Anda di halaman 1dari 13

Lampiran 5

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


DINAS PERUMAHAN RAKYAT, KAWASAN PERMUKIMAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
Jalan Bukit Hijau komplek Perkantoran. ABDYA Telp./Fax. (0659) 91066
BLANGPIDIE

TANDA TERIMA DOKUMEN / SURAT

Telah terima dari :

Jenis Dokumen : (...) KA

(...) ANDAL

(...) RKL dan RPL

(...) Lain-lain

Judul Dokumen / perihal :

Nomor Surat :

Tanggal Surat :

Hari/tanggal penerimaan :

Jumlah Dokumen :

Keterangan :

(.....)Dokumen pra-sidang

(.....)Dokumen untuk sidang

(.....)Dokumen perbaikan

(.....)Dokumen final

(.....)Lain-lain

Pengirim, Penerima,

(Pemrakarsa) (....................................)
NIP.

SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA


19
Lampiran 6

LOG BOOK

Nama Pemrakarsa : ..............................................................................

Nama Rencana Usaha dan/atau kegiatan :..............................................................................

Bapedal/Sekretariat Penanggung
No. Tgl/No.Surat Pemrakarsa Ket.
Komisi Jawab Materi
1

Dst

Lampiran 7
SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA
20
Lampiran VI
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup
Republik Indonesia
Nomor 08 Tahun 2013
Tentang
Tata Laksana Penilaian dan Pemeriksaan
Dokumen Lingkungan Hidup serta
Penerbitan Izin Lingkungan

PANDUAN UJI ADMINISTRASI KA (PANDUAN 01)

Tidak
No. Kelengkapan Administrasi Ada Keterangan
Ada
1 Bukti formal bahwa rencana lokasi usaha dan/ atau kegiatan
telah sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku.

2 Bukti Formal yang menyatakan bahwa jenis usaha dan / atau


kegiatan secara prinsip dapat dilakukan

3. Tanda Bukti Registrasi Kompetensi bagi lembaga penyedia jasa


penyusunan (LPJP) dokumen AMDAL atau keputusan
pembentukan Tim Pelaksana Studi Amdal dari pemrakarsa bagi
yang menggunakan jasa penyusun perorangan yang sudah
memiliki sertifikasi dan teregristrasi di KLH

4. Tanda Bukti Sertifikasi Kompetensi Penyusun AMDAL.


Catatan :
Dalam setiap tim penyusun dokumen AMDAL wajib diketuai oleh 1 (satu)
orang dengan sertifikat kompetensi berkualifikasi ketua tim dan 2 (dua) orang
anggota tim dengan sertifikat kompetensi berkualifikasi ketua dan / atau
anggota tim.

5. Kesesuaian peta-peta yang disampaikan dengan kaidah


kartografi (antara lain : legenda, arah, skala koordinat, sumber
notasi, dan/atau warna) dan informatif.
Catatan :
Peta yang disampaikan harus sesuai dengan kebutuhan rencana usaha
dan/atau kegiatan.

6. Bukti dokumentasi pengumuman dan rangkuman hasil saran,


pendapat dan tanggapan masyarakat (SPT) yang menjadi
kewajiban pemrakarsa sesuai dengan peraturan yang mengatur
tentang keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL dan izin
lingkungan.

7. Bukti telah dilakukannya konsultasi dan/atau diskusi dengan


masyarakat dan rangkuman hasil saran , pendapat dan
tanggapan masyarakat (SPT) yang menjadi kewajiban
pemrakarsa sesuai dengan Permen LH No.17 Tahun 2012
tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat dalam proses
AMDAL dan Izin Lingkungan.
Catatan :
a. Tidak perlu melampirkan daftar hadir yang ditandatangani;
b. Bukti yang perlu dilampirkan antara lain:
1. Foto yang bisa diverifikasi
2. Resume hasil konsultasi/diskusi; dan/atau
3. Bukti lainnya

8. Apakah didalam KA dilampirkan:


SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA
21
1. Daftar riwayat hidup (ijazah terakhir dan riwayat
pekerjaan yang terkait dengan AMDAL); dan
2. Surat pernyataan yang menyatakan bahwa ketua dan
masing-masing anggota tim benar-benar menyusun
dokumen AMDAL dimaksud yang ditandatangani diatas
kertas bermaterai.

