Anda di halaman 1dari 36

1

KATA PENGANTAR

Berakhir di Januari – Januari (Glenn Fredly)

Salah satu penggalan dari lirik lagu terkenal dengan judul Januari yang dipopulerkan oleh
penyanyi Glenn Fredly tersebut, semoga menjadi kenyataan. Ya, semoga berbagai musibah
yang sekarang menimpa negeri tercinta kita ini, mulai dari banjir di ibu kota DKI Jakarta dan
berbagai daerah lainnya, meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo – Sumatera Utara,

2
serta musibah-musibah lainnya, segera berakhir di Bulan Januari 2014 ini. Dan mari kita
berharap, semoga pada bulan-bulan mendatang pada tahun 2014 ini, segala kesedihan
masyarakat Indonesia akan diganti dengan berbagai tawa kebahagian oleh Sang Maha Kuasa
– Allah SWT. Aamiin.

Dan mendekati ujung Bulan Januari 2014 ini, kami menghadirkan kembali e-book edisi kedua
berupa kompilasi berbagai artikel yang pernah kami posting di web blog kami :
http://citrasatelit.wordpress.com, dimana terdapat 4 artikel yang kami muat pada e-book
kali ini.

Semoga tulisan sederhana yang kami buat ini, dapat menambah pengetahuan kawan-kawan
semua mengenai dunia Citra Satelit, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis. Jika
terdapat kesalahan informasi yang terdapat pada artikel-artikel pada e-book ini, silahkan
kawan-kawan koreksi melalui e-mail kami di : mapvisionindonesia@gmail.com

Terima kasih

Salam
MAP VISION

3
4
5
Bagaikan Lionel Messi dengan Cristiano Ronaldo yang bersaing di dunia sepakbola,

maka seperti itulah gambaran persaingan antara DigitalGlobe dengan GeoEye untuk
menguasai pasar citra satelit resolusi tinggi. Dua perusahaan asal USA tersebut

selama ini dikenal sebagai dua perusahaan yang menguasai pasar citra satelit
resolusi tinggi melalui produk-produknya yang saat ini sudah banyak dikenal oleh

masyarakat Indonesia, seperti QuickBird, WorldView-1, dan WorldView-2


(DigitalGlobe), serta Ikonos dan GeoEye-1 miliknya GeoEye. Namun apa jadinya jika

dua perusahaan yang awalnya saling bersaing tersebut sekarang setuju untuk
melakukan merger?, bisa dipastikan perusahaan hasil merger tersebut akan

memonopoli pasar citra satelit resolusi tinggi. Kesepakatan antara DigitalGlobe untuk
melakukan merger dengan GeoEye terjadi sekitar 6 bulan yang lalu, tepatnya tanggal

23 Juli 2012, dimana nama perusahaan hasil merger akan tetap menggunakan nama
DigitalGlobe. Kepastian merger itu sendiri sudah didapatkan setelah Departemen

Kehakiman USA memberikan pengesahannya pada tanggal 9 Januari 2013 yang lalu.

Usaha monopoli pasar citra satelit resolusi tinggi oleh pihak DigitalGlobe setelah
merger ini, akan mendapat tantangan dari perusahaan dari benua Eropa yaitu

Astrium (anak perusahaan dari EADS – European Space) dengan Satelit Pleiades-
nya. Pleiades merupakan satelit penghasil citra resolusi tinggi dengan resolusi spasial

50 cm (untuk citra pankromatik) serta 2 meter (untuk citra multispektral), dan


mencakup 4 band (band merah, hijau, biru, dan inframerah dekat). Saat ini Satelit

Pleiades sudah memasuki generasi keduanya, dimana Satelit Pleiades 1B telah


diluncurkan pada tanggal 2 Desember 2012 yang lalu, menyusul Satelit Pleiades 1A

yang diluncurkan setahun sebelumnya (tepatnya tanggal 17 Desember 2012).

6
Satelit Pleiades 1A
(Sumber : http://www.gogeo.ac.uk/img//logos/Pleiades.png)

Satelit Pleiades 1B
(Sumber : http://spaceflightnow.com/soyuz/vs04/121202launch/pleiades.jpg)

Kedua satelit yang diluncurkan menggunakan roket asal Rusia – Soyuz STA di
Guiana Space Center (Kourou – French Guiana) tersebut, akan berada di phase

orbit yang sama, dimana nantinya akan bersama-sama juga dengan satelit SPOT 6
dan SPOT 7 yang akan diluncurkan tahun ini.

