Anda di halaman 1dari 64

DIREKTORAT PEMBINAAN PERENCANAAN TATA RUANG DAN PEMANFAATAN RUANG DAERAH

DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG


KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG / BADAN PERTANAHAN NASIONAL
Jln. Sisingamangaraja No. 2 Kebayoran Baru - Jakarta Selatan
Sistematika Materi

PENDAHULUAN 1#

KETENTUAN UMUM MUATAN RTR KSK 2#

KETENTUAN TEKNIS MUATAN RTR KSK 3#


MUATAN & PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK 4#
PROSES PENETAPAN RTR KSK
5#
PENDAHULUAN - Latar Belakang 1
1. Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Pasal 4 dan Pasal 5, penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan Sistem, Fungsi
Utama Kawasan, Wilayah Administratif, Kegiatan Kawasan, & Nilai Strategis Kawasan (KSN, KSP, KSK).
2. PP No. 15 Tahun 2010 Tentang Penyelanggaraan Penataan Ruang, menyatakan :
a) Penyusunan dan penetapan Rencana Rinci Tata Ruang (RRTR) meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata
ruang kawasan strategis kabupaten/kota. (Pasal 39 ayat 1d)
b) Rencana tata ruang kawasan strategis kabupaten/kota merupakan rencana rinci dari rencana tata ruang wilayah
kabupaten/kota. (Pasal 40 ayat 4)
c) Rencana rinci tata ruang (RRTR) kabupaten/kota merupakan dasar penyusunan rencana tata bangunan dan
lingkungan bagi zona – zona yang pada rencana rinci tata ruang ditentukan sebagai zona yang penanganannya
diprioritaskan. (Pasal 41)
3. Permen ATR/BPN No.37 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyusunan RTR KSP dan RTR KSK.
KSK merupakan wilayah yang Penataan Ruangnya Diprioritaskan karena mempunyai Pengaruh Sangat Penting Dalam Lingkup

Kabupaten Terhadap Ekonomi, Sosial, Budaya, Lingkungan, Serta Pendayagunaan Sumber Daya Alam Dan Teknologi Tinggi.
PENDAHULUAN – Tujuan, Maksud, Sasaran 1

MAKSUD SASARAN
Sebagai bahan pembelajaran bagi Peserta kegiatan adalah aparat
pemerintah daerah dalam pelaksanaan pemerintah provinsi dan kabupaten
kegiatan Bimbingan Teknis Rencana Rinci yang menangani bidang penataan
Tata Ruang (RRTR) di Provinsi/ ruang khususnya terkait penyusunan
Kabupaten terutama terkait Penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan
Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Strategis Kabupaten.
Kabupaten.
Mempermudah peserta kegiatan
dalam memahami penyusunan RTR
KSP dan RTR KSK yang berkualitas
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan bidang
penataan ruang.

TUJUAN
PENDAHULUAN – Ruang Lingkup 1
RUANG LINGKUP
Sebagai pedoman penyusunan KSK
memuat ketentuan umum, ketentuan
teknis dan prosedur penyusunan RTR
KSK, KSK dimaksud tidak mencakup
KSK yang merupakan atau
bercirikan perkotaan.

ACUAN NORMATIF
 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; dan
 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan
Ruang; dan
 Permen ATR/BPN No.37 Tahun 2016 Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang
Kawasan Strategis Provinsi dan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis
Kabupaten.
KETENTUAN UMUM 2
KEDUDUKAN RTR KSK
Merujuk pada amanat UU No. 26 Tahun 2007
Sistem Perencanaan Rencana Umum Rencana Rinci Tentang Penataan Ruang menyatakan :
• Rencana rinci tata ruang terdiri dari rencana
RPJP Nasional RTRW Nasional RTR Pulau detail tata ruang kabupaten dan rencana tata
RTR Kawasan Strategis ruang kawasan strategis kabupaten. (Pasal 14
RPJM Nasional Nasional ayat 3 huruf c).
• Rencana rinci tata ruang disusun sebagai
RPJP Propinsi RTRW Propinsi RTR Kawasan Strategis perangkat operasional rencana umum tata
Propinsi ruang (pasal 14 ayat 4).
RPJM Propinsi
• Rencana rinci tata ruang ditetapkan dengan
peraturan daerah kabupaten. (Pasal 27 ayat 1)
RPJP Kab/Kota RTRW Kab/Kota RDTR Kab/Kota
Merujuk pada amanat PP No. 15 Tahun 2010
RTR Kawasan Strategis Tentang Penyelanggaraan Penataan Ruang
RPJM Kab/Kota Kab/Kota (RTR KSK)
menyatakan; Rencana tata ruang kawasan strategis
kabupaten/kota merupakan rencana rinci dari
rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.
(Pasal 40 ayat 4)
KETENTUAN UMUM 3
FUNGSI PENYUSUNAN RTR KSK
• Menjadi acuan untuk MENGEMBANGKAN, MELESTARIKAN, MELINDUNGI,
dan/atau MENGOORDINASIKAN KETERPADUAN PEMBANGUNAN NILAI
STRATEGIS KAWASAN.
• Menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pemanfaatan ruang yang lebih rinci.
• Sebagai dasar pengendalian pemanfaatan ruang KSK.
• RTR KSK bermanfaat untuk menjamin terjaganya keberlanjutan nilai strategis
kawasan.

MANFAAT PENYUSUNAN RTR KSK


• ALAT OPERASIONALISASI dalam sistem pengendalian dan pengawasan pelaksanaan
pembangunan fisik.
• Arahan lokasi dari berbagai kegiatan yang mempunyai kesamaan fungsi maupun lingkungan
permukiman dengan karakteristik tertentu.
• Upaya penetapan intensitas pemanfaatan ruang untuk setiap bagian-bagian wilayah.
• Dasar pertimbangan bagi penyusunan RTBL.
KETENTUAN UMUM 3
PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM
PENYUSUNAN KSK
• Peran masyarakat dalam penyusunan RTR KSK mengacu pada Peraturan
Pemerintah Nomor 68 tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran
Masyarakat Dalam Penataan Ruang.

MASA BERLAKU RTR KSK


• RTR KSK berlaku dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun.
• Peninjauan kembali RTR KSK dilakukan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.
• Peninjauan kembali RTR KSK dapat dilakukan lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun
dalam hal:
• Terdapat kondisi strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar
yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan;
• Terapat kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan batas wilayah
daerah yang termasuk dalam deliniasi rtr ksk; atau
• Apabila terjadi perubahan rencana tata ruang wilayah nasional yang berkaitan dengan
RTR KSK.
KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK TIPOLOGI KSK
Tipologi KSP dan KSK
2 DELINEASI KSK sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 7 huruf a
terdiri atas 4 sudut Sosial &
Budaya
3 SKALA PETA KSK kepentingan.

