Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN KASUS

A. PENGKAJIAN

PENGKAJIAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


IDENTITAS
Nama : Ny. Y Ruang Rawat : Bangsal Bedah
Umur : 58 Thn No Rekam Medik : 432583
Pendidikan : SMP Tgl/jam masuk : 19 /09 /2016 / 10.00 Wib
Suku : Minang Tgl/jam pengkajian : 23 /09 /2016/ 11.15 Wib
Agama : Islam Diagnosa Medis : Ca. Recti
Status Perkawinan : Menikah Informan : Pasien, keluarga & status
RIWAYAT KESEHATAN
Keluhan Utama dan Riwayat Kesehatan Sekarang :
Keluhan utama :
Klien mengeluh nyeri pada perut, nafsu makan kurang, mual, kaki terasa berat jika diangkat.

Riwayat kesehatan sekarang :


Klien mengeluh nyeri perut sejak 1 tahun yang lalu, nyeri hilang timbul, nyeri semakin hebat sejak 1 bulan
sebelum rumah sakit. Perut terasa kembung dan menyesak ke atas.
BAB berdarah dan encer sejak 7 bulan yang lalu. BAK normal
Klien rujukan dari RSUD Adnaan WD Payakumbuh.
Pasien tampak lemah dan pucat
Klien mengatakan badan terasa letih

Riwayat Kesehatan Masa Lalu :


1. Penyakit : Asma Stroke Gastritis Infeksi Lainnya, sebutkan ......................

2. Pola Hidup : merokok kurang olahraga diet tidak teratur stres sex bebas
penggunaan obat terlarang
3. Faktor Resiko : hipertens diabetes melitus hiperkolesterolemia penyakit lainnya,
Sebutkan tidak ada
4. Riwayat Kesehatan Keluarga : hipertensi diabetes meliatus penyakit jantung. Tidak ada

1. FISIOLOGIS
Data Subjektif
Pernapasan :
Dispnea berhubungan dengan batuk/sputum :
Perokok : Tidak Merokok , pak/hari Tidak ada , lama dalam tahun : Tidak ada
OKSIGENASI DAN SIRKULASI

Riwayat Penyakit paru sebelumnya : Tidak ada


Sirkulasi :
Riwayat Hipertensi : ada sejak >10 th yll, klien tidak kontrol teratur ,masalah jantung : tidak ada
Demam rematik : Tidak ada Edema mata kaki/kaki : ada
Flebitis : ada, tangan kiri (bekas infus) Penyembuhan lambat : Tidak
Klaudikasi : ada
Ekstremitas : Kesemutan : ada (ekstremitas bawah) . Kebas : Tidak ada -/-
Batuk/hemoptisis : Tidak ada
Perubahan frekuensi/jumlah urin : tidak ada
Nyeri dada : tidak ada
Data Objektif :
Pernapasan :
Pernapasan : Frekuensi : 24 x/i Kedalaman : normal Simetris : Ya
Penggunaan Otot Bantu napas : tidak ada Cuping Hidung : tidak ada
Fremitus : +/+ kiri dan kanan
Bunyi Napas : Vesikuler kiri dan kanan
Sianosis : tidak ada Jari Tubuh : tidak sianosis
Karakteristik Sputum : tidak ada
Fungsi mental/gelisah: baik, tidak gelisah

Sirkulasi :
Bunyi jantung : BJ I, BJ II normal abnormal, jelaskan: tidak ada
x
Frekuensi : 99 /i Irama : Reguler Kualitas : normal
Tekanan Vena Jugularis : JVP 5-2 cm H2O
Jantung (Palpasi) : Getaran : normal Dorongan : normal
Hemodinamik : Nadi Karotis : 99 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Jugularis : 99 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Temporalis : 99 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Radialis : 99 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Femoralis : 99 x/menit Irama nadi : regular
Nadi Popliteal : 99 x/menit Irama nadi : regular
OKSIGENASI DAN SIRKULASI

Nadi Postibial : 99 x/menit Irama nadi : regular


Nadi Dorsalis Pedis : 99 x/menit Irama nadi : regular
TD Kanan Baring : 120/80 mmHg, TD Kanan Duduk : 115/80 mmHg,
TD Kanan Berdiri :110/75 mmHg
TD Kiri Baring : 125/85 mmHg, TD Kiri Duduk : 120/80 mmHg,
TD Kiri Berdiri : 115/70 mmHg
Ekstremitas : Suhu : 36, 5 0C warna : merah muda Akral : hangat
Pengisian Kapiler :1 – 2 detik Varises : tidak ada
Kuku : merah muda Penyebaran Rambut : merata
Warna : sedikit pucat Mukosa Bibir : kering Punggung kuku : normal,
Konjungtiva : sedikit anemis Sklera : tidak ikterik
Diaforesis : tidak ada
Penunjang :
Nilai Lab Nilai Normal
Tgl 19/09/16 Tgl 22/09/16 Tgl 24/09/16
Hb 10.4 g/dl 9.8 g/dl 10.5g/dl 12 - 14
(transfusi PRC
1 kolf)
Ht 30.4 % 29.8 % 31.2 % 37 - 43
Leukosit 17. 590/uL 13.650/uL 7.380/uL 5.000-10.000
Trombosit 259.000/uL 135.000/uL 131.000/uL 150.000 – 400.000
Foto thoraks (tgl.............) : Tidak ada
Kesan :

Ekhokardiografi (tgl.........) : Tidak ada


Kesan :

EKG (tgl 20-09-2016)


Kesan: Sinus tachicardi
HR : 136 x/menit
Gelombang P : 2 x 0,04 = 0,08 (normal), PR interval : 3 x 0,04 = 0,12 (normal)
QRS durasi : 2 x 0,04 = 0,08 (sempit)

Masalah Keperawatan
 Bersihan jalan napas tidak efektif
 Penurunan curah jantung
 Pola napas tidak efektif
 Ketidakefektifan napas spontan
 Kerusakan pertukaran gas
 Gangguan perfusi perifer
Data Subjektif
Diit biasa (tipe) : Makanan Lunak Jumlah makanan per hari: 3 x 1/3 bagian
Makan terakhir /masukan : bubur Pola diit : 3 x 1
Kehiangan selera makan : ya Mual : ya Muntah : tidak ada
Nyeri uluhati : ya
Disembuhkan oleh : obat
Alergi makanan : ada (makanan laut)
Gangguan menelan : tidak ada
Gigi : caries
MAKANAN DAN CAIRAN

