Anda di halaman 1dari 29

PROFIL PONKESDES

DESA PURU KECAMATAN SURUH

OLEH : RIMBA TRIHAYATI

DINAS KESEHATAN KABUPATEN TRENGGALEK


PUSKESMAS SURUH
TAHUN 2015
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmad-Nya

sehingga kami dapat menyelesaikan Profil Ponkesdes Puru Akhir Masa Penugasan Tahun

2015 dengan lancar.

Maksud dan tujuan penulisan Profil Ponkesdes Puru Akhir Masa Penugasan

Tahun 2015, adalah untuk mengetahui hasil seluruh kegiatan program Perawat Ponkesdes

selama 1 tahun yaitu 01 januari 2015 sampaidengan 31 desember 2015, sehingga dapat

bergun sebaga perawat ponkesdes evaluasi untuk bekerja lebih baik di masa mendatang.

Dengan menganalisis hasil pencapaian program, mengetahui hal- hal yang menghambat,

diharapkan dapat mengambil langkah- langkah antisipasi agar tidak terulang kesalahan

yang sama di tahun mendatang.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,

sehingga Profil Ponkesdes Puru Akhir Masa Penugasan Tahun 2015 dapat terselesaikan.

Kami mengharapkan kritik dan saran agar pencapaian program Desa Puru

Kecamatan Suruh di tahun yang akan dating dapat meningkat, baik dari segi kualitas

maupun kuantitas pelayanan.

Semoga Profil Ponkesdes Puru ini bermanfaat bagi Desa Puru Puskesmas Suruh,

dan semua pihak yang membaca profil ponkesdes Puru Akhir Masa Penugasan Tahun

2015 ini.

Puru, Desember 2015


Perawat Ponkesdes Puru

RimbaTrihayati
BAB 1
PENDAHULUAN

1. LatarBelakang
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari

pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah

meningkatnya kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang

agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mencapai tujuan

pembangunan kesehatan tersebut telah diselenggarakan berbagai upaya kesehatan

secara menyeluruh, berjenjang, dan terpadu dengan menempatkan Puskesmas

sebagai penanggungjawab penyelenggara upaya kesehatan tingkat pertama.

Pada saat ini hampir diseluruh pelosok tanah air telah didirikan Puskesmas.

Dimana untuk lebih mudah diakses (accesible), lebih terjangkau (affordable), serta

lebih berkualitas (quality), Puskesmas telah diperkuat dengan adanya Puskesmas

Pembantu, Puskesmas Keliling, dan perlu adanya Upaya Kesehatan Bersumberdaya

Masyarakat (UKBM) yaitu Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes). Ponkesdes atau

yang di sebut juga polindes adalah UKBM yang dibentuk di desa dalam rangka

mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa di

wilayah kerjanya.

Mengingat pentingnya peran Ponkesdes,maka Ponkesdes di tuntut untuk

bekerja secara optimal sesuai dengan tugas-tugas yang sudah ditentukan. Dalam

melaksanakan perannya Ponkesdes harus bekerja dengan optimal dan penuh

tanggung jawab. Salah satu bentuk pertanggungjawaban dari Ponkesdes terhadap

penyelenggaraan pelayanan kesehatan adalah berupa penyajian data.

Salah satu alat transformasi data yang merupakan bagian dari proses

pemantauan dan evaluasi yang dimiliki oleh Ponkesdes Puru, dan juga merupakan

pemantauan dan evaluasi bagi kinerja perawat ponkesdes desa Puru adalah laporan

kinerja akhir penugasan yang berisi data hasil kegiatan ponkesdes selama 1 tahun,

adapun kegiatan Ponkesdes utamanya meliputi pelayanan kesehatan dasar yaitu


layanan kesehatan untuk ibu hamil, ibu menyusui, kesehatan anak dan pengamatan

kewaspadaan diri (surveilans gizi, surveilans penyakit, survei perilaku beresiko,

survei lingkungan dan masalah kesehatan lainnya), penanganan kegawatdaruratan

kesehatan, serta kesiapsiagaan terhadap bencana.

2. Maksud dan Tujuan

Diantara berbagai macam bentuk pertanggungjawaban Ponkesdes adalah

berupa laporan kinerja salah satunya. Laporan kinerja memuat data-data hasil

kegiatan ponkesdes selama 1 tahun yaitu dari tahun 2015.

