Anda di halaman 1dari 24

"Biologi Perikanan"

1.1 LATAR BELAKANG

Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari keadaan ikan sejak individu ikan
tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi, dan akhirnya
mengalami kematian, baik kematian secara alami ataupun dikarenakan faktor-faktor lain.

Ilmu pengetahuan biologi perikanan ini menguraikan tentang struktur organisme ikan (morfologi),
struktur tubuh ikan (anatomi), faktor kimia dan fisika pada ikan (fisiologi), dan proses beserta
kebiasaan kehidupannya, sehingga pengetahuan biologi perikanan ini merupakan pengetahuan
dasar ketika mendalami pengetahuan dinamika populasi ikan, pengembangan spesies ikan untuk
dikelola menjadi ikan budidaya dan upaya pelestarian spesies ikan yang akan mengalami kepunahan
di perairan alaminya.

Ikan adalah binatang bertulang belakang (vertebrata) yang hidup dalam air, berdarah dingin
(poikilotherm), umumnya bernapas dengan insang, mempunyai sirip untuk bergerak dan mempunyai
gurat sisi untuk mengatur keseimbangan badannya di saat ikan tersebut bergerak. Sebagian besar
ikan hidup di perairan laut sedangkan sebagiannya kecilnya lagi hidup di perairan darat.

1.2 TUJUAN

Penyusunan makalah Biologi Perikanan ini antara lain bertujuan:

Ø Untuk mengetahui pengertian Biologi Perikanan,

Ø Untuk mengetahui tentang Morfologi ikan,

Ø Untuk mengetahui tentang Anatomi ikan,

Ø Untuk mengetahui tentang Fisiologi ikan, dan

Ø Untuk mengetahui Lingkungan Hidup ikan.

1.3 MANFAAT

Manfaat makalah Biologi Perikaanan ini antara lain agar kita:

Ø Dapat mengetahui pengertian Biologi Perikanan,

Ø Dapat mengetahui tentang Morfologi ikan,

Ø Dapat mengetahui tentang Anatomi ikan,

Ø Dapat mengetahui tentang Fisiologi ikan, dan

Ø Dapat mengetahui Lingkungan Hidup ikan.

2.1 MORFOLOGI IKAN


Morfologi ikan adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur organisme ikan.

A. Bagian tubuh ikan

Pada umumnya tubuh ikan terbagi atas tiga bagian, yaitu :

1. Bagian kepala (caput),

Bentuk kepala dimulai dari ujung mulut terdepan sampai dengan ujung tutup insang paling belakang.

Pada bagian ini terdapat mulut, rahang atas, rahang bawah, gigi, sungut, hidung, mata, insang, tutup
insang, otak, jantung, dan sebagainya.

2. Bagian badan (truncus),

Bentuk badan dimulai dari ujung tutup insang bagian belakang sampai dengan permulaan sirip anus.

Pada bagian ini terdapat sirip punggung, sirip dada, sirip perut, serta organ-organ dalam seperti hati,
empedu, lambung, usus, gonad, gelembung renang, ginjal, limpa, dan sebagainya.

3. Bagian ekor (cauda),

Bagian ekor dimulai dari permulaan sirip anus sampai dengan ujung sirip ekor bagian paling
belakang.

Pada bagian ini terdapat anus, sirip dubur, sirip ekor, dan kadang-kadang juga terdapat scute dan
finlet.

B. Bentuk Tubuh Ikan

Bentuk luar tubuh ikan seringkali mengalami perubahan dari sejak larva sampai dewasa, dari bentuk
bilateral simetris pada saat masih larva berubah menjadi asimetris pada saat dewasa. Bentuk tubuh
ikan merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan hidupnya atau merupakan pola tingkah laku
yang khusus.

Secara umum, tubuh ikan berbentuk setangkup atau simetris bilateral, yang berarti jika ikan tersebut
dibelah menjadi dua secara membujur/memanjang dari pertengahan ujung kepala sampai ekor
maka akan menghasilkan dua bagian yang sama antara sisi kanan dan sisi kiri.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Mujair ( Orecrhomis mussambicus ), dan

Ø Ikan Kerapu ( Epinephelus pachyceniru ).

Selain itu ada beberapa jenis ikan yang mempunyai bentuk non-simetris bilateral, yaitu apabila
tubuh ikan tersebut di belah menjadi dua secara membujur/memanjang maka belahan tubuh
sebelah kanan tidak sama dengan belahan tubuh sebelah kiri.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:
Ø Ikan Mujair ( Orecrhomis mussambicus ), dan

Ø Ikan Kerapu ( Epinephelus pachyceniru ).

Selain itu ada beberapa jenis ikan yang mempunyai bentuk non-simetris bilateral, yaitu apabila
tubuh ikan tersebut di belah menjadi dua secara membujur/memanjang maka belahan tubuh
sebelah kanan tidak sama dengan belahan tubuh sebelah kiri.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Sebelah ( psettodes erumei ), dan

Ø Ikan Lidah ( Cynoglossus bilineatus )

Bentuk-bentuk tubuh ikan dapat dikelompokan menjadi :

1. Bentuk Pipih ( Compressed )

Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai lebar tubuh jauh lebih kecil dibandingkan dengan
tinggi badan dan panjang tubuh. Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai pergerakan yang
agak lambat (sedang).

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Tambakan (Helestoma temmineki),

Ø Ikan Nila (Oreocromis niloticus), dan

Ø Ikan Mujair (Orecrhomis mussambicus ).

2. Bentuk Bola (Globiform)

Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini bertubuh pendek dan gemuk dan jika sedang
mengembang maka bentuk tubuhnya akan menyerupai bola. Cara mengembangnya yaitu dengan
cara mengisi badannya dengan udara. Biasanya terjadi saat ikan dalam keadaan bahaya. Ikan dengan
bentuk tubuh seperti ini mempunyai pergerakan yang lambat.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Buntal (Diodon hystrix),

Ø Ikan Buntal Batu (Ostraction nasus), dan

Ø Ikan Jebong (Abalistes stellaris).

