Anda di halaman 1dari 13

Laporan kasus keperawatan gerontik

Pengkajian

Pengumpulan data

Identitas /data biografis

Pasien

Nama : Ny.D.B

Jenis kelamin : perempuan

Tempat dan tanggal : genyem,02-02-1945

Umur : 74 tahun

Pendidikan terakhir : SR tidak tamat

Golongan darah : O

Agama : Kristen protestan

Status perkawinan : menikah

Alamat : genyem

No telepon

Tanggal masuk panti

Penampakan umum : cukup bersih dan rapi,bertubuh tidak gemuk

Ciri-Ciri : jalan tidak tegap, rambut beruban,gigi mulai ompong,jalan kadang menggunakan tongkat ada
kyposis di punggung

Penanggung jawab atau orang yang dekat untuk dihubungi

Nama : Tn. F

Usia : 25 tahun

Jenis kelamin : Laki-Laki

Alamat : keluran

No telepon : 082248561827
Riwayat keluarga genogram

Pihak suami pihak istri

Keterangan

: Laki-Laki

: perempuan

: meninggal perempuan

: meninggal Laki –Laki

: pasien(umur 74 tahun)

Alasan datang kepanti : pasien ditinggal di panti werda sejak Tahun 2003 atas kemauan sendiri karena di
panti banyak teman,dan anak pasien yang sibuk bekerja dan jarang bisa menemani pasien

Riwayat kesehatan

Keluhan utama : nyeri punggung

Riwayat penyakit sekarang : pasien mengatakan penglihatan matanya mulai kabur. Sejak satu tahun
yamg lalu,serta Ny.D.B pada bulan maret 2018 terjatuh dari motor, dikarenakan kaki pasienkesemutan
dan tidak bisa turun dari ojek, pasien jatuh dengan posisi telentang selama jatuh pasien tidak pergi
berobat ke rumah sakit dan sampai saat ini pasien mengeluh nyeri.

P : nyeri

Q : hidung timbul

R : punggung

S:4
T : 5-6 detik

Riwayat penyakit dahulu

Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan bidakes jayapura pada tanggal 24 februari 2017
pada lansia di panti werda ny. D.B mendapatkan sakit asam urat dan tekanan darah tinggi

Riwayat penyakit keluarga

Pasien mengatakan ada keluarga yang sakit sama dengan pasien yaitu punggung bongkok(kifosis)

Riwayat pekerjaan

Pasien mengatakan saat masih muda sebagai ibu rumah tangga dan kegiatan untuk mengisi waktu luang
pasien gunakan untuk membuat noken . setelah ini pasien hanya bisa duduk dikarenakan pengelihatan
sudah kabur ,dan fisiknya melemah serta usianya yang semakin bertambah tua ,pasien sudah tidak bisa
bekerja lagi sumber penghsilan berasal dari pensiunan suami yang tiap bulan bisa diambil dan dari panti
werda

Lingkungan hidup

Pasien di wisma melati dengan kapasitas 7 kamar tiap kamar diisi 1 orang,2 kamar mandi,1 ruang tamu,
dan tidak ada ruang makan. Kondisi lantai kamar sedikit licin karena terbuat dari keramik dan seringkali
didekat tempat tidur pasien ada tumbuhan pinang. Dalam satu wisma jarak tempat tidur pasien dengan
kamar mandi kurang lebih 6 meter , peralatan makan tidak tertata rapi,kondisi tempat tidur cukup
rapi,pertukaran jendela dan penerangan ruangan cukup baik, tidak ada tempat pembuangan sampah di
dalam kamar.

Riwayat rekreasi

Pasien mengatakan panti mereka tidak mengadakan rekreasi atau program piknik,pasien lebih senang
menggunakan waktunya di habiskan di wisma dan bercengkrama dengan penghuni panti lainnya.

