Anda di halaman 1dari 16

PEMULIAAN TANAMAN

(Korelasi)

LAPORAN PRAKTIKUM

Oleh
KELOMPOK 3/C
Endang Lestari NIM : A41152019
Siti Komariyah NIM : A41151557
Galuh Kumala Dewi NIM : A41151822
Putri Ludviani NIM : A41151887
Ian Hamdan NIM :A41151841
Moh. Wahyu Akbar Irfani NIM :A41151470
Agus Setiawan NIM : A41151714

PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH


JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2019
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tujuan pemuliaan tanaman adalah untuk mendapatkan tanaman yang lebih
baik. Dalam usaha ini pengetahuan yang cukup mengenai tanaman yang
bersangkutan sangat diperlukan. Sifat tanaman baik morfologis, anatomis,
maupun fisiologis perlu diamati. Kenyataan menunjukkan bahwa sifat-sifat yang
ada pada tanaman seringkali ada hubungannya satu dengan yang lain. Adanya
hubungan diantara sifat-sifat tanaman ini sangat membantu usaha-usaha
pemuliaan tanaman khususnya dalam pekerjaan seleksi.
Untuk mengetahui sampai seberapa jauh hubungan antar sifat, diperlukan
data atau ukuran dari sifat itu serta pengolahannya. Misalnya ingin mengetahui
hubungan antara panjang malai dan banyaknya butir per malai. Untuk mengetahui
seberapa jauh hubungan anatara kedua sifat tersebut, perlu dihitung koefisien
korelasi.
Koefisien korelasi dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kemiripan
(resemblance) dalam variabilitas antara tanaman induk dengan keturunannya,
misal sifat daya hasil tinggi, jumlah anakan dan sebagainya. Analisis korelasi dari
sifat-sifat tersebut akan dapat diketahui tingkat kemiripan antara tetua dan
keturunannya.
Koefisien korelasi digolongkan menjadi dua macam yaitu koefisien korelasi
negatif dan koefisien korelasi positif. Koefisien korelasi negatif bila derajat
hubungan antara dua sifat menunjukkan hal yang berlawanan. Artinya
bertambahnya nilai sifat yang satu akan diikuti oleh berkurangnya nilai sifat yang
lain. Koefisien korelatif positif bila derajat hubungan antara dua sifat tanaman
menunjukkan hal yang nyata, artinya bertambahnya nilai sifat satu diikuti oleh
bertambahnya nilai sifat yang lain. Sebaliknya, berkurangnya nilai sifat yang satu
akan diikuti oleh berkurangnya nilai sifat yang lain. Sedangkan apabila koefisien
korelasi = 0 berarti tidak ada hubungan sama sekali antara kedua sifat tersebut.
Khusus sifat-sifat kualitatif pada koefisien korelatif = 1. Perhitungan korelasi
antara dua sifat pada praktikum kali ini yaitu menghitung koefisien korelasi antara
jumlah bintil akar, jumlah akar panjang akar (cm), diameter bintil akar (cm),
jumlah biji pertanaman, jumlah polong hampa, jumlah polong isi per tanaman,
jumlah buku subur, berat 100 biji per tanaman (gram), berat biji pertanaman (gr).

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan praktikum ini yaitu:
1. Untuk mengetahui korelasi pada pemuliaan tanaman.
2. Untuk mengetahui bentuk hubungan yang ada diantara dua sifat
yang bersangkutan.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang digunakan untuk


mencari hubungan antara dua variabel atau lebih, yang sifatnya kuantitatif. Teknik
korelasi merupakan teknik analisis yang melihat kecenderungan pola dalam satu
variabel berdasrakan kecenderungan pola dalam variabel yang lainnya. Ketika
satu variabel mmiliki kecenderungan untuk naik maka akan terlihat
kecenderungan dalam veriabel yang lain, apakah naik, turun, atau tidak menentu.
Jika kecenderungan dalam variabel selalu diikuti oleh kecenderungan dalam
variabel lain, maka dapat dikatakan bahwa dua variabel memiliki hubungan atau
korelasi.Koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui tingkat kemiripan dalam
variabilitas antar tanaman induk dengan keturunannya.
Nilai korelasi antara dua sifat tanaman bervariasi, yaitu berkisar antara -1
sampai +1, sehingga dikenal dua macam koefisien korelasi yaitu koefisien
korelasi positif dan koefisien korelasi negatif. Korelasi positif apabila
bertambahnya sifat yang satu bersamaan dengan bertambahnya sifat yang lain.
Korelasi negatif, apabila bertambahnya sifat yang satu bersamaan dengan
berkurangnya sifat yang lain. Sedangkan apabila koefisien korelasi = 0 berarti
tidak ada hubungan sama sekali antara kedua sifat tersebut (Nazir, 2003).

