Anda di halaman 1dari 14

SURAT PERMOHONAN JUDGMENT INSTRUMENT

Hal : Permohonan Judgment Instrument Penelitian


Lampiran : 2 (dua) berkas

Kepada Yth. Bpk/Ibu


..............................................
Di Tempat

Dengan hormat,
Sehubungan dalam rangka menyelesaikan skripsi di Departemen
Pendidikan Teknik Elektro Universitas Pendidikan Indonesia, yang berjudul
“Eksplorasi Kesiapan Siswa Memasuki Dunia Kerja pada Program
Keterampilan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Garut”.
Penelitian ini dilakukan oleh:
Nama : Muh. Marhum Sidik Bahroji
NIM : 1206446
Program studi : Pendidikan Teknik Elektro - S1
Konsentrasi : Listrik Tenaga
Peneliti memerlukan Ahli Materi untuk memberikan judgment (penilaian)
terhadap instrumen yang telah peneliti rancang. Karena itu, peneliti mengajukan
permohonan kepada Bapak/Ibu untuk bisa memberikan judgment (penilaian) dan
saran demi mendapatkan instrumen yang layak untuk diterapkan. Atas bantuan
dan kesediaan Bapak.Ibu, kami mengucapkan terimakasih.

Bandung, November 2017

Hormat saya,

Muh. Marhum Sidik


Bahroji
NIM. 1206446
LEMBAR EXPERT JUDGMENT
SURAT KETERANGAN VALIDASI INSTRUMEN PENELITIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
NIP :
Setelah membaca, menelaah dan mencermati instrument penelitian berupa lembar
angket yang akan digunakan untuk penelitian berjudul “Eksplorasi Kesiapan
Siswa Memasuki Dunia Kerja pada Program Keterampilan Madrasah Aliyah
Negeri (MAN) 1 Garut” yang dibuat oleh:
Nama : Muh. Marhum Sidik Bahroji
NIM : 1206446
Prodi : Pendidikan Teknik Elektro – S1
Fakultas : FPTK, Universitas Pendidikan Indonesia
Dengan ini menyatakan instrumen penelitian tersebut (√)
Layak digunakan untuk mengambil data tanpa revisi.
Layak digunakan untuk mengambil data dengan revisi sesuai saran.
Tidak layak.
Catatan (bila perlu)

Demikian keterangan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Bandung, November 2017


Validator,

.........................................................
NIP.
LEMBAR EXPERT JUDGMENT
Materi : Aspek-aspek yang mempengaruhi tingkat kesiapan kerja
Sasaran Program : Siswa Program Keterampilan MAN 1 Garut
Judul Penelitian : “Eksplorasi Kesiapan Siswa Memasuki Dunia Kerja pada
Program Keterampilan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1
Garut”
Penyusun : Muh. Marhum Sidik Bahroji
Validator :
Tanggal :
Petunjuk:
1. Lembar expert judgment ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat
Bapak/Ibu sebagai kosntultan ahli pada instrumen penelitian megenai
faktor-faktor kesiapan kerja siswa.
2. Dimohon Bapak/Ibu berkenan untuk memberikan pendapatnya pada setiap
indikator yang tersedia dengan memberikan tanda  (checklist) pada
kolong layak atau kurang layak dibawah.
3. Komentar atau saran Bapak/Ibu mohon ditulis pada kolom yang telah
disediakan. Atas kesediaan Bapak/Ibu untuk mengisi lembar expert
judgment ini. Saya ucapkan terima kasih.

1. Definisi Operasional
Menurut Robert Brady (2010, hlm. 4), kesiapan kerja berfokus pada sifat-
sifat pribadi, seperti sifat pekerja dan mekanisme pertahanan yang dibutuhkan,
bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga lebih dari itu yaitu untuk
mempertahankan suatu pekerjaan. Pada kesiapan kerja tersebut mencakup segala
sesuatu yang dimiliki oleh seseorang baik kemampuan maupun perilaku yang
diperlukan pada setiap pekerjaan. Pada pengertian ini kesiapan kerja lebih
merujuk pada faktor-faktor pribadi seseorang bukan pada faktor luar atau
lingkungannya. Berdasarkan pendapat ini pula, dapat diketahui bahwa orang yang
memiliki kesiapan kerja tidak hanya orang yang sudah bekerja saja tetapi
seseorang yang belum bekerja juga dapat dikatakan memiliki kesiapan kerja jika
faktor-faktor pribadi itu terdapat pada orang tersebut. Jadi, orang-orang yang telah
memiliki seperangkat kemampuan dan perilaku diri yang diperlukan pada setiap
pekerjaan tersebut bisa dikatakan mampu untuk bekerja karena telah memenuhi
kriteria-kriteria kesiapan kerja.