Berat badan biasa : 52 kg Perubahan berat badan : 40 kg


Penggunaan diuretik : tidak ada

Data Objektif :
BB : 40 Kg TB : 150 cm
Pemasangan NGT : tidak ada
Lingkar perut : 93 cm, Lingkar lengan : 22 cm
Bentuk tubuh : kurus dan ada acites, ekstremitas edema
Turgor kulit : klien edema
Edema : Umum : ya , derajat II (kedalaman 3-5 mm dengan waktu kembali 5 detik)
dependen : tangan dan kaki Periorbital : tidak ada
Asites : ya Shifting dullness : ya
Pembesaran tiroid : tidak ada hernia : tidak ada Halitosis : ya
Kondisi gigi/gusi : caries
Bising usus : normal 15 x/i
Nyeri tekan uluhati: ya
Perkusi abdomen : redup
Intake dan output : 24/09/2016
Intake Output
IV (infus) : 1500 cc Urine : 600 cc
Makan : 300 cc Feses : 450 cc
Minum : 400 cc IWL : 500 cc

Jumlah : 2200 cc Jumlah : 1550 cc

Balance cairan : + 650 cc

Penunjang :
Lab :
Nilai Lab Nilai Normal
Tgl 19/09/16 20/09/16 22/09/16 keterangan
Ureum 25 mg/dl 0.8 – 1.3
Creatinin 0.6 mg/dl 15 – 43
Albumin 1.4 g/dl 1.3 g/dl Koreksi alb 3.5 kolf 3.5 – 5.4
Natrium 121.6 g/dl 133.3 mEq/l 135 – 147
Koreksi NaCl 3% 4
Kalium 4.07 g/dl 4.00 mEq/l 3.5 – 5.5
kolf
Clorida 91.2 g/dl 105.7 mEq/l 100 – 106

Koreksi Albumin :

= (A-B) (BB x 40 x 2) Ket :


100 A = nilai albumin normal
= (3,5 – 1,3) (40 x 40 x 2 ) B = nilai albumin saat ini
100 BB = berat badan
= 70,4
Penggunaan albumin 20%
= 70.4: 20
= 3,52

USG Abdomen (Tanggal )


Kesan :

Endoskopi (tanggal = 29 – 9- 2016 )


Kesan : colonoscopy, kesan Ca rectie

Masalah Keperawatan :
 Kerusakan menelan
 Ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan
 Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan
 Resiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan
 Defisit Volume cairan
 Kelebihan volume cairan
Data Subjektif :
Pola BAB : diare = 4 – 5 x per hari penggunaan laksatif : tidak
Karakter feses : Encer BAB terakhir : siang
Riwayat perdarahan : ya / di rectum hemoroid : tidak
Konstipasi : tidak ada Diare : ya, sejak 1 thn yll
Menggunakan ostomy : tidak
Penggunaan laksatif : tidak.
Pola BAK : normal
Retensi : tidak dysuria : tidak Inkontinensia : tidak Urgensi : tidak
Keseringan : tidak Tidak lepas : tidak.
Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : tidak

Data objektif :
Abdomen : nyeri tekan : ya lunak/keras : lunak
Masa : tidak ada Linggar perut : 90 cm
Bising usus : 18 x/i
Hemoroid : tidak ada
Cairan ostomy : tidak ada
Konsistensi feses : encer warna feses : coklat cair
Warna urine : kuning
Kateterisasi : tidak ada
Urostomy : tidak ada
Dialisa : tidak
ELIMINASI

Penunjang :
Laboratorium
Nilai Lab Nilai Normal

USG Ginjal ( tanggal : )


Kesan : tidak ada
Masalah Keperawatan :
 Perubahan eliminasi urin
 Inkontinensia urin
 Retensi urin
 Konstipasi
 Diare
 Perubahan elminasi alvi
Data Subjektif :
Pekerjaan : IRT. Aktivitas/Hobi : masak
Aktivitas Waktu luang : membantu suami
Perasaan bosan/tidak puas : tidak ada
Keterbatasan karena kondisi : sakit .
Keluhan : nyeri pada abdomen (nyeri/bengkak/lemas)
Pola Tidur : kurang , 4 jam sehari
Tidur Jam : 23.00 WIB Tidur siang : tidak ada
Kebiasaan tidur : tidak ada
Insomnia : ya Penyebab : nyeri dan kondisi lingkungan
Rasa segar saat bangun : tidak ada

Data Objektif :
Penggunaan alat bantu : tidak ada
AKTIVITAS DAN ISTIRAHAT

Toleransi aktifitas : tidak toleransi


Pelaksanaan aktifitas :mandiri/parsial/dibantu
Jenis aktifitas yang dibantu : semua aktifitas
Keterbatasan gerak : ya
Masa/tonus otot : baik
Postur : kurus Tremor : tidak
Retang gerak : normal Kekuatan : baik
Deformitas : tidak

Penunjang :
Rontgen (tanggal : )
Tidak ada

Pemeriksaan Lainnya :
Tidak ada

Masalah Keperawatan :
 Gangguan Pola Tidur
 Kelelahan
 Intoleransi aktifitas
 Gangguan mobilitas fisik
 Defisit perawatan diri
 Resiko disuse syndrome
Data Subjektif :
Riwayat cedera : tidak ada
Riwayat hipertermi : ya , suhu = 39 C, sebelum dirawat
Alergi :
……………………………………………………………………………………………………

Data Objektif :
Kulit : Luka, karakteristik : tidak ada
Inisial operasi, karakteristik : tidak ada
Drainese, karakterisktik : tidak ada
Lainnya, : tidak ada
Rambut dan kuku : Bersih
Suhu : 36,7 0C
Membran Mukosa : kering
Respon Inflamasi : kemarahan panas : tidak
Integritas Kulit : baik
Luka Bakar : tidak ada
Tandai Lokasi :
PROTEKSI

Keadaan Luka :
- Saat dilakukan pengkajian pasien belum dilakukan operasi
- Pasien akan dilakukan operasi miles tanggan 29 – 9 - 2016

Penunjang :
Tidak ada

Masalah Keperawatan :
 Resiko cedera
 Kerusakan integritas kulit
 Hipertemi
 Hipotermi
 Resiko Infeksi
 Inefektif termoregulasi
Skala Resiko Jatuh Morse :

NO PENGKAJI SKALA NILAI KET.


