Anda di halaman 1dari 3

TUGAS M4 KB1

Nama : Dewi Fuji Astuti, S.Pd.


Nomor Peserta : 18021818710073

Tugas
Ambillah satu kelas tertentu, coba lakukan identifikasi karakteristiktik umum peserta
didik yang ada di kelas tersebut dari aspek gender, etnik, usia, kultural, status sosial, dan minat!
Berikan contoh bagaimana data tersebut Anda gunakan dalam proses pembelajaran!

Identifikasi karakteristik siswa XI TKR 7 SMK Muhammadiyah Haurgeulis dari aspek gender,
etnik, usia, kultural, status sosial, dan minat
No. Nama Siswa Gender Etnik Usia Kultural Status Sosial Minat
1. Abdul Nur Karyawan Akademis
L JAWA 16 JAWA
Fikri Swasta
2. Aditya Wisnu Keterampi
L JAWA 16 JAWA Wiraswasta
Wardana lan
3. Keterampi
Agung Aditia L JAWA 16 JAWA Petani
lan
4. Ahmad Nur Karyawan Akademis
L SUNDA 16 SUNDA
Soleh Swasta
5. Alwi Syam L JAWA 15 JAWA Petani Akademis
6. Andri L JAWA 17 JAWA Buruh Olahraga
7. Angga Saputra L JAWA 16 JAWA Pedagang Akademis
8. Ardy Firsyan Akademis
L MINANG 16 MINANG Karyawan
Wahid
9. Asep Saefudin L SUNDA 16 SUNDA Buruh Olahraga
10. Keterampi
Candra Dinata L JAWA 16 JAWA Pedagang
lan
11. Diah Sri Akademis
P JAWA 16 JAWA Pedagang
Yuniasih
12. Dio Adytia R L JAWA 16 JAWA Pns Akademis
13. Keterampi
Fajar L SUNDA 16 SUNDA Pedagang
lan
14. Gatot Budi Seni
L JAWA 16 JAWA Petani
Santoso
15. Heri Nurdin L SUNDA 16 SUNDA Wiraswasta Seni
16. Ibnu Nizar Seni
L JAWA 16 JAWA Buruh
Rafli
17. Ion Billy L JAWA 16 JAWA Wiraswasta Olahraga
18. Kanda L JAWA 16 JAWA Petani Akademis
19. Khaerul Akademis
L JAWA 17 JAWA Petani
Anwar
20. Mohamad Pedagang Olahraga
L JAWA 16 JAWA
Rizky Kecil
21. Muhamad Arif Keterampi
L JAWA 16 JAWA Pns
Fauzi lan
22. Muhammad Olahraga
L JAWA 16 JAWA Buruh
Firli
23. Nur Hadiid Akademis
L JAWA 17 JAWA Karyawan
Surachman
24. Nurjaya L JAWA 17 JAWA Buruh Seni
25. Pipit Akademis
P JAWA 16 JAWA Buruh
Maesaroh
26. Ricky Olahraga
L JAWA 16 JAWA Wiraswasta
Zulfiqkri
27. Keterampi
Sanip L JAWA 17 JAWA Petani
lan
28. Siswanto L JAWA 16 JAWA Wiraswasta Akademis
29. Suroto Aji Keterampi
L JAWA 16 JAWA Buruh
Saputra lan
30. Suteja L JAWA 16 JAWA Buruh Akademis
31. Syahrul Akademis
L JAWA 16 JAWA Buruh
Furrothim
32. Syaiful Al Olahraga
L JAWA 18 JAWA -
Bana
33. Tabingin L JAWA 17 JAWA Petani Akademis
34. Taufik Olahraga
L JAWA 17 JAWA Petani
Hidayat
35. Keterampi
Wandi L JAWA 17 JAWA Wiraswasta
lan
36. Yessi Pegawai Keterampi
P JAWA 16 JAWA
Pramonia Swasta lan
37. Zaka Rosma Akademis
L JAWA 16 JAWA Karyawan
Roby

