terbagi menjadi beberapa
jenis yang lebih spesifik, antara lain:
 Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)
 Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)
 Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)
 Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)
 Teknik Pengambilan Sampel Acak Bertingkat (Multi Stage Sampling)
b. Non probability sampling adalah Metode pengambilan sampel dari populasi tidak
secara random atau acak. Penentuan sampel ditentukan sepenuhnya oleh peneliti.
Metode ini terbagi menjadi beberapa jenis yang lebih spesifik, antara lain:
 Purposive Sampling
 Snowball Sampling
 Accidental Sampling
 Quota Sampling
 Teknik Sampel Jenuh
4. Sebutkan parameter validasi menurut ICH dan CDER
Spesifitas, linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi, batas kuantitas, rentang,
robustness
5. Jelaskan kategori III pada karakterisasi validasi menurut USP
Kategori III: untuk menentukan karakteristik penampilan sediaan jadi farmasi, seperti
disolusi (pelepasan obat) keseragaman kandungan dan sebagainya.

6. Sebutkan kriteria metode validasi untuk validasi parsial?

 Uji Identifikasi
 Uji kuantitatif untuk kemurnian kandungan
 Limit test untuk mengontrol kemurnian
 Quantitative tests of the active moiety in samples of drug substance or drug product or
other selected component(s) in the drug product.

7. Sebutkan data/informasi yang diperoleh dari hasil analisa menggunakan spektrofotometri


uv-vis

Data yang diperoleh dari spektrokopi UV dan Vis adalah panjang gelombang maksimal,
intensitas, efek, pH dan pelarut yang kesemuanya dapat dibandingkan dengan data yang
sudah dipublikasikan.Dari data yang diperoleh dapat dilihat misalnya :

a. Absorbansi berubah atau tidak karena perubahan pH. Jika berubah bagaimana
perubahannya apakah batokromik ke hipsokromik dan sebaliknya atau dari hipokromik
ke hiperkromik dsb.
b. Obat-obat yang netral misalnya kafein, kloramfenikol atau obat-obat yang berisi
ausokrom yang tidak terkonjugasi seperti amfetamin, siklizin dan pensiklidin.

8. Jelaskan prinsip analisa menggunakan spektrofotometer uv vis


Analisa menggunakan spektrofotometer UV-Vis hanya dipakai sebagai data pendukung .
Prinsip analisa ini adalah dengan membandingkan semua data yang diperoleh dengan
data yang sudah dipiblikasikan /pembanding (standard reference)
9. Spektrofotometer:
1. Sumber cahaya
2. Monokromator pintu masuk
3. Penyebar cahaya
4. Monokromator pintu keluar
5. Sel Sampel
6. detector
Spektrofluorometer
1. sumber cahaya,
2. Monokromator untuk pemilihan panjang gelombang eksitasi (filter primer)
3. Sel sampel : sinar fluoresensi tersebar di dalam sampel
4. Monokromator untuk menganalisis cahaya yang dipancarkan. (filter sekunder)
5. Detector
Detektor berada pada 90 derajat dari sinar eksitasi.
10. Sebutkan kemungkinan bentuk kromatogram yang dihasilkan pada analisa dengan KCKT
a. Tajam (sharp)
b. Kembar (twin)
c. Berbahu (Shoulder)
d. Melebar (slope)

11. Jelaskan cara mengatasi permasalahan pemisahan pada analisa sampel dengan KCKT
a. Mengatur kecepatan alir (flow rate) atau menaikan dan menurunkan kecepatan alir
fasa gerak.
b. Merubah perbandingan (ratio) fasa gerak atau merubah kepolar fasa gerak.
c. Menaikan atau menurunkan temperatur kolom.
d. Membuat turunan (derivat) senyawa yang dipisahkan.
e. Menambah panjang kolom (double column)

13.

kons abs
4 0,152
8 0,305
12 0,457
16 0,609
20 0,762
24 0,801
28 0,955

abs
1.2
y = 0.0331x + 0.0479
1 R² = 0.9863

0.8
Axis Title

0.6
abs
0.4
Linear (abs)
0.2

0
0 5 10 15 20 25 30
Axis Title

Regresi : 0,9863
S = 0,36884
LOD = 3,342981
LOQ = 11,14327