1. Riwayat jatuh: apakahAN
lansia pernah jatuh Tidak 0
dalam 3 bulan terakhir? Ya 25

2. Diagnosa sekunder: apakah lansia memiliki Tidak 0


lebih dari satu penyakit? Ya 15
3. Alat Bantu jalan:
- Bed rest/ dibantu perawat 0
- Kruk/ tongkat/ walker 15
- Berpegangan pada benda-benda di sekitar 30
(kursi, lemari, meja)
4. Terapi Intravena: apakah saat ini lansia Tidak 0
terpasang infus? Ya 20
5. Gaya berjalan/ cara berpindah:
- Normal/ bed rest/ immobile (tidak dapat 0
bergerak sendiri)
- Lemah (tidak bertenaga) 10
- Gangguan/ tidak normal (pincang/ diseret) 20
6. Status Mental
- Lansia menyadari kondisi dirinya 0
- Lansia mengalami keterbatasan daya ingat 15
Total Nilai

Tingkatan Risiko Nilai MFS Tindakan


Tidak berisiko 0 - 24 Perawatan dasar
Risiko rendah 25 - 50 Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh standar
Risiko tinggi ≥ 51 Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh risiko tinggi
Skala Braden untuk Luka Tekan

PARAMETER TEMUAN SKOR

4
Persepsi sensori 1. Tidak merasakan 2. Gangguan 3. Gangguan sensori 4. Tidak ada
atau respon sensori pada pada 1 atau 2 gangguan
terhadap stimulus bagian ½ ekstremitas atau sensori,
nyeri, kesadaran permukaan berespon pada berespon
menurun tubuh atau hanya perintah verbal tapi penuh
berespon pada tidak selalu mampu terhadap
stimuli nyeri mengatakan perintah
ketidaknyamanan verbal.
4
Kelembapan 1.. Selalu 2. Sangat lembab 3. Kadang lembab 4. Kulit kering
terpapar oleh
keringat atau
urine basah 1
Aktivitas 1. Terbaring ditempat 2. Tidak bisa 3. Berjalan dengan 4. Dapat
tidur erjalan atau tanpa bantuan. berjalan
sekitar
Ruangan 4
Mobilitas 1. Tidak mampu 2. Tidak dapat 3. Dapat membuat 4. Dapat merubah
ergerak merubah perubahan posisi posisi tanpa
posisi secara tubuh atau ekstremitas bantuan
tepat dan dengan mandiri
teratur
2
Nutrisi 1. Tidak dapat 2. Jarang 3. Mampu 4. Dapat
menghabiskan mampu menghabiskan lebih menghabis
1/3 porsi menghabiska dari ½ porsi kan porsi
makannya, n makannya Makannya,
sedikit minum, ½ porsi tidak
puasa makanannya memerlukan
atauminum air atau intake suplementas
putih, atau cairan kurang i nutrisi.
mendapat infus dari jumlah
lebih optimum 3
Gesekan Tidak
1. dari mampu
5 hari 2. 3. Membutuhkan
mengangkat Membutuhkan bantuan
badannya sendiri, bantuan minimal
atau spastik, minimal mengangkat
kontraktur atau mengangkat tubuhnya
Gelisah tubuhnya
18
TOTAL SKOR

Keterangan :
 Resiko ringan jika skor 15-23
Resiko sedang jika skor 13-14
Resiko berat jika skor 10-12
Resiko sangat berat jika skor kurang dari 10
Data Subjektif :
Keluhan

Data Objektif :
Penglihatan : normal : ya kacamata/lensa kontak: tidak katarak : tidak glaukoma : tidak
buta, ka/ki : tidak
Pendengaran : normal : ya alat bantu dengar : tidak tuli total, ka/ki : tidak tuli parsial, ka/ki :
INDERA/SENSE

tidak
Penghidu : Normal : ya
Pengecap : Normal : ya
Peraba : Normal : ya

Penunjang :
Tidak ada

Masalah keperawatan :
Perubahan sensori persepsi :

Data Subjektif :
rasa ingin pingsan/pusing : tidak ada
Sakit kepala : kadang - kadang.
Kesemutan/kebas/kelemahan (lokasi) : kesemutan pada tungkai bawah.
Stroke (gejala sisa) : tidak ada
Kejang : tidak ada
NEUROLOGI

Data Objektif :
Kesadaran : E : 4 M. : 6 V : 5
kompos mentis : ya letargi…..stupor ……..koma
Status Mental: terorientasi Waktu : ya Tempat : ya Orang : ya
gelisah /halusinasi/kehilangan memori
Afasia : tidak Disfagia : sulit menelan
Ukuran / Reaksi Pupil : Kanan : 2 mm/ positif Kiri : 2 mm/ positif
Kaku Kuduk : negatif Kernig Sign : negatif
Laseque: negatif
Brudzinnsky I : negatif Brudzinsky II : negatif
Babinsky : negatif
Nervus Kranialis :
No Nervus Data pengkajian
1 N. Olfaktorius Bisa membaui makanan
2 N. Optikus Bisa melihat benda yang jauh maupun dekat
3 N.Okulomotorius Bisa menggerakan bola mata
4 N. Troklearis Bisa melihat kebawah dan keatas
5 N. Trigeminus Bisa mengunyah, bentuk wajah simetris
6 N. Abdusen Bisa menggerakan mata kekiri dan kekanan
7 N. Fasialis Bisa membedakan rasa makanan
8 N. Vestibulokohklearis Bisa mendengarkan suara dengan baik
9 N. Glosofaringeus Bisa menelan makanan, tonsil normal
10 N. Vagus Peristaltik usus 18 x/ mnt
11 N. Assesorius Bisa memutar kepala kebelakang
12 N. Hipoglosus Bisa menggerakan lidah

Refleks : normal
Genggaman lepas : ka : normal ki : normal

Penunjang
CT Scan Kepala (tanggal : )
Tidak ada

Masalah Keperawatan
 Perubahan perfusi serebral
 Confuse
 Gangguan menelan
 Kerusakan komunikasi verbal
Riwayat DM : tidak ya, sejak ................

pembengkakan kelenjar : tidak


Periode menstruasi terakhir : menopause tak/pendarahan abnormal /riwayat payudara
bengkak/drainese vagina
Lain – lain : tidak ada

Data Penunjang
Labor
ENDOKRIN

Nilai Lab Nilai Normal


Tgl : 19 – 9 - 2016
GDR = 151 mg/dl 74 – 106 mg/dl

Masalah Keperawatan :
 Keterlambatan tumbuh kembang
 Risiko pertumbuhan disproporsional
 Ketidakstabilan gula darah
 Gangguan metabolisme
Data Objektif : janda
Aktif melakukan hubungan seks :
Penggunaan kondm
Masalah kesulitan seksual
Perubahan terakhir dalam fekuensi minat :