Sumber pendukung

Di panti terdapat 2 orang tenaga kesehatan lulusan S1 kesehatan masyarakat dan D3 kesehatan
lingkungan. Panti ini telah bekerjasama dengan bidakes jayapura serta menggunakan sistem rujukan
dengan puskesmas sentani serta RSUD yawari ,pasien tidak punya teman sekamar , pasien mempunyai 7
orang teman yang tinggal di wisma , pasien orangnya mudah diajak bicara dan ramah dengan semua
orang yang berkunjung ke wisma , tetapi pasien kalau ada kegiatan di panti seperti ibadah dan senam
kurang aktif.

Deskripsi kekhususan

Pasien jarang mengikuti kegiatan ibadah yang dilakukan oleh panti werda
Status kesehatan

Pasien mengatakan penglihatannya mulai menurun,kadang objek yang dilihat kurang jelas , namun
pasien masih mampu melihat objek atau benda dalam jarak pandang dekat 1 meter kearah depan ,
pasien mengatakan memiliki riwayat dalam 1 tahun terakhir sakit hipertensi , asam urat, batuk,dan pada
bulan maret pasien ada kecelakaan jatuh dari motor disebabkan kakikesemutan dan sampai saat ini
pasien masih mengeluh kesakitan pada punggungnya . untuk mengurangi rasa sakit pasien melakukan
kompres hangat . pasien jarang memeriksakan diri kepelayanan kesehatan. Pasien hanya menunggu
pemriksaan rutin yang dilakukan oleh BIDDOKES,posyandu lansia , dan puskesmas sentani yang setiap
bulan melakukan pemeriksaan.

Obat-Obatan : pasien mengatakan menunggu pemeriksaan rutin dari Bidokes. Pasien pernah
mengkonsumsi pusing,batuk,sesak,dan obat tekanan darah tinggiyang diberikan petugas klinik.

Status Imunisasi : pasien mengatakan tidak ingat dengan imunisasi yang pernah di dapat.

Riwayat Alergi : pasien mempunyai riwayat alergi susu cair.

Status kesehatan umum selama 1 tahun yang lalu pasien mengeluh Demam . Batuk sesak dan Tekanan
darah tinggi dan di diagnosa dokter dengan ISPA dan Hipertensi mendapatkan terapi :

Cefadroxil 2 X 1

Salbutamol 2 X 1

Paracetamol 3 X 1

Captopril 1 X 1

Neurobion 1 X 1

Aktifitas hidup sehari –hari /ADL

Osigenisasi

Pasien mengatakan dapat bernafas dengan lega dan tidak mengalami nyeri saat bernafas RR 22 X
1/menit

Cairan dan Elektrolit

Pasien mengatakan bisa minum dan mampu menghabiskan 8 gelas air minum sehari dengan jenis air
putih dan teh.

Nurtisi

Pasien mengatakan makan 2 kali sehari, habis 1 porsi tiap kali makan dengan komposisi nasi,sayur
lauk,serta buah . selera makan baik jika makanan yang disajikan disukai pasien, tidak ada nyeri telan.
Eliminasi

Pasien mengatakan Bab 1 kali hari dengan konsiskasi lunak, bau khas feses baik, 7-8 kali. Hari –hari
dengan konsistensi warna kuning jernih dan bau amoniak

Aktivitas

Berdasarkan indeks KAT25.pemenuhn ADL pasien dengan skor A. Karena berdasarkan hasil pengkajian
dan wawancara yang dilakukan. Pasien mampu memenuhi kebutuhan makan,kontinen,berpindah ke
kamar kecil dan berpakaian secara mandiri namun pasien tidak mampu mencuci pakaian sendiri dan
membersihkan lingkungan.

Istirahat dan tidur

Pasien mengatakan pada malam hari dapat tidur 7-8 jam,1 jam pada siang hari, namun sering terbangun
saat nyeri punggung pada malam hari.

Personal higiene

Pasien mengatakan mandi biasanya 2 kali sehari saat pengkajian pasien belum mandi dikarenakan
badannya masih demam. Pasien mandi dengan menggunakan sabun air berish dan mengeringkan badan
dengan handuk serta tidak lupa menggosok gigi saat mandi dan ganti baju 2 hari 1 kali.