1. Koefisien korelasi positif


Apabila derajat hubungan antara dua sifat tanaman menunjukkan hal yang
nyata. Artinya bertambahnya nilai sifat yang satu akan bertambah pula nilai sifat
yang lain. Hal ini juga berlaku sebaliknya, yaitu berkurangnya sifat yang satu
akan berkurang pula sifat yang lainnnya.
2. Koefisien korelasi negatif
Apabila derajat hubungan antara dua sifat tanaman menunjukkan hal yang
berlawanan. Artinya bertambahnya nilai sifat yang satu akan diikuti berkurangnya
nilai sifat yang lain (Yitnosumarto, 1994).
Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur seberapa kuat atau derajat
kedekatan atau relasi yang terjadi antar sifat atau variabel. Korelasi antara dua
sifat dapat dibagi dalam korelasi fenotipik dan korelasi genotipik. Korelasi
fenotipik dapat dipisahkan menjadi korelasi genotipik dan korelasi lingkungan.
Oleh karena itu, korelasi fenotipik ini selanjutnya diharapkan dapat menunjukkan
korelasi genotipik yang lebih berati dalam usaha pemuliaan panaman. Korelasi ini
dapat diartikan sebagai korelasi nilai pemuliaan dari dua sifat yang diamati.
Sedangkan korelasi lingkungan merupakan sisaan galat yang juga memberikan
konstribusi terhadap fenotip (Allard, 1988).
Ditinjau dari sifat-sifat yang berhubungan, korelasi dapat dibedakan menjadi
tiga yaitu :
1. Korelasi sederhana, yaitu bila satu sifat dipengaruhi oleh satusifat yang lain,
misalnya panjang malai dengan banyaknya gabah per malai pada tanaman
padi.
2. Korelasi partial, yaitu bila dua sifat dipengaruhi oleh sifat-sifat yang lain,
misalnya tingginya produksi dan tingginya sterilitas biji dipengaruhi oleh
bobot malai dan serangan penyakit.
3. Korelasi berganda, yaitu bila satu sifat dipengaruhi oleh banyak sifat yang
lain, misalnya daya hasil dipengaruhi olh sifat banyak anakan, ketahanan
rebah, ketahanan terhadap hama penyakit, respon terhadap pemupukan dan
sebagainya.

Korelasi antara dua karakter dapat dibagi dalam korelasi fenotipik dan
korelasi genotipik. Korelasi fenotipik dapat dipisahkan menjadi korelasi genotipik
dan korelasi lingkungan. Oleh karena ini, korelasi fenotipik ini selanjutnya
diharapkan dapat menunjukkan korelasi genotipik yang lebih berati dalam
program pemuliaan tanaman. Korelasi ini dapat diartikan sebagai korelasi nilai
pemuliaan dari dua karakter yang diamati. Sedangkan korelasi lingkungan
merupakan sisaan galat yang juga memberikan konstribusi terhadap fenotip
(Nasir,2001).
Korelasi dua atau lebih antar sifat positif yang dimiliki akan memudahkan
seleksi karena akan diikuti oleh peningkatan sifat yang satu diikuti dengan yang
lainnya, sehingga dapat ditentukan satu sifat atau indek seleksi. (Eckebil et al,
1977). Sebaliknya bila korelasi negatif, maka sulit untuk memperoleh sifat yang
diharapkan. Bila tidak ada korelasi di antara sifat yang diharapkan, maka seleksi
menjadi tidak efektif. (Poespodarsono, 1988).
Sifat-sifat koefisien korelasi dalam pemuliaan tanaman adalah:
1. Besarnya nilai koefisien korelasi berkisar -1 sampai denagn 1 (-1 ≤ r ≤ 1). Bila
r = 0 atau mendekati nol, berarti antara dua peubah yang diamati tidak terdapat
hubungan atau hubungannya sangat lemah. Bentuk dari diagram pencarnya
adalah titik-titik pengamatan menyebar hampair sama di keempat kuadran.
Bila nilai r mendekati -1 berarti hubungan X dan Y sangat kuat tetapi
hubungannya negatif. Artinya bila peubah X semakin besar maka peubah Y
akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya. Bila r mendekati 1, berarti
hubungan X dan Y sangat kuat dan searah. Dalam hal ini, bila nilai X
membesar, maka nilai Y juga akan membesar.
2. Koefisien korelasi hanya mencerminkan keeratan hubungan linier antar X dan
Y dan tidak berlaku menerangkan hubungan yang tidak linier.
3. Koefisien korelasi tidak memiliki satuan.
4. Pada umumnya hubungan fungsional antar peubah yang berkorelasi tidak
memberikan pengertian tentang adanya hubungan sebab akibat antara peubah-
peubah yang bersangkutan.
5. Nilai koefisien korelasi bersifat searah artinya r-xy = r-yx = r (Sugiarto, 1992).

