Anda di halaman 1dari 8

RMK Akuntansi Hotel

SAP 12
“Menganalisis dan Mendesain Sistem Pelaporan pada Usaha
Perhotelan”

Oleh:
Kelompok 5

LuhPutuUtamiKartikaDewi 1406305025
I Made Aditya Pramartha 1406305026
Ni Kadek Lisa Rosita KomalaDewi 1406305046

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2017
Sistem pelaporan keuangan hotel didasarkan pada pendekatan perilaku
(behavioral approach), yaitu dengan memperhatikan tujuan dan motivasi
penggunaan laporan. Dengan demikian sistem pelaporan dibedakan menjadi:
1. Laporan akuntansi keuangan
2. Laporan akuntansi manajemen
Analisa keuangan merupakan salah satu metode yang dapat menunjukkan
kekuatan dan kelemahan perusahaan dari berbagai aspek keuangan. Hasil analisa
ini diperlukan oleh berbagai pihak baik eksternal maupun internal untuk
mengevaluasi kondisi perusahaan serta untuk dapat memprediksi kemampuan
perusahaan di masa yang akan datang.
A. LAPORAN KEUANGAN HOTEL BERDASARKAN USALI
Laporan akuntansi keuangan disusun berdasarkan SAK, sehingga secara
garis besar tidak banyak terdapat perbedaan dengan laporan akuntansi keuangan
industri lain. Hal yang menjadi ciri utama yang membedakan adalah banyaknya
jenis pendapatan demikian juga halnya dengan perhitungan harga pokok yang
disesuaikan dengan jenis penjualan tersebut. Laporan akuntansi keuangan
bertujuan memberikan informasi mengenai operasional hotel. Dengan informasi
keuangan ini, manajemen akan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat.
Manajemen memerlukan informasi keuangan dengan tujuan perencanaan, analisis
dan pengendalian. Dengan informasi keuangan yang sekarang, manajemen dapat
merencanakan kegiatan periode yang akan datang, berupa anggaran periode yang
akan datang. Selain itu, manajemen juga dapat melakukan analisis dan
pengendalian yang lebih baik untuk aktivitas operasional hotel. Informasi
keuangan untuk keputusan ekonomis hotel bersumber dari:
1. Laporan Rugi-Laba (Income Statement);
2. Neraca (Balance Sheet);
3. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement);
4. Laporan Perubahan Ekuitas;
5. Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statement).
Analisa laporan keuangan dapat dilakukan dengan berbagai metode antara lain:
a. Analisis rasio
b. Analisis horisontal
c. Analisis vertikal
d. Analisis sumber dan penggunaan dana
e. Pengukuran kesehatan dan kinerja keuangan dari berbagai persepsi