Tujuan dibuat laporan kinerja perawat ponkesdes ini adalah untuk menyajikan

hasil pelaksanaan penyelenggaran pelayanan kesehatan. Mengingat laporan ini

merupakan kumpulan data dari setiap pemegang program, maka diharapkan laporan

kinerja ini dapat dijadikan sebagai feedback dan koreksi untuk mencapai hasil yang

lebih optimal dari masing-masing pemegang program.

3. Visi dan Misi


3.1 Visi
Visi Ponkesdes Puru adalah ”Terwujudnya Desa/Kelurahan Puru Sehat
Menuju Kecamatan Sehat”.
Gambaran dari desa/kelurahan sehat adalah kondisi dimana suatu desa berada
dalam lingkungan yang sehat,masyarakatnya berperilaku hidup bersih dan sehat,serta
mudah menjangkau dan dijangkau pelayanan kesehatan yang berkualitas.
3.2 Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut di atas,maka misi yang dilaksanakan adalah,
a.Menggerakkan masyarakat desa.kelurahan Puru,agar menciptakan lingkungan
desa/kelurahan yang sehat;
b.Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di desa/kelurahan
Puru;
c.Memelihara dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar di Ponkesdes Puru;
d.Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan,keluarga,masyarakat
desa/kelurahan Puru.
4. AnalisaSituasi
4.1. KondisiGeografi
 Desa Puru merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Suruh, dimana
75 % wilayahnya terdiri dari dataran tinggi.
 Batas wilayah kerja :
 Utara : Desa Wonokerto Kecamatan Suruh
 Selatan : Desa Ngrandu Kecamatan Suruh
 Timur : Desa Mlinjon Kecamatan Suruh
 Barat : Desa Sumber Bening Kecamatan Dongko
 Luas wilayah kerja356.760 Ha, terdiri dari 3 dusun, yaitu :
 Dusun Krajan Banaran
 Dusun Ponggok Gebang
 Dusun Jajar
 Demografi
 Jumlah penduduk seluruhnya : 2.419 Orang
 Laki-laki : 1.213 Orang
 Perempuan : 1.206 Orang
 Jumlah Kepala Keluarga : 736 KK
 Jumlah Keluarga Miskin : 681 KK
 Jumlah PUS : 502
 Peserta KB Pemerintah : 397
 Peserta KB Swasta : 205
 IbuHamil : 28
 Jumlah RW :5
 Jumlah RT : 20
 Luas Wilayah :356.750Ha
a. Distribusi penduduk menurut umur

Tabel 1
Komposisi Penduduk Menurut umur dan Jenis Kelamin
Desa Puru Tahun 2015

No Umur Laki-laki Perempuan


1. 0–1 12 10
2. 1–5 85 97
3. 6–9 53 50
4. 10 - 19 183 166
5. 20 - 45 418 390
6 46-59 184 177
7. > 59 102 121
Jumlah 1.213 1.206
Berdasarkan Distribusi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Desa
Puru Puskesmas Suruh pada tahun 2015, setengahnya adalah pada kelompok usia 20
– 56 tahun, hal ini menunjukkan usia penduduk setengahnya adalah usia produktif.
b. Jumlah Penduduk Kelompok Miskin
Penduduk Kelompok Miskin di desaPuru pada tahun 2015 adalah sebagai berikut:
1) Jamkesmas : 1.460orang
2) Jamkesda : 100 orang
Tabel 2
Komposisi Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan
Desa Puru Tahun 2015

No. Tingkat Pendidikan Jumlah

1. Tamat SD/Sederajat 1133


2. Tamat SLTP 477
3. Tamat SLTA/ Sederajat 375
4. TamatAkademi/ PerguruanTinggi 29

Berdasarkan tabel di atas, bahwa tingkat pendidikan penduduk desa Puru


Puskesmas Suruh hamper setengahnya adalah tamat SD-SLTP, hal ini bias
mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
Tabel 3
Distribusi penduduk Desa Puru menurut tingkat sosial ekonomi

No Pekerjaan Laki-laki Perempuan


1. Petani 915 574
2. Pengrajin/ industri 15 11
3. PNS 7 6
4. Pedagang 6 -
5. TNI/POLRI 1 -
Jumlah 944 591

Berdasarkan tabel diatas, mata pencaharian sebagian besar penduduk desa


Puru adalah petani.

