Anda di halaman 1dari 6

Nama : Hilda Anggraeni

NIM : 12030117420074
Kelas : A Pagi
ANGKATAN 38

FRAUD DETECTION

PENDAHULUAN
Materi sebelumnya telah dijelaskan mengenai hal-hal mendasar dalam menyediakan informasi
mengenai proses penyelidikan suatu kecurangan. Dimana dalam menjelaskan fraud, penting
untuk mengetahui fraud triangle dan fraud tree nya karena efektif dalam mendeteksi adanya
suatu fraud. Skema kecurangan juga berperan dalam mendeteksi kecurangan. Dan dalam
kegiatan antifraud, red flags memiliki peran karena menunjukkan jejak/rekam dari suatu
kecurangan. Dalam mendeteksi adanya suatu kecurangan, hal substansial yang diperlukan adalah
memiliki pemahaman yang memadai mengenai: latar belakang fraud, fraud principles, skema
fraud, dan red flags.
Pendekatan teori kecurangan: Untuk mendeteksi adanya kecurangan diawali dengan
mengidentifikasi skema kecurangan yang paling sering terjadi dan bagaimana kecurangan
tersebut ditangani.

AKSIOMA DETEKSI KECURANGAN


Kunci dalam mendeteksi kecurangan adalah dengan mengingat bahwa fraud lebih sering terjadi
karena tidak adanya control bukan karena lemahnya control (secara umum control yang lemah
dinilai lebih baik dibandingkan tidak ada control sama sekali), hal ini dikarenakan masih terdapat
ruang untuk mengembangkannya. Fraud sering dideteksi dengan intuisi, adanya kecurigaan dari
investigator-manajer-auditor, atau kejanggalaan yang terdeteksi pada catatan akuntansi. Namun,
fraud paling sering terdeteksi oleh karena metode deteksi yang terbukti.

METODE DETEKSI UMUM


AFCE secara berkala melakukan studi mengenai fraud dan mengeluarkan statistic ke public
dalam bentuk laporan “Laporan kepada Bangsa” (RTTN). Dari hasil RTTN tersebut dapat
terlihat metode deteksi yang umum. Dari semua tahun RTTN yang dikeluarkan dapat dilihat
bahwa metode deteksi yang paling umum adalah tips/kiat, sedangkan metode yang paling tidak
efektif adalah selain penegakkan hukum yaitu audit eksternal. Audit eksternal adalah metode
deteksi fraud atau control yang paling popular yang banyak oleh sebagian besar entitas, padahal
audit eksternal pada kenyataanya merupakan metode deteksi yang paling tidak efektif (hampir 70
persen dari entitas menggunakan audit eksternal, 61,5 persen kode etik, 55,8 persen audit
internal).
Metode Umum yang Efektif
Dalam RTTN yang dibuat oleh ACFE mengklasifikasikan control kecurangan berdasarkan
efektifitas atau efisiensi dalam mendeteksi atau mencegah terjadinya penipuan.

Pada bagan 7.2 dapat diketahui analisis control dan rasionya dari berbagai metode deteksi, yang
mana menunjukkan bahwa surprise audit sebagai kontrol anti fraud yang paling efektif, jika
diukur dalam kemampuannya untuk mengurangi jumlah kerugian yang terjadi. Banyak dari
metode ini akan dianggap sebagai kontrol detektif, dan akan berguna dalam menyebarkan
kontrol anti fraud yang dapat memberikan deteksi dini.
1. Deteksi Umum Lainnya
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk deteksi umum, terlepas dari skemanya,
adalah:
 Fungsi audit internal aktif terlibat dalam kegiatan antifraud proaktif
 Analisis laporan keuangan (horizontal dan vertical)
 Analisis rasio
 Surprise audit dan atau perhitungan kas
 Tips dan keluhan tanpa nama
 Pencarian data dengan red flags yang ditemukan dengan menggunakan CAAT