Kita tunggu saja, apakah Astrium dengan satelit Pleiades-nya ini mampu

mematahkan dominasi DigitalGlobe di pasar citra satelit resolusi tinggi.

7
GALERI CITRA SATELIT PLEIADES :

Aspire Zone (Doha Sports City) – Qatar


© ASTRIUM

8
Dubai, Uni Emirat Arab
© ASTRIUM

9
Tucson, Arizona – Amerika Serikat
© ASTRIUM

10
Washington DC – Amerika Serikat
© ASTRIUM

11
12
Peluncuran Satelit Landsat 8 (Landsat Data Continuity Mission
(C) NASA/ Bill Ingalls

Satelit generasi terbaru dari Program Landsat yaitu Landsat Data Continuity
Mission atau nantinya akan dinamai dengan nama Landsat 8, hari Senin tanggal 11

Februari 2013, telah diluncurkan di Pangkalan Angkatan Udara Vandeberg,


California – Amerika Serikat. Satelit yang merupakan project gabungan antara

USGS dan NASA beserta NASA Goddard Space Flight Center ini, menggunakan
kendaraan pengangkut Atlas V 401 untuk “mengangkat” pesawat ruang angkasa

buatan Orbital Sciences Corporation (bernama LEOStar-3) yang berisi berbagai


instrumen dari Satelit Landsat 8 ke luar angkasa.

13
Atlas V 401
(Sumber : http://www.satnews.com/images_upload/313846668/Atlas-V-401-Vehicle.jpg)

Satelit Landsat 8 yang direncanakan mempunyai durasi misi selama 5 - 10 tahun ini,

dilengkapi dua sensor yang merupakan hasil pengembangan dari sensor yang
terdapat pada satelit-satelit pada Program Landsat sebelumnya. Kedua sensor

tersebut yaitu Sensor Operational Land Manager (OLI) yang terdiri dari 9 band

serta Sensor Thermal InfraRed Sensors (TIRS) yang terdiri dari 2 band.

14
Sensor Operational Land Manager (OLI)
(Sumber :
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/1c/Landsat_Data_Continuity_Mission_Operational_Land_Imager_Instrument_D
esign.jpg)

Untuk Sensor OLI yang dibuat oleh Ball Aerospace, terdapat 2 band yang baru
terdapat pada satelit Program Landsat yaitu Deep Blue Coastal/Aerosol Band

(0.433 – 0.453 mikrometer) untuk deteksi wilayah pesisir serta Shortwave-InfraRed


Cirrus Band (1.360 – 1.390 mikrometer) untuk deteksi awan cirrus (bukan awan

ciyus yah :D). Sedangkan sisa 7 band lainnya merupakan band yang sebelumnya juga
telah terdapat pada sensor Satelit Landsat generasi sebelumnya. Dan untuk lebih

detailnya, berikut ini daftar 9 band yang terdapat pada Sensor OLI :

Band Spektral Panjang Gelombang Resolusi Spasial


Band 1 – Coastal/Aerosol 0.433 – 0.453 mikrometer 30 Meter
Band 2 – Blue 0.450 - 0.515 mikrometer 30 Meter
Band 3 – Green 0.525 - 0.600 mikrometer 30 Meter
Band 4 – Red 0.630 - 0.680 mikrometer 30 Meter
Band 5 – Near InfraRed 0.845 - 0.885 mikrometer 30 Meter
Band 6 - Short Wavelength InfraRed 1.560 - 1.660 mikrometer 30 Meter
Band 7 - Short Wavelength InfraRed 2.100 - 2.300 mikrometer 30 Meter
Band 8 – Panchromatic 0.500 - 0.680 mikrometer 15 Meter
Band 9 – Cirrus 1.360 - 1.390 mikrometer 30 Meter

15
Sensor TIRS
(Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/File:Landsat_Data_Continuity_Mission_Thermal_Infrared_Sensor_Instrument_Design.jpg)

Sedangkan untuk Sensor TIRS yang dibuat oleh NASA Goddard Space Flight Center,

akan terdapat dua band pada region thermal yang mempunyai resolusi spasial 100
meter.