Sistem akuntansi yang lazim diterapkan di industri perhotelan adalah


Uniform System of Accounts for Hotel (USAH). Sistem ini awalnya
dikembangkan di Amerika Serikat oleh perhimpunan pengusaha hotel di New
York pada tahun 1925. Dengan berkembangnya industri perhotelan bersistem
jaringan (Chain Hotel) di Indonesia, hotel-hotel dengan jaringan tertentu yang
beroperasi di Indonesia mengadopsi Uniform System of Accounts for Hotel ini,
USAH pun terus dikembangkan. Kini USAH berkembang menjadi Uniform
System of Accounts for The Lodging Industry disingkat USALI. Sistem ini
memberikan beberapa manfaat diantaranya keseragaman pemahaman untuk istilah
yang lazim diterapkan di bisnis perhotelan.
Akuntansi keuangan hotel merupakan akuntansi departemental. Artinya
setiap departemen hotel melaporkan hasil operasinya pada periode tertentu.
Departemen hotel biasanya terdapat dua kelompok, yaitu: departemen yang
menghasilkan penjualan atau pendapatan (revenue generating departments)
seperti front office yang menghasilkan penjualan kamar dan departemen makanan
dan minuman (food & beverage) yang menghasilkan penjualan makanan dan
minuman; dan departemen yang tidak menghasilkan penjualan atau hanya
menyerap biaya operasional saja untuk mendukung dan melayani operasional
departemen yang menghasilkan penjualan (nonrevemue generating departments),
misalnya personalia, pemasaran, pemeliharaan, dan tata graha.
1.1 Elemen-elemen Laporan Keuangan Departemen Hotel
Akuntansi keuangan hotel merupakan akuntansi departemental. Departemen
kamar akan melaporkan aktivitasnya setiap periode (setiap bulan misalnya),
demikian pula halnya dengan departemen makanan dan minuman, dan
departemen-departemen hotel lainnya. Laporan aktivitas setiap departemen ini
(penjualan dan biaya-biaya departemental yang diserap untuk periode tertentu)
pada laporan keuangan merupakan lampiran laporan keuangan hotel.
1.3.1 Laporan Rugi-Laba Departemen Kamar
a. Penjualan Kamar
Pada laporan rugi-laba departemen kamar dicantumkan semua sumber
penjualan jasa kamar untuk periode tertentu (sebulan, tiga bulan, atau
setahun). Sumber-sumber penjualan jasa kamar dari transient regular,
transient group, permanent, dan penjualan kamar tambahan (extraroom
revenues).
b. Allowance
Allowance merupakan penyesuaian harga kamar untuk yang melampaui
perjanjian sebelumnya. Kesalahan pembebanan harga kamar yang terjadi
pada saat tamu check-in dan diperbaiki beberapa hari kemudian, atau pada
saat check-out, disebut allowance. Jadi, allowance adalah istilah teknis
untuk memperbaiki kesalahan pembebanan harga kamar yang terjadi pada
waktu yang lampau (kemarin atau beberapa hari yang lalu).
c. Biaya-biaya Operasional Langsung
Biaya-biaya yang terjadi pada departemen kamar dibebankan langsung ke
departemen kamar seperti gaji dan upah, employee benefits, biaya tembikar
(chinaware), bahan habis pakai (guest supplies, cleaning supplies, paper
supplies), komisi, seragam, pelatihan (training), dan biaya resevasi.
d. Laba (Rugi) Departemen Kamar
Laba departemen kamar didapat dengan mengurangkan penjualan dengan
seluruh biaya yang diserap oleh departemen kamar.
1.3.2 Laporan Laba-Rugi Departemen Makanan dan Minuman
a. Penjualan Makanan dan Minuman
Pada penjualan dicantumkan sumber-sumber penjualan makanan dan
minuman, yaitu restoran, coffee shop, room service dan bar.
b. Allowance
Allowance adalah istilah teknis untuk memperbaiki kesalahan pembebanan
harga makanan dan minuman yang terjadi kemarin atau beberapa hari yang
lalu.
c. Harga Pokok Makanan dan Minuman
Harga pokok merupakan harga pokok bahan makanan yang digunakan
untuk menghasilkan penjualan. Harga pokok makanan di industri perhotelan
dihitung hanya untuk bahan makanan yang digunakan untuk memproduksi
makanan. Pendekatan yang sama diterapan untuk menentukan harga pokok
minuman. Harga pokok dibebankan menjadi harga pokok makanan dan
minuman yang dikonsumsi dan harga pokok makanan yang dijual. Harga
pokok makanan yang dikonsumsi adalah harga pokok makanan yang
digunakan untuk memproduksi makanan yang ditawarkan. Harga pokok
makanan yang dibebankan sesuai dengan jumlah harga pokok makanan
yang keluar dari gudang makanan.
d. Biaya-biaya
Biaya-biaya yang terjadi di departemen makanan dan minuman dibebankan
kepada departemen ini. Biaya-biaya dimaksud adalah gaji dan upah,
employee benefits, biaya tembikar, bahan habis pakai (guest supplies,
cleaning supplies, paper supplies), komisi, seragam, pelatihan (training),