9. Dokumen KA telah disusun sesuai dengan ketentuan yang


diatur dalam Permen LH No.16 Tahun 2012 tentang Pedoman
Penyusunan Dokumen AMDAL antara lain :
 PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tujuan rencana usaha dan/atau kegiatan
Pelaksanaan Studi
 PELINGKUPAN
a. Deskripsi rencana usaha dan/atau kegiatan
b. Deskripsi rona lingkungan hidup awal
c. Hasil pelibatan masyarakat
d. Dampak penting Hipotetik
e. Batas wilayah studi dan batas waktu kajian
 METODE STUDI
Metode pengumpulan dan analisis data;
Metode prakiraan dampak penting dan
Metode evaluasi secara holitistik terhadap dampak
lingkungan
 DAFTAR PUSTAKA
10. Lampiran foto-foto rona lingkungan hidup yang dapat
menggambarkan tapak proyek.
Catatan :
Foto-foto ini tidak wajib dilampirkan, namun dapat disertakan sesuai dengan
kebutuhan.

Catatan :

SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA


22
Lampiran 8

PANDUAN UJI TAHAP PROYEK (PANDUAN 03)

No. Aspek yang diuji Ya Tidak Keterangan


1 Apakah lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan
rencana tata ruang.

2 Apakah dokumen AMDAL yang disampaikan untuk usaha


dan/atau kegiatan yang masih dalam tahap perencanaan atau
tidak?
Catatan :
Apabila usaha dan/atau kegiatan yang diajukan untuk menilai dokumen
AMDAL -nya telah dilakukan pra konstruksi, kontruksi, operasi dan/atau pasca
operasi, maka usaha dan/atau kegiatan tersebut wajib ditolak dokumen
AMDAL-nya serta tidak dapat dilakukan penilaian di KPA. Terhadap usaha
dan/atau kegiatan tersebut dilakukan mekanisme lainnya sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku.

3. Apakah penyusunan AMDAL dilakukan pada tahap studi


kelayakan atau pada tahap Detailed Engineering Design (DED).

Catatan :
Apabila rencana usaha dan/atau kegiatan masih dalam tahap studi kelayakan,
maka deksripsi kegiatan mungkin belum terlalu rinci dan apabila rencana
usaha dan/atau kegiatan sudah dalam tahap design teknis rinci (DED) maka
deskripsi kegiatannya harus rinci. Deksripsi rinci dimaksud tidak termasuk
formula, paten atau hal-hal yang terkait dengan rahasia perusahaan tetapi
hanya hal-hal yang terkait dengan rencana usaha dan/atau kegiatan yang
menimbulkan dampak lingkungan.

SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA


23
Lampiran 9

Format Panduan Uji Kualitas Dokumen AMDAL


Kerangka Acuan
Andal, RKL, RPL
Dampak Penting
Metode Metode
Hipotetik (DPH Metode Prakiraan Dampak evaluasi
No Metode Prakiraan Prakiraan Rona Jenis Izin
beserta Metode Pengumpulan Evaluasi dampak
Analisa besaran Sifat Lingkungan RKL RPL PPLH yang
parameternya) Data secara Besara secara
Data Dampak Penting Awal Sifat penting diperlukan
Holistik n holistik
Penting Dampak
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)

1.

catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan :

2.

catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan :

3.

catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan :

4.

catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan :

SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA


19
5.

catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan :

6.

catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan : catatan :

SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA


20
Keterangan :
1. Kolom (2)
a. Dipetik dari bagian dampak penting hipotetik dalam dokumen KA atau pada kolom pelingkupan pada
matriks proses pelingkupan.
b. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai keabshan. Relevansi metode studi yang digunakan
(metode pengumpulan dan analisis data, metode prakiraan besaran dampak,metode prakiraan sifat
penting dampak dan metode evaluasi dampak).
2. Kolom (3)
a. Metode pengumpulan data diisi dengan data primer atau sekunder
b. Dipetik dari bagian metode studi sub bagian metode pengumpulan dan analisis data pada KA
c. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai keabsahan, relevansi dan kedalaman metode
pengumpulan data yang digunakan dengan dampak penting hipotetik (DPH) yang akan diprakirakan.
3. Kolom (4)
a. Standar lab, kualitatif atau kuantitatif
b. Dipetik dari bagian metode studi sub bagian metode pengumpulan dan analisis data pada KA
c. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai keabsahan, relevansi dan kedalaman metode
analisis data yang digunakan dengan dampak penting hipotetik (DPH) yang akan diprakirakan.
4. Kolom (5)
a. Perhitungan, matematis modelling, penilaian ahli atau literatur
b. Dipetik dari dari sub bagian metode prakiraan dampak penting pada KA
c. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai keabsahan, relevansi dan kedalaman metode
prakiraan besaran dampak yang digunakan dengan DPH yang akan diprakirakan.
5. Kolom (6)
a. Dapat digunakan kriteria dampak penting pada UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan
pengeloaan lingkungan hidup pasal 22 ayat (2) atau permen LH no.05 tahun 2012 tentang jenis rencana
usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
b. Dipetik dari dari sub bagian metode prakiraan sifat penting pada KA
c. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai keabsahan, relevansi dan kedalaman metode sifat
penting dampak yang digunakan dengan DPH yang akan diprakirakan.
6. Kolom (7)
a. Dipetik dari sub bagian metode evaluasi secara holistik pada KA
b. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai keabsahan, relevansi dan kedalaman metode
evaluasi secara holistik yang digunakan.
7. Kolom (8)
a. Uraian mengenai rona lingkungan hidup secara rinci dan mendalam di lokasi rencana usaha dan/atau
kegiatan
b. Dapat Dipetik dari bagian deskripsi rinci rona lingkungan hidup awal
c. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai keabsahan, kemutakhiran dan relevansi data dan
informasi mengenai rona lingkungan hidup awal.
8. Kolom (9)
a. Dipetik dari bagian prakiraan dampak pada dokumen Andal.
b. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai apakah analisis yang disampaikan dalam bagian ini
telah memastikan prakiraan besaran dampak menggunakan metode prakiraan besaran dampak yang sahih
sebagaimana termakstub dalam dokumen KA dan dilakukan sesuai dengan kaidah prakiraan besaran
dampak.
9. Kolom (10)
a. Dipetik dari bagian prakiraan pada dampak dokumen Andal.
b. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai apakah analisis yang disampaikan dalam bagian ini
telah memastikan prakiraan sifat penting dampak menggunakan metode prakiraan sifat penting dampak
dan dilakukan sesuai dengan kaidah prakiraan sifat penting dampak sebagaimana termakstub dalam
dokumen KA.
10. Kolom (11)
a. Dipetik dari bagian evaluasi secara holistik terhadap dampak lingkungan pada dokumen Andal.
b. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai keabsahan dan kedalaman analisis mengenai :
SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA
19
1) Hasil telaahan keterkaitan dan interaksi DPH;
2) Telaahan yang menjadi dasar perumusan arahan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
yang menjadi dasar penyusunan RKL-RPL yang lebih detil atau rinci dan operasional;
3) Kesimpulan kelayakan lingkungan hidup dan/atau kegiatan yang dikaji, dengan
mempertimbangkan kriteria kelayakan.
11. Kolom (12)
a. Dipetik dari matriks rencana pengelolaan lingkungan hidup dokumen RKL.
b. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai:
1) Apakah setiap rumusan bentuk pengelolaan lingkungan hidup terhadap setiap dampak lingkungan
telah sesuai dengan kaidah pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan benar untuk kegiatan
yang dimaksud;
2) Apakah setiap bentuk pengelolaan lingkungan hidup memastikan uapaya tersebut dapat
mengurangi atau menanggulangi dampak penting negatif dan meningkatkan dampak penting
positif.
12. Kolom (13)
a. Dipetik dari matriks rencana pemantauan lingkungan hidup dokumen RKL.
b. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai:
1) Apakah setiap rumusan bentuk pengelolaan lingkungan hidup terhadap setiap dampak lingkungan
telah sesuai dengan kaidah pengelolaan lingkungan hidup yang baik atau benar untuk kegiatan
yang dimaksud;
2) Frekuensi pemantauan untuk masing-masing dampak lingkungan dilakukan sesuai dengan
kebutuhan untuk melakukan pemantauan terhadap masing-masing dampak lingkungan.
13. Kolom (14)
a. Dipetik dari RKL-RPL.
b. Catatan diisi dengan catatan atau komentar mengenai kesesuaian hasil identifikasi jenis izin PPLH yang
diperlukan oleh pemrakarsa.

SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA


20
KOP KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA

KEPUTUSAN KETUA KOMISI PENILAIAN AMDAL ACEH BARAT DAYA


NOMOR :...................../........./........./20

TENTANG
PERSETUJUAN KERANGKA ACUAN (KA)......................................................................., PROVINSI ACEH
KETUA KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA

Menimbang :
a. Bahwa usaha dan/atau kegiatan................................kabupaten Aceh Barat Daya, merupakan usaha
dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan “Studi Analis Mengenai Dampak Lingkungan
Hidup”
b. Bahwa Kerangka Acuan............................................... kabupaten Aceh Barat Daya, merupakan
bagian dari studi analisis mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang wajib mendapatkan
persetujuan kerangka acuan;
c. Berdasarkan hasil penilaian tim teknis AMDAL kabupaten Aceh Barat Daya, pada
tanggal.....................20............disimpulkan telah dapat disetujui;
d. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, dan c perlu
menetapkan dalam suatu keputusan;

Mengingat :
1. Undang-undang Republik Indonesia .................................
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam
Hayati dan ekosistemnya,
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah
diubah dengan undang-undang Nomor 19 tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 41
tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi undang-undang.
4. Dan seterusnya.

Memperhatikan :
- Notulensi Rapat Tim Teknis AMDAL Kabupaten Aceh Barat Daya membahas dokumen kerangka
acuan (KA) ........................................................ Kabupaten Aceh Barat Daya Nomor :
........../...../....../AMDAL/20....,tanggal..........20........;
- Hasil perbaikan dokumen Kerangka Acuan (KA)...................., Kabupaten Aceh Barat Daya yang
disampaikan pemrakarsa dengan surat Nomor :
........../...../....../AMDAL/20....,tanggal..........20........;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERTAMA : RENCANA.............................................. Kabupaten Aceh Barat Daya


KEDUA : Persetujuan Kerangka Acuan (KA) Kabupaten Aceh Barat Daya, sebagaimana dimaksud dalam diktum
- PERTAMA, mengandung arti bahwa ruang lingkup dan kedalaman Studi Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) adalah sebagaimana tercantum dalam dokumen kerangka
acuan yang dibuat oleh pemrakarsa dan Notulensi Rapat Tim Teknis AMDAL Kabupaten Aceh Barat
Daya Nomor : ........../...../....../AMDAL/20....,tanggal..........20........;
SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA
21
KETIGA : Kerangka Acuan tersebut wajib digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan Studi Analisis
Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), rencana pengelolaan lingkungan hidup (RKL)- Rencana
Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) ;

KEEMPAT : Perlu koordinasi yang baik dengan dengan ..........................Kecamatan/Desa.............serta instansi-


Instansi terkait lainnya mengenai lokasi kegiatan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan rencana
Kegiatan lain yang sudah direncanakan;

KELIMA : Perlu dijelaskan secara rinci dalam kajian ANDAL dan tindak lanjut pemantauan serta pengelolaanya
Dalam RKL-RPL sebagai aspek yang terjadi akibat pembangunan kegiatan ini seperti kajian mengenai
debit air sungai, metode penanganan banjir, analisa sedimentasi, analisa quarry dan material yang
dibutuhkan pada saat konstruksi, kajian mengenai efek pembangunan bendungan terhadap
ketersediaan air di daerah hilir, kajian dampak resiko pembangunan bendungan terhadap lingkungan
dan ekosistem kajian/ kegiatan lain disekitar lokasi kegiatan serta pertimbangan teknis dalam
pelaksanaan kegiatan terkait lokasi rencana kegiatan yang berada pada daerah rawan bencana banjir
bandang dan longsor;

KEENAM : Apabila dikemudian hari ternyata kegiatan ini masuk dalam kawasan hutan lindung, maka
Pemrakarsa perlu menempuh proses izin pinjam kawasan hutan sesuai dengan mekanisme yang
Berlaku.

KETUJUH : Keputusan persetujuan Kerangka Acuan (KA) ini dinyatakan kadaluarsa apabila pemrakarsa tidak
Melakukan penyusunan dokumen ANDAL, RKL dan RPL paling lambat 3 (tiga) tahun sejak keputusan
Ini ditetapkan;

KEDELAPAN : Apabila kesepakatan Kerangka Acuan (KA) tersebut secara prinsipil tidak memenuhi peraturan
perundang-undangan yang berlakudan/atau data yang disajikan tidak benar yang berdampak pada
masalah lain yang lebih berat, maka keputusannya batal demi hukum;

KESEMBILAN : Keputusan Persetujuan Kerangka Acuan (KA) ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Blangpidie
Pada Tanggal :...........................20....
KETUA
KOMISI PENILAI AMDAL
KABUPATEN ACEH BARAT DAYA

.........................................
.........................................
NIP........................................

