Anda di halaman 1dari 2

Perilaku Etis

Etika berasal dari kata yunani ethos, yang dalam bentuk jamaknya ta etha berarti adat istiadat
atau kebiasaan. Dalam pengertiannya etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik
pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat.1,2 Ini berarti etika
berkaitan dengan nilai – nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala
kebiasaan yang dianut serta diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi
ke generasi yang lain. Nilai-nilai dan moral pribadi perorangan dan konteks sosial menentukan
apakah suatu perilaku tertentu dianggap sebagai perilaku yang etis atau tidak etis.2

Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert, perilaku etis adalah perilaku yang sesuai dengan
norma-norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan - tindakan yang
benar dan baik. Perilaku etis ini dapat menentukan kualitas individu yang dipengaruhi oleh
faktor-faktor yang diperoleh dari luar yang kemudian menjadi prinsip yang dijalani dalam bentuk
perilaku. Faktor-faktor tersebut adalah:2
1. Pengaruh budaya masyarakat
Budaya masyarakat merupakan sistem makna bersama yang dianut oleh anggota masyarakat
yang membedakan masyarakat itu dari kelompok masyarakat yang lain. Dengan demikian
budaya masyarakat adalah nilai yang dirasakan bersama oleh anggota masyarakat yang
diwujudkan dalam bentuk sikap perilaku pada masyarakat.
2. Kondisi politik
Kondisi politik merupakan rangkaian asas atau prinsip, keadaan, jalan, cara atau alat yang
akan digunakan untuk mencapai tujuan. Pencapaian itu dipengaruhi oleh perilaku-perilaku
insan/individu atau kelompok guna memenuhi hak dan kewajibannya.
3. Perekonomian global
Perekonomian global merupakan kajian tentang pengurusan sumber daya materi individu,
masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Perekonomian
global merupakan suatu ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui
pilihan - pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan atau distribusi.

Prinsip-prinsip Etis Menurut Alvin A. Arens terdapat beberapa prinsip etis, antara lain:2
1. Tanggung Jawab
Terhadap pelaksanaan pekerjaan dan terhadap hasilnya. Terhadap dampak dari profesi itu
untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2. Kepentingan Publik
Setiap individu harus menerima kewajiban untuk bertindak sedemikian rupa agar dapat
melayani kepentingan publik, serta menunjukkan komitmennya dan profesionalnya.
3. Objektivitas dan Independensi
Setiap individu harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari konflik kepentingan
dalam melaksanakan tanggung jawab profesionalnya.
4. Keseksamaan
Setiap individu harus mempertahankan standar teknis dan etis profesi, terus berusaha keras
meningkatkan kompetensi dan mutu jasa yang diberikannya, serta melaksanakan tanggung
jawab professional serta sesuai dengan kemampuan terbaiknya.
5. Ruang Lingkup dan Pelayanan
Setiap individu yang berpraktik bagi publik harus memperhatikan prinsip-prinsip Perilaku
Profesional dalam menentukan ruang lingkup dan pelayanan yang akan diberikan.
6. Otonomi
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum professional memiliki dan diberi kebebasan dalam
menjalankan profesinya.

1. Rosyida IA. Perilaku Etis Dan Tidak Etis Oleh Akuntan Dalam Sebuah Organisasi.
Ekonika. 2017;
2. Arlik H. Perilaku etis. 2006. p. 13–44.