dan biaya musik dan artis.
e. Laba (Rugi) Departemen Makanan dan Minuman
Laba departemen makanan dan minuman didapat dengan mengurangkan
penjualan dengan harga pokok dan seluruh biaya yang diserap oleh
departemen makanan dan minuman.
1.3.3 Laporan Rugi-Laba Minor Operated Departments
Departemen lain yang menghasilkan penjualan seperti telepon, laundry dan
dry cleaning (lazim dikelompokkan ke dalam minor operated departments)
juga membuat laporan rugi-laba dengan pendekatan sama dengan
departemen kamar dan departemen makanan dan minuman.
1.3.4 Undistributed Operating Expenses
Departemen yang hanya menyerap biaya dan tidak menghasilkan penjualan
(seperti departemen administrasi dan umum, pengolahan data, human
resources, transportasi, pemasaran, pemeliharaan dan biaya energi) hanya
melaporkan semua biaya yang terjadi di departemen tersebut untuk periode
tertentu. Dengan laporan ini, aktivitas tetap separtemen hotel dapat
diketahui dan dikendalikan.
B. LAPORAN AKUNTANSI MANAJEMEN
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yang berkaitan dengan
penyusunan laporan akuntansi manajemen seperti :
a. Laporan akuntansi manajemen tidak terikat pada kaidah yang ditentukan
dalam SAK.
b. Laporan akuntansi manajemen lebih menekankan pada relevansi informasi
yang dihasilkan sebagai dasar pengambilan keputusan.
c. Laporan akuntansi manajemen tidak hanya didasarkan pada data historis
tapi juga meliputi penafsiran serta prediksi di masa yang akan datang.
d. Laporan akuntansi manajemen tidak semata-mata melaporkan informasi
dalam satuan unit uang, tetapi juga meliputi satuan ukur yang lain.
Adapun yang menjadi tujuan dari pelaporan akuntansi manajemen
meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Mengukur dan menilai kinerja suatu unit , departemen atau organisasi
secara keseluruhan.
b. Memberikan informasi kepada manajemen secara cepat dan akurat dalam
rangka pengambilan keputusan.
c. Membantu manajemen dalam menentukan atau menyusun perencanaan.
2.1 Bentuk dan Kerangka Laporan Akuntansi Manajemen
Laporan akuntansi manajemen pada dasarnya menunjukkan perbandingan
antara anggaran dan realisasi. Dengan bentuk seperti ini, pemakai diharapkan
mampu memantau secara lebih dini adanya penyimpangan yang terjadi untuk
segera mengambil keputusan serta tindakan perbaikan. Dengan demikian laporan
akuntansi manajemen memerlukan data proyeksi yang obyektif sehingga
keputusan yang dihasilkan tidak bersifat bias. Perencanaan/anggaran yang dibuat
merupakan salah satu tolak ukur dalam melakukan penilaian dan pengendalian.
Proses pengendalian umumnya terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut:
a. Penentuan pedoman pelaksanaan pekerjaan serta tolok ukur keberhasilan
suatu pusat pertanggungjawaban.
b. Pendelegasian wewenang.
c. Supervise pelaksanaan.
d. Pengukuran kinerja.
e. Perbandingan antara anggaran dan realisasi. Selisih antara anggaran dan
realisasi diidentifikasi dan diuraikan lebih jauh dengan berbagai metode
yang dapat memberikan jalan keluar.
Tahap pengendalian diatas relative sama dengan pegendalian disetiap industry.
Hal yang spesifik adalah terletak pada unit organisasi serta sifat
pertanggungjawaban serta tolok ukur keberhasilan yang sesuai dengan struktur
organisasi yang ada dihotel. Laporan yang disusun berdasarkan responsibility
centre yang ada dihotel diharapkan dapat dipakai untuk mengevaluasi pencapaian
target bagi setiap responsibility centre serta mendorong terjadinya peningkatan
prestasi.
2.2 Laporan Manajemen
Pihak manajemen memerlukan laporan hasil aktivitas dalam suatu periode, di
mana laporan ini digunakan sebagai dasar untuk membuat perencanaan strategis
dan sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan. Adapun laporan yang
dihasilkan meliputi:
a. Laporan departemental, yang menjelaskan tentang hasil aktivasi dalam
suatu periode untuk masing-masing departemen operasi dan departemen
pendukung (overhead). Laporan ini digunakan sebagai informasi
pendukung laporan keuangan.
b. Statistik, yaitu laporan yang memberikan informasi tentang jumlah kamar
yang tersedia dijual (room avaliable), jumlah tingkat hunian (room
accupied), persentase tingkat hunian (% of occupancy), harga jual kamar
rata-rata (average room rate), jumlah tamu yang menginap (number of
guest), dan informasi lainnya. Informasi tentang statistik hotel bisa dilihat
pada Daily of sales.
DAFTAR PUSTAKA

Widanaputra,A.A. GP.2009. Akuntansi Perhotelan. Denpasar : Graha Ilmu