Anda di halaman 1dari 2

Scope of International Relation

Oleh : Nugraha Ryadi Kusuma (071711233069)

Scope of International Relation atau ruang lingkup hubungan internasional adalah materi pertama yang
penulis dapatkan dari kuliah hari ini. Sebelum materi, ada tiga pertanyaan kunci yang diberikan. Pertama,
apa itu Hubungan Internasional dan mengapa kita perlu mempelajari mengenai Hubungan Internasional.
Kedua, apa sajakah esensi dari Hubungan Internasional. Terakhir adalah perbedaan antara international
relation dengan International Relation. Pertanyaan-pertanyaan itu akan terjawab dalam beberapa
sub-pembahasan yang dibahas dalam topik lingkup hubungan internasional kali ini.

Sub-topik yang pertama adalah latar belakang diadakannya studi hubungn internasional. Awal mula
munculnya hubungan internasional adalah meletusnya Perang Dunia I pada tahun 1914-1918. Saat itu, pasca
perang dunia, keadaan sangat mengerikan hingga ada orang-orang yang menganggap perang dunia ini
sebagai the war that ends all war. Pasca Perang Dunia I, lahirlah organisasi dunia Liga Bangsa Bangsa
(LBB) yang memiliki misi menjaga perdamaian dunia. LBB gagal melaksanakan misinya ketika Perang
Dunia II meletus pada 1939. Seusai Perang Dunia II (1945), lahirlah organisasi dunia Perserikatan Bangsa
Bangsa yang bertugas untuk mencegah, menengahi, dan menyelesaikan masalah-masalah di dunia. Sejak
saat itulah hubungan internasional mulai diperhatikan dan dipelajari.

Lalu apakah Hubungan Internasional itu? Hubungan Internasional pada dasarnya adalah disiplin ilmu yang
mempelajari tentang hubungan secara global. Mengapa kita perlu untuk mempelajari Hubungan
Internasional? Karena sejatinya, manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan hubungan atau interaksi
dengan manusia lainnya. Keterkaitan teori ini dengan Hubungan Internasional adalah ilmu ini mempelajari
tentang interaksi antar negara. Dan interaksi ini tentunya akan selalu berubah-ubah, maka dari itu, Hubungan
Internasional juga merupakan disiplin ilmu yang bersifat dinamis serta luas.

Sub-topik selanjutnya adalah esensi dari Hubungan Internasional. Secara garis besar, ada tiga esensi utama
dari Hubungan Internasional, yaitu actor, interest, dan power. Actor di sini adalah pelaku utama dari
Hubungan Internasional. Mereka terbagi dalam dua jenis actor. Pertama adalah state actor. State actor di
sini adalah negara yang melakukan Hubungan Internasional. Actor kedua adalah non-state actor yang
merupakan actor lain di luar pemerintahan. Ada tiga macam non-state actor. Pertama ada organisasi
internasional, seperti ASEAN, Uni Eropa dan lain sebagainya. Kedua, organisasi internasional
non-pemerintah, seperti Red Cross, Greenpeace, dan semacamnya. Ketiga ada perusahaan multi-nasional
seperti Unilever dan sejenisnya.
Para actor ini tentunya memiliki tujuan dan kepentingan tertentu dalam melakukan interaksi atau Hubungan
Internasional. Kepentingan itu bisa bermacam-macam, mulai dari kerjasama bilateral, mencari sumber daya,
menjadi target pemasaran produk hasil produksi negaranya dan beragam kepentingan lainnya. Kepentingan
ini juga masuk dalam esensi Hubungan Internasional dengan sebutan interest.

Power adalah esensi ketiga dalam Hubungan Internasional. Maksud dari power di sini adalah kekuatan dari
negara yang melakukan Hubungan Internasional. Jika negara yang melakukan Hubungan Internasional
menggunakan sistem hierarki kekuasaan, maka dapat dikategorikan sebagai negara yang
dominan/mendominasi. Jika negara itu menggunakan sistem rewards & punishments, maka negara ini dapat
digolongkan sebagai negara yang reciprocity.

Ketiga esensi ini memiliki keterkaitan antara satu sama lain. Actor tentunya akan memiliki interest sebelum
melakukan interaksi Hubungan Internasional. Dengan power yang mereka miliki, mereka pun dapat
melakukan Hubungan Internasional. Apakah negara yang melakukan Hubungan Internasional harus
memiliki hubungan diplomatik dengan negara yang dituju? Tidak harus. Negara yang tidak memiliki
hubungan diplomatik pun tetap diperbolehkan melakukan Hubungan Internasional, karena pada hakikatnya
tidak ada negara yang bisa hidup tanpa melakukan interaksi dengan negara lainnya.

Sub-pembahasan terakhir adalah mengenai perbedaan international relation dengan International Relation.
Perbedaan antara kedua hal itu adalah international relation adalah hubungan internasional secara praktikal
sedangkan International Relation adalah disiplin ilmu Hubungan Internasional yang bersifat keilmuan.
Perbedaan lainnya adalah international relation sudah terjadi selama berabad-abad yang lampau, sedangkan
International Relation baru muncul pada awal abad ke-19.