Anda di halaman 1dari 8

RINGKASAN MATERI KULIAH

AKUNTANSI PERHOTELAN
SAP 14
“Penyusunan Budget Operasional pada Usaha Perhotelan”

OLEH:
KELOMPOK 6
EKA 443 BP2
I PUTU BAYU SUYADNYA PRATAMA 1406305035/6
NI LUH PUTU DIAN SUKMAYANTI 1406305069/14
I MADE ADHI WIRAYANA 1406305094/19

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2017
A. Budget Pendapatan
Budget atau anggaran di dalam perhotelan adalah suatu perencanaan
terperinci mengenai seluruh aktivitas perhotelan yang dinilai dengan satuan
uang, yang terdiri dari anggaran operasional berupa anggaran pendapatan
operasi dan anggaran biaya operasi, anggaran kas, anggaran laba rugi dan
anggaran neraca. Fungsi dari Anggaran Perhotelan adalah sebagai berikut:
a. Rencana terpusat pada rencana yang akan datang
b. Dijadikan patokan dalam mengavaluasi kinerja hotel secara keseluruhan.
c. Dapat dijadikan landasan dalam memotivasi manajer dalam hotel yang
terlibat dalam penyusunan anggaran.
d. Sebagai alat untuk mengkomunikasikan rencana dan sasaran yang hendak
dicapai pihak hotel pada seluruh karyawan.
Siklus dari Anggaran pada Usaha Perhotelan adalah sebagai berikut:

Komisi Dpt. Kamar Dept. makanan


Anggaran & minuman

Budget Budget Budget Budget


Pendapatan Biaya Pendapatan Biaya
Operasi Operasi Operasi Operasi

Dept.
Keuangan

Budget Budget
Keuangan Operasional

Budget Kas Budget L/R Budget


Neraca

1
Anggaran pendapatan nasional adalah setiap kenaikan aktiva (kas/piutang)
yang timbul akibat penjualan barang atau jasa dalam kegiatan hotel. Angaran
operasional perhotelan menggunakan pendapatan departemental, setiap
departemen hotel menyediakan anggaran operasionalnya sendiri, setelah itu
anggaran per departemen dikomplikasi sehingga didapat anggaran operasional
hotel secara keseluruhan. Anggaran operasional dilaksanakan oleh pihak hotel
dengan urutan sebagai berikut:
1. Menentukan sasaran yang hendak dicapai utnuk tahun yang akan datang.
2. Rencana tindakan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan tersebut.
3. Memonitor pelaksanaan anggaran.
4. Menentukan tindakan perbaikan bila terjadi penyimpangan yang berarti.
Anggaran opersional hotel terdiri dari dua anggaran yaitu anggaran
pendapatan operasional dan pendapatan non operasional.
1. Anggaran Pendapatan Operasional
Anggaran pendapatan operasional perhotelan berasal dari penjualan
beberapa departemen diantarannya sebagai berikut:
a. Departemen Kamar
b. Departemen Makanan dan Minuman
c. Pendapatan Souvenir
d. Pendapatan Sewa
e. Pendapatan Lain – Lain
2. Pendapatan Non Operasional
Anggaran pendapatan non operasional perhotelan berasal dari
pendapatan diantarannya sebagai berikut:
a. Laba Penjualan Aktiva Tetap
b. Pendapatan Bunga
c. Penjualan Barang – Barang Bekas
d. Management Insentive Fee
e. Pendapatan Lain-Lain

2
B. Budget Biaya
Anggaran biaya hotel terdiri dari beberapa anggaran diantaranya sebagai
berikut:
1. Anggaran Biaya Departemen Kamar
a) Biaya Bahan Habis Pakai
Besarnya biaya ini tergantung dari besarnya penjualan. Note book,
alat tulis, tisu. Contoh: biaya habis pakai dianggarkan 5% dari
anggaran pendapatan hotel. Biaya habis pakai 5% x Rp
806.392.000,00 = Rp 40.319.600,00
b) Biaya Gaji Dan Upah
Anggaran gaji dan upah disusun berdasar data pada daftar gaji dari
kartu jam hadir. Contoh: biaya gaji dan upah karyawan bagian
departemen kamar sebesar Rp 500.000,00 dengan jumlah sebanyak 15
karyawan. Beban gaji Rp 500.000,00 x 15 = Rp 7.500.000,00
c) Biaya Pakaian Seragam
Biaya pengadaan pakaian dianggarkan sebesar Rp 300.000 untuk
setiap karyawan. Jadi anggaran biaya pakaian untuk 15 karyawan
adalah 15@Rp 300.000 = Rp 4.500.000,00.
d) Biaya Tembikar
Biaya tembikar merupakan biaya pengganti bila ada barang-barang
yang rusak pada kamar hotel. Biaya ini dianggarkan 0,5% dari
pendapatan hotel Rp 806.392.000,00 = Rp 4.031.960,00.
e) Biaya Komisi
Biaya komisi adalah biaya yang diberikan pada agen yang telah
membawa tamu ke hotel. Biaya ini dianggarkan 1% dari pendapatan
hotel Rp 806.392.000,00 = Rp 8.063.920,00
f) Biaya Pemesanan Kamar
Biaya pemesanan kamar biasanya akan dibebankan jika hotel
mempunyai distributor pemesan kamar. Biaya ini dibebankan sebesar
1% dari pendapatan Rp 806.392.000,00 = Rp 8.063.920,00