Band Spektral Panjang Gelombang Resolusi Spasial

Band 10 – Long Wavelength InfraRed 10.30 - 11.30 mikrometer 100 Meter

Band 11 – Long Wavelength InfraRed 11.50 - 12.50 mikrometer 100 Meter

Fungsi dari band thermal ini nantinya untuk pengukuran tingkat evapotranspirasi
yang bermanfaat untuk pengelolaan air.

Kita tunggu saja hasil dari perekaman Satelit Landsat 8 ini, yang nantinya (sebagian

besar) data hasil perekamannya akan bisa diunduh secara gratis di situs-nya USGS.

16
Galeri Satelit Landsat 8 :

Image Credit : NASA / Roy Allison

Image Credit : United Launch Alliance

17
Image Credit : NASA / Bill Ingalls

Image Credit : NASA / Kim Shiflett

18
Image Credit : NASA / VAFB

Image Credit : NASA / Bill Ingalls

19
Image Credit : NASA / Roy Allison

Image Credit : NASA / Roy Allison

20
Image Credit : NASA

Image Credit : NASA

21
Image Credit : NASA

22
Geomatica atau yang lebih dikenal dengan nama PCI Geomatica merupakan software
pengolahan data citra satelit yang sangat powerfull. Software ini banyak digunakan
terutamanya untuk mengolah data citra satelit resolusi tinggi seperti citra satelit dari
DigitalGlobe (QuickBird, WorldView-1,WorldView-2, GeoEye-1, dan Ikonos), serta data
citra satelit lainnya.

Saat ini PCI Geomatics selaku perusahaan pembuat software Geomatica, telah meluncurkan
versi terbaru dari software Geomatica yaitu Geomatica 2013. Geomatica 2013 terdiri dari 3
paket yaitu paket Core, paket Prime, dan paket Radar Suite.

Untuk informasi fitur dari masing-masing paket, pembelian, atau penyewaan (selama project)
software Geomatica, dapat menghubungi MAP VISION di :
e-mail : mapvisionindonesia@gmail.com atau
Telepon : 0857 2016 4965

23
24
Tahukah kawan-kawan bahwa negara tetangga kita di ASEAN yaitu Thailand,

mempunyai satelit untuk keperluan observasi permukaan bumi yang bernama


THEOS. THEOS (THai Earth Observation System) diluncurkan menggunakan

kendaraan peluncur bernama Dnepr di wilayah Yasny-Rusia, pada tanggal 1 Oktober


2008. Resolusi spasial dari citra yang dihasilkan yaitu 2 meter untuk citra pankromatik

(hitam-putih), dan 15 meter untuk citra multispektral (berwarna). Citra multispektral


mempunyai 4 band dalam spektrum VNIR (Visible-Near InfraRed), sedangkan citra

pankromatik mempunyai 1 band dalam rentang panjang gelombang 0.45 sampai


0.90 mikrometer.

Gambar 1. Sensor Pankromatik Satelit THEOS


(Sumber : http://www.gistda.or.th/gistda_n/en/index.php?option=com_content&view=article&id=21&catid=35&Itemid=34)

25
Gambar 2. Sensor Multispektral Satelit THEOS
(Sumber : http://www.gistda.or.th/gistda_n/en/index.php?option=com_content&view=article&id=21&catid=35&Itemid=34)

Pada titik nadir, satelit THEOS merekam gambaran permukaan bumi dengan lebar 22
km untuk sensor pankromatik dan 90 km untuk sensor multispektral.

Gambar 3. Cakupan Perekaman Satelit THEOS


(Sumber : http://www.gistda.or.th/gistda_n/en/index.php?option=com_content&view=article&id=21&catid=35&Itemid=34)

26
Satelit THEOS juga mampu menghasilkan citra stereo yang berguna untuk
menghasilkan data elevasi suatu wilayah berupa data DEM (Digital Elevation Model).
Metode yang digunakan untuk mendapatkan citra stereo ini yaitu satelit merekam
suatu wilayah pada dua sudut pengambilan yang berbeda, seperti yang ditunjukkan
pada Gambar 4 dibawah ini.

