Anda di halaman 1dari 9

SKENARIO 5.

Rumusan Masalah :

1. Kira” penyebab benjolan di lutut sehingga lama kelamaan terasa nyeri pada saat
berjalan?
Kemungkinan keganasan tergantung waktu,semakin lama waktu maka dapat
disimpulkan suatu kegananasan. Neoplasma yang dapat mengakibatkan resobsi
tulang. Benjolan terbagi 3 primer,sekunder dan metastasis
2. Bagaimana interpretasi pada pemeriksaan fisik ?
3. Apakah ada hubungannya dengan gejala lain seperti batuk dan terkadang sesak nafas?
Ya ada hubungan karena pada osteosarcoma karena paling sering pada kasus tersebut
4. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan ekstremitas bawah?
5. Apa penyebab dari pembuluh darah yang besar,berkelok-kelok dan terasa nyeri saat
berjalan?
Adanya pembesaran sehingga kulit menjadi melar sehingga pembukuh darah yang ada
dibawah kulit akan lebih mudah terlihat

LO SKENARIO 5

Tumor tulang

1. Tumor tulang primer dan sekunder


2. Displasia fibrosa
3. Osteosarcoma
4. Sarcoma ewing
5. Kista ganglion
6. Teratoma sakrokoksigeal
7. Otot dan jaringan lunak :
- Rabdosarcoma
- Liposarcoma
- Leiomioma
- Leiomiosarkoma
- Lipoma
- Fibroma : merupakan tumor jinak yang menyerang soft tissue
- Fibromatosis
- Fibrosarkoma
- Sarkoma sinovial
- Kondrosarkoma

RHABDOSARCOMA

Kanker yang tumbh dari otot rangka yaitu yang dapat diatur gerakannnya. Kanker ini
tergolong jenis kanker yang jarang terjadi,erdapat beberapa jenis antara lain :

1. Embryonal rhabdomyosarcoma
Yang paling sering terjadi dan menjangkiti otot kepala,leher,saluran kemih,dan alat
kelamin. Tergolong cepat berkemabng. Penderita biasanya adalah anak-anak usia 6
tahun kebawah
2. Alveolar rhabdomyosarcoma
Yang lebih sering dialami oleh remaja dan menjangkiti otot lengan,tungkai,dada,atau
perut. Kondisi ini membuthkan perawatan lebih intensif karena tumor lebih cepat
berkembang dibandingembryonal
3. Pleomorpic rhabdomyosarcoma
Lebih seringmenyerang orang dewasa dan mengenai otot lengan dsn tungkai

Gejala yang akan muncul terganung dari besar tumor yang muncul,lokasi tumor serta stadium
keparahan ssri kanker yang dialami penderita. Gejala antara lain :

1. Tumor pada otot leherdada,punggung,lengan,tungkai dan selangkangan


Berupa benjolan yang terkadang menimbulkan nyeri serta berwarna kemerahan
2. Tumor disekitar otot mata
Mengakibatkan mata seperti menonjol keluar,penglihatan juga terganggu
3. Tumor pada perut
Muntah,perut terasa nyeri,serta perubahan pola buang air besar
4. Tumor pada kandung kemih,vagina,atau prostat
Gejala berupa keluar darah pada urine atau pendarahan dari vagina. Tumor yang
sudah sangat besar dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil atau buang air besar
5. Tumor pada telinga dan hidung
Gejala berupa nyeri pada telinga,hiidung tersumbat,serta mimisan dan keluar darah
dari telinga
Apabila tumor sudah semakin memebesar atau sudah menyebar ke organ lain dapat
menimbulkan keluhan kesemutan dan kelemahan otot akibat saraf yang tertekan serta
batuk,sesak,pucat dan nyeri tulang,tergantung penyebran tumor.

Penyebabnya adalah karena adanya pertumbuhn sel-sel secara abnormal. Faktor


resiko :
1. Kelainan genetik
2. Paparan sinar radiasi saat masih di kandungan
3. Menggunakan ganja dan kokain saat kehamilan
4. Kecanduan alkohol saat kehamilan

Diagnosis :

1. Tes darah lengkap,Yang menunjukan anemia


2. Tes fungsi hati dan laktat dehidroginase yang menunjukan peningkatan
3. Tes darah untuk melihat fungsi ginjal
4. Tes urin dilakukan bila terdapat buang air kecil berdarah
5. Foto rotngen
6. CT Scan
7. MRI
8. USG
9. Bone scan
10. PET scan

