Anda di halaman 1dari 2

Asam stearat berbentuk padatan berwarna putih kekuningan (Wade dan Weller,

1994). Asam stearat memiliki atom karbon C18 yang merupakan asam lemak jenuh
dan berperan dalam memberikan konsistensi dan kekerasan pada produk (Mitsui,
1997). Asam stearat mempunyai titik lebur pada suhu 69,4 oC (Ketaren, 1986).
NaOH yang telah di encerkan dengan aquades ditambahkan kedalam lelehan asam
stearat. NaOH berbentuk butiran padat berwarna putih dan memiliki sifat
higroskopis (Wade dan Weller, 1994). Ion Na+ bereaksi dengan asam lemak
membentuk sabun (Fessenden dan Fessenden, 1994).
Asam benzoat dan etalon bercampur, larutan tersebut ditambahan kedalam cawan
penguapan yang berisi lelehan asam stearat dan naoh. Fungsi dari penambahan asam
benzoat dan etanol adalah sebagai pengawet yang dapat mengawetkan kosmetik dalam
jangka waktu selama mungkin agar dapat digunakan lebih lama. Pengawet dapat bersifat
anti kuman sehingga dapat menangkal terjadinya bau tengik karena aktivitas mikroba
sehingga kosmetik menjadi lebih stabil. Setelah semua larutan bercampur, ditambahkan
propilen glikol. Propilen glikol digunakan dalam kosmetika sebagai pelarut dalam
jumlah 15-50%. Propilen glikol adalah pelarut yang lebih baik dari pada gliserin
dan dapat melarutkan berbagai macam bahan seperti kortikosteroid, fenol,
barbiturat, vitamin (A dan D), dan alkaloid (Rowe, dkk., 2009).

Butler, H. (ed.). (2000). Poucher's Perfumes, Cosmetics and Soaps, 10th Edn. Britain: Kluwer
Academic Publishers. Hal. 69-100.
Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Hal. 81.
Fessenden, R. J., dan Fessenden, J. (1994). Kimia Organik Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit
Erlangga. Hal. 98.
Ketaren. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. UI Press: Jakarta.
Mitsui, T. (1997). New Cosmetic Science. Edisi Kesatu. Elsevier: Amsterdam.
Rahayu, S., Sherley, dan Indrawati S. (2017). Deodoran-antiperspirant. Naturakos IV(12).
BPOM RI (online).
http://perpustakaan.pom.go.id/koleksilainnya/buletinnaturakos/0309.
Poucher, W. A. (1978). Perfumes Cosmetics and Soap. Volume III. Florida: The Continental
Press. Hal. 11-25.
Rowe, R.C., Paul, J.S., dan Marian, E.Q. (2009). Handbook of Pharmaceutical Excipients.
Edisi Keenam. London: Pharmaceutical Press and American Pharmacists
Association. Hal. 75, 442, 742
Wade, A., and Weller P. J. (1994). Handbook of Pharmaceutical Expient. 2nd Edition. The
Pharmaceutical Press: London.
Wasitaatmadja, S.M. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI-Press. Hal. 3-5, 144-
147.