3
2. Biaya Departemen Makanan dan Minuman
a) Biaya Bahan Habis Pakai
Biaya ini dianggarkan untuk clean supplies seperti sabun cuci,
penggosok, lalu guest korek, permen, tissue, dan juga alat tulis. Biaya
ini dianggarkan sebesar 2,5% dari anggaran pendapatan
Rp806.392.000,00 = Rp20.159.800,00.
b) Biaya Gaji dan Upah
c) Biaya Pakaian Seragam
d) Biaya Tembikar
Biaya ini digunakan departemen makanan dan minuman untuk
mengganti semua kerusakan seperti cup, mangkuk, dll. Dianggarkan
sebesar 0,5% x Rp806.392.000,00 = Rp4.031.960,00
e) Biaya Musik dan Hiburan
Yaitu biaya untuk pertunjukan musik yang ada pada restoran, biaya
ini dianggarkan 10% dari pendapatan departemen makanan dan
minuman Rp43.379.280,00
3. Biaya Tidak Langsung
a) Biaya Administrasi Dan Umum
Yaitu, bagian kantor, kesekertariatan, akuntansi, maupun audit.
Biaya ini dianggarkan sebesar 5% dari pendapatan departemen kamar
Rp 2.691.000.000,00 = Rp 134.550.000,00.
b) Biaya Pemasaran
Biaya ini merupakan biaya untuk mempertahankan komunikasi
hotel dengan pihak hotel lain, maupun pelanggan, untuk menjaga citra
dari perusahaan. Biaya ini antara lain promosi, riset pasar, advertensi
dalam media cetak maupun elektronik. Usaha hotel yang baru
beroprasi memiliki anggaran yang lebih besar daripada hotel yang
telah lama beroprasi. Disini dianggarkan 5% dari anggaran pendapatan
kamar Rp 2.691.000.000,00 = Rp 134.550.000,00.
c) Biaya Pemeliharaan dan Energi
Merupakan biaya yang digunakan untuk pemeliharaan berbagai
sarana fisik. Hotel yang masih tergolong baru memiliki anggaran

4
pemeliharaan yang kecil, dan demikian sebaliknya, hotel yang sudah
cukup lama beroperasi memiliki anggaran yang cukup besar. Anggaran
biaya pemeliharaan 3% x Rp 806.392.000,00 = Rp24.191.760,00.
d) Biaya SDM
Biaya SDM yaitu biaya mulai dari perekrutan karyawan sampai
mengembangkannya. Anggarannya 0,9% x Rp806.392.000,00 =
Rp7.257.528,00
4. Biaya Tetap
a. Biaya Asuransi
Telah dianggarkan sebesar Rp2.000.000,00 untuk jangka waktu
satu tahun.
b. Biaya Bunga
Bunga bank ditetapkan sebesar 24% pertahun. Pinjaman
Rp52.000.000,00 x 18% = Rp 9.360.000,00
c. Biaya Depresiasi
Ditetapkan sebesar 1% dari masing-masing aktiva tetap
Depresiasi Gedung 1% x Rp 120.450.000,00 = Rp 1.204.500,00.
Depresiasi Kendaraan 1% x Rp 120.000.000,00 = Rp 1.200.000,00
Depresiasai Peralatan 1% xRp 20.000.000,00 = Rp 200.000,00
Total Depresiasi Rp2.604.500,00
d. Pajak
5. Harga Pokok Penjualan
Harga pokok makanan yaitu 20% dari anggaran pendapatan makanan
dan 30% untuk minuman, dan untuk souvenir 40% dari penjualannya.
HPP makanan 20% x Rp 341.992.800,00 = Rp 68.398.560,00
HPP minuman 30% x Rp 91.800.000,00 = Rp 27.540.000,00
HPP souvenir 40% x Rp 1.700.000,00 = Rp 680.000,00
Jumlah HPP Rp 96.618.500,00

5
C. Budget Secara Komprehensif dari Pendapatan dan Biaya Operasional
Anggaran laba rugi mengggambarkan usaha suatu perusahaan dalam
periode tertentu, dalam anggaran laba rugi diikhtisarkan pendapatan dan biaya
yang ada dalam perusahaan dalam periode yang bersangkutan. (Amin wijaya :
2006).
Perencanaan laba rugi adalah pengembangan dari suatu rencana
operasional untuk mencapai sasaran dan tujuan. Anggaran laba-rugi
merupakan anggaran yang sistematis mengenai pokok penjualan, harga pokok,
biaya serta laba rugi untuk periode waktu tertentu (wijaya 2007:2009).
Kesimpulannya adalah anggaran laba rugi perhotelan merupakan anggaran
yang didasarkan pada perhitungan anggaran – anggaran yang terkait olehnya
yang meliputi anggaran pendapatan dan anggaran biaya pada periode tertentu
dengan konsentrasi anggaran pada perhotelan.
Manfaat anggaran laba – rugi dalam perhotelan adalah sebagai berikut:
1. Dapat digunakan sebagai pedoman melakukan operasi usaha selama
periode tertentu.
2. Dapat mengetahui tingkat penjualan yang akan dicapai.
3. Mampu meramalkan departeman yang paling efektif berdasarkan data
tahun sebelumnya.
4. Mampu memperkirakan laba/rugi yang akan terjadi dengan asumsi
berbagai macam anggaran terkait yang sudah disusun sebelumnya.

6
Daftar Referensi

https://id.scribd.com/doc/166456686/MAKALAH-ANGGARAN-PERHOTELAN
Diakses 8 Mei 2017