Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

HIV/AIDS

Oleh:
Tim PKRS Ruang 27

Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar
Malang
2018
LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
“HIV/AIDS”

DEPARTEMEN MEDIKAL
RUANG 27 RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG

Untuk Memenuhi Tugas


Pendidikan Profesi Departemen Jiwa

Oleh :
Kelompok 5

Telah diperiksa kelengkapannya pada


Hari:
Tanggal:
Dan dinyatakan memenuhi kompetensi

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

_____________________ _____________________
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
HIV/AIDS DAN GERAKAN RUMAH SAKIT BERSIH DAN SEHAT

Bidang studi : Keperawatan HIV/AIDS


Topik : HIV/AIDS
Sasaran : Keluarga dan pasien
Hari : Kamis
Tanggal : 26 Juli 2018
Jam : 10.00 wib
Waktu : 30 menit
Tempat : ruang 27 RSSA

1. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit HIV /AIDS semakin lama semakin
menjalar khususnya pada kalangan remaja, untuk itu perlunya penjelasan serta
pengenalan terhadap kalangan remaja. Dengan harapan remaja yang terkena
maupun yang tidak terkena virus tersebut mampu mengenal tanda-tanda bagimana
HIV/AIDS,setra bahaya daripada HIV/ AIDS.
Selain mengetahui terkait penyakit saat ini rumah sakit juga sedang
menjalankan program rumah sakit bersih dan sehat. Rumah sakit bersih dan sehat
dapat dimulai dari kepatuhan para pengunjung, pasien dan petugas di Rumah Sakit
untuk menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup sehat dapat diwujutkan dengan
mencuci tangan dengan benar, membuang sampah pada tempatnya dan etika batuk
yang benar di lingkungan rumah sakit.
2. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan remaja dan
mahasiswa stikes dr. Soebandi mampu memahami tentang penyakit HIV/AIDS dan
Rumah sakit bersih dan sehat..
3. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diadakan penyuluhan selama 30 menit remaja/mahasiswa dapat :
a. menjelaskan pengertian HIV/AIDS.
b. menjelaskan penyebab HIV/AIDS.
c. mampu menyebutkan gejala HIV/AIDS.
d. menjelaskan bagaimana penularan HIV/AIDS.
e. menjelaskan cara pencegahan HIV/AIDS.
f. menjelaskan cara cuci tangan yang baik dan benar
g. menjelaskan etika batuk yang benar
h. menjelaskan cara membuang sampah yang benar sesuai jenisnya
4. Lampiran
Terlampir
5. Metode
a. Presentasi
b. Tanya jawab
6. Media
a. Power point
b. LCD proyektor
c. Laptop
7. Kegiatan Pembelajaran

Tahap Kegiatan Kegiatan


Waktu Media
Kegiatan Pemateri/Penyuluh Peserta

Pendahuluan 1. Memberi salam, Memperhatikan 5 menit Power


memperkenalkan diri, point,LCD
dan membuka Proyektor,
penyuluhan dan Laptop.
2. Menjelaskan materi Memperhatikan
secara umum
3. Menjelaskan tentang Memperhatikan
TIU dan TIK
Penyajian 1. Menjelaskan Memperhatikan 10 menit Power
pengertian HIV/AIDS. point,LCD
a) Menanyakan kepada Memberi Proyektor,
mahasiswa apabila ada pertanyaan dan Laptop.
yang kurang jelas.
b) Menerima dan Memperhatikan
menjawab pertanyaan
yang diajukan
mahasiswa.

2. Menjelaskan penyebab Memperhatikan


HIV/AIDS.
a) Menanyakan kepada Memberi
mahasiswa apabila ada pertanyaan
yang kurang jelas.
b) Menerima dan Memperhatikan
menjawab pertanyaan
yang diajukan
mahasiswa.
3. Menjelaskan gejala-
gejala HIV/AIDS.
a) Menanyakan kepada Memperhatikan
mahasiswa apabila ada
yang kurang jelas.
b) Menerima dan Menannyakan
menjawab pertanyaan kepada
yang mahasiswa
diajukanmahasiswa.

4. Menjelaskanbagaimana
penularan HIV/AIDS.
a) Menanyakan kepada Memperhatikan
mahasiswa apabila ada
yang kurang jelas.
b) Menerima dan Memperhatikan
menjawab pertanyaan
yang diajukan
mahasiswa.