Wanita
Usia menarche : 15 tahun Lamanya siklus : 28 hari Durasi: 7 hari
Periode menstruasi terakhir : lupa .menopause : lupa
SEKSUALITAS

Rabas Vaginal : tidak Berdarah Antara Periodik : tidak


Melakukan Pemeriksaan Payudara :mamogram : tidak Sendiri : tidak
Pap smear terakhir : tidak

Pria :
Rabas Penis : …………………………… Gangguan Prostat : ………………………………..
Sirkumsisi : ……………………………… Vasektomi : ………………………………………..
Melakukan pemeriksaan sendiri : ………………………. Payudara/testis …………………….
Pemeriksaan prostat terakhir : ……………………………………………………………………

Masalah Keperawatan :
 Gangguan citra tubuh
 Gangguan eliminasi
 Resiko perdarahan
Data Subjektif
Lokasi : perut Frekuensi : 5 – 8 x/i Kualitas : sedang Durasi : 5 – 10 mnt
Penjalaran : seluruh perut Faktor Pencetus : edema di perut .
NYERI/KETIDAKNYAMANAN

Data Objektif
5

Masalah Keperawatan :
 Nyeri AKut
 Nyeri Kronis
2. MODE KONSEP DIRI
Data Subjektif
Sensasi tubuh : baik
Citra Tubuh : baik
Konsistensi diri : baik
Ideal Diri : baik
Moral Etik – Spritual Diri : baik

Data Objektif
Status emosional
Tenang : ya cemas…..Marah…..Menarik Diri…Takut…….mudah tersinggung…..tidak
sabar…euphoria…
KONSEP DIRI

Respon fisiologis yang terobservasi :


- Pasien terlihat letih, kurang besemangat, lebih banyak berbaring ditempat tidur, tidak banyak
bicara, berbicara bila hanya diperlukan saja, pasien terlihat cemas,

Masalah Keperawatan :
 Keputusasaan
 Kecemasan
 Spiritual distress
 Ketakutan
 Rirsiko merusak diri
 Koping tidak efektif
 Harga diri rendah
 Isolasi diri

3. MODE FUNGSI PERAN


Apakah memiliki cukup energi untuk melakukan aktivitas di rumah ? : ya
Apakah bekerja di luar rumah ? : ya, jelaskan : sawah dan ladang
Jika tidak, apakah pernah bekerja di luar rumah ? : tidak pernah
Jika pernah, apakah penyakit ini yang membuat tidak lagi bekerja ? : ya bukan
Berpartisipasi dalam kegiatan di masyarakat : ya, sebutkan : gotong royonng
Berpartisipasi dalam terapi : selalu kadang-kadang jarang tidak pernah
Lain – lain ..............................................................................................................................................................

Masalah Keperawatan :
 Perubahan penampilan peran
 Inefektif manajemen regimen terapi

4. MODE INTERDEPENDENSI
PERILAKU
Orang lain yang bermakna : keluarga dan anak
Citra Tubuh : baik
Konsistensi diri : baik
Ideal Diri : baik
Moral Etik – Spritual Diri : baik
Masalah Keperawatan :
 Isolasi sosial
 Risiko merusak diri / orang lain
 Risiko kesendirian
 Koping defensif

Discharge Planning :
Tanggal informasi didapatkan
1. Tanggal pulang yang diantisipasi : ……………………………………
2. Sumber yang tersedia : Orang……Keuangan ……
3. Perubahan yang perlu diantisipasi dalam situasi kehidupan setelah pulang…………………………
4. Area yang mungkin membutuhkan perubahan/bantuan :…………………………………………….
Penyiapan makanan : ………………………………. Berbelanja : ………………………………………
Transportasi : …………………………………… Ambulasi : …………………………………………..
Obat/terapi : ……………………………….. Pengobtan : ……………………………………………….
Perawatan luka : ………………………….. Peralatan : ………………………………….
Bantuan perawatan diri : ……………………………………………………………………………………
Gambaran fisik rumah : ……………………………………………………………………………………..
Bantuan merapihkan/pemeliharaan rumah : …………………………………………………………………
Fasilitas kehidupan selain rumah (khusus) :
……………………………………………………………………
Nama Perawat : Tanda Tangan : Hari / Tanggal :

Penatalaksanaan
Tanggal Nama Golongan Indikasi Efek samping Kontra Indikasi
Obat
19-09- Cefepime Cefalosperine  Bronkitis akut Diare, syok, Gangguan
16 (Antibiotik)  Bronkitis kronis reaksi ginjal,
 Haemoptisis hipersensitivitas, hipersensitivitas,

