Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH PEMBERIAN MIKRONUTRIEN TERHADAP PERTUMBUHAN ANAK GIZI

KURANG USIA 12–24 BULAN PENERIMA MAKANAN PENDAMPING AIR SUSU IBU
(MP-ASI) DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA

Antun Rahmadi1

ABSTRAK

Pengaruh Pemberian Mikronutrien terhadap Pertumbuhan Anak Gizi Kurang Usia


12-24 Bulan Penerima Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) di Kabupaten
Lampung Utara. Suplementasi mikronutrien merupakan alternatif program
penanggulangan masalah gizi mikro, karena itu perlu dilakukan penelitian bagaimana
pengaruh pemberian suplemen mikronutrien terhadap pertumbuhan anak gizi kurang di
Kabupaten Lampung Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh
pemberian mikronutrien terhadap pertumbuhan anak gizi kurang usia 12-24 bulan
penerima MP-ASI.
Jenis penelitian ini adalah Randomized Control Trial tanpa Blindness. Subjek
penelitian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diberi MP-ASI biskuit dan
mikronutrien berupa vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D, E, asam folat, niasin, tembaga,
iodium, besi dan seng sebanyak 100% kecukupan gizi yang dianjurkan. Kelompok kedua
diberi MP-ASI biskuit saja. Intervensi dilakukan setiap hari selama 90 hari. Berat badan
dan panjang badan anak diukur pada awal penelitian sebagai data dasar dan selanjutnya
diukur setiap 30 hari.Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna
peningkatan berat badan dan panjang badan antara anak yang diberi MPASI biskuit dan
mikronutrien dengan anak yang diberi MP-ASI biskuit saja (p<0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan berat badan dan panjang badan
anak yang diberi MP-ASI biskuit dan mikronutrien lebih tinggi daripada anak yang diberi
MP-ASI biskuit saja.

Kata kunci: mikronutrien, suplementasi, MP-ASI, pertumbuhan.

LATAR BELAKANG Sejak usia empat atau enam


Dua tahun pertama kehidupan bulan bayi memerlukan Makanan
anak merupakan masa emas Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI)
pertumbuhan. Pada masa ini sel otak untuk menjamin pertumbuhan yang baik
mengalami pertumbuhan dan dan menjadikan bayi tetap sehat.
perkembangan yang optimal. Apabila Makanan ini harus diberikan dalam
terjadi kekurangan asupan zat gizi waktu dan jumlah yang tepat karena
esensial pada masa ini akan MP-ASI berfungsi untuk menambah
menyebabkan gangguan pertumbuhan asupan zat gizi dari kebutuhan bayi yang
yang sulit untuk diperbaiki dimasa semakin lama semakin banyak (World
selanjutnya. Health Organization, 1998). Jika
World Health Organization kekurangan zat gizi tidak terpenuhi
(WHO) merekomendasikan bahwa ASI maka pertumbuhan bayi dapat
sebagai makanan alamiah untuk bayi terganggu atau gagal tumbuh dan dalam
secara eksklusif harus diberikan paling jangka yang panjang dapat
sedikit selama empat bulan dan jika menyebabkan kurang gizi.
memungkinkan sampai usia enam bulan.

1. Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

54 Jurnal Dunia Kesmas Volume 3. Nomor 1. Januari 2014


Hasil evaluasi Departemen penerima MP-ASI pabrik, status gizi
Kesehatan (Depkes) tahun kurang dengan nilai Z-skor berat badan
2003 menunjukkan bahwa salah satu menurut panjang badan (BB/PB) terletak
penyebab terjadinya gangguan tumbuh dari < -2 SD sampai > -3 SD, orang tua
kembang bayi dan anak usia 12-24 mengijinkan anaknya menjadi subjek
bulan di Indonesia adalah rendahnya penelitian dengan persetujuan tertulis,
mutu MP-ASI yang diberikan oleh dan tidak menderita penyakit kronis atau
keluarga. Studi yang berkaitan dengan kelainan bawaan yang dapat
MP-ASI menunjukkan bahwa beberapa mengganggu proses pertumbuhan anak.
zat gizi khususnya energi dan zat gizi Sebanyak 85 anak terpilih menjadi
mikro terutama Zat Besi dan Seng tidak sampel dan dialokasikan secara random
dapat mencukupi kebutuhan (Latief dkk, kedalam kelompok perlakuan 42 anak
2000). Suplementasi mikronutrien dan kedalam kelompok kontrol 43 anak.
merupakan alternatif yang dapat Selama masa penelitian terdapat 3 anak
dilakukan untuk meningkatkan drop out sehingga pada akhir penelitian
ketersediaannya. Oleh karena itu sampel tinggal 82 anak, 41 anak dalam
peneliti tertarik untuk mengetahui kelompok perlakuan dan 41anak dalam
pengaruh pemberian mikronutrien kelompok kontrol.
terhadap pertumbuhan anak gizi kurang Pengolahan data hasil penelitian
usia 12-24 bulan penerima MP-ASI di yang telah dikumpulkan dilakukan
Kabupaten Lampung Utara. secara manual menggunakan bantuan
komputer. Analisis data menggunakan
METODE program komputer. Uji statistik yang
Jenis penelitian yang dilakukan digunakan adalah uji Chi-Square dan uji
adalah randomized control trial tanpa t-test.
blinded. Kelompok perlakuan diberi MP-
ASI pabrik dan mikronutrien sedangkan HASIL DAN PEMBAHASAN
kelompok kontrol diberi MP-ASI pabrik 1. Karakteristik Subjek dan Sosial
saja. MP-ASI pabrik yang digunakan Ekonomi Keluarga
adalah biskuit dari Depkes. Mikronutrien Subjek yang diteliti sebanyak 82
yang digunakan adalah vitamin dan anak yang teralokasi ke dalam
mineral (Vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, kelompok perlakuan 41 anak dan ke
D, E, asam folat, niasin, tembaga dalam kelompok kontrol 41 anak. Hasil
iodium, besi dan seng) dalam bentuk uji statistik dengan menggunakan uji chi
sprinkle bermerek Vitalita dengan dosis square untuk karakteristik jenis
100% AKG. Intervensi pada kedua kelamin, umur, pemberian ASI dan
kelompok dilakukan setiap hari selama status imunisasi menunjukkan tidak ada
90 hari. Observasi berupa penimbangan perbedaan yang bermakna (p>0.05)
dan pengukuran panjang badan antara kelompok perlakuan dan
dilakukan pada awal penelitian serta kelompok kontrol.
pada hari ke-30, ke-60, dan ke-90. Rata-rata berat badan (BB),
Variabel-variabel yang berpotensi panjang badan (PB) dan nilai z-skor
mengganggu hasil penelitian seperti (BB/PB) antara kelompok perlakuan
karakteristik subjek, keadaan sosial dengan kelompok kontrol setelah diuji
ekonomi keluarga dan asupan zat gizi dengan uji t-test juga menunjukkan
dari makanan juga diamati dan tidak ada perbedaan yang bermakna
dianalisis. (p>0.05) antara dua kelompok tersebut.
Subjek penelitian adalah anak usia Hasil selengkapnya tentang karakteristik
12-21 bulan pada saat dipilih sebagai subjek pada awal penelitian dapat dilihat
subjek, terdaftar sebagai sasaran pada tabel 1.

Jurnal Dunia Kesmas Volume 3. Nomor 1. Januari 2014 55


Tabel 1. Karakteristik subjek pada awal penelitian

Kelompok
Variabel Perlakuan Kontrol p
(n=41) (n=41)
Jenis Kelamin
- Laki-laki 21 (51,2%) 22 (53,7%) 1,000*
- Perempuan 20 (48,8%) 19 (46,3%)
Umur (bulan) 18,05 + 3,07 17,12 + 0,187**
3,24
Pemberian ASI
- Ya 30 (73,2%) 21 (51,2%) 0,068*
- Tidak 11 (26,8%) 20 (48,8%)
Status Imunisasi
- Tidak lengkap 8 (19,5%) 10 (24,4%) 0,790*
- Lengkap 33 (80,5%) 31 (75,6%)
Berat Badan (BB) 7,756 + 7,805 + 0,797**
0,731 0,963
Panjang Badan (PB) 75,293 + 75,607 + 0,723**
3,491 4,469
Nilai Z-skor BB/PB -2.3686 + -2.3881 + 0,797**
0.2621 0.2696
* Uji Chi Square ** Uji t-test

