Anda di halaman 1dari 19

2.3.

3 Pathway
Trauma Penyakit Sistemik
Usia Kongenital/maternal
DM
(Bertambahnya Usia)
Perubahan fisik dan kimia lensa
Paparan sinar UV
Kondisi hiperglikemia
Fungsi fisiologis lensa Perubhan fisik pada zunula dan Herediter/ pada saat
perubahan kima protein lensa kehamilan ibu terinversi
Reaksi reduksi oksidatif
Glukosa terdifusi pada lensa virus: Rubela
Mekanisme transport aktif lensa Terjadi distorsi dan koagulasi
kandungan asam amino
Glukosa menjadi sorbitol
Lensa keruh
+
Ketidakseimbangan jumlah NA
dan K+ Sintesi protein serat lensa
Terakumulasi menjadi serat lensa

Tidak seimbangnya tekanan osmitik dan air


Hidrasi serat lensa yang masuk ke lensa
Denaturasi protein

Ketebalan dan berat lensa Serat lensa tertekan


Opasifikasi serat lensa
daya akomodasi

Lensa keruh Ruptur lensa

Menghambat jalan cahaya ke


retina
Pandangan berkabut atau
berkurang
Tindakan Operasi Katarak

Pre operative Intra operative Resiko infeksi Post operative

Resiko hipotermi Post pembedahan Nyeri akut


Pandangan berkabut Resiko cidera Suhu lingkungan
Prosedur infasif
atau berkurang
Stressor Terpaparnya bola
Resiko cidera kornea Kurang informasi
lingkungan/tindakan mata Kurang pengetahuan
Ansietas terkait perawatan post
operasi

23
BAB 3
ASUHAN KEPERAWATAN

3.1 Asuhan Keperawatan Pre Operatif

Rumah sakit : RSD Dr. Soebandi Jember


Ruangan : Ruang Pre operasi OK 9
Tgl/Jam MRS : 11 Maret 2018/ 10.00 WIB
Tgl Operasi/Jam datang Pre Op : 12 Maret 2018/ 08.40 WIB
Dx. Medis : OD Katarak matur + OS Katarak imatur
No. Register : 203667
Pengkajian oleh : Desi Rahmawati, S.Kep., Ners
Tgl/Jam Pengkajian : 2 Maret 2018 /Jam 08.40 WIB
Jam tindakan : Jam 09.00 WIB

A. Asuhan Keperawatan Pre-Operatif


1. Pengkajian
a. Identitas
Nama Klien : Tn. D Nama istri : Ny. N
Umur : 65 tahun Umur : 56 tahun
Suku/Bangsa : Madura Suku/Bangsa : Madura
Pendidikan : SD Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh tani Pekerjaan : Buruh tani
Agama : Islam Agama : Islam
Penghasilan : ± Rp 250.000/bulan Penghasilan : ± Rp250.000/
Alamat : Sidomulyo-Semboro bulan
Alamat : Sidomulyo-
Semboro

b. Keluhan Utama

24
Klien mengatakan mata kanan klien sudah tidak dapat melihat sejak 1
bulan yang lalu, dengan sebelumnya pengelihatan mata kanan klien kabur
dan berkabut. Pengelihatan mata kiri klien kabur dan berkabut, klien juga
mengeluhkan mata kirinya tampak silau saat melihat cahaya. Kien
mengeluhkan dengan kondisi tersebut klien agak mengalami kesulitan
melakukan aktivitas sehari-hari, klien mengatakan terkadang tersandung
karena pengelihatannya menurun.
c. Riwayat kesehatan
1) Riwayat Penyakit Sekarang
Sejak satu bulan lalu klien mengatakan pengelihatan mata kanannya
sudah tidak dapat melihat, dan pengelihatan mata kirinya berangsung
kabur serta berkabut. Klien kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas
Semboro. Klien tidak mengetahui penyakit apa yang dialaminya, oleh
petugas puskesmas semboro klien diberitahu untuk seegera melakukan
operasi katarak, kemudian klien mendapat rujukan ke poli mata RSD dr.
Soebandi. Tanggal 8 Maret 3018 klien memeriksakan diri ke Poli Mata
di RS Soebandi, setelah mendapat pemeriksaan, klien dijadwalkan
untuk menjalani operasi OD SICS+IOL pada tanggal 12 Maret 2018.
Klien MRS tanggal 11 Maret 2018 pukul 10.00 WIB di Paviliun
Bugenvil, klien untuk persiapan operasi OD SICS+ IOL tanggal 12
Maret 2018.
2) Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien tidak memiliki riwayat penyakit DM, hipertensi, ataupun riwayat
trauma pada mata. Klien mengatakan pengelihatannya mulai mengalami
penurunan serta tampak buram sejak sekitar 4 bulan yang lalu
3) Riwayat Penyakit Keluarga
Klien mengatakan didalam keluarga tidak memiliki penyakit
degeneratif seperti DM dan hipertensi.