4 MUATAN RTR KSK


Pertumbuhan
RTR Pendayagunaa
n Sumber Daya
Ekonomi Alam Dan/Atau
KSK Teknologi
Tinggi

CATATAN:
Fungsi Dan
Daya Dukung Dalam kasus-kasus tertentu pada KSK
Lingkungan dapat mengandung lebih dari satu sudut
kepentingan, namun prioritas pengaturan
Hidup KSK tersebut berdasarkan sudut
kepentingan yang telah ditetapkan dalam
RTRW Kabupaten.
KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK TIPOLOGI KSK
Tipologi KSP dan KSK Kepentingan Sub - Kepentingan
2 DELINEASI KSK sebagaimana dimaksud
Kawasan Industri
dalam Pasal 7 huruf a
terdiri atas 4 sudut Kawasan Pariwisata
Pertumbuhan Ekonomi
3 SKALA PETA KSK kepentingan. Kawasan Agro/Minapolitan

KKTM, KSCT

4 MUATAN RTR KSK Kaw.Rawan Konflik Sosial


Sosial dan Budaya
Kaw.Adat Tertentu /
Warisan Budaya

Kaw.Teknologi Tinggi
Pendayagunaan SDA dan/
atau Teknologi Tinggi Kaw.Sumber Daya Alam
CATATAN:
Dalam kasus-kasus tertentu pada KSK
Kaw.Hutan Lindung Kab/
dapat mengandung lebih dari satu sudut
Fungsi & Dayadukung Kota
kepentingan, namun prioritas pengaturan
Lingkungan Hidup Kaw.Rawan Bencana KSK tersebut berdasarkan sudut
Alam kepentingan yang telah ditetapkan dalam
RTRW Kabupaten.
KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK

2 DELINEASI KSK

3 SKALA PETA KSK

4 MUATAN RTR KSK


KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK

2 DELINEASI KSK

3 SKALA PETA KSK

4 MUATAN RTR KSK


KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK DELINEASI KSK
Dalam Pasal 15 Batas delineasi KSK dapat berupa:
2 DELINEASI KSK • Batas administrasi;
• Batas bentang alam; dan/atau
• Batas buatan.
Juga dapat dilengkapi dengan justifikasi :
3 SKALA PETA KSK • Batas fisik yang belum nyata (peraturan, kebijakan rencana jaringan).
• Batas tingkat kerawanan bencana alam, yaitu batas yang dihasilkan dari hasil analisis tingkat kerawanan
bencana alam, dan
4 MUATAN RTR KSK • Batas fungsional yang ditetapkan melalui konsensus.

Dalam Pasal 16 Batas delineasi KSK mencakup :


• KAWASAN INTI;
a. merupakan objek utama perencanaan atau pembangunan; dan/atau
b. berada di wilayah daratan dan/atau wilayah perairan.
• KAWASAN PENYANGGA;
• merupakan kawasan yang memiliki pengaruh, pelindung, dan berdampak langsung terhadap
kawasan inti;
• memiliki radius tertentu dari batas terluar kawasan inti; dan/atau
• berada di wilayah daratan dan/atau wilayah perairan.
KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK

2 DELINEASI KSK

3 SKALA PETA KSK KSK berhimpit KSN pada dua KSK berhimpit KSN pada satu KSK berhimpit KSP dan RDTR
kabupaten/lebih kabupaten

4 MUATAN RTR KSK

KSK dalam satu wilayah KSK lintas kecamatan KSK berhimpit KSP dalam satu
kecamatan kabupaten
KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK

2 DELINEASI KSK

3 SKALA PETA KSK


KSK berhimpit RDTR KSK berbentuk koridor KSK berbentuk objek menyebar

4 MUATAN RTR KSK

KSK berbentuk deliniasi di pesisir KSK berbentuk obyek di pesisir KSK berbentuk koridor di pesisir
KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK
• Deliniasi kawasan harus memiliki titik koordinat yang jelas.
• Batas deliniasi dapat berupa batas administrasi wilayah (desa, kecamatan,
2 DELINEASI KSK dll), mengikuti bentang alam (sungai, dll) dan batas buatan (jalan, dll).
• Dapat berhimpitan sebagian atau seluruhnya antara KSN-KSP-KSK, KSN-KSK,
3 SKALA PETA KSK KSP-KSK. (Pengaturan pada kawasan tersebut diatur berdasarkan pada masing-masing tingkat kewenangan).
• Dalam hal pada sebuah KSK tercakup wilayah perencanaan RDTR maka yang
merupakan wilayah RDTR dapat tidak diatur dalam RTR KSK melainkan
4 MUATAN RTR KSK
mengacu pada perda tentang RDTR dimaksud.
• Deliniasi KSK ditetapkan oleh Surat Keputusan Pejabat Eselon II pada
instansi yang membidangi penataan ruang (kepala dinas atau kepala badan) dan
dilakukan sebelum penyusunan RTR kawasan strategis dimulai.
• Deliniasi kawasan strategis dapat mencakup kawasan inti dan kawasan
penyangga. (Jika tidak diperlukan kawasan penyangga, maka tidak perlu penetapan deliniasi kawasan
penyangganya).
KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK SKALA PETA KSK
Skala peta RTR KSP dan RTR KSK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf c ditentukan dengan
2 DELINEASI KSK mempertimbangkan:
a. Kebutuhan informasi yang diperlukan dalam proses perencanaan tata ruang;
b. Luas wilayah perencanaan tata ruang; dan
c. Nilai strategis kawasan.
3 SKALA PETA KSK
Skala peta RTR KSK dapat berbeda antara kawasan inti dan penyangga dimana skala peta pada
kawasan inti lebih detail dari kawasan penyangga.
4 MUATAN RTR KSK
Pembedaan skala tersebut tidak harus berlaku universal untuk semua sudut kepentingan kawasan
strategis

PEMBAGIAN KAWASAN SKALA PETA KSP

KAWASAN INTI Minimal 1 : 10.000 – 1 : 5.000

KAWASAN PENYANGGA Minimal 1 : 25.000


KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK
Pelaksanaan penyusunan rencana tata ruang KSK meliputi serangkaian proses dan prosedur
2 DELINEASI KSK penyusunan dan penetapan (legislasi) rencana tata ruang.

PROSES merupakan tahapan penyusunan materi teknis rencana tata ruang KSK, sedangkan
3 SKALA PETA KSK
PROSEDUR merupakan proses penetapan ranperda hingga ditetapkan menjadi perda.

4 MUATAN RTR KSK Persiapan Penyusunan


RTR KSK 1 Tahap Persiapan

Pengumpulan Data & Pengolahan & Analis is


Informasi Data
2 Tahap Pengolahan Data

Perumusan Konsep Penyusunan Naskah


Rencana Ranperda
3 Tahap Rencana
KETENTUAN TEKNIS 4
1 TIPOLOGI KSK PROSEDUR PENYUSUNAN RTR KSK
Tahap Persiapan Metodologi, desain Gambaran umum KSK Delineasi, kebijakan terkait, isu strategis Berita Acara
survey & rencana kerja Lingkungan Samarinda & gagasan awal pengembangan Pembahasan

2 DELINEASI KSK
Tahap Pengumpulan
Survey sekunder Berita Acara
Data & Informasi Fakta dan Analisa
Survey primer Pembahasan

Tahap Pengolahan &


3 SKALA PETA KSK Analisis Data
Pelingkupan Data
Penentuan Metode
Penyiapan Peta Dasar
Analis is

Tahap Perumusan
Konsep Rencana Perumusan Tujuan,
4 MUATAN RTR KSK Kebijakan & Strategi
Penyusunan
KLHS
Perumusan Konsep
Pengembangan

Perumusan Arahan Pemanfaatan Ruang &


Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Perumusan
Kelembagaan

Tahap Penyusunan
Materi Teknis
Naskah Ranperda Penyusunan
Dokumen - Buku data & analis a
Naskah Ranperda
KLHS - Buku rencana
RTR KSK Samarinda
- Album peta
KETENTUAN TEKNIS 4

A. Tujuan, Kebijakan dan Strategi


SUDUT KEPENTINGAN KAWASAN:

MUATAN RTR KSK


B. Struktur Ruang
1. Pertumbuhan Ekonomi
C. Rencana Pola Ruang
2. Pendayagunaan dan Pengembangan Sosial
dan Budaya - Arahan Pemanfaatan Ruang Wilayah KSK
(Fungsi, Dasar dan Kriteria)
3. Pendayagunaan dan Pengembangan
Teknologi - Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang
4. Pemberdayaan dan Perlindungan Wilayah KSK (Fungsi, Kriteria dan Muatan
Lingkungan Minimal (Zonasi, Perizinan, Insentif & Disinsentif dan
Sanksi))
KETENTUAN TEKNIS 4