Karakteristik sosial ekonomi 2. Asupan Zat Gizi dari Makanan


keluarga yang dikumpulkan meliputi Makanan sehari-hari subjek
pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan penelitian yang meliputi makanan
orang tua. Hasil uji chi square terhadap keluarga, MP-ASI biskuit, dan ASI yang
karakteristik pendidikan orang tua dan diperoleh dari recall dianalisis kandungan
pekerjaan orang tua ternyata tidak zat gizinya untuk mengetahui rata-rata
menunjukkan adanya perbedaan yang asupan masing-masing zat gizi kemudian
bermakna. Pendapatan keluarga subjek hasilnya dibandingkan dengan Angka
digolongkan kedalam dua golongan yaitu Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan
pendapatan yang dibawah Upah bagi anak 1-3 tahun. Asupan zat gizi
Minimum Regional (UMR) dan menurut AKG dapat dilihat pada tabel 3.
pendapatan sesuai UMR keatas. Hasil 3. Asupan MP-ASI biskuit dan
penelitian ini menunjukkan bahwa Mikronutrien
sebagian besar keluarga subjek Rata-rata jumlah MP-ASI biskuit
berpenghasilan dibawah UMR. Uji chi yang dikonsumsi selama 90 hari pada
square terhadap karakteristik kelompok perlakuan adalah 399,0 +
pendapatan keluarga menunjukkan tidak 214,9 keping atau 4,4 + 2,4 keping
ada perbedaan yang bermakna (p>0,05) perhari. Sedangkan pada kelompok
antara kelompok perlakuan dan kontrol adalah 343,9 + 201,1 keping
kelompok kontrol (p= 0,803). Hasil uji atau 3,8 + 2,2 keping perhari.
karakteristik sosial ekonomi Rata-rata mikronutrien yang
selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2. dikonsumsi oleh kelompok perlakuan
selama 90 hari adalah 76,6 + 16,9 saset
atau 0,8 + 0,2 saset per hari.

56 Jurnal Dunia Kesmas Volume 3. Nomor 1. Januari 2014


Tabel 2. Karakteristik Sosial Ekonomi Keluarga

Kelompok
Variabel Perlakuan Kontrol p
(n=41) (n=41)
Pendidikan orang tua
a. Bapak
- SLTP kebawah 35 (85,4%) 27 (65,9%) 0,072*
- SLTA keatas 6 (14,6%) 14 (34,1%)
b. Ibu
- SLTP kebawah 33 (80,5%) 26 (63,4%) 0,140*
- SLTA keatas 8 (19,5%) 15 (31,7%)
Pekerjaan orang tua
a. Bapak
- Tani,buruh 36 (87,8%) 28 (68,3%) 0,062*
- Swasta,karyawan 5 (12,2%) 13 (31,7%)
b. Ibu
- Tidak bekerja 35 (85,4%) 33 (80,5%) 0,769*
- Bekerja 6 (14,6%) 8 (19,5%)
Pendapatan keluarga
- < UMR 29 (70,7%) 31 (75,6%) 0,803*
- > UMR 12 (29,3%) 10 (24,4%)

* Uji Chi Square

Tabel 3. Asupan zat gizi menurut AKG


Asupan % AKG
Zat Gizi AKG
Perlakuan Kontrol
Energi (Kkal) 1000 79 81
Protein (gr) 25 83 84
Vitamin A (mcg) 400 71 81
Vitamin D (mcg) 5 108 60
Vitamin E (mg) 6 68 55
Vitamin B1 (mg) 0.5 40 40
Vitamin B2 (mg) 0.5 60 60
Vitamin B6 (mg) 0.5 80 80
Vitamin B12 (mcg) 0.9 44 33
Niasin (mg) 6 55 50
Asam Folat (mcg) 150 35 41
Vitamin C (mg) 40 93 72
Besi (mg) 8 60 61
Iodium (Mcg) 90 42 27
Seng (mg) 8,2 55 39

4. Perubahan berat badan, panjang antropometri dan indeks status gizi


badan, dan status gizi setelah 3 bulan perlakuan. Data
Berdasarkan data pada awal selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.
penelitian terdapat perubahan ukuran