3. Bentuk Kotak (Ostraciform)

Ikan seperti ini bentuk tubuhnya menyerupai kotak.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:
Ø Whitedotted Boxfish, yaitu ikan laut yang hidup diperairan pasifik, hindia dan samudra pasifik.

Ø Toadfish (Lagocephalus sceleratus)

4. Bentuk Panah (Sagittiform)

Bentuk tubuh ikan ini seperti anak panah, kepalanya lancip/ meruncing, badan memanjang
kebelakang dengan bentuk yang hampir seimbang dan ekor bercagak.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Alu-alu (Sphyraene jello),

Ø Ikan Kelah (Tor khudree), dan

Ø Ikan Kuniran (Upeneus vittatis)

5. Bentuk Ular (Anguilliform)

Tubuh ikan seperti ini berbentuk bulat memanjang dengan penampang lintang yang agak silindris
dan kecil, serta pada bagian ujung meruncing/tipis. Bentuknya seperti ular dengan ukuran panjang
tubuh dapat mencapai 20 kali tingginya.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Belut (Monopterus albus),dan

Ø Ikan Sidat (Anguilla bicolor).

6. Bentuk Torpedo/Cerutu (Fusiform)

Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai tinggi yang hampir sama dengan lebarnya,
sedangkan panjang tubuh beberapa kali tinggi tubuh. Bentuk tubuh hamper meruncing pada kedua
bagian ujung. Bentuk ikan ini menyerupai cerutu dan apabila dilihat dari depan maka tubuhnya
membentuk lingkaran yang sempurna. Bentuk torpedo (bentuk cerutu), yaitu suatu bentuk yang
sangat stream-line untuk bergerak dalam suatu medium tanpa mengalami banyak hambatan. Bentuk
tubuh ini biasanya dimiliki oleh ikan yang sering melakukan migrasi.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Tuna (thunnus allalunga),

Ø Ikan Tongkol (Euthynus affinis), dan

Ø Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis).

7. Bentuk Pita (Taeniform atau flatted-form)

Tubuh ikan seperti ini berbentuk pipih mendatar, memanjang dan tipis menyerupai pita. Ikan ini
cenderung bergerak lambat dengan cara berenang seperti ular yang membentuk huruf S.
Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Layur (Trichiurus saval).

8. Bentuk gepeng atau picak (Depressed)

Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai tinggi badan jauh lebih kecil bila dibandingkan
dengan tebal ke arah samping badan (lebar tubuh). Biasanya dimiliki oleh ikan yang suka hidup di
dasar perairan dan mengendap-ngendap untuk menangkap mangsanya.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Ikan Pari (dasyatis bleekeri)

Ø Ikan Pare Totol (Himantura uarnak)

9. Bentuk tali (Filiform), yaitu bentuk tubuh yang menyerupai tali.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Snipe Eel (Nemichthys scolopaceus)

Ø Pipefish (Pseudophallus straksii)

C. Kepala Ikan

Kepala ikan umumnya tidak bersisik, tetapi ada juga yang bersisik. Bagian-bagian kepala ikan yang
penting adalah:

1. Tulang-tulang tambahan tutup insang.

Jika dilihat dari arah luar, celah insang tertutup oleh tutup insang (apparatus opercularis). Tulang-
tulang tutup insang terdiri dari:

Ø Os operculare, berupa tulang yang paling besar dan letaknya paling dorsal.

Ø Os preoperculare, berupa tulang sempit yang melengkung seperti sabit dan terletak di depan
sekali.

Ø Os interoperculare, juga merupakan tulang yang sempit dan terletak di antara os operculare dan
os preoperculare.

Ø Os suboperculare, bagian tulang yang terletak di bawah sekali.

Pada bagian bawah tulang-tulang penutup insang terdapat suatu selaput tipis yang menutupi tulang-
tulang di atasnya, disebut membrana branchiostega. Membrana ini diperkuat oleh radii
branchiostega yaitu berupa tulang-tulang kecil yang terletak pada bagian ventral dari pharynx.

2. Bentuk mulut.
Ada berbagai macam bentuk mulut ikan dan hal tersebut berkaitan erat dengan jenis makanan yang
dimakannya. Bentuk mulut ikan dapat dibedakan atas:

Ø Bentuk tabung (tube like), misalnya pada ikan Tangkur Kuda (Hippocampus histrix)

Ø Bentuk paruh (beak like), misalnya pada ikan Julung-julung (Hemirhamphus far)

Ø Bentuk gergaji (saw like) misalnya pada ikan Cucut Gergaji (Pristis microdon)

Ø Bentuk terompet, misalnya pada Campylomormyrus Elephas.

Berdasarkan dapat tidaknya mulut ikan tersebut disembulkan, maka bentuk mulut ikan dapat
dibedakan atas:

Ø Mulut yang dapat disembulkan, misalnya pada ikan Mas (Cyprinus carpio carpio)

Ø Mulut yang tidak dapat disembulkan, misalnya pada ikan Lele (Clarias batrachus)

3. Tipe Mulut

Mulut ikan memiliki berbagai bentuk dan posisi yang tergantung dari kebiasaan makan dan kesukaan
pada makanannya (feeding dan foot habits). Perbedaan bentuk dan posisi mulut ini juga kadang
diikuti dengan keberadaan gigi dan perbedaan bentuk gigi pada ikan. Bentuk, ukuran dan letak mulut
tersebut menggambarkan habitat ikan tersebut.