Pertimbangan:
Sudut Kepentingan Kawasan

1
• Orientasi pasar;
PERTUMBUHAN
• Daya saing nasional dan internasional;
EKONOMI
• Menyerap tenaga kerja tinggi;
• Ada keterkaitan antara industri hilir dan hulu;
• Mobilitas tinggi; dan
• Kegiatan yang dapat mendorong sektor ekonomi (primer berupa
pertambangan, pertanian, perikanan; sekunder berupa manufaktur;
tersier berupa jasa).
Sudut Kepentingan Kawasan KETENTUAN TEKNIS
1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
TAHAP PERSIAPAN PENYUSUNAN

KEGIATAN, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Penyusunan kerangka acuan kerja (KAK);
2. TAHAP 2 2. Pemberitahuan kepada publik;
3. TAHAP 3 3. Pemahaman terhadap KAK;
4. Kajian awal data sekunder; dan
4. TAHAP 4
5. Persiapan teknis pelaksanaan.
- Langkah 4.1
- Langkah 4.2 HASILnya
- Langkah 4.3 1. Tersusunnya gambaran umum wilayah perencanaan;
- Langkah 4.4 2. Teridentifikasinya nilai strategis pembentukan KSK;
- Langkah 4.5 3. Teridentifikasinya isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK;
4. Teridentifikasinya kebijakan terkait dengan wilayah perencanaan;
5. TAHAP 5
5. Teridentifikasinya potensi dan masalah; dan
6. Terbentuknya deliniasi kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
TAHAP PENGUMPULAN DATA dan INFORMASI

KEGIATANnya, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Data terkait dengan nilai strategis dan isu strategis KSK;
2. TAHAP 2 2. Data kebijakan penataan ruang dan kebijakan sektor terkait;
3. Data kondisi fisik lingkungan;
3. TAHAP 3
4. Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan;
4. TAHAP 4
5. Data prasarana dan sarana;
- Langkah 4.1 6. Data kependudukan;
- Langkah 4.2 7. Data perekonomian termasuk data potensi SDA yang menjadi basis
ekonomi wilayah kabupaten;
- Langkah 4.3
8. Data spasial sebaran komoditi ekonomi yang menjadi basis ekonomi
- Langkah 4.4 wilayah kabupaten;
- Langkah 4.5 9. Sosial dan budaya;
5. TAHAP 5 10. Data kelembagaan;
11. Peta dasar; dan
12. Data lainnya sesuai dengan karakteristik KSK.
Sudut Kepentingan Kawasan

1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
PERUMUSAN KONSEPSI RTR KSK

KEGIATANnya, meliputi: KEGIATAN ANALISIS, minimal meliputi:


1. TAHAP 1 1. Review terhadap RTR yang terkait
1. Bentuk KSK; dengan KSK;
2. TAHAP 2 2. Penyusunan dokumen KLHS;
2. Fokus penangan; 3. Analisis penguatan nilai strategis dan
3. TAHAP 3 isu strategis KSK;
3. Tingkat ketelitian peta; 4. Analisis deliniasi kawasan;
4. TAHAP 4 4. Tujuan, kebijakan dan 5. Analisis konsep pengembangan
kawasan;
- Langkah 4.1 strategi penataan ruang; 6. Analisis regional (kawasan yang
terpengaruh);
- Langkah 4.2 5. Konsep pengembangan 7. Analisis kebutuhan ruang;
kawasan; 8. Analisis pembiayaan pembangunan;
- Langkah 4.3 dan
6. Arahan pemanfaatan 9. Analisis lainnya sesuai dengan bentuk
- Langkah 4.4 ruang; KSK seperti diantaranya:
- Langkah 4.5 • Analisis LQ (Location Quotient)
7. Arahan pengendalian • Analisis Multiplier Economy
5. TAHAP 5 pemanfaatan ruang; dan • Analisis kebutuhan infrastruktur
yang diperlukan dalam
8. Pengelolaan kawasan. menunjang potensi
perekonomian KSK
Sudut Kepentingan Kawasan

1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
A. TUJUAN, KEBIJAKAN dan STRATEGI

TUJUAN difokuskan pada perwujudan pengembangan kawasan yang memiliki sektor unggulan
1. TAHAP 1 sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah.

2. TAHAP 2 KEBIJAKAN sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Fokus pada:
3. TAHAP 3 •

kebijakan penetapan sektor-sektor unggulan;
kebijakan penyediaan prasarana dan sarana;
kebijakan moda transportasi terpadu;
4. TAHAP 4

• kebijakan pengembangan antar sektor ekonomi secara terpadu;
• kebijakan pengembangan ekonomi berbasis pengembangan ekonomi lokal dan spesifik;
- Langkah 4.1 • kebijakan pengembangan ramah lingkungan;
• kebijakan pemberian kemudahan investasi dan usaha; dan
- Langkah 4.2 • kebijakan pembangunan kawasan berbasis mitigasi bencana.

- Langkah 4.3 STRATEGI berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Acuan minimal:
arahan penyediaan permukiman para pekerja;
- Langkah 4.4

• arahan penyediaan prasarana dan sarana lingkungan (fasilitas olah raga, sistem penyediaan air minum, drainase, persampahan dan air
limbah);
- Langkah 4.5 • arahan penyediaan sistem jaringan energi dan kelistrikan;
• arahan penyediaan sistem jaringan telekomunikasi;
5. TAHAP 5 • arahan penyediaan sistem jaringan transportasi terintegrasi;
• arahan penyediaan sistem jaringan sumber daya air;
• arahan mitigasi bencana pada kawasan rawan bencana alam; dan
• arahan penentuan kawasan inti dan penyangga kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
B. STRUKTUR RUANG

TAHAPAN ANALISIS yang perlu dilakukan dalam menyusun struktur ruang:


1. TAHAP 1 • sistem permukiman:
2. TAHAP 2 • sistem prasarana dan sarana lingkungan:

3. TAHAP 3 • sistem jaringan energi dan kelistrikan:


• sistem jaringan telekomunikasi:
4. TAHAP 4
• sistem jaringan transportasi:
- Langkah 4.1 • sistem jaringan sumber daya air:
- Langkah 4.2 • sistem penyediaan air minum:

- Langkah 4.3 • sistem persampahan:


• sistem jaringan air limbah:
- Langkah 4.4
• sistem jaringan drainase: dan
- Langkah 4.5 • penyediaan prasarana lainnya.
5. TAHAP 5
Sudut Kepentingan Kawasan

1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
C. RENCANA POLA RUANG

Tahapan yang perlu dilakukan dalam menyusun rencana pola ruang:


1. TAHAP 1 (1) kawasan inti:
a. zona pengembangan produksi potensi unggulan yang dapat mendorong investasi dan
2. TAHAP 2
sesuai dengan daya tampung dan daya dukung lingkungannya; dan
3. TAHAP 3 b. zona publik yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan prinsip-prinsip fungsi utama
kawasan inti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
4. TAHAP 4
(2) kawasan penyangga:
- Langkah 4.1 a. zona penunjang sekaligus pendorong pengembangan kegiatan pada kawasan inti; dan
- Langkah 4.2 b. zona publik yang berada pada kawasan diluar kawasan inti yang diperbolehkan untuk
mendukung fungsi utama kegiatan pada kawasan inti seperti perdagangan dan jasa.
- Langkah 4.3
(3) pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga yang berada pada kawasan lindung,
- Langkah 4.4 mengikuti ketentuan pola ruang pada RTRW.
- Langkah 4.5 (4) pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga harus mencantumkan lokasi relokasi
akibat bencana alam serta jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara jika terjadi
5. TAHAP 5
bencana alam.
Sudut Kepentingan Kawasan

1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
D. ARAHAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH KSK