Jurnal Dunia Kesmas Volume 3. Nomor 1. Januari 2014 57


Tabel 4. Indikator antropometri sebelum dan sesudah penelitian

Antropometri Perlakuan Kontrol


BB (kg)
- Awal 7,76 + 0,73 7,80 + 0,96
- Setelah 3 bulan 9,08 + 0,84 8,33 + 1,01
PB (cm)
- Awal 75,29 + 3,49 75,61 + 4,47
- Setelah 3 bulan 75,82 + 3,47 75,75 + 4,46
Z-skor (BB/PB)
- Awal – 2,37 + 0,26 – 2,39 + 0,27
- Setelah 3 bulan – 0,93 + 0,55 – 1,80 + 0,38
Z-skor (BB/U)
- Awal – 2,87 + 0,53 – 2,75 + 0,64
- Setelah 3 bulan – 2,12 + 0,62 – 2,68 + 0,66
Z-skor (PB/U)
- Awal – 2,07 + 0,96 – 1,71 + 1,12
- Setelah 3 bulan – 2,63 + 0,94 – 2,44 + 1,07

PEMBAHASAN kelompok perlakuan dan kelompok


1. Karakteristik Subjek dan Sosial kontrol. Sedangkan 3 jenis lainnya yaitu
Ekonomi Keluarga vitamin D, iodium, dan seng yang secara
Untuk mengetahui pengaruh statistik berbeda antara kelompok
pemberian mikronutrien terhadap perlakuan dan kelompok kontrol.
pertumbuhan dalam penelitian ini Meskipun demikian jumlah asupannya
terdapat beberapa variabel yang masih dibawah AKG sehingga
berpotensi untuk mengganggu hasil suplementasi mikronutrien yang
penelitian. Variabel itu adalah menyediakan zat gizi rata-rata 100%
karakteristik yang ada pada subjek yaitu AKG diperkirakan lebih kuat
jenis kelamin, umur, status imunisasi, pengaruhnya terhadap pertumbuhan.
penyakit, berat badan, panjang badan Kepatuhan subjek dalam
dan status gizi. Keadaan sosian ekonomi mengkonsumsi suplemen mikronutrien
keluarga juga diidentifikasi berpotensi pada penelitian ini dapat dilihat dari
sebagai pengganggu yaitu umur, asupan rata rata jumlah saset
pendidikan, pekerjaan dan penghasilan mikronutrien yang dihabiskan. Rata-rata
orang tua. Selain itu asupan zat gizi jumlah mikronutrien yang digunakan
yang berasal dari makanan juga diselama 90 hari adalah 76,6 + 16,9
dianalisis. saset atau 0,8 + 0,2 saset per hari.
Berdasarkan uji yang dilakukan Dengan demikian tingkat kepatuhannya
terhadap variabel-variabel tersebut di rata-rata 80%. Hal itu dianggap cukup
atas ternyata semuanya menunjukkan baik karena dengan jumlah suplemen
tidak ada perbedaan yang bermakna sebesar itu berarti juga telah dapat
secara statistik antara kelompok memenuhi kekurangan mikronutrien
perlakuan dan kelompok kontrol. dari makanan sehari-hari anak-anak
2. Asupan Zat Gizi pada kelompok perlakuan.
Asupan zat gizi anak baik berupa 3. Perubahan berat badan dan panjang
zat gizi makro seperti energi dan protein badan sebelum dan sesudah
dan dan mikronutrien yang berasal dari perlakuan
makanan juga berpotensi mengganggu Pengaruh pemberian mikronutrien
hasil penelitian. Berdasarkan uji yang terhadap pertumbuhan dalam penelitian
dilakukan terhadap asupan zat gizi yang ini ditunjukkan dengan adanya
berasal dari makanan menunjukkan peningkatan berat badan dan panjang
bahwa dari 16 jenis zat gizi yang diuji badan yang lebih tinggi pada kelompok
terdapat 13 jenis zat gizi yang asupan perlakuan dibandingkan dengan
rata-ratanya tidak berbeda antara kelompok kontrol dan perbedaan

