Anda di halaman 1dari 7

PEMBERIAN ANTIBIOTIK

No. Dokumen : SOP/


No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : maret /2018
Halaman :

UPT KESEHATAN Hendri Agustian, S Kep

PUSKESMAS LUMPO Nip: 19750806 201001 1 014

1. Pengertian Pemberian antibiotik adalah cara pemberian anti bakteri


(bakteriostatik maupun bakterisid) yang sesuai dengan
kemungkinan jenis bakteri penyebab penyakit.
2. Tujuan Menurunkan angka kesakitan

3. Kebijakan Sesuai SK Kepala Puskesmas No. ...

4. Referensi Hardjasaputra, S.L.P., Dr., dkk., 2002, Data Obat di Indonesia,


Grafidian Medipress, Jakarta.
Ganiswarna, S.G., dkk., 2002, Farmakologi dan Terapi, Gaya Baru,
Jakarta.

5. Prosedur Antibiotik diberikan sesuai dengan Drug of Choice dari tiap-tiap


jenis penyakit (sesuai diagnosa).
/Langkah-langk
ah Cara pemberian antibiotik untuk Poli Gigi
Golongan Peniccilin dan derivatnya
 Diberikan dalam dosis terbagi tiap 8 jam selama 5 hari (kecuali
belum sembuh/ada kasus baru).
Kotrimoxksazol diberikan dalam dosis terbagi tiap 12 jam minimal 5
hari. Kloramfenikol diberikan dalam dosis terbagi tiap 6 – 8 jam
selama 10 – 14 hari.
Metronidazole diberikan dalam dosis terbagi tiap 8 jam selama 5
hari.
Golongan Quinolon
 Ciprofloxacin diberikan dalam dosis terbagi tiap 12 jam selama
5 hari.
Amoxicillin
Indikasi :

 Infeksi telinga, hidung dan tenggorok seperti otitis media


yang disebabkan oleh Streptococcus pneumoniae,
Stafilokokus yang tidak memproduksi penisilinase dan
Haemophillus Influenza.
 Infeksi saluran kencing yang disebabkan oleh Escherichia
coli, Proteus mirabilis dan Streptococcus faecalis.
 Infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh
Streptokokus, Stafilokokus dan Escherichia coli.
 Infeksi saluran napas dan bronchitis kronis yang disebabkan
oleh Streptococcus pneumoniae, Stafilokokus yang tidak
memproduksi penisilinase dan Haemophillus Influenzae.
 Gonorhea, infeksi akut saluran kencing yang disebabkan
oleh Neisseria gonorrhoeae.
 Infeksi saluran pencernaan yang disebabkan oleh Shigella,
Salmonella (termasuk S. typhosa).
 Profilaksis terhadap infeksi pada tindakan pencabutan gigi,
contoh: endokarditis.
Dosis :
1. Oral
 Dewasa : 250 – 500 mg tiap 8 jam
 Bayi BB < 6 kg : 25 – 50 mg tiap 8 jam.
 Bayi BB 6 – 8 kg : 50 – 100 mg tiap 8 jam.
 Anak BB < 20 kg : 20 – 40 mg/kg/hari dalam dosis
terbagi tiap 8 jam.
 Anak BB > 20 kg : sama dengan dewasa.
2. Suntikan IM :
 Dewasa : 500mg tiap 8 jam
 Anak : 50 – 100 mg/kg/hari
3. Suntikan IV atau infus :
 Dewasa : 1 gr tiap 6 jam
 Anak : 50 – 100 mg/kg/hari
Cara Pemberian :

 Lama Pengobatan : pengobatan diteruskan paling sedikit 48


– 72 jam setelah gejala hilang atau setelah bakteri
terberantas. Untuk infeksi betastreptokokus haemolitik perlu
diobati paling sedikit 10 hari untuk mencegah demam
rematik dan glomerulonefritis.
 Amoxicillin cukup aman diberikan pada wanita hamil atau
menyusui.
Phenoximethyl Penicillin
Indikasi :