FUNGSI:
1. TAHAP 1 a. sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman
penataan/pengembangan wilayah;
2. TAHAP 2 b. sebagai arahan untuk sektor dalam program;
c. sebagai dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan;
3. TAHAP 3 d. sebagai dasar estimasi penyusunan program tahunan untuk setiap jangka 5 (lima)
tahun; dan
4. TAHAP 4 e. sebagai acuan bagi masyarakat untuk melakukan investasi.
- Langkah 4.1
DASAR:
- Langkah 4.2 a. rencana struktur ruang dan rencana pola ruang;
b. ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;
- Langkah 4.3 c. kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan;
d. prioritas pengembangan dan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai
- Langkah 4.4 dengan RPJPD; dan
- Langkah 4.5 e. ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

5. TAHAP 5 KRITERIA:
a. realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu perencanaan;
b. konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang disusun; dan
c. sinkronisasi antar program harus terjaga dalam satu kerangka program terpadu.
Sudut Kepentingan Kawasan

1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
E. ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG
WILAYAH KSK

FUNGSI:
1. TAHAP 1 a. Menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang;
b. Menghindari penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang;
2. TAHAP 2 c. Menjaga keseimbangan dan keserasian peruntukan ruang;
d. Sebagai alat pengendali pengembangan kawasan;
3. TAHAP 3 e. Mencegah dampak pembangunan yang merugikan; dan
f. Melindungi kepentingan umum.
4. TAHAP 4
- Langkah 4.1 KRITERIA:
a. Terukur, realistis, dan dapat diterapkan; dan
- Langkah 4.2 b. Penetapannya melalui kesepakatan antar pemangku kepentingan.

- Langkah 4.3 MUATAN MINIMAL:


a. Arahan Peraturan Zonasi
- Langkah 4.4 b. Arahan Perizinan
- Langkah 4.5 c. Arahan Pemberian Insentif dan disinsentif
d. Arahan Sanksi
5. TAHAP 5
Sudut Kepentingan Kawasan

1 PERTUMBUHAN
EKONOMI
PENYUSUNAN NASKAH RANPERDA

1. TAHAP 1
2. TAHAP 2
3. TAHAP 3
MUATAN RTR KSK

4. TAHAP 4
- Langkah 4.1
NASKAH RANPERDA tentang rencana tata ruang kawasan
strategis kabupaten yang telah disepakati dan
- Langkah 4.2
- Langkah 4.3
pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan
- Langkah 4.4
peraturan perundang-undangan.
- Langkah 4.5
5. TAHAP 5
KETENTUAN TEKNIS 4

Sudut Kepentingan Kawasan PERTIMBANGAN:


PENDAYAGUNAAN dan
2
a) Nilai keunikan dan kearifan lokal baik yang berada di daratan maupun
PENGEMBANGAN di perairan;
SOSIAL DAN BUDAYA b) Warisan budaya dan adat istiadat;
c) Kondisi Lingkungan non terbangun, terbangun dan kegiatan di sekitar
kawasan; dan
d) Kondisi lingkungan dari potensi ancaman bencana alam dan kegiatan
manusia.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN TAHAP PERSIAPAN PENYUSUNAN
SOSIAL DAN BUDAYA
KEGIATAN, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Penyusunan kerangka acuan kerja (KAK);
2. TAHAP 2 2. Pemberitahuan kepada publik;
3. TAHAP 3 3. Pemahaman terhadap KAK;
4. Kajian awal data sekunder; dan
4. TAHAP 4
5. Persiapan teknis pelaksanaan.
- Langkah 4.1
- Langkah 4.2 HASILnya
- Langkah 4.3 1. Tersusunnya gambaran umum wilayah perencanaan;
- Langkah 4.4 2. Teridentifikasinya nilai strategis pembentukan KSK;
- Langkah 4.5 3. Teridentifikasinya isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK;
4. Teridentifikasinya kebijakan terkait dengan wilayah perencanaan;
5. TAHAP 5
5. Teridentifikasinya potensi dan masalah; dan
6. Terbentuknya deliniasi kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN TAHAP PENGUMPULAN DATA & INFORMASI
SOSIAL DAN BUDAYA
KEGIATANnya, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Data terkait dengan nilai strategis dan isu strategis KSK;
2. Data kebijakan penataan ruang dan kebijakan sektor terkait;
2. TAHAP 2 3. Data kondisi fisik lingkungan;
3. TAHAP 3 4. Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan;
5. Data prasarana dan sarana;
4. TAHAP 4 6. Data kependudukan dan Sosial Budaya
- Langkah 4.1 • Data ini meliputi data penduduk menurut jenis etnis, umur/usia,
gender serta data dan informasi terkait kondisi sosial budaya
- Langkah 4.2 penduduk yang ada di dalam dan sekitar KSK yang menjadi deliniasi
kawasan perencanaan.
- Langkah 4.3 • Informasi seputar sebaran lokasi kawasan yang ditetapkan menjadi
kawasan perlindungan setempat menurut perspektif masyarakat dan
- Langkah 4.4 pemerintah daerah di dalam dan sekitar area KSK yang direncanakan
7. Data perekonomian,
- Langkah 4.5
8. Data kelembagaan;
5. TAHAP 5 9. Peta dasar; dan
10. Data lainnya sesuai dengan karakteristik KSK.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN TAHAP PENGUMPULAN DATA & INFORMASI
SOSIAL DAN BUDAYA
KEGIATANnya, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Data terkait dengan nilai strategis dan isu strategis KSK;
2. Data kebijakan penataan ruang dan kebijakan sektor terkait;
2. TAHAP 2 3. Data kondisi fisik lingkungan;
3. TAHAP 3 4. Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan;
5. Data prasarana dan sarana;
4. TAHAP 4 6. Data kependudukan dan Sosial Budaya
- Langkah 4.1 • Data ini meliputi data penduduk menurut jenis etnis, umur/usia,
gender serta data dan informasi terkait kondisi sosial budaya
- Langkah 4.2 penduduk yang ada di dalam dan sekitar KSK yang menjadi deliniasi
kawasan perencanaan.
- Langkah 4.3 • Informasi seputar sebaran lokasi kawasan yang ditetapkan menjadi
kawasan perlindungan setempat menurut perspektif masyarakat dan
- Langkah 4.4 pemerintah daerah di dalam dan sekitar area KSK yang direncanakan
7. Data perekonomian,
- Langkah 4.5
8. Data kelembagaan;
5. TAHAP 5 9. Peta dasar; dan
10. Data lainnya sesuai dengan karakteristik KSK.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN PERUMUSAN KONSEPSI RTR KSK
SOSIAL DAN BUDAYA
KEGIATANnya, meliputi: KEGIATAN ANALISIS, minimal meliputi:
1. Review terhadap RTR yang terkait
1. TAHAP 1 1. Bentuk KSK; dengan KSK;
2. Penyusunan dokumen KLHS;
2. TAHAP 2 2. Fokus penangan; 3. Analisis penguatan nilai strategis dan isu
strategis KSK;
3. TAHAP 3 3. Tingkat ketelitian peta; 4. Analisis deliniasi kawasan;
4. TAHAP 4 5. Analisis konsep pengembangan
4. Tujuan, kebijakan dan kawasan;
- Langkah 4.1 strategi penataan ruang; 6. Analisis regional (kawasan yang
terpengaruh);
- Langkah 4.2 5. Konsep pengembangan 7. Analisis kebutuhan ruang;
kawasan; 8. Analisis pembiayaan pembangunan; dan
- Langkah 4.3 9. Analisis lainnya sesuai dengan bentuk
6. Arahan pemanfaatan KSK seperti diantaranya:
- Langkah 4.4 ruang; • Analisis interaksi sosial (baik secara
internal maupun eksternal) di KSK
yang direncanakan
- Langkah 4.5 7. Arahan pengendalian • Analisis kebutuhan infrastruktur
5. TAHAP 5 pemanfaatan ruang; dan yang diperlukan dalam menunjang
pertumbuhan KSK dari sudut
pandang sosial budaya masyarakat
8. Pengelolaan kawasan. setempat.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN A. TUJUAN, KEBIJAKAN & STRATEGI
SOSIAL DAN BUDAYA
TUJUAN difokuskan pada perwujudan pengembangan kawasan dan/atau obyek yang memiliki
1. TAHAP 1 nilai sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan dan penelitian, agama dan/atau kebudayaan.

