Anda di halaman 1dari 4

ETIKA PERGAULAN DAN BUDI PEKERTI

Mengapa etika pergaulan harus diperhatikan?

Ada 3 alasan besar kenapa kita harus memperhatikan etika dalam pergaulan kita sehari-
hari. Yang pertama adalah karena manusia dituntut untuk saling berhubungan, mengenal dan
membantu. Maka diperlukan sebuah etika sehingga proses ini dapat selalu terjaga.

Yang kedua adalah agar tingkah laku kita dapat selalu diterima dan disenangi oleh siapa saja
yang bergaul dengan kita. Ada kalanya kita membedakan etika pada teman yang sudah mengenal
baik diri kita dengan orang yang baru kita kenal atau etika dengan orang yang kita ingin hormati
seperti guru dan orang tua kita. Dengan menerapkan etika ini diharapkan setiap pergaulan kita
nanti atau kedepannya dapat selalu disenangi dengan lingkungan tersebut.

Dan alasan ketiga adalah karena dalam memberikan etika pada lingkungan pergaulan. Teman
dan kenalan kita akan melihat pribadi kita sebagai sosok yang terbuka. Tata krama dan tingkah
laku sehari-hari Anda akan tercermin dalam etika yang Anda lakukan dalam pergaulan.

Hal mendasar dalam etika pergaulan adalah :

Unsur atau hal dasar yang dapat disebut sebagai sebuah etika adalah memiliki 5 unsur berikut:

1. Bersikap sopan santun dan ramah


2. Perhatian terhadap orang lain
3. Mampu menjaga perasaan orang lain
4. Toleransi dan rasa ingin membantu
5. Mampu mengendalikan emosi diri

sedangkan etika yang dapat kita terapkan pada pergaulan atau lingkungan pergaulan kita sehari-
hari adalah berikut contohnya:

 Pandai menempatkan diri


 Dapat membedakan bagaimana sikap kita terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan
yang lebih muda. Misalnya :
 Orang yang lebih tua / yang dituakan harus kita hormati.
 Orang yang sebaya harus dihargai
 Orang yang lebih muda harus disayangi.

Dimana kita menerapkan Etika Pergaulan ini?

1. Di Sekolah
Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan seluruh personal (Kepala
Sekolah, Guru, Tenaga Administrasi/TU, Pesuruh Sekolah, Teman dan lain
sebagainya.
2. Di Masyarakat
Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota masyarakat. Misal di
Toko dengan pelayan Toko, di Kantor Pos dengan karyawannya, dan sebagainya.
3. Di Rumah
Dalam berinteraksi/hubungan timbal balik dengan anggota keluarga, baik orang
tua maupun saudara.
Beberapa contoh sopan santun dalam pergaulan :

1. Etika Pergaulan dalam Berbicara

Etika yang baik dalam berbicara yaitu:

1. Harus menatap lawan bicara.


2. Suara harus jelas terdengar.
3. Menggunakan tata bahasa yang baik.
4. Jangan menggunakan nada suara yang tinggi.
5. Bias mengimbangi lawan bicara.
6. Berusaha menyenangkan lawan bicara.
7. Mampu menciptakan suasana humor.
8. Memuji lawan bicara.
9. Mampu menjadi pendengar yang baik.

Dalam berbicara hindari hal-hal sebagai berikut

 Membicarakan kejelekan orang lain


 Membicarakan hal yang sensitif
 Memotong pembicaraan orang
 Mendominasi pembicaraan
 Banyak membicarakan diri sendiri

2. Etika Pergaulan dalam Berkenalan

1. Ucapkan nama dengan jelas.


2. Lakukan kontak mata.
3. Jabat tangan dengan hangat, tidak dingin.
4. Perkenalkan pria pada wanita, yang muda kepada yang tua atau yang memiliki jabatan.
5. Pada saat sedang duduk, sebaiknya berdiri sebentar.
6. Jangan melakukan perkenalan di tempat yang ramai

3. Etika Pergaulan dalam Menelpon

1. Segera angkat telpon yang berdering


2. Sebutkan salam dan nama anda.
3. Bersikaplah dengan hangat
4. Jangan menerima telpon sambil makan
5. Bila telpon terputus maka penelpon pertama harus menyambung kembali
6. Jangan telpon sambil menelpon orang lain
7. Kendalikan emosi anda pada saat menerima telpon
8. Ucapkan kata-kata yang jelas jelas, jangan menggumam
9. Hindari pembicaraan dengan akrab yang berlebihan
10. Pada akhir pembicaraan ucapkan salam penutup sebagai ucapan terima kasih

4. Etika Pergaulan dalam Menyapa

1. Bila berjumpa dengan segerombolan kenalan atau teman-teman, hendaknya kita terlebih
dahulu menegur atau memberi hormat kepada perempuan tertua dari rombongan itu.
Sesudah itu baru pada yang lain,
2. Ketika menegur atau memberi hormat, jangan menyimpan tangan di saku atau
meletakkanya di bagian pinggang, karena akan memberi kesan sombong dan tidak sopan
dalam pandangan orang terpelajar.