Keputusan ini disampaikan kepada YTH:


1. Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kebutuhan RI
c/q Deputi Bidang Tata Lingkungan di Jakarta
2. Gubernur Aceh
3. Ketua DPR Aceh
4. Camat/Keuchik
5. Ketua DPRK kab/kota
6. Kepala Instansi LH kab/kota
7. Arsip.............................................

SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA


22
KOP KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA

KEPUTUSAN
KETUA KOMISI PENILAIAN AMDAL ACEH BARAT DAYA
NOMOR :660.46/........./AMDAL/20....

TENTANG
PENOLAKAN KERANGKA ACUAN (KA) RENCANA
KABUPATEN ACEH BARAT DAYA

KETUA KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA

Menimbang :
a. Bahwa usaha dan/atau kegiatan................................, merupakan usaha dan/atau kegiatan yang
wajib dilengkapi dengan “Studi Analis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup” ;
b. Bahwa Kerangka Acuan..............................................., merupakan bagian dari studi analisis
mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang wajib mendapatkan persetujuan kerangka acuan;
c. Berdasarkan hasil penilaian tim teknis AMDAL kabupaten Aceh Barat Daya, pada
tanggal.....................20............disimpulkan telah dapat disetujui;
d. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, b, dan c perlu
menetapkan dalam suatu keputusan;

Mengingat :
1. Undang-undang Republik Indonesia .................................
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam
Hayati dan ekosistemnya,
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah
diubah dengan undang-undang Nomor 19 tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah
pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 41
tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi undang-undang.
4. Dan seterusnya.

Memperhatikan :
- Notulensi Rapat Tim Teknis AMDAL Kabupaten Aceh Barat Daya membahas dokumen kerangka
acuan (KA) Rencana Kegiatan ........................................................ Kabupaten Aceh Barat Daya
Nomor : ........../...../....../AMDAL/20....,tanggal..........20........;

- Hasil perbaikan dokumen Kerangka Acuan (KA)...................., Kabupaten Aceh Barat Daya yang
disampaikan pemrakarsa dengan surat Nomor :
........../...../....../AMDAL/20....,tanggal..........20........;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PERTAMA : RENCANA.............................................. Kabupaten Aceh Barat Daya


KEDUA : Persetujuan Kerangka Acuan (KA) Kabupaten Aceh Barat Daya, sebagaimana dimaksud dalam diktum
SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA
23
- PERTAMA, mengandung arti bahwa ruang lingkup dan kedalaman Studi Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) adalah sebagaimana tercantum dalam dokumen kerangka
acuan yang dibuat oleh pemrakarsa dan Notulensi Rapat Tim Teknis AMDAL Kabupaten Aceh Barat
Daya Nomor : ........../...../....../AMDAL/20....,tanggal..........20........;
KETIGA : Kerangka Acuan tersebut wajib digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan Studi Analisis
Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), rencana pengelolaan lingkungan hidup (RKL)- Rencana
Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) ;

KEEMPAT : Perlu koordinasi yang baik dengan dengan ..........................Kecamatan/Desa.............serta instansi-


Instansi terkait lainnya mengenai lokasi kegiatan agar tidak terjadi tumpang tindih dengan rencana
Kegiatan lain yang sudah direncanakan;

KELIMA : Perlu dijelaskan secara rinci dalam kajian ANDAL dan tindak lanjut pemantauan serta pengelolaanya
Dalam RKL-RPL sebagai aspek yang terjadi akibat pembangunan kegiatan ini seperti kajian mengenai
debit air sungai, metode penanganan banjir, analisa sedimentasi, analisa quarry dan material yang
dibutuhkan pada saat konstruksi, kajian mengenai efek pembangunan bendungan terhadap
ketersediaan air di daerah hilir, kajian dampak resiko pembangunan bendungan terhadap lingkungan
dan ekosistem kajian/ kegiatan lain disekitar lokasi kegiatan serta pertimbangan teknis dalam

SEKRETARIAT KOMISI PENILAI AMDAL ACEH BARAT DAYA


24