Genogram .

25
Keterangan :
: laki-laki : tinggal serumah
: perempuan : hubungan perkawinan
: laki-laki meninggal : hubungan keturunan
: perempuan meninggal : klien

d. Pola Fungsi Kesehatan


1) Pola persepsi dan tata laksana kesehatan
Klien mengatakan tidak merokok. Klien menceritakan saat
pengelihatannya mulai penurunan serta tampak buram, klien belum
memeriksakannya dikarenakan klien menganggap hal wajar yang terjadi
pada lansia. Sejak pengelihatannya menurun, klien menurunkan aktifitas
di luar rumah seperti bertani karena tidak kuat bila terkena sinar
matahari. Setelah berangsur lama, klien merasa khawatir dengan
kondisinya kemudian memeriksakan diri ke puskesmas Semboro.
2) Pola nutrisi dan metabolisme
Pasien mengatakan sebelum MRS makan 3 kali dalam sehari dengan
menu nasi, lauk, sayur. Setelah MRS pola makan klien tidak berubah.
Klien mengatakan menghabiskan porsi makannya selama MRS.
a) Antropometri: BB Pasien 50 kg dengan tinggi badan 161 cm dengan
BMI 19,29 yang menandakan pada kategori normal (BB ideal pasien
= 51-61 kg)
b) Biomedical Sign
Hasil Pemeriksaan Laboratorium pada tanggal 08-03-2018
No Jenis Hasil Nilai Satuan Metode
Pemeriksaan Pemeriksaan normal
1. Gula darah
Gula sewaktu 110 stik < 200 mg/dl GOD PAP
Oto/man*stic

c) Clinical Sign
Konjungtiva merah muda (tidak anemis), bising usus 10x/menit
(normal 5-35x/menit), pada saat pengkajian pre op (TD 110/70
mmHg, HR 84 x/menit, RR 18x/menit, S: 36,50C), CRT <2 detik,
turgor kulit baik
26
3) Pola Eliminasi
BAK: Pasien mengatakan BAK ± 4x/hari
BAB: Pasien mengatakan BAB 1x/hari
4) Pola Aktivitas dan Latihan
Aktivitas harian (activity daily living)
Kemampuan perawatan diri 0 1 2 3 4
Makan/minum 
Toileting 
Berpakaian 
Mobilitas ditempat tidur 

Berpindah 
Ambulasi/ ROM 

Keterangan :
0 = ketergantungan total, tidak dapat berpartisipasi dalam aktivitas
1 = membutuhkan pertolongan orang lain dan peralatan atau alat bantu
2 = membutuhkan pertolongan orang lain untuk bantuan, pengawasan,
pendidikan
3 = membutuhkan peralatan atau alat bantu
4 = mandiri penuh
Status Oksigenasi: RR pre op 18x/menit, suara nafas vesikuler.
Fungsi kardiovaskuler dan terapi oksigenasi: pada saat pengkajian pre op
(TD 110/70 mmHg, HR 84 x/menit, RR 18x/menit, S: 36,50C), klien tidak
mendapatkan terapi oksigenasi selama periopertif
5) Pola Istirahat dan Tidur
Durasi : Klien mengatakan tidak terbiasa tidur siang. Pasien tidur malam
hari mulai jam 21.00 sampai jam 04.00 WIB.
Gangguan tidur : Klien mengatakan tidak terdapat masalah dalam
tidurnya. Namun sehari sebelum operasi klien mengatakan agak susah
tidur karena merasa cemas dengan operasi yang akan dilakukannya.
Interpretasi : klien mengalami gangguan pola tidur akibat cemas
memikirkan operasi yang akan dijalaninya.
6) Pola Kognitif: tidak terdapat permasalahan, klien mampu mengingat
jumlah anaknya dan nama anaknya masing-masing. Klien mampu