2. Aspek-Aspek Kesiapan Kerja


Menurut Robert P. Brady (2010, hlm. 2), kesiapan kerja mengandung
mengandung enam komponen, yaitu responsibility, flexibility, skills,
communication, self view, dan health & safety.
a. Tanggung jawab
Menurut Gardner (Brady, 2010, hlm. 5), tanggung jawab melibatkan
integritas pribadi, kejujuran, dan kepercayaan. Dalam karya rintisannya, Kohlberg
(Brady, 2010, hlm. 5) menteorikan tahapan penilaian yang dimulai dengan
perilaku-perilaku eksternal yang dimonitor hingga tahapan yang lebih formal,
ketika seseorang menerima tanggung jawab untuk tindakan mereka tanpa
menghiraukan pengawasan dari orang lain, yaitu tanggung jawab yang
diberlakukan terhadap diri sendiri demi kode etik dan demi melakukan hal yang
benar. Dalam studi Good Work mereka, Gardner dan rekan-rekannya (2001)
menemukan bahwa lebih dari dua pertiga pekerja di industri mengerti bahwa
tanggung jawab terhadap tempat kerja merupakan hal yang penting.
Tanggung jawab tercakup di dalamnya dapat diandalkan, menurut Ros Jay
(2005, hlm. 43), dapat diandalkan yaitu dalam hal menjaga ketepatan waktu dalam
bekerja dan apabila pekerja diberi tugas maka dilakukan tanpa harus diingatkan.
Lebih dari itu, pekerja yang bertanggung jawab akan menyelesaikan tugas tepat
pada waktunya dan berupaya untuk sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh
perusahaan. Tanggung jawab berhubungan erat dengan kedisiplinan. Berdasarkan
berbagai uraian diatas tanggungjawab meliputi: (1) Menjaga ketepatan waktu
dalam bekerja; (2) Memenuhi standar kualitas kerja; (3) Berfokus terhadap
pekerjaan; (4) Bekerja dengan baik walaupun tidak diawasi; (5) Pemeliharaan
peralatan-peralatan kerja; (6) Menjaga rahasia.

