Anda di halaman 1dari 3

Globalisasi dan Terorisme

Diskusi Ilmiah Hubungan Internasional


Minggu ke 4

Pemantik : Sony Irawan

Moderator : Muhammad Dermawan

Notulen : Isnaini Khoirunisa

Peserta : Budi, Citra, Zaki, Jordi, Windi, Regi, Winda, Nilam, Sally, Visa,
Semy.

Dua hal yang jauh berbeda dimana keadaan dunia yang sangat mengglobal dan terorisme
yang menciptakan rasa takut, yang dijelaskan lebih lanjut oleh James D Kiras. James D Kiras
tidak hanya membahas terorisme secara eksplisist, namun juga secara implisit (dibalik itu
semua).

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah aktornya (negara, kelompok, individu). Yang
diawali oleh negara, pada saat revolusi perancis dimana pada saat itu sekitar 40.000 dibunuh
karena anti pemerintah.

Sejak saat itu muncullah kejadian-kejadian baru yang berbeda yang mana level levelnya
berbeda. Dan yang akan dibahas hari adalah penyebab beberapa kelompok yang ingin
melakukan kegiatan terorisme akibat adanya stimulus dari sistem politik.

Hal ini diakselerasi oleh globalisasi yang mempercepat adanya perkembangan teknologi
dalam perakitan alat-alat terorisme serta menyambung jaringan-jaringan teroris lebih cepat
dari sebelumnya.

Selain itu hubungan yang menghasilkan fenomena terorisme dan globalisasi yang kompleks,
yaitu pertama budaya, agama dan ekonomi dimana seperti yang telah disebutkan oleh
Samuel Huntington di bukunya Clash of Civilization mengenai benturan pada kehidupan para
masyarakat sipil.

Pertama, budaya. Dimana ide teroris terjadi karena adanya tekanan globalisasi yang
mengaburkan nilai2 budaya asli dan secara jauh lagi mengancam hilangnya budaya mereka
sehingga perlu adanya perlawanan globalisasi tersebut.

Kedua, ekonomi, dimana pada peristiwa 9/11 yang meledakkan gedung WTC dan pentagon
dimana pusat perekonomian menjadi sasaran teroris. Hal ini terlihat dari adanya WTO, IMF
dan WB yang menjauhkan jarak antara si kaya dan si miskin (perspektif kapitalisme)
Ketiga, agama. Dimana menjadi akar timbulnya fundamentalis yang bersifat transnasional
untuk memusnahkan globalisasi. Hal ini terlihat pula dari nilai nilai barat yang bertentangan
dari nilai2 agama.

Kemudian, moderator menanyakan supaya antara budaya dan agama dibedakan secara
eksplisit , serta tidak secara mendalam membahas tentang agama.

Namun Soni menanggapi bahwa agama ini penting untuk dimasukkan kedalam diskusi ini,
secara dalam reviewnya, agama memiliki bagian penting dari lahirnya terorisme.

Okey, lempar pertanyaan ke audience, Winda memulainya dengan mempertanyakan sejak


kapan sih globalisasi itu muncul? Apakah sejak selesainya perang dingin? Tapi entah
mengapa tidak ada yang tau.. 0_o

Budi bertanya, sesungguhnya di review ini siapa yang mempengaruhi siapa, apakah
globalisasi mempengaruhi terorisme atau terorisme mempengaruhi globalisasi? Hal ini
dijawab langsung oleh Soni bahwa seperti diatas disebutkan kalau terorisme mejadi isu global
sejak dimulainya globalisasi. Dimna memerangi terorisme sebelum adanya globalisasi lebih
mudah dari sebelum timbulnya globalisasi (we think globalisasi yang mempengaruhi
terorisme menjadi lebih berkembang dari sebelumnya)

Apa yang sudah didefinisikan dari terorisme menurut review ini ditanyakan oleh bang
Semmy ke Soni. Yang dijawab sbb: merupakan penggunaan kekerasan/ancaman yang
bertujuan untuk melawan ketidaksetaraan dalam globalisasi pada saat ini dimana ada pihak
yang diuntungkan dan disisi lain ada juga yang dirugikan.

Bang Semmy menambahkan bahwa dua kata ini adalah term yang berbeda, dimana
perubahan tatanan antara negara yang mengalami perubahan dialektis (capital selalu
dikontrol oleh negara atau capital naik dan peranan negara menurun, terus menerus seperti
itu).
Tahun 1670, awal neolib dimana negara harus bersatu. Polanya hampir mirip seperti saat ini
dimana ketika eropa krisis, amerika krisis, asia krisis. Negara tidak ada yang terlihat
(memudar), dan yang mana kini Negara vs Capital memaksa negara untuk ‘kembali’ kuat
terlihat (bisa dilihat dari adanya World Economic Forum). Dimana negara-negara kecil
seperti Indonesia memaksa negara besar untuk merecovery sistem kapitalisme yang ada.

Budi menambahkan bahwa adanya serangan WTC bisa dimanfaatkan AS sebagai penancap
legitimasi hegemoni AS di dunia. Dan Regi mempertanyakan segi perekonomian dimana
hal hal seperti intervensi dan banyaknya biaya yang harus dikeluarkan? (Budi dan Regi debat
tentang kebijakan luar negeri AS) jadi bingung mau nulis apa nichhh…

Regi mempertanyaakn mengenai kenapa sih harus budaya yang menjadi nilai pendorong dari
TERORISME ,mengapa harus westernisasi yang dilawan dan menjadi pemicu dari terorisme.
Mengapa kalau Korean Wave yang masuk ke dalam timur tidak di lawan oleh para teroris?
Kembali lagi sepertinya ini karena lebih kepada nilai-nilai yang cenderung perlawanan dari
timur ke barat akibat refleksi historis.

Kesimpulannya adalah seperti pada awal yang disebutkan bahwa pihak yang anti globalisasi
merupakan kelompok dan jaringan yang mengandalkan kekerasan dalam menjalankan aksi
terorisme. Dan mengubah tatanan dunia pada saat ini.

Okey karena sudah sore sayangnya harus diselesaikan diskusinya. Pendapat lebih lanjut
ditunggu lewat group DISMIL. Minggu selanjutnya nantikan pertunjukan dari… isnaa
nantikan !

Salam dismil

https://labhibudiluhur.wordpress.com/2012/08/02/globalisasi-dan-terorisme/