Gambar 4. Pasangan Stereo Satelit THEOS


(Sumber : http://www.gistda.or.th/gistda_n/en/index.php?option=com_content&view=article&id=21&catid=35&Itemid=34)

27
Berikut ini rangkuman karakteristik Satelit THEOS :

Gambar 5. Satelit THEOS


(Sumber : http://www.gistda.or.th/gistda_n/en/index.php?option=com_content&view=article&id=21&catid=35&Itemid=34)

28
Masa Satelit (ketika peluncuran) 715 kg

Operator Geo-Informatics and Space Technology


Development Agency (GISTDA)

Kontraktor Astrium

Kapasitas Perekaman 51 Gbit (BOL) solid-state memory

Sensor 1 Sensor Pankromatik dan 1 Sensor


Multispektral

Resolusi Spasial 2 meter untuk citra pankromatik (hitam-


putih) dan 15 meter untuk citra multispektral
(berwarna)

Ketinggian di atas Ekuator 822 km

Orbit Sun-Sychronous dengan inklinasi 98.7°

Aplikasi Kartografi, Penggunaan Lahan, Monitoring


Pertanian, Manajemen Resiko Banjir,
Manajemen Kehutanan, dan monitoring
kawasan pesisir.

Walaupun dibuat serta dikembangkan bukan oleh engineer Thailand, namun


berdasarkan kesepakatan bersama antara pemerintah Thailand lewat Kementerian
Sains dan Teknologi Antariksa Thailand dengan pihak pembuat dari satelit THEOS ini
yaitu EADS Astrium, para engineer Thailand di training oleh team pengembang EADS
Astrium, sehingga terjadi transfer ilmu yang sangat berharga di masa yang akan
datang dalam pengembangan satelit di negara tersebut.

Ngomong-ngomong Indonesia kapan ya? :D

Referensi :

http://space.skyrocket.de/doc_sdat/theos.htm

http://www.gistda.or.th/gistda_n/en/index.php?option=com_content&view=article&id=
21&catid=35&Itemid=34

29
30
31
Membuat peta untuk dapat ditampilkan secara online di internet sekarang ini dapat

dengan mudah dilakukan oleh kita semua. Adalah aplikasi yang bernama TileMill
yang dikembangkan oleh perusahaan yang bernama MapBox, memungkinkan kita

untuk melakukan hal tersebut. TileMill dibangun menggunakan software open source
Mapnik sebagai renderer ( software yang digunakan juga oleh OpenStreetMap dan

MapQuest dalam pembuatan beberapa peta mereka). Sedangkan untuk code editor,
TileMill menggunakan Carto sebagai style sheet language untuk mengatur desain

map yang kita inginkan, dimana bagi yang akrab atau pernah mengenal Cascading
Style Sheet (CSS), maka Carto ini tidak jauh berbeda dengan CSS, karena Carto

sendiri banyak terinspirasi oleh CSS.

Proses rendering peta secara umum bermakna memberikan informasi dari sebuah
data geospasial yang masih mentah sehingga nantinya data tersebut dapat

ditampilkan menjadi sebuah peta yang informatif.

Aplikasi TileMill tersedia dalam tiga platform operating system yaitu Windows, Mac

Os, serta Ubuntu, yang dapat diunduh pada link berikut ini :

mapbox.com/tilemill

Selain itu, pada alamat web diatas kita bisa mempelajari lebih lengkap mengenai

penggunaan aplikasi TileMill ini.

Berikut ini capture dari beberapa hasil karya peta interaktif yang diciptakan
pengguna aplikasi TileMill yang ada di seluruh dunia (lengkapnya dapat dilihat pada

link berikut ini : mapbox.com/tilemill/gallery) :

32
Island oleh Konstantin Kafer

Popup oleh Dave Cole

Earthquake Risk Zones – PRCC Disaster Data

33
Running Map oleh Tom MacWright

Toronto oleh Tristen Brown

Persia, 1891 oleh Coleman McCormick

34
Population Fire oleh AJ Ashton

Sekian artikel ke-empat yang juga merupakan tutorial artikel pada e-book edisi kedua
ini. Semoga bermanfaat bagi kawan-kawan semua, dan jangan lupa bagi kawan-
kawan semua untuk terus stay tune di web blog kami di
http://citrasatelit.wordpress.com untuk mendapatkan tutorial dan artikel menarik
lainnya seputar citra satelit, penginderaan jauh, sistem informasi geografis, serta
informasi kegiatan usaha kami di bidang pemetaan.

35
36