 ISK ultikaria alergi antibiotik


penisillin,
wanita hamil
Ranitidine Antihistamine  Tukak lambung Kegelisahan, Lansia, ibu
 Penyakit depresi, hamil, kanker
gastrosopangeal halusinasi, reaksi lambung,
refluk alergi, gangguan penyakit ginjal,
 gastritis pernafasan porfilia akut
Keterolac Antiinflamasi  inflamasi akut Ulceriasi, Riwayat gagal
nonsteroid perdarahan, ginjal, ulserasi
perlubangan peptik
lambung,
gangguan ginjal,
menghambat
fungsi trombosit
Vit K Suplemen,  anti perdaraha Memicu anemia, Ibu hamil, ibu
injeksi Penanganan sakit kuning menyusui,
perdarahan gangguan ginjal,
gangguan hati
Vit C Suplemen  sakit kudis Mual, muntah, Angioplasti,
injeksi antioksidan  penyakit gusi mules, kram gagal ginjal,
dan jerawat perut, sakit penyakit DM
 osteoporosis kepala,
 mencegah meningkatkan
arteriosclerosis gula darah,
IVFD RL Cairan  mengembalikan Panas, infeksi Hipernatremia,
keseimbangan pada tempat kelainan ginjal,
elektrolit pada penyuntikan, kerusakan sel
dehidrasi trombosis vena hati, laktat
atau flebitis yang asidosis
meluas dari
tempat
penyuntikan,
ekstravasasi
Albumin Protein  menangani Ultikaria, demam, Ibu hamil, gagal
defisiensi haus, sensasi rasa jantung, edema
albumin panas, paru, anemia
berkeringat, parah, gangguan
jantung berdebar- ginjal, serosis
debar, kronis,
peningkatan hipoproteinemia,
tekanan darah, nefrosis kronis
sakit kepala,
mual, muntah,
tachikardi,
bradikardi
NaCl 3% 
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Data Fokus
Data Subjektif Data Objektif
 Pasien mengatakan perutnya  Tungkai bawah pasien tampak
bengaka sejak 2 bulan yang lalu edema
 Pasien mengatakan kakinya  Perut pasien tampak besar berisi
sembab cairan
 Pasien mengatakan sulit bernafas  Adanya distensi vena jugularis
karena perutnya yang besar  TD = 150/100 mmhg
 Pasien mengatakan kembung dan  Na = 121,6
cepat merasa kenyang  K = 4,07
 Pasien mengatakan nafsu makan  Cl = 91,2
kurang  Jumlah haluaran urine = 600 cc/
 Pasien mengatakan mual apabila hari
mencium bau makanan  Pasien tampaksangat kurus
 Pasien mengatakan berat badan  Pasien tampak lemah , letih, lesu
semakin menurun  Pasien hanya menghabiskan 1/3
 Pasien mengatakan nyeri pada porsi makanan
perutnya  Lingkar perut = 90 cm
 Pasien mengatakan lemah, letih,  Lingkar lengan = 22 cm
lesu  BB = 40 kg
 Pasien mengataan tidak kuat untuk  TB = 155 cm
bangun dari tempat tidur  Kadar albumin = 1,4 g/dl
 Pasien mengatakan pusing apabila  Pasien tampak meringis sambil
duduk ditempat tidur memegang perutnya
 Pasien terlihat letih terbaring di
tempat tidur
 Skala nyeri = 6
 Penurunan interaksi dengan
orang lain
 Pasien tampak dibantu oleh
anaknya saat makan dan kekamar
mandi
 Pasien tampak letih
 Semua aktivitas pasien tampak
dibantu oleh keluarga
 Pasien tampak terbaring lemah
diatas tempat tidur
 Pasien tampak lebih banyak diam
dan tidak banyak bicara, bicara
hanya bila diperlukan saja
 Pasien terlihat kurang
bersemangat
2. Analisa Data
Data Etiologi Masalah Keperawatan
DO : Gangguan Kelebihan volume cairan
 Tungkai bawah pasien tampak mekanisme
edema regulasi
 Perut pasien tampak besar berisi
cairan
 Adanya distensi vena jugularis
 TD = 150/100 mmhg
 Na = 121,6
 K = 4,07
 Cl = 91,2
 Jumlah haluaran urine = 600 cc/ hari

DS :
 Pasien mengatakan perut membuncit
sejak 2 bulan yang lalu
 Pasien mengatakan kakinya sembab
 Keluarga mengatakan pasien sering
haus
 Keluarga mengatakan pasien kurang
nafsu makan
 Pasien mengatakan agak sulit untuk
bernafas karena perut yang
membesar

DO : ketidakmampuan Ketidak seimbangan


 Pasien tampaksangat kurus mengabsorbsi nutrisi kurang dari
 Pasien tampak lemah , letih, lesu nutrien kebutuhan tubuh
 Pasien hanya menghabiskan 1/3
porsi makanan
 Lingkar perut = 90 cm
 Lingkar lengan = 22 cm
 BB = 40 kg
 TB = 155 cm
 Kadar albumin = 1,4 g/dl

DS :
 Pasien mengatakan nyeri pada perut
 Pasien mengatakan kembung dan
cepat merasa kenyang
 Pasien mengatakan BAB sering
encer
 Pasien mengatakan BB sebelum
sakit adalah 52 kg
 Pasien mengatakan merasa mual dan
hilang nafsu makan

DO : Ketunadayaan Nyeri kronis


 Pasien tampak meringis sambil fisik kronis
memegang perutnya
 Pasien terlihat letih terbaring di
tempat tidur
 Skala nyeri = 6
 Penurunan interaksi dengan orang
lain
 Pasien tampak dibantu oleh anaknya
saat makan dan kekamar mandi

DS :
 Keuarga mengatakan pasien tidak
bisa tidur
 Pasien mengatakan nyeri pada
daerah perutnya
 Pasien mengatakan sangat letih

DO : Kelemahan umum Intoleransi aktivitas


 Pasien tampak letih
 Semua aktivitas pasien tampak
dibantu oleh keluarga
 Pasien tampak terbaring lemah
diatas tempat tidur
 Pasien tampak lebih banyak diam
dan tidak banyak bicara, bicara
hanya bila diperlukan saja
 Pasien terlihat kurang bersemangat

DS :
 Keluarga mengatakan segala
aktivitas selalu dibantu oleh anak
karena pasien tidak sanggup untuk
melakukannya sendiri
 Pasien mengatakan dia tidak kuat
untuk bangun dari tempat tidur
 Pasien mengatakan pusing apabila
lama duduk di tempat tidur
3. Diagnosa Keperawatan
a. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme
regulasi
b. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien
c. Nyeri kronik berhubungan dengan ketunadayaan fisik kronik
d. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum

C. INTERVENSI
Diagnosa NOC NIC
Kelebihan  Keseimbangan Manajemen Cairan
volume cairan cairan 1. Timbang BB setiap hari dan
berhubungan  Keseimbangan monitor status pasien
dengan elektrolit 2. Monitor status hidrasi : membran
gangguan  TTV mukosa, denyut nadi dan tekanan
mekanisme Setelah dilakukan darah
regulasi tindakan keperawatan 3. Monitor TTV pasien
selama 3 hari 4. Kaji lokasi dan luas edema
kelebihan volume 5. Monitor intake dan output cairan
cairan teratasi 6. Batasi masukan cairan
Kriteria hasil : 7. Kolaborasi pemberian diuetik
 Membran mukosa
lembab Monitor cairan
 Terbebas dari 1. Monitor nilai kadar serum,
edema,efusi, eletrolit serum dan elektrolit urine
anasarka 2. Monitor kadar serum albumin dan
 Tidak ada distensi protein total
vena leher 3. Monitor tanda dan gejala asites
4. Batasi dan alokasikan asupan
 Terbebas dari
cairan
kelelahan ,
5. Berikan dialisis dan catat reaksi
kecemasan atau
pasien
kebingungan
 TTV dalam batas
normal
 Bunyi nafas bersih