5. Menjelaskan cara Memperhatikan


pencegahan HIV/AIDS.
a) Menanyakan kepada
Memberi
mahasiswa apabila ada
pertanyaan
yang kurang jelas.
b) Menerima dan
menjawab pertanyaan Memperhatikan
yang diajukan
mahasiswa.
Penutup 1. Memberikan Menjawab 15 menit Power
pertanyaan pertanyaan point,LCD
tentang materi yang yang diajukan Proyektor,
baru dijelaskan. pemateri dan Laptop.
2. Menampung jawaban Memperhatikan
yang
diberikanmahasiswa. Memberikan
3. Mendiskusikan sumbang saran
bersama jawaban Memberikan
dari mahasiswa. sumbang saran
4. Bersama semua
mahasiswamenyimpulk Memperhatikan
an materi yang telah dan membalas
dibahas. salam
5. Menutup pertemuan
dan memberi salam

8. Setting Tempat
Peserta duduk di depan penyaji dan penyaji berdiri di depan peserta

LCD

pembim ope notu


bing rato len F F F F F
r
p p p p p
moderator e e e e e
s s s s s
pintu pemateri e e
e F e F e F F F
r r r r r
pemateri t t t t t
a a a a a

F F F F F

Keterangan:
- F : Fasilitator
9. Pengorganisasian
Moderator : Frisky Labagas A
Penyaji : Wawan
Notulen : Rizky
Operator : Mira
Fasilitator : Sunardiman, Umi, Dina, Intan, Devi, Eka, Yenia
10. Evaluasi
Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat
Evaluasi yang diberikan berupa pertanyaan terbuka, antara lain:
1. Apa pengertian HIV/AIDS ?
2. Apa saja penyebab HIV/AIDS ?
3. Apa saja gejala-gejala HIV/AIDS ?
4. Bagaimana penularan HIV/AIDS bisa terjadi ?
5. Bagaimana cara pencegahan HIV/AIDS ?
MATERI PENYULUHAN

Bahaya HIV/AIDS

1. Definisi HIV dan AIDS


HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sejenis virus yang menyerang
sistem kekebalan tubuh manusia dan dapat menimbulkan AIDS. HIV menyerang
salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi.
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yang
berarti kumpulan gejala atau sindroma akibat menurunnya kekebalan tubuh yang
disebabkan infeksi virus HIV. Tubuh manusia mempunyai kekebalan untuk
melindungi diri dari serangan luar seperti kuman, virus, dan penyakit. AIDS
melemahkan atau merusak sistem pertahanan tubuh ini, sehingga akhirnya
berdatanganlah berbagai jenis penyakit lain. Acquired : didapat, bukan penyakit
keturunan
Immune : sistem kekebalan tubuh
Deficiency : kekurangan
Syndrome : kumpulan gejala-gejala penyakit.
Sedangkan di dalam kamus kedokteran Dorlan (2002), menyebutkan bahwa
AIDS adalah suatu penyakit retrovirus epidemik menular, yang disebabkan oleh
infeksi HIV, yang pada kasus berat bermanifestasi sebagai depresi berat imunitas
seluler, dan mengenai kelompok risiko tertentu, termasuk pria homoseksual atau
biseksual, penyalahgunaan obat intravena, penderita hemofilia, dan penerima
transfusi darah lainnya, hubungan seksual dari individu yang terinfeksi virus tersebut.
Menurut Center for Disease Control and Prevention, AIDS merupakan bentuk
paling hebat dari infeksi HIV, mulai dari kelainan ringan dalam respon imun tanpa
tanda dan gejala yang nyata hingga keadaan imunosupresi dan berkaitan dengan
berbagai infeksi yang dapat membawa kematian dan dengan kelainan malignitas
yang jarang terjadi.

2. Penyebab HIV/AIDS.
Penyebab HIV/AIDS adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang sistem
kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang
rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi.
Pada yahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara
normal bisa dilawannya dengn muda.
3. Gejala – Gejala

Gejala yang terjadi pada penyakit HIV/AIDS, yaitu :


1. Berat Badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat
2. Demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
3. Diare berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
4. Batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
5. Kelainan kulit dan Iritasi
6. Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan (sariawan tak sembuh –sembuh)

4. Cara Penularan
Penularan virus HIV/AIDS terjadi karena beberapa hal, di antaranya :
1. Penularan melalui darah, penularan melalui hubungan seks (pelecehan seksual).
(WHO, 2003)
2. Hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan
3. Perempuan yang menggunakan alat suntik bergantian.
4. Individu yang terpajan ke semen atau cairan vagina sewaktu berhubungan
kelamin dengan orang yang terinfeksi HIV.
5. Orang yang melakukuan transfusi darah dengan orang yang terinfeksi HIV,
berarti setiap orang yang terpajan darah yang tercemar melalui transfusi atau
jarum suntik yang terkontaminasi.