b. Fleksibilitas
Menurut Moorhouse & Caltabiano (dalam Brady, 2010, hlm. 5),
fleksibilitas adalah faktor daya tahan yang memungkinkan individu/pekerja untuk
beradaptasi dengan perubahan dan menerima kenyataan di tempat kerjanya yang
baru. Pekerja yang fleksibel mampu beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan di
tempat kerja. Pekerja percaya bahwa situasi kerja berubah-ubah dan bahwa
perubahan dalam lingkungan kerja adalah hasil yang dapat diprediksi dari
pertumbuhan atau pengurangan tenaga kerja, tidak tetapnya permintaan untuk
suatu produk atau jasa, dan kekuatan pasar. Pekerja sadar bahwa mereka mungkin
perlu lebih aktif dan siap beradaptasi dengan perubahan jadwal kerja, tugas,
jabatan, lokasi kerja, dan jam kerja (dalam Brady, 2010, hlm. 2).
Artinya, kehidupan kerja yang dinamis menuntut pekerja untuk lebih aktif
dan siap beradaptasi dengan perubahan jadwal kerja, tugas, jabatan, lokasi kerja,
dan jam kerja. Untuk itu, pekerja yang fleksibel mampu menyesuaikan diri
dengan tuntutan kerja dan perubahan-perubahannya. Fleksibilitas meliputi: (1)
Kemampuan untuk lebih aktif dengan tuntutan kerja; (2) Kemampuan untuk
mengerjakan tugas-tugas yang berbeda; (3) Kemampuan untuk menerima
berbagai perubahan lingkungan kerja; (4) Kemampuan untuk mengikuti aturan
yang berlaku; (5) Kemampuan untuk bekerja lembur.
c. Keterampilan
Menurut Parker (dalam Brady, 2010, hlm. 5), keterampilan ini dak hanya
mencakup keterampilan mikro yang khusus untuk sebuah pekerjaan atau profesi,
tetapi juga keterampilan makro seperti belajar bagaimana cara belajar. Teori
penentuan diri (self determination theory) mengidentifikasi kompetensi sebagai
salah satu dari tiga kebutuhan dasar dan usaha untuk belajar serta penguasaan
keterampilan baru yang diperlukan untuk kesejahteraan individu. Menurut Luyckx
(dalam Brady, 2010, hlm. 5), kepuasan terhadap kompetensi mendorong
optimalnya fungsi dan kecenderungan terhadap pertumbuhan dan penguasaan
yang berkelanjutan. seseorang yang siap bekerja tahu akan kemampuan dan
keahlian yang mereka bawa kedalam situasi kerja baru. Sedangkan mengenai
keterampilan yang lebih khusus, Muri Yusuf (2010, hlm. 68) mengungkapkan
bahwa keterampilan lebih merujuk pada kemampuan yang lebih spesifik dengan
cepat, akurat, efisien, dan adaptif dengan melibatkan gerakan tubuh dan atau
dengan memakai alat. Hal ini lebih merujuk pada kemampuan menggunakan alat-
alat sesuai dengan prosedur penggunaan, kemampuan merawat alat-alat, dan
kemampuan memperbaiki alat kerja dengan kerusakan ringan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan tidak
hanya mencakup keterampilan yang khusus dalam pekerjaan tetapi juga
keterampilan yang lebih umum. Keterampilan tersebut mencakup: (1) Penguasaan
kemampuan di bidang yang telah dimiliki; (2) Kemampuan memahami diri
berkaitan dengan pekerjaan; (3) Kemampuan menggunakan alat-alat sesuai
dengan prosedur penggunaan; (4) Kemampuan merawat alat kerja; (5) Usaha
untuk belajar keterampilan baru.
d. Komunikasi
Menurut Porath & Bateman (dalam Brady, 2010, hlm. 6), kompetensi
sosial telah terbukti dapat memprediksi kinerja secara positif. Menurut Jalaludin
Rakhmat (2007, hlm. 129-138), terdapat tiga faktor yang mempengaruhi
komunikasi interpersonal yaitu percaya, sikap suportif, dan sikap terbuka. Secara
ilmiah, percaya didefinisikan oleh Giffin (dalam Jalaludin, 2007, hlm. 131)
sebagai keadaan mengandalkan perilaku orang untuk mencapai tujuan yang
dikehendaki, yang pencapaiannya tidak pasti dan dalam situasi yang penuh
dengan resiko. Sikap suportif adalah sikap yang mengurangi sikap defensif dalam
komunikasi. Orang bersifat defensif apabila tidak menerima orang lain, tidak jujur
terhadap diri dan orang lain, dan tidak empatis. Adapun sikap terbuka (open
mindedness) sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi
interpersonal yang efektif. Sikap terbuka mendorong timbulnya pengertian, saling
menghargai, dan saling mengembangkan kualitas hubungan interpersonal.
Seseorang yang siap bekerja memiliki kemampuan komunikasi yang
memungkinkan pekerja untuk berhubungan secara interpersonal di tempat kerja.
Komunikasi menurut (dalam Brady, 2010, hlm. 2) meliputi: (1) Kemampuan
untuk mengikuti arahan dalam pekerjaan; (2) Kemampuan untuk meminta
bantuan menyangkut dengan pekerjaan; (3) Kemampuan untuk bekerja sama
dengan baik; (4) Memiliki rasa percaya dengan orang lain; (5) Memiliki sikap
suportif; (6) Memiliki sikap terbuka dan mau menerima umpan balik atau kritik.
e. Pandangan terhadap Diri
Menurut Swamn, Chang-Schneider, & McClarty (dalam Brady, 2010, hlm.
6), pandangan terhadap diri mencerminkan peran penting yang dimainkan teori
diri dalam pemahaman terhadap individu dan bagaimana setiap orang memandang
dirinya dalam hidup dan situasi kerja (konsep diri). Sosiolog Victor Gecas (dalam
Brady, 2010, hlm. 6), mendefinisikan konsep diri (self concept) sebagai persepsi
diri seseorang sebagai makhluk fisik, sosial, dan spiritual. Konsep diri mencakup
penghargaan diri (self esteem), kemanjuran diri (self efficacy), dan pemantauan
diri (self monitoring). Adapun self efficacy adalah keyakinan seseorang mengenai
peluangnya untuk berhasil mencapai tugas tertentu. Dengan kata lain, self efficacy
adalah kepercayaan terhadap kemampuan seseorang untuk menjalankan tugas.
Dalam hal ini dapat disimpulkan pandangan terhadap diri tersebut mencakup: (1)
Kemampuan untuk memahami diri sendiri; (2) Kemampuan untuk menghargai
diri sendiri; (3) Kemampuan untuk mengendalikan atau mengontrol diri sendiri;
(4) Kemampuan untuk mengevaluasi diri; (5) Kepercayaan terhadap kemampuan
diri untuk menjalankan tugas.
f. Kesehatan dan Keselamatan
Menurut Agus Dharma (1997, hlm. 667), bahwa masalah kecanduan
alkohol, ketergantungan pada obat-obatan, stres, dan gangguan emosional
merupakan empat masalah kesehatan yang penting dan makin berkembang di
kalangan pegawai. Kecanduan alkohol merupakan masalah yang sangat serius dan
dapat menurunkan efektivitas perusahaan secara drastis. Stres dan kelesuan
merupakan masalah kesehatan yang potensial lainnya di tempat kerja. Upaya
mengurangi stres dalam pekerjaan antara lain meliputi hal-hal seperti
meninggalkan pekerjaan sebentar, mendelegasikan pekerjaan, dan menyusun
suatu daftar kekhawatiran.
Menurut Bandura (dalam Brady, 2010, hlm. 6), kepercayaan individu
terhadap kemampuan diri untuk berperilaku dan bertindak pada tingkat tertentu
adalah prinsip dasar teori efektifitas diri (self efficacy). Seseorang yang siap
bekerja menjaga kebersihan dan kerapihan pribadi. Pekerja tetap siaga untuk sehat
secara fisik dan mental. Komponen kesehatan dan keselamatan kerja meliputi: (1)
Kepatuhan untuk mengikuti kebijakan dan meninggalkan larangan-larangan di
tempat kerja; (2) Mempraktikkan perilaku kesehatan dan keselamatan; (3)
Menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang ada; (4) Menjaga kebersihan dan
kerapihan pribadi; (5) Kemampuan mengendalikan stres dan kelelahan kerja.
A. Kisi-kisi Instrumen
No. Item Soal
Variabel Sub Variabel Indikator Jumlah
Positif Negatif
Kesiapan Tanggung jawab Tepat waktu 6 1
Kerja
Penuhi standar kualitas kerja 1 13 2