Ketidak  Status nutrisi. Manajemen Nutrisi :


seimbangan Setelah dilakukan 1. Kaji adanya alergi makanan
nutrisi kurang tindakan keperawatan 2. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
dari kebutuhan selama 3 hari menetukan jumlah kalori dan
tubuh berhungan ketidakseimbangan nutrisi yang dibutuhkan pasien
dengan nutrisi teratasi 3. Monitor jumlah nutrisi dan
ketidakmampuan kandungan kalori
mengabsorbsi Kriteria Hasil : 4. Berikan informasi tentang
nutrien  Adanya kebutuhan nutrisi
peningkatan BB
sesuai dengan Monitor Nutrisi :
tujuan 5. Monitor adanya penurunan BB
 BB sesuai dengan 6. Monitor kalori dan intake nutrisi
tinggi badan 7. Timbang bb setiap hari
 Mampu 8. Lakukan pengukuran
mengidentifikasi antropometrik pada komposisi
kebutuhan nutrisi tubuh
 Tidak ada tanda- 9. Identifikasi perubahan BB
tanda malnutrisi terakhir
 Tidak terjadi 10. Monitor intregitas kulit dan
penurunan BB mobilitas
yang berarti 11. Monitor mual dan muntah

Nyeri kronik  Kontrol nyeri Manajemen Nyeri


berhubungan  Tingkat nyeri 1. Lakukan pengkajian nyeri secara
ketunadayaan  Status kenyamanan komprehensif : lokasi,
fisik kronik  Mampu karakteristik, durasi, frekuensi,
mengontrol nyeri. kualitas dan predisposos
Setelah dilakukan (P,Q,R,S,T)
tindakan keperawatan 2. Monitor reaksi nonverbal dan
selama 3 hari nyeri ketidaknyamanan
kronis teratasi 3. Evaluasi pengalaman nyeri masa
lampau
Kriteria Hasil : 4. Gunakan tekhnik komunikasi
 Mampu terapiutik
menggunakan 5. Gali pengetahuan dan
tekhnik relaksasi kepercayaan pasien mengenai
 Melaporkan nyeri nyeri
berkurang 6. Libatkan keluarga dalam terapi
modalitas penurun nyeri
 Mampu mengenali
7. Ajarkan prinsip-prinsip
nyeri
manajemen nyeri
 Mengatakan rasa
8. Beri informasi mengenai nyeri :
nyaman
penyebab nyeri, berapa lama nyeri
 TTV dalam batas yang akan dirasakan, dan
normal
antisipasi dari ketidaknyamanan
akibat prosedur.
9. Kolaborasi pemberian analgetik
untuk mengurangi nyeri
 Monitor TTV sebelum dan
sesudah pemberian analgetik
 Tentukan anagetik pilihan
 Evaluais efektifitas analgetik
tanda dan gejala
Intoleransi  Toleransi terhadap Terapi aktivitas
aktivitas aktivitas 1. Bantu pasien dan keluarga untuk
berhubungan  Perawatan diri : mengidentifikasi kelemahan
dengan aktifitas sehari – dalam level aktivitas tertentu
kelemahan hari 2. Bantu pasien beraktivitas apabila
umum diperlukan
Kriteria hasil : 3. Bantu pasien dalam
 Mampu melakukan mengembangkan motivasi diri
aktivitas sehari- dan pengembangan
hari 4. Monitor respon fisik, emosional,
 Berpartisipasi dan spritual pasien terhadap
dalam aktivitas aktivitas
fisik tanpa disertai 5. Berikan kesempatan keluarga
peningkatan untuk terlibat dalam aktivitas,
tekanan darah, dengan cara yang tepat
nadi dan
pernafasan Manajemen energi
6. Kaji status fisiologis pasien yang
menyebabkan kelelahan sesuai
dengan konteks usia dan
perkembangan
7. Anjurkan pasien mengungkapkan
perasaan secara verbal mengenai
keterbatasan yang dialami
8. Monitor untake nutrisi untuk
mengetahui sumber energi yang
adekuat
9. Lakukan ROM aktif dan pasif
untuk menghilangkan ketegangan
otot
D. IMPLEMENTASI
Hari : Jumat
Tgl : 23 September 2016
No Diagnosa Implementasi Respon Pasien

1 Kelebihan volume 1. Menimbang BB setiap 1. Pasien mengatakan berat


cairan berhubungan hari dan monitor status badan semakin berkurang
dengan gangguan pasien
mekanisme regulasi  BB = 40kg

2. Memonitor status hidrasi : 2. Membran mukosa = kering

3. Monitor TTV pasien 3. Tekanan darah = 150/100


mmhg,
denyut nadi = 99x/i,
suhu = 36,5 °C, dan
nafas = 20x/i

4. Menkaji lokasi dan luas 4. Edema terdapat pada kedua


edema tungkai bawah dan
terdapat asites pada
abdomen

5. Memonitor intake dan 5. intake = 2200 cc/hari, dan


output cairan output = 1550 cc/hari

6. Membatasi masukan 6. Pasien mengatakan sudah


cairan mengurangi minumnya =
500 cc/hari

7. Berkolaborasi pemberian 7. Untuk saat ini pasien belum


diuetik mendapatkan diuretik

2 Ketidak seimbangan 1. Memonitor adanya 1. Pasien mengatakan BB


nutrisi kurang dari penurunan BB turun 15 kg
kebutuhan tubuh
berhungan dengan 2. Memonitor kalori dan 2. Pasien menghabiskan 1/3
ketidakmampuan intake nutrisi bagian bubur
mengabsorbsi
nutrien 3. Menimbang bb setiap hari 3. BB sekarang = 40 kg

4. Melakukan pengukuran 4. Linkar perut = 90 cm,


antropometrik pada lingkar lengan = 20 cm
komposisi tubuh
5. Memonitor intregitas kulit 5. Kulit daerah punggung agak
dan mobilitas memerah karena jarang
berubah posisi

6. Memonitor mual dan 6. Pasien mengatakan mual


muntah apabila mencium bau
makanan

3 Nyeri kronik 1. Melakukan pengkajian 1. P,Q,R,S,T


berhubungan nyeri secara komprehensif :  P = apabila bergerak
ketunadayaan fisik lokasi, karakteristik, durasi, akan lebih nyeri
kronik frekuensi, kualitas dan  Q = tipe nyeri seperti
predisposos (P,Q,R,S,T) kolik dan panas
 R = lokasi nyeri pada
daerah perut
 S = skala nyeri 6
 T = nyeri terasa hilang
timbul sekali 30 mnt
2. Memonitor reaksi 2. Pasien mengatakan tidak
nonverbal dan bisa tidur apabila nyeri
ketidaknyamanan timbul
3. Mengevaluasi pengalaman 3. Pasien mengatakan apabila
nyeri masa lampau nyeri dia akan menarik
nafas dalam untuk
mengurangi nyeri
4. Menggunakan tekhnik 4. Pasien terlihat senang saat
komunikasi terapiutik perawat mendengarkan
semua keluhannya
5. Menggali pengetahuan dan 5. Pasien menceritakan semua
kepercayaan pasien pengetahuannya tenttang
mengenai nyeri nyeri
6. Melibatkan keluarga dalam 6. Kelurga sangat senang saat
terapi modalitas penurun dilibatkan dalam terapi
nyeri

