Anda di halaman 1dari 2

Nama : Hilda Anggraeni

NIM : 12030117420074
Kelas : A (angkatan 38)

Resume Akuntansi Sektor Publik


“Analisis Partai Politik”

1. Mengapa penyusunan Laporan Dana Kampanye pada partai politik menggunakan


pendekatan aktivitas ?
Laporan dana kampanye merupakan bentuk keterbukaan dan kejujuran Partai Politik
kepada masyarakat. Laporan dana kampanye (LDK) adalah laporan gabungan penerimaan
dan pengeluaran dana kampanye Partai Politik (LPPDKP) di tingkat kabupaten/kota,
Partai Politik tingkat Provinsi, dan Partai Politik tingkat pusat sebagai bentuk pengendalian
internal organisasi Partai Politik (Pasal 4 ayat (1) Per KPU Nomor 01 Tahun 2009).
Pengaturan tentang pelaporan dana kampanye tercantum dalam Peraturan Komisi
Pemilihan Umum Nomor 01 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaporan Dana Kampanye.
Pendekatan aktivitas ini menuntut penyusun laporan dana kampanye menyajikan semua
aktivitas yang dilakukannya dalam rangka penyelengaraan kampanye baik transaksi yang
berupa uang maupun barang/jasa (Lampiran I Per KPU Nomor 01 Tahun 2009). Setelah
membuat LPPDKP sesuai dengan Pedoman Pelaporan Dana Kampanye, LPPDKP tersebut
haruslah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk meyakinkan masyarakat bahwa
LPPDKP yang dibuat oleh Partai Politik telah memenuhi tuntutan transparansi dan
akuntabilitas yang diamanatkan oleh Undang-Undang.
2. Mengapa partai politik harus di tuntut untuk transparansi dan akuntabilitas ?
Bentuk transparansi dan akuntabilitas partai politik kepada public atas aktivitas yang
dilaksanakan dengan menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun
tentunya harus memenuhi standar agar dapat dipahami secara luas (universal). Standar
dalam menyusun laporan keuangan partai politik adalah PSAK 45. Salah satu laporan yang
harus dibuat oleh partai politik adalah laporan dana kampanye.
Pertanggungjawaban keuangan yang transparan oleh partai politik merupakan bentuk
kepatuhan terhadap undang-undang partai politik dan undang-undang pemilu. Partai politik
harus mampu dan melaksanakan pertanggungjawaban terhadar seluruh sumber daya
keuangan yang digunakan kepada para konstituennya. Bentuk pertanggungjawaban
pengelola keuangan partai politik serta pemilu adalah penyampaian Laporan Dana
Kampanye (semua peserta pemilu),serta Laporan Keuangan (khusus untuk partai politik),
yang harus diaudit oleh Kantor Akuntan Publik, ke KPU serta terbuka untuk diakses publik.
Akuntabilitas yang tinggi dapat menciptakan good political party governance sehingga
dapat meminimalisasi kecurangan penyalahgunaan dana dan mengantisipasi munculnya
konflik. Penerapan kewajiban tata administrasi keuangan dan system pelaporan dana
kampanye secara transparan, akuntabel, dan independen akan sangat menunjang
perwujudan pelaksanaan pemilu yang bersih dalam rangka membengun demokrasi yang
berkredibilitas dan dapat menciptakan kepercayaan publik kepada pemerintah dan
pertanggungjawaban peserta pemilu kepada publik. Namun realitas yang ada masih
menunjukkan lemahnya kesadaran dan kepatuhan partai politik untuk membuat laporan
pertanggungjawaban atas penggunaan dananya.