Seksual

Pasien mengatakan sudah lupa kapan terakhir menstruasi.

Psikologi pasien meliputi

Persepsi pasien terhadap penyakit. Karena pasien mengatakan sudah pasrah dengan kondisinya saat ini
dan pasien tidak merasa cemas atau takut menghadapi masa tua atau kematian.

Konsep diri baik karena pasien mampu memandang dirinya secara negatif dan mau menerima kehadiran
orang lain tapi pasien suka didalam wisma saja jarang mengikuti kegiatan yang dilakukan di panti werda

Emosi pasien stabil

Kemampuan adaptasi pasien baik, ini terlihat dari pasien masih terlihat kooperatif dengan lingkungan
dan berkumpul bersama dengan teman-teman yang berada di panti werda.

Mekanisme pertahanan diri , pasien merasa senang tinggal di panti werda karena pasien bisa
mempunyai teman banyak serta saudara sepupunya yang tinggal sama-sama dalam satu wisma, saat
pasien memppunyai masalah atau berselisih paham dengan temannya di panti pasien tidak menggubris
hanya terkadang pasien marah pada diri sendiri dalam hati.
Status kesehatan

Keadaan umum : sakit ringan

Kesadaran : kompasmetis(cm)

Gcs: 15 E : 5m 5 v 5

TTV= Nadi : 80x/menit

Suhu : 365 celcius

Respirasi : 110/70 mmhg

Antropometri : TB 152 cm

BB 50 kg

IMT = BB/TB^2 = 50/152^2= 22,2

Keterangan : laki-laki 20-25

Perempuan 18-23,

Berdasarkan analisa IMT pasien dalam kategori normal

Terapan medis : Tidak ada

Pemeriksaan fisik Head to toe

Kepala:

Inspeksi: rambut tebal kriting dan beruban, kulit kepala bersih tidak ada ketombe,tidak ada sikatrik
pasien mencuci rambut setiap hari.

Palpasi: tidak terasa massa, tidak ada nyeri tekan

Mata:

Inspeksi: mata sayu konjungtiva tidak anemis sklera tidak ikterik,pupil isokhor diameter 2/2 milimeter,
tidak ada odema palpebra,reflek cahaya baik pada kedua mata, terdapat kantung mata, pasien tidak
memakai alat bantu kesehatan. Lensa mata tamak keruh ,pasien mengeluh pengelihatan kabur.

Palpasi : tidak ada nyeri tekan.


Hidung :

Inspeksi : simetris tidak terdapat sekret pada kedua lubang hidung, tidak ada epistaksis, tidak ada lesi

Palpasi : tidak ada nyeri tekan,tidak ada massa/polip

Mulut:

Inspeksi: simetris membrane mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis, sianosis, lidah tidak pucat, gigi
bawah tinggal 3 buah gigi graham , gigi atas terdiri dari gigi seri , gigi geraham yang berjumlah 8 buah,
dan tedapat satu gigi carries

Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan tidak ada massa.

Telinga :

Inspeksi: simetris tidak ada serumen, tidak ada lesi, tidak menggunkan alat bantu pendengaran, pasien
mengeluh pendengaran berkurang

Palpasi : tidak ada nyeri tekan.

Lehar:

Inspeksi : tidak terlihat peningkatan JVP, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada
hiperpigmentasi.

Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada peningkatan jvp, dan tidak teraba massa

Toraks

Inspeksi: ictus kordis tidak terlihat

Palpasi : iktus kordis teraba pada interkosta kelima,tidak ada nyeri tekan

Perkusi : redup

Auskultasi : S1-S2 reguler tidak ada suara tambahan

Paru : inspeksi pengembangan dada simetris, tidak ada retraksi dada

Palpasi: pengembangan paru kanan kiri simetris

Taktilfremitus: teraba normal

Perkusi: sonor

Auskultasi : fesikuler tidak ada suara tambahan atau ronchie


Abdomen :

Inspeksi: perut tampak datar, tidak ada distensi abdomen, tidak teraba bekas luka apapun, tidak terlihat
hiperpigmentasi, dan tidak terdapat asites

Auskultasi: peristaltik khusus 11X/menit bsing usus terdengar

Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan, tidak terdapat massa, dan tidak teraba asites

Perkusi : timpani

Genitalia : tidak dikaji

Ekstermitas

Atas

Inspeksi : tidak ada lesi,tidak ada hiperpigmentasi

Palpasi : kulit teraba hangat CRT < 3 tidak ada nyeri tekan,tidak ada massa,tugor kulit tidak elastis tidak
adapada puting pitung udema, kekuatan otot kanan dan kiri 4/4

Bawah

Inspeksi : tidak ada lesi, tidak ada hiperpegmentasi ,tidak udema, pasien berjalan sedikit
bungkuk,berjalan kurang seimbang,pasien terlihat mampu berjalan melihat dalam jarak jauh. Apabila
brjalan berjalan jauh pasien menggunakan tongkat

Palpasi : alural hangat CRT <3, tidak ada nyeri tekan pitung udema, kekuatan otot 4/4

Sistem endokrin

Palpasi :tidak ada pembesaran kelenjar endokrin

Sistem imum

Pasien tidak ingat dengan imunisasi yang telah didapat, sensitifitas terhadap zat alergen tidak ada
,riwayat penyakit yang berkaitan dengan imunisasi pasien mengtakan tiduk tahu
Status kognitif/ Afektif /sosial

Short portable mental status questionnaire(SPMSQ)

Benar Salah No Pertanyaan Jawaban


O 1 Tanggal berapa hari ini 13
O 2 Hari apa sekarang (hari tanggal tahu) Jumat
O 3 Apa nama tempat ini Panti werdda
O 4 Dimana alamat anda Panti werda ,sentani
O 5 Kapan anda lahir 1945
O 6 Berapa umur anda 74
O 7 Siapa presiden Indonesia Joko widodo
X 8 Siapa presiden sebelumnya Tidak Tahu
X 9 Siapa nama kecil ibu Lupa
X 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap mengurangi 3 dari setiap Tidak tahu
angka semua secara menurun

Berdasarkan tabel diatas pasien dalam kategori fungsi intelektual kerusakan ringan dimana pasien
memberikan jawaban salah sebanyak 3

Identifikasi aspek kognitif dengan menggunakan MMSE

No Aspek kognitif Nilai maksimal Nilai klien Kriteria


1 Orientasi 5 Menyebutkan dengan benar
Tahun :2018
Musim : hujan
3 Tanggal: 31
Hari : kamis
Bulan : mei
2 orientasi 5 Dimana sekarang kita berada
5 Negara indonesia
Provinsi papua
Kabupaten jayapura
Panti werda
Wisma melati
3 registrasi 3 3 Sebutkan 3 nama objek
Misal: kursi,meja, kertas kemudian
ditanyakanke klien
1.kursi
2.meja
3.kertas
4 Perkataan dan 5 Meminta klien berhitung mulai dari 100
kalkulasi kemudian dikurangi 7 sampai 5 tingkat
Jawaban:
1.93
2.85
3.79
4.72
5.65
5 Mengingat 3 3 Meminta klien mengulangi aspek ketiga
6 bahasa 9 7 Menanyakanklien tentang benda(sambil
menunjukan benda tersebut
1.kursi,meja,dan jendela
2.meminta klien mengulangi kata berikut :
tidak ada dan jika atau tetapi
Klien menjawab:tetapi
3. ambil kertas ditangan
4.lipat dua
5.taruh dilantai
6.perintahkan klien menulis kalimat. tidak
bisa
7.tutup mata
8.mengulang gambar 2 segilima.tidak bisa

total 30 21

Interpretasi hasil : pasien terdapat ganguan kognitif sedang penting nilai 18-23.