Ikan-ikan yang berada di bagian dasar mempunyai bentuk mulut yang subterminal sedangkan ikan-
ikan pelagik dan ikan pada umumnya mempunyai bentuk mulut yang terminal. Ikan pemakan
plankton mempunyai mulut yang kecil dan umumnya tidak dapat ditonjolkan ke luar. Pada rongga
mulut bagian dalam biasanya dilengkapi dengan jari-jari tapi insang yang panjang dan lemas untuk
menyaring plankton. Umumnya mulut ikan pemakan plankton tidak mempunyai gigi. Ukuran mulut
ikan berhubungan langsung dengan ukuran makanannya. Ikan-ikan yang memakan invertebrata kecil
mempunyai mulut yang dilengkapi dengan moncong atau bibir yang panjang. Ikan dengan mangsa
berukuran besar mempunyai lingkaran mulut yang fleksibel.

Berdasarkan letaknya, mulut pada ikan terbagi atas beberapa tipe, yaitu :

a. Terminal

Terminal yaitu mulut yang terletak di ujung kepala menghadap ke depan.

Contoh ikan yang mempunyai mulut seperti ini antara lain:

Ø Ikan Tambangan (Lutjanus johni), dan

Ø Ikan Mas (Cyprinus carpio carpio)

b. Sub terminal

Sub terminal yaitu mulut yang terletak sejajar kepala menghadap ke depan.

Contoh ikan yang mempunyai mulut seperti ini antara lain:


Ø Ikan Kuro/Senangin (Eleutheronema tetradactylum), dan

Ø Ikan Setuhuk Putih (Makaira indica).

c. Superior

Superior yaitu mulut yang terletak di bagian agak atas ujung kepala.

Contoh ikan yang mempunyai mulut seperti ini antara lain:

Ø Ikan julung-julung (Hemirhamphus far), dan

Ø Ikan Kasih Madu (Kurtus indicus).

d. Inferior

Inferior yaitu mulut yang terletak di bagian agak bawah ujung kepala.

Contoh ikan yang mempunyai mulut seperti ini antara lain:

Ø Ikan Pare Kembang (Neotrygon kuhlii), dan

Ø Ikan Cucut (Chaenogaleus macrostoma).

4. Letak sungut.

Sungut ikan berfungsi sebagai alat peraba dalam mencari makanan dan umumnya terdapat pada
ikan-ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nokturnal) atau ikan-ikan yang aktif mencari
makan di dasar perairan.

Ikan-ikan yang memiliki sungut antara lain:

Ø Ikan Sembilang (Plotosus canius),

Ø Ikan Lele (Clarias batrachus), dan

Ø Ikan Mas (Cyprinus carpio carpio).

Letak dan jumlah sungut juga berguna untuk identifikasi. Letak, bentuk, dan jumlah sungut berbeda-
beda. Ada yang terletak pada hidung, bibir, dagu, sudut mulut, dan sebagainya. Bentuk sungut dapat
berupa rambut, pecut/cambuk, sembulan kulit, bulu, dan sebagainya. Ada ikan yang memiliki satu
lembar sungut, satu pasang, dua pasang, atau beberapa pasang.

5. Sisik

Sisik diistilahkan sebagai rangka dermis, karena sisik dibuat di dalam lapisan dermis. Seluruh badan
ikan umumnya mempunyai sisik (squama). Sisik berhubungan dengan rangka luar (exoskeleton). Sisik
atau squama membentuk rangka luar terutama pada ikan-ikan primitif, misalnya pada ikan tangkur
kuda (Hippocampus histrix) yang memiliki sisik sangat keras.
Sisik pada ikan berfungsi sebagai penutup bagian tubuh ikan. Selain itu ada juga ikan yang tak
bersisik, kebanyakan dari sub-ordo Siluroidea, contohnya ikan Jambal (Pangasius pangasius) dan ikan
belut (Monopterus albus) dari family Synbranchidae.

Berdasarkan jenis bahan dan bentuknya, sisik dibedakan menjadi :

a. Sisik placoid

Terdapat pada ikan yang bertulang rawan (Chondrichthyes). Bentuknya hampir mirip dengan bunga
mawar dengan dasar yang bulat atau bujur sangkar. Bagian yang menonjol seperti duri keluar dari
epidermis.

b. Sisik cosmoid

Terdapat pada ikan fosil dan ikan primitif.

Dari luar sisik ini terdiri dari beberapa lapis, yaitu :

Ø Vitrodentine (dilapisi semacam enamel)

Ø Cosmine (lapisan kuat dan non-seluler)

Ø Isopedine.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk sisik seperti ini antara lain:

Ø Latimeria chalumnae.

c. Sisik ganoid

Dari luar sisik ini juga terdiri dari beberapa lapis, yaitu :

Ø Ganoine (Terdiri dari garan-garam an-organik)

Ø Lapisan yang seperti lapisan cosmoine

Ø Isopedine

Bentuk tubuh seperti belah ketupat. Banyak terdapat pada ikan dari golongan Actinopterygii.

Contoh ikan yang mempunyai bentuk tubuh seperti ini antara lain:

Ø Polypterus,

Ø Lepisostidae,

Ø Acipencoridae,

Ø Polyodontidae
d. Sisik cycloid

Disebut juga sisik lingkar, karena mempunyai bentuk bulat, tipis, transparan, dan lingkaran pada
bagian belakang bergigi. Umumnya terdapat pada ikan yang berjari-jari sirip lemah (Malacopterygii).

e. Sisik ctenoid

Sisik cikloid dan sisik ctenoid kepipihannya tereduksi menjadi sangat tipis, fleksibel, transparan, dan
tidak mengandung dentine atau enamel. Bagian sisik yang menempel pada tubuh hanya sebagian.
Berbentuk seperti sisir, ditemukan pada ikan yang berjari-jari sirip keras (Acanthopterygii)

D. Anggota Gerak

Anggota gerak pada ikan berupa sirip-sirip. Ikan dapat bergerak dan berada pada posisi yang
diinginkannya karena adanya sirip-sirip tersebut.

Sirip ikan terdiri dari tiga jenis jari-jari sirip yang hanya sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh spesies
ikan, yaitu :

1. Jari-jari sirip keras

Merupakan jari jari sirip yang tidak berbuku-buku dan keras.

2. Jari jari sirip lemah

Merupakan jari jari sirip yang dapat ditekuk, lemah, dan berbuku-buku.