Jenis dari tumor hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan sampel jaringan yang diperiksa
melalui biopsi. Terkadang dibutuhkan pemeriksaan penyedotan (aspirasi) darah sumsum
tulang untuk melihat penyebaran. Stadium nya terbagi menjadi :

1. Stadium 1
2. Stadium 2
3. Stadium 3
4. Stadium 4
Pengobatan :

1. Operasi
Dilakukan pada tumor yang memungkinkan untuk diangkat. Tujuannya adalah
untukmenghilangkan tumor utama dan jaringan di sekitarnya sehingga bersih dsri sel
kanker. Jika tumor terlalu besar atau berada pada lokasi yang sulit dihilangkan operasi
dapat ditunda dan didahului dengan kemoterapi atau radioterapi
2. Kemoterapi
Bertujuan untuk mengurangi ukuran tumor sebelum dioperasi dan mengurangi risiko
kanker berulang setelah tidakan operasi. Obat yang digunakan adalah
vincristine,cyclophospamide,doxurubicin, dan etoposide
3. Radioterapi
Dilakukan untuk mematikan sel kanker yang tidak bisa diangkat. Biasanya di
kombinasi dengan kemoterapi. Radioterapi diberikan selama 5 hari dalam seminggu
dan dilakukan sampai beberapa minggu dengan durasi waktu tiap sesi adalah sekitar
15-30 menit
Skenario 4.2

Lo :

1. Fisiologi olahraga (musculoskeletal )


2. Patologi
Degeneratif : - osteoathritis
- Athritis remathoid
- Spondilolisis
- Spondilolistesis
- Spondilosis
Infektif : - osteomielitis hematogen
- Tendonitis
- Atritis septik
- Atritis tb
- Osteomielitis tb
- Spondilitis
- Spondilodisitis

Metabolik : - gouth athriritis

- Rakitis (gangguan pertumbuuhan sehingga tidak dapat tumbuh


nomral)
OSTEOATRITIS

Osteoarthritis ialah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai oleh adanya kelainan
pada tulang rawan (kartilago) sendi dan tulang di dekatnya. Kelainan pada kartilago akan
berakibat tulang bergesekan satu sama lain, sehingga timbul gejala kekakuan, nyeri dan
pembatasan gerakan pada sendi (Nur, 2009).
American College of Rheumatology (2011) mengartikan osteoarthritis sebagai
sekelompok kondisi heterogen yang mengarah kepada tanda dan gejala sendi. Penyakit ini
ditandai oleh adanya abrasi rawan sendi dan adanya pembentukan tulang baru yang irreguler
pada permukaan persendian. Nyeri merupakan gejala khas pada sendi yang mengalami
osteoarthritis. Rasa nyeri semakin berat bila melakukan aktivitas dengan penggunaan sendi
dan rasa nyeri diakibatkan setelah melakukan aktivitas dengan penggunaan sendi dan rasa
nyeri semakin ringan dengan istirahat (Sumual, 2012). Kejadian osteoarthritis banyak pada
orang yang berusia di atas 45 tahun.

Kejadian osteoarthritis banyak pada orang yang berusia di atas 45 tahun. Laki-laki di
bawah umur 55 tahun lebih sering menderita penyakit ini dibandingkan dengan wanita pada
umur yang sama. Namun, setelah umur 55 tahun prevalensi osteoarthritis lebih banyak wanita
dibandingkan pria. Hal ini diduga karena bentuk pinggul wanita yang lebar dapat
menyebabkan tekanan yang menahun pada sendi lutut. Osteoartritis juga sering ditemukan
pada orang yang kelebihan berat badan dan mereka yang pekerjaanya mengakibatkan tekanan
yang berlebihan pada sendi-sendi tubuh (Nur, 2009).

Terdapat 4 kelainan radiografi utama pada osteoarthritis, yaitu: penyempitan rongga


sendi, pengerasan tulang bawah rawan sendi, pembentukan kista di bawah rawan sendi dan
pembentukan osteofit, sendi yang dapat terkena osteoarthritis antara lain:
1. Osteoarthritis sendi lutut.

