Anda di halaman 1dari 4

KEHAMILAN NORMAL

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman : 1/4

UPT PUSKESMAS SUWADI KS, AMK. SKM


CIKALONG NIP : 197707072006041014

1. 1. Pengertian Adalah Masalah Kesehatan Masa kehamilan dimulai dari konsepsi


sampai lahir. Lama kehamilan normal 40 minggu dihitung dari hari
pertama haid terahir (HPHT). Untuk menghindari terjadinya komplikasi
pada kehamilan dan persalinan, maka setiap ibu hamil dianjurkan untuk
melakukan pemeriksaan secara rutin minimal 4 kali kunjungan selama
masa kehamilan
2. 2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui kehamilan
normal
3. 3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas No.
4. 4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 514 Tahun
2015 tentang kehamilan normal
5. 5. Prosedur 1. Dokter memperkenalkan diri dan memberi salam
2. Dokter melakukan anamnesis kepada pasien. Hasil Anamnesis
(Subjective) ditemukan
a. Haid yang terhenti
b. Mual dan muntah pada pagi hari
c. Ngidam
d. Sering buang air kecil
e. Pengerasan dan pembesaran payudara
f. Puting susu lebih hitam
3. Dokter mencuci tangan
4. Dokter melakukan pemeriksaan fisik pada pasien. Hasil pemeriksaan
fisik yaitu:
Periksa tanda vital ibu (tekanan darah, nadi, suhu, frekuensi nafas),
ukur berat badan, tinggi badan, serta lingkar lengan atas (LLA) pada
setiap kedatangan. Pada trimester 1
a. LLA> 33 cm, maka diduga obesitas, memiliki risiko preeklampsia
dan diabetes maternal, memiliki risiko melahirkan bayi dengan
berat badan lebih
b. LLA< 23 cm, maka diduga undernutrisi atau memiliki penyakit
kronis, biasanya memiliki bayi yang lebih kecil dari ukuran normal
c. Keadaan muka diperhatikan adanya edema palpebra atau pucat,
mata dan konjungtiva dapat pucat,kebersihan mulut dan gigi dapat
terjadi karies dan periksa kemungkinan pembesaran kelenjar tiroid
d. Pemeriksaan payudara: puting susu dan areola menjadi lebih
menghitam
e. Pemeriksaan dada:perhatikan suara paru dan bunyi jantung ibu
f. Pemeriksaan ekstremitas: perhatikan edema dan varises
Pemeriksaan obstetrik :
1) Abdomen: a. Observasi adanya bekas operasi. b. Mengukur
tinggi fundus uteri. c. Melakukan palpasi dengan manuever
Leopold I-IV. d. Mendengarkan bunyi jantung janin (120-
160x/menit).
2) Vulva/vagina a. Observasi varises, kondilomata, edema,
haemorhoid atau abnormalitas lainnya. b. Pemeriksaan vaginal
toucher: memperhatikan tanda-tanda tumor. c. Pemeriksaan
inspekulo untuk memeriksa serviks,tanda-tanda infeksi,
ada/tidaknya cairan keluar dari osteum uteri
5. Dokter mencuci tangan
6. Dokter menyarankan pemeriksaan penunjang yaitu:
a. Tes kehamilan menunjukkan HCG (+)
b. Pemeriksaan darah: Golongan darah ABO dan Rhesus pada
trimester 1, Hb dilakukan pada trimester 1 dan 3, kecuali bila
tampak adanya tanda-tanda anemia berat
c. Pemeriksaan lain: kadar glukosa darah dan protein urin sesuai
indikasi
d. Merujuk ibu hamil dengan faktor risiko, dianjurkan untuk dilakukan
pemeriksaan: BTA, TORCH (toxoplasma, rubella, cytomegalo
virus, herpes and others), sifilis, malaria danHIV dilakukan pada
trimester 1 terutama untuk daerah endemik untuk skrining faktor
risiko
e. Merujuk USG sesuai indikasi
7. Dokter memberikan penatalaksanaan yaitu:
 Non medikamentosa
a. Memberikan jadwal pemeriksaan berkala kepada calon ibu selama
masa kehamilan
b. Memberikan nasihat dan petunjuk yang berkaitan dengan
kehamilan, persalinan, kala nifas dan laktasi.
c. Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai: sakit kepala lebih
dari biasa, perdarahan per vaginam, gangguan penglihatan,
pembengkakan pada wajah/tangan, nyeri abdomen (epigastrium),
mual dan muntah berlebihan, demam, janin tidak bergerak
sebanyak biasanya.
d. Pemberian makanan bayi, air susu ibu (ASI) eksklusif, dan inisiasi
menyusu dini (IMD).
e. Penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin
misalnya hipertensi, TBC, HIV, serta infeksi menular seksual
lainnya
f. Perlunya menghentikan kebiasaan yang beresiko bagi kesehatan,
seperti merokok dan minum alcohol
g. Program KB terutama penggunaan kontrasepsi pascasalin
h. Minum cukup cairan
i. Peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori/hari dari menu
seimbang.
j. Latihan fisik normal tidak berlebihan, istirahat jika lelah.
k. Ajarkan metoda mudah untuk menghitung gerakan janin dalam 12
jam, misalnya dengan menggunakan karet gelang 10 buah pada
pagi hari pukul 08.00 yang dilepaskan satu per satu saat ada
gerakan janin. Bila pada pukul 20.00, karet gelang habis, maka
gerakan janin baik.