Kerja fokus 2 1

Bekerja tanpa pengawasan 3 1

Pemeliharaan peralatan kerja 4 1

Menjaga rahasia 5 25 2
Fleksibilitas Aktif dalam bekerja 16 1

Mampu mengerjakan tugas berbeda 12 1

Menerima perubahan situasi kerja 22 15 2

Patuh aturan 8 1

Bekerja lembur 18 23 2
Keterampilan Penguasaan ilmu 9 19 2

Paham diri berkaitan dengan pekerjaan 30 36 2

Menggunakan alat sesuai prosedur 20 21 2

Merawat alat kerja 7 24 2

Usaha belajar keterampilan baru 29 40 2


Komunikasi Ikuti arahan 32 28 2

Meminta bantuan 46 1

Sikap suportif 34 41 2

Terbuka 35 17 2
Pandangan terhadap diri Memahami diri 43 38 2

Menghargai diri 33 10 2

Mengendalikan diri 39 37 2

Evaluasi diri 27 1

Percaya diri 42 11 2
Kesehatan & Keselamatan Ikuti kebijakan 26 1
Praktikan perilaku kesehatan & keselamatan kerja 14 1
Jalankan tugas sesuai prosedur 44 31 2

Menjaga kesehatan diri 45 1


B. Asek Penilaian
Kurang
Judul Penelitian Variabel Sub Variabel Indikator Pertanyaan Layak Masukan
Layak
Eksplorasi Kesiapan Tanggung jawab Tepat waktu Saya mengerjakan tugas bila waktunya sudah
Kesiapan Siswa Kerja mendesak
Memasuki Dunia Penuhi standar Saya dapat mengerjakan tugas sesuai dengan
Kerja pada Program kualitas kerja ketentuan guru
Keterampilan Hasil tugas yang saya kerjakan tidak mencapai
Madrasah Aliyah rata-rata kelas
Negeri (MAN) 1 Kerja fokus Saya berkonsentrasi penuh ketika mengerjakan
Garut tugas
Bekerja tanpa Saya lebih semangat mengerjakan tugas ketika
pengawasan diawasi oleh guru
Pemeliharaan Saya menggunakan peralatan kerja praktik sesuai
peralatan kerja dengan prosedur
Menjaga rahasia Saya tidak menceritakan suatu hal yang menjadi
rahasia teman saya