3. Jari jari sirip lemah mengeras

Merupakan jari jari sirip yang keras tetapi berbuku-buku.

Pada ikan terdapat lima macam sirip, yaitu:

1. Sirip perut (V atau P-2-)

Sirip perut (pinnae ventralis) terletak disebelah bawah tubuh ikan. Sirip perut merupakan sirip yang
berpasangan.

2. Sirip punggung (D)

Sirip punggung (pinnae dorsalis) terletak diantara bagian kepala dan bagian batang ekor. Sirip
punggung merupakan sirip berjari-jari keras.
3. Sirip dada (Vc)

Sirip dada (pinnae pictoralis) terletak di sebelah belakang kepala baik disamping kiri maupun kanan.
Sirip dada merupakan sirip yang berpasangan.

4. Sirip anus (A)

Sirip anus (pinnae analisis) terletak disebelah belakang dan bawah tubuh ikan.

5. Sirip ekor (C)

Sirip ekor (pinnae caudalis) terletak dibagian belakang tubuh ikan. Sirip ekor ini berjari-jari lemah,
lentur berfungsi agar pergerakan ikan tidak kaku saat berenang.

Ikan yang mempunyai sirip yang berpasangan maupun sirip tunggal disebut ikan bersirip lengkap.

Tetapi ada juga ikan yang tidak bersirip lengkap, misalnya:

Ø Ikan buntal (Triodon macropterus) tidak mempunyai sirip perut,

Ø Ikan bawal (Parastromateus niger) memiliki sirip perut tetapi pada saat dewasa sirip ini tidak
berkembang dan bahkan tereduksi.

Pada beberapa jenis ikan, ada sirip yang mengalami modifikasi menjadi semacam alat peraba,
penyalur sperma, penyalur cairan beracun, dan lain-lain, misalnya:

Ø Ikan gurami (Osphronemus gouramy) mempunyai sirip perut yang bermodifikasi menjadi alat
peraba.

Ø Sirip punggung pertama pada ikan remora (Remora remora) berubah fungsinya menjadi alat
penempel.

Ø Jari-jari mengeras sirip dada ikan lele (Clarias batrachus) berfungsi sebagai alat penyalur cairan
beracun.

Ø Ikan terbang (Hyrundichthys oxycephalus) memiliki sirip dada yang sangat panjang sehingga ikan
ini dapat terbang di atas permukaan air.

Setiap sirip disusun oleh “membrana”, yaitu suatu selaput yang terdiri dari jaringan lunak, dan
“radialia” atau “jari-jari sirip” yang terdiri dari jaringan tulang atau tulang rawan. Radialia ini ada
yang bercabang dan ada pula yang tidak, tergantung pada jenisnya.
Pada bagian tengah badan ikan, sebelah kanan dan kiri, mulai dari kepala sampai ke pangkal ekor,
terdapat suatu bangunan yang kelihatannya seperti garis gelap yang memanjang, yang disebut garis
rusuk atau gurat sisi (linea lateralis). Garis rusuk dapat ditemukan baik pada ikan yang mempunyai
sisik maupun tidak bersisik. Pada ikan yang bersisik, garis rusuk ini dibentuk oleh sisik yang memiliki
pori-pori. Garis rusuk berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air yang terjadi sehubungan
dengan aliran arus air, dan untuk mengidentifikasi lingkungan sekitarnya.

2.2 ANATOMI IKAN

Anatomi ikan mempelajari tentang organ-organ dalam suatu organisme ikan. Anatomi ikan
merupakan dasar dalam mempelajari jaringan tubuh, penyakit dan parasit, sistematika, dan
sebagainya.

Bentuk dan letak setiap organ dalam antara satu spesies ikan dapat saja berbeda dengan spesies
ikan lainnya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan bentuk tubuh, pola adaptasi spesies ikan tersebut
terhadap lingkungan tempat mereka hidup, atau stadia dalam hidup spesies tersebut.

Beberapa organ yang dapat diamati secara anatomis pada tubuh ikan antara lain:

Ø insang,

Ø jantung,

Ø mata,

Ø telinga,

Ø gelembung renang

Ø darah, dan lain-lain

Ada dua tindakan pengamatan yang dilakukan untuk mengamati anatomis ikan yaitu:

Ø Inspectio = mengamati dengan tidak mempergunakan alat bantu.

Ø Sectio = membuka dinding badan untuk mengamati bagian dalam tubuh ikan.

A. Jantung

Jantung ikan berfungsi sebagai alat transportasi enzim, nutrisi, oksigen, karbondioksida, garam-
garam, antibodi (kekebalan) dan senyawa N dari tempat asal ke seluruh bagian tubuh ikan. Jantung
ikan terletak di perikardial disebelah posterior insang. Kontraksi otot jantung ikan yang ditimbulkan
sebagai sarana nengkonversi energi kimiawi menjadi energi mekanik dalam bentuk dan aliran
darah.

B. Gelembung Renang
Ikan bisa mengapung di air dengan mudah karena memiliki organ yang disebut gelembung renang.
Gelembung renang berisi gas (oksigen dan nitrogen), yang bisa menetralkan berat ikan sehingga
sama dengan berat jenis air sekitarnya. Udara masuk dan keluar melalui mulut dan esophagus ikan,
sehingga gelembung renang bisa mengembang dan mengempis. Tetapi beberapa ikan mengisi udara
pada gelembung renangnya melalui pembuluh darah. Pada jenis ikan tertentu gelembung renang
juga berpungsi sebagai alat pendengaran, karena gelembung renangnya berhubungan dengan sistim
pendengaran melalui rangkaian tulang kecil yang disebut tulang weber.