Dalam proses pembelajaran dikelas dengan situasi kelas yang heterogen maka harus
dilakukan metode dan model yang mendukung pembelajaran dikelas agar berlangsung secara baik
sesuai dengan tujuan belajar yang diinginkan. Dari hasil identifikasi karakteristik umum siswa
kelas XI TKR 7 dari aspek gender siswa laki-laki terdiri dari 92% sedangkan siswa perempuan
hanya terdiri dari 8%. Dilihat dari banyaknya siswa laki-laki menjadi dan hanya terdiri dari sedikit
siswa perempuan makan proses pembelajaran harus dilakukan secara baik dalam tipe kelas
heterogen seperti ini. Apalagi jumlah siswa perempuan yang hanya kurang dari 10% di dalam
kelas, maka harus menjadi pusat perhatian yang lebih penting. Perbedaan karakter laki-laki dan
perempuan menurut Barreca, Gina. 21 September 2014. Psychology Today.Com. antara lain: 1)
Laki-laki sedikit peduli dengan apa yang perempuan katakan, sedangkan perempuan lebih
memperhatikan apa yang dikatakan laki-laki. 2) Laki-laki lebih peduli dengan apa yang dilihat,
sedangkan perempuan mencoba untuk peduli dengan apa yang laki-laki lihat. 3) Perempuan akan
tersenyum walaupun tidak bahagia, tapi laki-laki tergantung sifat dasarnya. 4). Laki-laki tertawa
ketika menemukan sesuatu yang lucu, tapi perempuan tergantung situasi yang tepat. …..”. dari
perbedaan itu terlihat bahwa anak laki-laki lebih dekat pada sikap logis pikirannya sedangkan anak
perempuan masih banyak menekankan perasaan pada pikirannya. Maka dalam proses
pembelajaran yang dilakukan dikelas untuk pembelajaran kimia lebih cocok menggunakan system
kelompok dalam praktikum untuk menemukan hasil dari proses pembelajaran yang berlangsung.
Aspek etnik dan kultur, dari kelas XI TKR 7 siswa terdiri dari 85% dari Jawad an 15%
lainnya dari Sunda dan Minang. Dengan perbedaan etnik dan kultur dalam satu kelas harus menjadi
perhatian guru. Maka proses pembelajaran yang berlangsung tidak boleh hanya berpihak pada satu
etnik saja, dengan cara yang paling mudah adalah. Cara guru berinteraksi dan berkomunikasi
dengan siswa dikelas menggunakan Bahasa nasional, yaitu Bahasa Indonesia agar mengurangi
keberbedaan antara siswa siswa dikelasnya yang terdiri dari siswa multicultural.

Usia yang dimiliki peserta didik akan berkonsekuensi terhadap pendekatan pembelajaran,
motode, media, dan jenis evaluasi yang digunakan pendidik. Oleh sebab itu, aspek usia menjadi
tolak ukur guru dalam menentukan metode, media, strategi, dan evaluasi dalam proses
pembelajarannya. Kelas XI TKR 7 yang rata-rata berusia 17 tahun, dimana menurut Piaget berada
pada tahap operasional formal. Dimana siswa sudah dapat mengkoordinasikan dua ragam
kemampuan kognitifnya secara serentak maupun berurutan. Dengan kemampuan ini, maka
pembelajaran yang paling cocok dilakukan adalah pembelajaran bermakna dengan metode
praktikum.

Status sosial dalam kelas XI TKR 7 tidak terlalu jauh berbeda, maka status social tidak
menjadi hambatan guru dalam menerapkan pembelajaran dikelas. Dengan banyaknya siswa yang
berada pada keluarga menengah, maka praktikum yang dilakukan dikelas dilakukan dengan
praktikum sederhana. Dimana siswa bisa menyediakan bahan dan alat yang terdapat dirumah tanpa
harus membelinya terleih dahulu.

Aspek yang terakhir adalah aspek minat pada siswa XI TKR 7. Aspek minat yang dimiliki
oleh siswa siswi XI TKR 7 beragam, dari aspke tersebut guru dapat melakukan tindak lanjut dalam
menentukan pembelajaran seperti apa yang bisa menunjang semua aspek tersebut. Siswa dengan
aspek akademis lebih mudah menerima pelajaran secara continue sesulit dan sesukar apapun
pembelajaran yang berlangsung bisa mereka ikuti. Maka hal ini tidak menjadi kesulitan guru dalam
menentukan metode yang harus digunakan dalam proses pembelajaran dikelas. Peserta didik
dengan minat seni, dimana anak yang memiliki minat pada seni biasanya lebih tertarik pada bunyi
music dan lagu. Hal ini yang menjadi ide bagi guru dimana dalam melakukan proses pembelajaran
praktikum. Ketika siswa melakukan praktikum, guru menerapkan konsep dimana ketik kelompok
yang paling akhir dalam pengerjaan diskusi ataupun praktik mendapatkan hukuman dengan
menyanyikan lagu yang berkaitan dengan materi yang dibahas. Peserta didik dengan minat
olahraga dan keterampilan memiliki tipe yang hampir sama. Dimana siswa lebih menyukai hal-hal
yang aktif. Maka pembelajaran praktikum dirasa cukup untuk mewadahi minat mereka. Dengan
pembelajaran menggunakan metode praktikum siswa dituntut untuk bisa aktif dan bisa
bekerjasama dengan siswa yang lain.