Anda di halaman 1dari 2

No.

Peserta : 18080652310036

Nama : NASARUDDIN, S.Pd.

Asal Sekolah : SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu Tapan – Sumatera Barat

TUGAS : M3 KB2.1 Analisis Video Teori Konstruktivistik


(USE A LEARNING THEORY : CONSTRUCTIVISM)

Instructions :
Setelah Bapak/Ibu melihat video bagaimana teacher Toni menyelesaikan masalah
belajar dengan teori Konstruktivistik, cobalah Bapak/Ibu membuat simpulan sebanyak
1 halaman tentang bagaimana cara teacher Toni menerapkan teori Konstruktivistik
dalam pembelajaran? Berikan pula komentar Bapak/Ibu terhadap penerapan strategi
tersebut.

Jawaban Penyelesaian:
Dari Video “USE A LEARNING THEORY : CONSTRUCTIVISM” teori
Konstruktivisme diterapkan teacher Tony di dalam kelas pada pembelajaran dengan
materi-materi yang patut untuk dianalisa dan dicarikan solusi untuk pemecahannya.
Ketika materi disampaikan secara lisan dalam bentuk ceramah maka akan
menimbulkan kebosanan, banyak siswa yang mengantuk dan tak memahami materi.
Misalnya pada materi sumber daya alam berkelanjutan, pertanyaannya “bagaimana
mengurangi sampah untuk kelangsungan kehidupan di bumi?”.

Berbagai model pembelajaran dapat diterapkan misalnya dengan role playing,


berdiskusi membahas suatu isu krusial, berkolaborasi bahkan ikut terjun kelapangan
dalam bentuk project atau internship. Dengan terjun ke lapangan siswa bisa langsung
mengetahui berapa banyak produksi sampah yang dihasilkan rumah tangga
perharinya, bagaimana proses pembuangan sampah, daur ulang sampah dan solusi
terbaik pengelolaan sampah demi kelangsungan kehidupan di bumi. Mereka dapat
menuangkan solusi terbaiknya pada buku dan bisa mendiskusikan dengan orang yang
ahli dalam bidangnya. Kemudian hasilnya bisa dipresentasikan didepan kelas untuk
didiskusikan secara bersama. Cara ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna
karena siswa langsung terlibat di dalam proses pembelajaran.

Konstruktivisme memahami hakikat belajar sebagai kegiatan manusia


membangun atau menciptakan pengetahuan dengan cara mencoba memberi makna
pada pengetahuan sesuai pengalamannya. Pengetahuan itu sendiri rekaan dan bersifat
tidak stabil. Oleh karena itu, pemahaman yang diperoleh manusia senantiasa bersifat
tentatif dan tidak lengkap. Pemahaman manusia akan semakin mendalam dan kuat
jika teruji dengan pengalaman-pengalaman baru.

Dalam proses belajar di kelas, siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan


masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-ide.
Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa. Siswa harus
mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Esensi dari teori
konstruktivisme ini adalah ide. Siswa harus menemukan dan mentransformasikan
suatu informasi kompleks ke situasi lain. Dengan dasar itu, maka pembelajaran harus
dikemas menjadi proses mengkonstruksi bukan menerima pengetahuan.

Pada sistem pembelajaran abad 21 dan kurikulum 2013 teori konstruktivisme


ini sangat cocok diterapkan karena berorientasi pada kegiatan siswa (student center).
Model-model pembelajarannya menekankan agar bagaimana siswa lebih aktif untuk
menggali informasi dan mendapatkan pengalaman nyata di lapangan diantaranya
melalui model discovery learning ataupun problem solving. Tujuan yang diharapkan
teacher Tony dari pembelajaran adalah bagaimana siswa mampu memberikan solusi
terhadap permasalahan (Problem Solving), bagaimana berfikir kritis, logis, reflektif,
metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi
(Higher-Order Thinking Skills) dan bagaimana bekerjasama dengan teman dalam
kelompok, perusahaan, Expert ataupun masyarakat (Collaborative Work).