58 Jurnal Dunia Kesmas Volume 3. Nomor 1. Januari 2014


peningkatan itu bermakna secara peningkatan asupan energi dan protein
statistik. Beberapa penelitian terdahulu secara statistik tidak berbeda antara
tentang pemberian suplementasi kelompok perlakuan dan kelompok
mikronutrien pada anak balita juga kontrol. Peningkatan asupan energi dan
menunjukkan hasil serupa (Thu, dkk protein lebih disebabkan karena
1999; Smuts, dkk, 2005; & Rivera dkk, pemberian intervensi biskuit pada kedua
2001). kelompok. Penjelasan yang paling
Secara fisiologis mekanisme mungkin tentang pengaruh mikronutrien
mikronutrien dalam mencapai terhadap terjadinya peningkatan berat
peningkatan berat badan dan panjang badan dan panjang badan pada
badan itu tidak dapat dijawab dengan penelitian ini adalah terjadinya
penelitian ini. Beberapa kemungkinan optimalisasi metabolisme zat gizi
penjelasan tentang mekanisme khususnya energi dan protein yang
mikronutrien dalam memberikan disebabkan karena terpenuhinya zat gizi
pengaruh terhadap pertumbuhan yaitu mikro dan adanya efek sinergi diantara
melalui peningkatan imunitas sehingga zat gizi baik pada tingkat penyerapan
menurunkan morbiditas, meningkatkan maupun dalam proses metabolisme.
nafsu makan sehingga meningkatkan Komponen pertumbuhan yang
asupan zat gizi dan terjadinya efek meliputi sintesis jaringan lemak
sinergis baik pada tahap penyerapan (adiposse tissue) dan sintesis jaringan
maupun dalam proses metabolisme non lemak (lean tissue) membutuhkan
(Ramakrishnan dkk, 2004). zat gizi yg berbeda. Sintesis adipose
Beberapa hasil penelitian tissue memerlukan khususnya energi
menunjukkan bahwa suplementasi untuk disimpan sebagai cadangan lemak
mikronutrien dapat meningkatkan fungsi sedangkan sintesis lean tissue
imun sehingga mengurangi insiden membutuhkan asam amino dalam
penyakit infeksi yang dapat jumlah yang cukup dan seimbang
mengganggu pertumbuhan (Schlesinger ditambah dengan potasium,
dkk, 1992; Costillo-Duran, 1988; & magnesium, kalsium, fosfor dan seng.
Chwang dkk, 1988). Pengaruh Dengan demikian peranan mikronutrien
pemberian mikronutrien terhadap dalam mempengaruhi pertumbuhan
peningkatan nafsu makan ditunjukkan adalah melalui keterlibatannya dalam
dalam beberapa hasil penelitian (Cun proses kedua jenis sintesis jaringan
dkk, 1985; Krebs dkk, 1984 & Lawless tersebut. Melalui perannya sebagai
dkk, 1994). Selanjutnya pada penelitian koenzim, ketersediaan mikronutrien
yang lain menunjukkan bahwa yang memadai dapat menjamin
pemberian multi mikronutrien dapat berlangsungnya metabolisme
memberikan efek sinergis seperti antara karbohidrat, glikogen, lemak dan asam
vitamin A dengan zat besi, vitamin A amino sehinga menghasilkan energi dan
dengan seng, dan zat besi dengan terbentuknya jaringan lemak sebagai
vitamin C (Dijkhuizen dkk, 2001). cadangan. Peranan mikronutrien dalam
Dalam penelitian ini diketahui aktifitas sel seperti respirasi,
bahwa insiden dan durasi penyakit diare pertumbuhan dan diferensiasi sel akan
dan ISPA ternyata tidak berbeda antara menghasilkan pertumbuhan jaringan
kelompok perlakuan dan kelompok baik jaringan otot maupun jaringan
kontrol, dengan demikian pengaruh tulang. Dengan demikian maka
pemberian mikronutrien terhadap tersedianya makronutrien dan
pertumbuhan tidak melalui mekanisme mikronutrien secara bersama-sama
ini. Demikian pula dengan kemungkinan merupakan syarat dalam mencapai
pengaruh pemberian mikronutrien pertumbuhan yang optimal.
terhadap peningkatan nafsu makan. Pada awal penelitian ini diketahui
Dalam penelitian ini memang terdapat bahwa asupan zat gizi baik pada
peningkatan asupan energi dan protein kelompok perlakuan maupun pada
pada kedua kelompok akan tetapi tidak kelompok kontrol masih dibawah AKG
dapat disimpulkan bahwa peningkatan (tabel 2). Dengan kondisi seperti itu
asupan itu disebabkan karena nafsu maka wajar apabila pemberian
makan yang meningkat sebab mikronutrien dengan dosis 100% AKG