Saya menceritakan curahan hati teman saya


kepada teman dekat
Fleksibilitas Aktif dalam bekerja Saya mengetahui tugas-tugas jika diberitahu
teman

Mampu Saya merasa kesulitan ketika mengerjakan tugas-


mengerjakan tugas tugas yang baru
berbeda
Saya dapat menyesuaikan dengan lingkungan baru
Kurang
Judul Penelitian Variabel Sub Variabel Indikator Pertanyaan Layak Masukan
Layak
Menerima Saya merasa kurang baik dalam bekerja di
perubahan situasi lingkungan yang baru
kerja
Patuh aturan Saya hanya menjalankan aturan yang saya sukai
Bekerja lembur Saya mampu untuk mengerjakan tugas walaupun
harus mengurangi banyak waktu istirahat
Saya memilih tidur walaupun pekerjaan saya
belum selesai
Keterampilan Penguasaan ilmu Saya dapat menerapkan ilmu saya dilingkungan
masyarakat
Saya kesulitan mempraktikkan ilmu yang telah
saya miliki
Paham diri Saya mengetahui pekerjaan yang sesuai dengan
berkaitan dengan kemampuan saya
pekerjaan Saya kesulitan mengetahui bakat yang saya miliki
Menggunakan alat Saya mampu menggunakan alat-alat kerja praktik
sesuai prosedur sesuai dengan prosedur penggunaan
Saya tidak mengetahui petunjuk penggunaan alat
kerja praktik yang saya gunakan
Merawat alat kerja Saya menjaga dan merawat alat kerja praktik

Saya merusakkan alat kerja praktik


Usaha belajar Saya mengikuti pelatihan-pelatihan untuk
keterampilan baru menambah keterampilan baru
Saya memilih pulang daripada mengikuti
pelatihan tambahan
Kurang
Judul Penelitian Variabel Sub Variabel Indikator Pertanyaan Layak Masukan
Layak
Komunikasi Ikuti arahan Saya mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh
ketua kelas
Saya lebih memilih cara kerja saya sendiri
daripada arahan dari guru
Meminta bantuan Saya memilih diam daripada bertanya kepada
teman mengenai kesulitan yang saya alami ketika
mengerjakan tugas
Sikap suportif Saya memberikan bantuan kepada teman yang
mengalami kesulitan
Saya membiarkan teman mengalami kesulitan,
karena itu bukan urusan saya
Terbuka Saya mengucapkan terima kasih kepada orang
yang telah mengkritik saya
Saya marah ketika dikritik
Pandangan Memahami diri Saya mengetahui kelebihan saya yang paling
terhadap diri menonjol
Sampai sekarang saya belum mengetahui bakat
yang saya miliki
Menghargai diri Saya merasa bangga dengan hasil kerja saya
Saya merasa tidak mampu mengerjakan tugas
praktik
Mengendalikan diri Saya memilih diam ketika teman menghina hasil
pekerjaan saya
Saya marah ketika saya gagal menyelesaikan
tugas
Kurang
Judul Penelitian Variabel Sub Variabel Indikator Pertanyaan Layak Masukan
Layak
Evaluasi diri Saya melakukan kesalahan pada sesuatu hal yang
sama
Percaya diri Saya percaya akan mendapatkan sesuai bidang
saya
Saya merasa lamaran kerja saya akan ditolak
Kesehatan & Ikuti kebijakan Saya enggan memahami peraturan penggunaan
Keselamatan alat pengaman ketika praktik
Praktikan perilaku Saya tidak menggunakan alat pengaman yang
kesehatan & disyaratkan ketika kerja praktik
keselamatan kerja
Jalankan tugas Saya menjalankan tugas sesuai dengan langkah-
sesuai prosedur langkah kerja yang ditentukan
Saya tidak mengenakan pakaian praktik walaupun
diwajibkan memakai pakaian praktik
Menjaga kesehatan Saya berolahraga secara teratur untuk menunjang
diri kegiatan saya

C. Kesimpulan
Lembar angket penelitian ini dinyatakan:
Layak digunakan untuk mengambil data tanpa revisi.
Layak digunakan untuk mengambil data dengan revisi sesuai saran.
Tidak layak.

Garut, November 2017


Validator,

............................................
NIP.