Anda di halaman 1dari 3

ALERGI MAKANAN

No. Dokumen : :
SOP No. Revisi :
Tgl.Terbit :
Halaman :1/3

UPT PUSKESMAS
DINA SITA DEWI
BOGOR TENGAH
Suatu respon normal terhadap makanan yang dicetuskan
oleh suatu reaksi yang spesifik di dalam suatu sistem imun
PENGERTIAN dan diekspresikan dalam berbagai gejala yang muncul dalam
hitungan menit setelah makanan masuk; namun gelaja
dapat muncul hingga beberapa jam kemudian.

Memberikan kemudahan dan sebagai acuan bagi praktisi


TUJUAN kesehatan (Puskesmas) dalam
penanganan/penatalaksanaan kasus alergi makanan.
1. Keputusan Kepala Puskesmas No.445/SK-39/UPT/Prg
KEBIJAKAN tentang penyusunan rencana Layanan Medis.
2. Keputusan Kepala Puskesmas No.445/SK-45/UPT/Prg
tentang layanan klinis yang menjamin keseimbangan
layanan.
1. PERMENKES RI No. 5 Tahun 2014 tentang Panduan Praktik
REFERENSI Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Kesehatan Primer
2. PERMENKES RI No.75 Tahub 2014 tentang Puskesmas.
3. PERMENKES RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
4. Buku Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3
Anamnesis :

Keluhan :
PROSEDUR
1. Pada kulit : eksim, urtikaria. Pada saluran pernapasan :
rintis , asma.
2. Pada saluran pencernaan : gejala gastrointestinal non
spesifik dan berkisar dari edema, pruritus bibir, mukosa pipi,
mukosa faring, muntah, kram, distensi, diare.
3. Sindroma alergi mulut melibatkan mukosa pipi atau lidah
tidak berhubungan dengan gejala gastrointestinal lainnya.
4. Diare kronis dan malabsorbsi terjadi akibat reaksi
hipersensitivitas lambat non Ig-E-mediated seperti pada
enteropati protein makanan dan penyakit seliak.
5. Hipersensitivitas susu sapi pada bayi menyebabkan occult
bleeding atau frank colitis.

Faktor Resiko : terdapa riwalay alergi di keluarga.

Pemeriksaan Fisik :

Pemeriksaan fisik pada kulit dan mukosa serta paru .


Penegakan Diagnosis :

Diagnosis klinis ditegakan berdasarkan anamnesis dan


pemeriksaan fisik.

Diagnosis banding : Intoksikasis makanan.

Komplikasi :Reaksi alergi berat

Penatalaksanaan :

Riwayat reaksi berat atau anafilaksis :

1. Hindari makana penyebab


2. Jangan lakukan uji kulit atau uji provokasi makanan.
3. Gunakan pemeriksaan in vitro Rujukan Pemeriksaan :
a. Uji kulit langsung dengan teknik Prick dengan ekstrak
makanan dan cairan kontrol merupakan metode sederhana
dan sensitif mendeteksi atibodi sel mast spesifik yang
berkaitan dengan IgE.
b. Uji provokasi makanan : menunjukan apakah gejala yang
ada hubungan dengan makanan tertentu. Kontraindikasi
untuk pasien dengan riwayat anafilaksis yang berkaitan
dengan makanan.
c. Eliminasi makan: eliminasi sistemik makanan yang berbeda
dengan pencatatan membantu mengidentifikasi makanan
apa yang menyebabkan alergi.

Rencana Tindak Lanjut :

Pasien dirujuk apabila pemeriksaan uji kulit, uji provokasi


dan eliminasi makanan terjadi reaksi alergi makanan.

Sarana dan Prasaranan : Medikamentosa : antithistamin dan


krtikosteroid.

Prognosis : dubai ad bonam bila medikamentosa disertai


dengan perubahan gaya hidup.

UNIT TERKAIT Poli Umum, UGD