Jurnal Dunia Kesmas Volume 3. Nomor 1. Januari 2014 59


secara teori dapat memenuhi kecukupan Hasil penelitian ini menunjukkan
mikronutrien pada kelompok perlakuan bahwa total konsumsi energi rata-rata
sehingga mengoptimalkan proses pada masing-masing kelompok
sintesis jaringan yang pada akhirnya mencapai 98% AKG. Dari jumlah
terjadi peningkatan berat badan dan tersebut sumbangan terbesar berasal
panjang badan berbeda secara dari makanan yang diberikan oleh
bermakna dibandingkan dengan keluarga termasuk ASI. Sumbangan
kelompok kontrol. energi yang berasal dari MP-ASI pabrik
4. Perubahan status gizi sebelum dan persentasenya relatif masih kecil yaitu
sesudah perlakuan baru mencapai 20,4% pada kelompok
Berdasarkan indeks BB/PB terjadi perlakuan dan 17,5% pada kelompok
perbaikan status gizi pada kedua kontrol. Idealnya jika MP-ASI pabrik
kelompok yaitu dari status gizi kurang yang diberikan dapat diterima dan
(wasted) menjadi normal. Hal itu dapat dikonsumsi sesuai anjuran maka
terjadi karena pencapaian peningkatan kecukupan energi dapat terpenuhi
berat badan selama 3 bulan intervensi bahkan dapat melebihi AKG sehingga
lebih tinggi dibandingkan dengan sangat mungkin berpengaruh untuk
pencapaian peningkatan panjang badan. mengejar pertumbuhan yang optimal.
Berdasarkan indeks BB/U status gizi
pada kedua kelompok tidak mengalami KESIMPULAN
perbaikan yaitu tetap berstatus gizi Hasil penelitian menunjukkan
kurang (underweight). Ketidakmampuan bahwa pemberian suplementasi
intervensi untuk meningkatkan status mikronutrien dengan dosis sesuai
underweight pada penelitian ini dengan angka kecukupan gizi bagi anak
kemungkinan karena masa suplementasi gizi kurang yang mendapat MP-ASI
yang relatif singkat, sebab jika dilihat pabrik memberikan pengaruh terhadap
nilai z-skor BB/U selama 3 bulan peningkatan berat badan dan tinggi
mempunyai kecenderungan yang badan secara signifikan. Pengaruh yang
meningkat. Lain halnya dengan status lebih baik terjadi pada anak yang asupan
gizi yang diukur dengan indeks PB/U. energinya memenuhi kecukupan gizi
Pada akhir penelitian pada kelompok yang dianjurkan. Meskipun demikian
perlakuan tidak terjadi perubahan status pencapaian peningkatan berat badan
gizi yaitu tetap berada pada status gizi dan panjang badan belum mampu
kurang (stunted) sebaliknya pada mengejar tingkat pertumbuhan yang
kelompok kontrol terjadi penurunan optimal sehingga belum mampu
status gizi dari normal menjadi pendek memperbaiki status gizi kronis (stunted)
(stunted). Hasil ini menunjukkan bahwa yang dialami subjek.
meskipun pemberian mikronutrien
berpengaruh positif terhadap DAFTAR RUJUKAN
pertambahan berat badan dan panjang Bhandari, N., Bahl, R., Taneja, S. (2001)
badan tetapi peningkatannya belum Effect of Micronutrient
mampu mengejar pertumbuhan optimal Supplementation on Linear Growth
sehingga indeks PB/U tidak membaik. of Children. British J Nutr 85,
Suplementasi mikronutrien pada anak Suppl. 2, pp.S131-S137.
dapat melawan tingginya prevalensi Chwang, L.C., Soemantri, A.G., Pollit, E.
defisiensi mikronutrien tetapi tidak (1988) Iron Supplementation and
cukup memberikan efek pertumbuhan Physical Growth of Rural
yang optimal13. Masih terdapat faktor Indonesian Children. Am J Clin Nutr
tambahan lain dalam diet anak yang 47, pp.496-501.
secara efektif mempengaruhi Costillo-Duran (1988) Copper Defficiency
pertumbuhan. Meskipun anak-anak Impairs Growth of infants
mendapat mikronutrien dalam jumlah Recovering fromMalnutrition. Am J
yang mencukupi tetapi asupan energi Clin Nutr 47, pp.710-714.
dan protein yang rendah kuantitas dan Cun, C.X., An, Y.T., Sheng, H.J., Yan,
kualitasnya adalah merupakan pembatas M.Q., Min, H.Z., Xiang, L.L. (1985)
pertumbuhan (Bhandari dkk, 2001). Low Levels of Zinc in Hair and
Blood, Pica, Anorexia, and Poor