METODE DETEKSI KHUSUS


Merupakan metode yang dirancang untuk mendeteksi skema kecurangan atau kelompok skema
secara spesifik:
1. Skema Kecurangan Laporan Keuangan
a. Auditor keuangan mengaplikasikan SAS No. 99
b. Analisis horizontal dan vertikal dari laporan keuangan
c. Analisis rasio, khususnya tren selama beberapa tahun
d. Pemeriksaan prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP) tarif pajak versus
tingkat pajak tunai
e. Komite audit yang memenuhi persyaratan SOX dan secara aktif terlibat dalam
program antifraud, terutama dalam meminta pertanggungjawaban eksekutif
f. Menjalankan pemeriksaan latar belakang pada eksekutif
g. Auditor eksternal mempertahankan skeptisisme profesional pada setiap klien
2. Skema Penyalahgunaan Aset
a. Mengirimkan pernyataan bank kepada seseorang dalam entitas kemudian
meneruskannya kepada orang yang bertanggung jawab atas rekonsiliasi bank
b. Perputaran atau pergantian tugas atau memberi mandat untuk karyawan utama
c. Memeriksa semua jenis transaksi yang memiliki keperluan ulasan / persetujuan,
kemudian dikelompokkan berdasar karyawan, vendor, dan pelanggan yang terlibat.
d. Merekonsiliasi inventaris dan mengonfirmasi piutang secara teratur

Jenis-jenis kecurangan yang terdapat dalam skema penyalahgunaan asset:


1. Cash larceny
a. Investigasi kekurangan kas
b. Investigasi catatan sales yg hilang/berubah
c. Ada 2 pihak independen yang bertugas verivikasi laporan bank dan posting
dibuku besar umum
d. Meninjau kembali jumlah ketersediaan kas harian
e. Memastikan deposit intransit utk yg pertama dihapus dlm laporan berikutnya
(cegah tumpukan deposit)
f. Penghitungan kas dadakan
g. Amati semua penerimaan kas di semua titik masuk
2. Skema cek
a. Perusahaan fiktif
b. Pass-through vendor
c. Vendor pembantu/kaki tangan
d. Pembelian pribadi
3. Skema penggajian
a. Karyawan palsu
4. Komisi
a. Periksa secara acak semua transaksi yang berhubungan dalam komisi
penjualan untuk periode pembayaran atau tenaga penjualan
b. Investigasi tingkat pengembalian atau kredit yang lebih tinggi untuk penjual
c. Membuat dan meninjau korelasi linear antara penjualan dan komisi yang
dibayarkan, oleh karyawan
d. Melacak penjualan yang tidak dikumpulkan oleh karyawan
e. Membuat laporan pengecualian untuk karyawan yang kompensasinya telah
meningkat dari tahun lalu dengan persentase yang tidak biasa
f. Memiliki pejabat yang ditunjuk dan independen memverifikasi semua
perubahan dalam tarif komisi
5. Gaji yang dipalsukan
a. Mengumpulkan data semua transaksi dengan jumlah jam lembur tertentu
b. Membuat laporan pengecualian untuk karyawan yang kompensasinya telah
meningkat dari tahun lalu dengan persentase yang tidak biasa
c. Secara acak memverifikasi tingkat pembayaran dalam periode pembayaran
atau untuk karyawan selama periode pembayaran
d. Memiliki pejabat yang ditunjuk dan independen dalam memverifikasi semua
perubahan dalam tarif pembayaran
6. Skimming
Fraud yang terjadi sebelum entri pesanan dibuat, sehingga di buku pesanan belum
tercatat, sehingga sulit untuk dideteksi. Untuk mendeteksi adanya skimming
disarankan untuk menggunakan metode invigilation. Skema skimming melibatkan
penjualan, piutang dan pengembalian uang. Metode deteksi yang disarankan
antara lain:
a. Adanya pengawasan karyawan di bagian penjualan (exm. Kamera cctv)
b. Investigasi celah dalam tanda terima yang diberi nomor
c. Memeriksa register untuk transaksi tanpa penjualan berlebihan, void, atau
pengembalian uang
d. Memastikan pelanggan sadar untuk menerima tanda bukti/tanda terima
3. Skema Korupsi
a. Mengklasifikasi transaksi oleh vendor dan memeriksa volume yang tidak biasa dan
tidak dapat dijelaskan (lebih tinggi dari perkiraan)
b. Investigasi acak semua vendor apa terdapat keterkaitan/hubungan dengan pihak
entitas
c. Meninjau kontrak dan persetujuan faktur secara berkala
d. Memverifikasi keaslian vendor sebagai bagian dari audit internal
e. Mencari transaksi yang berhubungan dengan pihak yang
keterkaitannya/hubungannya disembunyikan
f. Meninjau persetujuan untuk transaksi dengan pihak terkait setiap tahun

 Suap dan Pemerasan Ekonomi


1) Perputaran tugas dalam menyetujui kontrak /vendor, dan memberikan
tanggung jawab
2) Pemisahan tugas dalam menyetujui vendor dan memberikan kontrak atau
menyetujui faktur