C. Telinga Ikan

Telinga ikan terletak didalam tengkorak dan tak terlihat dari luar. Tidak hanya berpungsi sebagai alat
pendengar, tetapi juga bisa membantu merasakan perubahan arah dan kecepatan saat berenang.
Telinga dalam ikan meliputi 3 saluran melingkar yang peka terhadap perubahan tekanan. Dipangkal
saluran terdapat otolit, yaitu tulang padat yang terapung dalam cairan. Otolit akan tenggelam dalam
cairan saat tubuh ikan terkena gelombang bunyi. Ketika tenggelam oyolit menyentuh sel rambut
indra yang selanjut nya mengirimkan implus ke dalam otak.

D. Mata Ikan

Ikan mempunyai mata dikedua sisi kepalanya yang bisa mengawasi keadaan sekitarnya. Hal itu
memberikan perlindungan lebih pada ikan dari pemangsa. Ikan memiliki pandangan 3 dimensi yang
sempit, ikan memfokuskan pandangan pada benda yang ada didepan nya dengan menggerakkan
lensanya maju dan mundur. Gerakan ini dilakukan oleh otot yang bernama tetraktor lentis. Untuk
melihat benda jauh, tetraktor lentis berkontraksi sehingga lensa tertarik ke belakang. Untuk melihat
benda dekat , tetraktor lentis akan melakukan relaksasi sehingga lensa maju mendekati moncong.

E. Insang

Ikan bernapas dengan menggunakan insang, terdiri atas tulang yang menopang filamen-filamen.
Tiap filamen terdapat lamela-lamela yang mengandung ratusan pembuluh darah kapiler. Air yang
mengalir melalui insang langsung dihisap oksigennya oleh arteri menuju ke jantung. Darah yang
mengandung karbon dioksida di alirkan ke lamela oleh vena keluar tubuh.

F. Darah Dingin Dan Darah Panas

Kebanyakan ikan disebut berdarah dingin. Karena panas tubuh nya sebagian besar terbuang melalui
insang sehingga suhu tubuhnya sama dengan air. Tetapi beberapa ikan mampu menyimpan panas
tubuhnya karena ikan tersebut memiliki suatu sistim yang disebut rate milabile atau jalinan ajaib.
Otot ikan berdarah panas bisa menghasilkan lebih banyak tenaga karena panas tubuhnya tetap.

2.3 FISIOLOGI IKAN

Fisiologi ikan mempelajari tentang fungsi, mekanisme, dan cara kerja dari organ, jaringan dan sel-sel
organisme ikan.
Ada beberapa sistem anatomi fisiologi pada tubuh ikan, antara lain :

a. Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir, dan sumber-
sumber pewarnaan.

b. Sistem otot (urat daging): – penggerak tubuh, sirip-sirip, insang, - organ listrik

c. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan penegak
tubuh

d. Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ tambahan

e. Sistem peredaran darah (sirkulasi) : – organnya jantung dan sel-sel darah

- mengedarkan O2, nutrisi, dsb

f. Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut – anus

g. Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi

h. Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb

i. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal

j. Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betina

Ada hubungan yg sangat erat antara ke-10 sistem anatomi tersebut, misalnya :

Ø menentukan cara bergeraknya mempengaruhi bentuk tubuh

Ø sistem urat daging dan sistem rangka

Ø O2 dari perairan ditangkap oleh sistem pernafasan dan peredaran darah dibawa ke seluruh tubuh
melalui darah, darah dipertukarkan dg CO2

A. SISTEM PENUTUP TUBUH/KULIT

Kulit terdiri dari 2 lapis, yaitu :

1. epidermis; terluar, tipis, selalu berganti

2. dermis; di bawah epidermis, lebih tebal, tempat terbentuknya sisik

Fungsi kulit yaitu sebagai:

Ø pembungkus/penutup tubuh

Ø pertahanan pertama terhadap penyakit dan parasite

Ø penyesuaian terhadap kondisi lingkungan

Ø alat ekskresi – osmoregulasi

Ø alat pernafasan tambahan

Organ yang terdapat pada kulit, antara lain:


1. Sisik, termasuk skute dan kil

Ada beberapa macam sisik, yaitu: sikloid, ktenoid, plakoid, ganoid, cesmoid.

2. Kelenjar Lendir

Kelenjar lendir berfungsi untuk mengeluarkan lendir

Fungsi lendir yaitu:

1. mencegah gesekan badan dengan air, mempercepat gerakan

2. mencegah keluar-masuk air melalui kulit

3. mencegah infeksi

4. menutup luka

5. mencegah kekeringan (pada ikan paru-paru)

membuat sarang (pada spesies ikan tertentu)

3. Kelenjar Racun

Kelenjar racun yaitu kelenjar modifikasi dari kelenjar lender. Pada spesies-spesies tertentu letaknya
berbeda-beda. Ada yang letaknya di sirip-sirip atau ditempat-tempat lain. Fungsi kelenjar racun yaitu
untuk pertahanan diri, menyerang, dan mencari makan.

4. Sumber pewarnaan (organ cahaya)

Sumber pewarnaan pada ikan-ikan laut berfungsi untuk penyamaran, persembunyian,


pemberitahuan, menghindar dari predator, menunggu mangsa, komunikasi dengan lawan jenis.

B. SISTEM URAT DAGING (OTOT)

Ada 3 macam system otot, yaitu :

1. Otot Lurik (otot sadar)

Otot Lurik yaitu otot yang bekerja secara cepat dan kuat. Otot ini bekerja dibawah control otak.

2. Otot Polos(otot tak-sadar)

Otot polos yaitu otot yang bekerja secara lambat dan otomatis.

3. Otot Jantung

Otot jantung yaitu otot yang bekerja secara cepat dan kuat. Otot ini bekerja secara otomatis.
Fungsi otot pada ikan yaitu untuk menggerakkan tubuh, sirip, rongga mulut, dan organ-organ
lainnya.

Pada ikan ada modifikasi urat daging, menjadi organ listrik pada ± 250 spesies ikan terutama ikan-
ikan laut, di daerah tropis dan sub-tropis. Fungsinya untuk pertahanan diri (voltase listrik yg
dihasilkan tinggi) dan untuk mencari makan (voltase rendah).