60 Jurnal Dunia Kesmas Volume 3. Nomor 1. Januari 2014


Growth in Chinese Preschool (2001) Multiple Micronutrient
Children. Am J Nutr 42, pp.694- Supplement Increase the Growth of
700 Mexican Infants. Am J Clin Nutr 74,
Dijkhuizen, M. A., Wieringa, F.T., West, pp.657-663.
C.E., Martuti, S., Muhilal (2001) Schlesinger, L., Arevalo, M., Arredondo,
Effects of Iron and Zinc S., Diaz, M., Lonnerdal, B., Stekel,
Supplementation in Indonesian A. (1992) Effect of Zinc Fortified
Infants on Micronutrient Status and Formula on Immunocompetence
Growth. J Nutr 131, pp. 2860– and Growth of Malnourished
2865. Infants. Am J Clin Nutr 56,
Krebs, N.F., Hambidge, K.M., Walravens, pp.491-498.
P.A. (1984) Increase Food Intake Smuts, C.M., Lombard, C.J., Benade´,
of Young Children Receiving a Zinc A.J.S.r, Dhansay, M.A., Berger, J.,
Supplement. Am J Dis Child 138, Hop, L.T., Romana, G.L, Untoro,
pp.270-273 J., Karyadi, E., Erhardt, J., Gross,
Latief, D., Falah, T.S., Sunawang (2000) R. (2005) Efficacy of a Foodlet-
Program ASI Eksklusif dan Based Multiple Micronutrient
Makanan Pendamping Air Susu Ibu. Supplement for Preventing Growth
Naskah dipresentasikan dalam Faltering, Anemia, and
Diskusi Pakar Bidang Gizi, Cipanas. Micronutrient Deficiency of Infants:
Lawless, J.W., Latham, M.C., The Four Country IRIS Trial Pooled
Stephenson, L.S., Kinoti, S.N., Data Analysis. J Nutr 135,
Pertet, A. M. (1994) Iron pp.631S–638S.
Supplementation Improve Appetite Thu, B.D., Schultink, W., Dillon, D.,
and Growth in Anemic Kenyan Gross, R., Leswara, N.D., Khoi,
Primary School Children. J Nutr H.H. (1999) Effect of Daily and
124, pp.645-654. Weekly Micronutrient
Ramakrishnan, U., Aburto, N., McCabe, Supplementation on Micronutrient
G., Martorell, R. (2004) Defficiency and Growth in Young
Multimicronutrient Interventions Vietnamese Children. Am J Clin
but Not Vitamin A or Iron Nutr 69, pp.80-86.
Interventions Alone Improve Child World Health Organization (1998)
Growth: Results of 3 Meta- Complementary Feeding Of Young
Analyses1. J Nutr 134, pp. 2592– Children in Developing Countries: A
2602. Riview of Current Scientific
Rivera, J.A., Cossio, T.G., Flores, M., Knowledge. Geneva: Department
Romero, M., Rivera, M., Rojo, of Nutrition for Health and
M.M.T., Rosado, J.L., Brown, K.H. Developmenment.

Jurnal Dunia Kesmas Volume 3. Nomor 1. Januari 2014 61