27
menceritakan pengalaman awalnya saat merasakan tanda gejala katarak
muncul hingga pengalaman pertamanya masuk rumah sakit.
7) Pola perseptual
Klien terlihat cemas dan banyak berdoa. Klien tidak telalu paham dengan
operasi yang akan dijalani. Klien hanya mengetahui bahwa tujuan
operasinya adalah agar dapat melihat normal lagi.
8) Pola seksualitas dan Reproduksi
Klien mengatakan memiliki seorang istri dan 4 orang anak, dimana dua
anak perempuannya sudah berkeluarga, dua anak laki-lakinya belum
berkeluarga dan masih tinggal bersamanya. Klien mengatakan hubungan
dalam rumah tangganya harmonis.
9) Pola Peran dan Hubungan
Pasien mempunyai peran sebagai kepala rumah tangga yang menafkahi
anak dan istrinya. Sebagai kepala keluarga klien berprofesi sebagai buruh
tani dimana sebagian besar waktunya di pagi hingga sore dihabiskan di
sawah. Klien mengatakan menjalin hubungan sangat baik dengan
tetangga serta teman-temannya.
10) Pola Mekanisme Koping
Keluarga dan klien pasrah dan banyak berdoa agar tindakan operasi dapat
berjalan dengan lancar sehingga klien bisa segera sembuh.
11) Sistem Nilai dan Kenyakinan
Klien dan keluarga menganut agama Islam. Klien mengatakan lebih
banyak berdoa menjelang hari operasi.

e. Pemeriksaan Fisik :
1) Kondisi Umum :
Klien tampak berhati-hati berjalan menuju ruang pre op dengan bantuan
petugas. Di ruang Pre op klien tampak cemas, ekspresi wajah tegang,
klien mengatakan merasa takut akan operasi yang segera dilakukan
karena merupakan pengalaman pertama. Klien tampak gelisah dan sering
sering berdoa. Klien berkali-kali menanyakan lama tindakan operasi,
prosesdur, serta dampak yang dirasakannya setelah operasi, kesadaran
compos metis E4,V5, M6, pupil isokor, konjungtiva merah muda, klien
dibantu menuju kamar operasi menggunakan kursi roda, sebelum menuju
kamar operasi klien meminta berdoa terlebih dahulu.

28
2) Tanda-tanda Vital :
pengkajian pre op: (TD 110/70 mmHg, HR 84 x/menit, RR 18x/menit, S:
36,50C) skala nyeri: 0 (NRS).
3) Kepala
Bentuk kepala simetris, tidak ada lesi dan benjolan, tidak ada nyeri tekan
Rambut tersebar merata, berwarna hitam dan beruban, tidak kusam.
4) Mata
Pemeriksaan OD OS

Visus 5 Maret 2018 : LP (+) 5 Maret 2018 : >2/60

TIO 5 Maret 2018 : 8,5/5,5 5 Maret 2018 : 8,5/5,5

Gerakan bola Simetris Simetris


mata
Palpebra Bleparospasme tidak Bleparospasme tidak
ditemukan ditemukan.
Konjungtiva Hiperemi tidak ada Hiperemi tidak ada
Kornea Jernih Jernih
Bilik mata Dalam Dalam
depan
Pupil Iris shadow(-) Iris Shadow (+)
Iris Reguler, hitam Reguler, hitam
Lensa Keruh (matur) Agak keruh (imatur)
Pundus refleks (-) (+)
Lain-lain Kabur seluruh lapangan Lapangan pandang kabur
pandang relative, silau

5) Telinga
Tidak terdapat lesi, tidak terdapat nyeri tekan, pendengaran berfungsi
dengan baik, mampu memahami ucapan orang lain.
6) Hidung
Tidak terdapat lesi dihidung, tidak terjadi polidipsi hidung, tidak terdapat
sumbatan dihidung, tidak keluar cairan dari hidung, nafas spontan.
7) Mulut
Mukosa mulut lembab, kebersihan mulut cukup bersih
8) Tenggorokan
Tidak terdapat pembesaran vena jugularis, edema (-), nyeri tekan (-)