7. Mengajarkan prinsip- 7. Pasien dan keluarga


prinsip manajemen nyeri mengatakan mengerti
tentang menajeman nyeri
8. Memberi informasi 8. Pasien mendengarkan
mengenai nyeri : penyebab semua penjelasan perawat
nyeri, berapa lama nyeri
yang akan dirasakan, dan
antisipasi dari
ketidaknyamanan akibat
prosedur.
9. berkolaborasi pemberian 9. Pasien mendapatkan obat
analgetik untuk mengurangi ketorolak dari dokter
nyeri
 Monitor TTV
sebelum dan sesudah
pemberian analgetik
 Tentukan anagetik
pilihan
 Evaluais efektifitas
analgetik tanda dan
gejala

4 Intoleransi aktivitas 1. Bantu pasien dan keluarga 1. Pasien merasa senang


berhubungan dengan untuk mengidentifikasi
kelemahan umum kelemahan dalam level
aktivitas tertentu

2. Bantu pasien beraktivitas 2. Pasien dan keluarga merasa


apabila diperlukan senang disaat dibantu oleh
perawat menyuapi pasien

3. Bantu pasien dalam 3. Pasien terlihat masih belum


mengembangkan motivasi bersemamngat untuk sehat
diri dan pengembangan

4. Monitor respon fisik, 4. Pasien terlihat belum


emosional, dan spritual mempunyai respon untuk
pasien terhadap aktivitas beraktivitas

5. Berikan kesempatan 5. Keluarga terlihat membantu


keluarga untuk terlibat pasien saat BAK dan BAB
dalam aktivitas, dengan
cara yang tepat
Implementasi
Hari : Sabtu
Tgl : 24 September 2016
No Diagnosa Implementasi Respon Pasien

1 Kelebihan volume 1. Monitor nilai kadar 1. Na = 133, kalium = 4,0, Cl


cairan berhubungan serum, eletrolit serum = 105,7
dengan gangguan dan elektrolit urine
mekanisme regulasi 2. Monitor kadar serum 2. Albumin = 1,4
albumin dan protein total
3. Monitor tanda dan gejala 3. Asites terdapat pada perut
asites
4. Batasi dan alokasikan 4. Pasien dibatasi minum
asupan cairan Cuma 5 gelas / 24 jam
5. Berikan dialisis dan catat 5. Untuk sekarang pasien
reaksi pasien belum mendapatkan dialisis
2 Ketidak seimbangan 1. Kaji adanya alergi 1. Pasien mengatakan apabila
nutrisi kurang dari makanan makan ikan dia akan gatal-
kebutuhan tubuh gatal
berhungan dengan 2. Kolaborasi dengan ahli 2. Ahli gizi memberikan diit
ketidakmampuan gizi untuk menetukan ML
mengabsorbsi jumlah kalori dan nutrisi
nutrien yang dibutuhkan pasien
3. Monitor jumlah nutrisi 3. Jumlah nutrisi dan
dan kandungan kalori kandungan kalori yang
dibutuhkan pasien telah
sesuai dengan kebutuhan
tubuh pasien
4. Berikan informasi 4. Pasien mendengarkan
tentang kebutuhan nutrisi semua penjelasan yang
diberikan oleh perawat
3 Nyeri kronik 1. Gunakan tekhnik 1. Pasien terlihat senang
berhubungan komunikasi terapiutik
ketunadayaan fisik 2. Gali pengetahuan dan 2. Pasien mengatakan
kronik kepercayaan pasien sebelumnya tidak mengerti
mengenai nyeri dengan nyeri yang
dirasakannya

3. Libatkan keluarga dalam 3. Keluarga pasien terlihat


terapi modalitas penurun bersemangat
nyeri
4. Ajarkan prinsip-prinsip 4. Pasien dan keluarga
manajemen nyeri mendengarkan semua
penjelasan perawat
4 Intoleransi aktivitas 1. Kaji status fisiologis 1. Yang menyebabkan pasien
berhubungan dengan pasien yang lelah karena kurang nafsu
kelemahan umum menyebabkan kelelahan makan serta proses penyakit
sesuai dengan konteks yang sedang dialaminya
usia dan perkembangan
2. Anjurkan pasien 2. Pasien mengatakan untuk
mengungkapkan duduk ditempat tidur saja
perasaan secara verbal dia tidak kuat
mengenai keterbatasan
yang dialami
3. Monitor intake nutrisi 3. Setiap makan pasien hanya
untuk mengetahui menghabiskan 1/3 bagian
sumber energi yang makanan
adekuat
4. Lakukan ROM aktif dan 4. Pasien terlihat kurang
pasif untuk semanagat
menghilangkan
ketegangan otot

Implementasi
Hari : Minggu
Tgl : 25 September 2016
No Diagnosa Implementasi Respon Pasien

1 Kelebihan volume 1. Timbang BB setiap hari 1. BB = 40 kg


cairan berhubungan dan monitor status
dengan gangguan pasien
mekanisme regulasi 2. Monitor status hidrasi : 2. Membran mukosa kering,
membran mukosa, nadi = 99x/i, TD = 130/80
denyut nadi dan tekanan mmhg
darah
3. Monitor TTV pasien 3. Suhu = 36,5°C, nafas =
20x/i

4. Kaji lokasi dan luas 4. Edema terdapat pada


edema tungkai bawah pasien

5. Monitor intake dan 5. Intake = 2200 cc, output =


output cairan 1550 cc

6. Batasi masukan cairan 6. Pasien dibatasi minum 5


gelas/hari
2 Ketidak seimbangan 1. Monitor adanya 1. Pasien mengatakan
nutrisi kurang dari penurunan BB badannya tambah kurus dan
kebutuhan tubuh perut tambah besar
berhungan dengan 2. Lakukan pengukuran 2. Lingkar perut = 90 cm, dan
ketidakmampuan antropometrik pada lingkar lengan = 20 cm
mengabsorbsi komposisi tubuh
nutrien 3. Identifikasi perubahan 3. Selama dirawat BB pasien
BB terakhir turun 3 kg