2. TAHAP 2 KEBIJAKAN sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Fokus pada:
3. TAHAP 3 •

kebijakan terhadap pelestarian nilai-nilai keunikan budaya lokal sebagai potensi kawasan;
kebijakan terkait dengan kawasan dan/atau obyek warisan budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan;
kebijakan pelestarian komunitas adat yang memiliki keunikan lokal; dan
4. TAHAP 4

• kebijakan terkait dengan penetapan jenis dan standar pelayanan minimum kawasan.

- Langkah 4.1 STRATEGI berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Acuan minimal:
- Langkah 4.2 •

arahan pengembangan dan penyediaan permukiman berdasarkan pola permukiman tradisional dan keunikan adat istiadat masyarakat;
arahan pola penataan kawasan adat dan budaya;

- Langkah 4.3 • arahan penyediaan prasarana dan sarana lingkungan penunjang kegiatan kebudayaan dan sosial (sistem penyediaan air minum,
drainase, persampahan dan air limbah);
arahan penyediaan sistem jaringan energi dan kelistrikan;
- Langkah 4.4

• arahan penyediaan sistem jaringan telekomunikasi;
arahan penyediaan sistem jaringan transportasi terintegrasi;
- Langkah 4.5

• arahan penyediaan sistem jaringan sumber daya air;
• arahan mitigasi bencana pada kawasan rawan bencana alam; dan
5. TAHAP 5 • arahan penentuan kawasan inti dan penyangga kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN B. STRUKTUR RUANG
SOSIAL DAN BUDAYA
TAHAPAN ANALISIS yang perlu dilakukan dalam menyusun struktur ruang:
1. TAHAP 1 • sistem permukiman:
2. TAHAP 2 • sistem prasarana dan sarana lingkungan:

3. TAHAP 3 • sistem jaringan energi dan kelistrikan:


• sistem jaringan telekomunikasi:
4. TAHAP 4
• sistem jaringan transportasi:
- Langkah 4.1 • sistem jaringan sumber daya air:
- Langkah 4.2 • sistem penyediaan air minum:

- Langkah 4.3 • sistem persampahan:


• sistem jaringan air limbah:
- Langkah 4.4
• sistem jaringan drainase: dan
- Langkah 4.5 • penyediaan prasarana lainnya.
5. TAHAP 5
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN C. RENCANA POLA RUANG
SOSIAL DAN BUDAYA
Tahapan yang perlu dilakukan dalam menyusun rencana pola ruang:
1. TAHAP 1 (1) kawasan inti:
a. Zona pemanfaatan terbatas yang ditujukan untuk pengelolaan, pelestarian, perlindungan, penyelamatan,
2. TAHAP 2 pengamanan, pemeliharaan, pemugaran dan pengembangan kawasan warisan budaya/adat tertentu dan/atau objek
warisan budaya/adat tertentu dan/atau adat istiadat yang menjadi ciri khas dengan mempertimbangkan kearifan
3. TAHAP 3 lokal dan nilai-nilai warisan budaya; dan
b. Zona publik yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan prinsip-prinsip fungsi pendukung pengelolaan, pelestarian,
4. TAHAP 4 perlindungan, penyelamatan, pengamanan, pemeliharaan, pemugaran dan pengembangan kawasan warisan
budaya/adat tertentu dan/atau objek warisan budaya/adat tertentu.
- Langkah 4.1
(2) kawasan penyangga:
- Langkah 4.2 a. Zona pemanfaatan terbatas yang jika dibutuhkan dukungan terhadap kawasan warisan budaya/adat tertentu
dan/atau objek warisan budaya/adat tertentu berupa ruang nonterbangun pada radius tertentu; dan
- Langkah 4.3 b. Zona publik dan jasa wisata yang berada pada kawasan yang diperbolehkan untuk digunakan kegiatan publik dan
jasa wisata terbatas.
- Langkah 4.4
(3) pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga yang berada pada kawasan lindung,
- Langkah 4.5 mengikuti ketentuan pola ruang pada RTRW.
5. TAHAP 5 (4) pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga harus mencantumkan lokasi relokasi
akibat bencana alam serta jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara jika terjadi
bencana alam.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN D. ARAHAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH KSK
SOSIAL DAN BUDAYA
FUNGSI:
1. TAHAP 1 a. sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman
penataan/pengembangan wilayah;
2. TAHAP 2 b. sebagai arahan untuk sektor dalam program;
c. sebagai dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan;
3. TAHAP 3 d. sebagai dasar estimasi penyusunan program tahunan untuk setiap jangka 5 (lima)
tahun; dan
4. TAHAP 4 e. sebagai acuan bagi masyarakat untuk melakukan investasi.
- Langkah 4.1
DASAR:
- Langkah 4.2 a. rencana struktur ruang dan rencana pola ruang;
b. ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;
- Langkah 4.3 c. kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan;
d. prioritas pengembangan dan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai
- Langkah 4.4 dengan RPJPD; dan
- Langkah 4.5 e. ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

5. TAHAP 5 KRITERIA:
a. realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu perencanaan;
b. konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang disusun; dan
c. sinkronisasi antar program harus terjaga dalam satu kerangka program terpadu.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN
E. ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG
WILAYAH KSK
SOSIAL DAN BUDAYA
FUNGSI:
1. TAHAP 1 a. Menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang;
b. Menghindari penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang;
2. TAHAP 2 c. Menjaga keseimbangan dan keserasian peruntukan ruang;
d. Sebagai alat pengendali pengembangan kawasan;
3. TAHAP 3 e. Mencegah dampak pembangunan yang merugikan; dan
f. Melindungi kepentingan umum.
4. TAHAP 4
- Langkah 4.1 KRITERIA:
a. Terukur, realistis, dan dapat diterapkan; dan
- Langkah 4.2 b. Penetapannya melalui kesepakatan antar pemangku kepentingan.

- Langkah 4.3 MUATAN MINIMAL:


a. Arahan Peraturan Zonasi
- Langkah 4.4 b. Arahan Perizinan
- Langkah 4.5 c. Arahan Pemberian Insentif dan disinsentif
d. Arahan Sanksi
5. TAHAP 5
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
2 PENGEMBANGAN PENYUSUNAN NASKAH RANPERDA
SOSIAL DAN BUDAYA

1. TAHAP 1
2. TAHAP 2
3. TAHAP 3
4. TAHAP 4
- Langkah 4.1
NASKAH RANPERDA tentang rencana tata ruang kawasan
strategis kabupaten yang telah disepakati dan
- Langkah 4.2
- Langkah 4.3
pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan
- Langkah 4.4
peraturan perundang-undangan.
- Langkah 4.5
5. TAHAP 5
KETENTUAN TEKNIS 4

Sudut Kepentingan Kawasan Pertimbangan:


PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN
• Teknologi ramah lingkungan;
TEKNOLOGI • Teknologi tinggi strategis; dan
• Teknologi tepat guna.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN TAHAP PERSIAPAN PENYUSUNAN
TEKNOLOGI
KEGIATAN, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Penyusunan kerangka acuan kerja (KAK);
2. TAHAP 2 2. Pemberitahuan kepada publik;
3. TAHAP 3 3. Pemahaman terhadap KAK;
4. Kajian awal data sekunder; dan
4. TAHAP 4
5. Persiapan teknis pelaksanaan.
- Langkah 4.1
- Langkah 4.2 HASILnya
- Langkah 4.3 1. Tersusunnya gambaran umum wilayah perencanaan;
- Langkah 4.4 2. Teridentifikasinya nilai strategis pembentukan KSK;
- Langkah 4.5 3. Teridentifikasinya isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK;
4. Teridentifikasinya kebijakan terkait dengan wilayah perencanaan;
5. TAHAP 5
5. Teridentifikasinya potensi dan masalah; dan
6. Terbentuknya deliniasi kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN TAHAP PENGUMPULAN DATA dan INFORMASI
TEKNOLOGI
KEGIATANnya, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Data terkait dengan nilai strategis dan isu strategis KSK;
2. Data kebijakan penataan ruang dan kebijakan sektor terkait;
2. TAHAP 2 3. Data kondisi fisik lingkungan;
3. TAHAP 3 4. Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan;
5. Data prasarana dan sarana;
4. TAHAP 4 6. Data kependudukan
- Langkah 4.1 7. Data perekonomian,
8. Data kelembagaan;
- Langkah 4.2 9. Peta dasar; dan
- Langkah 4.3 10. Data lainnya sesuai dengan karakteristik KSK, tidak terbatas pada:
• Data teknis teknologi terapan yang akan dikembangkan pada KSK
- Langkah 4.4 • Data kebutuhan ruang dan spesifikasi infrastruktur dasar yang perlu
- Langkah 4.5 disiapkan untuk tahap inisiasi (awal) penerapan teknologi di KSK
• Data dampak negatif yang akan ditimbulkan dari penerapan
5. TAHAP 5 teknologi terapan tersebut (menyesuaikan dengan AMDAL)
• Informasi terkait hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam menangani
dan/atau mencegah dampak negatif dari penerapan teknologi
terapan tersebut pada suatu kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN PERUMUSAN KONSEPSI RTR KSK
TEKNOLOGI
KEGIATANnya, meliputi: KEGIATAN ANALISIS, minimal meliputi:
1. Review terhadap RTR yang terkait dengan
1. TAHAP 1 1. Bentuk KSK; KSK;
2. Penyusunan dokumen KLHS;
2. TAHAP 2 2. Fokus penangan; 3. Analisis penguatan nilai strategis dan isu
strategis KSK;
3. TAHAP 3 3. Tingkat ketelitian peta; 4. Analisis deliniasi kawasan;
4. Tujuan, kebijakan dan strategi 5. Analisis konsep pengembangan kawasan;
4. TAHAP 4 penataan ruang; 6. Analisis regional (kawasan yang terpengaruh);
7. Analisis kebutuhan ruang;
- Langkah 4.1 5. Konsep pengembangan 8. Analisis pembiayaan pembangunan; dan
kawasan; 9. analisis kebutuhan ruang, termasuk
- Langkah 4.2 didalamnya adalah: Analisis kebutuhan ruang
dan analisis kebutuhan infrastruktur dasar
6. Arahan pemanfaatan ruang; yang perlu disiapkan untuk tahap inisiasi
- Langkah 4.3 (awal) dan akhir (pasca) penerapan teknologi
7. Arahan pengendalian di KSK yang direncanakan.
- Langkah 4.4 pemanfaatan ruang dan arahan 10. analisis lainnya sesuai dengan bentuk KSK
seperti diantaranya:
ini juga perlu disesuaikan • Analisis dampak sosial yang terjadi
- Langkah 4.5 dengan penanganan dampak dengan adanya penerapan teknologi di
KSK
5. TAHAP 5 negatif yang akan ditimbulkan • Analisis daya tampung dan daya dukung
dari penerapan teknologi di KSK fisik lingkungan terhadap penerapan
yang direncanakan; dan teknologi di KSK

8. Pengelolaan kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN A. TUJUAN, KEBIJAKAN dan STRATEGI
TEKNOLOGI
TUJUAN difokuskan pada perwujudan pengembangan kawasan yang mempunyai nilai strategis
1. TAHAP 1 pemanfaatan dan pengembangan teknologi.

2. TAHAP 2 KEBIJAKAN sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Fokus pada:
3. TAHAP 3 •

kebijakan penerapan dan pengembangan teknologi;
kebijakan peruntukan lokasi pembangunan teknologi;
kebijakan untuk mendorong efektifitas pengembangan teknologi;
4. TAHAP 4

• kebijakan pengembangan teknologi ramah lingkungan;
• kebijakan pengelolaan dan pendayagunaan teknologi; dan
- Langkah 4.1 • Kebijakan pembangunan sistem jaringan prasarana dan sarana kawasan.

- Langkah 4.2
STRATEGI berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Acuan minimal:
- Langkah 4.3 • arahan penetapan teknologi yang harus dilindungi sesuai persyaratan teknis;
arahan peruntukan lokasi pembangunan teknologi;
- Langkah 4.4

• arahan penetapan jenis kegiatan terkait penelitian dan pengembangan teknologi;
arahan pengendalian sistem jaringan prasarana utama yang berpotensi mengganggu operasionalisasi teknologi tinggi;
- Langkah 4.5

• arahan pengendalian sistem pusat pelayanan yang berpotensi mengganggu operasionalisasi teknologi tinggi;
• arahan penyediaan prasarana dan sarana lingkungan penunjang kegiatan kawasan (sistem penyediaan air minum, drainase,
5. TAHAP 5 persampahan dan air limbah);
• arahan mitigasi bencana pada kawasan rawan bencana alam; dan
• arahan penentuan kawasan inti dan penyangga kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN B. STRUKTUR RUANG
TEKNOLOGI
TAHAPAN ANALISIS yang perlu dilakukan dalam menyusun struktur ruang:
1. TAHAP 1 • sistem permukiman:
2. TAHAP 2 • sistem prasarana dan sarana lingkungan:

3. TAHAP 3 • sistem jaringan energi dan kelistrikan:


• sistem jaringan telekomunikasi:
4. TAHAP 4
• sistem jaringan transportasi:
- Langkah 4.1 • sistem jaringan sumber daya air:
- Langkah 4.2 • sistem penyediaan air minum:

- Langkah 4.3 • sistem persampahan:


• sistem jaringan air limbah:
- Langkah 4.4
• sistem jaringan drainase: dan
- Langkah 4.5 • penyediaan prasarana lainnya.
5. TAHAP 5
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN C. RENCANA POLA RUANG
TEKNOLOGI
Tahapan yang perlu dilakukan dalam menyusun rencana pola ruang:
1. TAHAP 1 (1) kawasan inti:
a. zona pengembangan dan pendayagunaan riset, teknologi dan penelitian yang dapat
2. TAHAP 2
mendorong kemajuan teknologi, sesuai dengan daya tampung dan daya dukung
3. TAHAP 3 lingkungannya; dan
b. zona publik yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan prinsip-prinsip fungsi pada
4. TAHAP 4
kawasan inti untuk mendorong kemajuan teknologi.
- Langkah 4.1 (2) kawasan penyangga:
- Langkah 4.2 a. zona penunjang sekaligus pendorong pengembangan kegiatan pada kawasan inti; dan
b. zona publik yang berada pada kawasan diluar kawasan inti yang diperbolehkan untuk
- Langkah 4.3
mendukung fungsi utama kegiatan pada kawasan inti seperti tempat edukasi publik
- Langkah 4.4 atau pengenalan teknologi baru terhadap masyarakat.