C. SISTEM RANGKA (TULANG)

Fungsi rangka yaitu sebagai :

1. penegak tubuh

2. tempat melekatnya otot

3. pelindung organ-organ dalam

4. pembentuk eritrosit

Berdasarkan strukturnya, rangka tulang ikan ada 2 macam, yaitu:

1. Rangka tulang rawan, pada ikan-ikan Elasmobranchii (cucut dll)

2. Rangka tulang benar, pada ikan-ikan Teleostei (pada umumnya ikan-ikan)

Berdasarkan letaknya, rangka tulang ikan ada beberapa macam, antara lain :

1. tulang tengkorak

2. tulang punggung

3. tulang rusuk

D. SISTEM PENCERNAAN

Pencernaan adalah proses penyederhanaan makanan melalui cara fisik dan kimia, sehingga menjadi
sari-sari makanan yang mudah diserap di dalam usus, kemudian diedarkan ke seluruh organ tubuh
melalui sistem peredaran darah.

Saluran pencernaan terdiri dari banyak organ, antara lain:

Ø hati,

Ø empedu,

Ø pankreas

Ø lambung

Ø esofagus

Ø mulut/rongga mulut,

Ø usus

Juga terdiri dari beberapa organ tambahan, seperti:


Ø kelenjar hati,

Ø kelenjar empedu, dan

Ø kelenjar pancreas

Terdiri juga dari beberapa organ pelengkap, seperti:

Ø sungut,

Ø gigi, dan

Ø tapis insang.

Menurut jenis makanannya, ikan digolongkan menjadi 3 macam, yaitu:

1. Karnivora (pemakan daging seperti ikan-ikan kecil),

2. Herbivora (pemakan tumbuhan seperti plankton, tanaman air, dsb), dan

3. Omnivora (pemakan daging dan tumbuhan (campuran)).

Jenis makanan ikan dan cara makannya dapat diduga dari :

Ø bentuk mulut dan posisi mulut

Ø tipe gigi (canin, incisor, dsb)

Ø tulang-tulang tapis insang (rapat, panjang, halus, dsb)

Ø perbandingan antara panjang usus dengan panjang tubuhnya.

Untuk efektivitas sistem pencernaan, terdapat modifikasi-modifikasi pada lambung (misalkan


belanak) dan pada usus (misal pada ikan hiu). Dengan mengetahui jenis makanan alami dan cara
makannya, maka dapat diterapkan pada usaha budidaya ikan.

E. SISTEM SIRKULASI (PEREDARAN DARAH)

Sistem sirkulasi pada ikan berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan O2 dari perairan ke sel-sel
tubuh yang membutuhkan, juga mengangkut enzim, zat-zat nutrisi, garam-garam, hormon, dan anti
bodi serta mengangkut CO2 dari dalam usus, kelenjar-kelenjar, insang, dan sebagainya, keluar
tubuh.

Sistem sirkulasi terdiri dari beberapa organ, yaitu:

Ø jantung,

Ø pembuluh nadi (aorta, arteri) dan pembuluh balik (vena), dan

Ø kapiler-kapiler darah.

Jantung ikan berfungsi sebagai pemompa/pengedar darah (plasma darah dan butir-butir darah) ke
seluruh bagian tubuh.

Adapun bagian-bagian dari jantung ikan adalah:

Ø Atrium – berdinding tipis


Ø Ventrikal – berdinding tebal, sebagai pemompa darah

Ø Bulbus arteriosus

Sebelum atrium, terdapat sinus venosus (SV) yang mengumpulkan darah berkadar CO2 tinggi,
berasal dari organ-organ tertentu. Darah dari SV masuk ke dalam atrium melalui katup sinuautrial,
dari atrium darah masuk ke dalam ventricle melalui katup atrioventricular. Dari ventrikel darah
ditekan dengan daya pompa padanya, menuju ke arah aorta ventralis, menuju ke insang. Di insang
terjadi pertukaran O2 dengan CO2 (pada sistem pernafasan) dan seterusnya darah dengan
kandungan O2 tinggi diedarkan ke daerah kepala, ke bagian dorsal, ke ventral, dan ekor kembali ke
jantung setelah mengedarkan nutrisi dsb, dan kemudian kembali ke jantung.

F. SISTEM PERNAFASAN

Sistem pernafasan pada ikan berfungsi untuk pertukaran CO2 (sisa-sisa proses metabolisme tubuh yg
harus dibuang) dengan O2 (berasal dari perairan, dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme dsb).

Mekanisme pernafasan pada ikan dimulai dengan pertukaran gas CO2 dan O2 yang terjadi secara
difusi ketika air dari habitat yang masuk melalui mulut terdorong ke arah daerah insang. O2 yang
banyak dikandung di dalam air akan diikat oleh hemoglobin darah, sedangkan CO2 yang dikandung
di dalam darah akan dikeluarkan ke perairan. Darah yang sudah banyak mengandung O2 kemudian
diedarkan kembali ke seluruh organ tubuh dan seterusnya.

Hal-hal yang berkaitan dg sistem pernafasan, antara lain:

1. Perairan harus mengandung O2 cukup banyak.

Bila perairan kekurangan O2 biasanya ikan akan menuju permukaan ataupun tempat-tempat air yg
berarus.

2. Daun insang harus dalam keadaan lembab.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan ikan akan O2, antara lain:

1. Ukuran dan umur (standia hidup)

Ikan-ikan kecil membutuhkan lebih banyak O2.

2. Aktivitas ikan

Ikan-ikan yang aktif berenang membutuhkan lebih banyak O2 dari pada ikan-ikan yang tidak aktif
berenang.

3. Jenis kelamin

Ikan betina membutuhkan lebih banyak O2 dari pada ikan jantan.