4.2. SARANA PRASARANA

a. SaranaKesehatan
Tabel 4
Data Sarana Kesehatan
Desa Puru Tahun 2015

No Sarana Kesehatan Jumlah

1 Polindes/ Ponkesdes 1

2 Posyandu Balita 5

3 Posyandu Lansia 2

4 Ambudes 5

Jumlah 13

Berdasarkan tabel di atas, di wilayah Desa Puru didapatkan 13 sarana kesehatan


yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan,
tetapi dari 13 sarana kesehatan tersebut sebagian besar berupa Posyandu Balita dan
ambulan desa.

b. Data TenagaKesehatan
Tabel 5
Data Tenaga Kesehatan
Desa PuruTahun 2015

No Tenaga Kesehatan Jumlah


1 Dokter 0
2 Bidan desa 1
3 Perawat Ponkesdes 1
Jumlah 2

c. Data Tenaga Non Kesehatan


Tabel 6
Data Tenaga Non Kesehatan
Desa Puru Tahun 2015

No Tenaga Kesehatan Jumlah


1 Kader PosyanduBalita 25
2 DukunBayi 0
3 Jumantik 5
4 Kader PosyanduLansia 3
Jumlah 33

Berdasarkan table diatas, didapatkan masyarakat juga ikut berperan serta


dalam kesehatan, sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah kesehatan yang
ada di wilayahnya.

d. Sarana Pendidikan Formal

Tabel 7
Sarana Pendidikan
Desa Puru Tahun 2015

Jenis sarana Jumlah

Taman Posyandu 2

TK 2

SD 2

SMP 0

SMA 0

e. Sarana Ibadah

Tabel 8
Sarana Peribadatan
Desa Puru Tahun 2015

Jenis sarana Jumlah

Masjid / Musholla 8 unit

Gereja 0 unit

Vihara 0 unit
4.3. DATA SASARAN KIA/KB

Tabel 9
Data Sasaran KIA/KB
Desa Puru Tahun 2015

Kelompok Sasaran Jumlah


- Bumil 28
- Bulin 21
- Bufas 21
- Bayi umur 0 – 1 tahun 22
- Anak umur 1 – 5 tahun 182
- Anak Prasekolah 35
- PUS 502
- WUS 543
- Usila 426
Jumlah 1780
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

1. PERENCANAAN

Perencanaan adalah suatu usaha menyusun serangkaian kegiatan untuk

mencapai tujuan yang telah di tetapkan dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada

secara efektif dan efisien. Perencanaan juga sebagai pemilihan sekarang untuk masa

depan yang dikehendaki dan pemilihan berbagai langkah yang akan ditempuh untuk

mewujudkan masa depan tersebut. Dengan adanya perencanaan, sumber daya yang

ada dapat dimanfaatkan secara optimal demi mencapai tujuan.

Menjelang awal tahun 2016, kita sebagai perawat ponkesdes harus melakukan

perencanaan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan kita yang menjadi tugas

pokok maupun tugas tambahan lainnya. Perencanaan yang kita lakukan antara lain:

1.1 Analisa Situasi

Dengan melakukan analisa situasi, maka kita dapat mengetahui dan menguasai seluk

beluk secara keseluruhan desa yang akan kita tempati.

1.2 Persiapan target program-program kesehatan yang akan dicapai

Pembagian target program MDGs mengacu pada target dari Dinas Kesehatan

Kabupaten.Setelah mendapatkan target dari Kabupaten, Puskesmas membagi

kemasing-masing desa.Untuk Ponkesdes desa Puru target ini kami bagi ke Posyandu

sesuai dengan indicator MDGs. Kemudian target inilah yang kita jadikan acuan

untuk pelaksanaan kegiatan.

1.3 Penyusunan ( RUK ) Rencana Usulan Kegiatan

Langkah-langkah dalam penyusunan RUK kami memprioritaskan pada masalah yang

ada di wilayah ponkesdes yang capaiannya masih rendah sehingga diharapkan

mampu mendongkrak cakupan.

1.4 Persiapan Sarana dan Prasarana


a. Untuk sarana Ponkesdes Puru keberadaannya lengkap dan sarana ini merupakan

droping dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Walaupun masih sederhana sebagian

sarana dan prasarana Ponkesdes dilengkapi dengan biaya sendiri oleh bidan desa

sehingga fasilitas yang tersedia bisa kami gunakan untuk memberikan pelayanan

yang berkualitas.

b. Melakukan pemeliharaan sistem pendukung dalam bekerja seperti buku- buku

laporan, buku panduan, obat- obatan, peralatan kesehatan, melengkapi data

pendukung dan data dinding. Sehingga dapat mendukung dan memperlancar kita

dalam bekerja.