 Faringitis, Skarlatina.
 Demam reumatik.
 Profilaksis sebelum tonsilektomi atau ekstraksi gigi pada
kasus demam reumatik.
 Otitis media akut dan mastoiditis.
 Endokarditis : yang disebabkan Streptococcus viridans yang
sensitif terhadap penisillin.
 Fuso – Spirochaeta : infeksi ringan, misalnya gingivo
stomatitis.
 Profilaksi terhadap infeksi karena Streptococcus pyogenes
group A.
 Profilaksis terhadap kambuhnya demam reumatik.
 Profilaksis terhadap pembedahan pada pasien dengan
kelainan katup jantung.
cth. Terhadap tindakan pencabutan gigi → pencegahan
komplikasi endokaeditis bacterial subakut karena
bakteremia selintas.
Dosis :
1. Oral
 Dewasa : 250 – 500 mg tiap 6-8 jam, dosis
dapat dinaikkan sampai 750
mg tiap 6-8 jam pada infeksi
berat.
 Anak sampai 1 tahun : 62,5 mg tiap 6-8 jam
 Anak 1 – 5 tahun : 125 mg tiap 6-8 jam
 Anak 6 – 12 tahun : 250 mg tiap 6-8 jam

Chloramfenicol
Indikasi :

 Infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi


 Infeksi berat yang disebabkan oleh Salmonella,
Haemophilus influenzae (terutama infeksi meningeal)
 Infeksi mata konjungtivitis bacterial.

Dosis :

 50 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam.


 Bayi (<2 minggu) : 25 mg/kg/hari dalam dosis terbagi tiap 6
jam
Cara Pemberian :

 Bayi dan anak dengan gangguan proses metabolic : kurangi


dosis oral dan IV sampai 25 mg/kg/hari, diikuti dengan
pemeriksaan kadar kloramfenikol dalam darah. Kadar
terapeutik : 15 – 25 µg/ml.
 Infeksi mata superficial yang mengenai konjungtifa dan
/atau kornea : oleskan sedikit salep mata pada konjungtifa
bagian bawah, lebih sering bila perlu, teruskan pengobatan
siang dan malam dalam 24 jam pertama, sesudah itu
interval pemberian dapat dijarangkan. Pengobatan
diteruskan paling sedikit 48 jam setelah mata tampak
normal.
 Keamanan pada wanita hamil belum terbukti dan hati – hati
bila diberikan pada ibu menyusui.

Ciprofloxacin
Ciprofloxasin merupakan anti infeksi yang efektif terhadap bakteri
yang resisten terhadap antibiotika lain misalnya Aminoglikosida,
Penisilina, Sefalosporin dan Tetrasiklina, serta efektif terhadap
bakteri gram negative dan gram positif.
Indikasi :

 Infeksi saluran kemih termasuk prostatitis.


 Infeksi saluran pernafasan kecuali pneumonia oleh
Streptococcus
 Infeksi kulit dan jaringan lunak
 Infeksi tulang dan sendi
 Infeksi saluran pencernaan termasuk demam tifoid dan
paratifoid.
 Uretritis dan servisitis gonoroe.

Dosis dan Cara Pemberian :


 Infeksi ringan/sedang saluran kemih : sehari 2 X 250 mg
 Infeksi berat saluran kemih : sehari 2 X 500 mg
 Infeksi ringan / sedang saluran nafas : sehari 2 X 500 mg
 Infeksi berat saluran nafas : sehari 2 X 750 mg
 Infeksi saluran pencernaan : sehari 2 X 500 mg
 Pada gonoroe akut, cukup pemberian dosis tunggal sehari
250 mg.
 Dosis untuk pasien dengan fungsi ginjal yang terganggu bila
Creatinine Clearance kurang dari 20 ml/menit maka dosis
normal yang dianjurkan harus diberikan sehari sekali atau
dikurangi separuh bila diberikan sehari 2X
Cotrimoxazole
Indikasi :