Inventaris depresi

skor uraian
A.2 Saya galau atau sedih sepanjang waktu dan tidak dapat keluar darinya
B.0 Tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa depan
C.0 Tidak merasa gagal
D.0 Tidak merasa tidak puas
E.0 Tidak merasa benar-benar bersalah
F.0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri saya sendiri
G.0 Saya tidak punya pikiran tentang membahayakan diri sendiri
H.0 Saya tidak kehilangan minat pada orang lain
I.0 Saya membuat keputusan yang baik
J.2 Merasa ada perubahan yang permanen dalam penampakan perubahan gambaran dini
K.1 Memerlukan upaya tambahan untuk melakukan sesuatu
L.3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu
M.0 Nafsu makan saya tidak buruk dari biasanya
Keterangan penilaian

Pasien dalam kategori depresi sedang

No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah anda sebenarnya puas dengan kehidupan anda? O
2 Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan minat O
3 Apakah anda merasa kehidupan anda kosong O
4 Apakah anda sering merasa bosan O
5 Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiap saat? O
6 Apakah anda merasa takut sesuatu yang buruk terjadi pada anda ? O
7 Apakah anda merasa bahagia untuk sebagian besar hidup anda? O
8 Apakah anda sering merasa tidak berdaya ? O
9 Apakah anda sering di panti daripada pergi keluar ? O
10 Apakah anda merasa mempunyai banyak masalah dengt daya ingat? O
11 Apakah anda merasa tidak berharga seperti perasaan anda saat ini? O
12 Apakah anda berpikir bahwa kehidupan anda sekarang menyenangkan? O
13 Apakah anda merasa penuh semangat? O
14 Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan?
15 Apakah anda berpikir bahwa orang lain lebih baik keadaanya dari pada anda? O
10 4

APGAR keluarga dengan lansia

No Uraian Fungsi score


1 Saya merasa bahwa saya dapat kembali pada keluarga (teman-teman) ADAPTION 1
saya untuk membantu pada waktu sesuatu menyusahkan saya
2 Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman)saya membicrakan PARTENERSHIP 2
sesuatu dengan saya dan mengugkapkan masalah dengan saya
3 Saya puas dengan cara keluarga (teman –teman) saya menerima dan GROWTH 2
mendukung keinginan saya untuk melakukan aktivitas atau arah baru
4 Saya puas dengan cara keluarga(teman-teman) saya mengepresikan AFFECTION 1
afek dan berespon terhadap emosi-emosi saya seperti marah,sedih
atau mencintai
5 Saya puas dengan cara teman-teman saya dan saya menyediakan RESOLVE 2
waktu bersama -sama
TOTAL 8

Pasien dengan skor 8 sehingga dapat diinterpretasikan fungsi sosial lansia dalam kategori fungsi baik
Pengukuran performance keseimbangan

skor Mandiri Bantuan sebagian Langkah demi langkah


0 < 10 detik /tidak mampu
1 <10 detik/tidak mampu
2 <3 detik 10 detik
3 3-9 detik 10 detik
4 10 detik 10 detik
Jumlah skor keseimbangan berdiri : 3

Kecepatan berjalan(berjalan 2,5 meter). Jumlah skor berjalan 3 skor:3,2-4 detik

Berdiri dari kursi

jumlah skor berjalan : 11,2-13,6 detik

Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari indeks (bartel)

No Kriteria Dengan bantuan Mandiri Skor yg dicapai


1 Makan 5 10
2 Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur,atau 5-10 15
sebaliknya
3 PERSONAL toilet(cuci muka,gosok gigi,menyisir 0 5
rambut)
4 Keluar masuk toilet(mencuci pakaian,menyeka 5 10
tubuh,menyiram)
5 Mandi 0 5
6 Berjalan di permukaan datar(jika tidak bisa 0 5
dengan kursi roda)
7 Naik turun tangga 5 10
8 Mengenakan pakaian 5 10
9 Kontrol bowel(BAB) 5 10
10 KONTROL Bladder(BAK) 5 10
jumlah