29
9) Dada
Paru =
I : Ekspansi dada normal, tidak terlihat rektrasi dada, pernapasan
cuping hidung (-)
P : Tidak terdapat massa
P : Respon
A : vesikuler disemua lapang paru, wheezing (-), ronkhi (-)
Jantung
I : warna kulit sama dengan area sekitar
P : ictus cordis di ICS4 midclavicula sinistra, edema(-), distensi vena
jugularis (-)
P : dullnes
A : S1S2 tunggal, tidak terdapat bunyi tambahan
10) Abdomen
I : warna kulit sawo matang sama dengan area sekitar
A : terdengar suara peristaltik usus, bising usus 10x/menit
P : nyeri (-), edema(-)
P : timpani
11) Ekstermitas dan reflex
ROM bebas, kekuatan otot 5 5
5 5
12) Kulit dan kuku
CRT <2 detik, warna kulit sawo matang, tidak terdapat sianosis,
integritas kulit baik, tidak terdapat lesi.
f. Pemeriksaan Penunjang
1) Pemeriksaan laboratorium
Hasil Pemeriksaan Laboratorium pada tanggal 08-03-2018
No Jenis Hasil Nilai Satuan Metode
Pemeriksaan Pemeriksaan normal
1. Gula darah
Gula sewaktu 110 stik < 200 mg/dl GOD PAP
Oto/man*stic

g. Pengkajian ansietas menggunakan skala HARS



30


14
Skor:
0 = tidak ada
1 = ringan
2 = sedang
3 = berat

31
4 = berat sekali
Total Skor :
<14 = tidak ada kecemasan
14 – 20 = kecemasan ringan
21 – 27 = kecemasan sedang
28 – 41 = kecemasan berat
42 – 56 = kecemasan berat sekali
h. Terapi
- Diet makan TKTP
Persiapan operasi
Keluarga klien sudah menandatangani lembar inform consent, hasil lab
sudah disertakan dan sudah mendapatkan persetujuan dari dokter mata.

8. Diagnosa Keperawatan
a. Analisa Data
No Tanggal/jam Data Masalah Etiologi
1. 12 Maret DS: Ansietas Stressor:
a) Tn. D mengatakan merasa takut
2018/ 08.40 lingkungan
akan operasi yang segera dilakukan operasi serta
WIB
karena merupakan pengalaman tindakan operasi
pertama.
b) Kien mengatakan sehari sebelum
operasi klien agak kesulitan tidur
karena merasa cemas dengan
operasi yang akan dilakukannya
DO:
Tn. D tampak cemas, ekspresi wajah
muka tegang. Klien tampak gelisah
dan sering berdoa. Klien tampak
berkali-kali menanyakan prosedur
operasi yang akan dilakukan.
Skala HARS: 14 (ansietas ringan)
2. 12 Maret DS: Resiko cidera Penurunan
Klien mengatakan mata kanan klien
2018/ 08.40 kemampuan
sudah tidak dapat melihat sejak 1
WIB pengelihatan
bulan yang lalu. Pengelihatan mata

32
kiri klien kabur, berkabut, tampak
silau saat melihat cahaya.
Kien mengeluhkan dengan kondisi
tersebut klien agak mengalami
kesulitan melakkan aktiviats sehari-
hari, terkadang tersandung karena
pengelihatannya menurun.
DO:
Klien tampak berhati-hati berjalan
menuju ruang pre op
OD lensa: keruh, Os lensa:agak keruh
Visus OD: LP (+) , OS: >2/60

b. Diagnosa Keperawatan
1) Ansietas berhubungan dengan stressor lingkungan operasi dan tindakan
operasi yang akan dilakukan ditandai dengan:
DS:
Tn. D mengatakan merasa takut akan operasi yang segera dilakukan
karena merupakan pengalaman pertama.
Kien mengatakan sehari sebelum operasi klien agak kesulitan tidur karena
merasa cemas dengan operasi yang akan dilakukannya
DO:
Tn. D tampak cemas, ekspresi wajah tegang. Klien tampak gelisah dan
sering berdoa. Klien tampak berkali-kali menanyakan prosedur operasi
yang akan dilakukan.
Skala HARS: 14 (ansietas ringan)

