Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

PERAWATAN CAPD DI RUMAH

Oleh:
Tim PKRS Ruang 22

Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar
Malang
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PERAWATAN CAPD DI RUMAH
DI RUANG 22 RSSA

Oleh
Kelompok 10B

1. Evvin Valendena (1601300077)


2. Ari Nur Amin (1601300075)
3. Elya Asasal M (1601300080)

KEMENTERIAN KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN BLITAR
PRODI D-III KEPERAWATAN BLITAR
Agustus 2018
LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
“PERAWATAN CAPD DI RUMAH”

RUANG 22 RSUD DR SAIFUL ANWAR MALANG

Untuk Memenuhi Tugas


Praktik Medikal Bedah 1

Oleh :
Kelompok 10B

Telah diperiksa kelengkapannya pada


Hari :
Tanggal :
Dan dinyatakan memenuhi kompetensi

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

_____________________ _____________________
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Perawatan CAPD di Rumah

Bidang studi : Keperawatan


Topik : Perawatan CAPD di Rumah
Sasaran : Keluarga dan pasien
Hari : Kamis
Tanggal : 2 agustus 2018
Jam : 09.30 wib
Waktu : 30 menit
Tempat : ruang 22 RSSA

1. Latar Belakang
Vonis gagal ginjal bukanlah akhir dari segalanya. Semangat yang tinggi dan
ketelatenan menjalani metode perawatan bisa memperpanjang dan meningkatkan
kualitas hidup. Selain hemodialisis atau cuci darah serta transplantasi ginjal, ada metode
continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD)
2. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan dan mendapatkan penjelasan tentang metode
CAPD diharapkan peserta mampu mengerti dan memahami metode CAPD dengan jelas
3. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan, peserta diharapkan mampu:
1. Pasien mengetahui pengertian CAPD
2. Pasien menyebutkan dan menjelaskan cara kerja metode CAPD
3. Pasien dapat mempraktikkan metode CAPD
4. Lampiran
Terlampir
5. Metode
a. Presentasi
b. Tanya jawab
6. Media
a. Power point
b. LCD proyektor
c. Laptop
7. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA MEDIA


NO
1. Pembukaan : Menjawab salam Mendengarkan Power point,
1. Memberi salam dan memperhatikan materi yang LCD, laptop,
2. Menjelaskan tujuanpenyuluhan disampaikan penyaji proyektor
3. Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan disampaikan

2. Pelaksanaan: 1. Memperhatikan Power point,


1. Menjelaskan tentang
2. Memperhatikan LCD, laptop,
pengertian CAPD
2. Menjelaskan cara kerja metode 3. Mengikuti pengarahan proyektor
CAPD 4. Bertanya dan menjawab
3. Menjelaskan kelebihan dan pertanyaan yang diajukan
kekurangan dari metode
CAPD
4. Memberi kesempatan kepada
peserta untuk bertanya

3. Evaluasi: Feedback Power point,


- Menanyakan kepada peserta
LCD, laptop,
tentang materi yang telah
diberikan, dan reinforcement proyektor
kepada peserta yang sudah mau
bertanya.

4. Terminasi: Menjawab salam Power point,


a. Mengucapkan terimakasih atas
LCD, laptop,
peran peserta
b. Mengucapkan salam penutup proyektor

8. Setting Tempat
Peserta duduk di depan penyaji dan penyaji berdiri di depan peserta
9. Pengorganisasian
Moderator : Evvin Valendena
Penyaji : Elya Asasal Mahfudhoh
Notulen : Ari Nur Amin
Operator : Ari Nur Amin
10. Evaluasi
Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat
evaluasi yang diberikan berupa pertanyaan terbuka, antara lain:
1. Apa pengertian CAPD?
2. Bagaimana cara kerja CAPD?
3. Apa kelebihan dari metode CAPD?
4. Apa kekurangan dari metode CAPD?
MATERI PENYULUHAN
Perawatan CAPD di Rumah

1. Pengertian
CAPD adalah singkatan dari Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis. Continuous
berarti proses dialisis tidak berhenti atau secara berkesinambungan “membersihkan” darah 24
jam sehari, setiap hari. Ambulatory bermakna bebas bergerak, tidak berhubungan dengan
mesin. Peritoneal adalah menggunakan rongga peritoneum yang bekerja sebagai filter untuk
mengeluarkan sisa metabolisme dan cairan dari darah. Dialysis berarti menyaring dan
membuang cairan berlebih serta sisa metabolisme tubuh.

2. Cara Kerja CAPD


Proses CAPD diawali dengan memasukan cairan dialisat kedalam rongga perut melalui
selang kateter yang dipasang dirongga perut. Ketika cairan dialisat berada dalam rongga perut
terjadi proses osmosis. Sehingga zat-zat racun dalam darah akan ditarik keluar. Proses dialysis
peritoneal ini tidak akan menimbulkan rasa sakit dan hanya membutuhkan waktu singkat,
terdiri dari tiga langkah :
1. Memasukan cairan dialisat kedalam rongga peritoneum
2. Cairan dibiarkan didalam rongga perut untuk selama periode tertentu (biasanya 4-
6 jam)
3. Keluarkan cairan dari peritoneum.

3. Kelebihan dari metode CAPD


1. Menggunakan peralatan yang sederhana
2. Lebih fleksibel sehingga tidak harus dilakukan dirumah sakit
3. Bisa dilakukan dimana saja
4. Pasien dapat menjalani diet dengan lebih longgar, dengan kebutuhan protein lebih
tinggi, cairan, garam, dan kalium tidak harus dibatasi

5. Kekurangan dari metode CAPD


1. Resiko infeksi (peritonitis) terjadi apabila pasien tidak hati-hati dalam mengganti
cairan /kurang menjaga sterilisasi
2. Dapat menimbulkan rasa jenuh, karena harus melakukan hal yang sama setiap harinya
3. Adanya cairan dalam perut membuat pasien tidak nyaman
DAFTAR PUSTAKA

American Jornal Of Kidney Disease. NKF-K/DOQI clinical practice Guidelines For


CronicKidney disease : Evaluation, classification and stratification. Mineapoliss,
United states OfAmerica. 39 : S17-S25.2001.