Anda di halaman 1dari 2

No.

Peserta : 18080652310036

Nama : NASARUDDIN, S.Pd.

Asal Sekolah : SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu Tapan – Sumatera Barat

TUGAS : M3 KB2.2 Teori Kognitif

Instructions :
Kegagalan pembelajaran di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi dewasa ini lebih
banyak terjadi pada proses (interaksi) pembelajaran. Setujukah bapak/ibu dengan
pernyataan tersebut? Coba lengkapi jawaban bapak/ibu dengan penjelasan
argumentatif.

Jawaban Penyelesaian:

Pada teori humanistik, guru diharapkan tidak hanya melakukan kajian


bagaimana dapat mengajar yang baik, namun kajian mendalam justru dilakukan untuk
menjawab pertanyaan bagaimana agar siswa dapat belajar dengan baik. Jigna dalam
jurnal CS Canada (2012) menekankan bahwa “To learn well, we must give the
students chances to develop freely”. Pernyataan ini mengandung arti untuk
menghasikan pembelajaran yang baik, guru harus memberikan kesempatan kepada
siswa untuk berkembang secara bebas.
Menilik Pendidikan hari ini, siswa menyadari hal-hal yang terjadi dalam
proses pembelajaran, hal ini menunjukkan hubungan dua arah antara guru dan siswa.
siswa memanfaatkan teknologi untuk membuat kognisi, pemahaman dan membuat
konten pembelajaran menjadi lebih menarik dan lebih berwarna.
Mengaitkan pendapat tersebut dengan pernyaataaan bahwa “Kegagalan
pembelajaran di sekolah-sekolah dan di perguruan tinggi dewasa ini lebih banyak
terjadi pada proses (interaksi) pembelajaran”, tentu saja penulis “SETUJU”.
Penulis “setuju” dikarenakan masalah “INTERAKSI” adalah yang kentara
dilihat oleh mata. Tidak sulit menemukan guru/dosen di sekolah/ di kampus yang
gagal membangun interaksi/hubungan yang kuat dengan siswa/mahasiswa dalam
proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa/ maha siswa tidak dapat belajar
dengan baik, dan bagaimana siswa/ mahasiswa akan berhasil dalam belajar jika
interaksi dalam pembelajaran tidak tercipta dengan baik?
Teori Belajar Kognitif, berpandangan bahwa Belajar merupakan perubahan
persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang
nampak. Teori belajar kognitif juga lebih mementingkan proses belajar dari pada hasil
belajarnya.
Tidak terciptanya hubungan/ interaksi yang kuat dalam pembelajaran akan
menyebabkan kegagalan dalam proses pencapaian tujuan belajar. Hubungan/ interaksi
yang kuat (baik) akan memungkinkan untuk penciptaan ruang pemberian
stimulus-stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur koqnitif yang
sudah dimiliki dan terbentuk di dalam pikiran seseorang (siswa/mahasiswa)
berdasarkan pemahaman dan pengalaman – pengalaman sebelumnya.
Terciptanya Hubungan/ interaksi yang baik dalam belajar akan bermanfaat
juga untuk menjaga pembelajaran tidak kehilangan makna. Hal ini sejalan dengan
pendapat bahwa Teori kognitif menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu situasi
saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi tersebut.