1.5 Persiapan pendekatan kepada masyarakat

Pada kegiatan ini perawat ponkesdes melakukan pendekatan masyarakat melalui

kepala desa, perangkat desa, kader- kader, maupun tokoh masyarakat, agar dapat

mendalami dan memahami seluk beluk dan karakter masyarakat desa Puru. Agar

tercipta suasana keakraban dengan masyarakat, kita memanfaatkan waktu untuk

kegiatan- kegiatan yang ada di masyarakat sehingga dalam pelaksanaan tugas

kesehatan di desa mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat desa Puru.

1.6 Persiapan fisik dan mental

Dengan mempersiapkan fisik dan mental sebagai petugas kesehatan di desa Puru,

kita dapat melayani secara optimal kepada masyarakat dengan berbagai karakter dan

dalam kondisi apapun.


2. PENGORGANISASIAN

Pengorganisasian didefinisikan sebagai proses penetapan pekerjaan-pekerjaan

pokok untuk dikerjakan, pengelompokan pekerjaan, pendistribusian otoritas/wewenang dan

pengintegrasian semua tugas- tugas dan sumber-sumber daya untuk mencapai tujuan. Agar

proses pengorganisasian di masyarakat berjalan lancar, kita perlu memberikan informasi

program- program kesehatan kepada Kepala Desa dan ketua PKK, sehingga mendapatkan

dukungan, dan pelaporan secara administratif bisa terpenuhi, Pengorganisasian tersebut

berupa:

2.1 Pembentukan struktur kader Posyandu

Dengan diadakan pembagian tugas dan tanggung jawab serta uraian tugas pokok dan

fungsi (Tupoksi), serta pengaturan dan pengintegrasian tugas dan sumber daya dari

kader- kader Posyandu, sehingga kegiatan dan program Posyandu dapat berjalan dengan

baik sesuai dengan tujuan

2.2 Pengorganisasian program pelayanan Bp

Program pelayanan Bp merupakan bagian pelayanan kesehatan dasar dan rujukan,

sehingga pelaksanaannya harus terintegrasi dengan program kesehatan secara

keseluruhan terutama kesehatan dasar. Disini perawatponkesdes sangat berperan aktif

dalam pelayanan Bp yang berkualitas dan sesuai standart yang telah ditetapkan.

2.3 Pengorganisasian PKK (Pemberdayaan Kesehatan Keluarga )

Perawat Ponkesdes bersama Bidan desa dalam hal ini duduk sebagai tim Pokja 4 di tim

penggerak PKK desa. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya perawat

ponkesdes bersama bidan desa berkewajiban untuk mampu menggerakkan kegiatan

kesehatan di desa tersebut.

2.4 Pengorganisasian Ponkesdes (Pondok Kesehatan Desa)

Ponkesdes sebagai wadah koordinasi UKBM yang merupakan kriteria Desa Siaga. Titik

awal berkembangnya suatu desa menjadi desa siaga adalah terbentuknya Ponkesdes.

Disini Perawat ponkesdes bersama bidan desa berperan sebagai koordinator, motivator,
dan melakukan advokasi kepada aparat desa untuk menghasilkan dukungan yang berupa

kebijakan, sehingga derajat kesehatan masyarakat desa meningkat

PENGORGANISASIAN PONKESDES

DinasKesehatan
RSUD Kab/
Kab/Kota
Kota

PUSKESMAS

PUSTU

UKBM Lain PONKESDES/


(Posyandu) POLINDES

Keluarga/
Masyarakat

( Bagan 2.1 Hubungan koordinasi dan pembinaan Ponkesdes )

Keterangan:

a. Polindes/ Ponkesdes di bawah pembinaan Dinas Kesehatan Kabupaten melalui

Puskesmas, jadi Ponkesdes berada di bawah pengawasan dan bimbingan puskesmas

setempat, pelaksana Ponkesdes wajib melaporkan kegiatannya yang menyangkut

pelayanan kesehatan kepada Puskesmas.

b. Apabila di wilayah desa tersebut terdapat Puskesmas Pembantu (PUSTU), maka

Polindes/ Ponkesdes berkoordinasi dengan Puskesmas Pembantu tersebut.

c. Apabila Ponkesdes tidak mampu memberikan pelayanan, perlu melakukan rujukan ke

Puskesmas antara lain pelayanan kegawatdaruratan, pada keadaan tertentu Ponkesdes

dapat melakukan rujukan langsung ke RSUD tanpa sepengetahuan Puskesmas.