5. Etika Pergaulan dalam Bertamu


1. Beritahu lebih dahulu untuk mendapat kepastian apakah tuan rumah ada di tempat dan
bersedia dikunjungi.
2. Tepat waktu untuk memberikan kesan yang baik pada tuan rumah dan menghargai waktu
tuan rumah
3. Masuk, bila sudah dipersilahkan. Bila pintu tidak terkunci, jangan sembarangan masuk.
Bila pintu terkunci ketuklah atau bunyikan bel dan bersabar.
4. Ucapkan salam. Sebagai penghormatan kepada tuan rumah dan tanda bahwa anda telah
datang. Demikian juga pada saat hendak pamit.
5. Ingat waktu. Walaupun tuan rumah sangat ramah dan kelihatannya senang atas
kunjungan anda.
6. Jangan memegang barang. Sebelum mendapatkan ijin dari tuan rumah pujilah tentang
barangnya.
7. Jangan merokok bila belum dipersilakan.
8. Jaga sikap dan omongan. Jangan sekali-kali mengkritik interior rumahnya, seberantakan
apapun.
9. Situasi rumah. Bila situasi rumah sedang kurang enak atau membutuhkan perhatian tuan
rumah, sebaiknya segera pamit.
10. Jika ada tamu lain. Perkenalkan diri anda pada tamu yang datang lebih dahulu.

6. Etika Pergaulan dalam Berpakaian

Dalam etika pergaulan penampilan seseorang dapat memberikan kesan yang baik atau
sebaliknya. Penampilan yang menarik dan memikat merupakan modal untuk dapat meraih sukses
dalam pergaulan. Penampilan yang menarik dan memikat dapat diperoleh dangan cara :

1. Memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri


2. Memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan
3. Menjauhkan diri dari rasa minder dan rendah diri
4. Bersikap wajar, tidak “over atau under confidence

Kepribadian yang baik merupakan pribadi yang :

1. Disukai banyak orang, dihargai dan dinilai sebagai orang yang menyenangkan dalam
pergaulan.
2. Dianggap sebagai orang yang patut mendapatkan kepercayaan dan penghargaan.
3. Biasanya adalah orang yang suka melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan, suka
menolong dan memberi perhatian terhadap kepentingan orang lain.
4. Yang sanggup mengasihi orang lain, walaupun orang itu telah menyakiti hatinya, dan
mau mengampuni kesalahan orang lain.
5. Tidak pernah lari dari tanggung jawab dan konsekuen dalam bertindak.
Prinsip Dasar Pergaulan yang Sehat

Pergaulan yang sehat adalah pergaulan yang tidak terjebak dalam dua kutub yang ekstrem, yaitu
terlalu sensitif (menutup diri) atau terlalu bebas. Semestinya lebih di tekankan kepada hal-hal
positif, seperti untuk mempertegas eksistensi diri atau guna menjalin persaudaraan serta
menambah wawasan.

1. Saling menyadari bahwa semua orang saling membutuhkan

Seperti kita ketahui bersama bahwa setiap manusia pasti akan membutuhkan manusia lain.
Keadaan ini harus kita sadari betul, supaya kita tidak menjadi manusia paling egois

2. Hubungan memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak

Hubungan yang baik adalah hubungan yang saling menguntungkan. Saya yakin anda tidak suka
di rugikan demikian sebaliknya orang lain juga tidak suka kita rugikan. Dari itulah salah satu
dasar pergaulan sehat yang lain adalah simbiosis mutualisme. Jangan sampai kita berpikir untuk
merugikan orang lain

3. Saling menghormati dan menghargai

Satu kata yang selalu saya ingat jika kita ingin di harga dan di hormati orang lain, maka kita
harus lebih dulu bisa menghargai dan menghormati orang lain. Mengahargai dan menghormati
orang lain ini bisa di lakukan dengan banyak hal seperti menghargai dan menghormati pendapat
orang lain, menghargai dan menghormati cara beribadah orang lain, menghargai dan
menghormati adat istiadat orang lain, menghargai dan menghormati cara berpikir orang lain dan
sebagainya.

3. Tidak berprasangka buruk

Agama menapun jelas melarang seseorang untuk berprasangka buruk kepada orang lain. Karena
prasangka buruk hanya akan mendatangkan masalah dan permusuhan antara kita dengan orang
lain.

4. Saling memahami perbedaan

Manusia di lahirkan dengan berbagai macam perbedaan, baik itu dari segi fisik, psikologis, ras,
suku, budaya dan lain-lain. Setiap manusia itu memiliki keunikan tersendiri, karena hal inilah
kita harus memahami perbedaan tersebut.

5. Saling memberikan nasihat

Orang bijak berkata teman yang baik adalah teman yang selalu mengajak ke jalan yang baik dan
mencegah ke jalan yang tidak baik. Ini juga salah satu prinsip pergaulan yang sehat. Dengan
saling memberikan nasehat, kita secara tidak langsung, menjalin hubungan yang lebih sehat
bukan hanya untuk dunia saja, tapi juga untuk akhirat kelak.