Hiv-Aids Tidak Dapat Menular Melalui :


1. Jabat tangan
2. Berpelukan
3. Bercium pipi
4. Makan bersama
5. Kolam renang bersama
6. Toilet umum
7. Telepon umum

5. Dampak dari HIV/AIDS


a. Tidak Ada Obat
AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus
HIV yang mudah menular dan mematikan. Virus tersebut merusak system
kekebalan tubuh manusia, dengan akibat turunnya/hilangnya daya tahan
tubuhnya sehingga mudah terjangkit dan meninggal karena penyakit infeksi,
kanker lainnya. Dan sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegahnya atau
obat untuk penyembuhannya.
b. Kematian
Menurut perhitungan WHO (1992) tidak kurang dari 3 orang di seluruh
dunia terkena infeksi virus AIDS setiap menitnya. Dan yang mengerikan adalah
jumlah penderita 70% adalah kalangan pemuda, usia produktif
c. Serangan bagi Anak Muda
Kelompok resiko tinggi terjangkitnya penyakit bahaya ini adalah
homoseksual, heteros seksual, promiskuitas, penggunaan jarum suntik pecandu
narkotik dan free sex serta orang-orang yang mengabaikan nilai-nilai moral, etik,
dan agama (khususnya para remaja/generasi muda usia 13-25 tahun).
d. Tidak Bermoral
Pola dan gaya hidup barat sebagai konsekuensi modernisasi,
industrialisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah
menyebabkan perubahan-perubahan nilai kehidupan yang cenderung
mengabaikan nilai-nilai moral, etik, dan agama, termasuk nilai-nilai hubungan
seksual antar individu.
e. Seks Bebas
Permasalahan lain yang berdampak sangat tinggi bagi penularan
virus AIDS adalah remaja yang meninggalkan rumah/minggat menjadi anak
jalanan, dan tuna susila yang melakukan seksual aktif dan pecandu narkoba
secara bebas dan tidak terjaga kebersihan/kesehatannya.
f. Bunuh Diri
Jika seseorang menderita penyakit ini, maka akan menimbulkan depresi
yang mendalam, semangat hidup rendah dan hilang kepercayaan diri.
permasalahan ini telah banyak memakan korban jiwa, sebab dari mereka-mereka
yang terjangkit penyakit ini selalu mengakhiri penyakit yang di deritanya dengan
bunuh diri.
g. Gila
Orang yang Hilang kepercayaan diri, banyak dijahui orang karena
penyakit yang dideritanya ini akan menimbulkan stress yang begitu berat, jika
Stress yang diderita terus dibiarkan maka akan menyebabkan kegilaan alias
tidak mempunyai kesadaran normal.

6. Pencegahan
1) Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
2) Setelah menikah, setialah pada pasangan anda
3) Gunakan kondom, apabila pasangan anda adalah HIV positif
4) Janganlah melakukan hubungan seks dengan orang yang berperilaku seks
beresiko, misalnya pekerja seks
5) Janganlah terlibat narkotika dan pemakaian jarum suntik bersama-sama
Daftar pustaka
http://info-kesehatan.net/penyebab-gejala-dan-carapencegehan-penyakithiv-
aids/ www.aids.gov.
Nursalam dan dwi,Ninuk. 2009. Asuhan keperawatan pada pasien terinfeksi
HIV/AIDS. Jakarta. Salemba medika.
Sylvia A. Price. 2005. Patofisiolgi Konsep klinis Proses-Proses Penyakit . Jakarta: EGC.
Proverawati, Atikah, Eni Rahmawati. 2012. Perilaku hidup bersih dan sehat (CUCI
TANGAN). Yogyakarta: Nuha Medika.
Hidayat, A.Aziz. 2005. Pengantar ilmu keperawatan anak 1. Jakarta: Salemba Medika.
Poter, Patricia, Pery, 2005, Ketrampilandan Prosedur Dasar. Mosby:Elsevier Science