 Infeksi saluran pernafasan, saluran kemih dan ginjal,saluran


pencernaan dan jaringan kulit serta jaringan lunak yang
disebabkan oleh Streptokokus, Stafilokokus, Pneumokokus,
Haemophillus Influenzae, Neisseriae, Eschericia coli,
Proteus mirabilis, P. vulgaris, Bordetella, Salmonella,
Klebsiela-Aerobacter, Shigella, Vibrio cholerae, Brucella,
Pseudomonas pseudomallei, P.cepacia, Serratia
marcescens, Pneumocystis carinii, Yersinia dan Nocardia
 Uretritis gonorkokal
 Tipus dan paratipus, serta keadaan karier
 Disentri basiler
 Kolera (sebagai pengobatan tambahan terhadap perbaikan
cairan dan elektrolit)
 Osteomielitis akut dan kronik
 “South American” blastomycosis

Dosis :
1. Oral

 Dewasa : 160 mg Trimethoprim + 800 mg


Sulfamethoxazole, 2 X sehari ( pagi dan sore ), pada kasus
yang lebih berat dosis dapat dinaikkan 50% lebih tinggi
 Anak (6 – 12 tahun) : 80 mg Trimethoprim + 400 mg
Sulfamethoxazole, 2 X
sehari ( pagi dan sore )
 Anak (6 bulan – 5 tahun) : 40 mg Trimethoprim + 200 mg
Sulfamethoxazole, 2 X
sehari ( pagi dan sore )
 Bayi ( 2 – 6 bulan) : 20 mg Trimethoprim + 100 mg
Sulfamethoxazole

Cara Pemberian dan penyesuaian dosis

 Dosis anak – anak tersebut setara dengan dosis


Trimethoprim 6 mg dan Sulfamethoxazole 30 mg/kg BB.
 Pada infeksi yang berat pada anak-anak, dosis dapat
dinaikkan 50% lebih tinggi.
 Pada infeksi akut, Kotrimoksazol harus diberikan
sekurang-kurangnya 5 hari atau sampai penderita 2 hari
bebas gejala.
 Kontraindikasi untuk ibu hamil dan menyusui.

Metronidazole
Indikasi :

 Trichomoniasis simptomatik, setelah trichomonas dipastikan


oleh pemeriksaan laboratorium
 Trichomoniasis asimptomatik, disertai endoservisitis,
servisitis atau erosi servikal.
 Pengobatan untuk pasangan (asimptomayik) dari penderita
yang sedang diobati.
 Amoebiasis dan giardiasis intestinal.
 Abses hati amebic.

Dosis :
1. Oral
 Untuk kasus Trichomoniasis simptomatik dan
asimptomatik :
Dewasa : 250 mg 3X sehari selama 7 hari.
Bila penderita tidak hamil 2 gr dosis tunggal,
atau terbagi dalam 2 dosis dari masing –
masing 1 gr, selama 1 hari

 Untuk amoebiasis intestinal dan abses hati :


Dewasa : 750 mg 3X sehari selama 8 – 10 hari.
Anak : 30 – 50 mg/kg/24 jam , dalam dosis terbagi 3
selama 10 hari

 Untuk giardiasis intestinal :


Dewasa dan anak 15 mg/kg BB/24 jam dalam dosis
terbagi selama 5 hari.

Cara Pemberian :

 Pengobatan ulang : tunggu sampai 4 – 6 minggu dan


pastikan kembali diagnosis dengan pembiakan sebelum
pengobatan ulang diberikan.
Kontra indikadi untuk ibu hamil dan menyusui.

6. Bagan Alir
Membaca
Ruang
resep obat
Obat
antibiotik
Berikan obat
Buat dosis obat
pada pasien dan
sesuai yang telah
beri tahu cara
diresepkan
pemakaian

7. Hal-hal yang Penggunaan obat dan dosis obat


perlu
diperhatikan
8. Unit Terkait Ruang obat
9. Dokumen 1. SOP
terkait 2. Register pencatatan

10 Rekaman N Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan


historis perubahan o