Peranan korelasi antar karakter tanaman dalam suatu kegiatan seleksi:


1. Meningkatkan manfaat seleksi, yakni diperoleh sekaligus karakter-karakter
lain yang berkorelasi dengan karakter kuantitatif.
2. Menekan waktu yang dibutuhkan untuk suatu seleksi karakter kuantitatif.
3. Memudahkan penyeleksian karakter-karakter kuantitatif, yaitu melalui seleksi
yang diterapkan kepada karakter-karakter yang berkorelasi dengan karakter
kuantitatif tertentu yang kendali gennya lebih sederhana melalui seleksi tidak
langsung (Rachmadi, 2000).

Menurut Prajitno (1981) koefisien korelasi harus memenuhi syarat :


1. Koefisen korelasi harus besar apabila kadar hubungan tinggi atau kuat, dan
harus kecil apabila kadar hubungan kecil atau lemah.
2. Koefisien korelasi harus bebas dari satuan yang digunakan untuk mengukur
variabel-variabel baik prediktor maupun respon.
BAB 3. METODOLOGI

3.1. Waktu Dan Tempat Praktikum


Adapun kegiatan praktikum dengan judul “ Korelasi dalam Pemuliaan
Tanaman ” dilaksanakan pada hari Selasa dan Jum’at, tanggal 22 dan 25 Mei
2018, pada pukul 13.00 – 15.00 WIB dan 13.00 – 15.00 WIB di Laboratorium
Teknik Produksi Benih, Politeknik Negeri Jember.

3.2. Alat dan Bahan


Adapaun alat yang digunakan pada kegiatan praktikum ini adalah laptop dan
alat tulis. Sedangkan bahan yang digunakan pada kegiatan praktikum ini adalah
data pemuliaan tanaman.

3.3. Prosedur Kerja


Adapun Prosedur kerja yang dilaksanakan pada kegiatan praktikum ini
adalah:
a. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b. Membuka data pemuliaan tanaman yang telah disediakan dalam bentuk
M.Excel.
c. Mengolah data sesuai arahan dosen dan teknisi.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Praktikum