2) Resiko cidera berhubungan dengan penurunan kekampaun pengelihatan


ditandai dengan:
DS:
Klien mengatakan mata kanan klien sudah tidak dapat melihat sejak 1
bulan yang lalu. Pengelihatan mata kiri klien kabur, berkabut, tampak silau
saat melihat cahaya.
Kien mengeluhkan dengan kondisi tersebut klien agak mengalami
kesulitan melakkan aktiviats sehari-hari, terkadang tersandung karena
pengelihatannya menurun.
DO:
Klien tampak berhati-hati berjalan menuju ruang pre op

33
OD lensa: keruh, Os lensa:agak keruh
Visus OD: LP (+) , OS: >2/60

34
9. Perencanaan Keperawatan
No Diagnosa Perencanaan Intervensi
Tujuan Kriteria Hasil
Keperawatan
1. Ansietas Setelah dilakukan 1. Klien mampu NIC:
1. Anxiety reduction
berhubungan tindakan selama 15 mengidentifikasi
2. Relaxation Therapy
dengan menit diharapkan dan 1. Kaji tingkat kecemasan klien (ringan,sedang,berat,
berhubungan ansietas berkurang mengungkapkan panik)
NOC: 2. Dorong dan motivasi klien untuk berpartisipasi
dengan stressor gejala cemas
1. Anxiety self
2. Mengungkapkan sebanyak mungkin dalam mengungkapkan
lingkungan
control
kecemasan perasaannya
operasi dan 2. Anxiety level
3. Berikan informasi yang cukup dan sederhana
berkurang
tindakan operasi
3. Postur tubuh, tentang prosedur operasi, berikan jawaban dengan
yang akan
ekspresi wajah, benar dan sejujurnya serta hindari kesalahpahaman
dilakukan 4. Ajarkan dan motivasi klien untuk selalu berdoa
bahasa tubuh dan
dalam mengurangi cemas klien
tingkat aktivitas
5. Ajarkan klien teknik distraksi (nafas dalam)
menujukkan
berkurangnya
kecemasan
4. Menggunakan
teknik relaksasi

35
untuk mengurangi
kecemasan
2. Resiko cidera Setelah dilakukan 1. Klien Terbebas dari NIC:
1. Environmental safety management
berhubungan tindakan selama 20 cidera
2. Fall prevention
2. Klien dapat
dengan penurunan menit diharapkan 1. Identifikasi kebutuhan keamanan pasien sesuai
dipindah ke meja
kemampuan cidera tidak terjadi kondisi fisik dan fungsi kognitif pasien serta
NOC: operasi dengan
pengelihatan riwayat penyakit terdahulu pasien
1. Risk control
aman 2. Beri lingkungan yang nyaman dan aman kepada
2. Fall
pasien: pasang side rail adn pastikan brankar
pervention
terkunci
behaviour
3. Anjurkan klien melakukan aktivitas sesuai
kemampuan pengelihatan
4. Bantu ambulasi klien dari ruang pre op menuju
meja operasi

10. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan


No Tanggal/jam Intervensi Evaluasi
1. 12 Maret 2018/ 1. Mengkaji tingkat kecemasan klien (ringan,sedang,berat, 12 Maret 2018/ 08.55
Subjektif:
08.50 WIB panik) dengan memeriksa tanda-tanda vital dan mencatat
Klien mengatakan cemasnya sedikit
tanda-tanda ansietas yang muncul pada klien
berkurang
menggunakan skala HARS (skala HARS pada klien
36
adalah 14 yang menandakan klien mengalami ansietas Objektif:
klien masih tampak banyak berdoa,
ringan)
2. Memotivasi klien untuk mengungkapkan perasaannya raut muka masih tampak tegang
sebanyak mungkin pengkajian TTV pre op: (TD 110/70
3. Memberikan informasi yang cukup dan sederhana tentang
mmHg, HR 84 x/menit, RR
prosedur operasi, lama operasi dan hal yang tidak boleh
18x/menit, S: 36,50C) skala nyeri: 0
dilakkan selama operasi katarak seperti bergerak
(NRS), klien mengalami cemas ringan
mendadak, batuk
(skala HARS: 14)
4. Memotivasi klien untuk selalu berdoa sesuaikeyakinan
dalam mengurangi cemas klien Analisa:
5. Mengajarkan klien teknik distraksi (nafas dalam) Masalah ansietas belum teratasi
Perencanaan:
Dampingi klien selama operasi
berl;angsung, anjurkan klein untuk
tetap berdoa dan melakukan relaksasi
nafas dalam
2. 12 Maret 1. Mengidentifikasi kebutuhan keamanan pasien sesuai 12 Maret 2018/ 09.00
Subjektif:
2018/ 08.50 kondisi fisik dengan membantu pasien dari ruang timbang
klien mengatakan pengelihatannya
WIB terima menuju ruang pre operasi, menyediakan tempat
menurun
pijakan kaki untuk memudahkan klien ke brankar
2. Menyediakan lingkungan yang nyaman dan aman kepada Objektif:
Klien dipindah menuju meja operasi
pasienn dengan cara memasang side rail dan mengunci

37
brankar dengan aman
3. Menganjurkan klien melakukan aktivitas sesuai
Analisa : masalah belum teratasi
kemampuan pengelihatan dan menganjurkan klien minta
bantuan bila ingin turun atau ke kamar mandi Perencanaan: lanjutkan intervensi
4. Membantu ambulasi klien dari ruang pre op menuju meja
hingga post operasi
operasi

38
3.2 Asuhan Keperawatan Intra-Operatif

1. Pengkajian
a. Persiapan Perawat
Tim Operasi :
Operator : dr. Bagas Kumoro Sp. M
Asisten I : Yoyok Prasetyo, S.Kep., Ners
Asisten II :-
Instrument I :Moh. Tutus Prasetyo, S.Kep., Ners
Instrument II :-
Circulating Ners : Siti Nurhayati, Amd.Kep+Desi Rahmawati S.Kep,Ners
Dokter Anastesi : -
Perawat Anastesi : -
b. Set Ruangan
1. SET RUANGAN

SET RUANGAN JUMLAH

MEJA OPERASI 1

MEJA MAYO 1

MEJA BESAR 1
0
SUHU RUANGAN 18 C

KELEMBAPAN RUANGAN 55%

SUCTION 1

ESU 1

PAPAN TULIS 1

MIKROSKOP MATA + AKSESORIS 1


TEMPAT SAMPAH 1

STANDART INFUS 1

BAK DEKONTAMINASI 1

2. POSISI: Supine Position

PADING JUMLAH

Bantal kepala 1

3. ANTI SEPSIS

39
ANTISEPTIK JUMLAH

POVIDONE IODINE 10% +/- 5 CC

4. DRAPPING

BAHAN JUMLAH
8. BAHAN HABIS PAKAI

DOEK STERIL
NO JENIS/UKURAN JUMLAH
1. Doek Besar 1 Buah
2. Doek Kecil 4 Buah
1 Kassa 10lbr
3. Doek lubang mata 1 buah
2 Kapas lidi 3
4. Kertas 1 Buah
3 Kapas mata 3
Benang Atraumatik monofilamen nonabsorbable
5. GOWNING
4 10-0 1

5 Underpad 1
BAHAN JUMLAH
6 RL 500cc
7 Povidone iodine 10% 5cc
GOWN 3 BUAH
8 Tripan blue olphtalmic solution 0,2cc

6. 9GLOVING
Carbachol USP 0,01% 0,3cc
10 Sodium hyaluronate 1
11 Ceratum JENIS/UKURAN JUMLAH1
12 Dexamethasone 0,5cc
GLOVING
13 Cortison 0,5cc
141. Cerasen
Handscoon steril/ukuran 6,5 1 1
152. Spilt mess
Handscoon steril/ukuran 7,5 2 1
17 Salep gentamisin 1
18 Spuit 5cc 2
19 Spuit 1cc 3
20 Lidocain 2cc 1cc
20 Hypafix 3lbr kecil
40
21 Lensa IOL ukuran 22 D 1
41