 Medikamentosa
a) Memberikan zat besi dan asam folat (besi 60 mg/hari)
b) Memberikanimunisasi TT (Tetanus Toxoid) apabila pasien
memiliki risiko terjadinya tetanus pada proses melahirkan dan
buku catatan kehamilan.
8. Dokter memberikan konseling dan edukasi yaitu:
a. Persiapan persalinan, meliputi: siapa yang akan menolong
persalinan, dimana akan melahirkan, siapa yang akan membantu
dan menemani dalam persalinan, kemungkinan kesiapan donor
darah bila timbul permasalahan, metode transportasi bila
diperlukan rujukan, dukungan biaya.
b. Pentingnya peran suami dan keluarga selama kehamilan dan
persalinan.
c. Jika ibu merasakan tanda – tanda bahaya kehamilan, harus di
waspadai dan segera mengunjungi pelayanan kesehatan terdekat.
Tanda bahaya yang wajib diwaspadai : a. Sakit kepala yang tidak
biasanya b. Keluarnya darah dari jalan lahir c. Terjadi gangguan
penglihatan d. Pembengkakan pada wajah / tangan e. Mual dan
muntah yang berlebihan f. Demam g. Gerakan janin yang tidak
biasanya atau cenderung tidak bergerak
d. Keluarga diajak untuk mendukung ibu hamil secara psikologis
maupun finansial, bila memungkinkan siapkan suami siaga
e. Dukung intake nutrisi yang seimbang bagi ibu hamil
f. Dukung ibu hamil untuk menghentikan pemberian ASI bila masih
menyusui.
g. Dukung memberikan ASI eksklusif untuk bayi yang nanti
dilahirkan.
h. Siapkan keluarga untuk dapat menentukan kemana ibu hamil
harus dibawa bila ada perdarahan, perut dan/atau kepala terasa
sangat nyeri, dan tanda-tanda bahaya lainnya, tulis dalam buku
pemeriksaan alamat rujukan yang dapat dituju bila diperlukan.
i. Dengan pasangan ibu hamil didiskusikan mengenai aktifitas
seksual selama kehamilan. Aktifitas seksual biasa dapat dilakukan
selama kehamilan, posisi dapat bervariasi sesuai pertumbuhan
janin dan pembesaran perut. Kalau ibu hamil merasa tidak nyaman
ketika melakukan aktifitas seksual, sebaiknya dihentikan. Aktifitas
seksual tidak dianjurkan pada keadaan: a. riwayat melahirkan
prematur b. riwayat abortus c. perdarahan vagina atau keluar
duhtubuh d. plasenta previa atau plasenta letak rendah e. serviks
inkompeten
9. Dokter mencatat rekam medik

a. 6. Diagram Alir FLOW CHART

Dokter memperkenalkan diri dan


memberi salam

Dokter melakukan anamnesis kepada pasien

Dokter mencuci tangan


Dokter melakukan pemeriksaan fisik pada pasien

Dokter mencuci tangan

Dokter menyarankan pemeriksaan penunjang

Dokter memberikan penatalaksanaan

Dokter memberikan konseling dan edukasi

Dokter merujuk pasien

b. 7. Unit Terkait 1. PIH


2. laboratorium
3. Ruang Imunisasi
8. Hal-hal yang Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan trimester 1 bila ditemukan
Perlu keadaan di bawah ini: hiperemesis, perdarahan per vaginam atau
Diperhatikan spotting, trauma
Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan trimester 2 bila ditemukan
keadaan di bawah ini: gejala yang tidak diharapkan, perdarahan
pervaginam atau spotting, Hb selalu berada di bawah 7 gr/dl, gejala
preeklampsia, hipertensi, proteinuria, diduga adanya fetal growth
retardation (gangguan pertumbuhan janin), Ibu tidak merasakan gerakan
bayi
Konsultasikan dan rujuk pada kunjungan trimester 3 bila ditemukan
keadaan di bawah ini: sama dengan keadaan tanda bahaya pada
semester 2 ditambah tekanan darah di atas 130 mmHg, diduga kembar
atau lebih
9. Dokumen 1. Rekam Medis
Terkait 2. Catatan tindakan.
10.Rekaman Tanggal mulai
Historis NO Yang diubah Isi perubahan
diberlakukan
Perubahan