Tabel 1. Data Pemuliaan Tanaman
Ber
at
Diamet Jml Jmlh 100 Berat
Jumla er Jumla Polon Polo Jumla Biji Biji
h Jumla Bintil h Biji g ng Isi h per perta
Tabel Bintil h Akar perta Ham per Buku tan n.
1. Akar Akar (cm) n. pa Tan Subur (gr) (gr)
Genoti
pe X1 X2 X4 X5 X6 X7 X8 X9 Y
5 27.3 12.8 0.2 166.0 5.3 90.5 16.8 11.1 19.3
6 18.2 7.5 0.2 121.8 7.0 64.5 15.2 10.9 16.4
7 11.5 9.3 0.3 165.0 5.0 104.8 18.7 12.3 20.2
8 12.7 8.2 0.2 80.3 9.7 46.2 17.3 11.4 11.4
9 19.2 12.0 0.2 230.3 5.2 94.3 21.7 8.8 19.4
10 13.7 12.0 0.2 268.5 4.2 120.7 17.2 8.9 23.7
11 10.5 8.2 0.1 154.3 6.8 68.3 19.7 10.9 16.6
12 23.2 8.7 0.5 160.0 6.8 67.8 13.2 9.1 16.6
13 29.7 12.7 0.2 240.5 5.5 88.2 20.3 7.9 19.2
14 11.0 10.0 0.2 231.5 7.0 62.3 18.8 7.3 16.3
15 13.3 12.3 0.2 267.2 3.7 136.2 14.2 9.2 25.5
16 29.0 10.3 0.5 256.3 3.5 136.8 14.7 10.3 26.2
17 7.5 11.7 0.2 167.2 7.2 60.5 17.2 9.8 16.1
18 17.7 11.0 0.2 217.5 5.3 91.2 16.5 8.6 19.4
19 15.3 7.8 0.2 233.2 5.0 102.0 9.2 8.7 20.0
20 57.2 12.0 0.7 222.7 7.0 66.8 12.5 7.5 16.5
5 20.2 12.5 0.2 182.3 4.5 114.2 15.7 12.1 22.6
6 9.3 6.7 0.2 118.8 5.7 86.3 16.3 15.0 19.0
7 21.8 9.0 0.2 145.8 6.7 68.5 15.3 10.3 17.1
8 12.0 10.3 0.2 83.3 11.8 45.3 16.2 10.7 11.0
9 9.2 7.7 0.2 210.3 6.2 75.2 18.8 8.7 18.0
10 7.3 8.8 0.2 221.3 6.0 78.2 16.3 8.7 18.4
11 14.5 9.0 0.1 158.2 6.0 79.8 18.5 11.6 18.6
12 16.7 6.3 0.4 190.3 6.3 75.0 13.8 9.8 17.9
13 28.5 15.0 0.2 226.0 6.3 70.8 15.7 7.8 17.4
14 16.0 10.5 0.3 417.3 3.2 193.5 19.7 7.5 30.4
15 13.7 9.3 0.2 262.2 4.7 112.3 13.3 8.7 22.0
16 28.7 9.2 0.3 258.2 3.8 131.5 14.7 9.8 25.1
17 7.5 11.5 0.2 237.2 4.3 117.7 18.8 9.8 22.8
18 12.8 12.7 0.2 279.2 4.2 118.8 18.2 8.8 23.6
19 13.2 7.0 0.2 230.0 4.5 116.2 11.5 9.5 22.7
20 46.5 10.3 0.5 185.3 6.7 68.5 11.3 8.9 17.0
5 12.2 11.8 0.2 157.8 7.8 55.8 14.8 12.1 15.4
6 32.8 8.5 0.3 129.2 5.5 88.2 17.3 15.0 19.2
7 45.5 9.2 0.2 175.7 4.8 110.2 15.2 10.3 21.2
8 36.7 9.8 0.3 101.5 8.3 49.5 19.5 10.7 13.8
9 5.2 9.0 0.2 290.0 4.2 123.3 19.0 8.7 24.0
10 14.3 10.7 0.3 275.0 3.8 128.3 15.0 8.7 24.1
11 4.7 6.3 0.1 181.0 5.0 95.3 23.0 11.6 19.9
12 19.0 8.7 0.4 169.5 7.2 59.5 13.7 9.8 16.0
13 12.2 13.0 0.2 262.7 5.0 106.3 19.8 7.8 20.7
14 21.0 12.2 0.3 377.0 3.5 140.7 20.0 7.5 26.3
15 25.2 11.0 0.3 258.2 4.3 117.8 14.8 8.7 22.9
16 12.7 9.0 0.3 204.3 5.7 83.8 12.8 9.8 19.0
17 6.8 11.0 0.2 230.7 4.8 112.2 19.3 9.8 21.9
18 23.3 13.2 0.2 268.0 4.3 116.3 21.5 8.8 22.8
19 12.8 9.2 0.2 273.8 3.5 176.8 11.2 9.5 26.8
20 31.7 12.3 0.9 206.2 5.8 83.7 10.7 8.9 19.0
10148 4600. 468.
jumlah 911.0 487.2 12.7 268.6 784.9 959.4
.6 6 1