3. PELAKSANAAN PELAYANAN
Ponkesdes melaksanakan pelayanan kesehatan dasar yang terdiri dari upaya kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.Upaya tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu;
1.Upaya KesehatanWajib
Upaya kesehatan wajib adalah upaya pelayanan kesehatan yang ditetapkan berdasarkan
komitmen nasional, regional dan global yang mempunyai dayau ngkit tinggi terhadap
peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Ada enam pelayanan kesehatan dasar yaitu;

1.Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

2.Upaya Kesehatan Lingkungan

3.Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

4.Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

5.Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular danT idak Menular, dan

6.Upaya Pengobatan Dasar.

Pelayanan kesehatan di Ponkesdes dititik beratkan pada kegiatan promotif dan preventif.

2.UpayaKesehatanPengembangan

Upaya kesehatan pengembangan yang dimaksud adalah upaya kesehatan yang ditetapkan
berdasarkan permasalahan kesehatan di masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat
desa/kelurahan dan kemampuan ponkesdes setempat meliputi;

1.Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat

2.Upaya Kesehatan Seholah

3.Upaya Kesehatan Indera Penglihatan

4.Upaya kesehatan Indera Pendengaran

5.Upaya Kesehatan Kerja

6.Upaya Kesehatan Olah raga

7.Upaya Kesehatan Jiwa

8.Upaya Usia lanjut

9.Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional.

Upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan di Ponkesdes
dilaksanakan sesuai dengan kewenangan tenaga di Ponkesdes.
BAB III

HASIL KEGIATAN DAN ANALISA DATA

Hasil Cakupan Ponkesdes Puru tahun 2015 adalah sebagai berikut:

1.Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

a.Rekap Hasil Survey PHBS Rumah Tangga Ponkesdes Puru Puskesmas Suruh, Kecamatan
Suruh Tahun 2015

Desa PURU
∑ Rumah Tangga 736
Target (20 %) 147,20
∑ 358
∑ Rumah Tangga yang Disurvey
% 48,64
∑ 91
Persalinan Nakes
% 100
∑ 17
ASI Eksklusif
% 100
∑ 91
Menimbang Balita
% 100
∑ 358
Cuci Tangan
% 100
INDIKATOR PHBS

∑ 358
Air Bersih
% 100
∑ 258
Jamban Sehat
% 72,07
∑ 351
PSN
% 98,04
∑ 350
Makan Sayur & Buah
% 97,77
∑ 347
Aktivitas Fisik
% 96,93
∑ 120
Tidak Merokok
% 33,52
∑ 189
Tidak Merokok dalam Rumah
% 52,79
HASIL ∑ 144
SURVEY Sehat
% 40,22
PHBS ∑ 214
RUMAH Tidak Sehat
TANGGA % 59,78
INTERVENSI / RENCANA
KEGIATAN
NO DATA MASALAH PENYEBAB
TUJUAN KEGIATAN

1 Pengkajian Masih rendahnya  Masih banyak  Meningkatkan  Penyuluha


PHBS pada cakupan rumah RT yang tidak pengetahuan n PHBS di
Tatanan Rumah tangga sehat sehat tentang PHBS Posyandu
Tangga (40,22%) dari  Pengetahuan  Masyarakat lebih dan di
target 60 % tentang PHBS mengerti akan masyaraka
masih kurang pentinya PHBS di t
rumah tangga
 Meningkatnya
kesadaran
masyarakat
tentang pentingnya
PHBS.

INTERVENSI / RENCANA
NO DATA MASALAH PENYEBAB KEGIATAN

TUJUAN KEGIATAN
1 Pengkajian Masih rendahnya • banyak  Meningkatkan • Sosialisas
PHBS pada cakupan rumah anggota pengetahuan i bahaya
Tatanan Rumah tangga sehat keluarga tentang bahaya merokok
Tangga (40,22 %) dari yang merokok • mencipta
target 60 % merokok  Berkurangnya kan
kebiasaan rumah
merokok bebas
asap
rokok

• Masih ada  Meningkatkan • Pemi


rumah pengetahuan cuan
tangga bab tentang ODF
tidak di pentingnya • Arisa
jamban/ Wc jamban sehat n
 Masyarakat jamb
tidak BAB di an
sembarang • Sosia
tempat lisasi
penti
ngny
a
BAB
di
jamb
an
• Perte
muan
STB
M
b.Data penyehatan lingkungan desa Puru kecamatan Suruh

