Anda di halaman 1dari 2

No.

Peserta : 18080652310036

Nama : NASARUDDIN, S.Pd.

Asal Sekolah : SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu Tapan – Sumatera Barat

TUGAS : M3 KB2.1 Analisis Video Teori Kognitif


(USE A LEARNING THEORY : COGNITIVISM)

Instructions :
Setelah bapak ibu melihat video bagaimana teacher Toni menyelesaikan masalah
belajar dengan teori Kognitif, cobalah bapak ibu membuat simpulan sebanyak 1
halaman tentang bagaimana cara teacher Toni menerapkan teori Kognitif dalam
pembelajaran? Berikan pula komentar bapak/ibu terhadap strategi tersebut!

Jawaban Penyelesaian:
Dari Video “USE A LEARNING THEORY : COGNITIVISM”, teori
Kognitivisme lebih tepat diterapkan teacher Tony di dalam kelas pada pembelajaran
dengan konsep-konsep yang sulit contohnya Matematika. Teori ini dapat membantu
dalam pelajaran sulit dan pertanyaan yang sifatnya HOTS (Higher-order thinking
skill). HOTS merupakan kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan
berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Untuk mata pelajaran Matematika pada materi pembagian bersusun ada


beberapa syarat yang diajukan teacher Tony yang harus dimiliki oleh siswa
diantaranya siswa harus memahami perkalian dasar, pembagian dasar dan
pengurangan. Strategi untuk mempermudah siswa adalah hafalan yang mempermudah
siswa untuk mengingat seperti jembatan keledai misalnya dengan permainan
singkatan yang sama dengan materi yang dipelajari. Selain itu untuk lebih
mempermudah pemahaman, teacher Tony menggunakan media dan alat bantu visual.
Tujuan dari pembelajaran tersebut agar siswa mampu untuk memahami,
mempertahankan dan mengingat kembali informasi yang telah disampaikan. Sehingga
secara keseluruhan pelajaran yang memiliki konsep-konsep sulit sebaiknya
menggunakan teori Kognitivisme.

Strategi yang diterapkan teacher Tony tersebut sangat baik karena memberikan
pemahaman kepada siswa sesuai dengan level kognitifnya. Siswa tidak bisa
dipaksakan untuk mampu pada suatu materi sebelum mereka menyelesaikan syarat
tertentu. Hal inilah yang disebut dengan Hirarkhi belajar. Aspek penataan urutan
materi pelajaran memunculkan gagasan mengenai prasyarat belajar yang dituangkan
dalam suatu struktur isi yang disebut hirarkhi belajar. Keterkaitan di antara
bagian-bagian bidang studi yang dituangkan dalam bentuk prasyarat belajar berarti
bahwa pengetahuan tertentu harus dikuasai lebih dahulu sebelum pengetahuan yang
lain dapat dipelajari.

Dalam kegiatan pembelajaran, keterlibatan siswa secara aktif amat


dipentingkan. Sehingga dengan siswa terlibat secara langsung timbulah kreativitas
dalam belajar. Kemudian Belajar memahami akan lebih bermakna dari pada belajar
menghafal. Agar bermakna, informasi baru harus disesuaikan dan dihubungkan
dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Dalam hal ini bagaimana teacher Tony
menghubungkan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa agar bisa mengikuti
pembelajaran selanjutnya. Tugas guru adalah menunjukkan hubungan antara apa yang
sedang dipelajari dengan apa yang telah diketahui siswa. Untuk menarik minat dan
meningkatkan retensi belajar perlu mengkaitkan pengetahuan baru dengan struktur
kognitif yang telah dimiliki siswa. Materi pelajaran disusun dengan menggunakan
pola atau logika tertentu, dari sederhana ke kompleks. Perbedaan individual pada diri
siswa perlu diperhatikan, karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar
siswa.