Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MEMANDIKAN PASIEN BEDREST

DI RUANG 26 I RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Disusun Oleh :
PROFESI NERS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
STIKES MATARAM

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG


LEMBAR PENGESAHAN

Penyuluhan ini telah disahkan dan disetujui pada :

Hari/Tanggal : Kamis, 28 Juni 2018

Tempat: Ruang 26 S RSUD dr. Saiful Anwar Malang

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan,

(..........................................) (......................................)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Materi penyuluhan : Hand Hygiene dan Memandikan Pasien Bedrest


Pokok bahasan : Hand Hygiene dan Memandikan Pasien Bedrest
Sasaran : Keluarga Pasien di Ruang 26 S
Hari/ Tanggal : Kamis, 28 Juni 2018
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang 26 S RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

1. LATAR BELAKANG
Kebutuhan dasar manusia merupakan focus dalam asuhan keperawatan.
Bagi pasien yang mengalami gangguan kesehatan, maka kemungkinan ada satu
atau beberapa kebutuhan dasar pasien yang akan terganggu. Kebutuhan dasar
manusia dibagi menjadi kebutuhan fisik, psikologis dan sosial. Kebutuhan fisik
harus dipenuhi lebih dahulu karena merupakan kebutuhan yang terbesar meliputi
nutrisi, istirahat, oksigen, eliminasi, kegiatan seksual, oleh karena itu perawat
harus memiliki kemampuan dan pengetahuan cara pemenuhan kebutuhan dasar
manusia, dengan memantau dan mengikuti perkembangan kemampuan pasien
dalam melaksanakan aktifitas kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan
dasar terutama pasien imobilisasi.
Personal hygiene adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis, kurang perawatan diri
adalah kondisi dimana seseorang tidak mampu melakukan perawatan kebersihan
untuk dirinya. Melihat hal itu personal hygiene diartikan sebagai hygiene
perseorangan yang mencakup semua aktivitas yang bertujuan untuk mencapai
kebersihan tubuh, meliputi membasuh, mandi, merawat rambut, kuku, gigi, gusi
dan membersihkan daerah genital. Jika seseorang sakit, biasanya masalah
kesehatan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena mengganggap masalah
kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut kurang diperhatikan
dapat mempengaruhi kesehatan secara umum terutama pasien imobilisasi.
(Andarmoyo, sulistyo. 2013).
a. Tujuan Umum
Pada akhir proses penyuluhan, peserta dapat mengetahui bagaimana
cara memandikan pasien.
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan diharapkan pasien dan
keluarga pasien dapat mengetahui tentang:
1) Memahami pengertian memandikan pasien
2) Memahami tujuan memandikan pasien 4 dari 6 item
a) Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
b) Memberikan rasa nyaman
c) Merangsang peredaran darah
d) Sebagai pengobatan
3) Memahami persiapan alat untuk memandikan pasien
4) Memahami prosedur memandikan pasien
5) Memahami dampak tidak memandikan pasien

2. RENCANA KEGIATAN
a. Metode : Demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab
b. Media dan Alat Bantu : Power Point
LCD
Laptop
c. Alat dan Bahan : Handuk 1
Waslap 2
Baskom 2
Sabun dan gayung
Minyak kayu putih
Baby oil
Baju
Pampers
d. Tempat dan Waktu
1) Tempat Kegiatan : Ruang 26 S RSSA Malang
2) Hari/Tanggal : Kamis, 28 Juni 2018
e. Materi dan Pemateri
1) Pokok Bahasan :
a) Pengertian memandikan pasien
b) Tujuan memandikan pasien
c) Persiapan alat untuk memandikan pasien
d) Prosedur memandikan pasien
2) Pemateri :
3) Moderator :
4) Peserta : Keluarga pasien di Ruang 26 S RSSA
f. AlokasiWaktu : 30 menit
3. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap
Kegiatan perawat Media
Kegiatan
Pembukaan 1. Salam pembuka 1. Ceramah
2. Memperkenalkan diri 2. Tanya jawab
( 5 menit)
3. Menjelaskan maksud dan
tujuan penyuluhan
4. Menggali pengetahuan peserta
tentan gmateri yang akan
disampaikan
Penyajian dan Materi 1. Ceramah
2. Tanya jawab
diskusi 1. Menjelaskan Pengertian
3. Power Point
( 20 menit) Memandikan pasien
2. Menjelaskan tujuan
Memandikan pasien
3. Menjelaskan persiapan alat
Untuk memandikan pasien
4. Menjelaskan prosedur
Memandikan pasien
5. Menjelaskan dampak tidak
Memandikan pasien
Penutup 1. Mengevaluasi atau menanyakan Tanya jawab
(5menit) kembali materi yang telah
disampaikan pada peserta
2. Menyimpulkan kembali materi
yang telah disampaikan
3. Memberikan motivasi kepada
keluarga agar selalu optimis
dalam merawat anggota
keluarganya yang sedang
dirawat di ruang 26 S
4. Memberi salam penutup

4. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi terstruktur
a) Adanya koordinasi antara pemateri, peserta penyuluhan dan panitia
penyelenggara selama acara penyuluhan berlangsung.
b) Persiapan acara penyuluhan dapat dilakukan dengan baik, misalnya dalam
penyiapan kursi, absensi dan leaflet.
c) Sebelum penyuluhan telah dilakukan perjanjian penyuluhan dengan pihak
ruang 26 S RSSA Malang
2. Evaluasi proses
a) Peserta aktif mendengarkan dan menyimak acara penyuluhan
b) Peserta aktif bertanya topik yang dibahas pada sesi Tanya jawab.
c) Peserta mampu merespon pertanyaan yang diberikan pemateri..
3. Evaluasi hasil
Peserta mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan dengan
benar melalui pertanyaan lisan (75%).
5. MATERI PENYULUHAN
a. Definisi Memandikan Pasien
Memandikan pasien di tempat tidur dengan posisi berbaring adalah
suatu tindakan membersihkan seluruh bagian tubuh pasien dengan posisi
berbaring di tempat tidur dengan menggunakan air bersih, sabun, dan atau
larutan anti-septik. (Kasiati dan Ni Wayan Dwi Rosmalawati . 2016)
b. Tujuan
1) Membersihkan tubuh dari kotoran dan menghilangkan bau badan.
2) Memberikan kesegaran fisik dan psikis serta rasa nyaman.
3) Merangsang peredaran darah, syaraf dan merelaksasikan otot.
4) Memelihara integritas kulit dan mencegah infeksi kulit.
5) Memotivasi pasien dalam memenuhi kebutuhan perawatan dan
kebersihan dirinya. (Kasiatidan Ni Wayan Dwi Rosmalawati . 2016)
c. Catatan Sebelum Memandikan Pasien
1) Jika kondisi memungkinkan, libatkan pasien untuk melakukan tindakan
2) Dalam melakukan tindakan perawat harus memperhatikan keamanan
dirinya sendiri dengan memakai schort, hand-schoen ataupun masker.
(Kasiatidan Ni Wayan Dwi Rosmalawati . 2016)
d. Prosedur Memandikan Pasien Persiapan:
1) Persiapan pasien atau keluarga
2) Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan
3) Menjelaskan prosedur tindakan
4) Sebelum melakukan tindakan memandikan tawarkan pasien untuk BAB
atau BAK terlebih dahulu
5) Ember tertutup / tempat pakaian kotor.
6) Hand-schoen disposible.
7) Menjaga privasi pasien
8) Bantal dan guling yang tidak dibutuhkan letakan dikursi.
9) Mencuci tangan.
10) Berdiri di sebelah kanan pasien atau sesuai kebutuhan.

e. Persiapan Alat:
1) Dua Waskom mandi berisi air hangat atau air biasa.
2) Handuk mandi bersih satu / dua buah.
3) Waslap bersih dua buah.
4) Sabun mandi dalam tempatnya.
5) Pakaian bersih/pampers
6) Baby oil
7) Minyak kayu putih
8) Kapas savlon
9) Lap/klorin (pemutih)
10) Tempat pakaian kotor
( Andarmoyo, sulistyo, 2013).
f. Pelaksanaan :
1) Pakaian bagian atas dibuka dan bagian tubuh yang terbuka ditutup
dengan selimut atau kain penutup.
2) Pakaian yang kotor dimasukkan kedalam ember yang bertutup/tempat
pakaian kotor.
3) Ambil tempat untuk sabun dan waslap.
4) Membersihkan wajah:
a) Handuk dibentangkan di atas bantal di bawah kepala pasien.
b) Dengan waslap lembab membersihkan mata mulai dari sudut mata
dekat hidung kearah keluar sampai bersih.
c) Dengan waslap lembab tanpa sabun membersihkan wajah pasien.
d) Menawarkan penggunaan sabun untuk daerah wajah.
e) Membersihkan wajah, telinga, leher dengan menggunakan waslap
lembab yang diberi sabun dan dibilas sampai bersih.
5) Membersihkan lengan:
Basahi mulai dari jari-jari dan sela-selanya sampai ketiak
kemudian dibersihkan dengan sabun dan dibilas. Kemudian keringkan
dengan handuk. Setelah selesai letakkan tangan keatas, angkat handuk
dan pindahkan ketangan yang satunya.
6) Membersihkan dada danperut:
Basahi dan sabuni daerah dada dan perut. Bilas dengan waslap dan
air yang bersih kemudian keringkan.
7) Membersihkan punggung .
Miringkan pasien, bentangkan handuk dibawah punggung. Basahi
dan sabuni daerah tengkuk, bahu dan punggung, pantat, keringkan
dengan handuk.
8) Membersihkan kaki
Basahi dan sabuni dari telapak kaki dan jari-jari serta sela-sela,
bilas lalu keringkan. Lakukan untuk kaki yg satu dengan cara yang
sama.
9) Membersihkan area kemaluan/genetalia.
Basahi dan bersihkan daerah genetalia dengan menggunakan
kapas savlon.
10) Berikan bedak pada pasien pada area ketiak. Bagi pasien perempuan,
beri bedak pada ketiak dan muka.
11) Berikan minyak atau baby oil untuk menjaga kelembapan kulit serta
minyak kayu putih.
12) Terlentangkan pasien dan bahu untuk memakai baju bagian atas.
13) Bantu pasien untuk memakai pakaian bagian bawah.
14) Rapikan tempat tidur pasien.
15) Rapikan alat-alat.
(Basic Hygiene Practice, 2017).

DAFTAR PUSTAKA

Kasiati dan Ni Wayan Dwi Rosmalawati .(2016). Kebutuhan Dasar Manusia I.


Jakarta: Salemba Medika
Andarmoyo, sulistyo. (2013). Personal Hygiene konsep, proses dan aplikasi dalam
praktik keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Basic Hygiene Practice. (2017). Diakses tanggal 7 Februari 2018 :
http://preventcancerinfections.org/sites/default/files/tips/Basic%20Hygiene
%20PDF_0.pdf