4. Stadia reproduksi.

G. SISTEM SARAF DAN HORMON

Kedua sistem ini dapat dikatakan sebagai sistem koordinasi untuk mengantisipasi perubahan kondisi
lingkungan dan perubahan status kehidupan (reproduksi dsb). Perubahan lingkungan akan
diinformasikan ke sistem saraf (saraf pusat dsb), saraf akan merangsang kelenjar endokrin hormon
untuk mengeluarkan hormon-hormon yang dibutuhkan untuk merangsang organ target.

Sistem saraf terdiri dari :

Ø Sistem cerebro spinal, terdiri dari:

· sistem saraf pusat (otak dan tulang punggung)

· sistem saraf tepi

Ø Sistem otonomi (simpati dan parasimpati)

Ø Organ-organ khusus (hidung, telinga, mata, dll)

Hormon dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar hormon, antara lain hormon pertumbuhan, hormon
reproduksi, hormon ekskresi & osmoregulasi.

Menurut hasil kelenjar hormon dibagi 2, yaitu:

1. Endo hormon

Endo hormon yaitu hormon yang bekerja di dalam tubuh, seperti hormon-hormon di atas.

2. Ekto hormon

Ekto hormon yaitu hormon yang bekerja di luar tubuh.

Misalnya merangsang jenis kelamin lain mendekat untuk berpijah.

H. SISTEM EKSKRESI DAN OSMOREGULASI

Sistem Ekskresi pada ikan yaitu sistem pembuangan proses metabolisme tubuh ikan berupa gas,
cairan, dan padatan melalui kulit, ginjal, dan saluran pencernaan.

Organ-organ dalam sistem ekskresi,antara lain:

Ø Kulit,

Ø Saluran pencernaan, dan


Ø Ginjal.

Sistem Osmoregulasi pada ikan yaitu sistem pengaturan keseimbangan tekanan osmotik cairan
tubuh (air dan darah) ikan dengan tekanan osmotik habitat (perairan).

Organ-organ dalam sistem osmoregulasi antara lain:

Ø Kulit,

Ø Insang,

Ø Lapisan tipis mulut, dan

Ø Ginjal

Ginjal teletak di atas rongga perut, di luar peritonium, di bawah tulang punggung dan aorta dorsalis,
sebanyak satu pasang, berwarna merah, memanjang.

Fungsi Ginjal, antara lain:

1. Menyaring sisa-sisa proses metabolisme untuk dibuang. Zat-zat yang diperlukan tubuh
diedarkan lagi melalui darah.

2. Mengatur kekentalan urin yang dibuang untuk menjaga keseimbangan tekanan osmotik cairan
tubuh. Ikan-ikan yang hidup di laut memiliki tekanan osmotic yang berbeda dengan ikan-ikan yang
hidup di perairan tawar. Sehingga struktur dan jumlah ginjalnya juga berbeda, demikian juga dengan
sistem osmoregulasinya.

I. SISTEM REPRODUKSI DAN EMBRIOLOGI

Sistem reproduksi adalah sistem mempertahankan/melestarikan spesies dengan menghasilkan


keturunan.

Embriologi adalah urutan proses perkembangan dari zygot (hasil pembuahan sel telur oleh sel
sperma) sampai menjadi anak ikan dan seterusnya.

Organ-organ reproduksi yaitu organ kelamin (gonad) yang menghasilkan sel-sel kelamin (gamet).

Gonad jantan (testes) ada sepasang (kiri dan kanan) dan menghasilkan spermatozoa, sedangkan
gonad betina (ovarium) menghasilkan telur.

Tipe reproduksi :

Berdasarkan organ kelamin, tipe reproduksi ada 2 macam, yaitu:

1. Biseksual (individu betina terpisah dari individu jantan)

2. Hermafrodit (sel kelamin jantan dan betina terdapat pada satu individu)
Berdasarkan proses pembuahan sel telur oleh spermatozoa, reproduksi ada 2 macam, reproduksi
ada 2 macam, yaitu:

1. Eksternal (ovivar)

Ovipar yaitu pembuahan perkembangan embrio terjadi di luar tubuh betina. Jumlah telur
ratusan/ribuan.

2. Internal

Reproduksi internal terbagi 2, yaitu:

a. Vivipar yaitu pembuahan terjadi di dalam tubuh betina. Embrio mendapatkan sari makanan
dari induk sampai menetas

b. Ovovivipar yaitu pembuahan yang memerlukan spermatozoa dan embrio mendapat sari
makanan dari kuning telur. Contohnya ikan seribu (gonopodium) dan ikan cucut (clasper).

Berdasarkan perlindungan induk terhadap telur/anaknya, ikan dibagi dalam beberapa golongan,
yaitu:

1. Tanpa perlindungan

Biasanya pemijahan terjadi ditempat terbuka. Telur yang dihasilkan sangat banyak, mencapai
ratusan ribu dengan ukuran yang sangat kecil.

2. Membuat sarang

Sarang ikan golongan ini terbuat dari daun-daunan, kayu ataupun pasir. Biasanya ikan yang menetas
di sarang tidak ditunggu oleh induknya.

3. Sarang di lokasi khusus, tanpa perlindungan induk

Sarang ikan golongan ini adanya di bebatuan yang tenggelam di dasar, di tanaman air, ataupun
diletakkan di pasir. Biasanya ikan yang menetas di tempat khusus ini tidak dilindungi oleh induknya.

4. Perlindungan induk di luar tubuh

Misalnya perlindungan di buih/gelembung, di kayu/daun ataupun di lubang/sarang

5. Perlindungan induk di dalam tubuh

Misalnya perlindungan di dalam mulut, di cekungan kepala ataupun di dalam ”uterus”


2.4 LINGKUNGAN HIDUP

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas
dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah
spesies lebih dari 26,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic
yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa
rahang (kelas Agnatha, 85 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas
Chondrichthyes, 850 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong spesies ikan bertulang
keras (kelas Osteichthyes). Dan kurang lebih 200 spesies ikan ditemukan dalam setahun.