2. Osteoarthritis sendi panggul.

3. Osteoarthritis sendi-sendi kaki.

4. Osteoarthritis sendi bahu.


5. Osteoarthritis sendi-sendi tangan.

6. Osteoarthritis tulang belakang

Pembagian osteoarthritis berdasarkan patogenesisnya dibagi menjadi osteoarthritis


primer yang disebut juga osteoarthritis idiopatik adalah osteoarthritis yang kausanya tidak
diketahui dan tidak ada hubungannya dengan penyakit sistemik maupun proses perubahan
lokal pada sendi. Sedangkan osteoarthritis sekunder adalah osteoarthritis yang didasari oleh
adanya kelainan endokrin, inflamasi, metabolik, pertumbuhan dan imobilisasi yang lama.
osteoarthritis primer lebih sering ditemukan dari pada osteoarthritis sekunder

Faktor-faktor yang telah diteliti sebagai faktor risiko osteoarthritis lutut antara lain
usia lebih dari 50 tahun, jenis kelamin perempuan, ras / etnis, genetik, kebiasaan merokok,
konsumsi vitamin D, obesitas, osteoporosis, diabetes melitus, hipertensi, hiperurisemi,
histerektomi, menisektomi, riwayat trauma lutut, kelainan anatomis, kebiasaan bekerja
dengan beban berat, aktivitas fisik berat dan kebiasaan olah raga

Perkembangan perjalanan penyakit osteoarthritis dibagi menjadi 3 fase, yaitu sebagai berikut
:

1. Fase 1
Terjadinya penguraian proteolitik pada matriks kartilago.
2. Fase 2
Pada fase ini terjadi fibrilasi dan erosi dari permukaan kartilago, disertai adanya
pelepasan proteoglikan dan fragmen kolagen ke dalam cairan sinovia.
3. Fase 3
Proses penguraian dari produk kartilago yang menginduksi respons inflamasi pada
sinovia.

SPONDYLOLYSIS

Adalah suatu cacat bawaan yang mempengaruhi vertebraee lumbalis atau vertebrae toraks,
namun umumnya lebih sering ditemukan mempengaruhi vertebrae toraks. Gejala yang akan
timbul adalah nyeri punggung bawah, rasa nyeri ini disebabkan oleh pergeseran atau patah
tulang yang mempengaruhi berbagai bagian tulang belakang dari aktu ke waktu patahan ini
menyebabkan melemahnya vertebre secara umum dan akhirnya akan berkembang menjadi
kondisi yang lebih parah yang dikenal sebagai spondilolitesis

Penyebabnya adalah Melemahnya pars interartikularis yang berfungsi sebagai penghubung


segmen atas dan bawah dari sendi yang mengatur gerakan tulang belakang

Faktor resiko

1. Genetika
2. Kelelahan (menahan berat yang terlalu lama pada vertebrae)
3. Jenis kelamin (cenderung laki-laki)
4. Umur (antara 14-26 tahun)
5. Olahraga (tenis,angkat beban,sepakbola,menyelam,senam,voli,gulat)

Gejalanya adalah adanya nyeri, mati rasa,merasa kesemutan,tegang otot, melemahnya


kaki,pergerakan punggung abnormal,sulit berjalan. Pemeriksaan penunjang yang dapat
dilakukan adalah CT Scan dan MRI untuk memeriksa jika ada tekanan padapatahan tulang
dan menentukan lokasi dan keparahannya

Spondilolitesis adalah suatu pergerakan kedepan antara vertebrae satu dengan


lainnya,kebanyakan pada lumbal 5(diatas os.sacri). faktor resiko karena
genetika,iskemik(adamya pergeesaran),degeneratif,patologi (adanya trauma atau keganasan).

Faktor resiko:
1. Usia lebih dari 55 tahun
2. Genetika
3. Trauma (pada olahragawan)
4. Jenis kelamin (pada wanita)

Jenisnya :

1. Grade 1, pergesaran lebih dari 25% dari total


2. Grade 2, pergeseran dari 25-50%
3. Grade 3,pergeseran dari 50-70%
4. Grade 4,pergesaran dari 75-lebih dari 100%

Pemeriksaan penunjang adalah CT Scan dan MRI. Perbedaan pada poto polos pada
spondilolis tidak terdapat defek yang abnormal atau tidak terlalu bergeser.Pentalaksanaan
dengan NSAID,Surgical (asidosis) pada bagian artikulasio untuk mengembalikan bentuk dari
defek tersebut, penggunaan brace selama 24 jam digunakan selama 6 bulan

TENOSINOVITIS SUPURATIF

Terjadi paling sering pada tendon pada jari kelingking . jika tidak segera diobati terkena
kontraktur tendonogen. Pengobatannya jika ada pus diberi drainase,atau NSAID baru di
drainase kemudian diistirahatkan baru dilatih kembali