- Langkah 4.5 (3) pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga yang berada pada kawasan lindung,
mengikuti ketentuan pola ruang pada RTRW.
5. TAHAP 5
(4) pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga harus mencantumkan lokasi relokasi
akibat bencana alam serta jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara jika terjadi
bencana alam.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN D. ARAHAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH KSK
TEKNOLOGI
FUNGSI:
1. TAHAP 1 a. sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman
penataan/pengembangan wilayah;
2. TAHAP 2 b. sebagai arahan untuk sektor dalam program;
c. sebagai dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan;
3. TAHAP 3 d. sebagai dasar estimasi penyusunan program tahunan untuk setiap jangka 5 (lima)
tahun; dan
4. TAHAP 4 e. sebagai acuan bagi masyarakat untuk melakukan investasi.
- Langkah 4.1
DASAR:
- Langkah 4.2 a. rencana struktur ruang dan rencana pola ruang;
b. ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;
- Langkah 4.3 c. kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan;
d. prioritas pengembangan dan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai
- Langkah 4.4 dengan RPJPD; dan
- Langkah 4.5 e. ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

5. TAHAP 5 KRITERIA:
a. realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu perencanaan;
b. konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang disusun; dan
c. sinkronisasi antar program harus terjaga dalam satu kerangka program terpadu.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN
E. ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG
WILAYAH KSK
TEKNOLOGI
FUNGSI:
1. TAHAP 1 a. sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman
penataan/pengembangan wilayah;
2. TAHAP 2 b. sebagai arahan untuk sektor dalam program;
c. sebagai dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan;
3. TAHAP 3 d. sebagai dasar estimasi penyusunan program tahunan untuk setiap jangka 5 (lima)
tahun; dan
4. TAHAP 4 e. sebagai acuan bagi masyarakat untuk melakukan investasi.
- Langkah 4.1
DASAR:
- Langkah 4.2 a. rencana struktur ruang dan rencana pola ruang;
b. ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;
- Langkah 4.3 c. kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan;
d. prioritas pengembangan dan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai
- Langkah 4.4 dengan RPJPD; dan
- Langkah 4.5 e. ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

5. TAHAP 5 KRITERIA:
a. realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu perencanaan;
b. konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang disusun; dan
c. sinkronisasi antar program harus terjaga dalam satu kerangka program terpadu.
Sudut Kepentingan Kawasan

PENDAYAGUNAAN dan
3 PENGEMBANGAN PENYUSUNAN NASKAH RANPERDA
TEKNOLOGI

1. TAHAP 1
2. TAHAP 2
3. TAHAP 3
4. TAHAP 4
- Langkah 4.1
NASKAH RANPERDA tentang rencana tata ruang kawasan
strategis kabupaten yang telah disepakati dan
- Langkah 4.2
- Langkah 4.3
pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan
- Langkah 4.4
peraturan perundang-undangan.
- Langkah 4.5
5. TAHAP 5
KETENTUAN TEKNIS 4

Sudut Kepentingan Kawasan Pertimbangan:


PEMBERDAYAAN dan
4
• Fungsi kawasan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup terkait
PERLINDUNGAN SUMBER besarnya manfaat perlindungan setempat dan perlindungan kawasan
DAYA ALAM DAN bawahnya serta kekayaan keanekaragaman hayati;
LINGKUNGAN • Pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan dan pengawasan pada
kawasan yang memiliki potensi sumber daya alam dan lingkungan; dan
• Pengembangan jaringan prasarana pada kawasan sumber daya alam
dan lingkungan yang sesuai dengan daya dukung dan daya tampung
lingkungan.
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
TAHAP PERSIAPAN PENYUSUNAN
LINGKUNGAN
KEGIATAN, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Penyusunan kerangka acuan kerja (KAK);
2. TAHAP 2 2. Pemberitahuan kepada publik;
3. TAHAP 3 3. Pemahaman terhadap KAK;
4. Kajian awal data sekunder; dan
4. TAHAP 4
5. Persiapan teknis pelaksanaan.
- Langkah 4.1
- Langkah 4.2 HASILnya
- Langkah 4.3 1. Tersusunnya gambaran umum wilayah perencanaan;
- Langkah 4.4 2. Teridentifikasinya nilai strategis pembentukan KSK;
- Langkah 4.5 3. Teridentifikasinya isu strategis perlunya penyusunan RTR KSK;
4. Teridentifikasinya kebijakan terkait dengan wilayah perencanaan;
5. TAHAP 5
5. Teridentifikasinya potensi dan masalah; dan
6. Terbentuknya deliniasi kawasan.
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
TAHAP PENGUMPULAN DATA & INFORMASI
LINGKUNGAN
KEGIATANnya, meliputi :
1. TAHAP 1 1. Data terkait dengan nilai strategis dan isu strategis KSK;
2. Data kebijakan penataan ruang dan kebijakan sektor terkait;
2. TAHAP 2 3. Data kondisi fisik lingkungan;
3. TAHAP 3 Data ini juga meliputi di antaranya:
• Data potensi keanekaragaman hayati (flora dan fauna) yang ada di
4. TAHAP 4 dalam dan sekitar KSK yang direncanakan
• Data potensi SDA, terutama yang memiliki potensi jasa lingkungan \
- Langkah 4.1
• Data potensi karbon yang ada di dalam dan sekitar KSK yang
- Langkah 4.2 direncanakan (jika tersedia)
4. Data pemanfaatan ruang/penggunaan lahan;
- Langkah 4.3 5. Data prasarana dan sarana;
- Langkah 4.4 6. Data kependudukan dan Sosial Budaya
7. Data perekonomian,
- Langkah 4.5 8. Data kelembagaan;
5. TAHAP 5 9. Peta dasar; dan
10. Data lainnya sesuai dengan karakteristik KSK, diantaranya Data dan
informasi terkait potensi rawan bencana alam (patahan, dsb)
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
PERUMUSAN KONSEPSI RTR KSK
LINGKUNGAN
KEGIATANnya, meliputi: KEGIATAN ANALISIS, minimal
1. TAHAP 1 meliputi:
1. Bentuk KSK; 1. Review terhadap RTR yang terkait
2. TAHAP 2 2. Fokus penangan; dengan KSK;
3. TAHAP 3 2. Penyusunan dokumen KLHS;
3. Tingkat ketelitian peta; 3. Analisis penguatan nilai strategis
4. TAHAP 4 4. Tujuan, kebijakan dan dan isu strategis KSK;
- Langkah 4.1 strategi penataan ruang; 4. Analisis deliniasi kawasan;
5. Analisis konsep pengembangan
- Langkah 4.2 5. Konsep pengembangan kawasan;
kawasan; 6. Analisis regional (kawasan yang
- Langkah 4.3
6. Arahan pemanfaatan terpengaruh);
- Langkah 4.4 ruang; 7. Analisis kebutuhan ruang;
- Langkah 4.5 8. Analisis pembiayaan
7. Arahan pengendalian pembangunan; dan
5. TAHAP 5 pemanfaatan ruang; dan 9. Analisis lainnya sesuai dengan
8. Pengelolaan kawasan. bentuk KSK.
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
A. TUJUAN, KEBIJAKAN dan STRATEGI
LINGKUNGAN
TUJUAN difokuskan pada perwujudan perlindungan dan pengelolaan lingkungan
1. TAHAP 1 serta konservasi sumber daya alam yang berkelanjutan pada jangka panjang.
2. TAHAP 2 KEBIJAKAN sebagai arah tindakan dalam rangka mencapai tujuan. Fokus pada:
• kebijakan perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang
3. TAHAP 3 berkelanjutan;
4. TAHAP 4 • kebijakan pelestarian dan konservasi terhadap sumber daya alam yang tidak terbarukan; dan
• kebijakan pembangunan sistem jaringan prasarana dan sarana kawasan
- Langkah 4.1
STRATEGI berdasarkan pada rumusan pengaturan kebijakan. Acuan minimal:
- Langkah 4.2 (1) strategi perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang
berkelanjutan:
- Langkah 4.3 • arahan perlindungan terhadap tata guna air, keseimbangan iklim makro dan ekosistem kawasan;
• arahan tempat perlindungan keanekaragaman hayati; dan
- Langkah 4.4 • arahan peningkatan kualitas lingkungan hidup.
(2) strategi pembangunan sistem jaringan prasarana dan sarana kawasan:
- Langkah 4.5 • arahan pengendalian pengembangan prasarana dan sarana di kawasan inti dan penyangga yang dapat memicu
perkembangan kegiatan budi daya yang tidak sesuai dengan fungsi kawasan; dan
5. TAHAP 5 • arahan penyediaan prasarana dan sarana minimum berbasis mitigasi bencana.
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
B. STRUKTUR RUANG
LINGKUNGAN
TAHAPAN ANALISIS yang perlu dilakukan dalam menyusun struktur ruang:
1. TAHAP 1
• sistem permukiman:
2. TAHAP 2 • sistem prasarana dan sarana lingkungan:
3. TAHAP 3 • sistem jaringan energi dan kelistrikan:
4. TAHAP 4 • sistem jaringan telekomunikasi:
- Langkah 4.1 • sistem jaringan transportasi:
• sistem jaringan sumber daya air:
- Langkah 4.2
• sistem penyediaan air minum:
- Langkah 4.3
• sistem persampahan:
- Langkah 4.4
• sistem jaringan air limbah:
- Langkah 4.5 • sistem jaringan drainase: dan
5. TAHAP 5 • penyediaan prasarana lainnya.
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
C. RENCANA POLA RUANG
LINGKUNGAN
Tahapan yang perlu dilakukan dalam menyusun rencana pola ruang:
1. TAHAP 1 (1) kawasan inti:
a. zona perlindungan sumber daya air, flora dan fauna serta kawasan budidaya terbatas
2. TAHAP 2
yang sesuai dengan daya tampung dan daya dukung lingkungannya; dan
3. TAHAP 3 b. zona publik yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan prinsip-prinsip fungsi pada
kawasan inti untuk melestarikan sumber daya alam dan lingkungan.
4. TAHAP 4
(2) kawasan penyangga:
- Langkah 4.1 a. zona penunjang kawasan inti dengan perkambangan kawasan budidaya terbatas ; dan
- Langkah 4.2 b. zona publik yang berada pada kawasan diluar kawasan inti yang diperbolehkan untuk
mendukung fungsi lindung dan konservasi pada kawasan inti.
- Langkah 4.3
(3) pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga yang berada pada kawasan lindung,
- Langkah 4.4 mengikuti ketentuan pola ruang pada RTRW.
- Langkah 4.5 (4) pola ruang kawasan inti dan kawasan penyangga harus mencantumkan lokasi relokasi
akibat bencana alam serta jalur evakuasi dan tempat evakuasi sementara jika terjadi
5. TAHAP 5
bencana alam.
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
D. ARAHAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH KSK
LINGKUNGAN
FUNGSI:
1. TAHAP 1 a. sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat dalam pemrograman
penataan/pengembangan wilayah;
2. TAHAP 2 b. sebagai arahan untuk sektor dalam program;
c. sebagai dasar estimasi kebutuhan pembiayaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahunan;
3. TAHAP 3 d. sebagai dasar estimasi penyusunan program tahunan untuk setiap jangka 5 (lima)
tahun; dan
4. TAHAP 4 e. sebagai acuan bagi masyarakat untuk melakukan investasi.
- Langkah 4.1
DASAR:
- Langkah 4.2 a. rencana struktur ruang dan rencana pola ruang;
b. ketersediaan sumber daya dan sumber dana pembangunan;
- Langkah 4.3 c. kesepakatan para pemangku kepentingan dan kebijakan yang ditetapkan;
d. prioritas pengembangan dan pentahapan rencana pelaksanaan program sesuai
- Langkah 4.4 dengan RPJPD; dan
- Langkah 4.5 e. ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.