Ikan memiliki adaptasi yang unik yang membantu mereka untuk berkembang di dunia berair mereka.
Misalnya, ikan air laut akan mati bila berada di air tawar, begitu juga sebaliknya. Hal itu dikarena
kadar garam air laut tiga kali lebih asin dari pada cairan tubuh ikan laut. Proses alam yang disebut
osmosis menyebabkan kadar air pada tubuh ikan laut terserap oleh air laut. Maka ikan laut banyak
meminum air untuk menggantikan air yang keluar melalui tubuh dan insangnya. Sebaliknya, ikan air
tawar yang memiliki kadar garam lebih tinggi dari pada lingkungan sekitarnya tidak perlu minum
karena proses osmosis yang mendorong air masuk ke dalam tubuh ikan.

Ikan yang hidup di zona pelagis disebut ikan pelagis. Zona Pelagis merupakan suatu Zona kedalaman
air laut dari Permukaan hingga beberapa meter di atas Dasar laut/Lantai Samudera (tempat ikan
berinteraksi).

Jenis Ikan berdasarkan Zona Pelagic terdiri dari :

1. Jenis Ikan Epipelagic, yaitu Jenis Ikan yg hidup di Zona Epipelagis atau umumnya dikatakan Ikan
Pelagis. Zona Epipelagis merupakan suatu Zona kedalaman air yg dhitung mulai dari Permukaan
hingga kedalaman 200 mtr.

Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:

Ø Ikan Kembung,

Ø Ikan Hiu Paus,

Ø Ikan Herring,

Ø Ikan Belanak,

Ø Ikan Sarden,

Ø Ikan Teri,

Ø Ikan Salmon,

Ø Ikan Trevally,

Ø Ikan Anchovy,

Ø Ikan Lumba-lumba,

Ø Ikan Tuna,
Ø Ikan Baracuda,

Ø Ikan Bawal,

Ø Ikan Billfish, dll..

2. Jenis Ikan Mesopelagic, yaitu Jenis Ikan yg hidup di Zona Mesopelagic. Zona mesopelagic
merupakan suatu Zona kedalaman air yg dihitung mulai dari kedalaman 200 mtr hingga mencapai
kedalaman 1000 mtr.

Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:

Ø Ikan Lanternfish,

Ø Ikan Opah,

Ø Ikan Longnose Lancetfish,

Ø Ikan Barreleye,

Ø Ikan Sabretooth,

Ø Ikan Hatchetfish, dll..

3. Jenis Ikan Bathypelagic, yaitu Jenis Ikan yg hidup di Zona Bathypelagic. Zona Bathypelagic
merupakan suatu Zona kedalaman air yg dihitung mulai dari kedalaman 1000 mtr hingga mencapai
kedalaman 4000 mtr.

Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:

Ø Ikan Bristlemouth,

Ø Ikan Viperfish,

Ø Ikan Daggertooth,

Ø Ikan Barracudina, dll..

4. Jenis Ikan Benthopelagic yaitu Jenis Ikan yg hidup di Zona Benthopelagic. Zona Benthopelagic
merupakan suatu Zona kedalaman air yg dihitung mulai dari kedalaman 4000 mtr hingga mencapai
beberapa meter diatas Lantai Samudera. Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:

Ø Rattail,

Ø Brotula, dll..

5. Jenis Ikan Benthic yaitu Jenis Ikan yg hidup di Zona Benthic atau umumnya disebut jg Ikan
Demersal. Zona benthic merupakan suatu Zona didasar laut atau dgn kata lain Zona di Lantai
Samudera dan Ikan di Zona ini tidak termasuk kedalam Jenis Pelagis.

Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:


Ø Ikan Pari,

Ø Ikan Flathead,

Ø Ikan Hagfish,

Ø Ikan Lumpfish, dll..

Penggolongan ikan menurut migrasi ada 2, yaitu:

1. Katadrom merupakan siklus pemijahan yang dilakukan ikan di daerah perairan laut kemudian
melanjutkan siklusnya di perairan tawar.

Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:

Ø Ikan Sidat,

Ø Ikan Belanak,

Ø Udang Galah

2. Anadrom merupakan suatu proses pemijahan yang dilakukan oleh ikan di air tawar kemudian
dilanjutkan ke perairan laut.

Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:

Ø Ikan Salmon

Penggolongan Ikan Yang Hidup Di Air Tawar

1. Lacustrine, golongan ikan yang hidupnya menetap di perairan diam.

Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:

Ø Ikan Tambakan,

Ø Ikan Sepat, dan

Ø Ikan Nilem.

2. Fluvial, golongan ikan yang hidupnya di air mengalir.

Contoh Ikan yang termasuk kedalam jenis ini antara lain:

Ø Ikan Karper,

Ø Ikan Mujair.
3. Adfluvial, golongan ikan yang hidupnya memerlukan air tenang, tetapi untuk memijahnya
mencari air mengalir.

BAB III

3.1. Kesimpulan

Biologi perikanan adalah suatu ilmu yang mempelajari keadaan ikan sejak individu ikan tersebut
menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi, dan akhirnya mengalami
kematian, baik kematian secara alami baik kematian secara alami ataupun dikarenakan faktor-faktor
lain.

Biologi perikanan ini juga mempelajari tentang morfologi, anatomi, fisiologi, dan lingkungan hidup
ikan. Sehingga biologi perikanan ini merupakan pengetahuan dasar ketika mendalami pengetahuan
dinamika populasi ikan, pengembangan spesies ikan untuk dikelola menjadi ikan budidaya dan upaya
pelestarian spesies ikan yang akan mengalami kepunahan di perairan alaminya.

Ikan adalah binatang bertulang belakang (vertebrata) yang hidup dalam air, berdarah dingin
(poikilotherm), umumnya bernapas dengan insang, mempunyai sirip untuk bergerak dan mempunyai
gurat sisi untuk mengatur keseimbangan badannya di saat ikan tersebut bergerak.

3.2. Saran

Belajar sambil praktikum dapat membuat pemahaman mahasiswa tentang perikanan semakin
baik.