Tabel 2. Data Korelasi Dari Data Pemuliaan Tanaman


Tabel 3. Data Sumbangan Langsung dan Matrik Invers Dari Data Pemuliaan Tanaman

Tabel 4. Data Pengaruh Langsung PXiY Dari Data Pemuliaan Tanaman


Tabel 5. Data Genotipe Terbaik Berdasarkan Jumlah Bintil Akar, Jumlah Akar,
Jumlah Biji pertanaman, Jumlah Polong Isi per Tanaman, Jumlah Buku
Subur, dan Berat Biji pertanaman (gr) Dari Data Pemuliaan Tanaman.
Berat
Jumla
100
Diam Jml h Juml Berat
Tabel Juml Jumlah Biji
Juml eter Polo Polon ah Biji
2. ah Biji per
ah Bintil ng g Isi Buku pertana
rata- Bintil pertana tana
Akar Akar Ham per Subu man
rata Akar man man
(cm) pa Tana r (gr)
(gra
man
m)
Geno
X1 X2 X4 X5 X6 X7 X8 X9 Y
tipe
0.266 341.933 4.566 132.1 7.433 24.3333
14 16 10.9 19.5
667 3 667 667 333 3
17.93 108.7 18.73 8.733 21.9333
18 12.3 0.2 254.9 4.6
333 667 333 333 3
10.86 0.233 262.533 4.233 8.866 23.4666
15 17.4 122.1 14.1
667 333 3 333 667 7
11.76 0.233 254.933 4.666 109.0 16.16 8.766 22.0666
10 10.5
667 333 3 667 667 667 667 7
23.46 0.366 4.333 117.3 14.06 9.966 23.4333
16 9.5 239.6
667 667 333 667 667 667 3
13.76 245.666 4.333 131.6 10.63 9.233 23.1666
19 8 0.2
667 7 333 667 333 333 7
9.566 243.533 19.83 8.733 20.4666
9 11.2 0.2 5.2 97.6
667 3 333 333 7
7.266 5.433 18.43 20.2666
17 11.4 0.2 211.7 96.8 9.8
667 333 333 7
26.26 9.166 0.233 162.166 10.96
7 5.5 94.5 16.4 19.5
667 667 333 7 667
23.46 13.56 243.066 88.43 7.833
13 0.2 5.6 18.6 19.1
667 667 7 333 333
12.36 5.866 86.83 15.76 11.76
5 19.9 0.2 168.7 19.1
667 667 333 667 667
7.833 5.933 81.13 11.36 18.3666
11 9.9 0.1 164.5 20.4
333 333 333 667 7
7.566 0.233 123.266 6.066 79.66 16.26 13.63
6 20.1 18.2
667 333 7 667 667 667 333
45.13 11.53 204.733 8.433
20 0.7 6.5 73 11.5 17.5
333 333 3 333
19.63 0.433 173.266 6.766 67.43 13.56 9.566 16.8333
12 7.9
333 333 7 667 333 667 667 3
20.46 9.433 0.233 88.3666 9.933 17.66 10.93 12.0666
8 47
667 333 333 7 333 667 333 7
4.2.Pembahasan
Korelasi adalah hubungan yang terdapat antara dua atau beberapa sifat
(pengamatan). Menurut Saefuddin et al (2009) mengatakan bahwa regresi dan
korelasi adalah analisis untuk menelaah hubungan antara dua peubah pengukuran.
Korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik
pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi
merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik
bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel.
Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur seberapa kuat atau derajat kedekatan
auatu relasi yang terjadi antar sifat atau variabel. Korelasi antara dua sifat dapat
dibagi dalam korelasi fenotipik dan korelasi genotipik. Korelasi fenotipik dapat
dipisahkan menjadi korelasi genotipik dan korelasi lingkungan. Oleh karena itu,
korelasi fenotipik ini selanjutnya diharapkan dapat menunjukkan korelasi
genotipik yang lebih berati dalam usaha pemuliaan panaman. Korelasi ini dapat
diartikan sebagai korelasi nilai pemuliaan dari dua sifat yang diamati. Sedangkan
korelasi lingkungan merupakan sisaan galat yang juga memberikan konstribusi
terhadap fenotip (Nasir 2005). Analisis regresi pada dasarnya adalah studi
mengenai ketergantungan satu variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih
variabel independent (variabel penjelas/bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi
dan/ atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen
berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui. Dalam regresi linier, nilai-
nilai dari beberapa populasi itu ditentukan oleh nilai x tertentu. Peubah y itu
disebut peubah tidak bebas, karena setiap y bergantung pada populasi yang
diambil contohnya, peubah x disebut peubah bebas atau argumen.