5. TAHAP 5 KRITERIA:
a. realistis, objektif, terukur, dan dapat dilaksanakan dalam jangka waktu perencanaan;
b. konsisten dan berkesinambungan terhadap program yang disusun; dan
c. sinkronisasi antar program harus terjaga dalam satu kerangka program terpadu.
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
E. ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG
WILAYAH KSK
LINGKUNGAN
FUNGSI:
1. TAHAP 1 a. Menjaga kesesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang;
b. Menghindari penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang;
2. TAHAP 2 c. Menjaga keseimbangan dan keserasian peruntukan ruang;
d. Sebagai alat pengendali pengembangan kawasan;
3. TAHAP 3 e. Mencegah dampak pembangunan yang merugikan; dan
f. Melindungi kepentingan umum.
4. TAHAP 4
- Langkah 4.1 KRITERIA:
a. Terukur, realistis, dan dapat diterapkan; dan
- Langkah 4.2 b. Penetapannya melalui kesepakatan antar pemangku kepentingan.

- Langkah 4.3 MUATAN MINIMAL:


a. Arahan Peraturan Zonasi
- Langkah 4.4 b. Arahan Perizinan
- Langkah 4.5 c. Arahan Pemberian Insentif dan disinsentif
d. Arahan Sanksi
5. TAHAP 5
Sudut Kepentingan Kawasan

PEMBERDAYAAN dan
4 PERLINDUNGAN SUMBER
DAYA ALAM DAN
PENYUSUNAN NASKAH RANPERDA
LINGKUNGAN

1. TAHAP 1
2. TAHAP 2
3. TAHAP 3
4. TAHAP 4
- Langkah 4.1
NASKAH RANPERDA tentang rencana tata ruang kawasan
strategis kabupaten yang telah disepakati dan
- Langkah 4.2
- Langkah 4.3
pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan
- Langkah 4.4
peraturan perundang-undangan.
- Langkah 4.5
5. TAHAP 5
1 PROSES PENETAPAN RTR KSK 5

3 Proses penetapan RTR KSK menjadi PERDA


pada dasarnya melalui 7 TAHAP
4

7
PROSES PENETAPAN RTR KSK
Checklist Kelengkapan Administrasi Permen Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 Tahun 2017
5
No Dokumen Administrasi Ada Tidak
1 Surat Permohonan Persetujuan substansi dari Kepala Daerah - -
2 Berita acara pembahasan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah - -
3 Berita acara konsultasi Pemerintah Daerah dengan DPRD - -
4 Surat Rekomendasi Gubernur beserta lampirannya, meliputi:
a. Tabel evaluasi dengan provinsi - -
b. Berita Acara Pembahasan Forum Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Provinsi
5 Surat Penetapan delineasi Kawasan Strategis/RDTR oleh Kepala Daerah - -
6 Dokumen Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dan lampiran (dalam format softcopy (untuk peta dalam format *SHP) dan hardcopy)
7 Rancangan Peraturan Daerah (dalam format softcopy dan hardcopy) - -
8 Materi Teknis yang terdiri atas buku rencana dan fakta analisis dalam format softcopy dan hardcopy - -
9 Album Peta dalam format softcopy (*SHP ) : peta dasar, peta tematik, peta rencana - -
10 Naskah Akademik (dalam format softcopy dan hardcopy) - -
11 Surat pernyataan dari Kepala Daerah bertanggung jawab terhadap kualitas rancangan Perda tentang RTR - -
12 Berita Acara Konsultasi Publik (minimal 2 (dua) kali) - -
13 Berita Acara dengan wilayah yang berbatasan (*apabila berbatasan dengan wilayah lain) - -
14 Berita Acara yang dikeluarkan Oleh BIG perihal Pernyataan Peta Dasar yang Telah Siap Dilanjutkan untuk Proses Persetujuan Substansi - -
15 Dokumen KLHS yang sudah divalidasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan - -
T EKOTA
R IBANDA
M AACEH,K1 AGUSTUS
A S I2018
H

Anda mungkin juga menyukai