1.Sarana air bersih

No Sarana air bersih ∑

1. PDAM 0

2. Perpipaan (PAM desa) 612

3. Pompa air listrik 0

4. Sumur Gali 47

5. Sumur pompa tangan 0

2.Sarana sanitasi

No Sarana Sanitasi ∑

1. Closed 189

2. Cemplung dengan tutup 364

3. Cemplung tanpa tutup 8

4. Komunal/menumpang 95

5. Tidak punya sarana 2

INTERVENSI / RENCANA
DATA MASALAH PENYEBAB KEGIATAN

TUJUAN KEGIATAN
1 Sarana Masih rendahnya • banyak Rumah  Meningkatkan • Sosialisasi
Sanitasi rumah tangga tangga yang pengetahuan tentang
yang memiliki menggunakan tentang pentingnya kesehatan
closed jamban sarana sanitasi lingkungan
cemplung dan  Mempertahankan khususnya
ada 2 yang ODF cara
tidak punnya  Meningkatkan pembuatan
sarana saitasi jumlah jamban
kepemilikan yang sesuai
closed setandar
• Penyuluha
n
pentingnya
sarana
sanitasi
• Memotivas
i
masyarakat
utk selalu
BAB pada
tempatnya.
• Kerjasama
linsek dan
lintas
program
pertemuan
STBM

2.Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga berencana

No Upaya pelayanan Sasaran Jumlah Cakupan % %Target

Kesehatan Ibu sasaran

1 Cakupan K1 Ibu hamil 35 25 71,43 100

2 Cakupan K4 Ibu hamil 35 18 51,43 99

3 Cakupan Ibu 9 5 71,43 80

Komplikasi dengan

kebidanan komplikasi

ditangani kebidanan

4. Persalinan oleh Ibu 34 20 58,82 100

nakes bersalin

5 Pelayanan ibu Ibu nifas 34 21 61,76 95

nifas

No Pelayanan Sasaran Jumlah Cakupan % %Target

kesehatan anak sasaran

1 KN-1 Bayi 31 20 64,52 95

2 KN lengkap Bayi 31 20 64,52 95

3 Neonatal dengan Bayi resti 10 4 86,02 95

komplikasi
ditangani

4 Kunjungan bayi Bayi 31 29 93,55 97

5 Pelayanan anak balita 110 101 91,82 85

balita

6 MTBS Kunjungan 7 7 100 100

balita sakit

7 Pelayanan anak Anak pra 150 28 18,67 85

pra sekolah sekolah

8 Penjaringan siswa Murid SD 26 26 100 100

SD

9 Peserta KB aktif Pasangan 502 435 86,65 70

Usia

Subur

INTERVENSI / RENCANA
No DATA MASALAH PENYEBAB KEGIATAN

TUJUAN KEGIATAN
Pelayan Cakupan • Adanya CPW  Indikator • Kelas Ibu
an pelayanan yang sudah pelayanan hamil
kesehata kesehatn ibu dan hamil kesehatan ibu dan • Kelas gizi
n ibu anak belum • Pasangan suami anak dapat • Penyuluha
dan memenuhi target istri masih memenuhi target n di
Anak menunda posyandu,P
kehamilan,pada KK,Taman
hal jarak anak posyandu,
lebih 10 th TK,SD
• Setelah lulus • Menjalin
posyandu,anak kerjasama
tersebut tidak lintas
langsung sector dan
masuk play lintas
group atau TK program
• Keluarga balita • Pendekatan
pindah tempat kepada
• Sasaran yang kluarga
dibagikan • Melakukan
terlalu tinggi kunjungan
rumah
3.Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
No Upaya perbaikan Sasaran Jumlah Cakupan % %Target

gizi masyarakat sasaran

1 Pemberian Vit A Bayi 6-11 34 28 68,35 83

bayi (6-11)bulan

2 Pemberian Vit A Balita 12-59 131 121 92 83

balita(12-59)

3 Pemberian tablet Ibu hamil 35 81

tambah darah

pada ibu hamil

4 MP ASI usia 6-24 BGM yang 1 1 100 100

bln balita BGM diketemukan

5 Cakupan balita BGM yyang 2 2 100 100

BGM mendapat diketemukan

perawatan

6 Cakupan Balita 152 116 76,32 80

penimbangan D/S

INTERVENSI / RENCANA
No DATA MASALAH PENYEBAB KEGIATAN

TUJUAN KEGIATAN
Upaya Cakupan • Ada CPW yang  Semua bayi 6-11 • Penyuluha
perbaika perbaikan gizi sudah hamil bulan mendapat n di
n gizi masyarakat ada • Keluarga Balita kapsul vit A posyandu,P
masyara beberapa indicator pindah tempat  Semua balita 12- KK,kelom
kat yg belum • Sasaran yang 59 bulan pok
memenuhi target dibagikan mendapatkan yasinan
terlalu tinggi kapsul vit A tentaang
 Semua ibu hamil pentingnya
mendapat tablet fe gizi
 Semua BGM yang masyarakat
diketemukan • Memberika
mendapat n rujukan
perawatan dan kepada
makanan balita
pendamping BGM ke
 Semua balita puskesmas
datang ke • Melakukan
posyandu dan n
ditimbang kunjungan
rumah
• Menjalin
kerja sama
lintas
sektor dan
lintas
program

5.Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan tidak Menuilar

No Upaya pencegahan Sasaran Jumlah Cakupan % %Target

dan sasaran

pemberantasan

Penyakit Menular

dan Tidak

Menular

1 Cakupan desa Desa 1 3 60 100

kelurahan UCI

2 Imunisasi dasar Bayi <1 th 31 29 93,55 100

lengkap pada bayi

usia <1

th(BCG1kali,DPT-

HB3 kali,Polio 4

kali,campak 1

kali)

3 Cakupan desa Jumlah KLB - - - 100

/kelurahan yang terjadi

mengalami KLB pada wilayah

yang dilakukan desa/kelurahan

penyelidikan
epidemiologi<24

jam

4 Penemuan balita 10/100x 1 100

Penderita jumlah

peneumoni balita balita

5 Penemuan penduduk 411/1000x 33 100

penderita diare jumlah

penduduk

6 Penemuan suspek Jumlah 107/100.000 7 28 70

penderita TB paru penduduk x jumlah

positif penduduk

7 Penemuan Jumlah suspek - - - 85

penderita kusta yang

baru diketemukan

8 Penemuan kasus Jumlah 3 3 3 100

suspek penderita penderita dan

DBD yang dirujuk tersangka

DBD yang

ditemukan

9 Angka Bebas Jumlah rumah

jebtik diperiksa
INTERVENSI / RENCANA
No DATA MASALAH PENYEBAB KEGIATAN

TUJUAN KEGIATAN
Upaya Cakupan • Keluarga balita  Indicator upaya • Penyuluha
Pencega perbaikan gizi pindah tempat pencegahan dan n kepada
han dan masyarakat ada • Ada bayi <1 th pembnerantasan posyandu,P
pembera beberapa indicator yang dirawat penyakit menular KK,kelom
ntasan yg belum • Kasus yang dan tidak menular pok
Penyaki memenuhi target diketemukan memenuhi target Yasinan
t masih suspek • Meningkat
Menular • Sasaran yang kan
dan dibagikan kunjungan
Tidak terlalu tinggi rumah
Menular • Meningkat
kan
penjaringa
n melalui
ponkesdes,
posyandu
balita dan
posyandu
lansia
• Sosialisasi
tentang TB
di desa
• Meningkat
kan kerja
sama lintas
sector dan
lintas
program

6.Upaya Pengobatan Dasar

No Kunjungan dalam dan luar gedung ∑


1 Jumlah kunjungan Bp Ponkesdes 273
2 Jumlah kunjungan lansia di posyandu lansia 221

10 kunjungan kasus terbanyak di Bp Ponkesdes


No Kasus ∑
1 ISPA 91
2 Dispepsia 31
3 Rematoid 27
4 Sakit gigi 27
5 Dermatitis 24
6 Diare 20
7 Suspek pneumoni 12
8 Luka pada anggota gerak 9
9 Konjungtivitis 7
10 Hipertensi 4
7.Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat
No Upaya Sasaran Jumlah Cakupan % %Target

