Anda di halaman 1dari 4

BAB VIII

CIRRIPEDIA
8.1 Definisi Cirripedia
Cirripedia berasal dari bahasa Latin yang berarti ”kaki bergulung” merupakan satu-
satunya hewan kelompok Crustacea yang hidup sesil (selain Crustacea parasit) sehingga
membentuk suatu kelompok yang sangat menyimpang dari kelompok-kelompok Crustacea
lainnya. Selain itu, sebagian besar anggotanya bercangkang mirip Pelecypoda sehingga pernah
dianggap sebagai anggota filum Moluska. Baru dalam tahun 1830, ketika stadium-stadium
larvanya ditemukan, dapat diketahui hubungan antara teritip dengan hewan Crustacea lainnya
sehingga teritip kemudian dikeluarkan dari filum Moluska. Hewan-hewan teritip semua hidup
di laut, dua pertiga dari 900 jenis yang dikenal hidup bebas, melekatkan diri pada bebatuan,
cangkang moluska, karang, kayu terapung, dan benda-benda lain.
8.2 Ciri Cirripedia Secara Umum
1. Tubuh tersusun dari tagma kepala dan telson
2. Tagma dana dan abdomen belum terbentuk
3. Hanya memiliki satu mata, yaitu mata median (mata nauplius)
4. Alat gerak terdiri dari 3 pasang appendages chepalic: antenula, antenna, dan
mandibula
5. Pada tahap akhir terdapat spina, seta dan mungkin struktur alinnya. Lalu mata median
menjadi dua. 2.4.3
8.3 Ciri khusus Cirripedia ( Pada saat planktonik)

1. Ukuran dari Cirripedia berkisar 500 mikron hingga 2mm


2. Pada larva bagian sudut depannya terdapat duri seperti tanduk.
3. Larva nauplius tidak makan.
4. Larva nauptilus memiliki antena dan satu buah mata.
5. Larva nauplius Memiliki bentuk tubuh perisai.
6. mengalami molting (pergantian kulit) beberapa kali . Pada tahap inilah sistem
sarafnya mulai berkembang yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan mangsa.
8.4 Anatomi cirripedia

8.5 Klasifikasi Cirripedia

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Mandibulata
Kelas : Crustacea
Subkelas : Cirripedia
( Burmeister, 1834 )
Cirripedia terdiri dari 3 superordo :
Ordo 1. Thoracica
Ordo ini terdiri dari teritip (barnacle) dan hidup di laut. Tubuhnya ditutupi oleh
cangkang kapur. Ada enam pasang embelan dada bercabang dua. Teritip adalah hermafrodit,
mereka tidak membuahi teiurnya sendiri tetapi menyampaikan spermanya kepada teritip lain
terdekat melalui penisnya yang dapat dijulurkan sampai beberapa inci. Telur yang dibuahi
menetas menjadi nauplius planktonik, setelah ganti kulit beberapakali menjadi sipris (cypris)
yang bercangkang dan mempunyai tetesan minyak dalam
cangkang sehingga masih dapat mengapung di plankton. Ada dua bentuk umum, (a)
cangkangnya dibangun langsung menempel pada substrat yang dinamakan teritip baran (acorn
barnacle), contoh Bala-nuslty menempel dengan tangkai seperti kulit yang menempel pada
substrat yang dinamakan teritip angsa atau teritip bertangkai (goose barnacle). Mereka
pemakan menyaring (filter feeder). Cara makan dengan mem-buka cangkangnya dan
mendepakkan kakinya untuk menangkap makanan. Mereka makan plankton. Kelompok hewan
ini banyak hidup di perairan pantai pada benda-benda
melekat di bawah atau di atas permukaan laut atau pada benda-benda terapung.
Ordo 2. Acrothoracica
Hewan parasit, tidak mempunyai cangkang kapur dan tubuhnya ditutupi oleh mantel
besar. Contoh Alcippe lampas, jantan kecil, tak berkaki dan melekat pada betina, melubang ke
dalam cangkang natica yang berisi kelomang.
Ordo 3. Rhizocephala
Hewan parasit, tidak ada embelan tubuh, saluran pencernaan, atau pun peruasan pada
hewan dewasa; melekat dengan tangkai, dengan akar­akarnya menembus ke jaringan inangnya.
Contohnya : Sacculina(carcini), parasit pada Crustacea, Decapoda yang mendegenerasi
menjadi sebuah kantung melekat pada permukaan ventral antara dada dan abdomen.
8.6 Reproduksi dan Siklus Hidup Cirripedia

Cirripedia non parasit umumnya hermafrodit, biasanya terjadi silang karena pada
substrat yang cocok biasanya dihuni sejumlah besar jenis yang sama dan berdekatan. Telur
dierami pada kantung telur dalam rongga mantel. Telur menetas menjadi larva nauplius. Seekor
tritip dapat menghasilkan lebih dari 13000 larva nauplius. Stadia nauplius sebanyak 6 instar,
tidak makan, kemudian menjadi larva cypris yang mirip ostracoda. Tubuh larva cypris
dibungkus 2 keping karapas, mempunyai sepasang mata majemuk, sessile dan 6 pasang
apendik thorax. Pada tempat yang cocok, larva cypris akan menempel dengan menggunakan
kelenjar perekat pada antena pertama, kemudian mengalami metamoforsa dengan
memanjangnya cirri, melengkungkan tubuh dan mulai tumbuh rangka luar baru (keping
cangkang) dibawah karapas larva cypris yang lama. Kutikula atau rangka luar yang melapisi
bagian dalam rongga mantel dan menutupi apendik secara periodik mengalami molting
sebagaimana halnya pada crustacea lain. Keping kapur atau cangkang dihasilkan oleh mantel,
dan tidak diganti pada waktu molting, namun terus tumbuh menjadi besar dan tebal dengan
adanya penambahan bahan-bahan (material) pada bagian tepinya. Zat perekat dihasilkan
selama hidup, dan juga diadakan perbaikan pada bagian-bagian yang rusak. Zat perekat ini
melekat dengan erat pada substrat. Molting pada tritip berlangsung seumur hidup.
8.7 Peranan Cirripedia
1. Peranan Menguntungkan
Melimpahnya larva nauplius dan cypris yang berenang bebas sebagai meroplankton
merupakan sumber makanan bagi hewan pemakan plankton .