Menurut Knight dalam Gunarsih dan Daradjat (2007) menyatakan bahwa
ada dua faktor yang mempengaruhi korelasi antara dua karakter yaitu faktor
genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik yang menyebabkan terjadinya
korelasi adalah adanya aktivitas gen yang bersifat pleitropi dan atau pautan gen.
Sedangkan kondisi lingkungan yang berpeluang menyebabkan korelasi antara
karakter tanaman bilamana karakter-karakter dimaksud dapat dipengaruhi secara
bersamaan oleh kondisi lingkungan.
Korelasi antar sifat mengukur derajat keeratan hubungan antara sifat-sifat.
Pendugaan sifat-sifat korelasi genotip dan fenotip berguna dalam perencanaan dan
evaluasi di dalam program-program pemuliaan tanaman. Korelasi antar sifat
penting dan yang kurang penting dapat mengungkapkan bahwa beberapa dari sifat
yang penting berguna sebagai indikator bagi satu atau beberapa sifat lain yang
kurang penting (Johnson et al. 2006).
Berdasarkan data pada tabel 5 diatas dapat kita ketahui bahwa dari hasil
pengurutan dan seleksi berdasarkan paramater jumlah bintil akar, jumlah akar,
jumlah biji pertanaman, jumlah polong isi per tanaman, jumlah buku subur, dan
berat biji pertanaman (gr) dari data pemuliaan pada tabel 1 maka diperoleh
genotipe terbaik berdasarkan parameter tersebut adalah genotipe 14, yang
memiliki data jumlah bintil akar rata-rata sebanyak 16, data jumlah akar rata-rata
sebanyak 10,9, data jumlah biji pertanaman rata-rata sebanyak 341,9333, data
jumlah polong isi per tanaman rata-rata sebanyak 132,1667, data jumlah buku
subur rata-rata sebanyak 19,5, data berat biji pertanaman rata-rata sebesar
24,33333 gr. Dalam seleksi ini genotipe yang dipilih sebanyak satu (1) genotipe
untuk dilakukan pada proses pemuliaan berikutnya, sedangkan sisa genotipe
lainnya tidak digunakan atau disimpan per genotipe sebagai sumber kekayaan
genotipe.
BAB 5. PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari kegiatan praktikum ini adalah:
a. Korelasi merupakan salah satu teknik statistik yang digunakan untuk mencari
hubungan antara dua variabel atau lebih, yang sifatnya kuantitatif.
b. Nilai korelasi antara dua sifat tanaman bervariasi, yaitu berkisar antara -1
sampai +1, sehingga dikenal dua macam koefisien korelasi yaitu koefisien
korelasi positif dan koefisien korelasi negatif.
c. Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur seberapa kuat atau derajat
kedekatan auatu relasi yang terjadi antar sifat atau variabel.
d. Faktor yang mempengaruhi korelasi antara dua karakter yaitu faktor genetik
dan faktor lingkungan.
e. Hasil pengurutan dan seleksi berdasarkan paramater jumlah bintil akar, jumlah
akar, jumlah biji pertanaman, jumlah polong isi per tanaman, jumlah buku
subur, dan berat biji pertanaman (gr) dari data pemuliaan diperoleh genotipe
terbaik adalah genotipe 14.

5.1 Saran
Saran untuk praktikum ini adalah harus dilakukan dengan serius, teliti, dan
ketepatan dalam melakukan perhitungan. Apabila terjadi kesalahan
pada perhitungan maka akan berpengaruh terhadap hasil akhir yang berhubungan
dengan ada atau tidaknya korelasi antara dua sifat.
DAFTAR PUSTAKA

Allard,R.W.1988. Pemuliaan Tanaman Bina. Jakarta: Aksara.

Imran, S., Syamsuddin, dan Efendi. 2002. Analisis vigor benih padi (Oryza sativa
L.) pada lahan alang-alang. Agrista 6(1):81-86.

Nasir, M. 2001. Pengantar Pemuliaan Tanaman. Jakarta : Direktorat Jenderal


Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Sugiarto. 1992. Tahap Awal Dan Aplikasi Analisis Regresi. Yogyakarta: Andy
Offset.

Yitnosumarto, Suntoyo. 1994.Dasar - dasar Statistika. Jakarta: PT. Raja Grafindo


Persada.