keperawatan sasaran

Kesehatan

Masyarakat

1 Keluarga rawan penduduk 2, 66% x 40

dibina jumlah

penduduk

Selain Upaya Kesehatan Wajib di atas ponkesdes Puru juga melakukan upaya kesehatan
Pengembangan meliputi
1.Upaya keperawatan kesehatan masyarakat melalui :
-Melakukan Home visite setiap bulan 50 orang
-Bersama bidan melakukan pembinaan kader posyandu rutin yang diadakan setiap bulan
-Ikut berperan aktif dalam pokja IV PKK di desa Puru
2.Upaya Kesehatan Sekolah
-Melakukan penyuluhan remaja
3.Upaya Kesehatan Indera Penglihatan
-Melakukan penjaringan kasus Katarak dan memberikan rujukan ke puskesmas
4.Upaya Kesehatan Jiwa
-Melakukan kunjungan rumah pada penderita jiwa dengan BHSP
-Selalu mengobservasi penderita jiwa terutama kontrol ke puskesmas
-Memotivasi pasien dan keluarga penderita jiwa yang belum mau menggunkan layanan
kesehatan untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan
-Kerjasama lintas sector dan lintas program dalam perawatan penderita jiwa
5.Upaya Usia lanjut
-Posyandu Lansia di dua pos yaitu posyandu lansia Gebang dusun Ponggok gebang desa
Puru dan posyandu lansia Jajar desa Puru
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Hingga akhir tahun 2015, pelaksanaan upaya program dasar dan
pengembangan di Desa Puru telah dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah
disusun. Adapun hasil cakupan yang diperoleh ada yang melebihi target dan ada yang
masih kurang dari target, meskipun masih ada beberapa cakupan yang belum terlalu
meningkat.
Namun demikian dalam situasi dan kondisi sebaik dan seburuk apapun,
pelaksanaan program pelayanan kesehatan di Desa Puru selayaknya tetap
dilangsungkan secara berkesinambungan dan terus diupayakan untuk ditingkatkan
dan disempurnakan. Masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya dengan
mengandalkaan petugas kesehatan di Ponkesdes saja, tetapi semua potensi yang ada
di Puskesmas berkewajiban untuk menyumbangkan kemampuan dan pemikirannya
dalam mengatasi masalah kesehatan dimaksud, dengan tetap mengupayakan
peningkatan pemberdayaan masyarakat. Oleh karenanya koordinasi yang baik antar
divisi/bagian di lingkungan Puskesmas dalam rangka perencanaan kegiatan dan
penentuan prioritas penanganan masalah kesehatan, menjadi suatu hal yang sangat
penting, sehingga penanganan masalah tersebut dapat lebih terarah dan tepat sasaran
serta dapat berjalan dengan efektif dan efisien demi kepentingan masyarakat luas.

B. SARAN
1. Koordinasi yang baik dalam penanganan masalah kesehatan dari lintas sektor
maupun lintas program perlu ditingkatkan melalui kebijakan yang dapat
mendukung perbaikan pelayanan kesehatan.
2. Diperlukan suatu langkah yang antisipatif, detektif, strategis dan solutif dari
semua pihak yang mempunyai tanggung jawab dalam bidang kesehatan, agar
masalah kesehatan masyarakat yang sudah ada maupun yang mungkin akan
timbul, dapat ditangani dengan baik dan biaya yang terjangkau masyarakat luas.
3. Semua pelaksana/petugas Puskesmas diharapkan mampu memahami secara
mendalam tentang masalah-masalah kesehatan dan dampaknya, sehingga ia
dapat mengantisipasi dan mengembangkan kreatifitas serta berinovasi guna
mengurangi dampak tersebut.
4. Pengetahuan masalah kesehatan dari pelaksana/petugas sangat perlu ditingkatkan
melalui pendidikan, seminar, pelatihan dan lain-lain yang dapat membantu
penanganan masalah yang timbul di lapangan.
5. Perlu adanya pertemuan secara berkala antara Puskesmas, dinas instansi terkait,
PKK, Kader Kesehatan (kader posyandu) dan tokoh masyarakat untuk
mengevaluasi sejauh mana kegiatan yang telah dilaksanakan, masalah apa yang
dihadapi, alternatif pemecahannya dan rencana kegiatan selanjutnya.
BAB V

PENUTUP

Demikian profil ponkesdes desa Puru ini diharapkan menjadi bahan kajian dan
analisa masalah kesehatan untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan perencanaan
yang akan datang.

Dalam rangka menuju tercapainya Indonesia Sehat, maka diperlukan tekad yang
kuat dari setiap petugas/pelaksana kesehatan serta dukungan lintas sektor serta segenap
lapisan masyarakat untuk senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat.

Dari hasil pencapaian kegiatan di akhir tahun,ponkesdes akan mengetahui


kekuatan dan kelemahan dari setiap kegiatan yang sudah dilakukan,sehingga ponkesdes
dapat menggali potensi serta mengantisipasi setiap permasalahan kesehatan di masyarakat
desa Puru.Meskipun pelaksanaan kegiatan program pelayanan kesehatan tahun 2015 telah
selesai dilaksanakan, namun demikian masih terdapat kekurangan-kekurangan di
berbagai sektor yang memerlukan perbaikan dan penyempurnaan. Hal ini akan dijadikan
sebagai bahan acuan untuk membuat rencana kegiatan dan pertimbangan untuk perbaikan
pelayanan pada tahun berikutnya.

Mengetahui,
Kepala Puskesmas Suruh Perawat Ponkesdes Desa Puru

Dr. TATIK SUKARYATI RIMBA TRIHAYATI


NIP. 19710611 200212 2 006