4. Monitor intregitas kulit 4. Kulit bagian punggung dan


dan mobilitas bokong merah

5. Monitor mual dan 5. Pasien mengatakan mual


muntah setiap kali akan makan

3 Nyeri kronik 1. Melakukan pengkajian 1. P,Q,R,S,T


berhubungan nyeri secara  P = apabila bergerak
ketunadayaan fisik komprehensif : lokasi, akan lebih nyeri
kronik karakteristik, durasi,  Q = tipe nyeri seperti
frekuensi, kualitas dan kolik dan panas
predisposos (P,Q,R,S,T)  R = lokasi nyeri pada
daerah perut
 S = skala nyeri 6
 T = nyeri terasa hilang
timbul sekali 30 mnt
2. Memonitor reaksi 2. Pasien mengatakan tidak
nonverbal dan bisa tidur apabila nyeri
ketidaknyamanan timbul
3. Mengevaluasi 3. Pasien mengatakan apabila
pengalaman nyeri masa nyeri dia akan menarik
lampau nafas dalam untuk
mengurangi nyeri
4. Menggunakan tekhnik 4. Pasien terlihat senang saat
komunikasi terapiutik perawat mendengarkan
semua keluhannya
5. Menggali pengetahuan 5. Pasien menceritakan semua
dan kepercayaan pasien pengetahuannya tenttang
mengenai nyeri nyeri
6. Melibatkan keluarga 6. Kelurga sangat senang saat
dalam terapi modalitas dilibatkan dalam terapi
penurun nyeri
7. Memberi informasi 7. Pasien dan keluarga
mengenai nyeri : mendengarkan penjelasan
penyebab nyeri, berapa perawat
lama nyeri yang akan
dirasakan, dan antisipasi
dari ketidaknyamanan
akibat prosedur.
4 Intoleransi aktivitas 1. Bantu pasien dan keluarga 1. Pasien merasa senang
berhubungan dengan untuk mengidentifikasi
kelemahan umum kelemahan dalam level
aktivitas tertentu
2. Bantu pasien beraktivitas 2. Pasien dan keluarga merasa
apabila diperlukan senang disaat dibantu oleh
perawat menyuapi pasien

3. Bantu pasien dalam 3. Pasien terlihat masih belum


mengembangkan motivasi bersemamngat untuk sehat
diri dan pengembangan

4. Monitor respon fisik, 4. Pasien terlihat belum


emosional, dan spritual
mempunyai respon untuk
pasien terhadap aktivitas
beraktivitas

5. Berikan kesempatan 5. Keluarga terlihat membantu


keluarga untuk terlibat pasien saat BAK dan BAB
dalam aktivitas, dengan
cara yang tepat

E. EVALUASI
No Diagnosa Evaluasi Waktu, Tgl, Ttd

1 Kelebihan volume S : Pasien mengatakan perutnya Hari : Jumat


cairan berhubungan masih buncit dan kakinya Tgl : 23 September 2016
dengan gangguan masih sembab serta BAK
mekanisme regulasi masih kurang
O : jumlah urine = 600cc/hari
Membran mukosa kering
TD = 150/100 mmhg
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi

2 Ketidak seimbangan S : Pasien mengatakan nafsu


nutrisi kurang dari makan masih kurang
kebutuhan tubuh O : Pasien menghabiskan 1/3
berhungan dengan porsi makanan
ketidakmampuan A : masalah belum teratasi
mengabsorbsi P : lanjukan intervensi
nutrien
3 Nyeri kronik S : Pasien mengatakan nyeri
berhubungan pada perut dan anusnya
ketunadayaan fisik O : Pasien terlihat meringis
kronik Level nyeri = 5
A : Masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi

4 Intoleransi aktivitas S : Pasien mengatakan tidak kuat


berhubungan dengan untuk duduk di tempat tidur
kelemahan umum O : Pasien tampak terbaring
lemah ditempat tidur
A : Maslah belum teratasi
P : Lanjutkan rencana

1 Kelebihan volume S : Pasien mengatakan sembab Hari : Sabtu


cairan berhubungan pada kaki agak berkurang Tgl : 24 September 2016
dengan gangguan O : intake = 1900 cc/hari
mekanisme regulasi Output = 700 cc/hari
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi

2 Ketidak seimbangan S : Pasien mengatakan mual agak


nutrisi kurang dari berkurang
kebutuhan tubuh O : pasien dapat menghabiskan
berhungan dengan ¼ bagian porsi makanan
ketidakmampuan A : Masalah teratasi sebagian
mengabsorbsi P : Lanjutkan intervensi
nutrien

3 Nyeri kronik S : Pasien mengatakan bisa


berhubungan mengatasi nyeri dengan cara
ketunadayaan fisik yang telah diajarkan oleh
kronik perawat
O : Pasien tampak lebih tenang
A : Masalah sebagian teratasi
P : Lanjutkan intervensi

4 Intoleransi aktivitas S : Pasien mengatakan pusing


berhubungan dengan apabila lama duduk
kelemahan umum O : Pasien tampak terbaring
lemah
A : Masalah belum tertasi
P : Lanjutkan intervensi
1 Kelebihan volume S : Pasien mengatakan sangat Hari : Minggu
cairan berhubungan lelah Tgl : 25 September 2016
dengan gangguan O : Membran mukosa tampak
mekanisme regulasi kering, pasien tampak
bingung, asites masih tampak
pada perut
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi

2 Ketidak seimbangan S : Pasien mengatakan mual


nutrisi kurang dari sudah mulai berkurang
kebutuhan tubuh O : Pasien menghabiskan ¼
berhungan dengan bagian porsi makanan
ketidakmampuan A : Masalah teratasi sebagian
mengabsorbsi P : Lanjutkan intervensi
nutrien

3 Nyeri kronik S : Pasien mengatakan sudah


berhubungan dapat mengurangi nyeri yang
ketunadayaan fisik dirasakan dengan manajemen
kronik nyeri yang telah diajarkan
oleh perawat
O : Pasien tampak lebih tenang
A : Masalah sebagian teratasi
P : Lanjutkan intervensi

4 Intoleransi aktivitas S : Pasien mengatakan masih


berhubungan dengan lemah
kelemahan umum O : pasien terlihat lemah
terbaring di tempat tidur
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi